• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Konverter heksadesimal-ke-biner
 

Konverter heksadesimal-ke-biner

on

  • 2,526 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,526
Views on SlideShare
2,526
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
34
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Konverter heksadesimal-ke-biner Konverter heksadesimal-ke-biner Document Transcript

    • KONVERTER HEKSADESIMAL KE BINER1. TEORI DASAR Kita telah terbiasa menggunakan system bilangan desimal, yaitu systembilangan berbasis 10, yang mempunyai 10 buah symbol, yaitu 0, 1, 2, … , 9. tetapisystem ini tidak selalu merupakan pilihan terbaik untuk setiap aplikasi. Sistem bineryang lebih sederhana lebih cocok digunakan pada elektronika digital. Sistem binermerupakan system bilangan berbasis 2, dan hanya mempunyai 2 simbol yaitu 1 dan 0.Sistem lain yang sering digunakan adalah system bilangan dengan basis 8 atau octal,dan system bilangan dengan basis 16 atau heksadesimal. Bilangan heksadesimal digunakan secara luas dalam kerja mikroprosesor.Bilangan ini jauh lebih singkat dibandingkan bilangan biner. Hal ini memudahkanpenulisan dan penghapalannya. Selain itu mengubah ke dalam bentuk biner dapatdilakukan secara langsung bila diperlukan. Heksadesimal (atau biasa disebut dengan bilangan hex) berarti angka 16.Artinya kita menggunakan bilangan-bilangan 16 digit sebagai berikut : 0, 1, 2, 3, 4, 5,6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F. Bilangan yang lebih besar dari 1510 memerlukan lebih dari satu digit hex.Kolom heksadesimal menunjukkan eksponen dengan basis 16, yaitu 16 0 = 1, 161 =16, 162 = 256 an seterusnya.
    • Tabel dibawah akan menunjukkan ekivalensi antara bilangan heksadesimal, biner dandesimal. Heksadesimal Biner Desimal 0 0000 0 1 0001 1 2 0010 2 3 0011 3 4 0100 4 5 0101 5 6 0110 6 7 0111 7 8 1000 8 9 1001 9 A 1010 10 B 1011 11 C 1100 12 D 1101 13 E 1110 14 F 1111 15Konversi Heksadesimal ke BinerUntuk mengubah bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner, ubahlah setap digitheksadesimal menjadi biner 4-bit yang ekivalen dengan table diatas. Misalnya, 9AFdiubah menjadi biner sebagai berikut : 9 A F 1001 1010 1111
    • Untuk memudahkan pembacaan, penulisan angka-angka biner dilakukan denganmemberi spasi untuk setiap string 4-bit, seperti contoh diatas maka dapat dituliskansebagai berikut : 9AF16 = 1001 1010 1111Ada banyak cara untuk membuat alat konversi heksa to biner. Biasanya itudidasarkan pada tuts didalam matriks, tapi kita akan menggunakan cara yang lebihsederhana. 16 kotak tuts (0…F) yang disambungkan bersama (common) pada salurancatu positif.2. GAMBAR RANGKAIAN
    • 3. DATASHEET IC 4532 PENGATURAN IC 4532 TABEL KEBENARAN IC 4532
    • GAMBAR RANKAIAN DALAM IC 4532 FUNSI IC 4532 DALAM RANKAIAN Funsi IC 4532 adalah suatu rankaian masukan prioritas (I 0-I7),dan tiga keluaranalamat yang aktif (A0-A2), satu keluaran alamat tinggi yang aktif adalah (A 0-A7), dansatu ketinggian yang aktif memungkinkan Input (Ein), serta satu kelompok tinggiyang aktif memilih keluaran atau output (G). Data diterima di delapan prioritas masukan pada rankaian yaitu (I0-I7), sandi bineryang sesuai dengan prioritas yang paling tinggi masuk (I 0-I7) yang ketinggian
    • dihasilkan di alamat keluaran (A0-A2) jika memungkinkan masukan (Ein) ketinggian,prioritas Input I7 adalah assigneri prioritas yang paling tinggi. kelompok memilihkeluaran (G) ketika tinggi satu atau lebih prioritas masuk (I 0-I7) bersifat rendah (Ein)bersifat ketinggian. memungkinkan masukan (Ein) ketinggian. memungkinkanmasukan (Ein) ketika yang rendah, angkatan semua keluaran (A0-A2.GS.Eout)rendah. Enkoder prioritas IC 4532 pada rankaian tersebut untuk menyediakan suatu alamatyang biner untuk masukan yang aktif dengan prioritas yang paling tinggi. delapandata masuk (D0-D7) dan satu memungkinkan masukan (Ein) disediakan lima keluaransudah tersedia pada rankaian, keluaran tiga adalah adalah alamat keluaran (Q0 thruQ2), dan satu kelompok memilih (G) dan satu keluaran pada rankaian ,memastikankeluaran pada rankaian tersebut.4. METODE PERANCANGAN Konversi sandi dilakukan oleh dua encoder prioritas (IC 4532). Kalau salahsatu input I0 … I7 di IC-IC itu dihubungkan kepada saluran catu positif lewat salahsatu kontak S1 … S16 yaitu dibikin logika tinggi, maka sandi biner yang relevanmuncul di outpu atau keluaran yang bersangkutan Q0 … Q2. Dimana Q2 adalah bitLSB. Karena dekodernya dikaskadekan maka keseluruhan ada 16 input. Output-output yang berkoresponden dari decoder dikombinasikan padagerbang-gerbang OR N6 … N8 untuk membentuk tiga bit keluaran terendah D 0 … D2.Bit data keempat diambil dari output GS (group select) IC 4532 sebelah kanan.Keluaran ini adalah logika tinggi kalau salah satu kotak tuts S 9 … S16 (8…F) ditutup.Karena output-output GS kedua IC dikombinasikan kedalm gerbang OR N 5 maka D3adalah aktif high kalau ada tuts yang ditekan. Kalau lebih dari satu tuts yang ditekan, dipilihlah yang tertinggi sebagaimanayang diharapkan dari encoder prioritas. Rangkaian memerlukan catuan 3…18 V(disini kami menggunakan catuan 9 V), konsumsi arus tidak melebihi 10 mA.
    • Tabel Kebenaran IC 4532This device is an 8-bit priority encoder.E1 0 1 2 3 4 5 6 7 | GS O2 O1 O0 EO |0 X X X X X X X X | 0 0 0 0 01 0 0 0 0 0 0 0 0 | 0 0 0 0 11 1 X X X X X X X | 1 0 0 0 01 0 1 X X X X X X | 1 0 0 1 01 0 0 1 X X X X X | 1 0 1 0 01 0 0 0 1 X X X X | 1 0 1 1 01 0 0 0 0 1 X X X | 1 1 0 0 01 0 0 0 0 0 1 X X | 1 1 0 1 01 0 0 0 0 0 0 1 X | 1 1 1 0 01 0 0 0 0 0 0 0 1 | 1 1 1 1 08. SIMULASI RANGKAIAN Untuk membuat dan mensimulasikan rangkai konversi heksa to biner ini kitamenggunakan software yang telah sering kita gunakan dalam merancang berbagaimacam rangkaian elektronika yang disebut dengan nama Electronic Workbench (EWB ). Kita mengambil contoh, apabila tuts S8 kita tekan, maka semua input pada IC4532 yang disebelahh kiri (IC1) bernilai low (0), maka keluaran pada O0…O2 ataupunpada GS semua juga berlogika “0” (low). Sedangakan untuk IC2 terdapat masukanpada tuts S8 atau pada input I0 berlogika “1” dan input I1…I7 berlogika “0”, makasesuai dengan table kebenaran dari IC4532 diatas keluaran pada O 0…O2 berlogika“0” dan keluaran pada GS berlogika “1”. Karena output-output dari decoder dikombinasikan pada gerbang-gerbang ORN6 … N8 untuk membentuk tiga bit keluaran terendah D 0 … D2, maka keluaran padaD0….D2 berlogika “0” atau pada gambar rangkaian digantikan dengan tidak
    • menyalanya probe yang terpasang. Sedangkan untuk keluaran D 3 yang mendapatkansinyal langsung dari output GS dari IC 2 yang berlogika “1” akan menyalakan probeyang terpasang atau dengan kata lain keluaran untuk D3 berlogika high “1”. Dapatditarik kesimpulan bahwa keluaran yang dihasilkan bila tuts S8 ditekan akanmenghasilkan D0 = 0, D1 = 0, D2 = 0 dan D3 = 1. Jika dituliskan menjadi 1000. Gambar hasil simulasi rangkaian koverter heksa to biner Jika tuts S8 ditekan
    • TUGASPERANCANGAN SISTEM DIGITAL KONVERTER HEKSADESIMAL KE BINER OLEH : NAMA : EDI KADIR STB : D4 1006 002 JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK PROGRAM D3 INFORMATIKA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
    • TUGASPERANCANGAN SISTEM DIGITAL KONVERTER HEKSADESIMAL KE BINER OLEH : NAMA : EDI KADIR STB : D4 1006 002 JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK PROGRAM D3 INFORMATIKA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008