BAB 1 METODE PENELITIAN

10,893 views
10,495 views

Published on

BAB 1 METODE PENELITIAN (BUKU UMA SEKARAN)

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,893
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
443
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BAB 1 METODE PENELITIAN

  1. 1. METODE PENELITIAN
  2. 2. Pengantar Penelitian  Apa itu penelitian  Penelitian bisnis  Penelitian : Terapan dan Dasar  Manajer dan Penelitian  Manajer dan Konsultan-Peneliti  Konsultan/Peneliti Internal vs Eksternal  Pengetahuan Tentang Penelitian dan Efektivitas Manajerial  Etika dan Penelitian Bisnis  Investigasi Ilmiah  Keterbatasan Penelitian Ilmiah dalam Bidang Manajemen  Rintangan Sains dalam Penelitian  Metode Hipotesis-Deduktif  Tipe Penelitian Lainnya
  3. 3. Apa Itu Penelitian ?  Daya Tarik Penelitian dan Mengapa Manajer Harus Mengetahui Penelitian Dengan memahami dasar-dasar proses penelitian dan menguasai teknologi, dapat menolong seseorang melihat informasi yang tersedia dengan cara canggih dan kreatif dalam lingkungan global yang bergerak cepat yang dihadapi bisnis. Selain itu, pengetahuan dalam bidang bisnis sedang meledak dan terdapat simpang siur informasi yang berlimpah melalui internet yang harus disaring dahulu untuk menentukan reliabilitasnya.
  4. 4. Penelitian Bisnis  Definisi Penelitian Definisi penelitian bisnis sebagai penyelidikan atau investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait. Intinya penelitian memberikan informasi yang diperlukan untuk memandu manajer mengambil keputusan yang terinformasi agar bisa memecahkan masalah secara sukses.  Penelitian dan Manajer Para manajer harus mengahadapi masalah besar dan kecil setiap hari, serta harus mereka pecahkan dengan membuat keputusan yang tepat. Dalam bisnis, penelitian terutama dilakukan untuk memecahkan isuisu problematik dalam, atau saling terkait di antara bidang akuntansi, keuangan, manajemen dam pemasaran.
  5. 5. Penelitian: Terapan dan Dasar  Penelitian Terapan : penelitian yang dilakukan dengan maksud menerapkan hasiltemuan untuk memecahkan masalah spesifik yang sedang dialami perusahaan.  Penelitian Dasar atau Fundamental : penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah tertentu yang kerap terjadi dalam konteks organisasi dan mencari metode untuk memecahkannya.
  6. 6. Manajer dan Penelitian  Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan dibanding manajer yang tidak memilikinya. Memahami penelitian membantu manajer profesional untuk : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mengenali dan secara efektif memecahkan masalah kecil dalam konteks pekerjaan. Mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan yang buruk. Menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi. Memperhitungkan risiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan keluaran (outcome) yang berbeda. Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin mempengaruhi situasi. Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif. Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambil keputusan.
  7. 7. Manajer dan Konsultan-Peneliti  Bagaimana Menemukan dan Memilih Peneliti Banyak perusahaan konsultan organisasi yang terdaftar dalam direktori telepon dan bisa disewa untuk konsultasi pada berbagai jenis proyek. Bila indikasi luas mengenai bidang atau isu apa yang perlu di teliti telah dinyatakan,perusahaan konsultan akan memberikan daftar individu yang mempunyai keahlian dalam bidang bersangkutan.  Hubungan Manajer-Peneliti Bila manajer memahami tentang penelitian, maka interaksi antar manajer dan peneliti pun menjadi lebih berarti, bertujuan, dan bermanfaat baik bagi organisasi maupun peneliti.  Nilai-nilai Disamping memperjelas peran dan batasan, manajer juga harus memastikan bahwa terdapat kecocokan dalam sistem nilai pihak manajemen dan konsultan. Pertukaran informasi dengan cara terus terang dan jujur juga membantu meningkatkan hubungan dan level kepercayaan antara kedua pihak, yang pada giliran memotivasi kedua belah pihak berinteraksi secara efektif.
  8. 8. Konsultan/Peneliti Internal vs Eksternal  Empat keuntungan dalam menggunakan tim internal untuk melakukan 1. 2. 3. 4.  1. 2. 3. 4. proyek penelitian : Tim internal akan lebih mungkin diterima oleh karyawan dalam subunit organisasi dimana penelitian perlu dilakukan. Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk memahami, filosofi dan suasana, serta fungsi dan sistem kerja organisasi. Mereka akan dapat melaksanakan rekomendasi setelah temuan penelitian diterima. Tim internal mungkin menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal. Empat kerugian dalam menggunakan tim internal : Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, sangat memungkinkan jatuh kedalam cara pandang melihat masalah dalam organisasi. Ada keleluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal. Terdapat ketidakadilan bagi tim internal dari staf dan manajemen. Bias organisasi tertentu terhadap tim internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang objektif.
  9. 9. Lanjutan…  Keuntungan Konsultan Eksternal : 1. 2.  1. 2. 3. Tim eksternal dapat menerapkan kekayaan pengalaman yang diperoleh dari bekerja dengan tipe organisasi yang mempunyai jenis masalah yang sama atau mirip. Tim eksternal, terutama dari perusahaan penelitian dari konsultan terkemuka, mungkin lebih banyak mempunyai pengetahuan modelmodel pemcashan masalah. Kerugian Konsultan Eksternal : Biaya sewa tim penelitian eksternal baiasanya mahal dan cenderung dihindari, kecuali jika masalah sangat kritis. Selain waktu banyak yang tim eksternal perlukan untuk memahami organisasi yang akan diteliti,mereka jarang memperoleh sambutan hangat oleh karyawan. Tim eksternal juga membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam fase implementasi dan evaluasi.
  10. 10. Pengetahuan Tentang Penelitian dan Efektivitas Manajerial  Pengetahuan tentang penelitian meningkatkan kepekaan manajer terhadap banyak sekali faktor internal dan eksternal dari berbagai sifat yang berlaku dalam lingkungan kerja dan organisasi mereka. Hal tersebut juga membantu memfasilitasi interaksi yang efektif dengan konsultan dan pemahaman atas beragam nuansa proses penelitian. Meskipun tradisi perusahaan harus dihormati, mungkin saja terdapat kondisi dimana lingkunagan bergolak yang berubah dengan sangat cepat saat ini akan menuntut penggantian atau adaptasi kembali terhadap beberapa tradisi tersebut, sesuai dengan temuan penelitian. Dengan demikian, pengetahuan tentang penelitian benar-benar meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan manajer.
  11. 11. Etika dan Penelitian Bisnis  Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma perilaku sosial yang diharapkan ketika melakukan penelitian. Kode etik berlaku bagi organisasi dan anggota yang mensponsori penelitian, peneliti yang melakukan penelitian, dan responden yang memberikan data yang diperlukan. Kode etik juga harus dicerminkan dalam perilaku peneliti yang melakukan investigasi, partisipan yang memberikan data, analis yang memberikan hasil, dan seluruh tim penelitian yang menyajikan interpretasi hasil dan menyarankan solusi alternatif.
  12. 12. Investigasi Ilmiah  Ciri-ciri Penelitian Ilmiah :  Tujuan Jelas ; manajer memulai penelitian dengan sebuah sasaran     atau tujuan yang jelas. Ketepatan ; dasar teori yang baik dan desain metodologi yang tepat akan menambahkan ketepatan pada sebuah studi dengan tujuan yang jelas. Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan, dan tingkat ketelitian dalam investigasi penelitian. Dapat Diuji ; penelitian ilmiah menguji secara logis hipotesis yang disusun untuk melihat apakah data mendukung perkiraan atau hipotesis yang dibuat setelah mendalami situasi masalah. Dapat Ditiru ; hasil uji hipotesis harus didukung lagi dan lagi ketika jenis penelitian serupa diulangi dalam keadaan lain yang mirip. Ketelitian dan Keyakinan ; ketelitian mengacu pada kedekatan temuan dengan “realitas” berdasarkan sebuah sampel. Keyakinan mengacu pada probabilitasketepatan estimasi kita.
  13. 13. Lanjutan…  Objektivitas ; kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisis data harus objektif, yaitu harus berdasarkan fakta-fakta dan temuan yang berasal dari data aktual, dan bukan nilai-nilai subjektif atau emosional kita.  Dapat Digeneralisasi ; mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam satu konteks organisasi ke konteks organisasi lainnya. Semakin luas jangkauan penerapan solusi yang dihasilkan oleh penelitian, semakin berguna penelitian tersebut bagi para pengguna.  Hemat ; kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul, dan dalam menghsilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan.
  14. 14. Keterbatasan Penelitian Ilmiah dalam Bidang Manajemen  Kesulitan yang dihadapi dalam pengukuran dsn pengumpulan data dalam bidang subjektif seperti perasaan, emosi, sikap, dan persepsi yang persoalanpersoalan tersebut muncul kapan pun kita berusaha untuk mengkuantifikasi perilaku manusia. Sifat bisa diperbandingkan, konsistensi, dan generalisasi yang luas sering sulit dicapai dalam penelitian. Tetap saja, dalamrangka mendesain penelitian untuk memastikan kejelasan tujuan, ketepatan, dan sifat dapat diuji, dapat ditiru, dapat digeneralisasi, objektivitas, hemat, dan ketelitian serta keyakinan yang semaksimal mungkin, kita harus berusaha keras untuk menggunakan investigasi ilmiah.
  15. 15. Keterbatasan Sains dalam Penelitian  Deduksi dan Induksi  Deduksi adalah proses dimana kita tiba pada suatu kesimpulan beralasan melalui generalisasi logis dari sebuah fakta yang diketahui.  Induksi merupakan proses dimana kita mengamati fenomena tertentu dan berdasarkan hal tersebut tiba pada kesimpulan. Dengan kata lain, dalam induksi, kita secara logis membuat sebuah proposisi umum berdasarkan fakta yang diamati. o Teori yang berdasarkan deduksi dan induksi membantu kita memahami, menjelaskan, dan/atau memprediksifenomena bisnis. Metode yang dimulai dengan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis, dan secara logis menarik kesimpulan dari hasil studi disebut sebagai metode hipotesis-deduktif.
  16. 16. Metode Hipotesis-Deduktif  Tujuh Langkah Metode Hipotesis-Deduktif 1. Pengamatan ; tahap pertama, dimana seseorang merasakan perubahan bahwa tertentu sedang terjadi, atau bahwa beberapa perilaku, sikap dan perasaan baru sedang mengemuka dalam lingkungan seseorang (dalam hali ini, tempat kerja). 2. Pengumpulan informasi awal ; meliputi mencari informasi secara mendalam mengenai hal yang diamati. Hal ini dapat dilakukan dengan berbicara secara informal dengan beberapa orang dalam konteks kerja atau klien, atau kepada sumber relevsn lainnya, dengan demikain dapat mengumpulkan informasi mengenai apa dan mengapa sesuatu hal terjadi. 3. Perumusan Teori ; yaitu usaha untuk menggabungkan semua informasi dalam cara yang logis, sehingga faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah ini dapat dikonseptualisasi dan diuji. 4. Penyusunan Hipotesis ; langkah logis selanjutnya setelah perumusan teori. Dari jaringan asosiasi teori diantara vaeiabel, hipotesis atau perliraan tertentu yang dapat diuji pun bisa dihasilkan.
  17. 17. Lanjutan… 5. Pengumpulan Data Ilmiah Lebih Lanjut ; diperlukan untuk menguji hipotesis yang dihasilkan dalam studi. 6. Analisis Data ; data yang dikumpulkan dianalisis secara statistik untuk melihat apakah hipotesis terbukti. 7. Deduksi ; proses toba pada kesimpulan dengan menginterpretasikan arti dari hasil analisis data.  Tinjauan Metode Hipotesis-Deduktif  Ringkasnya, metode hipotesis-deduktif meliputi tujuh langkah, yaitu pengamatan, pengumpulan data awal, perumusan teori, penyusunan hipotesi, pengumpulan data ilmiah, analisis data, dan deduksi.
  18. 18. Tipe Penelitian Lainnya  Studi Kasus  Meliputi analisis mendalam dan kontekstual terhadap situasi yang mirip dalam organisasi lain, dimana sifat dan definisi masalah yang terjadi adalahserupa dengan yang dialami saat ini. Studi kasus sebagai teknik pemecahan masalah, tidak sering dilakukan dalam organisasi karena studi seperti itu berurusan dengan masalah serupa yang dialami oleh sebuah organisasi, terkain ukuran dan dalam jenis konteks tertentu adalah sulit untuk dilakukan. • Penelitian Tindakan  Penelitian tindakan kadang-kadang dilakukan oleh konsultan yang ingin memprakarsai proses perubahan dalam organisasi. Dengan demikian, penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus-menerus dengan saling mempengaruhi anatara masalah, solusi, pengaruh atau konsekuensi, dan solusi baru.
  19. 19. SELESAI TERIMA KASIH

×