‫الفقه السلمي‬FIQIH   ISLAM(Kitab Thaharah) Oleh H. Ahmad Sarwat, Lc
Daftar IsiUrgensi Tharahah.........................................................5Air Dan Pembagiannya.....................
Pengantar                              5    Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Shalawatserta salam tercurah ke...
Fiqih Thaharah     Buku ini merupakan buku pertama dari rangkaian silsilahpembahasan fiqih. Insya Allah setelah buku ini s...
Pertemuan Pertama                               Urgensi Tharahah    Thaharah atau bersuci menduduki masalah penting dalamI...
Fiqih Thaharah1. Thaharah HakikiThaharah secara hakiki maksudnya adalah hal-hal yang terkaitdengan kebersihan badan, pakai...
Fiqih Thaharah    Seorang yang tertidur batal wudhu-nya, boleh jadi secarapisik tidak ada kotoran yang menimpanya. Namun d...
Fiqih Thaharahpenampilan yang terindah. Perhatian ini juga merupakanisyarat kepada masyarakat untuk mencegah tersebarnyape...
Fiqih Thaharah    Sosok pribadi muslim sejati adalah orang yang bisamenjadi teladan dan idola dalam arti yang positif di t...
Fiqih Thaharah‫مفتاح الصلة الطهور وتح(ريها التكبي وتح(لي!ها التس(ليم - رواه الخم(سة‬                          ‫ل‬         ...
Pertemuan Kedua                      Air Dan Pembagiannya    Air adalah media untukmensucikan. Disebut jugabahwa air itu a...
Fiqih ThaharahEmpat Keadaan Air Dalam Thaharah    Para ulama telah membagi air ini menjadi beberapakeadaan, terkait dengan...
Fiqih Thaharahtapi tidak mensucikan namun setiap air yang mensucikan,pastilah air yang suci hukumnya. Diantara air-air yan...
Fiqih Thaharah    Namun meski demikian, dilihat dari sisi syariah danhukum air, air hujan itu tetap suci dan mensucikan. S...
Fiqih ThaharahDia lah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelumkedatangan rahmat-nya ; dan Kami turunkan da...
Fiqih Thaharahkesalahn-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antaraTimur dan Barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalah...
Fiqih Thaharahmereka yang berlayar di tengah laut dan bekal air yang merekabawa hanya cukup untuk keperluan minum, mereka ...
Fiqih Thaharahdisunnahkan untuk minum air zam-zam, juga bisa dan bolehdigunakan untuk bersuci, baik untuk wudhu, mandi, is...
Fiqih ThaharahDari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa seorang bertanya,`YaRasulullah, Apakah kami boleh berwudhu` dari s...
Fiqih Thaharahrasa, warna dan aroma yang membuat najis itu terasa dominansekali dalam air sungai, jelaslah air itu menjadi...
Fiqih Thaharah   Perbedaan pendapat itu dipicu dari perbedaan nash dariRasulullah SAW yang kita terima dari Rasulullah SAW...
Fiqih ThaharahDari seseorang yang menjadi shahabat nabi SAWberkata,”Rasululllah SAW melarang seorang wanita mandi janabahd...
Fiqih Thaharahmustamal, atau bagaimana suatu air itu bisa sampai menjadimustamal :a. Ulama Al-Hanafiyah 11    Menurut mazh...
Fiqih Thaharah    Dan sebagaimana Al-Hanafiyah, mereka pun mengatakan‘bahwa yang musta’mal hanyalah air bekas wudhu atau m...
Fiqih Thaharahd. Ulama Al-Hanabilah    Air musta’mal dalam pengertian mereka adalah air yangtelah digunakan untuk bersuci ...
Fiqih ThaharahFungsinya sebagai batas minimal untuk bisa dikatakan suatuair menjadi mustamal.    Bila volume air itu telah...
Fiqih Thaharahmenggunakan ukuran rithl yang sering diterjemahkan denganistilah kati.   Sayangnya, ukuran rithl ini pun tid...
Fiqih Thaharah    Air itu suci secara pisik, tapi tidak bisa digunakan untukbersuci (berwudhu` atau mandi). Tapi bila buka...
Fiqih ThaharahDari Ummu Hani’ bahwa Rasulullah SAW mandi bersamaMaimunah ra dari satu wadah yang sama, tempat yang merupak...
Fiqih Thaharahkencingnya itu seember air. Sesungguhnya kalian dibangkitkan untukmemudahkan dan bukan untuk menyusahkan. (H...
Pertemuan Ketiga                                               As-Su’ru                              As-Su’ru adalah sisa ...
Fiqih Thaharah    Manusia itu tidak najis, baik manusia itu laki-laki atauwanita. Termasuk juga wanita yang sedang mendapa...
Fiqih Thaharahdiriwayatkan memerintahkan untuk membersihkan bekas sisaorang kafir.Juga ada hadits Abu Bakar berikut ini :R...
Fiqih Thaharah    Anjing dan babi adalah hewan yang najis bahkan termasuknajsi mughallazhah atau najis yang berat. Hal ini...
Fiqih Thaharah‫حرم ت( علي( !م المي(ت ! والدم ولح(م الخن(زير وما !هل لغي(ر الله به والمن(خنقة‬                           ‫أ...
Fiqih Thaharahmenganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An...
Fiqih Thaharah     Sedangkan Al-Kharkhi dan Abu Yusuf mengatakan bahwasu’ru kucing itu hukumnya makruh. Alasannya adalah b...
Fiqih Thaharah‫ : أنتوضأ با أفضلت ال م(ر‬s ‫ع ن( جابر ب(ن عب(د ال ض سئل رسو ! ال‬                !             ‫ل‬        ...
Fiqih Thaharahc. Al-Imam Asy-Syafi`i    Beliau berpendapat bahwa semua jenis su’ru hewan ituhalal, kecuali hanya su’ru anj...
Pertemuan Keempat                                            An-Najasah1. Pembagian Najasah   An-Najasah dalam bahasa Indo...
Fiqih Thaharahbanyak kelompok. Ada yang                mengelompokkannyaberdasarkan hukum dan hakikat najis.   Ada juga ya...
Fiqih Thaharahapa kecuali air susu ibunya. Dan diantara keduanya, ada najissedang.    Dalam mazhab Asy-Syafi`iyah, najis b...
Fiqih Thaharahmenginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lag...
Fiqih Thaharah   Kenajisan ketiga benda ini telah disepakati oleh paraulama. Kecuali bila muntah dalam jumlah yang sangat ...
Fiqih Thaharahe. Mazi dan Wadi    Mazi adalah cairan bening yang keluar akibat percumbuanatau hayalan, keluar dari kemalua...
Fiqih Thaharahbaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah : 173)g. Daging dan Susu Hewa...
Fiqih ThaharahHai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala,mengundi nasib dengan panah , adalah ter...
Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bila anjingminum dari wadah air milikmu, harus dicuci tu...
Fiqih Thaharah   Logika yang digunakan oleh mazhab ini adalah tidakmungkin kita hanya mengatakan bahwa yang najis dari anj...
Fiqih Thaharah    Najis-najis yang dimaafkan adalah benda yang padahakikatnya najis atau terkena najis, namun karena kadar...
Fiqih Thaharahkarena nyaris mustahil tidak terkena sama sekali dari najis yangmungkin hanya berupa percikan atau sisa-sisa...
Pertemuan Kelima                                               Istinja’1. Pengertian Istinja’ dan istilah-istilah lainnya ...
Fiqih ThaharahIstijmar (‫ : )استجمار‬Istijmar adalah menghilangkan sisa buangair dengan menggunakan batu atau benda-benda ...
Fiqih ThaharahDari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bilakamu pergi ke tempat buang air, maka bawalah tiga ...
Fiqih Thaharah   Dasar yang digunakan Al-Imam Abu Hanifah dalammasalah kesunnahan istinja’ ini adalah hadits berikut :Siap...
Fiqih ThaharahKemudian mencuci dubur dan disirami dengan air denganmengosok-gosoknya dengan tangan kiri.Adab-adab istinja’...
Fiqih Thaharahmencopot cincinnya. Sebab di cincin itu terukir kata"Muhammad Rasulullah".‫ وضع خاتمه‬Y‫ إذا دخل الخلاء‬s ‫ع...
Fiqih Thaharah    Posisi kiblat di Madinah adalah menghadap ke Selatan,sedangkan membelakangi kiblat berarti menghadap ke ...
Fiqih Thaharahnama Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki dan syetanperempuan. (HR. Sab’ah)   Ketika keluar disu...
Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Siapayang beristijmar (bersuci dengan batu) maka hendak...
Fiqih Thaharah2. Benda itu tidak kasar seperti batu bata dan juga tidak licin   seperti batu akik, karena tujuannya agar b...
Pertemuan Keenam                                                Wudhu`                               Wudhu adalah sebuah i...
Fiqih Thaharahditetapkan tata aturannya lewat wahyu dari langit dari AllahSWT.I. Hukum Wudhu    Wudhu` itu hukumnya bisa w...
Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda,"Tidak adashalat kecuali dengan wudhu. Dan tidak ada wudhu bagi...
Fiqih Thaharahc. Tawaf di Seputar Ka`bah   Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu`untuk tawaf di ka`bah adalah fardh...
Fiqih Thaharah    Selain itu disunnah bagi tiap muslim untuk selalu tampildalam keadaan berwudhu` pada setiap kondisinya, ...
Fiqih Thaharahseorang yang dalam keaaan junub mau makan, minum, tiduratau mengulangi berjimak lagi. Dasarnya adalah sabdaR...
Fiqih Thaharahmushaf menurut jumhur. Demikian juga hukumnya sunnahbila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membacakit...
Fiqih Thaharahberkata,”Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu sepertiwudhuku ini. (HR. Bukhari dan Muslim)III. Rukun Wu...
Fiqih Thaharah  Menurut mazhab Al-Hanabilah jumlah rukun wudhu ada  tujuh perkara, yaitu dengan menambahkan niat, tertib d...
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Fiqih Tharahah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Fiqih Tharahah

10,467

Published on

Penulis: Ustadz Ahmad Sarwat, Lc

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
10,467
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
384
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fiqih Tharahah

  1. 1. ‫الفقه السلمي‬FIQIH ISLAM(Kitab Thaharah) Oleh H. Ahmad Sarwat, Lc
  2. 2. Daftar IsiUrgensi Tharahah.........................................................5Air Dan Pembagiannya...............................................11As-Su’ru.....................................................................31An-Najasah.................................................................40Istinja’.........................................................................52Wudhu`.......................................................................62Tayammum.................................................................81Mandi Janabah............................................................94Mengusap Dua Khuff...............................................106Haidh........................................................................116Nifas.........................................................................128Istihadhah.................................................................135
  3. 3. Pengantar 5 Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Shalawatserta salam tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW,juga kepada para shahabat, pengikut dan orang-orang yangberada di jalannya hingga akhir zaman. Buku ini hanyalah sebuah catatan kecil dari ilmu fiqih yangsedemikian luas. Para ulama pendahulu kita telah menuliskanilmu ini dalam ribuan jilid kitab yang menjadi pusaka danpustaka khazanah peradaban Islam. Sebuah kekayaan yangtidak pernah dimiliki oleh agama manapun yang pernahmuncul di muka bumi. Sayangnya, kebanyakan umat Islam malah tidak dapatmenikmati warisan itu, salah satunya karena kendala bahasa.Padahal tak satu pun ayat Al-Quran yang turun dari langitkecuali dalam bahasa Arab, tak secuil pun huruf keluar darilidah nabi kita SAW, kecuali dalam bahasa Arab. Maka upaya menuliskan kitab fiqih dalam bahasaIndonesia ini menjadi upaya seadanya untuk mendekatkanumat ini dengan warisan agamanya. Tentu saja buku ini jugadiupayakan agar masih dilengkapi dengan teks berbahasaArab, agar masih tersisa mana yang merupakan nash asli dariagama ini.
  4. 4. Fiqih Thaharah Buku ini merupakan buku pertama dari rangkaian silsilahpembahasan fiqih. Insya Allah setelah buku ini sudah siapcetakan berikutnya yaitu bab-bab tentang shalat, puasa, zakat,haji, ekonomi atau muamalah, nikah, waris, hudud dan bablainnya. Sedikit berbeda dengan umumnya kitab fiqih, manhaj yangkami gunakan adalah manhaj muqaranah dan wasathiyah. Kamitidak memberikan satu pendapat saja, tapi berupayamemberikan beberapa pendapat bila memang ada khilaf diantara para ulama tentang hukum-hukum tertentu, denganusaha untuk menampilkan juga hujjah masing-masing. Lalupilihan biasanya kami serahkan kepada para pembaca. Semoga buku ini bisa memberikan manfaat berlipat karenabukan sekedar dimengerti isinya, tetapi yang lebih penting dariitu dapat diamalkan sebaik-baiknya ikhlas karena Allah SWT. Al-Faqir ilallah Ahmad Sarwat, Lc4
  5. 5. Pertemuan Pertama Urgensi Tharahah Thaharah atau bersuci menduduki masalah penting dalamIslam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadahkita kepada Allah SWT tidak akan diterima. Sebab beberapaibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpathaharah, ibadah tidak sah. Bila ibadah tidak sah, maka tidakakan diterima Allah. Kalau tidak diterima Allah, makakonsekuensinya adalah kesia-siaan.A. Pembagian Jenis Thaharah Ada banyak sudut pandang saat kita membagi thaharah ini.Salah satunya kita bisa membagi thaharah secara umummenjadi dua macam pembagian yang besar, yaitu thaharahhakiki dan thaharah hukmi.
  6. 6. Fiqih Thaharah1. Thaharah HakikiThaharah secara hakiki maksudnya adalah hal-hal yang terkaitdengan kebersihan badan, pakain dan tempat shalat dari najis.Boleh dikatakan bahwa thaharah hakiki adalah terbebasnyaseseorang dari najis.Seorang yang shalat dengan memakai pakaian yang ada nodadarah atau air kencing, tidak sah shalatnya. Karena dia tidakterbebas dari ketidaksucian secara hakiki. Thaharah hakiki bisa didapat dengan menghilangkan najisyang menempel, baik pada badan, pakaian atau tempat untukmelakukan ibadah ritual. Caranya bermacam-macam tergantung level kenajisannya.Bila najis itu ringan, cukup dengan memercikkan air saja, makanajis itu dianggap telah lenyap. Bila najis itu berat, harus dicucidengan air 7 kali dan salah satunya dengan tanah. Bila najis itupertengahan, disucikan dengan cara mencucinya dengan airbiasa, hingga hilang warna, bau dan rasa najisnya.2. Thaharah Hukmi Sedangkan thaharah hukmi maksudnya adalah sucinya kitadari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar (kondisijanabah). Thaharah secara hukmi tidak terlihat kotornya secara pisik.Bahkan boleh jadi secara pisik tidak ada kotoran pada diri kita.Namun tidak adanya kotoran yang menempel pada diri kita,belum tentu dipandang bersih secara hukum. Bersih secarahukum adalah kesucian secara ritual.6
  7. 7. Fiqih Thaharah Seorang yang tertidur batal wudhu-nya, boleh jadi secarapisik tidak ada kotoran yang menimpanya. Namun dia wajibberthaharah ulang dengan cara berwudhu bila ingin melakukanibadah ritual tertentu seperti shalat, thawaf dan lainnya. Demikian pula dengan orang yang keluar mani. Meski diatelah mencuci maninya dengan bersih, lalu mengganti bajunyadengan yang baru, dia tetap belum dikatakan suci dari hadatsbesar hingga selesai dari mandi janabah. Jadi thaharah hukmi adalah kesucian secara ritual, dimanasecara pisik memang tidak ada kotoran yang menempel,namun seolah-olah dirinya tidak suci untuk melakukan ritualibadah.Thaharah hukmi didapat dengan cara berwudhu atau mandijanabah.B. Urgensi Kebersihan dan Perhatian Islam Atasnya1. Islam Adalah Agama Kebersihan Perhatian Islam atas dua jenis kesucian itu -hakiki danmaknawi- merupakan bukti otentik tentang konsistensi Islamatas kesucian dan kebersihan. Dan bahwa Islam adalah perihidup yang paling unggul dalam urusan keindahan dankebersihan.2. Islam Memperhatian Pencegahan Penyakit Termasuk juga bentuk perhatian serius atas masalahkesehatan baik yang bersifat umum atau khusus. Sertapembentukan pisik dengan bentuk yang terbaik dan 7
  8. 8. Fiqih Thaharahpenampilan yang terindah. Perhatian ini juga merupakanisyarat kepada masyarakat untuk mencegah tersebarnyapenyakit, kemalasan dan keengganan. Sebab wudhu dan mandi itu secara pisik terbukti bisamenyegarkan tubuh, mengembalikan fitalitas danmembersihkan diri dari segala kuman penyakit yang setiap saatbisa menyerang tubuh. Secara ilmu kedokteran modern terbukti bahwa upayayang paling efektif untuk mencegah terjadinya wabah penyakitadalah dengan menjaga kebersihan. Dan seperti yang sudahsering disebutkan bahwa mencegah itu jauh lebih baik darimengobati3. Orang Yang Menjaga Kebersihan Dipuji Allah Allah SWT telah memuji orang-orang yang selalu menjagakesucian di dalam Al-Quran Al-Kariem. ‫إن الله يحب التوابي ويحب المتطهرين‬Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang membersihan diri. (QS. Al-Baqarah : 222).‫ل ت ! م( فيه أبد4ا لم س(ج 0 !سس على التقوى م ن( أول يو( م أحق أن ت !وم فيه‬ ‫ق‬ ‫دأ‬ ‫ق‬ ‫فيه رجا 9 يحبون أن يتطهروا والله يحب المطهرين‬ ‫ل‬Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri DanAllah menyukai orang yang membersihkan diri. (QS. An-Taubah :108)8
  9. 9. Fiqih Thaharah Sosok pribadi muslim sejati adalah orang yang bisamenjadi teladan dan idola dalam arti yang positif di tengahmanusia dalam hal kesucian dan kebersihan. Baik kesucianzahir maupun maupun batin. Sebagaimana sabda RasulullahSAW kepada jamaah dari shahabatnya :Kalian akan mendatangi saudaramu, maka perbaguslah kedatanganmudan perbaguslah penampilanmu. Sehingga sosokmu bisa seperti tahilalat di tengah manusia (menjadi pemanis). Sesungguhnya Allah tidakmenyukai hal yang kotor dan keji. (HR. Ahmad)4. Kesucian Itu Sebagian Dari Iman Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa urusan kesucianitu sangat terkait dengan nilai dan derajat keimanan seseorang.Bila urusan kesucian ini bagus, maka imannya pun bagus. Dansebaliknya, bila masalah kesucian ini tidak diperhatikan, makakulitas imannya sangat dipertaruhkan. ‫الطهو(ر شطر الي(مان‬Kesucian itu bagian dari Iman (HR. Muslim)5. Kesucian Adalah Syarat Ibadah Selain menjadi bagian utuh dari keimanan seseorang,masalah kesucian ini pun terkait erat dengan syah tidaknyaibadah seseorang. Tanpa adanya kesucian, maka seberapabagus dan banyaknya ibadah seseorang akan menjadi ritualtanpa makna. Sebab tidak didasari dengan kesucian baikhakiki maupun maknawi.Rasulullah SAW bersabda : 9
  10. 10. Fiqih Thaharah‫مفتاح الصلة الطهور وتح(ريها التكبي وتح(لي!ها التس(ليم - رواه الخم(سة‬ ‫ل‬ ‫إل النسائي‬Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Kuncishalat itu adalah kesucian, yang mengharamkannya adalah takbir danmenghalalkannya adalah salam`.(HR. Abu Daud, Tirmizi, IbnuMajah)1.1 At-Tirmizy mengatakan bahwa hadits adalah hadits yang paling kuat dalammasalah ini dan statusnya adalah hasan10
  11. 11. Pertemuan Kedua Air Dan Pembagiannya Air adalah media untukmensucikan. Disebut jugabahwa air itu adalah mediauntuk melakukan thaharah,baik thaharah secara hakikimaupun thaharah secarahukmi. Maksudnya, air merupakan media yang berfungsi untukmenghilangkan najis, sekaligus juga berfungsi sebagai mediauntuk menghilangkan hadats.
  12. 12. Fiqih ThaharahEmpat Keadaan Air Dalam Thaharah Para ulama telah membagi air ini menjadi beberapakeadaan, terkait dengan hukumnya untuk digunakan untukbersuci. Kebanyakan yang kita dapat di dalam kitab fiqh,mereka membaginya menjadi 4 macam, yaitu : • air mutlaq • air musta’mal • air yang tercampur benda yang suci • air yang tercampur dengan benda yang najis.Berikut ini adalah penjabarannya secara ringkas :1. Air Mutlaq Air mutlaq adalah keadaan air yang belum mengalamiproses apapun. Air itu masih asli, dalam arti belum digunakanuntuk bersuci, tidak tercampur benda suci atau pun bendanajis. Air mutlaq ini hukumnya suci dan sah untuk digunakanbersuci, yaitu untuk berwudhu’ dan mandi janabah. Dalamfiqih dikenal dengan istilah ‫ طا هر لنف سه مط هر لغيره‬thahirun linafsihi muthahhirun li ghairihi. Air yang suci itu banyak sekali, namun tidak semua airyang suci itu bisa digunakan untuk mensucikan. Air suciadalah air yang boleh digunakan atau dikonsumsi, misalnya airteh, air kelapa atau air-air lainnya. Namun belum tentu boleh digunakan untuk mensucikanseperti untuk berwudhu` atau mandi. Maka ada air yang suci12
  13. 13. Fiqih Thaharahtapi tidak mensucikan namun setiap air yang mensucikan,pastilah air yang suci hukumnya. Diantara air-air yangtermasuk dalam kelompok suci dan mensucikan ini antara lainadalah :a. Air Hujan Air hujan yang turun dari langit hukumnya adalah suci.Bisa digunakan untuk berwudhu, mandi janabah ataumembersihkan najis pada suatu benda. Meski pun di zaman sekarang ini air hujan sudah banyaktercemar dan mengandung asam yang tinggi, namunhukumnya tidak berubah, sebab kerusakan pada air hujandiakibatkan oleh polusi dan pencemaran ulah tangan manusiadan zat-zat yang mencemarinya itu bukan termasuk najis. Ketika air dari bumi menguap naik ke langit, makasebenarnya uap atau titik-titik air itu bersih dan suci.Meskipun sumbernya dari air yang tercemar, kotor atau najis. Sebab ketika disinari matahari, yang naik ke atas adalahuapnya yang merupakan proses pemisahan antara air denganzat-zat lain yang mencemarinya. Lalu air itu turun kembali kebumi sebagai tetes air yang sudah mengalami prosespenyulingan alami. Jadi air itu sudah menjadi suci kembalilewat proses itu. Hanya saja udara kota yang tercemar dengan asap industri,kendaraan bermotor dan pembakaran lainnya memenuhilangit kita. Ketika tetes air hujan itu turun, terlarut kembalilahsemua kandungan polusi itu di angkasa. 13
  14. 14. Fiqih Thaharah Namun meski demikian, dilihat dari sisi syariah danhukum air, air hujan itu tetap suci dan mensucikan. Sebabpolusi yang naik ke udara itu pada hakikatnya bukan termasukbarang yang najis. Meski bersifat racun dan berbahaya untukkesehatan, namun selama bukan termasuk najis sesuai kaidahsyariah, tercampurnya air hujan dengan polusi udara tidaklahmembuat air hujan itu berubah hukumnya sebagai air yangsuci dan mensucikan. Apalagi polusi udara itu masih terbatas pada wilayahtertentu saja seperti perkotaan yang penuh dengan polusiudara. Di banyak tempat di muka bumi ini, masih banyaklangit yang biru dan bersih sehingga air hujan yang turun diwilayah itu masih sehat. Tentang sucinya air hujan danfungsinya untuk mensucikan, Allah SWT telah berfirman :‫ ليطهر ! م( به‬O‫إذ يغشي !م النعاس أمنة من(ه وينزل! علي( !م( من السماء ماء‬ ‫ك‬ ‫ك‬ R ‫ك‬ ‫قدام‬Y ‫ويذهب عن( !م( رج(ز الشي(طان ولير(بط على ق!وبكم( ويثبت به ا‬ ‫ل‬ ! ‫!ل‬ ‫ك‬Ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatupenenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujandari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu danmenghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untukmenguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki. (QS.Al-Anfal : 11)‫وهو الذي أر(سل الرياح بشر4ا بي(ن يدي( رح(مته وأن(زلنا من السماء ماء‬ ( ‫طهور4ا‬14
  15. 15. Fiqih ThaharahDia lah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelumkedatangan rahmat-nya ; dan Kami turunkan dari langit air yang amatbersih. (QS. Al-Furqan : 48)b. Salju Salju sebenarnya hampir sama dengan hujan, yaitu sama-sama air yang turun dari langit. Hanya saja kondisi suhu udarayang membuatnya menjadi butir-butir salju yang intinya adalahair juga namun membeku dan jatuh sebagai salju. Hukumnya tentu saja sama dengan hukum air hujan,sebab keduanya mengalami proses yang mirip kecuali padabentuk akhirnya saja. Seorang muslim bisa menggunakan saljuyang turun dari langit atau salju yang sudah ada di tanahsebagai media untuk bersuci, baik wudhu`, mandi atau lainnya. Tentu saja harus diperhatikan suhunya agar tidak menjadisumber penyakit. Ada hadits Rasulullah SAW yangmenjelaskan tentang kedudukan salju, kesuciannya dan jugafungsinya sebagai media mensucian. Di dalam doa iftitahsetiap shalat, salah satu versinya menyebutkan bahwa kitameminta kepada Allah SWT agar disucikan dari dosa denganair, salju dan embun.‫ني‬d ‫اللهم باعد( بي(ني وبي(ن خطايا كما باعد(ت بي(ن الش(رق والغ(رب ، اللهم ن‬ ‫ق‬‫م ن( خاطايا كما ينقى الثو(ب من الدنس ، اللهم اغسلني م ن( خطايا بالاء‬ ‫والثلج والبرد‬Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ketikaditanya bacaan apa yang diucapkannya antara takbir dan al-fatihah,beliau menjawab,"Aku membaca,"Ya Allah, Jauhkan aku dari 15
  16. 16. Fiqih Thaharahkesalahn-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antaraTimur dan Barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. YaAllah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air danembun". (HR. Bukhari 744, Muslim 597, Abu Daud 781 danNasai 60)c. Embun Embun juga bagian dari air yang turun dari langit, meskibukan berbentuk air hujan yang turun deras. Embun lebihmerupakan tetes-tetes air yang akan terlihat banyak dihamparan kedaunan pada pagi hari. Maka tetes embun yang ada pada dedaunan atau padabarang yang suci, bisa digunakan untuk mensucikan, baikuntuk berwudhu, mandi, atau menghilangkan najis. Dalilnya sama dengan dalil di atas yaitu hadits tentang doaiftitah riwayat Abu Hurairah ra.d. Air Laut Air laut adalah air yang suci dan juga mensucikan.Sehingga boleh digunakan untuk berwudhu, mandi janabahataupun untuk membersihkan diri dari buang kotoran (istinja’).Termasuk juga untuk mensucikan barang, badan dan pakaianyang terkena najis. Meski pun rasa air laut itu asin karena kandungangaramnya yang tinggi, namun hukumnya sama dengan airhujan, air embun atau pun salju. Bisa digunakan untukmensucikan. Sebelumnya para shahabat Rasulullah SAW tidakmengetahui hukum air laut itu, sehingga ketika ada dari16
  17. 17. Fiqih Thaharahmereka yang berlayar di tengah laut dan bekal air yang merekabawa hanya cukup untuk keperluan minum, mereka berijtihaduntuk berwudhu` menggunakan air laut. Sesampainya kembali ke daratan, mereka langsungbertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukummenggunakan air laut sebagai media untuk berwudhu`. LaluRasulullah SAW menjawab bahwa air laut itu suci dan bahkanbangkainya pun suci juga.‫ فقال : يا‬s ‫ عن(ه قال : سأل رج 9 رس و(ل ال‬q‫عن أبي هري(رة رضي ا ل‬ ‫ل‬‫رس و(ل ال إنا نر(كب البح(ر ونح(مل! معنا القلي(ل من الاء فإن توضأنا به‬‫عطش(نا أفنتوض! باء البح(ر ؟ فقال رس و(ل ال صلى ال عل يه و سلم : هو‬ ‫أ‬ . ‫ مي(تته رواه المسة‬w‫الطهو(ر ماؤه الل‬Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada RasulullahSAW,`Ya Rasulullah, kami mengaruhi lautan dan hanya membawasedikit air. Kalau kami gunakan untuk berwudhu, pastilah kamikehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut ?`. RasulullahSAW menjawab,`(Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya. (HR.Abu Daud 83, At-Tirmizi 79, Ibnu Majah 386, An-Nasai 59,Malik 1/22)2.e. Air Zam-zam Air Zam-zam adalah air yang bersumber dari mata airyang tidak pernah kering. Mata air itu terletak beberapa meterdi samping ka`bah sebagai semua sumber mata air pertama dikota Mekkah, sejak zaman Nabi Ismail alaihissalam dan ibunyapertama kali menjejakkan kaki di wilayah itu. Selain2 At-Tirmiy mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih 17
  18. 18. Fiqih Thaharahdisunnahkan untuk minum air zam-zam, juga bisa dan bolehdigunakan untuk bersuci, baik untuk wudhu, mandi, istinja’ataupun menghilangkan najis dan kotoran pada badan,pakaian dan benda-benda. Semua itu tidak mengurangikehormatan air zam-zam. Tentang bolehnya air zam-zam untuk digunakan bersuciatau berwudhu, ada sebuah hadits Rasulullah SAW dari Alibin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. ‫ فدعا بسج(ل من( ماء زم(زم فشرب من(ه وتوضأ‬s ‫!م أفاض رسو ! الله‬ ‫ل‬ ‫ث‬Dari Ali bin Abi thalib ra bahwa Rasulullah SAW meminta seemberpenuh air zam-zam. Beliau meminumnya dan juga menggunakannyauntuk berwudhu`. (HR. Ahmad).f. Air Sumur atau Mata Air Air sumur, mata air dan dan air sungai adalah air yang sucidan mensucikan. Sebab air itu keluar dari tanah yang telahmelakukan pensucian. Kita bisa memanfaatkan air-air ituuntuk wudhu, mandi atau mensucikan diri, pakaian danbarang dari najis. Dalil tentang sucinya air sumur atau mata air adalah haditstentang sumur Budha`ah yang terletak di kota Madinah.‫ع ن( أبي سعيد الخد(ري قال : قيل : يا رسول الله أتتوض! م ن( بئر بضاعة‬ ‫أ‬: s ‫وهي بئ 0 يلقى فيها الحيض و!حوم الكلب والنت(ن ؟ فقال رسول! الله‬ ‫ل‬ ‫ر‬ ‫ . رواه أح(مد وأبو داود والتر(مذي‬ƒ (‫ طهور ل ينجسه شي‬q ‫الما‬ ‫ء‬ 0 ‫ء‬18
  19. 19. Fiqih ThaharahDari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa seorang bertanya,`YaRasulullah, Apakah kami boleh berwudhu` dari sumur Budho`ah?,padahal sumur itu yang digunakan oleh wanita yang haidh, dibuang kedalamnya daging anjing dan benda yang busuk. Rasulullah SAWmenjawab,`Air itu suci dan tidak dinajiskan oleh sesuatu`. (HR. AbuDaud 66, At-Tirmizy 66, An-Nasai 325, Ahmad3/31-87, Al-Imam Asy-Syafi`i 35)3.g. Air Sungai Sedangkan air sungai itu pada dasarnya suci, karenadianggap sama karakternya dengan air sumur atau mata air.Sejak dahuu umat Islam terbiasa mandi, wudhu` ataumembersihkan najis termasuk beristinja’ dengan air sungai. Namun seiring dengan terjadinya perusakan lingkunganyang tidak terbentung lagi, terutama di kota-kota besar, airsungai itu tercemar berat dengan limbah beracun yang meskisecara hukum barangkali tidak mengandung najis, namun airyang tercemar dengan logam berat itu sangat membahayakankesehatan.Maka sebaiknya kita tidak menggunakan air itu karenamemberikan madharat yang lebih besar. Selain itu seringkali airitu sangat tercemar berat dengan limbah ternak, limbah WCatau bahkan orang-orang buang hajat di dalam sungai.Sehingga lama-kelamaan air sungai berubah warna, bau danrasanya. Maka bisa jadi air itu menjadi najis meski jumlahnyabanyak. Sebab meskipun jumlahnya banyak, tetapi seiring denganproses pencemaran yang terus menerus sehingga merubah3 At-Tirmizy mengatakan hadits ini hasan 19
  20. 20. Fiqih Thaharahrasa, warna dan aroma yang membuat najis itu terasa dominansekali dalam air sungai, jelaslah air itu menjadi najis. Makatidak syah bila digunakan untuk wudhu`, mandi ataumembersihkan najis. Namun hal itu bila benar-benar terasarasa, aroma dan warnanya berubah seperti bau najis. Namun umumnya hal itu tidak terjadi pada air laut, sebabjumlah air laut jauh lebih banyak meskipun pencemaran airlaut pun sudah lumayan parah dan terkadang menimbulkanbau busuk pada pantai-pantai yang jorok.2. Air Musta’mal Jenis yang kedua dari pembagian air adalah air yang telahdigunakan untuk bersuci. Maksudnya adalah air yang menetesdari sisa bekas wudhu’ di tubuh seseorang, atau sisa bekas airmandi janabah. Dimana air itu kemudian masuk lagi ke dalampenampungan. Para ulama seringkali menyebut air jenis ini airmustamal. Air musta’mal berbeda dengan air bekas mencuci tangan,atau membasuh muka atau bekas digunakan untuk keperluanlain, selain untuk wudhu’ atau mandi janabah. Sehingga airbekas mandi biasa (bukan janabah), tidak disebut sebagai airmusta’mal. Dalam hal ini memang para ulama berbeda pendapat,apakah air musta’mal itu boleh digunakan lagi untuk berwudhu’dan mandi janabah?.20
  21. 21. Fiqih Thaharah Perbedaan pendapat itu dipicu dari perbedaan nash dariRasulullah SAW yang kita terima dari Rasulullah SAW.Beberapa nash hadits itu antara lain :‫ ل يغ(تس ! أحد !م( في الماء‬s ‫وعن( أبي هري(رة ض قال: قال رسو ! الله‬ ‫ل ك‬ ‫ل‬ .‫الدائم وهو جن 0 أخ(رجه مس(لم‬ ‫ب‬Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAWbersabda,”Janganlah sekali-kali seorang kamu mandi di air yang diamdalam keadaan junub. (HR. Muslim)4‫وللبخار ي : ل يبول ن أحد ! م( ف ي الماء الدائ م الذي لا يج(ري, ! م‬ ‫ث‬ ‫ك‬ . ‫يغ(تس ! فيه ولمس(لم: "من(ه".ولأبي داود: ولا يغ(تس ! فيه من( الجنابة‬ ‫ل‬ ‫ل‬”Janganlah sekali-kali seorang kamu kencing di air yang diam tidakmengalir, kemudian dia mandi di dalam air itu”.5 RiwayatMuslim,”Mandi dari air itu”.6 Dalam riwayat Abu Daud,”Janganlahmandi janabah di dalam air itu. (HR. Muslim)7‫ أن تغ(تسل المر(أة‬s ‫وعن( رجل صحب النبي ص قال: نهى رسو ! الله‬ ‫ل‬‫خ(رج ه أ ب و‬Y -‫بفض(ل الرجل أو( الرج ! بفض(ل المر(أة وليغ(تر ف ا جمي ع4ا‬ ‫ل‬ ‫داود. والنسائي‬4 Shahih Muslim - 2835 Shahih Bukhari - 2396 Shahih Muslim - 2827 Sunan Abu Daud - 70 21
  22. 22. Fiqih ThaharahDari seseorang yang menjadi shahabat nabi SAWberkata,”Rasululllah SAW melarang seorang wanita mandi janabahdengan air bekar mandi janabah laki-laki. Dan melarang laki-lakimandi janabah dengan air bekas mandi janabah perempuan.Hendaklah mereka masing-masing menciduk air. (HR. Abu Dauddan An-Nasa’i)8‫ كان يغ(تس ! بفض(ل مي(مونة‬s ‫وعن( اب(ن عباس رضي الله عن(هما أن النبي‬ ‫ل‬ ‫م‬ 0 ‫رضي الله عن(ها أخ(رجه مس(ل‬Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW pernah mandi dengan airbekas Maimunah ra. (HR. Muslim)9‫ ليغ(تسل‬Y‫ في جفن , فجاء‬s ‫ص(حاب السنن"اغتسل بع(ض أز(واج النبي‬Y‫ول‬ ‫ة‬ ‫ ل يج(نب‬Y‫من(ها, فقالت( له: إني كن(ت جن4ا فقال: إن الماء‬ ‫ب‬ !Riwayat Ashhabussunan: ”Bahwasanya salah satu isteri Nabi telahmandi dalam satu ember kemudian datang Nabi dan mandi daripadanya lalu berkata isterinya, ”saya tadi mandi janabat, maka jawabNabi SAW.: ”Sesungguhnya air tidak ikut berjanabat”. 10 Namun kalau kita telliti lebih dalam, ternyata pengertianmusta’mal di antara fuqaha’ mazhab masih terdapat variasiperbedaan. Sekarang mari coba kita dalami lebih jauh dan kita cermatiperbedaan pandangan para fuqaha tentang pengertian air8 Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Daud (81) dan An-Nasa’i jilid 1 halaman 30dari jalur Daud bin Abdullah Al-Adawi dari Hamid Al-Humairi.9 Shahih Muslim -32310 Ibnu Khuzaemah dan At-Tirmizy menshahihkan hadits ini22
  23. 23. Fiqih Thaharahmustamal, atau bagaimana suatu air itu bisa sampai menjadimustamal :a. Ulama Al-Hanafiyah 11 Menurut mazhab ini bahwa yang menjadi musta’mal adalahair yang membasahi tubuh saja dan bukan air yang tersisa didalam wadah. Air itu langsung memiliki hukum musta’mal saatdia menetes dari tubuh sebagai sisa wudhu` atau mandi. Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untukmengangkat hadats (wudhu` untuk shalat atau mandi wajib)atau untuk qurbah. Maksudnya untuk wudhu` sunnahatau mandi sunnah. Sedangkan air yang di dalam wadah tidak menjadimusta’mal. Bagi mereka, air musta’mal ini hukumnya suci tapitidak bisa mensucikan. Artinya air itu suci tidak najis, tapitidak bisa digunakan lagi untuk wudhu` atau mandi.b. Ulama Al-Malikiyah 12 Air musta’mal dalam pengertian mereka adalah air yangtelah digunakan untuk mengangkat hadats baik wudhu` ataumandi. Dan tidak dibedakan apakah wudhu` atau mandi ituwajib atau sunnah. Juga yang telah digunakan untukmenghilangkan khabats (barang najis).11 Lihat pada kitab Al-Badai` jilid 1 hal. 69 dan seterusnya, juga Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 1 hal. 182-186, juga Fathul Qadir 58/1,61.12 Lihat As-Syahru As-Shaghir jilid 37 halaman 1-40, As-Syarhul Kabir ma`a Ad-Dasuqi jilid 41 halaman 1-43, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 31, BidayatulMujtahid jilid 1 halaman 26 dan sesudahnya 23
  24. 24. Fiqih Thaharah Dan sebagaimana Al-Hanafiyah, mereka pun mengatakan‘bahwa yang musta’mal hanyalah air bekas wudhu atau mandiyang menetes dari tubuh seseorang. Namun yangmembedakan adalah bahwa air musta’mal dalam pendapatmereka itu suci dan mensucikan. Artinya, bisa dan sah digunakan digunakan lagi untukberwudhu` atau mandi sunnah selama ada air yang lainnyameski dengan karahah (kurang disukai).c. Ulama Asy-Syafi`iyyah13 Air musta’mal dalam pengertian mereka adalah air sedikityang telah digunakan untuk mengangkat hadats dalam fardhutaharah dari hadats. Air itu menjadi musta’mal apabilajumlahnya sedikit yang diciduk dengan niat untuk wudhu` ataumandi meski untuk untuk mencuci tangan yang merupakanbagian dari sunnah wudhu`. Namun bila niatnya hanya untuk menciduknya yang tidakberkaitan dengan wudhu`, maka belum lagi dianggapmusta’mal. Termasuk dalam air musta’mal adalah air mandibaik mandinya orang yang masuk Islam atau mandinya mayitatau mandinya orang yang sembuh dari gila. Dan air itu barudikatakan musta’mal kalau sudah lepas atau menetes dari tubuh. Air musta’mal dalam mazhab ini hukumnya tidak bisadigunakan untuk berwudhu` atau untuk mandi atau untukmencuci najis. Karena statusnya suci tapi tidak mensucikan.13 Lihat Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 20 dan Al-Muhazzab jilid 5 halaman 1dan 824
  25. 25. Fiqih Thaharahd. Ulama Al-Hanabilah Air musta’mal dalam pengertian mereka adalah air yangtelah digunakan untuk bersuci dari hadats kecil (wudhu`) atauhadats besar (mandi) atau untuk menghilangkan najis padapencucian yang terakhir dari 7 kali pencucian. Dan untuk ituair tidak mengalami perubahan baik warna, rasa maupunaromanya. Selain itu air bekas memandikan jenazah pun termasuk airmusta’mal. Namun bila air itu digunakan untuk mencuci ataumembasuh sesautu yang di luar kerangka ibadah, maka tidakdikatakan air musta’mal. Seperti menuci muka yang bukandalam rangkaian ibadah ritual wudhu`. Atau mencuci tanganyang juga tidak ada kaitan dengan ritual ibadah wudhu`. Dan selama air itu sedang digunakan untuk berwudhu`atau mandi, maka belum dikatakan musta’mal. Hukummusta’mal baru jatuh bila seseorang sudah selesai menggunakanair itu untuk wudhu` atau mandi, lalu melakukan pekerjaanlainnya dan datang lagi untuk wudhu` atau mandi lagi denganair yang sama. Barulah saat itu dikatakan bahwa air itumusta’mal. Mazhab ini juga mengatakan bahwa bila ada sedikit tetesanair musta’mal yang jatuh ke dalam air yang jumlahnya kurangdari 2 c, maka tidak mengakibatkan air itu menjadi `tertular`ke-musta’mal-annya.Batasan Volume 2 Qullah Para ulama ketika membedakan air mustamal dan bukan(ghairu) mustamal, membuat batas dengan ukuran volume air. 25
  26. 26. Fiqih ThaharahFungsinya sebagai batas minimal untuk bisa dikatakan suatuair menjadi mustamal. Bila volume air itu telah melebihi volume minimal, makaair itu terbebas dari kemungkinan mustamal. Itu berarti, airdalam jumlah tertentu, meski telah digunakan untuk wudhuatau mandi janabah, tidak terkena hukum sebagai air mustamal.Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW :‫ إذا كان‬s ‫عن( عب(د الله ب(ن عمر رضي الله عن(هما قال: قال رسو ! الله‬ ‫ل‬ ‫ة‬ ! ‫ر(بع‬Y‫ !لتي(ن لم( يح(مل الخبث- وفي لفظ: لم( ين(جس(-أخ(رجه ال‬Y‫الماء‬ ‫ق‬Abdullah bin Umar ra. Mengatakan, “Rasulullah SAW telahbersabda: “Jika air itu telah mencapai dua qullah, tidak mengandungkotoran. Dalam lafadz lain:”tidak najis”. (HR Abu Dawud,Tirmidhi, Nasa’i, Ibnu Majah)14Hadits inilah yang mendasari keberadaan volume air duaqullah, yang menjadi batas volume air sedikit. Disebutkan di dalam hadits ini bahwa ukuran volume airyang membatasai kemustamalan air adalah 2 qullah. Jadi istilahqullah adalah ukuran volume air. Ukuran volume air ini pastiasing buat telinga kita. Sebab ukuran ini tidak lazim digunakandi zaman sekarang ini. Kita menggunakan ukuran volumebenda cair dengan liter, kubik atau barrel. Sedangkan istilah qullah adalah ukuran yang digunakan dimasa Rasulullah SAW masih hidup. Bahkan 2 abadsesudahnya, para ulama fiqih di Baghdad dan di Mesir punsudah tidak lagi menggunakan skala ukuran qullah. Mereka14 Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban26
  27. 27. Fiqih Thaharahmenggunakan ukuran rithl yang sering diterjemahkan denganistilah kati. Sayangnya, ukuran rithl ini pun tidak standar di beberapanegeri Islam. 1 rithl buat orang Baghdad ternyata berbedadengan ukuran 1 rithl buat orang Mesir. Walhasil, ukuran iniagak menyulitkan juga sebenarnya. Dalam banyak kitab fiqih disebutkan bahwa ukuranvolume 2 qullah itu adalah. Tapi kalau diukur oleh orangMesir, jumlahnya tidak seperti itu. Orang Mesir mengukur 2qullah dengan ukuran rithl mereka dan ternyata jumlahnyahanya 446 3/7 rithl. Lucunya, begitu orang-orang di Syam mengukurnyadengan menggunakan ukuran mereka yang namanya rithl juga,jumlahnya hanya Namun demikian, mereka semua sepakatvolume 2 qullah itu sama, yang menyebabkan berbeda karenavolume 1 rithl Baghdad berbeda dengan volume 1 rithl Mesirdan volume 1 rith Syam. Lalu sebenarnya berapa ukuran volume 2 qullah dalamukuran standar besaran international dimasa sekarang ini? Para ulama kontemporer kemudian mencobamengukurnya dengan besaran zaman sekarang. Dan ternyataDalam ukuran masa kini kira-kira sejumlah 270 liter.15 Jadi bila air dalam suatu wadah jumlahnya kurang dari 270liter, lalu digunakan untuk berwudhu, mandi janabahatau kemasukan air yang sudah digunakan untuk berwudhu`,maka air itu dianggap sudah musta’mal.15 Dr. Wahbah Azu-Zuhayli, Al-Fiqhul Islmai wa Adillahutuh, Jilid 1 halaman 122 27
  28. 28. Fiqih Thaharah Air itu suci secara pisik, tapi tidak bisa digunakan untukbersuci (berwudhu` atau mandi). Tapi bila bukan digunakanuntuk wudhu` seperti cuci tangan biasa, maka tidakdikategorikan air musta’mal.3. Air Yang Tercampur Dengan Barang Yang Suci Jenis air yang ketiga adalah air yang tercampur denganbarang suci atau barang yang bukan najis. Hukumnya tetapsuci. Seperti air yang tercampur dengan sabun, kapur barus,tepung dan lainnya. Selama nama air itu masih melekatpadanya. Namun bila air telah keluar dari kriterianya sebagai airmurni, air itu hukumnya suci namun tidak mensucikan. Tentang kapur barus, ada hadits yang menyebutkan bahwaRasulullah SAW memerintahkan kita untuk memandikanmayat dengan menggunakannya.Dari Ummi Athiyyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah SAWbersabda,`Mandikanlah dia tiga kali, lima kali atau lebih banyak dariitu dengan air sidr (bidara) dan jadikanlah yang paling akhir air kapurbarus (HR. Bukhari 1258, Muslim 939, Abu Daud 3142,Tirmizy 990, An-Nasai 1880 dan Ibnu Majah 1458). Dan mayat itu tidak dimandikan kecuali denganmenggunakan air yang suci dan mensucikan, sehingga airkapus dan sidr itu hukumnya termasuk yang suci danmensucikan. Sedangkan tentang air yang tercampur dengantepung, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Hani`.28
  29. 29. Fiqih ThaharahDari Ummu Hani’ bahwa Rasulullah SAW mandi bersamaMaimunah ra dari satu wadah yang sama, tempat yang merupakan sisadari tepung. (HR. Nasai 240, Ibnu Khuzaimah 240)4. Air Yang Tercampur Dengan Barang Yang Najis Air yang tercampur dengan benda najis itu bisa memilikidua kemungkinan hukum. Yaitu antara air itu berubah dantidak berubah setelah tercampur benda yang najis. Kriteriaperubahan terletak pada rasa, warna atau bau / aromanya.a. Bila Berubah Rasa, Warna atau Aromanya Bila berubah rasa, warna atau aromanya ketika sejumlahair terkena atau kemasukan barang najis, maka hukum air ituiut menjadi najis juga. Hal ini disebutkan oleh Ibnul Munzirdan Ibnul Mulaqqin.b. Bila Tidak Berubah Rasa, Warna atau Aromanya Sebaliknya bila ketiga krieteria di atas tidak berubah, makahukum air itu suci dan mensucikan. Baik air itu sedikit ataupun banyak. Dalilnya adalah hadits tentang a`rabi (arabkampung) yang kencing di dalam masjid :‫ فبال ف ال س(جد فقام إلي(ه الناس ليقعوا به‬Œ‫ع ن( أب هري(رة قال : قام أع(راب‬, ‫ م ن( ماء أو ذنو ب4ا م ن( ماء‬R‫ دعو(ه وأر(ي !وا على بو(له س ج(ل‬s ‫فقال النبي‬ ( ‫ق‬ ‫فإنما بعثتم( ميسرين ول• تب(ع!وا معسرين - رواه الماعة إل مسلما‬ ‫ث‬Dari Abi Hurairah ra bahwa seorang a`rabi telah masuk masjid dankencing di dalamnya. Orang-orang berdiri untuk menindaknya namunRasulullah SAW bersbda,`biarkan saja dulu, siramilah di atas tempat 29
  30. 30. Fiqih Thaharahkencingnya itu seember air. Sesungguhnya kalian dibangkitkan untukmemudahkan dan bukan untuk menyusahkan. (HR. Bukhari 220,Abu Daud 380, Tirmizy 147 An-Nasai 56 Ibnu Majah 529).Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa seorang bertanya,`YaRasulullah, Apakah kami boleh berwudhu` dari sumur Budha`ah?Rasulullah SAW menjawab,`Air itu suci dan tidak dinajiskan olehsesuatu`. (HR. Abu Daud 66, At-Tirmizy 66, An-Nasai 325,Ahmad 3/31-87, Al-Imam Asy-Syafi`i 35) 16.16 Sumur Budha`ah adalah nama sebuah sumur di kota Madinah yang airnyadigunakan orang untuk mandi yaitu wanita yang haidh dan nifas serta istinja’30
  31. 31. Pertemuan Ketiga As-Su’ru As-Su’ru adalah sisa yang tertinggal pada sebuah wadah air setelah seseorang atau hewan meminumnya. Dalam masalah fiqih, hal ini menjadi persoalan tersendiri, sebab air itu tercampur dengan ludahhewan tersebut, sementara hewan itu boleh jadi termasuk diantara hewan yang air liurnya najis.1. Hukum Su’ru Manusia
  32. 32. Fiqih Thaharah Manusia itu tidak najis, baik manusia itu laki-laki atauwanita. Termasuk juga wanita yang sedang mendapatkanhaidh, nifas atau istihadhah. Juga orang yang sedang dalamkeadaan junub karena mimpi, mengeluarkan mani atau sehabismelakukan hubungan seksual. Sebab pada dasarnya manusiaitu suci. Dasar kesucian tubuh orang yang sedang junub atauhaidh adalah hadits berikut ini :Dari Aisyah ra berkata,`Aku minum dalam keadaan haidh lalu akusodorkan minumku itu kepada Rasulullah SAW. Beliau meletakkanmulutnya pada bekas mulutku. (HR. Muslim) Begitu juga hukumnya orang kafir, sisa minumnya itutetap suci dan tidak merupakan najis. Sebab tubuh orang kafiritu tetap suci meski dia tidak beriman kepada Allah SWT danRasulullah SAW. Kalau pun ada ungkapan bahwa orang kafir itu najis, makayang dimaksud dengan najis adalah secara maknawi, bukansecara zhahir atau jasadi. Seringkali orang salah mengertidalam memahami ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini :‫يا أيها الذين آمنوا إنما المش(ر !ون نج س0 فل يقربوا الم س(جد الحرام بع(د‬ ‫ك‬ ‫عامهم( هذا‬Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrikitu najis , maka janganlah mereka mendekati masjidi al-haram sesudahtahun ini. (QS. At-Taubah : 28) Dahulu orang-orang kafir yang datang kepada RasulullahSAW bercampur baur dengan umat Islam. Bahkan ada yangmasuk ke dalam masjid. Namun Rasulullah SAW tidak pernah32
  33. 33. Fiqih Thaharahdiriwayatkan memerintahkan untuk membersihkan bekas sisaorang kafir.Juga ada hadits Abu Bakar berikut ini :Rasulullah SAW diberikan susu lalu beliau meminumnya sebagian,lalu disodorkan sisanya itu kepada a`rabi (kafir) yang ada di sebelahkanannya dan dia meminumnya, lalu disodorkan kepada Abu Bakardan beliau pun meminumnya (dari wadah yang sama) lalu beliauberkata,`Ke kanan dan ke kanan`. (HR. Bukhari) Kecuali bila manusia itu baru saja meminum khamar,maka hukum ludah atau su’runya menjadi haram.2. Hukum Su’ru Hewan Hukum su’ru hewan atau air yang telah kemasukkanmoncong hewan, sangat tergantung dari hukum hewan itu,apakah hewan itu najis atau tidak. Para ulama lantasmembedakannya sesuai dengan kriteria itu.a. Su’ru Hewan Yang Halal Dagingnya Bila hewan itu halal dagingnya maka su’ru nya pun halaljuga atau tidak menjadikan najis. Sebab ludahnya timbul daridagingnya yang halal. Maka hukumnya mengikuti hukumdagingnya. Abu Bakar bin Al-Munzir menyebutkan bahwa para ahliilmu telah sepakat tentang hal ini. Air yang bekas diminumoleh hewan yang halal dagingnya boleh digunakan untukberwudhu, mandi janabah atau memberishkan najis.b. Su’ru Anjing dan Babi 33
  34. 34. Fiqih Thaharah Anjing dan babi adalah hewan yang najis bahkan termasuknajsi mughallazhah atau najis yang berat. Hal ini sudah menjadikesepakatan semua ulama.Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Bila seekoranjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali. (HR.Bukhari 172, Muslim 279, 90)‫ قال : إذا شرب الكلب ف‬s ‫ع ن( أب هري(رة رضي ال ع ن(ه أن رسول ال‬‫إناء أحد ! م( فليغ(س ل!ه س ب(ع4ا- مت فق عل يه . ول حد وم سلم : طهو(ر إناء‬ ‫ك‬ ‫أحد !م( إذا ولغ في(ه الكلب أن يغ(سله سب(ع مرات !و(لهن بالتراب‬ ‫أ‬ ‫ك‬Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Sucinyawadah kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7kali". Dan menurut riwayat Ahmad dan Muslim disebutkan salahsatunya dengan tanah". (HR. Muslim 279, 91, Ahmad2/427) Sedangkan najisnya babi sudah jelas disebutkan di dalamAl-Quran Al-Kariem‫إنما حرم علي( !م المي(تة والدم ولح(م الخن(زير وما !هل به لغي(ر الله فمن‬ ‫أ‬ ‫ك‬ 0 ‫اض( !ر غي(ر باغ ول عاد فل إثم علي(ه إن الله غ !و 0 رحي‬ ‫فر م‬ ‫ط‬Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah . Tetapibarangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidakmenginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah : 173)34
  35. 35. Fiqih Thaharah‫حرم ت( علي( !م المي(ت ! والدم ولح(م الخن(زير وما !هل لغي(ر الله به والمن(خنقة‬ ‫أ‬ ‫ة‬ ‫ك‬‫والمو(!وذ ! والمتردي ! والنطيح ! وما أكل السبع إل ما ذكي(ت م( وما !بح على‬ ‫ذ‬ ‫ة‬ ‫ة‬ ‫ق ة‬ 0 (‫ز(لم ذل !م( فس‬Y‫النصب وأن تس(تقسموا بال‬ ‫ك ق‬Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atasnama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yangditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamumenyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala. Dan mengundinasib dengan anak panah, adalah kefasikan .(QS. Al-Maidah : 3)‫ أو‬R‫!ل ل أجد في ما !وحي إلي محرم4ا على طاعم يطعمه إل أن ي !ون مي(تة‬ ‫ك‬ ‫أ‬ ‫ق‬‫ا !هل لغي(ر الله به فمن‬R‫د م4ا م س( !وح4ا أو( لح(م خن(زير فإنه رج س0 أو( ف س(ق‬ ‫أ‬ ( ‫ف‬ ‫فر م‬ 0 ‫اض( !ر غي(ر باغ ول عاد فإن ربك غ !و 0 رحي‬ ‫ط‬Katakanlah: `Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukankepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendakmemakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yangmengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor ataubinatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yangdalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidakmelampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampunlagi Maha Penyayang`.(QS. Al-A`nam : 145)‫إنما حرم علي( !م المي(تة والدم ولح(م الخنير ومآ !هل لغي(ر ال—ه به فمن‬ ‫ل‬ ‫أ‬ ‫ك‬ ‫اض( !ر غي(ر باغ ول عاد فإن ال—ه غ !و 0 رحيم‬ ‫ل فر‬ ‫ط‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah,daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selainAllah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak 35
  36. 36. Fiqih Thaharahmenganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An-Nahl : 115)c. Su’ru Kucing Hukum kucing itu sendiri berbeda-beda dalam pandanganulama. Sebaigan ulama mengatakan najis dan sebagian ulamalainnya mengatakan tidak najis. At-Thahawi mengatakan bahwa kucing itu najis karenadagingnya najis bagi kita. Dan karena itu pula maka ludahnyaatau sisa minumnya pun hukumnya najis. Sebab dagingnyapun najis. Namun meski demikian, karena ada dalil yang secarakhusus menyebutkan bahwa sisa minum kucing itu tidak najis,maka ketentuan umum itu menjadi tidak berlaku, yaituketentuan bahwa semua yang dagingnya najis maka ludahnyapun najis. Minimal khusus untuk kucing. Dalil yang menyebutkan tidak najisnya ludah kucing ituadalah hadits berikut ini :‫إنها لي(ست( بنجس إنها من الطوافي(ن علي( !م( والطوافات. رواه المسة وقال‬ ‫ك‬ ‫الترمذي : حديث حسن صحيح‬Rasulullah SAW bersabda,"Kucing itu tidak najis, sebab kucing itutermasuk yang berkeliaran di tengah kita". (HR. Abu Daud 75, At-Tirmizy 92, An-Nasai 68, Ibnu Majah 367, Ahmad 5/303)17.17 At-Tirmizy mengatakan hadits ini hasan sahih36
  37. 37. Fiqih Thaharah Sedangkan Al-Kharkhi dan Abu Yusuf mengatakan bahwasu’ru kucing itu hukumnya makruh. Alasannya adalah bahwakucing itu serng menelan atau memakan tikus yang tentu sajamengakibatkan su’runya saat itu menjadi najis. Dalam hal ini Abu Hanifah juga sependapat bahwa kucingyang baru saja memakan tikus, maka su’runya najis. Sedangkanbila tidak langsung atau ada jeda waktu tertentu, maka tidaknajis. Hal ini sesuai dengan hukum su’ru manusia yang baru sajameminum khamar, maka ludahnya saat itu menjadi najis.d. Su’ru Keledai dan Bagal Bila sesekor keledai atau bagal minum dari suatu air, makasisa air itu hukumnya masykuk (diragukan) antara halal atautidak halal untuk digunakan wudhu’ dan mandi. Sebab adabeberapa dalil yang saling bertentangan sehingga melahirkankhilaf di kalangan para ulama. Yang mengharamkan su’ru kedua jenis hewan iniberdasarkan ketentuan bahwa bila daging seekor hewan itunajis, maka ludahnya pun ikut menjadi najis. Para ulamamengatakan bahwa daging keledai dan bagal itu najis, makakesimpulannya mereka yang menajiskan su’ru kedua hewan iniadalah najis. Sebaliknya, ada pula yang tidak menajiskannya denganberdasarkan kepada hadits berikut ini : 37
  38. 38. Fiqih Thaharah‫ : أنتوضأ با أفضلت ال م(ر‬s ‫ع ن( جابر ب(ن عب(د ال ض سئل رسو ! ال‬ ! ‫ل‬ ‫ها‬w! ‫قال: نعم( وبما أفضلت السباع‬ ‫كل‬Dari Jabir ra dari Rasulullah SAW bahwa beliau ditanya,`Bolehkahkami berwudhu denga air bekas minum keledai?. Rasulullah SAWmenajawab,`Ya, boleh,`. (HR. Ad-Daruquthuny 173, Al-Baihaqi1/329).3. Perbedaan Pendapat di Kalangan Fuqaha’ Para Fuqaha’ besar berbeda pendapat dalam masalahhukum su’ru hewan. Diantaranya adalah pendapat berikut ini :a. Imam Abu Hanifah : Pendapat beliau terhadap masalah su’ru hewan ini terbagimenjadi empat besar sesuai dengan jenis hewan tersebut.Sebagaimana yang sudah kami bahas di atas.b. Al-Imam Malik Sebaliknya, Al-Imam Malik justru mengatakan bahwahukum su’ru semua jenis hewan itu halal. Tidak pandangapakah hewan itu najis atau tidak. Sebab beliau berpendapat bahwa untuk menajiskan su’ruitu harus ada dalil yang kuat dan sharih, tidak bisa sekedarmengikuti dagingnya yang bila dagingnya halal lalu ludahnyaikut halal atau bila dagingnya haram ludahnya ikut haram. Bukan beliau, kaidah seperti ini tidak bisa dijadikan dasaruntuk mengharamkan atau menghalalkan sesuatu.38
  39. 39. Fiqih Thaharahc. Al-Imam Asy-Syafi`i Beliau berpendapat bahwa semua jenis su’ru hewan ituhalal, kecuali hanya su’ru anjing dan babi saja yang haram. Dalil yang digunakan oleh mazhab beliau adalah bahwapada dasarnya Islam tidak memberatkan para pemeluknya.Kecuali bila benar-benar sharih dan kuat dalilnya berdasarkanAl-Quran Al-Kariem dan sunnah. Sebab Allah SWT telahberfirman dalam Al-Quran Al-Kariem :‫ما يريد الله ليج(عل علي( ! م( م ن( حر ج ولك ن( يريد ليطهر ! م( وليتم نع(مته‬ ‫ك‬ ‫ك‬ ‫علي( !م( لعل !م‬ ‫ك ك‬Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendakmembersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu,supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah : 6) ‫وما جعل علي( !م( في الدين من( حرج‬ ‫ك‬Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatukesempitan. (QS. Al-Hajj : 78) 39
  40. 40. Pertemuan Keempat An-Najasah1. Pembagian Najasah An-Najasah dalam bahasa Indonesia sering dimaknaidengan najis. Meski pun secara bahasa Arab tidak identikmaknanya. Najis sendiri dalam bahasa Arab ada duapenyebutannya.• Pertama : Najas (‫) ? ج?س‬ ‫ن‬ maknanya adalah benda yang hukumnya najis.• Kedua : Najis (‫س‬B ? ) maknanya adalah sifat najisnya. ‫نج‬ An-Najasah (najis) itu lawan dari thaharah yang maknanyakesucian. Para ulama telah membagi najis itu menjadi sekian
  41. 41. Fiqih Thaharahbanyak kelompok. Ada yang mengelompokkannyaberdasarkan hukum dan hakikat najis. Ada juga yang membaginya berdasarkan tingkat kesulitanuntuk mensucikannya, yaitu najis berat, ringan dan sedang. Ada juga yang membaginya berdasarkan wujudnya, yaitunajis berwujud cair atau padat. Dan juga ada yangmembaginya berdasarkan apakah najis itu terlihat dan tidakterlihat.a. Najis Hakiki dan Hukmi Najis hakiki adalah najis yang selama ini kita pahami,yaitu najis yang berbentuk benda yang hukumnya najis.Misalnya darah, kencing, tahi (kotoran manusia), daging babi.Dalam bab tentang najasah, najis jenis inilah yang kita bahas,bukan najis hukmi. Najis hukmi itu maksudnya adalah hadats yang dialamioleh seseorang. Misalnya, seorang yang tidak punya air wudhuitu sering disebut dengan dalam keadaan hadats kecil. Danorang yang dalam keadaan haidh, nifas atau keluar mani sertasetelah berhubungan suami istri, disebut dia berhadats besar.b. Najis Berat dan Ringan Ada najis yang dibedakan berdasarkan tingkat kesulitanutnuk menghilangkan atau mensucikannya. Maka disebut najisberat dan najis ringan. Najis berat seperti daging babi. Tetapi ada juga najis yangringan seperti air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa- 41
  42. 42. Fiqih Thaharahapa kecuali air susu ibunya. Dan diantara keduanya, ada najissedang. Dalam mazhab Asy-Syafi`iyah, najis berat itu hanya bisadihilangkan dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan salahsatunya dengan tanah. Sedangkan najis yang ringan bisadihilangkan dengan memercikkan air ke tempat yang terkenanajis. Sedangkan najis yang sedang, bisa dihilangkan denganmencucinya dengan air hingga hilang rasa, warna danaromanya.2. Benda Yang Kenajisannya Disepakati Ulamaa. Daging Babi Meski pun seekor babi disembelih dengan cara yang syar`i,namun dagingnya tetap haram dimakan karena daging itu najishukumnya. Meskipun nash dalam Al-Quran Al-Kariem selalumenyebut keharaman daging babi, namun kenajisannya bukanterbatas pada dagingnya saja, namun termasuk juga darah,tulang, lemak, kotoran dan semua bagian dari tubuhnya.‫إنما حرم علي( !م المي(تة والدم ولح(م الخن(زير وما !هل به لغي(ر الله فمن‬ ‫أ‬ ‫ك‬ ‫اض( !ر غي(ر باغ ولا عاد فلا إثم علي(ه إن الله غ !و 0 رحيم‬ ‫فر‬ ‫ط‬Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapibarangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak42
  43. 43. Fiqih Thaharahmenginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah : 173)b. Darah‫إنما حرم علي( !م المي(تة والدم ولح(م الخن(زير وما !هل لغي(ر الله به فمن‬ ‫أ‬ ‫ك‬ ‫اض( !ر غي(ر باغ ولا عاد فإن الله غ !و 0 رحيم‬ ‫فر‬ ‫ط‬Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah,daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selainAllah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidakmenganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An-Nahl :115). Darah manusia itu najis hukumnya, yaitu darah yangmengalir keluar dalam jumlah yang besar dari dalam tubuh.Maka hati, jantung dan limpa tidak termasuk najis, karenabukan berbentuk darah yang mengalir. Sedangkan hewan air (laut) yang keluar darah daritubuhnya secara banyak tidak najis karena ikan itu hukumnyatidak najis meski sudah mati. Sedangkan darah yang mengalir dari tubuh muslim yangmati syahid tidak termasuk najis.c. Air Kencing Manusia, Muntah dan Kotorannya 43
  44. 44. Fiqih Thaharah Kenajisan ketiga benda ini telah disepakati oleh paraulama. Kecuali bila muntah dalam jumlah yang sangat sedikit.Dan juga air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapunkecuali susu ibunya. Dalilnya adalah hadits berikut ini‫ فبال‬s ‫عن( !م قي(س أنها أتت( باب(ن لها صغي(ر لم( يأ !ل الطعام إلى رسول ال‬ ‫ك‬ ‫أ‬ ‫على ثو(به فدعا بماء فنضحه علي(ه ولم( يغ(سله - رواه الماعة‬ Dari Ummi Qais ra bahwa dia datang kepada Rasulullah SAWdengan membawa anak laki-lakinya yang belum bisa makan. Bayi itulalu kencing lalu Rasulullah SAW meminta diambilkan air dan beliaumemercikkannya tanpa mencucinya`. (HR. Bukhari 223 danMuslim 287)‫ قال : بو( ! الغلم الرضيع ين(ضح‬s ‫ع ن( علي ب(ن أب طال ب أن رسول ال‬ ‫ل‬‫وبول! الارية يغ(سل قال قتادة : وهذا مالم( يطعما فإذا !عما !سل جمي(ع4ا‬ ‫ط غ‬ ( ‫- رواه أحد والترمذي وقال : حديث حسن‬Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa Rasulullah SAWbersabda,`Kencing bayi laki-laki itu cukup dengan memercikkanyasaja. Sedangkan kencing bayi wanita harus dicuci". Qatadahberkata,"Dan ini bila belum makan apa-apa, tapi bila sudah makanmakanan, maka harus dicuci". (HR. Tirmizi)18d. Nanah Nanah adalah najis dan bila seseorang terkena nanah,harus dicuci bekas nanahnya sebelum boleh untuk melakukanibadah yang mensyaratkan kesucian (wudhu` atau mandi).18 At-Tirmizy mengatakan hadits ini hasan44
  45. 45. Fiqih Thaharahe. Mazi dan Wadi Mazi adalah cairan bening yang keluar akibat percumbuanatau hayalan, keluar dari kemaluan laki-laki biasa. Mazi itubening dan biasa keluar sesaat sebelum mani keluar. Dankeluarnya tidak deras atau tidak memancar. Mazi berbeda dengan mani, yaitu bahwa keluarnya manidiiringi dengan lazzah atau kenikmatan (ejakulasi), sedangkanmazi tidak. Wadi adalah cairan yang kental berwarna putih yangkeluar akibat efek dari air kencing.f. Bangkai Hewan Hewan yang mati menjadi bangkai hukumnya najis,sehingga badan, pakaian atau tempat shalat yang terkenabangkai hewan harus disucikan. Untuk mensucikannya bisadilakukan dengan mencucinya dengan air hingga hilang bau,warna dan rasanya. Dalam Al-Quran Al-Kariem Allah SWT berfirmantentang hukum bangkai‫إنما حرم علي( !م المي(تة والدم ولح(م الخن(زير وما !هل به لغي(ر الله فمن‬ ‫أ‬ ‫ك‬ ‫اض( !ر غي(ر باغ ولا عاد فلا إثم علي(ه إن الله غ !و 0 رحيم‬ ‫فر‬ ‫ط‬Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah . Tetapibarangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidakmenginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa 45
  46. 46. Fiqih Thaharahbaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah : 173)g. Daging dan Susu Hewan Yang Haram Dagingnya Para ulama sepakat mengatakan bahwa susu hewan ituharam selama dagingnya haram. Misalnya susu anjing ituhukumnya haram, karena daging anjing juga haram. Demikian juga susu hewan buas (pemakan hewan) lainnya,susunya menjadi haram lantaran dagingnya haram dimakan.h. Potongan Tubuh Dari Hewan Yang Masih Hidup Anggota tubuh hewan yang terlepas atau terpotong daritubuhnya termasuk benda najis dan haram hukumnya untukdimakan.3. Benda Yang Kenajisannya Tidak Disepakati Ulamaa. Khamar Meski jumhur ulama mengatakan bahwa khamar ituhukumnya najis, namun ada sebagian dari mereka yangmengatakan bahwa khamar bukan termasuk najis. Sedangkan istilah najis yang ada dalam ayat Al-Quran Al-Kariem tentang khamar, bukanlah bermakna najis hakiki,melainkan najis secara maknawi.‫ز(لم رج( 0 من( عمل‬Y‫نصاب وال‬Y‫يا أيها الذين آمنوا إنما الخم(ر والمي(سر وال‬ ‫س‬ ‫الشي(طان فاج(تنبوه لعل !م( تفلحون‬ ‫ك‬46
  47. 47. Fiqih ThaharahHai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala,mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan.Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkeberuntungan.(QS. Al-Maidah : 90)b. Anjing Para ulama mengatakan bahwa seluruh tubuh anjingmerupakan hewan najis berat (mughallazhah). Namun ada jugapendapat sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa najisanjing itu hanya air liurnya dan mulutnya saja.1. Mazhab Al-Hanafiyah19 Dalam mazhab ini, yang najis dari anjing hanyalah airliurnya, mulutnya dan kotorannya. Sedangkan tubuh danbagian lainnya tidak dianggap najis. Kedudukannyasebagaimana hewan yang lainnya, bahkan umumnya anjingbermanfaat banyak buat manusia. Misalnya sebagai hewanpenjaga atau pun hewan untuk berburu. Mengapa demikian ? Sebab dalam hadits tentang najisnya anjing, yangditetapkan sebagai najis hanya bila anjing itu minum di suatuwadah air. Maka hanya bagian mulut dan air liurnya saja(termasuk kotorannya) yang dianggap najis.‫ قال إذا شرب الكلب ف إناء أحد !م‬s ‫ع ن( أب هري(رة ض أن رسول الله‬ ‫ك‬ ‫فليغ(سله سب(ع4ا-متفق عليه‬19 Lihat kitab Fathul Qadir jilid 1 halaman 64, kitab Al-Badai` jilid 1 halaman 63. 47
  48. 48. Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bila anjingminum dari wadah air milikmu, harus dicuci tujuh kali.(HR. Bukharidan Muslim).‫طهور إناء أحد !م إذا ولغ في(ه الكلب أن يغ(سله سب(ع مرات !ولهن بالتراب‬ ‫أ‬ ‫ك‬Rasulullah SAW bersabda,"Sucinya wadah minummu yang telahdiminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali dan salahsatunya dengan tanah.(HR. Muslim dan Ahmad)2. Mazhab Al-Malikiyah20 Mazhab ini juga mengatakan bahwa badan anjing itu tidaknajis kecuali hanya air liurnya saja. Bila air liur anjing jatuhmasuk ke dalam wadah air, wajiblah dicuci tujuh kali sebagaibentuk ritual pensuciannya.3. Mazhab As-Syafi`iyah dan Al-Hanabilah21 Kedua mazhab ini sepakat mengatakan bahwa bukanhanya air liurnya saja yang najis, tetapi seluruh tubuh anjing ituhukumnya najis berat, termasuk keringatnya. Bahkan hewanlain yang kawin dengan anjing pun ikut hukum yang samapula. Dan untuk mensucikannya harus dengan mencucinyatujuh kali dan salah satunya dengan tanah.20 Asy-Syarhul Kabir jilid 1 halaman 83 dan As-Syarhus-Shaghir jilid 1 halaman 43.21 Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 78, kitab Kasy-syaaf Al-Qanna` jilid 1halaman 208 dan kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 52.48
  49. 49. Fiqih Thaharah Logika yang digunakan oleh mazhab ini adalah tidakmungkin kita hanya mengatakan bahwa yang najis dari anjinghanya mulut dan air liurnya saja. Sebab sumber air liur itu daribadannya. Maka badannya itu juga merupakan sumber najis.Termasuk air yang keluar dari tubuh itu juga, baik kencing,kotoran dan juga keringatnya. Pendapat tentang najisnya seluruh tubuh anjing ini jugadikuatkan dengan hadits lainnya antara lain :Bahwa Rasululah SAW diundang masuk ke rumah salah seorangkaum dan beliau mendatangi undangan itu. Di kala lainya, kaumyang lain mengundangnya dan beliau tidak mendatanginya. Ketikaditanyakan kepada beliau apa sebabnya beliau tidak mendatangiundangan yang kedua, beliau bersabda,"Di rumah yang kedua adaanjing sedangkan di rumah yang pertama hanya ada kucing. Dankucing itu itu tidak najis". (HR. Al-Hakim dan Ad-Daruquthuny). Dari hadits ini bisa dipahami bahwa kucing itu tidak najis,sedangkan anjing itu najis. Dan masih banyak lagi benda-benda yang kenajiasannyatidak disepakati para ulama. Misalnya bangkai hewan air atautidak punya darah, potongan tubuh hewan yang tidak punyadarah, kulit bangkai, air kencing bayi, air kencing dan susuhewan yang halal dagingnya, air mani (sperma), mayatmanusia, air liur orang tidur, dan seterusnya.4. Najis-najis Yang Dimaafkan 49
  50. 50. Fiqih Thaharah Najis-najis yang dimaafkan adalah benda yang padahakikatnya najis atau terkena najis, namun karena kadarnyasangat sedikit atau kecil, sehingga dimaafkan. Para ulama mengatakan bahwa termasuk ke dalam najisyang dimaafkan adalah najis yang padat (bukan cair) yanghanya sedikit sekali yaitu hanya selebar uang dirham (3,17gram) atau setara 20 qirath. Sedangkan untuk najis yang berbentuk cair, seluas lebartapak tangan saja. Namun dalam pandangan mereka, meskinajis itu dimaafkan, tetap saja haram melakukan shalat bilabadan, pakaian atau tempatnya terkena najis yang dimaafkana. Mazhab Al-Hanafiyah Mereka juga mengatakan bahwa yang termasuk najis yangdimaafkan adalah beberapa tetes air kencing kucing atau tikusyang jatuh ke dalam makanan atau pakaian karena darurat.Juga akibat percikan najis yang tak terlihat oleh mata telanjang.b. Mazhab Malik Mereka mengatakan bahwa yang termasuk najis yangdimaafkan adalah darah manusia atau hewan darat yang sangatsedikit jumlahnya, juga nanah dan muntah yang sedikit. Kira-kira selebar titik hitam pada uang dirham. Baik najis itu berasaldari dirinya atau dari orang lain, termasuk dari hewan. Bahkantermasuk darah dari babi. Juga air kencing yang sedikit sekali yang keluar tanpamampu dijaga karena penyakit, termasuk di dalamnya adalahair mazi, mani dan yang keluar dari anus. Juga air kencing anakkecil dan kotorannya buat ibu yang sedang menyusuinya,50
  51. 51. Fiqih Thaharahkarena nyaris mustahil tidak terkena sama sekali dari najis yangmungkin hanya berupa percikan atau sisa-sisa yang taknampak.c. Mazhab Syafi`i dan Hanbali Kedua mazhab ini dalam masalah najis yang dimaafkan ininampak lebih keras, sebab yang dimaafkan bagi merekahanyalah yang tidak nampak di mata saja. Atau darah nyamuk,kutu, bangsat atau serangga lain yang tidak punya darah cair.Juga sisa bekas berbekam (hijamah), bekas lalat, dan lainnya. 51
  52. 52. Pertemuan Kelima Istinja’1. Pengertian Istinja’ dan istilah-istilah lainnya yangberdekatanIstinja’ : (‫ )ا سنتجاء‬secara bahasa, istinja’ bermaknamenghilangkan kotoran. Sedangkan secara istilah bermakna : • menghilangkan najis dengan air. • menguranginya dengan semacam batu. • penggunaan air atau batu. • menghilangkan najis yang keluar dari qubul (kemaluan) dan dubur (pantat).
  53. 53. Fiqih ThaharahIstijmar (‫ : )استجمار‬Istijmar adalah menghilangkan sisa buangair dengan menggunakan batu atau benda-benda yangsemisalnya.Istibra` (‫ : )ا ستبراء‬maknanya menghabiskan, yaknimenghabiskan sisa kotoran atau air seni hingga yakin sudahbenar-benar keluar semua.2. Hukum Istinja’Para ulama berbeda pendapat tentang hukum istinja’ menjadidua hukum.a. Wajib Mereka berpendapat bahwa istinja’ itu hukumnya wajibketika ada sebabnya. Dan sebabnya adalah adanya sesuatuyang keluar dari tubuh lewat dua lubang (anus atau kemaluan). Pendapat ini didukung oleh Al-Malikiyah, Asy-Syafi`iyahdan Al-Hanabilah. Sedangkan dalil yang mereka gunakanadalah hadits Rasulullah SAW berikut ini :‫ قال : إذا ذه ب أحد ! م( إل‬s ‫ع ن( عائشة ر ضي ال عن ها أن ر سول ال‬ ‫ك‬‫الغائط فليس(تطب( بثلثة أح(جار فإنها تج(زي عن(ه . رواه أحد والنسائي وأبو‬ ‫داود والدارقطن‬ 53
  54. 54. Fiqih ThaharahDari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bilakamu pergi ke tempat buang air, maka bawalah tiga batu untukmembersihkan. Dan cukuplah batu itu untuk membersihkan.(HR.Ahmad, Nasai, Abu Daud, Ad-Daaruquthuni)22.Hadits ini bentuknya amr atau perintah dan konsekuensinyaadalah kewajiban.‫ع ن( عب(د الرح(من ب(ن يز يد قال : قي(ل لسلمان : علم ك!م نبي ك!م !ل شي(ء‬ ‫ك‬, ‫ة , فقال سلمان : أجل نهانا أن نستقبل القب(لة بغائ ط أو بول‬Y‫حتى الراء‬ ( (‫ من( ثلثة أح(جار , أو أن‬d ‫أو( أن نس(تن(جي باليمي أو( أن يس(تن(جي أحدنا بأق‬ ( ‫ل‬ ‫يس(تن(جي برجي(ع أو( بعظم . رواه مسلم وأبو داود والترمذي‬Dari Abdirrahman bin Yazid ra berkata bahwa telah dikatakankepada Salman,"Nabimu telah mengajarkan kepada kalian segalasesuatu". Salman berkata,"Benar, beliau telah melarang kita untukmenghadap kiblat ketika berak atau kencing. Juga melarang istinjadengan tangan kanan dan istinja dengan batu yang jumlahnya kurangdari tiba buah. Dan beristinja dengan tahi atau tulang. (HR.Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)b. Sunnah Pendapat ini didukung oleh Al-Hanafiyah dan sebagianriwayat dari Al-Malikiyah. Maksudnya adalah beristinja’ denganmenggunakan air itu hukumnya bukan wajib tetapi sunnah.Yang penting najis bekas buang air itu sudah bisa dihilangkanmeskipun dengan batu atau dengan ber-istijmar.22 Ad-Daruruquthuni mengatakan isnadnya shaih54
  55. 55. Fiqih Thaharah Dasar yang digunakan Al-Imam Abu Hanifah dalammasalah kesunnahan istinja’ ini adalah hadits berikut :Siapa yang beristijmar maka ganjilkanlah bilangannya. Siapa yangmelakukannya maka telah berbuat ihsan. Namun bila tidak makatidak ada keberatan. (HR. Abu Daud). Selain itu beliau berpendapat bahwa najis yang ada karenasisa buang air itu termasuk najis yang sedikit. Dan menurutmazhab beliau, najis yang sedikit itu dimaafkan. Di dalam kitab Sirajul Wahhab milik kalangan mazhab Al-Hanafiyah, istinja’ itu ada 5 macam, 4 diantaranya wajib dan 1diantaranya sunnah. Yang 4 itu adalah istinja’ dari haidh, nifas,janabah dan bila najis keluar dari lubangnya dan melebihibesarnya lubang keluarnya. Sedangkan yang hukumnya sunnahadalah bila najis keluar dari lubangnya namun besarnya tidakmelebihi besar lubang itu. Mengomentari hal ini, Ibnu Najim mengatakan bahwayang empat itu bukan istinja’ melainkan menghilangkan hadats,sedangkan yang isitinja` itu hanyalah yang terakhir saja, yaitunajis yang besarnya sebesar lubang keluarnya najis. Dan ituhukumnya sunnah. Sehingga istinja’ dalam mazhab Al-Hanafiyah hukumnya sunnah.3. Praktek Istinja’ dan adabnya Mulai dengan mengambil air dengan tangan kiri danmencuci kemaluan, yaitu pada lubang tempat keluarnya airkencing. Atau seluruh kemaluan bila sehabis keluar mazi. 55
  56. 56. Fiqih ThaharahKemudian mencuci dubur dan disirami dengan air denganmengosok-gosoknya dengan tangan kiri.Adab-adab istinja’a. Menggunakan tangan kiri dan dimakruhkan dengan tangankanan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :‫ ل يم(سكن أحد !م( ذكره بيمينه وهو‬s ‫عن( أبي قتادة قال: قال رسو ! الله‬ ‫ك‬ ‫ل‬‫يبول! ول يتمسح( من( الخلاء بيمينه ول يتنفس( في الناء متف 0 علي(ه واللفظ‬ ‫ق‬ ‫لمس(لم‬Dari Abi Qatadah ra berkata bahwa Rasulullah SAWbersabda,"Bila kamu kencing maka jangan menyentuh kemaluannyadengan tangan kanan. Bila buang air besar jangan cebok dengan tangankanan. Dan jangan minum dengan sekali nafas".(HR. Muttafaqalaihi).b. Istitar (memakai tabir penghalang) agar tidak terlihat oranglain. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW"Bila kamu buang air hendaklah beristitar (menutup tabir). Bila tidakada tabir maka menghadaplah ke belakang.(HR. Abu Daud danIbnu Majah)c. Tidak membaca tulisan yang mengandung nama AllahSWT. Atau nama yang diagungkan seperti nama para malaikat.Atau nama nabi SAW. Dalilnya adalah apa yang dilakukanoleh Rasulullah SAW bila masuk ke tempat buang hajat, beliau56
  57. 57. Fiqih Thaharahmencopot cincinnya. Sebab di cincin itu terukir kata"Muhammad Rasulullah".‫ وضع خاتمه‬Y‫ إذا دخل الخلاء‬s ‫ع ن( أنس ب(ن مال ك قال: كان رسو ! الله‬ ‫ل‬ ‫ر(بعة, وهو مع(!ول‬Y‫أخ(رجه ال‬ ‫ل‬Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Rasulullah SAW bilamasuk ke WC meletakkan cincinnya. (HR. Arbaah) Namun hadits ini dianggap malul oleh sebagian ulama23.d. Tidak Menghadap Kiblat. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW,‫ قال : إذا جلس أحد كم‬s ‫عن أ ب هريرة ر ضي ال ع نه عن ر سول ال‬ ‫لاجته فل يستقبل القبلة ول يستدبره رواه أحد ومسلم‬Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bilakamu mendatangi tempat buang air, janganlah menghadap kiblat ataumembelakanginya. "(HR. Bukhari dan Muslim)‫ عن(ه ل تس(تقب!وا القب(لة بغائط ول بو(ل ولكن( شر!وا‬q‫عن أبي أيوب رضي ال‬ ‫ق‬ ‫ل‬ ‫أو( غربوا‬Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu,"Janganlah menghadapkiblat saat kencing atau buang hajat, tetapi menghadaplah ketimur atau ke barat" (HR. Sab’ah)23 Hadits ma’lul adalah : 57
  58. 58. Fiqih Thaharah Posisi kiblat di Madinah adalah menghadap ke Selatan,sedangkan membelakangi kiblat berarti menghadap ke Utara.Sedangkan menghadap ke barat dan timur artinya tidakmenghadap kiblat dan juga tidak membelakanginya. Tempat buang air di masa lalu bukan berbentuk kamarmandi yang tertutup melainkan tempat terbuka yang sepi tidakdilalui orang-orang. Sedangkan bila tempatnya tertutup sepertikamar mandi di zaman kita sekarang ini, tidak dilarang bilasampai menghadap kiblat atau membelakanginya. Dasarnyaadalah hadits berikut ini.Dari Jabir ra berkata bahwa Nabi SAW melarang kita menghadapkiblat saat kencing. Namun aku melihatnya setahun sebelumkematiannya menghadap kiblat. (HR.Tirmizy)". Kemungkinan saat itu beliau SAW buang air di ruang yangtertutup yang khusus dibuat untuk buang air.e. Istibra`(sudah dijelaskan diawal)f. Masuk tempat buang air dengan kaki kiri dan keluar dengankaki kanan. Dan disunnahkan ketika masuk membaca doa : Bismillahiauzu bika minal khubutsi wal khabaits.‫ إذا دخل الخلاء‬s ‫ عن(ه قال كان رسو ! الله‬q‫ع ن( أنس ب(ن مال ك رضي ا ل‬ ‫ل‬ ‫قال: "اللهم إني أعو ! بك من( الخبث والخبائث" أخ(رجه السب(عة‬ ‫ذ‬Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa RasulullahSAW bila masuk ke tempat buang hajat, beliau mengucap,”Dengan58
  59. 59. Fiqih Thaharahnama Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki dan syetanperempuan. (HR. Sab’ah) Ketika keluar disunnahkan untuk membaca lafaz :Ghufraanaka, alhamdulillahillazi azhaba `anni al-aza wa `aafaani.:‫ كان إذا خرج م ن( الغائط قال‬s ‫ع ن( عائشة رضي الله عن(ها أن النبي‬ !‫" !فرانك" أخ(رجه الخم(سة‬ ‫غ‬Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi SAW bila keluar daritempat buang hajat berkata,”ghufranak”. (HR. Khamsah)g. Tidak Sambil Berbicara‫ واحد‬w‫ إذا تغو ط الرجلا ن فليتوار !ل‬s ‫وع ن( جابر قال: قال ر س و ! الل ه‬ ‫ك‬ ‫ل‬ q ‫من(هما عن( صاحبه ول يتحدثا. فإن الله يم( !ت على ذلك‬ ‫ق‬Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAWbersabda,"Bila dua orang diantara kamu buang air, hendaklah salingmembelakangi dan jangan berbicara. Karena sesunguhnya Allah murkaakan hal itu.4. Istijmar Beristinja’ dengan menggunakan batu atau benda lainselain air sering disebut dengan istijmar. Yaitu tiga buah batuyang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air. Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW : 59
  60. 60. Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Siapayang beristijmar (bersuci dengan batu) maka hendaklah berwitir(menggunakan batu sebanyak bilangan ganjil). Siapa yangmelaksanakannya maka dia telah berbuat ihsan dan siapa yang tidakmelakukannya tidak ada masalah`. (HR. Abu Daud, Ibju Majah,Ahmad, Baihaqi dan Ibnu Hibban).Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila seorangkamu datang ke WC maka bawalah tiga buah batu, karena itu sudahcukup untuk menggantikannya`. (HR. Abu Daud, Baihaqi danSyafi`i)`Janganlah salah seorang kamu beristinja’ kecuali dengan tiga buahbatu`. (HR. Muslim) Tentang ketentuan apakah memang mutlak harus tiga batuatau tidak, para ulama sedirkit berbeda pendapat. Pertama,kelompok Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah mengatakan bahwajumlah tiga batu itu bukan kewajiban tetapi hanya mustahab(sunnah). Dan bila tidak sampai tiga kali sudah bersih makasudah cukup. Sedangkan kelompok Asy-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilahmengatakan wajib tiga kali dan harus suci dan bersih. Bila tigakali masih belum bersih, maka harus diteruskan menjadiempat, lima dan seterusnya. Sedangkan selain batu, yang bisa digunakan adalah semuabenda yang memang memenuhi ketentuan dan tidak keluardari batas yang disebutkan :1. Benda itu bisa untuk membersihkan bekas najis.60
  61. 61. Fiqih Thaharah2. Benda itu tidak kasar seperti batu bata dan juga tidak licin seperti batu akik, karena tujuannya agar bisa menghilangkan najis.3. Benda itu bukan sesuatu yang bernilai atau terhormat seperti emas, perak atau permata. Juga termasuk tidak boleh menggunakan sutera atau bahan pakaian tertentu, karena tindakan itu merupakan pemborosan.4. Bendai itu bukan sesuatu yang bisa mengotori seperti arang, abu, debu atau pasir.5. Benda itu tidak melukai manusia seperti potongan kaca beling, kawat, logam yang tajam, paku.6. Jumhur ulama mensyaratkan harus benda yang padat bukan benda cair. Namun ulama Al-Hanafiyah membolehkan dengan benda cair lainnya selain air seperti air mawar atau cuka.7. Benda itu harus suci, sehingga beristijmar dengan menggunakan tahi / kotoran binatang tidak diperkenankan. Tidak boleh juga menggunakan tulang, makanan atau roti, kerena merupakan penghinaan. Bila mengacu kepada ketentuan para ulama, maka kertastissue termasuk yang bisa digunakan untuk istijmar. Namun para ulama mengatakan bahwa sebaiknya selainbatu atau benda yang memenuhi kriteria, gunakan juga air.Agar istinja’ itu menjadi sempurna dan bersih. 61
  62. 62. Pertemuan Keenam Wudhu` Wudhu adalah sebuah ibadah ritual untuk mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan media air. Yaitu dengan cara membasuh atau mengusap beberapa bagian anggota tubuh menggunakan air sambil berniat di dalam hati dandilakukan sebagai sebuah ritual khas atau peribadatan. Bukan sekedar bertujuan untuk membersihkan secarapisik atas kotoran, melainkan sebuah pola ibadah yang telah
  63. 63. Fiqih Thaharahditetapkan tata aturannya lewat wahyu dari langit dari AllahSWT.I. Hukum Wudhu Wudhu` itu hukumnya bisa wajib dan bisa sunnah,tergantung konteks untuk apa kita berwudhu`.1. Hukumnya Fardhu / Wajib Hukum wudhu` menjadi fardhu atau wajib manakalaseseorang akan melakukan hal-hal berikut ini :a. Melakukan Shalat Baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Termasuk juga didalamnya sujud tilawah. Dalilnya adalah ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini :‫يا أيها الذين آمنوا إذا !م(ت م( إلى الصلة فاغس !وا وجوهك م( وأي(دي ! م( إلى‬ ‫ك‬ ! ‫ل‬ ‫ق‬ ‫المرافق وام(سحوا برؤوس !م( وأر(جل !م( إلى الكع(بي‬ ‫ك‬ ‫ك‬Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakanshalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki...(QS. Al-Maidah : 6) Juga hadits Rasulullah SAW berikut ini :‫ن( ل‬Y‫ ل‬Y‫ له ول وضو(ء‬Y‫ قال : ل صلة لن( ل وضو(ء‬s ‫عن( أب هري(رة عن النبي‬ Y ‫يذ !ر اس(م ال علي(ه . رواه أحد وأبو داود وابن ماجه‬ ‫ك‬ 63
  64. 64. Fiqih ThaharahDari Abi Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda,"Tidak adashalat kecuali dengan wudhu. Dan tidak ada wudhu bagi yang tidakmenyebut nama Allah. (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)Shalat kalian tidak akan diterima tanpa kesucian (berwudhu`) (HR.Bukhari dan Muslim)b. Untuk Menyentuh Mushaf Al-Quran Al-Kariem Meskipun tulisan ayat Al-Quran Al-Kariem itu hanyaditulis di atas kertas biasa atau di dinding atau ditulis di padauang kertas. Ini merupakan pendapat jumhur ulama yangdidasarkan kepada ayat Al-Quran Al-Kariem. ‫ل يمسه إل ا !طهرون‬ ‫ل‬Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci. (QS. Al-Waqi`ah : 79)Serta hadits Rasulullah SAW berikut ini :‫وعن( عب(د الله ب(ن أبي بكر رحمه الله أن في الكتاب الذي كتبه رسول! الله‬ ‫سلم لعم(رو ب(ن حز(م: أن ل يمس ال !ر(آن إل طاه 0 - رواه‬Y ‫ علي(ه‬q‫صلى ال‬ ‫ر‬ ‫ق‬ ‫و‬ 9 ‫مال 0 مر(سل, ووصله النسائي, واب(ن حبان, وهو مع(!و‬ ‫لل‬ ‫ك‬Dari Abdullah bin Abi Bakar bahwa dalam surat yang ditulis olehRasulullah SAW kepada ‘Amr bin Hazm tertulis : Janganlahseseorang menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci”.(HR.Malik).2424 Malik meriwayatkan hadits ini secara mursal, namun An-Nasa’i dan Ibnu Hibbanmengatakan bahwa hadits ini tersambung. Setidaknya hadits ini ma’lul (punya64
  65. 65. Fiqih Thaharahc. Tawaf di Seputar Ka`bah Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu`untuk tawaf di ka`bah adalah fardhu. Kecuali Al-Hanafiyah.Hal itu didasari oleh hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Tawaf diKa`bah itu adalah shalat, kecuali Allah telah membolehkannya untukberbicara saat tawaf. Siapa yang mau bicara saat tawaf, makabicaralah yang baik-baik.(HR. Ibnu Hibban, Al-Hakim danTirmizy)2. Hukumnya Sunnah Sedangkan yang bersifat sunnah adalah bila akanmengerjakan hal-hal berikut ini :a. Mengulangi wudhu` untuk tiap shalat Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah SAW yangmenyunnahkan setiap akan shalat untuk memperbaharuiwudhu` meskipun belum batal wudhu`nya. Dalilnya adalahhadits berikut ini :‫مر(تم( عن(د !ل‬Y‫ قال : لو(ل أن أشق على !متي ل‬s ‫عن( أبي هري(رة عن( النبي‬ ‫ك‬ ‫أ‬ ‫ وضوء بسواك رواه أح(مد بإس(ناد صحيح‬d ! ‫صلة بوضوء , ومع‬ ‫كل‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Seandainyatidak memberatkan ummatku, pastilah aku akan perintahkan untukberwudhu pada tiap mau shalat. Dan wudhu itu dengan bersiwak.(HR. Ahmad dengan isnad yang shahih)cacat) 65
  66. 66. Fiqih Thaharah Selain itu disunnah bagi tiap muslim untuk selalu tampildalam keadaan berwudhu` pada setiap kondisinya, bilamemungkinkan. Ini bukan keharusan melainkah sunnah yangbaik untuk diamalkan. ‫ولن( يحافظ على الوضوء إل ا !ؤ(من‬ ‫ل‬Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Tidaklah menjagawudhu` kecuali orang yang beriman`. (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim,Ahmad dan Al-Baihaqi)b. Menyentuh Kitab-kitab Syar`iyah Seperti kitab tafsir, hadits, aqidah, fiqih dan lainnya.Namun bila di dalamnya lebih dominan ayat Al-Quran Al-Kariem, maka hukumnya menjadi wajib.25c. Ketika Akan Tidur Disunnahkan untuk berwuhu ketika akan tidur, sehinggaseorang muslim tidur dalam keadaan suci. Dalilnya adalahsabda Rasulullah SAW :Dari Al-Barra` bin Azib bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Bilakamu naik ranjang untuk tidur, maka berwudhu`lah sebagaimanakamu berwudhu` untuk shalat. Dan tidurlah dengan posisi di atas sisikananmu . (HR. Bukhari dan Tirmizy).d. Sebelum Mandi Janabah Sebelum mandi janabat disunnahkan untuk berwudhu`terlebih dahulu. Demikian juga disunnahkan berwudhu` bila25 lihat Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 hal 36266
  67. 67. Fiqih Thaharahseorang yang dalam keaaan junub mau makan, minum, tiduratau mengulangi berjimak lagi. Dasarnya adalah sabdaRasulullah SAW :Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila dalam keadaanjunub dan ingin makan atau tidur, beliau berwudhu` terlebih dahulu.(HR. Ahmad dan Muslim)Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila ingin tidurdalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu`terlebih dahulu seperti wudhu` untuk shalat. (HR. Jamaah) Dan dasar tentang sunnahnya berwuhdu bagi suami istriyang ingin mengulangi hubungan seksual adalah hadits berikutini :Dari Abi Said al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Bilakamu berhubungan seksual dengan istrimu dan ingin mengulanginyalagi, maka hendaklah berwuhdu terlebih dahulu.(HR. Jamaah kecualiBukhari)e. Ketika Marah Untuk meredakan marah, ada dalil perintah dari RasulullahSAW untuk meredakannya dengan membasuh muka danberwudhu`.Bila kamu marah, hendaklah kamu berwudhu`. (HR. Ahmad dalammusnadnya)f. Ketika Membaca Al-Quran Hukum berwudhu ketika membaca Al-Quran Al-Kariemadalah sunnah, bukan wajib. Berbeda dengan menyentuh 67
  68. 68. Fiqih Thaharahmushaf menurut jumhur. Demikian juga hukumnya sunnahbila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membacakitab-kitab syariah. Diriwayatkan bahwa Imam Malik ketika mengimla`kanpelajaran hadits kepada murid-muridnya, beliau selaluberwudhu` terlebih dahulu sebagai takzim kepada haditsRasulullah SAW.g. Ketika Melantunkan Azan, Iqamat Khutbah danZiarah Ke Makam Nabi SAW ***II. Wudhu’ Rasulullah SAW,‫ عن(ه دعا بوضوء, فغسل كفي(ه ثلاث مرات‬q‫عن( حم(ران أن عثمان رضي ال‬‫!م مض(مض, وا س(تن(شق, وا س(تن(ثر, !م غسل وج(هه ثلث مرا ت, !م غسل‬ ‫ث‬ ‫ث‬ ‫ث‬‫يده اليم(ن ى إلى المر(فق ثلث مرات, !م الي س(رى مثل ذلك , !م مس ح‬ ‫ث‬ ‫ث‬‫برأسه, !م غسل رج(له اليم(نى إلى الكع(بي(ن ثلث مرا ت, !م الي س(رى مثل‬ ‫ث‬ ‫ث‬ ‫ توضأ نح(و وضوئي هذا - متف 0 علي(ه‬s ‫ذلك, !م قال: رأي(ت رسول الله‬ ‫ق‬ ‫ث‬ Dari Humran bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu memintaseember air, kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali,kemudian berkumur, memasukkan air ke hidung danmengeluarkannya. Kemudian beliau membasuh wajarnya tiga kali,membasuh tanggan kanannya hingga siku tiga kali, kemudianmembasuh tanggan kirinya hingga siku tiga kali, kemudian beliaumengusap kepalanya, kemudian beliau membasuh kaki kanannyahingga mata kaki tiga kali, begitu juga yang kiri. Kemudian beliau68
  69. 69. Fiqih Thaharahberkata,”Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu sepertiwudhuku ini. (HR. Bukhari dan Muslim)III. Rukun Wudhu` Para ulama berbeda pendapat ketika menyebutkan rukunwudhu. Ada yang menyebutkan 4 saja sebagaimana yangtercantum dalam ayat Quran, namun ada juga yangmenambahinya dengan berdasarkan dalil dari Sunnah.• Mazhab HanafiMenurut Al-Hanafiyah mengatakan bahwa rukun wudhu ituhanya ada 4 sebagaimana yang disebutkan dalam nash Quran• Mazhab MalikiMenurut Al-Malikiyah rukun wudhu’ itu ada delapan. Yaitudengan menambahkan dengan keharusan niat, ad-dalk yaitumenggosok anggota wudhu`. Sebab menurut beliau sekedarmengguyur anggota wudhu` dengan air masih belumbermakna mencuci atau membasuh. Juga beliaumenambahkan kewajiban muwalat.• Mazhab Syafi’iMenurut As-Syafi`iyah rukun wudhu itu ada enam perkara.Mazhab ini menambahi keempat hal dalam ayat Al-Qurandengan niat dan tertib yaitu kewajiban untuk melakukannyapembasuhan dan usapan dengan urut, tidak boleh terbolakbalik. Istilah yang beliau gunakan adalah harus tertib• Mazhab Hambali 69
  70. 70. Fiqih Thaharah Menurut mazhab Al-Hanabilah jumlah rukun wudhu ada tujuh perkara, yaitu dengan menambahkan niat, tertib dan muwalat, yaitu berkesinambungan. Maka tidak boleh terjadi jeda antara satu anggota dengan anggota yang lain yang sampai membuatnya kering dari basahnya air bekas wudhu`. Rukun Hanafi Maliki Syafi`i Hanbali1. Niat X rukun rukun rukun2. Membasuh wajah Rukun rukun rukun rukun3. Membasuh tangan Rukun rukun rukun rukun4. Mengusap kepala Rukun rukun rukun rukun5. Membasuh kaki Rukun rukun rukun rukun6. Tertib X X rukun rukun7. Muwalat X rukun x rukun8. Ad-dalk X rukun x x Jumlah 4 8 6 7 1. Niat Niat wudhu adalah ketetapan di dalam hati seseorang untuk melakukan serangkaian ritual yang bernama wudhu sesuai dengan apa yang ajarkan oleh Rasulullah SAW dengan maksud ibadah. Sehingga niat ini membedakan antara seorang yang sedang memperagakan wudhu dengan orang yang sedang melakukan wudhu. Kalau sekedar memperagakan, tidak ada niat untuk melakukannya sebagai ritual ibadah. Sebaliknya, ketika seorang berwudhu, dia harus memastikan di dalam hatinya bahwa yang sedang dilakukannya ini adalah ritual ibadah berdasar petunjuk nabi SAW untuk tujuan tertentu. 2. Membasuh Wajah 70

×