INA KURNIA NIM : 2009021115 Kelas : 2B PE PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Created by : Ina Kurnia Assalamu’alaikum ...
HAKIKAT KURIKULUM BAB 1 Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisi berbagai bahan pengajaran dan pengalaman bela...
<ul><ul><li>Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran </li></ul></...
Menurut saya, kurikulum merupakan hal yang penting yang harus ada dan dikuasai oleh setiap guru agar proses pembelajaran d...
Yang ingin saya ketahui lebih lanjut adalah bagaimana cara menyusun kurikulum yang baik dari awal hingga akhir sampai kuri...
BAB II ORGANISASI KURIKULUM Pada dasarnya ada 3 pengorganisasian pokok kurikulum, yaitu : <ul><ul><li>Separate subject cir...
Peserta didik dalam belajar diharapkan akan bersikap: <ul><ul><li>Learn to know,yaitu belajar agar lebih mengetahui segala...
Pengorganisasian kurikulum memang ada di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar, menengah, dan menengah ata...
Setelah membaca materi pada bab ini, saya ingin mengetahui mengapa pengorganisasian kurikulum diperguruan tinggi berbeda-b...
BAB III ASAS-ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Kurikulum didasari atas: </li></ul><ul><ul><li>Asas psikologi anak Indone...
<ul><ul><li>Asas Sosiologi atau keadaan bangsa Indonesia, yaitu mengenai hubungan sosial antar individu, antar golongan,da...
Setelah membaca bab ini, saya mengetahui bahwa kurikulum harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman pula. Maka ka...
Bagaimanakah cara pengembangan kurikulum yang lebih baik? Dan diantara asas-asas pengembangan kurikulum yang disebutkan da...
BAB IV PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum yang digunakan sekarang ke tujuan pendidi...
Pendekatan Kurikulum <ul><ul><li>Pendekatan berdasarkan materi, langkah-langkahnya sebagai berikut : </li></ul></ul><ul><u...
Implementasi kurikulum yang ada di dunia pendidikan sekarang masih belum berkembang secara baik. Yang saya rasakan, pengem...
Yang ingin saya ketahui, bagaimana cara mengetahui bahwa pengembangan kurikulum itu berhasil atau tidak di suatu tingkat p...
BAB V KURIKULUM MUATAN LOKAL Kurikulum muatan lokal terbentuk karena adanya perbedaan lingkungan yang ada di negara Indone...
Tujuan Kurikulum Muatan Lokal <ul><ul><li>Berbudi Pekerti Luhur </li></ul></ul><ul><ul><li>Berkepribadian </li></ul></ul><...
Menurut saya, kurikulum muatan lokal memang sangat diperlukan di negara Indonesia dikarenakan Indonesia sendiri merupakan ...
Saya ingin mengetahui bagaimana menerapkan kurikulum muatan lokal ini kepada peserta didik yang berasal dari daerah yang b...
<ul><li>PROSES PERENCANAAN </li></ul><ul><ul><li>Tahap Perencanaan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Diagnosis system </li></...
Perbandingan silabus antara kurikulum berdasarkan tujuan dengan kurikulum berbasis kompetensi : Kurikulum berdasarkan Tuju...
Kurikulum satuan pendidikan adalah kurikulum operasioanl yang dibuat dan dilaksanakan oleh sekolah masing-masing berdasark...
Komponen pokok terdiri atas struktur program dan silabus. Struktur program dibina oleh Dinas Pendidikan, meliputi: <ul><ul...
Setelah suatu kurikulum direncanakan, harus ada tindakan selanjutnya, yaitu pembinaan. Pembinaan diadakan bertujuan untuk ...
Yang ingin saya ketahui lebih lanjut ialah dari kedua kurikulum tersebut (kurikulum berdasarkan tujuan dan kurikulum berda...
BAB VII MERENCANAKAN JUMLAH PESERTA DIDIK UNTUK TAHUN MENDATANG DAN ANALISIS  COHORT Dalam perkembangan zaman, kurikulum y...
Analisis  Cohort Out put dapat bersifat kuantitas dan dapat bersifat kualitas. Out put yang bersifat kualitas sangat sulit...
Perencanaan jumlah peserta didik merupakan salah satu yang harus dirancang oleh pihak sekolah untuk mengetahui seberapa ba...
Setelah membaca bab ini saya ingin mengetahui apakah perencanaan yang telah dibuat sedemikian rupa, hasilnya sama dengan y...
BAB VIII EDUCATIONAL WORKSHEET Perencanaan jumlah ruangan, jumlah guru/dosen dapat dilakukan dengan:  educational workshee...
Untuk mengetahui apakah penyusunan jadwal kuliah untuk tiap semester seimbang atau tidak, dapat dilihat dari jalur  jumlah...
Educational worksheet memang harus digunakan dalam setiap perencanaan di sekolah atau perguruan tinggi, karena educational...
Yang ingin saya tahu adalah kenapa pada kenyataannya sepertinya educational worksheet ini belum diterapkan, karena yang sa...
BAB IX PERT dan CPM dalam Perencanaan Kurikulum PERT singkatan dari: P=  Program E=  Evaluation R=  Review T=  Technique A...
Kelemahan dari metode PERT ialah tidak dapat menunjukkan adanya kegiatan yang secara menyeluruh dapat tergambar. Dan tidak...
PERT dan CPM ialah suatu metode yang digunakan atau yang dapat membantu dalam perencanaan kurikulum. Dengan PERT dan CPM i...
Dari yang saya baca pada bab ini, yang ingin saya ketahui adalah apakah penggunaan PERT dan CPM di dalam perencanaan kurik...
SEKIAN TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA Wassalamualaikum Wr. Wb…. Created by : Ina Kurnia
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

tugas kurikulum Ina Kurnia 2B PE

118 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
118
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

tugas kurikulum Ina Kurnia 2B PE

  1. 1. INA KURNIA NIM : 2009021115 Kelas : 2B PE PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Created by : Ina Kurnia Assalamu’alaikum Wr. Wb…. Prof. Drs. H. Dakir
  2. 2. HAKIKAT KURIKULUM BAB 1 Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisi berbagai bahan pengajaran dan pengalaman belajar yang direncanakan dan disusun secara sistematik atas dasar peraturan yang berlaku yang akan dijadikan pedoman oleh pendidik dan peserta didik dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan <ul><li>Unsur-unsur kurikulum: </li></ul><ul><ul><li>Seperangkat rencana </li></ul></ul><ul><ul><li>Peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Peraturan tentang cara yang digunakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pedoman kegiatan belajar mengajar </li></ul></ul>
  3. 3. <ul><ul><li>Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan proses pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah adalah sebagai pedoman untuk memberikan petunjuk tentang kurikulum kepada para guru pemegang mata pelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Fungsi kurikulum bagi masyarakat adalah untuk mendorong sekolah agar dapat menghasilkan berbagai lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat </li></ul></ul>Fungsi-fungsi kurikulum Tujuan kurikulum pada dasarnya sama dengan tujuan pendidikan yaitu membentuk manusia yang bulat dan utuh, yang seimbang antara jasmani dan rohaninya.
  4. 4. Menurut saya, kurikulum merupakan hal yang penting yang harus ada dan dikuasai oleh setiap guru agar proses pembelajaran di dalam kelas dapat berjalan kondusif dan dapat mencapai tujuan dari kurikulum itu sendiri. Tanpa adanya kurikulum maka proses pembelajaran dalam pendidikan tidak akan berjalan secara sistematis karena tidak ada acuan yang melandasinya
  5. 5. Yang ingin saya ketahui lebih lanjut adalah bagaimana cara menyusun kurikulum yang baik dari awal hingga akhir sampai kurikulum tersebut bisa dipakai oleh warga pendidikan. Serta biasanya kurikulum yang ada sekarang sama saja dengan yang lalu, maka bagaimana cara memperbaharui/ mengembangkan kurikulum agar menjadi tidak kaku.
  6. 6. BAB II ORGANISASI KURIKULUM Pada dasarnya ada 3 pengorganisasian pokok kurikulum, yaitu : <ul><ul><li>Separate subject cirriculum, ialah apabila bidang studi yang secara terpisah, diajarkan dengan pembatasan bahan ajar dan waktu yang telah direncanakan sebelumnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Correlated curriculum, ialah berbagai bidang studi yang sejenis dikelompokkan untuk membahas sesuatu hal yang relevan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Integrated curriculum, ialah apabila suatu pembahasan dengan berbagai pokok bahasan baik dari bidang studi yang sejenis maupun dari bidang studi lain yang relevan. </li></ul></ul><ul><li>Contoh susunan mata pelajaran dalam kurikulum di sekolah dasar: </li></ul><ul><ul><li>Bidang studi matematika : Separated </li></ul></ul><ul><ul><li>Bidang studi IPA : Correlated </li></ul></ul><ul><ul><li>Bidang studi IPS : Correlated </li></ul></ul><ul><ul><li>Muatan Lokal : Integrated </li></ul></ul>
  7. 7. Peserta didik dalam belajar diharapkan akan bersikap: <ul><ul><li>Learn to know,yaitu belajar agar lebih mengetahui segala sesuatu yang berlangsung terus menerus </li></ul></ul><ul><ul><li>Learn to do, yaitu belajar untuk melakukan sesuatu yang seharusnya,terutama dalam pemecahan masalah yang terjadi pada dirinya </li></ul></ul><ul><ul><li>Learn to live together atau live with other,yaitu belajar untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungannya,serta mampu bekerja sama dengan orang lain dan bersifat toleran </li></ul></ul><ul><ul><li>Learn to be,yaitu belajar yang dapat mengembangkan semua aspek pribadinya, dan potensi yang dimiliki untuk menjadi manusia yang utuh dan bulat </li></ul></ul>
  8. 8. Pengorganisasian kurikulum memang ada di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar, menengah, dan menengah atas, bahkan di perguruan tinggi pun menggunakan pengorganisasian kurikulum ini. Meskipun dari berbagai pengorganisasian kurikulum ini berbeda-beda, baik dari mata pelajaran, metode, bahan ajar, evalusinya, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai tujuan kurikulum yang juga merupakan tujuan pendidikan.
  9. 9. Setelah membaca materi pada bab ini, saya ingin mengetahui mengapa pengorganisasian kurikulum diperguruan tinggi berbeda-beda? Dan juga bagaimanakah kedudukan kurikulum nasional dalam pengorganisasian kurikulum di perguruan tinggi ini?
  10. 10. BAB III ASAS-ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Kurikulum didasari atas: </li></ul><ul><ul><li>Asas psikologi anak Indonesia,yang didalamnya terdapat 9 aspek yang harus dikembangkan , yaitu : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek ketakwaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek cipta </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek rasa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek karsa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek psikomotor ( kreatif ) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek karya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek kesehatan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek sosial </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Aspek individu </li></ul></ul></ul>
  11. 11. <ul><ul><li>Asas Sosiologi atau keadaan bangsa Indonesia, yaitu mengenai hubungan sosial antar individu, antar golongan,dan lembaga sosial. Kurikulum harus memperhatikan keadaan lingkungan fisik maupun lingkunga nonfisik. </li></ul></ul><ul><ul><li>Asas perkembangan IPTEKS di dunia. Di Indonesia kemajuan IPTEKS masih ketinggalan dengan negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus disesuaikan dengan hal ini. </li></ul></ul><ul><ul><li>Asas filsafat bangsa Indonesia sendiri, yaitu filsafat Pancasila. Diharapkan peserta didik dapat menjiwai pendidikan pancasila yang akan dapat membentuk watak kepribadian bangsa Indonesia </li></ul></ul>
  12. 12. Setelah membaca bab ini, saya mengetahui bahwa kurikulum harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman pula. Maka karenanya, pengembangan kurikulum harus selalu mengacu kepada 4 asas yang disebutkan dalam bab ini. Tetapi satu hal yang harus senantiasa diperhatikan dalam pengembangan kurikulum ialah adalah peserta didik itu sendiri, karena kurikulum itu dibuat dan dikembangkan tentunya tujuannya ialah untuk memenuhi kebutuhan dari peserta didik kita.
  13. 13. Bagaimanakah cara pengembangan kurikulum yang lebih baik? Dan diantara asas-asas pengembangan kurikulum yang disebutkan dalam bab ini, manakah asas yang paling mempengaruhi dalam pengembangan kurikulum di Indonesia? Dan apabila ada salah satu asas yang paling mempengaruhi dalam pengembangan kurikulum, apa penyebab asas ini paling mempengaruhi??
  14. 14. BAB IV PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum yang digunakan sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan sesungguhnya, karena adanya dorongan positif dari fihak luar maupun dari dalam diri sendiri, agar peserta didik kita dapat menghadapi masa depan yang lebih baik. <ul><ul><li>Apa yang dikembangkan? </li></ul></ul><ul><li>Ada 4 unsur yang diperhatikan dalam pengembangan, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Merencanakan, merancang, dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Karakteristik peserta didik </li></ul></ul><ul><ul><li>Tujuan yang akan dicapai </li></ul></ul><ul><ul><li>Kriteria-kriteria untuk mencapai tujuan </li></ul></ul><ul><li>2. Siapa yang mengembangkan kurikulum? </li></ul><ul><ul><li>Pihak produsen </li></ul></ul><ul><ul><li>Pihak konsumen </li></ul></ul><ul><ul><li>Pihak ahli yang relevan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pihak guru </li></ul></ul>
  15. 15. Pendekatan Kurikulum <ul><ul><li>Pendekatan berdasarkan materi, langkah-langkahnya sebagai berikut : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengetahui bahan apa yang akan diajarkan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Melaksanakan evaluasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Menyesuaikan cara belajar dengan bahan pelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengorganisasikan bahan pengajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengetahui buku sumber yang relevan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Menggunakan alat bantu yang sesuai </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengarah kepada tujuan pendidikan </li></ul></ul></ul><ul><li>2. Pendekatan berdasarkan tujuan, bahwa dalam penyusunan kurikulum, tujuan pendidikan harus didahulukan. </li></ul><ul><li>3. Pendekatan berdasarkan kemampuan, bahwa penyusunan kurikulum harus menghasilkan peserta didik sesuai dengan kemampuan yang diharapkan oleh tujuan pendidikan </li></ul>
  16. 16. Implementasi kurikulum yang ada di dunia pendidikan sekarang masih belum berkembang secara baik. Yang saya rasakan, pengembangan kurikulum dari tahun ke tahun masih bersifat sama, belum terlihat perbedaan yang signifikan. Antara tahun lalu dengan tahun sekarang dapat dikatakan sama saja, belum ada hal yang dirasakan berbeda. Meskipun ada perbedaan itu hanya sebatas sarana dan prasarana pendukung saja.
  17. 17. Yang ingin saya ketahui, bagaimana cara mengetahui bahwa pengembangan kurikulum itu berhasil atau tidak di suatu tingkat pendidikan? Dan adakah cara-cara yang paling tepat dalam pengembangan kurikulum ini, yaitu cara yang paling menjamin berhasilnya pengembangan kurikulum ini ?
  18. 18. BAB V KURIKULUM MUATAN LOKAL Kurikulum muatan lokal terbentuk karena adanya perbedaan lingkungan yang ada di negara Indonesia. Kita juga telah mengetahui bahwa negara Indonesia terdiri dari berbagai pulau, bermacam-macam suku, ras, agama, adat istiadat. Maka untuk itu lahirlah kurikulum muatan lokal yang isinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang ada di daerah mereka masing-masing. Pada zaman dahulu juga, sebelum adanya sekolah formal, pendidikan yang bermuatan lokal telah dilaksanakan oleh orangtua peserta didik. Tujuannya adalah untuk membentuk peserta didik yang mandiri dalam hidupnya. Bahan ajarnya ialah kejadian atau keadaan yang terjadi di lingkungannya. Dilihat berhasil atau tidaknya peserta didik itu adalah dengan mampu atau tidaknya peserta didik itu hidup mandiri.
  19. 19. Tujuan Kurikulum Muatan Lokal <ul><ul><li>Berbudi Pekerti Luhur </li></ul></ul><ul><ul><li>Berkepribadian </li></ul></ul><ul><ul><li>Mandiri </li></ul></ul><ul><ul><li>Terampil </li></ul></ul><ul><ul><li>Beretos Kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Profesional </li></ul></ul><ul><ul><li>Produktif </li></ul></ul><ul><ul><li>Sehat Jasmani & Rohani </li></ul></ul><ul><ul><li>Cinta Lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesetiawanan Sosial </li></ul></ul><ul><ul><li>Kreatif Inovatif untuk hidup </li></ul></ul><ul><ul><li>Mementingkan pekerjaan yang praktis </li></ul></ul><ul><ul><li>Rasa Cinta Budaya/tanah air </li></ul></ul>
  20. 20. Menurut saya, kurikulum muatan lokal memang sangat diperlukan di negara Indonesia dikarenakan Indonesia sendiri merupakan negara yang terdiri dari berbagai pulau yang tentu saja berbeda-beda baik dari adat istiadat, bahasa, kebudayaan, agama, kepercayaan,dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan. Kurikulum muatan lokal ini juga harus senantiasa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang ada di sekolah.
  21. 21. Saya ingin mengetahui bagaimana menerapkan kurikulum muatan lokal ini kepada peserta didik yang berasal dari daerah yang berbeda (siswa pindahan), karena pasti kurikulum muatan lokal di satu daerah berbeda dengan daerah yang lainnya. Dan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan kurikulum muatan lokal di suatu daerah, karena kebutuhan dari suatu daerah pasti berbeda-beda.
  22. 22. <ul><li>PROSES PERENCANAAN </li></ul><ul><ul><li>Tahap Perencanaan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Diagnosis system </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Formulasi tujuan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Formulasi sumber </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perkiraan target </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Constraint </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Formulasi Rencana </li></ul></ul><ul><ul><li>Elaborasi Rencana </li></ul></ul><ul><ul><li>Evaluasi/Revisi </li></ul></ul>BAB VI LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
  23. 23. Perbandingan silabus antara kurikulum berdasarkan tujuan dengan kurikulum berbasis kompetensi : Kurikulum berdasarkan Tujuan Kurikulum berdasarkan Kompetensi Tujuan Nasional Tujuan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Institusional Kompetensi Lulusan Tujuan Kurikuler Kompetensi Standar Tujuan Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Tujuan Pokok Bahasan Indikator Kelulusan Pokok Bahasan/Subpokok Bahasan Materi Pokok Metode dan Media yang dipilih Strategi Pembelajaran Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi Sumber Bahan Sumber Bahan
  24. 24. Kurikulum satuan pendidikan adalah kurikulum operasioanl yang dibuat dan dilaksanakan oleh sekolah masing-masing berdasarkan kebutuhan yang ada di sekolah tersebut. <ul><li>Komponen-komponen dalam kurikulum (termasuk pada KTSP) yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Komponen penunjang, diprogramkan oleh Depdiknas yang berisikan lingkup standar nasional pendidikan yang meliputi : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar isi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar proses </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar kompetensi lulusan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar pendidikan dan tenaga pengajar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar sarana dan prasarana </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar pengelolaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar pembiayaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar penilaian pendidikan </li></ul></ul></ul>
  25. 25. Komponen pokok terdiri atas struktur program dan silabus. Struktur program dibina oleh Dinas Pendidikan, meliputi: <ul><ul><li>Struktur program meliputi : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengelompokan mata pelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jumlah mata pelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Alokasi waktu </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Susunan mata pelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sistem paket/sistem kredit </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Silabus dikembangkan oleh sekolah, yang berisikan : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Nama mata pelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kelas/semester </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Alokasi waktu </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Standar kompetensi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kemampuan dasar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Materi pokok </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kegiatan pembelajaran </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Indikator </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penilaian </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sumber belajar </li></ul></ul></ul>
  26. 26. Setelah suatu kurikulum direncanakan, harus ada tindakan selanjutnya, yaitu pembinaan. Pembinaan diadakan bertujuan untuk menjaga agar semua komponen kurikulum yang telah direncanakan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Pembinaan ini dilakukan oleh semua pelaku kurikulum ( guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi)
  27. 27. Yang ingin saya ketahui lebih lanjut ialah dari kedua kurikulum tersebut (kurikulum berdasarkan tujuan dan kurikulum berdasarkan kompetensi), manakah yang paling berhasil dalam pencapaian tujuan pendidikan di Indonesia? Dan untuk masa sekarang, manakah kurikulum yang sesuai yang seharusnya diterapkan di dunia pendidikan?
  28. 28. BAB VII MERENCANAKAN JUMLAH PESERTA DIDIK UNTUK TAHUN MENDATANG DAN ANALISIS COHORT Dalam perkembangan zaman, kurikulum yang akan disusun sekarang bukan untuk saat ini saja, melainkan untuk masa yang akan datang. Jadi kurikulum ini akan terus menerus digunakan oleh warga belajar. Oleh karena itu data siswa yang ada sekarang tidak bisa dijadikan acuan untuk penyusunan kurikulum di masa yang akan datang, karena jumlah siswa yang ada di tahun ini belum tentu sama dengan jumlah siswa pada waktu 5 tahun mendatang.
  29. 29. Analisis Cohort Out put dapat bersifat kuantitas dan dapat bersifat kualitas. Out put yang bersifat kualitas sangat sulit diukur, tetapi yang bersifat kuantitas dapat diukur dengan menggunakan analisis cohort. Analisis cohort dapat dilaksanakan dengan ketentuan : <ul><ul><li>Persentase drop out dan ulangan rata-rata untuk setiap tahun dianggap sama </li></ul></ul><ul><ul><li>Sekolah tidak melaksanakan sistem kredit seperti di perguruan tinggi </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak memperhatikan mahasiswa/ siswa pindahan </li></ul></ul>
  30. 30. Perencanaan jumlah peserta didik merupakan salah satu yang harus dirancang oleh pihak sekolah untuk mengetahui seberapa banyak peserta didik yang mungkin akan masuk ke sekolah yang bersangkutan, sehingga sekolah dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan kelak, mulai dari guru, ruangan kelas, serta sarana-sarana lainnya yang dapat menunjang kelancaran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
  31. 31. Setelah membaca bab ini saya ingin mengetahui apakah perencanaan yang telah dibuat sedemikian rupa, hasilnya sama dengan yang ada pada kenyataan, dan juga di bab ini saya membaca analisis cohort yang bertujuan untuk memperkirakan jumlah lulusan yang mungkin dihasilkan oleh sekolah. Dari situ saya ingi mengetahui bagaiman mengukur kepastian dari hasil yang didapat dari analisis cohort tersebut.
  32. 32. BAB VIII EDUCATIONAL WORKSHEET Perencanaan jumlah ruangan, jumlah guru/dosen dapat dilakukan dengan: educational worksheet, yaitu suatu perencanaan tentang jumlah guru/dosen serta sarana yang diperlukan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Perencanaan guru dan ruangan di SMA dan Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan cara : <ul><ul><li>Mengetahui jumlah semesternya </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui jumlah mata kuliah untuk tiap-tiap semester </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui jumlah kredit per mata kuliah </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui jumlah mahasiswa </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui jumlah jam mahasiswa </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui class size untuk setiap mata kuliah </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui frekuensi berdiri para guru/dosen </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui kemauan rata-rata mengajar per minggu bagi setiap dosen </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui rata-rata penggunaan ruangan tiap-tiap minggu </li></ul></ul>
  33. 33. Untuk mengetahui apakah penyusunan jadwal kuliah untuk tiap semester seimbang atau tidak, dapat dilihat dari jalur jumlah jam semester ganjil dibandingkan dengan jumlah jam semester genap. Penyusunan jadwal harus seimbang agar baik dari pihak dosen, mahasiswa, dan ruangan kelas yang di pakai itu seimbang pula. Jangan sampai di satu semester dosen dan mahasiswa memiliki banyak waktu kosong, begitu juga banyak ruangan kosong, disemester lain dosen dan mahasiswa sangat sibuk, dan ruangan begitu padat seolah-olah kekurangan ruangan.
  34. 34. Educational worksheet memang harus digunakan dalam setiap perencanaan di sekolah atau perguruan tinggi, karena educational worksheet ini akan sangat membantu dalam menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di masa yang akan datang sehingga dalam proses pembelajaran nantinya akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan
  35. 35. Yang ingin saya tahu adalah kenapa pada kenyataannya sepertinya educational worksheet ini belum diterapkan, karena yang saya alami sendiri, di tempat saya menuntut ilmu masih sering terjadi banyaknya ruangan yang kosong di hari tertentu, tetapi di lain hari ada ruangan-ruangan begitu padat, bahkan dapat dikatakan kekurangan. Dan juga saya ingin mengetahui bagaimana penyusunan jadwal yang baik agar kejadian tersebut tidak akan terjadi lagi ?
  36. 36. BAB IX PERT dan CPM dalam Perencanaan Kurikulum PERT singkatan dari: P= Program E= Evaluation R= Review T= Technique Arti singkatan CPM C= Critical P= part M= Menthod Tujuan PERT ialah sebagai alat pimpinan untuk menentukan dan mengkoordinasikan hal-hal yang harus dikerjakan dalam suatu proyek agar dapat selesai pada waktunya, serta merupakan suatu teknik yang membantu pimpinan tetapi tidak untuk membuat keputusan
  37. 37. Kelemahan dari metode PERT ialah tidak dapat menunjukkan adanya kegiatan yang secara menyeluruh dapat tergambar. Dan tidak terlihatnya jalinan hubungan kerja antara kegiatan yang satu dengan yang lain. Agar seluruh kegiatan dapat terlihat dalam jalinan kerjanya, maka dibuatlah jaringan PERT. Contohnya ialah : 1 2 3 4 5
  38. 38. PERT dan CPM ialah suatu metode yang digunakan atau yang dapat membantu dalam perencanaan kurikulum. Dengan PERT dan CPM ini, suatu rencana akan disusun sedemikian rupa agar dapat menghasilkan suatu hasil yang diharapkan. Dalam PERT dan CPM suatu rencana telah disusun urutan kegiatan, waktu, dan bagaimana cara mengatasi atau menanggulangi apabila di tengah-tengah kegiatan terjadi masalah yang tidak disangka-sangka sebelumnya.
  39. 39. Dari yang saya baca pada bab ini, yang ingin saya ketahui adalah apakah penggunaan PERT dan CPM di dalam perencanaan kurikulum telah digunakan secara maksimal? Dan apakah dampak yang dapat dirasakan langsung dengan penggunaan PERT dan CPM ini di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi?
  40. 40. SEKIAN TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA Wassalamualaikum Wr. Wb…. Created by : Ina Kurnia

×