Modul 6 kab
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Modul 6 kab

on

  • 7,695 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,695
Views on SlideShare
7,695
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
577
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Modul 6 kab Document Transcript

  • 1. MARI BELAJAR BISNIS Pendidikan Kewirausahaan untuk Sekolah Menengah Kejuruan dan Lembaga Pelatihan Kejuruan dan Teknis MODUL 6 Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha?
  • 2. MARI BELAJAR BISNIS Hak cipta @International Training Centre, ILO 1996 Publikasi ini dilindungi hak cipta sesuai Protokol 2 Konvensi tentang Hak Cipta Internasional. Permohonan wewenang untuk menggandakan, menerjemahkan atau menyadur sebagian atau seluruh materinya harus dikirim ke International Training Centre, ILO. Permohonan dapat diajukan ke pusat pelatihan ini. Meskipun demikian, penggandaan kutipan- kutipan singkat dapat dilakukan tanpa harus memperoleh izin, dengan syarat sumbernya harus disebutkan. Mengetahui tentang Bisnis ISBN 92-0949-342-9 Diterbitkan pertama kali pada tahun 1996 Edisi kedua tahun 2000 Edisi ketiga 2002 Edisi keempat 2004 Edisi yang direvisi 2005 Istilah-istilah yang digunakan dalam buku-buku terbitan International Training Centre ILO yang sesuai dengan aturan PBB, serta penyajian materi-materi yang terkandung di dalamnya adalah bukan merupakan pendapat International Training Centre mengenai status hukum suatu negara, daerah, atau wilayah atau otoritas manapun, atau tentang batas- batas negara/daerah tersebut. Tanggung jawab atas pendapat-pendapat yang disampaikan dalam artikel, penelitian maupun kontribusi lain yang telah ditanda-tangani merupakan tanggung jawab dari masing-masing penulisnya, dan penerbitan buku ini bukan merupakan bentuk persetujuan dari International Training Centre atas pendapat-pendapat yang disampaikan didalamnya. Publikasi dan katalog atau daftar buku-buku terbitan terbaru International Training Centre dapat diperoleh di alamat berikut ini: Publications International Training Centre, ILO Viale Maestri del Lavoro 10 10127, Turin, Italy Tel: +39 11 693-6693 Fax: +39 11 693-6352 E-mail: MDP@itcilo.it http://www.itcilo.it/english/publications/index.htm 2
  • 3. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6 Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? ALOKASI WAKTU : 16 jam Tujuan modul: Peserta memahami prosedur yang diperlukan untuk mengelola sebuah usaha Cakupan Modul: Halaman 1. Memilih pasar yang sesuai 4 2. Memilih lokasi usaha 26 3. Bentuk Legal Kepemilikan Bisnis 36 4. Dana yang dibutuhkan untuk memulai Usaha 44 5. Memperoleh Dana untuk memulai Usaha 53 6. Menjalankan Usaha 69 3
  • 4. MARI BELAJAR BISNIS I TOPIK 1: Memilih Pasar Yang Sesuai II ALOKASI WAKTU: 2 jam III TUJUAN: • Peserta memahami prosedur mengidentifikasi pasar yang sesuai untuk suatu bisnis. IV DASAR PEMIKIRAN: • Sebuah usaha akan mempunyai peluang besar untuk berhasil apabila didasari pada barang atau jasa yang akan dibeli konsumen dalam jumlah yang cukup besar untuk menghasilkan laba. Dengan kata lain, untuk menjalankan usaha yang berhasil dan menguntungkan, harus ada pasar dengan permintaan yang memadai terhadap barang dan jasa tersebut. • Banyak kegagalan usaha kecil yang jika dilacak bersumber pada masalah penentuan jenis barang dan pasar. Antusiasme seorang calon wirausaha sering menyebabkan ia melupakan konsep bisnis yang paling mendasar: "Tujuan utama bisnis adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen". Sebelum mulai mengoperasikan suatu usaha, kita perlu menentukan apakah sudah ada pasar untuk barang atau jasa tertentu. • Tujuan dari topik ini adalah untuk membahas elemen-elemen pasar dan mengidentifikasi karakteristik yang perlu diketahui tentang konsumen yang ada di sebuah pasar. Penelitian pasar akan memberikan jawaban sampai seberapa besar seorang wirausaha dapat mengambil pangsa pasar dari produk atau jasa yang akan ditawarkan. Hal ini sangat penting khususnya ketika seorang wirausaha merencanakan untuk memulai bisnis, karena semua keputusan yang berhubungan dengan kebutuhan akan ruang usaha, peralatan dan bahan material atau barang jadi yang dibeli, pegawai yang akan diangkat dan lain- lainnya, tergantung pada perkiraan realistis tentang pasar di mana usaha tersebut akan ditawarkan. V KEGIATAN: 1. Minta peserta membaca HANDOUT 1. Adakan diskusi dalam kelas tentang 11 pertanyaan yang ada di lembar TRANSPARANSI 1. Sebagai pertanyaan terakhir, tanyalah: "Mengapa seorang wirausaha perlu memiliki pemahaman yang luas mengenai kebutuhan konsumen sebelum memulai bisnis mereka?" 2. Perlihatkan TRANSPARANSI 2 lalu bahas jawaban-jawaban yang diberikan atas kelima pertanyaan tersebut. Bagilah peserta pelatihan menjadi beberapa kelompok dan mintalah mereka mengidentifikasi "5 Pertanyaan (5 W’s)" tentang pasar untuk usaha seperti bengkel mobil, toko roti, toko pakaian, toko biasa, toko buku, dan toko penjual barang-barang kerajinan tangan. Mintalah setiap kelompok memberikan laporan tentang hasil temuan mereka kepada peserta lain di kelas tersebut. 3. Gunakan LEMBAR KERJA 1 sebagai contoh seseorang yang memulai usaha tanpa melakukan penelitian pasar. Mintalah peserta membahas pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Mengapa usaha bahan bangunan Frans Koy gagal? 2. Apa yang seharusnya dilakukan Frans Koy sebelum memulai usahanya? 4. Berdasarkan studi kasus Frans Koy, tekankan tentang perlunya melakukan penelitian pasar sebelum memulai suatu usaha. Mintalah peserta membaca HAND¬OUT 2 dan 3 sebagai dasar untuk mengadakan diskusi. 4
  • 5. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? 5. Diskusikan HANDOUT 4, 5, 6 dengan para peserta dan jelaskan mengapa perencanaan penjualan itu penting, dan beberapa kemungkinan tentang strategi penjualan. 6. Bagikan LEMBAR KERJA 2 dan bagilah peserta ke dalam beberapa kelompok. Mintalah mereka melakukan perencanaan penjualan berdasarkan survei pasar yang digambarkan dalam Lembar Kerja. Kemudian minta mereka mempresentasikan rencana penjualan mereka dan mendiskusikan hasil kerja mereka. 5
  • 6. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 1 HANDOUT 1 Informasi Tentang Pasar 1. Apakah pasar itu? Untuk sebuah usaha, pasar adalah seluruh orang yang ada di sebuah wilayah geografis tertentu yang membutuhkan barang atau jasa, serta bersedia dan mampu membelinya. Setiap usaha menjual beberapa jenis barang atau jasa untuk masyarakat. Calon konsumen dapat digambarkan sebagai: a. Orang yang membutuhkan atau menginginkan barang atau jasa. b. Orang yang mampu membeli barang atau jasa. c. Orang yang ingin membeli barang atau jasa. Kita perlu mempertimbangkan persaingan yang ada. Jika ada beberapa pesaing yang melayani pasar yang sama, maka kita perlu mengetahui apakah pasar tersebut cukup besar untuk menerima usaha baru. Kita juga perlu mengetahui seberapa besar perbedaan antara barang atau jasa tersebut dengan barang atau jasa para pesaing. 2. Apa yang perlu diketahui seorang wirausaha tentang calon konsumen? a. Mengenal konsumen: pasar dapat dibagi menjadi beberapa kelompok pembeli berskala besar atau beberapa karakteristik tertentu seperti berdasarkan usia, jenis kelamin, status perkawinan dan keluarga, pekerjaan, penghasilan dan trend masing-masing karateristik tersebut. b. Mengetahui apa yang diinginkan konsumen: dengan membagi pasar menjadi beberapa kelompok, seorang wirausaha dapat dengan mudah mengetahui barang atau jasa apa yang diinginkan atau dibutuhkan masing-masing kelompok. c. Mengetahui di mana konsumen melakukan pembelian: seorang wirausaha perlu mengetahui di mana konsumen yang ada di pasar mereka melakukan pembelian dan menentukan faktor-faktor apa saja yang membuat mereka beralih dan membeli dari tempat lain. d. Mengetahui kapan konsumen melakukan pembelian: dengan mengetahui frekuensi konsumen melakukan pembelian (setiap hari, setiap minggu, bulan, tahun atau kadang- kadang), seorang wirausaha dapat menetapkan jam kerja yang sesuai, kapan harus memasang iklan dan berapa jumlah barang yang akan dijual pada saat-saat tertentu sepanjang tahun tersebut. e. Mengetahui cara konsumen melakukan pembelian: dengan mengetahui cara konsumen membayar barang dan jasa, seorang wirausaha dapat menentukan kebijakan menjual secara kredit dan penetapan harga yang sesuai untuk bisnis tersebut. 3. Di mana kita dapat memperoleh informasi tentang konsumen? Informasi tentang konsumen dapat diperoleh dari asosiasi-asosiasi dagang atau pengusaha (publikasi), KADIN (kamar dagang dan industri), Departemen Pemerintah (Dinas Perdagangan Daerah), koran dan majalah, dan dengan melakukan penelitian sendiri, yaitu dengan mengadakan survei pasar di masyarakat setempat. 6
  • 7. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? 4. Apakah konsep pemasaran itu? Salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan para pemilik usaha kecil adalah memahami dan menyusun program-program pemasaran untuk menjual barang dan jasa mereka. Program- program pemasaran modern biasanya disusun berdasarkan “konsep pemasaran” dan kinerja pemasaran di mana pemilik usaha perlu memfokuskan upaya-upaya mereka untuk mengidentifikasi, memenuhi, serta menindak-lanjuti kebutuhan para konsumen – yang semua ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Pemasaran didasarkan pada fakta bahwa: (a) semua kebijakan dan kegiatan usaha perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan (b) volume penjualan yang menguntungkan lebih baik dari volume penjualan yang besar. Ketika menerapkan konsep pemasaran ini, usaha kecil perlu: a. mengetahui kebutuhan konsumen mereka (penelitian pasar); b. menganalisis keunggulan kompetitif mereka (strategi pemasaran); c. memilih pasar-pasar mana yang akan dilayani (target pemasaran); dan d. mengetahui cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasar tersebut (marketing mix). 5. Apakah penelitian pasar itu? Penelitian pasar berskala kecil yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dan/atau calon konsumen, dapat membantu seorang wirausaha memahami masalah dan ketidak-puasan para konsumen serta apa yang dibutuhkan seorang wirausaha untuk mengatasi masalah itu, atau barang dan jasa baru apa yang dapat ditawarkan dengan sukses. Penelitian pasar juga diperlukan untuk mengidentifikasikan kecenderungan masyarakat yang dapat mempengaruhi tingkat penjualan dan laba. Kecenderungan masyarakat, perkembangan hukum, dan kondisi perekonomian setempat perlu dipantau agar dapat mengidentifikasi masalah dan peluang yang ada. Di samping itu, kegiatan yang dilakukan pesaing juga perlu dipantau; pesaing dapat saja bergabung atau meninggalkan pasar tersebut. Sebagai contoh, kita perlu mengetahui strategi--strategi yang diterapkan para pesaing, yaitu bagaimana cara mereka bersaing? 6. Apakah strategi pemasaran itu? Strategi pemasaran mencakup upaya mengidentifikasi kelompok-kelompok konsumen (target pasar) yang dapat dilayani usaha kecil dengan cara yang lebih baik dari pesaing, serta upaya untuk membuat tawaran produk, harga, distribusi, promosi serta layanan untuk target pasar melalui pengelolaan bauran pemasaran (marketing mix). Idealnya, strategi ini harus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak dapat dipenuhi di pasar tersebut dan yang merepresentasikan kemungkinan skala usaha dan laba yang memadai. Tentu saja usaha kecil tidak dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Untuk itu, mereka harus mampu menganalisis pasar dan kemampuannya sendiri agar dapat difokuskan pada pasar yang ditargetkannya. 7. Apakah target pasar itu? Pemilik usaha kecil punya sumber daya yang terbatas untuk membiayai kegiatan pemasaran. Memfokuskan upaya-upaya pemasaran mereka pada satu atau dua segmen pasar yang utama merupakan basis dari target pemasaran mereka. Cara-cara utama untuk menggolongkan pasar adalah: a. Pembagian secara geografis: melayani kebutuhan konsumen di wilayah geografis tertentu (misalnya, toko di sebelah mungkin memasang iklan hanya untuk mereka yang tinggal dalam radius satu setengah kilometer dari toko tersebut). b. Pembagian menurut konsumen: mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang kemungkinan besar akan membeli barang tersebut sebelum mencoba menarik perhatian konsumen baru. 7
  • 8. MARI BELAJAR BISNIS 8. Apakah Bauran Pemasaran itu? Bauran Pemasaran digunakan untuk menjelaskan bagaimana pemilik usaha dapat menggabungkan keempat bidang berikut ini menjadi satu program pemasaran yang bersifat menyeluruh. a. Barang atau Jasa (Produk): strategi produk yang efektif untuk usaha kecil mencakup konsentrasi pada sedikit jenis barang atau jasa, mengembangkan barang atau jasa yang sangat khusus, atau menyediakan paket barang atau jasa yang memiliki sejumlah layanan yang berbeda. b. Promosi: bidang pemasaran ini mencakup pemasangan iklan, keahlian menjual, dan kegiatan-kegiatan promosi lainnya. Secara umum, keahlian menjual adalah hal yang wajib dilakukan untuk usaha kecil karena kemampuan mereka yang terbatas untuk memasang iklan secara besar--besaran. c. Tempat/Distribusi (Place): produsen dan pedagang grosir harus menentukan cara yang tepat untuk mendistribusikan barang-barang mereka. Umumnya, produsen berskala kecil bekerja melalui distributor atau agen yang sudah mapan. Pedagang eceran berskala kecil perlu mempertimbangkan faktor biaya dan arus barang sebagai dua faktor penting dalam memilih lokasi bisnis. Dengan kata lain, lokasi yang tidak terlalu mahal dan biaya pengiriman arus barang yang rendah, berarti mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk iklan supaya dapat meningkatkan arus barang. d. Harga (Price): menentukan besarnya harga dan/atau kebijakan harga (termasuk pemberian kredit) merupakan faktor penting yang mempengaruhi total penghasilan. Secara umum, harga yang lebih tinggi berarti volume yang rendah dan demikian pula sebaliknya. Namun, usaha kecil sering menerapkan harga yang lebih tinggi karena mereka menawarkan layanan yang bersifat pribadi. Sifat barang/jasa juga penting dalam menentukan lokasi. Apabila sebagian besar pembelian dilakukan untuk membeli barang-barang ringan (misalnya soda atau permen), maka dibutuhkan arus barang dan kelayakan yang sangat tinggi. Di sisi lain, lokasi kurang penting untuk barang/ jasa yang dicari sendiri oleh konsumen (misalnya barang-barang pasokan untuk hotel). 9. Bagaimana cara mengevaluasi kinerja pemasaran? Setelah menentukan program pemasaran, pemilik usaha perlu mengevaluasi keputusan- -keputusan mereka. Standar kinerja perlu ditetapkan agar hasilnya dapat dievaluasi berdasarkan standar-standar tersebut. Data yang tepat tentang norma industri dan kinerja di masa lalu merupakan dasar untuk membandingkan kinerja saat ini. Pemilik usaha perlu mengevaluasi kinerja pemasaran mereka minimal tiga bulan sekali. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang penting: Apakah bisnis telah berjalan seoptimal mungkin untuk berorientasi pada konsumen? Apakah pegawai sudah memastikan terpenuhinya kebutuhan konsumen dan konsumen sudah merasa puas dan ingin kembali lagi? Bisakah konsumen mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan harga bersaing? 10. Bagaimana cara menganalisis kelayakan barang atau jasa? Konsumen membeli barang atau jasa untuk kebutuhan pribadi mereka dan bukan untuk mencari untung. Konsumen membeli untuk memuaskan diri mereka atau untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan keluarga mereka. Konsumen membeli barang atau jasa karena mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Konsumen termotivasi untuk membeli atas dasar dua alasan pokok berikut ini: Alasan emosional: gengsi dalam hal penampilan diri, pencapaian sosial, ambisi, kebersihan, hiburan, dan banyak waktu senggang. Kebutuhan rasional: daya tahan, kegunaan ekonomis, harga ekonomis, praktis, pengoperasiannya efisien, dan kegunaannya dapat diandalkan. 8
  • 9. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Para psikolog menyatakan, perilaku konsumen dalam membeli pertama-tama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok tertentu. Kebutuhan-kebutuhan yang sangat pokok ini mencakup kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Mereka yang hanya memiliki sumber daya keuangan yang sedikit membutuhkan barang dan jasa yang terbaik sesuai dengan uang yang mereka miliki. Terbaik dalam hal jumlahnya, kualitas, dan dapat diandalkan. Banyak konsumen tidak mau mengakui bahwa barang dan jasa yang mereka beli adalah untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka. Namun sebagian besar ahli jiwa percaya bahwa gengsi dalam hal penampilan pribadi adalah motif untuk membeli yang bersifat emosional. Biasanya, motif-motif tertentu lebih rasional dibandingkan dengan motif-motif yang lain. Dikarenakan masyarakat menganggap diri mereka sebagai individu yang rasional, mereka cenderung memberi alasan mengapa mereka melakukan pembelian dengan cara yang sangat logis. Untuk mencapai sukses dalam memasarkan barang atau jasa, seorang wirausaha perlu mengetahui apa motif konsumen membeli barang atau jasa tersebut. 11. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pasar konsumen? Pasar konsumen tengah mengalami perubahan secara konstan. Sebagian besar faktor berikut ini telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan perilaku konsumen selama beberapa tahun belakangan ini. Perubahan populasi, seperti perubahan distribusi pendapatan berdasarkan usia, termasuk peningkatan daya beli secara keseluruhan dan jumlah uang yang digunakan untuk membeli “barang-barang mewah”: Perubahan gaya hidup dan perilaku. Persentase tenaga kerja perempuan yang lebih tinggi. Waktu senggang yang lebih banyak. Maraknya pembelian secara kredit. Meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dan atas dan tenaga kerja terampil. Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih tinggi secara keseluruhan. Tingkat inflasi yang tinggi. Perubahan teknologi (telepon seluler/handphone). Seorang wirausaha perlu mengamati perubahan-perubahan perilaku konsumen ini. Seorang wirausaha mungkin perlu mengubah atau memperbaiki kebijakan dan prosedur pemasaran mereka. Meramalkan perubahan pasar adalah tugas yang sangat penting tetapi sulit dilakukan. Informasi tentang pasar harus dikumpulkan dan dianalisis secara terus-menerus. 9
  • 10. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 1 TRANSPARANSI 1 Pertanyaan-Pertanyaan Yang Terkait Dengan Informasi Pasar 1. Apakah pasar itu? 2. Apa yang perlu diketahui seorang wirausaha tentang calon konsumen? 3. Di mana kita dapat memperoleh informasi tentang konsumen? 4. Apakah konsep pemasaran itu? 5. Apakah penelitian pasar itu? 6. Apakah strategi pemasaran itu? 7. Apakah target pemasaran itu? 8. Apakah bauran pemasaran itu? 9. Bagaimana cara mengevaluasi kinerja pemasaran? 10. Bagaimana cara menganalisis kelayakan barang atau jasa? 11. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pasar konsumen? 10
  • 11. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 1 TRANSPARANSI 2 Lima Kata Tanya Tentang Pasar (5 W) "Lima kata tanya (5 W)" adalah kerangka acuan yang dapat digunakan seorang wirausaha untuk mengumpulkan data tentang potensi pasar agar lebih memahami dan memprediksi perilaku para pembeli. Ingat : ada lima kata tanya (yaitu Siapa / Who, Apa /What, Kapan / When, Di mana / Where dan Mengapa / Why) yang memiliki faktor dan elemen tertentu untuk setiap kata tanya tersebut. 11
  • 12. MARI BELAJAR BISNIS Pertanyaan Faktor Elemen 1. Siapa Konsumen saya ? Demografis Populasi: jumlah, (Who) pertumbuhan, penurunan, pergerakan (keluar masuk), usia (rata-rata, kecenderungan), status perkawinan (jumlah, kecenderungan) Pendidikan: jumlah sekolah (semua level), tingkat pendidikan (rata-rata, kecenderungan). Struktur keluarga: jumlah, komposisi, kecenderungan. Perekonomian: tingkat penghasilan individu, kepemilikan (lahan, tempat tinggal, mobil, modal). Perumahan: usia, permulaan, pola kepemilikan, jumlah unit yang disewakan, kecenderungan. 2. Apa yang mereka Barang atau jasa Penelitian pasar (formal) butuhkan? (What) Observasi secara informal. Siklus bisnis 3. Kapan mereka membeli? Waktu Siklus barang (When) Siklus konsumen 4. Dimana mereka membeli? Pasar Lokasi (Where) Tenaga kerja anda Transportasi Lokasi yang cocok (factor- faktor pribadi) 5. Mengapa mereka membeli? Permintaan yang Minat masyarakat (Why) efektif Daya beli masyarakat Kebiasaan dan kecenderungan untuk membeli 12
  • 13. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 1 HANDOUT 1 Mengenali Pesaing Anda Menganalisa Persaingan Dalam membuka usaha baru, kita perlu mempertimbangkan persaingan yang ada, namun kita tidak perlu mengambil risiko bila kompetisi yang ada terlalu keras. Lebih baik kita memilih jenis usaha lain apabila persaingan yang ada sudah terlalu tajam. Anda harus mengenal pesaing maupun konsumen Anda. Hasil usaha akan dicapai setelah mengalahkan pesaing anda. Cara terbaik melakukannya adalah dengan mengetahui siapa pesaing Anda dan sistem pengoperasian mereka. Sayangnya, banyak wirausaha yang tidak pernah berupaya mengetahui pesaing mereka sampai segala sesuatunya sudah menjadi bubur. Untuk mengetahui pesaing mereka, langkah-langkah ini perlu diambil oleh para wirausaha. Langkah 1: Mengidentifikasi pesaing Anda A. Pesaing Langsung: buatlah daftar semua pesaing Anda berdasarkan nama, alamat dan jenis usaha mereka. B. Pesaing Tak Langsung: buatlah daftar nama, alamat dan jenis usaha semua perusahaan yang menyediakan barang dan/atau jasa, walaupun tidak persis sama, yang dapat digunakan sebagai pengganti barang dan/atau jasa yang Anda tawarkan. Langkah 2: Menganalisis usaha yang baru berdiri dan yang gagal A. Buatlah daftar usaha yang sudah berdiri selama dua tahun terakhir. B. Buatlah daftar usaha yang gulung tikar selama dua tahun terakhir. C. Analisis alasan di balik kegagalan usaha tersebut selama dua tahun terakhir ini. Faktor atau serangkaian faktor apa yang menciptakan optimisme bisnis-bisnis baru yang sukses? Faktor atau serangkaian faktor apa yang ada dalam usaha yang gagal? Langkah 3: Menganalisis usaha yang sudah ada A. Perkirakan total penjualan dan laba setiap pesaing Anda. B. Nilailah pesaing Anda dalam hal harga, mutu barang atau jasa, fasilitas, promosi dan penjualan. Berapa harga yang mereka tawarkan? Bagaimana mutu barang dagangan mereka? Berapa besar biaya yang mereka gunakan untuk memasang iklan? Layanan ekstra apa saja yang mereka tawarkan? Apakah kondisi penjualan mereka bersifat fleksibel? Apakah kantor mereka berlokasi di daerah yang mahal, sedang atau murah? Apakah proses dan peralatan produksi mereka tergolong modern? Apakah pekerja mereka sudah sangat terlatih? Apakah pekerja mereka diberi upah yang tinggi? C. Perhatikan apakah ada kaitan antara perusahaan-perusahaan yang sukses dengan sistem pengoperasian yang mereka terapkan? Yaitu, apakah perusahaan-perusahaan itu memiliki kesamaan dalam metoda penetapan harga, penjualan dan/atau produksi? Analisis yang menyeluruh terhadap metoda-metoda pengoperasian berdasarkan total penjualan dan laba perusahaan mereka, akan menghasilkan informasi penting. 13
  • 14. MARI BELAJAR BISNIS Langkah 4: Membandingkan pengelolaan bisnis yang Anda usulkan dengan pesaing Anda A. Sebutkan keunggulan barang dan/atau jasa Anda dalam hal harga, kinerja, mutu, daya tahan, dan visibilitasnya bila dibandingkan dengan pesaing Anda. B. Jelaskan mengapa metoda pengoperasian bisnis Anda akan lebih berhasil bila dibandingkan dengan pesaing Anda. C. Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang sama dengan usaha yang lain, maka Anda perlu menjelaskan mengapa: 1. Potensi pasar cukup besar untuk membantu Anda dan perusahaan-perusahaan lain secara menguntungkan; atau 2. Pasar tidak dapat membantu semua pesaing, namun bisnis Anda akan menjadi bisnis yang lebih efisien dan/atau efektif. D. Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang berbeda dari pesaing, maka Anda perlu menjelaskan mengapa perusahaan lain tidak menggunakan cara ini. Apakah bisnis-bisnis lain tidak mengetahui peluang ini? Atau apakah mereka sudah mengetahui hal yang belum Anda ketahui? 14
  • 15. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 2 LEMBAR KERJA 1 Usaha Bahan Bangunan "Frans Koy" Frans Koy adalah seorang guru muda yang tinggal di sebuah kota kecil. Setelah pindah ke kota itu, Frans Koy bergaul dengan banyak orang karena ia memang suka bergaul dan sering ikut dalam kegiatan-kegiatan masyarakat di kota itu. Frans Koy ingin memperoleh uang lebih dan untuk itu, ia ingin membuka suatu usaha. Istrinya mendorong Frans untuk mencoba cara lain yang dapat menghasilkan pemasukan yang lebih besar dari sekadar mengajar. Frans Koy mendengar melalui seorang temannya bahwa ada stok bahan bangunan yang dijual di kota lain. Pemilik toko bahan bangunan tersebut telah meninggal dunia. Dengan berbekal uang Rp 20 juta, Frans Koy ingin membeli beberapa bahan bangunan. Sambil melihat kemungkinan- kemungkinan yang ada di kotanya, ia lalu menyewa sebuah toko kosong yang terletak di antara dua toko eceran. Salah satu toko ini adalah toko pakan hewan, sedangkan toko yang satu lagi adalah toko bahan bangunan yang sudah lama berdiri dan dimiliki oleh seorang wirausaha separoh baya yang pintar. Walaupun seorang bankir setempat telah menyarankan Frans Koy agar tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai guru, ia berkeras untuk tetap meninggalkan pekerjaannya dan mengambil tabungannya sebesarnya Rp 50 juta dan mulai menjalankan bisnis bahan bangunannya. Wirausaha lain di kota itu merasa toko bahan bangunan baru itu tidak akan mampu meraih sukses. Salah seorang pengecer lokal mengatakan bahwa kota kecil itu tidak mampu menyediakan pasar yang cukup untuk dua toko bahan bangunan. Setelah membuka tokonya, Frans Koy memasang papan promosi di jendela tokonya: "Buka dari jam 6 pagi sampai 10 malam. Juga dapat dihubungi di luar jam kerja:" Frans Koy mengira dengan cara seperti ini ia dapat bersaing dengan toko bahan bangunan yang sudah berdiri lama di sebelah tokonya. Selama hari kerja, toko bahan bangunan Frans Koy adalah satu-satunya toko di kota itu yang tetap buka sesudah jam 6 sore. Jam kerja toko Frans Koy lama, namun tidak menghasilkan banyak penjualan. Konsumen yang tertarik pada Frans Koy hanya segelintir orang yang menggunakan fasilitas kredit untuk membeli barang dari toko baru tersebut dan bukan membayar tunai. Tak lama kemudian Frans Koy mendapati stok barangnya menipis, namun ia tidak punya uang untuk membeli stok baru, dan ia tidak dapat meminjam uang agar bisnisnya tetap bertahan. Akibat persaingannya dengan toko bahan bangunan lama yang terletak di sebelahnya, bisnis Frans Koy hanya mampu bertahan selama delapan belas bulan. Tidak pernah ada peluang untuk meraih sukses. Pasar untuk barang-barang bahan bangunan di kota itu terlalu kecil untuk mendukung dua toko bahan bangunan. Bahkan manajer terbaik sekalipun tidak mampu membuat toko Frans Koy sukses. Ia menyesal karena tidak meneliti segala sesuatunya lebih seksama sebelum mulai menjalankan bisnis tersebut. Mungkin gaji guru tidak terlalu buruk. Pertanyaan diskusi: 1. Mengapa bisnis bahan bangunan Frans Koy gagal? 2. Apa yang seharusnya dilakukan Frans Koy sebelum memulai bisnisnya? 15
  • 16. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 1 HANDOUT 2 Mengadakan Penelitian Pasar Anda mungkin memiliki barang atau jasa yang sangat cocok untuk ditawarkan kepada masyarakat. Namun salah satu kunci keberhasilan atau kegagalan suatu bisnis adalah mengetahui apakah ada cukup konsumen yang bersedia membeli barang atau jasa Anda secara teratur. Harga barang atau jasa tersebut harus dapat menghasilkan margin keuntungan yang memadai, agar bisnis Anda dapat terus bertahan atau bahkan lebih berkembang lagi. Sebelum menanamkan modal untuk usaha, Anda perlu mengetahui apakah ada pasar yang belum terpenuhi kebutuhannya. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini perlu dijawab untuk mengetahui apakah pesaing Anda sedang beroperasi di bidang usaha yang Anda usulkan. Apakah pasar sedang berkembang dengan tingkat pertumbuhan yang memungkinkan hadirnya sebuah usaha baru? Saat pasar sedang mengalami penurunan, bagaimana Anda dapat merebut pangsa pasar dari pesaing Anda? Seberapa besar perbedaan antara barang atau jasa Anda dengan apa yang dimiliki pesaing Anda? Apakah Anda sudah mengetahui segmen pasar mana yang perlu dilayani? Langkah-langkah yang perlu diambil dalam melaksanakan survei pasar Pelaksanaan survei pasar melibatkan langkah-langkah berikut ini: 1. Menetapkan tujuan diadakannya survei pasar dan informasi apa yang diperlukan. 2. Menyusun informasi rinci tentang survei pasar misalnya: Sumber informasi Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan penelitian tersebut Metodologi yang akan diterapkan untuk mengumpulkan informasi Menyusun rencana aksi 3. Memilih sampel dan menetapkan kontak serta kunjungan apa yang perlu dilakukan. 4. Menyusun kuesioner dan rencana untuk mengadakan wawancara survei. 5. Mengumpulkan dan menganalisis data. 6. Menyusun laporan tentang hasil temuan. Bagi seorang wirausaha baru, masalah besar yang akan mereka hadapi dalam mengadakan survei pasar adalah mereka tidak mengetahui sumber dan kontak tertentu untuk memperoleh informasi. 16
  • 17. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Sumber Informasi Sumber informasi dapat dibagi menjadi: 1. Sumber Data Primer: informasi yang berasal dari hasil kontak dengan mereka yang terlibat langsung dalam kegiatan terkait. Untuk survei barang-barang perabotan, misalnya, informasi yang diperoleh dari para produsen atau pedagang grosir perabotan akan menjadi sumber data yang utama. 2. Sumber Data Sekunder: data yang sudah ada dan dapat digunakan dalam investigasi. Informasi ini mungkin tidak dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Informasi ini dapat diperoleh dari asosiasi dagang/produsen atau data-data yang sudah dipublikasikan. Petunjuk Mengadakan Survei Pasar Petunjuk-petunjuk berikut ini dapat digunakan untuk membantu seorang wirausaha mengadakan survei pasar secara efektif dan sistematis. Prasangka yang bersifat pribadi dapat menimbulkan faktor yang negatif dalam mengumpulkan informasi dari berbagai pihak. Bersikaplah sabar dan teguh dalam mengumpulkan informasi selama survei berlangsung. Jangan berikan informasi kepada orang lain. Catatlah informasi segera setelah Anda mengunjungi seseorang. Hindari menulis atau melihat kertas-kertas Anda saat mewawancarai seseorang. Urutan pertanyaan, keterlibatan, dan komitmen untuk memperoleh informasi adalah faktor- faktor penting dalam mencapai survei pasar yang berhasil. Cara terbaik mendekati pesaing Anda adalah dengan mengunjungi mereka sebagai calon konsumen. Anda dapat menunjukkan minat Anda untuk membantu menjual produk-produk mereka. Setelah survei selesai dilaksanakan, laporan rinci tentang hasil temuan Anda perlu disusun dalam bentuk tulisan. Laporan tentang survei pasar ini dapat membantu Anda menilai kelayakan pemasaran produk Anda. Laporan ini juga dapat dijadikan dokumen yang penting untuk meyakinkan lembaga- lembaga keuangan tentang pemahaman Anda mengenai pasar tersebut. 17
  • 18. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 1 HANDOUT 3 Menyusun Rencana Penjualan Bagian yang penting dalam laporan penelitian pasar adalah menyusun rencana penjualan. Seorang wirausaha harus punya bayangan atau gambaran nyata tentang berapa banyak produk atau jasa yang dapat dijual dalam jangka pendek. Untuk itu, berdasarkan temuan survei pasar ia menyiapkan rencana penjualan bulanan secara umum untuk 12 bulan ke depan. Bila usaha tersebut menawarkan beberapa produk atau pelayanan dengan harga beragam, perkiraan ini harus dibuat untuk masing- masing produk atau layanan secara tersendiri. Namun, seorang penjual eceran atau seorang penjual grosir dengan produk berjumlah besar akan membuat rencana penjualan untuk kelompok-kelompok utama produk dengan suatu harga rata-rata. Suatu rencana penjualan memiliki tiga elemen: kuantitas produk yang harus terjual, harga produk dan jumlah harga dikalikan kuantitas, dan harga dari turnover. Turn¬over adalah jumlah yang diterima usaha tersebut dari penjualan selama satu bulan (turnover bulanan) atau selama satu tahun (turnover tahunan), atau jumlah barang/jasa yang paling laku terjual dan paling sering dibeli oleh pelanggan. Rencana Penjualan Perusahaan XYZ Tahun ………….. Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Produk1 Harga/Unit Turnover Rencana penjualan juga mencerminkan variasi musiman dalam bisnis, misalnya suatu restoran di pantai akan mendapatkan lebih banyak konsumen di musim kemarau daripada musim hujan, atau suatu toko penjahit yang menjual seragam sekolah akan menjual produknya paling banyak ketika tahun ajaran baru dimulai. Dari rencana penjualan, seorang wirausaha akan mengetahui kapan ia membutuhkan bahan mentah atau barang dan berapa uang yang ia harapkan untuk didapatkan setiap bulannya. Seorang wirausaha yang sudah lama melakukan bisnis akan memahami dari pengalamannya bagaimana bisnis berjalan sepanjang tahun. Namun, suatu survei pasar harus dilakukan secara teratur, terutama ketika rencana penjualan tidak tercapai atau sang wirausaha akan mengembangkan bisnisnya dan menawarkan produk baru. Seseorang yang akan memulai bisnis baru harus benar-benar memperhatikan survei pasar karena ia harus mengetahui dengan pasti bahwa produk atau jasa tersebut dapat terjual dalam jumlah dan dengan harga yang ditetapkan. 18
  • 19. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Ingat : Kelangsungan usaha tersebut bergantung pada penjualan. Penjualan hanya dapat diperkirakan sampai tingkat tertentu, bahkan sesudah melakukan penghitungan dengan baik. Ketepatan penghitungan tergantung kualitas data yang digunakan. Informasi yang disediakan oleh peneliti pasar tidak selalu tepat, jadi beberapa skenario yang berbeda harus diperhitungkan dalam perencanaan. Sikap pemain lain dan masuknya pemain baru dalam pasar tetap menjadi risiko setiap usaha. Pengaruh-pengaruh semacam itu sangat sulit untuk dihitung/diteliti, namun sangat penting dalam suksesnya suatu usaha. Dengan kalkulasi yang baik/penelitian pasar seorang wirausaha dapat mengurangi risiko memulai suatu usaha. Namun, memulai suatu usaha akan selalu menjadi suatu risiko karena tidak semua pengaruh dapat diperkirakan. Contoh Pembuatan Rencana Penjualan Sembari sekolah di sebuah SMK, Amirall Ghaprank menjalankan bisnis pembibitan dan penjualan Anggrek di Batu, Malang, Jawa Timur. Hasil penjualannya selama ini sangat memuaskan karena di samping Batu sebagai daerah tujuan wisata, kondisi geografis daerah itu sangat mendukung, sehingga risiko pembibitan dan kerugian bisa dihindari. Harga penjualan “anggrek bulan” sebesar Rp 50.000 per buah, dan “anggrek panda” sebesar Rp 100.000. Berdasarkan penjualan tahun sebelumnya, Ghaprank membuat dua skenario: Sebanyak 50.000 buah bunga “anggrek bulan” dan pangsa pasar Ghaprank sebesar 10 persen Sebanyak 40.000 buah bunga “anggrek panda” dan pangsa pasar Ghaprank sebesar 5 persen. Sedangkan kecenderungan penjualan dapat diperkirakan sebagai berikut : Jenis Anggrek Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Anggrek Bulan 15% 9% 10% 2% 8% 6% 6% 10% 6% 4% 2% 22% Anggrek Panda 20% 7% 8% 5% 8% 5% 6% 8% 6% 3% 5% 19% Dengan toleransi kesalahan/margin error 10% (Optimistis +10%, dan Pesimistis -10%), rencana penjualan dan turnover usaha Ghaprank dapat diuraikan sebagai berikut : 19
  • 20. RENCANA PENJUALAN 20 DENGAN ASUMSI PANGSA PASAR (MARKET SHARE) 10% MARI BELAJAR BISNIS Anggrek Bulan Market Share : 10% X 50.000 = 5.000 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ag t Sep Okt Nov Des Jumlah Deskripsi 15% 9% 10% 2% 8% 6% 6% 10% 6% 4% 2% 22% 100% Penjualan 750 450 500 100 400 300 300 500 300 200 100 1,100 5.000 Harga/unit 5.00 0 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 Turn over yang diharap kan 3.750 .000 2.250 .000 2.500 .000 500 .000 2.000 .000 1.500 .000 1.500 .000 2.500 .000 1.500 .000 1.000 .000 500 .000 5.500 .000 25,000,000 -10% margin error 3.375 .000 2.025 .000 2.250 .000 450 .000 1.800 .000 1.350 .000 1.350 .000 2.250 .000 1.350 .000 900 .000 450 .000 4.950 .000 22,500,000 +10% margin error 4.125 .000 2.475 .000 2.750 .000 550 .000 2.200 .000 1.650 .000 1.650 .000 2.750 .000 1.650 .000 1.100 .000 550 .000 6.050 .000 27,500,00 0 Anggrek Panda Market Share : 5% X 40.000 = 2.000 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ag t Sep Okt Nov Des Jumlah Deskripsi 20% 7% 8% 5% 8% 5% 6% 8% 6% 3% 5% 19% 100% Penjualan 400 140 160 100 160 100 120 160 120 60 100 380 2.000 Harga/unit 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 10 .000 Turnover yang 4.000 .000 1.400 .000 1.600 .000 1.000 .000 1.600 .000 1.000 .000 1.200 .000 1.600 .000 1.200 .000 600 .000 1.000 .000 3.800 .000 20 .000 .000 diharap kan - 10% margin error 3.600 .000 1.260 .000 1.440 .000 900 .000 1.440 .000 900 .000 1.080 .000 1.440 .000 1.080 .000 540 .000 900 .000 3.420 .000 18 .000 .000 + 10% margin mrror 4.400 .000 1.540 .000 1.760 .000 1.100 .000 1.760 .000 1.100 .000 1.320 .000 1.760 .000 1.320 .000 660 .000 1.100 .000 4.180 .000 22 .000 .00 0 Perkiraan Turnover tahunan dapat dihitung sebagai berikut : Turnover Anggrek Bulan 22.500.000 s.d 27.500.000 Turnover Anggrek Panda 18.000.000 s.d 22.000.000 Turnover Keseluruhan 40.500.000 s.d 49.500.000 Jadi perkiraan penjualan / rencana penjualan untuk tahun depan berkisar Rp 40 500.000 sampai Rp 49 .500.000 per tahun .
  • 21. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 1 LEMBAR KERJA 2 Mengembangkan Rencana Penjualan Hendra baru saja lulus dari lembaga pelatihan kejuruan. Di sana, ia belajar menjahit. Temannya, Ika, bekerja sebagai pramuniaga di sebuah butik. Dengan berbekal kemampuan penjualan dan pengalaman bisnis Ika, serta keterampilan teknis Hendra, mereka merasa bisa menjadi suatu tim yang bagus untuk membuka sebuah toko jahit. Keduanya sedang mempertimbangkan bekerja mandiri sebagai pilihan karier, bukan hanya karena mereka sudah mengambil kelas pelatihan kewirausahaan, namun juga karena mereka menemukan suatu kesempatan yang baik: sebuah sekolah baru akan dibuka di daerah pinggiran kota berukuran sedang yang sedang berkembang pesat, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota. Karena mereka berdua tinggal di kota tersebut sebelum pelatihan, mereka mengetahui bisnis-bisnis lokal dan situasi di sana dengan cukup baik dan mereka menyadari bahwa pada saat ini belum ada toko seragam di pinggiran kota tersebut, sementara seragam merupakan suatu keharusan di tiap sekolah. Karena peluang tersebut, mereka sangat tertarik untuk memeriksa apakah ada pasar yang sesuai untuk membuka suatu toko baru. Gagasan bisnis mereka adalah membeli seragam yang diproduksi secara massal di pabrik di ibukota, menyesuaikan seragam ini dengan kebutuhan sekolah tersebut, dan menjualnya di toko mereka sendiri. Mereka mau menjual seragam ini dalam suatu paket yang akan mencakup semua yang dibutuhkan: jaket, celana panjang/rok, kemeja, kaus kaki, sepatu, dasi, dan lain-lain. Dengan mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh pesaing mereka, mereka telah menghitung bahwa harga dari setiap paket seragam adalah Rp 500.000 (untuk laki-laki dan perempuan). Sekolah tersebut baru-baru ini mengumumkan prasyarat untuk seragam. Ika dan Hendra sudah mencoba memproduksi seragam tersebut sesuai dengan prasyarat dan telah menunjukkan produk mereka kepada pejabat sekolah yang bertanggung jawab perihal seragam. Pejabat tersebut cukup puas dengan hasil kerja mereka dan berjanji untuk mengikutsertakan bisnis Ika dan Hendra dalam daftar toko yang direkomendasikan sekolah yang akan dibagikan kepada orang tua. Walaupun situasi ini nampaknya menjanjikan, Ika dan Hendra memutuskan untuk melakukan penelitian pasar dengan dibantu oleh seorang konsultan bisnis untuk melihat apakah ada pasar yang sesuai untuk memulai suatu usaha. Penelitian mereka menghasilkan informasi sebagai berikut. Ada tiga toko lain di kota tersebut yang juga menawarkan seragam dan dapat dimasukkan juga ke dalam daftar toko yang direkomendasikan sekolah. Dibanding dengan toko-toko lain itu, Ika dan Hendra melihat keuntungan kompetitif bisnis mereka sebagai berikut: Lokasi: Mereka mengharapkan bahwa keuntungan pertama mereka adalah lokasi. Tidak ada toko lain di pinggiran kota tersebut dan dalam radius 3 km dari sekolah. Toko Serba Ada: Tidak ada toko lain yang menawarkan seragam dan sepatu yang disyaratkan sekolah baru tersebut dalam satu paket. Namun demikian, begitu toko Ika dan Hendra dan sekolah baru tersebut dibuka, toko-toko lain kemungkinan akan cepat beradaptasi dengan situasi baru tersebut. 21
  • 22. MARI BELAJAR BISNIS Harga dan Kompetisi: Ika dan Hendra berpikir bahwa mereka bisa memberikan harga bersaing dengan para saingan mereka dengan harga Rp 500.000 tersebut. Namun mereka harus mempertimbangkan bahwa saingan mereka mungkin akan dapat mengurangi harga karena kompetisi yang semakin tinggi. Jadi Hendra dan Ika mencari tahu di mana dan dengan harga berapa para saingan mereka membeli bahan bakunya. Kompetisi dalam bisnis seragam sekolah/ permak tidak begitu tinggi karena konsumen nampaknya lebih menyukai toko-toko yang berlokasi dekat sekolah atau ke rumah mereka. Hendra dan Ika berasumsi bahwa pemilik toko lain di kota tersebut cukup puas dengan pangsa pasar (market shares) mereka karena mereka sedikit sekali melakukan kegiatan pemasaran dan periklanan. Semua toko tersebut telah melakukan bisnis selama beberapa tahun, menawarkan harga yang mirip, dan melayani sekolah yang lain. Namun sebagaimana yang telah ditunjukkan penelitian mereka, satu pesaing mungkin dapat menawarkan harga yang lebih rendah, karena ia membeli bahan bakunya lebih murah dari Hendra dan Ika, tapi ia berlokasi cukup jauh dari sekolah, sekitar 7 km dan menggunakan kain berkualitas rendah. Sejauh ini, tidak ada bisnis lain yang nampaknya menyadari peluang tersebut. Sekolah Dasar baru di pinggiran kota itu akan mulai dengan 250 murid. Perkiraan resmi dari pemerintah menyatakan bahwa selama 4 tahun pertama sekolah itu secara bertahap akan meningkatkan jumlah muridnya menjadi 1.000 dan kemudian akan tetap pada tingkat itu. Setiap murid yang masuk ke sekolah tersebut akan membeli seragam baru. Melalui survei berbasis kuesioner, Ika dan Hendra dapat mengumpulkan informasi lebih banyak tentang konsumen potensial mereka. Mereka melakukan pengumpulan pendapat dari orang tua 250 murid di pinggiran kota itu yang akan mulai belajar di sekolah baru tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa 70 persen dari orang tua anak-anak ini menyukai gagasan paket seragam dengan harga Rp 500.000 yang cukup kompetitif dari toko yang dekat dan mereka akan mempertimbangkan untuk membelinya. Sekitar 20 persen menyatakan bahwa mereka belum memikirkan untuk membeli seragam sekolah. Sisanya menjawab bahwa mereka akan mencari harga yang paling murah dan rela melakukan perjalanan yang jauh untuk menghemat uang. Lebih jauh lagi melalui wawancara dengan pemilik toko di kota-kota lain yang menjual paket seragam dan juga dengan menggunakan data statistik, Ika dan Hendra dapat menghitung berapa seragam sekolah yang biasanya dibeli. Setidaknya satu paket seragam diperlukan setiap tahunnya untuk setiap anak karena anak-anak usia SD cepat sekali tumbuh. Kira-kira separuh dari para pemilik toko yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka memperhitungkan satu seragam per anak per tahun, sementara separuh lagi lebih optimistis dan menyatakan mereka biasanya memperhitungkan angka rata-rata 1,5 paket seragam untuk setiap anak SD. Melalui data statistik, Ika dan Hendra dapat memperkirakan distribusi penjualan paket seragam selama satu tahun (Lihat Tabel 1). Sebagai tambahan, mereka menerima angka-angka yang menarik dari asosiasi penjahit, yang baru saja dipublikasikan. Asosiasi tersebut memperkirakan bahwa untuk tiap 100 penduduk, ada rata- rata 8 permintaan permak pakaian. Sementara harga rata-rata permak pakaian yang digunakan oleh asosiasi tersebut adalah Rp 30.000. Daerah dimana toko Hendra dan Ika akan dibuka memiliki populasi sekitar 8.000 penduduk. Asosiasi tersebut juga memberikan angka rata-rata distribusi penjualan pelayanan permak setiap tahunnya. ini juga terdapat dalam tabel 1. Karena survei tersebut dilakukan dari sampel representatif dan data statistik, sehingga tidak akan mencerminkan semua variasi kemungkinan yang akan terjadi, maka diperkirakan ada kemungkinan salah 10 persen dari semua angka yang disediakan. 22
  • 23. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Penjualan Rata-Rata Seragam / Pelayanan Permak Pakaian Selama Satu Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Seragam 10% 2% 9% 2% 2% 13% 40% 10% 3% 2% 2% 5% Bisnis Permak 8% 8% 10% 8% 8% 11% 6% 8% 6% 9% 7% 11% Kerjakan : 1. Buatlah perkiraan penjualan bagi bisnis Ika dan Hendra (penjualan paket seragam dan permak pakaian) dengan angka-angka yang sudah diberikan. Apakah Anda dapat membuat perencanaan penjualan yang optimistis dan yang lebih pesimistis untuk tahun pertama bisnis tersebut. 2. Apakah kesulitan utama bisnis mereka? Apakah keadaan-keadaan lain yang mungkin mempengaruhi penjualan mereka yang tidak bisa dihitung dan tetap menjadi risiko. Bagaimana turnover yang diharapkan untuk didapatkan selama 4 tahun pertama bisnis mereka? 23
  • 24. RENCANA PENJUALAN DENGAN ASUMSI PANGSA PASAR (MARKET SHARE) 70% BISNIS SERAGAM DAN SATU PAKET 24 SERAGAM DIJUAL KEPADA SATU MURID Turnover per tahun: Rp 87.500.000 (-10% margin error: Rp 78.750.000; +10% margin error: Rp 96.250.000) MARI BELAJAR BISNIS JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AG T SEP OKT NOV DES JUMLAH Persen 10% 2% 9% 2% 2% 13% 40% 10% 3% 2% 2% 5% Turnover yang 8.750.000 1.750.000 7.875.000 1.750.000 1.750.000 11.365.000 35.000.000 8.750.000 2.625.000 1.750.000 1.750.000 4.375.000 87.500.000 diharapkan -10% margin error 7.875.000 1.575.000 7.087.500 1.575.000 1.575.000 10.237.500 31.500.000 7.875.000 2.362.500 1.575.000 1.575.000 3.937.500 78. 750.000 +10% margin error 9.625.000 1.925.000 9.112.500 1.925.000 1.925.000 12.512.500 38.500.000 9.625.000 2.887.500 1.925.000 1.925.000 4.812.500 96.250.000 RENCANA PENJUALAN DENGAN ASUMSI PANGSA PASAR (MARKET SHARE) 90% DAN 1,5 SERAGAM PER MURID Skenario sangat optimistis memperkitakan 20% orang tua yang belum terpikir untuk membeli seragam sekolah akan memutuskan untuk membeli di toko Hendra dan Ika. Terlebih lagi, menurut “pemilik toko yang optimistis”, penjualan 1,5 seragam dapat diasumsikan, sehingga penjualan berikut mungkin akan dicapai: Turnover Tahunan: Rp 151.875.000 (-10% margin error : Rp 185.625.000; +10% margin error: Rp 168.750.000 ) JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JUMLAH Persen 10% 2% 9% 2% 2% 13% 40% 10% 3% 2% 2% 5% Turnover yang 16.875.000 3.375.000 15.187.500 3.375.000 3.375.000 21.937.500 67.500.000 16.875.000 5.062.500 3.375.000 3.375.000 8.437.500 168.750.000 diharapkan -10% margin error 15.187.500 3.037.500 13.668.750 3.037.500 3.037.500 19.743.750 60.750.000 15.187.500 4.556.250 3.037.500 3.037.500 7.593.750 151.875.000 +10% margin error 18.562.500 3.712.500 16.706.250 3.712.500 3.712.500 24.131.250 74.250.000 18.562.500 5.568.750 3.712.500 3.712.500 9.281.250 185.625.000 PELAYANAN PERMAK Turnover Tahunan: Rp 19.200.000 (-10% margin error Rp 17.280.000; +10% margin error Rp 21.120.000) JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JUMLAH Persen 9% 8% 9% 8% 9% 8% 8% 6% 8% 8% 9% 10% Turnover yang 1.728 .000 1.536 .000 1.728 .000 1.536 .000 1.728 .000 1.536 .000 1.536 .000 1.152 .000 1.536 .000 1.536 .000 1.728 .000 1.920 .000 19 .200 . 000 diharapkan - 10 % margin er ror 1.555 .200 1.382 .400 1.555 .200 1.382 .400 1.555 .200 1.382 .400 1.382 .400 1.036 .800 1.382 .400 1.382 .400 1.555 .200 1.728 .000 17 .280 . 000 +10 % margin error 1.900 .800 1.689 .600 1.900 .800 1.689 .600 1.900 .800 1.689 .600 1.689 .600 1.267 .200 1.689 .600 1.689 .600 1.900 .800 2.120 .000 21 .120 . 000
  • 25. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Perkiraan turnover tahunan untuk tahun pertama Perkiraan penjualan tahunan bagi bisnis dengan asumsi 70% pangsa pasar dan 1 paket seragam dijual per murid (tahun pertama) Turnover: Rp 78.750.000-96.250.000 Bisnis Permak: Rp 17.280.000-21.120.000 Turnover Total: Rp 96.030.000-117.370.000 Perkiraan penjualan tahunan untuk bisnis dengan asumsi 90% pangsa pasar dan 1,5 paket seragam dijual per murid (tahun pertama) Turnover: Rp 151.800.000-168.750.000 Bisnis Permak: Rp 17.280.000-21.120.000 Turnover Total: Rp 169.080.000-189.870.000 Penjualan Seragam Selama empat tahun, turnover tahunan bisnis seragam Hendra dan Ika nampaknya akan meningkat dengan kuat karena jumlah siswa di sekolah meningkat setiap tahunnya. Bila dihitung berdasarkan turnover tahun pertama, turnover tahunan bisnis seragam pada tahun ke empat diperkirakan menjadi 4 kali lebih tinggi. 25
  • 26. MARI BELAJAR BISNIS I TOPIK 2: Memilih Lokasi II ALOKASI WAKTU: 2 jam III TUJUAN: • Peserta dapat mengidentifikasi faktor-faktor utama apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi bisnis. IV DASAR PEMIKIRAN: • Memilih lokasi bisnis adalah salah satu faktor yang sangat penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha kecil dan itu merupakan salah satu fokus utama seorang wirausaha. Dalam banyak kasus, seorang wirausaha hanya melihat papan tanda yang menunjukkan lokasi bisnis terdekat yang kosong. • Peserta harus mengetahui informasi dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam memilih lokasi bisnis. Perlu diingat bahwa lokasi yang bagus bisa membuat usaha kecil sekalipun mampu bertahan, dan lokasi yang buruk bisa membuat usaha, yang terencana dengan baik sekalipun, gulung tikar. Ada dua faktor utama dalam memilih lokasi bisnis: • Memilih komunitas tertentu dan • Memilih tempat khusus di komunitas tersebut. V KEGIATAN: 1. Mintalah peserta membaca HANDOUT 1. Gunakan TRANSPARANSI 1 untuk membahas faktor-faktor umum yang penting dalam memilih lokasi bisnis. 2. Bila waktu masih ada, mintalah peserta berlatih memberi respon secara verbal (diskusi di dalam kelas) atau menulis laporan pendek untuk mempertahankan atau menolak pernyataan berikut ini: Lokasi tidak penting karena orang bersedia pergi jauh untuk membeli barang atau jasa yang sangat mereka butuhkan. 3. Mintalah peserta latihan membaca dan membahas HANDOUT 2. Gunakan TRANSPARANSI 2 untuk membahas faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih lokasi tertentu. 4. Mintalah peserta membaca LEMBAR KERJA 1. Bentuklah peserta menjadi beberapa kelompok kecil untuk membahas pertanyaan: “Lokasi mana yang anda anggap terbaik dari segi bisnis. Embong atau Susan? Mengapa?” Adakan diskusi di dalam kelas untuk membahas tanggapan mereka. 5. Berikan tugas kepada peserta sebagai pekerjaan rumah. Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memilih salah satu kegiatan bisnis yang akan dijalankan (bengkel las, toko bahan makanan, bengkel sepeda motor, salon kecantikan, dll). Mintalah kelompok mengadakan penelitian di lingkungan mereka untuk menentukan lokasi mana yang terbaik untuk bisnis tersebut. Mintalah masing-masing kelompok menyampaikan hasil temuan mereka di dalam kelas. Kelompok tersebut harus menyebutkan faktor positif dan negatif dari lokasi tersebut. 26
  • 27. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 2 HANDOUT 1 Menentukan Lokasi Usaha Memilih lokasi usaha adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan usaha kecil. Dalam banyak hal, seorang wirausaha kecil hanya melihat papan tanda yang menunjukkan lokasi bisnis terdekat yang kosong. Untuk meningkatkan peluang sukses, pertimbangan dan penelitian perlu dilakukan dalam memilih lokasi. Perlu diingat bahwa lokasi yang baik bisa membuat usaha kecil mampu bertahan, tapi lokasi yang buruk bisa membuat usaha yang terencana baik sekalipun bisa gulung tikar. Analisis tentang lokasi merupakan proses terus menerus yang dilakukan sepanjang kehidupan usaha tersebut. Beberapa faktor seperti perubahan masyarakat, perubahan kebiasaan konsumen dalam membeli sesuatu, metode transportasi baru, dan arah pertumbuhan masyarakat, dapat memberi dampak yang merugikan bagi kecocokan lokasi usaha. Ada dua aspek utama dalam memilih lokasi bisnis, yaitu: (1) Memilih komunitas tertentu. dan (2) Memilih lokasi tertentu di dalam komunitas tersebut. Pentingnya Lokasi Usaha Bagi beberapa jenis usaha, lokasi merupakan faktor yang lebih penting dibanding usaha lain. Toko- toko eceran dan penyedia jasa membutuhkan lokasi yang tepat. Di samping itu, toko pakaian, binatu dan pusat-pusat layanan semuanya tergantung pada besarnya lalu lintas konsumen untuk dapat terus beroperasi. Jenis-jenis usaha ini harus berlokasi di dekat konsumen agar berhasil. Sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa yang lain serta sebagian besar bisnis grosir, lokasi bukanlah faktor yang penting dalam menarik konsumen. Toko eceran yang menjual barang-barang berbiaya tinggi seperti furnitur dan peralatan rumah tangga perlu menarik perhatian konsumen. Perusahaan penyedia jasa seperti kantor akuntansi dan perpajakan serta bisnis grosir dapat ditempatkan di lokasi yang “terpencil” namun tetap mendapatkan hasil penjualan yang tinggi. Konsumen akan meluangkan waktu untuk mencari barang atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis-bisnis tersebut. Manufaktur, konstruksi, dan beberapa jasa lainnya tidak perlu menarik konsumen melalui lokasi kantor mereka. Jenis-jenis perusahaan ini dapat memperoleh konsumen melalui penjualan pribadi atau iklan. Lokasi bisnis-bisnis ini dapat dipilih berdasarkan biaya, dampak lingkungan, atau pasokan bahan mentah. Perekonomian, masyarakat dan kompetisi adalah faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi bisnis. Faktor-faktor ini juga dapat membantu seorang wirausaha untuk memilih kota yang sesuai untuk lokasi bisnis. 27
  • 28. MARI BELAJAR BISNIS Faktor-faktor Umum dalam Memilih Lokasi Usaha Perekonomian Masalah utama dalam memilih lingkungan masyarakat di mana kita akan membuka usaha kecil adalah basis perekonomian masyarakat tersebut. Mengapa mereka tinggal di daerah itu? Bagaimana standar kehidupan mereka? Mengapa bisnis-bisnis lain berlokasi di daerah tersebut? Penelitian perlu dilakukan tentang industri-industri yang ada di daerah itu. Apakah 80 persen masyarakat di sana bekerja di salah satu industri atau bisnis-bisnis lain yang ada di sana? Atau apakah mereka menjalankan berbagai jenis usaha? Apakah industri berjalan secara sehat di daerah tersebut? Apakah kegiatan bisnis di lingkungan masyarakat tersebut bersifat musiman? Apakah perusahaan keluar masuk dalam lingkungan masyarakat tersebut? Anda perlu meneliti dampak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini terhadap bisnis anda. Jumlah penghasilan masyarakat di suatu daerah akan menentukan tingkat permintaan akan barang dan jasa. Oleh karena itu, seorang wirausaha perlu mengumpulkan informasi tentang penghasilan di daerah yang mereka pilih. Pertanyaan-pertanyaan khusus mencakup: seberapa besar rata-rata penghasilan keluarga? Bagaimana tingkat penghasilan di daerah tersebut (rendah, menengah, atau tinggi)? Bagaimana kecenderungan pekerjaan/ pengangguran di sana? Faktor-faktor ekonomi yang penting lainnya adalah jalan raya dan akses ke kereta api. Penduduk Seorang wirausaha perlu mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang akan menjadi konsumen mereka. Sebagai contoh, jika Anda tertarik membuka sebuah toko kaset, maka Anda perlu mengetahui di mana ada jumlah penduduk yang paling banyak remajanya karena mereka adalah golongan masyarakat yang akan membeli banyak kaset. Faktor-faktor penduduk lainnya antara lain adalah seberapa mapan daerah tersebut? Apakah masyarakat di sana keluar masuk secara regular? Apakah penduduk di sana sedang mengalami suatu perkembangan atau kemunduran? Jika daerah tersebut berkembang pesat, maka kemungkinan besar jumlah keluarga muda di sana juga sangat besar. Semua faktor ini perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi bisnis. Persaingan Anda perlu mempelajari pesaing Anda dengan mengumpulkan informasi tentang keunggulan dan kelemahan mereka. Anda perlu mengetahui berapa banyak saingan Anda dan di mana saja lokasi mereka. Anda juga harus mengetahui berapa banyak usaha yang serupa dengan bisnis Anda atau bisnis yang sudah gulung tikar selama dua tahun terakhir ini. Persaingan tak langsung dalam bisnis yang menyediakan jenis barang dan jasa yang serupa juga perlu dipelajari. Ada tiga kondisi yang menguntungkan dalam membuka perusahaan baru. Pertama, tidak ada pesaing di daerah tersebut. Kedua, bisnis pesaing dikelola dengan buruk. Ketiga, semakin banyak permintaan konsumen akan produk Anda. Faktor-faktor lokasi utama yang akan dikaji untuk setiap jenis bisnis mencakup: ketentuan sewa- beli, persaingan, lahan parkir, dan biaya pengoperasian di lokasi tersebut. Di samping faktor-faktor utama ini, ada beberapa pertanyaan khusus yang juga perlu dijawab. Tergantung apakah Anda sedang merencanakan untuk membuka toko eceran, pabrik, bisnis grosir, atau layanan jasa. 28
  • 29. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Lokasi Menurut Jenis Usaha Perusahaan Eceran Fasilitas parkir dan akses ke jalan utama menjadi masalah yang penting bagi sebagian besar pengecer. Toko eceran di pusat-pusat perbelanjaan punya masalah parkir yang minim. Pengecer perlu mempertimbangkan jenis-jenis usaha yang ada di tempat tersebut. Sebagai contoh, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa toko pakaian tidak boleh terletak di sebelah bengkel. Jumlah orang yang lalu lalang di sebuah lokasi bisnis juga penting bagi seorang pengecer. Sebagai contoh, pengecer perlu bertanya, “apakah pejalan kaki yang melewati lokasi ini sedang menuju angkutan umum atau bioskop setempat? Orang-orang yang sedang bergegas ke sebuah bioskop kemungkinan besar tidak akan berhenti untuk membeli sesuatu. Perusahaan grosir Perusahaan grosir membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar lalu menjual produk tersebut ke pengecer dalam jumlah yang lebih kecil. Ada dua faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi grosiran. Salah satu faktor tersebut adalah tersedianya layanan transportasi yang baik, termasuk kereta api dan jalan raya. Sedangkan faktor utama lainnya adalah fasilitas-fasilitas tetap seperti gedung, perlengkapan tak bergerak dan sarana umum. Tanpa berbagai fasilitas ini, pedagang grosir mungkin tidak dapat memelihara persediaannya agar tetap besar untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Sebagian besar kota besar punya undang-undang penetapan zona yang membatasi lokasi untuk perusahaan grosir. Undang-undang ini perlu diketahui. Perusahaan grosir juga harus berada sedekat mungkin dengan konsumen mereka. Perusahaan Jasa Berlokasi di dekat pusat perbelanjaan yang besar biasanya dianggap ideal untuk perusahaan penyedia jasa. Namun servis TV, binatu, dokter gigi, servis sepatu atau fasilitas perawatan anak tidak perlu berlokasi di tempat-tempat yang membutuhkan biaya sewa yang tinggi. Konsumen mau pergi jauh mencari jasa yang baik. Tempat-tempat ini bisa terletak di lokasi yang sedikit °terpencil”. Tapi, di antara perusahaan jasa, ada perbedaan penting dalam soal lokasi yang lebih baik. Sebagai contoh, binatu yang terletak di dekat toko bahan makanan dan apotek biasanya merupakan pilihan yang tepat. Namun, lokasi tersebut mungkin tidak cocok untuk dokter gigi yang tidak membutuhkan lalu lintas yang padat dan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan binatu. Perusahaan Manufaktur Tempat yang cocok untuk pabrik berbeda dengan perusahaan pengecer, pedagang grosir dan perusahaan jasa. Sewaktu akan membuka pabrik, periksalah fasilitas transportasi serta jarak dari bahan baku. Lokasi yang dekat dengan konsumen, fasilitas yang tepat, dan undang-undang tentang penetapan zona adalah faktor-faktor yang penting. Sambil mempelajari faktor-faktor umum dan khusus dari lokasi bisnis, pertimbangkan kebutuhan lokasi di masa mendatang maupun sekarang. Prosedur Pemilihan Lokasi Khusus Prosedur-prosedur berikut ini direkomendasikan sewaktu memilih lokasi usaha: 1. Buatlah daftar faktor-faktor yang anda anggap “perlu” dipertimbangkan sewaktu memilih lokasi usaha. Buatlah juga daftar faktor-faktor yang “diinginkan” namun tidak penting. 29
  • 30. MARI BELAJAR BISNIS 2. Carilah semua lokasi yang mungkin cocok dengan daftar faktor-faktor Anda di lingkungan masyarakat tersebut. 3. Kunjungi lokasi-lokasi tersebut untuk memperoleh gambaran tentang keadaannya secara umum dan coretlah lokasi-lokasi yang ternyata tidak cocok dengan kebutuhan Anda. Kurangi jumlahnya hingga 2 atau 3 lokasi yang tampak cocok. 4. Kunjungi lagi lokasi-lokasi tersebut dan gunakan daftar periksa (checklist) untuk membandingkan lokasi-lokasi tersebut dengan faktor-faktor yang telah Anda identifikasi. Pertimbangkan faktor- faktor yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan bisnis Anda. 5. Kembalilah ke lokasi-lokasi tersebut beberapa kali sepanjang siang dan malam untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kecocokan masing-masing lokasi tersebut. 6. Hitunglah lalu lintas di setiap lokasi. Hitunglah jumlah mobil dan pejalan kaki yang melewati masing-masing lokasi tersebut pada waktu-waktu tertentu untuk menghitung jumlah calon konsumen. 7. Mintalah pendapat konsultan yang berpengalaman dan masyarakat bisnis di daerah tersebut untuk membantu Anda memutuskan satu lokasi yang paling cocok. 8. Analisisi semua fakta dan pendapat yang telah Anda kumpulkan sebelum mengambil keputusan akhir yang terkait dengan lokasi bisnis Anda. 30
  • 31. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 2 TRANSPARANSI 1 Pentingnya Lokasi Usaha 1. Mengapa lokasi penting untuk keberhasilan usaha? 2. Ada dua aspek utama dalam memilih lokasi: a. Memilih lingkungan masyarakat tertentu b. Memilih lokasi tertentu di lingkungan masyarakat tersebut. 3. Mengapa lokasi lebih penting untuk sebagian usaha ketimbang bisnis lainnya? 4. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sewaktu memilih lokasi : a. Perekonomian b. Penduduk c. Persaingan 5. Faktor-faktor lokasi berdasarkan jenis bisnis a. Perusahaan eceran b. Perusahaan grosir c. Perusahaan jasa d. Perusahaan manufaktur 31
  • 32. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 2 TRANSPARANSI 2 Memilih Lokasi Khusus • Buatlah daftar faktor-faktor lokasi "penting" dan "diinginkan". • Masukkan tempat-tempat potensial yang cocok dengan faktor-faktor lokasi. • Kunjungi lokasi-lokasi tersebut, dan pilih 2 atau 3 lokasi terbaik. • Bandingkan lokasi dengan faktor-faktor lokasi yang "penting" dan "diinginkan". • Kunjungi lokasi-lokasi tersebut beberapa kali sepanjang siang dan malam, lalu hitunglah lalu lintas yang ada. • Mintalah bantuan dari masyarakat bisnis dan konsultan berpengalaman. • Analisis semua fakta dan pendapat. • Buatlah keputusan akhir tentang lokasi usaha. 32
  • 33. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 2 HANDOUT 2 Pertimbangan-Pertimbangan Pemilihan Lokasi Khusus Lalu lintas (merupkan calon konsumen) dan kemudahan akses lebih penting bagi sebagian usaha ketimbang bisnis yang lain. Pikirkan tentang cara melakukan penjualan ke konsumen Anda; jenis bisnis apa yang mereka harapkan dari Anda? Apa yang sangat penting untuk mereka? Anda perlu membandingkan keunggulan dan kelemahan dari masing-masing lokasi untuk bisnis Anda. Anggaplah Anda sudah mengidentifikasi lokasi atau daerah perbelanjaan yang paling cocok untuk bisnis Anda. Kini, Anda siap mulai melihat lokasi-lokasi tersebut di daerah-¬daerah ini. Perhatian utama Anda adalah pada pola lalu lintas dan kemudahan akses konsumen ke lokasi Anda. Anda perlu memiliki sejumlah konsumen yang baik di daerah-daerah yang Anda targetkan; tugas selanjutnya adalah mencari lokasi terbaik di setiap daerah. Di kawasan bisnis yang ada di pusat kota dan pinggiran kota, toko-toko eceran kecil tergantung pada lalu lintas perdagangan yang dihasilkan toko-toko besar. Toko-toko besar dan kecil sejenisnya perlu menarik bisnis dari lalu lintas perdagangan yang ada. Hal yang sama juga berlaku untuk restoran dan usaha lain yang tergantung pada pembeli yang mengambil keputusan menurut kata hati mereka, sesuai tingkat kenyamanan mereka. Jika Anda membuka salah satu dari usaha seperti ini, maka semakin banyak dana yang Anda keluarkan untuk mendapatkan lokasi yang bagus, semakin sedikit pula dana yang harus Anda keluarkan untuk memasang iklan. Pelajari arus lalu lintas, khususnya di sekitar pusat-pusat perbelanjaan dan toko-toko besar. Catatlah jalan-jalan satu arah, lebar jalan dan tempat parkir. Carilah kondisi lalu lintas jalan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Setelah mempersempit pilihan lokasi Anda, tentukan seberapa penting lalu lintas jalan untuk keberhasilan bisnis Anda. Tergantung seberapa penting lalu lintas jalan, Anda mungkin perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini. Angkutan umum mungkin penting untuk konsumen maupun pekerja. Berikan perhatian khusus pada lokasi di dekat atau sekitar terminal angkutan umum. Tersedianya tempat parkir adalah hal yang penting bagi mereka yang berkendaraan. Biaya dan akses ke tempat parkir merupakan pertimbangan yang paling penting. Ingat, lokasi harus memungkinkan konsumen berhenti dan melakukan pembelian dengan mudah. Menentukan lokasi bisnis Anda di jalan yang sibuk tidak akan menguntungkan apabila konsumen Anda tidak dapat memarkir mobil mereka. Jarak dari daerah pemukiman atau daerah bisnis lainnya merupakan hal yang penting bagi sebagian usaha. Kemacetan lalu lintas dapat membuat sebagian orang menghindari persimpangan atau pusat perbelanjaan. Jika lalu lintas di sekitar bisnis terlalu padat, maka penjualan akan berkurang. Bahu jalan di mana lokasi bisnis berada mungkin merupakan hal yang penting. Penelitian yang dilakukan terhadap lokasi-lokasi bengkel juga berlaku untuk usaha lain yang menjual barang 33
  • 34. MARI BELAJAR BISNIS dagangan kepada konsumen yang melewati jalan tersebut. Masyarakat ingin membeli sesuatu dalam perjalanan ke atau dari rumah mereka. Sebagai contoh, koran dan bensin dibeli sewaktu berangkat ke kantor, sedangkan makanan dibeli dan cucian diambil sewaktu pulang. Apabila penjualan Anda lebih baik di siang hari, maka sediakan makanan selama jam sibuk di siang hari di bahu jalan yang membawa lalu lintas pulang. Lebar jalan mungkin penting. Lebar jalan menunjukkan seberapa baik jalan yang ada. Secara umum, semakin lebar jalan, semakin baik pula lokasi tersebut. Jalan utama adalah lokasi yang lebih baik dari jalan "kecil" karena lebih banyak calon konsumen yang mengambil jalan utama setiap harinya. Jalan yang lebih lebar juga lebih mudah bagi konsumen. Ingat. pikirkan calon konsumen mungkin terburu-buru: Apakah kemacetan lalu lintas akan terjadi karena mobil-mobil diparkir secara berjajar? Daerah dari lokasi bisnis Anda mungkin merupakan hal yang penting. Lokasi di sudut jalan mungkin akan lebih sering dilihat oleh pengguna jalan dibandingkan apabila lokasi usaha di tengah sebuah gedung , karena lokasi di sudut lebih mudah terlihat dari persimpangan jalan. Namun, harga sewanya biasanya lebih mahal. Tetangga dapat membantu Anda bila Anda memilih lokasi yang tepat. Toko-toko di sekitar Anda mungkin memasang banyak iklan untuk meningkatkan penjualan mereka. Sebagian pemilik usaha mungkin menyisihkan sebagian dana promosi mereka untuk membiayai asosiasi merchan yang mempromosikan daerah perbelanjaan tertentu. Untuk itu, pandai-pandailah memilih tetangga. 34
  • 35. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 2 LEMBAR KERJA 1 Memilih Lokasi Usaha Embong dan Susan sama-sama memiliki rencana untuk membuka usaha mereka sendiri. Mereka membahas keputusan mereka untuk menjadi seorang wirausaha. Embong memutuskan membuka bisnis di kota asalnya karena ia telah menetap di sana sepanjang hidupnya dan telah mengenal sebagian besar penduduk di sana, sehingga mereka semua menyukai Embong. Di kota tersebut sudah ada toko koperasi dan toko Teluk Bayur. Tapi Embong merasa mampu mengoperasikan bisnisnya dengan baik. Toko Koperasi dan Teluk telah lama menjalankan bisnis mereka. Mereka telah banyak menghasilkan penjualan. Kota asal Embong tidak begitu besar. Banyak orang yang tinggal di sana berdagang ikan dan hasil buruan. Sebagian dari mereka bekerja paruh waktu di lembaga-lembaga pemerintahan. Sedangkan sebagian lagi bekerja di luar kota, terutama di lokasi-lokasi konstruksi dan pertambangan. Mereka hanya pulang selama satu minggu atau dua minggu, empat atau lima kali setahun. Kota asal Embong hanya dapat dijangkau oleh kapal atau pesawat. Pasokan untuk Toko Teluk dan Koperasi dikirim ke kota itu dengan pesawat kecil selama musim kemarau. Sebagian suplai dikirim selama musim hujan, tapi volumenya tidak banyak. Embong berpendapat kota ini mampu menerima tiga buah toko karena penduduk kota itu cukup banyak. Di sisi lain, Susan memutuskan mendirikan usahanya di sebuah kota kecil yang jaraknya agak jauh dari tempat tinggalnya. Susan tidak mengenal banyak orang di kota tersebut, tapi ia tetap merasa yakin bisnisnya akan berjalan dengan baik dan meraih sukses di sana. Kota di mana Susan memutuskan untuk membuka tokonya sudah memiliki sebuah toko serba ada. Itu adalah satu-satunya toko di kota tersebut. Masyarakat di kota itu banyak melakukan perburuan dan memancing ikan dan mereka juga mempunyai beberapa lokasi kamp untuk wisatawan. Ada sebuah pertambangan yang terletak beberapa mil dari kota kecil itu, dan banyak penduduk kota yang bekerja dan tinggal di lokasi pertambangan tersebut selama hari kerja dan pulang ke rumah mereka di akhir pekan. Ada juga beberapa lokasi penebangan hutan di sekitar kota tersebut. Banyak orang bekerja sebagai penebang pohon. Kayu yang dipotong diangkut keluar pabrik menggunakan truk yang melewati jalan yang ada di kota tersebut. Susan berpendapat bahwa karena mereka bekerja sepanjang tahun, maka ada peluang yang lebih baik untuk memperoleh keberhasilan bisnis di kota tersebut. la memperkirakan ada cukup orang yang dapat membuat kedua toko sibuk sepanjang tahun. Susan berpikir bahwa dengan menawarkan jenis barang dagangan yang tepat, ia akan meraih sukses bila ia membangun tokonya di kota ini. Pertanyaan diskusi: Lokasi mana yang Anda pikir terbaik dari segi bisnis. Toko Embong atau Susan? Mengapa? 35
  • 36. MARI BELAJAR BISNIS I TOPIK 3: Bentuk Legal Kepemilikan Usaha II ALOKASI WAKTU: 2 Jam III TUJUAN: • Peserta latihan memahami empat jenis kepemilikan usaha serta keunggulan dan kekurangannya. IV DASAR PEMIKIRAN: A. Salah satu keputusan pertama yang harus diambil pemilik usaha kecil adalah menentukan bentuk perusahaan/kepemilikan usaha yang sah. Namun keputusan awal ini bisa jadi bukan merupakan keputusan akhir. Di samping perkembangan usaha yang dapat mengubah pengoperasiannya dari waktu ke waktu, kondisi keuangan dan perpajakan juga dapat mengubah keunggulan dan kekurangan berbagai bentuk kepemilikan usaha yang sah. B. Ada banyak sekali perusahaan resmi yang diatur dalam salah satu dari keempat bentuk kepemilikan sah berikut ini: kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas, dan koperasi. Peserta latihan perlu memiliki pengetahuan dasar tentang segala bentuk kepemilikan bisnis sah yang ada serta mengetahui keunggulan dan kekurangan dari masing- masing bentuk kepemilikan tersebut. Nasehat hukum yang sesuai perlu diperoleh sebelum menentukan bentuk hukum mana yang akan dipilih. C. Topik ini akan mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing dari keempat bentuk kepemilikan usaha yang sah berdasarkan enam bidang yang terkait dengan usaha: biaya dan prosedur hukum yang diperlukan untuk memulai usaha, kewajiban pemilik, kelangsungan usaha, pengelolaan bisnis, modal tambahan, dan pajak. V. KEGIATAN: 1. Minta peserta latihan membaca HANDOUT 1. Perlihatkan TRANSPARANSI 1 untuk membahas delapan (8) pertanyaan utama tentang kepemilikan usaha. Perlihatkan TRANSPARANSI 2 dan mintalah peserta latihan membahas keunggulan dan kekurangan masing-masing bentuk kepemilikan bisnis yang sah tersebut. Mintalah peserta latihan membaca informasi di LEMBAR KERJA 1. Dan mintalah mereka menjawab pertanyaan- pertanyaan berikut ini: (a) Bentuk kepemilikan usaha mana yang akan Anda pilih bila Anda Napitulu? (b) Informasi tambahan apa yang dibutuhkan Napitulu untuk mengambil keputusan yang tepat tentang bentuk kepemilikan sah yang paling sesuai untuk usahanya? (c) Berikan alasan-alasan mengapa Anda memilih bentuk kepemilikan usaha tersebut ? 36
  • 37. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 3 HANDOUT 1 Pertanyaan-Pertanyaan tentang Bentuk Kepemilikan Usaha 1. Ada berapa pemilik dalam perusahaan dengan kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas, dan koperasi? a. Hanya ada seorang pemilik dalam perusahaan dengan kepemilikan tunggal. b. Ada dua orang pemilik atau lebih dalam kemitraan. c. Perseroan terbatas adalah gabungan beberapa orang pemegang saham atau pemilik yang diizinkan oleh pemerintah. Perseroan terbatas berwenang mengadakan transaksi bisnis dengan cara yang sama sebagai satu kesatuan. d. Koperasi adalah sekelompok masyarakat yang mengoperasikan sebuah usaha melalui organisasi yang dimiliki bersama dan dijalankan secara demokratis. 2. Berapa besar biaya dan prosedur hukum untuk memulai keempat jenis kepemilikan usaha? a. Kepemilikan Tunggal. Syarat-syaratnya adalah mengetahui (a) apakah perizinan dibutuhkan untuk bisnis tertentu. (b) apakah perlu membayar pajak atau biaya perizinan. Dikarenakan oleh pembatasan tertentu, kepemilikan tunggal adalah bisnis yang paling mudah dijalankan dan biasanya biaya awalnya rendah. b. Kemitraan. Biaya untuk rnengatur kemitraan biasanya rendah. Di samping perizinan yang diperlukan, dianjurkan untuk menyusun secara tertulis sebuah perjanjian kemitraan yang disebut Anggaran Dasar Kemitraan oleh pengacara yang berwenang. Anggaran Dasar Kemitraan ini perlu mengatur ketentuan-ketentuan berikut ini: Pembagian laba atau rugi Kompensasi untuk setiap mitra Distribusi aset bila kemitraan dibubarkan Masa pengoperasian kemitraan Tugas masing-masing mitra c. Perseroan terbatas. Lebih sulit mendirikan sebuah perseroan terbatas ketimbang dua jenis kepemilikan bisnis yang terdahulu, dan biasanya dana yang dibutuhkan lebih besar. Namun, jenis kepemilikan usaha ini biasanya lebih mudah untuk memperoleh modal tambahan. Di samping menggunakan aset perusahaan sebagai jaminan, perseroan terbatas dapat menjual saham tambahan untuk menambah modal usahanya. d. Koperasi. Tidak dibutuhkan biaya besar untuk mendaftarkan sebuah koperasi. Perjanjian koperasi secara tertulis dibutuhkan dan harus dilaporkan ke pejabat pemerintah yang berwenang. 3. Mengapa konsultasi dengan pengacara atau notaris perlu dilakukan sewaktu membuka usaha baru? Segala bentuk kepemilikan yang sah harus dibahas dengan pengacara atau dengan notaris yang berkompeten sebelum diambil keputusan tentang bentuk kepemilikan bisnis yang akan dipilih, karena : Pengacara atau notaris perlu mengetahui informasi sebanyak mungkin tentang bisnis terkait dan (para) pemiliknya, termasuk kondisi keuangan pribadi dari (para) pemiliknya agar dapat memberikan rekomendasi yang tepat. 37
  • 38. MARI BELAJAR BISNIS Beberapa bentuk kepemilikan usaha, yaitu kemitraan dan perorangan, apabila pada suatu hari terdapat kerugian yang besar sehingga aset perusahaan tidak mencukupi untuk membayar, maka pertanggungjawaban pemilik tidak terbatas pada harta perusahaan. Dengan kata lain, harta pribadi akan digunakan pula untuk membayar utang tersebut (pertanggung jawaban tidak terbatas). Perlu ada kesepakatan dan kejelasan tentang hak atas perusahaan, dalam hal ini pembagian keuntungan, goodwill, merek dan hal-hal lain yang akan diterima oleh masing- masing anggota, khususnya pada bentuk kepemilikan kemitraan. Perlu ada legalisasi tentang masa perjanjian, masa pendirian atau pembentukan usaha khususnya pada bentuk kemitraan, serta hal-hal lain apabila suatu ketika perusahaan harus dibubarkan. 4. Kewajiban apa yang terkait dengan keempat jenis kepemilikan usaha? a. Kepemilikan tunggal. Pemiliknya bertanggung-jawab secara pribadi atas segala utang usaha. Bila perlu, kewajiban ini mencakup semua properti dan aset pribadi sang pemilik. b. Kemitraan. Semua anggota kemitraan bertanggung jawab penuh atas semua uutang usaha tanpa memandang seberapa besar investasi pribadi yang mereka tanam dalam bisnis tersebut, dan kewajiban ini mencakup semua properti dan aset pribadi. Semua anggota kemitraan juga wajib dan bertanggung-jawab atas tindakan mitra-mitra lain yang terkait dengan kewajiban bisnis. c. Perseroan Terbatas. Para pemegang saham dan pemilik perusahaan hanya bertanggung- jawab atas jumlah yang sesuai dengan jumlah investasi mereka. Sementara pemegang saham dapat kehilangan modal yang mereka tanamkan dalam bisnis tersebut, mereka tidak dapat dipaksa membayar utang perusahaan dengan dana tambahan yang berasal dari dana pribadi mereka. d. Koperasi. Setiap anggota koperasi bertanggung-jawab penuh atas utang koperasi. 5. Bagaimana kepemilikan sah dapat mempengaruhi kelangsungan usaha? a. Kepemilikan tunggal. Bisnis dihentikan bila pemilik meninggal dunia atau sudah tidak mampu lagi melanjutkan usahanya. b. Kemitraan. Kemitraan dihentikan bila salah satu mitranya meninggal dunia, tidak mampu atau mengundurkan diri, kecuali mitra-mitra usaha yang lain membeli modal mitra yang sudah meninggal dunia, tidak mampu atau mengundurkan diri tersebut. c. Perseroan Terbatas. Jenis perusahaan ini memiliki kelangsungan usaha yang bersifat terpisah dan terus-menerus, dan tidak akan bubar bila ada pemegang saham yang meninggal dunia atau sahamnya dijual ke pihak lain. d. Koperasi. Koperasi memiliki kelangsungan usahanya sendiri. 6. Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pengelolaan usaha? a. Kepemilikan tunggal. Pemilik dapat mengoperasikan bisnisnya dengan cara yang ia inginkan sepanjang tidak melanggar hukum. Apabila semua keputusan manajemen diambil oleh satu orang, maka ini mungkin tidak menguntungkan. b. Kemitraan. Dalam kemitraan yang bersifat umum, biasanya setiap mitra punya peran yang sama dalam manajemen, kecuali jika mereka berbagi tugas di antara mereka. Dalam hal manajemen, kombinasi antara kemampuan dan pengetahuan mereka dapat menghasilkan keuntungan bagi kemitraan ini bila dibandingkan kepemilikan tunggal. Namun ketidak-sepahaman dapat terjadi dalam pembagian tugas manajemen. c. Perseroan terbatas. Ketentuan hukum harus dipatuhi secara ketat sesuai peraturan perusahaan. Pegawai perseroan terbatas harus menyerahkan dokumen khusus. yang disebut Anggaran Dasar Perusahaan ke pemerintah, membayar pajak awal dan iuran dokumentasi, serta mengadakan rapat-rapat resmi untuk mengatasi berbagai hal yang terkait dengan pengoperasian dan pengaturan bisnis. 38
  • 39. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? d. Koperasi. Manajemen koperasi dipilih oleh para anggota koperasi. 7. Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pajak ? a. Kepemilikan tunggal. Pajak penghasilan pribadi harus dibayar atas semua keuntungan usaha. b. Kemitraan. Pajak penghasilan pribadi harus dibayar oleh semua mitra berdasarkan proporsi keuntungan usaha milik masing-masing. c. Perseroan terbatas. Perseroan terbatas dibebani pajak dua kali. Pertama, pajak atas jumlah keuntungan bisnis. Kemudian pemilik juga diminta membayar pajak atas deviden yang mungkin mereka peroleh. d. Koperasi. Tergantung peraturan pemerintah, pajak dapat dibayar oleh koperasi. Catatan tambahan : Bentuk bisnis kemitraan di Indonesia, pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu CV dan Firma. Firma adalah persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama dengan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas CV (Commanditer Vennotschap) adalah persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama di mana di dalamnya terdapat dua macam anggota, yaitu anggota pasif dan anggota aktif. Anggota aktif memiliki tanggung jawab tidak terbatas sampai dengan harta pribadi, sedangkan tanggung jawab anggota pasif hanya terbatas pada sejumlah modal yang diitanamkan. Yang dimaksud dengan anggota aktif adalah anggota CV yang di samping menanamkan modal, juga ikut serta secara aktif mengelola usaha tersebut. Sedangkan anggota pasif adalah anggota dari CV yang hanya menanamkan modalnya saja. Mereka tidak ikut serta secara aktif mengelola usaha tersebut. 39
  • 40. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 3 TRANSPARANSI 1 Pertanyaan tentang Kepemilikan Bisnis 1. Berapa banyak pemilik dalam kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas, dan koperasi? 2. Berapa besar biaya dan prosedur hukum untuk membuka keempat jenis kepemilikan usaha? 3. Mengapa konsultasi dengan pengacara perlu dilakukan sewaktu membuka usaha baru? 4. Kewajiban apa yang terkait dengan keempat jenis kepemilikan usaha? 5. Bagaimana kepemilikan sah dapat mempengaruhi kelangsungan usaha? 6. Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pengelolaan usaha? 7. Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi pajak? 8. Bagaimana struktur hukum dapat mempengaruhi kondisi kerja? 40
  • 41. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 3 TRANSPARANSI 2 Keunggulan dan Kekurangan Bentuk-Bentuk Kepemilikan Usaha BENTUKKEPEMILIKAN KEUNGGULAN KEKURANGAN Kepemilikan Tunggal 1. Biaya murah untuk 1. Kewajiban tidak membuka usaha terbatas 2. Peraturan sedikit 2. Kelangsungan usaha 3. Kontrol bisnis kurang dilakukan secara 3. Sulit menambah modal langsung 4. Bertanggung-jawab 4. Persyaratan modal atas semua keputusan kerja ringan yang diambil 5. Keuntungan pajak 6. Pemilik menerima semua laba Kemitraan 1. Mudah dibentuk 1. Kewajiban tidak 2. Biaya murah untuk terbatas membuka usaha 2. Kelangsungan usaha 3. Ada beberapa sumber kurang modal tambahan 3. Wewenang bersama 4. Pengelolaan bersama 4. Sulit menambah modal 5. Keuntungan pajak 5. Sulit mencari mitra yang sesuai Perseroan Terbatas 1. Kewajiban terbatas 1. Diatur secara ketat 2. Manajemen dapat 2. Bentuk perusahaan dispesialisasikan yang paling mahal 3. Kepemilikan dapat pengaturannya dialihkan 3. Izin terbatas 4. Keberadaan usaha 4. Dibutuhkan yang terus-menerus pembukuan yang luas 5. Badan usaha yang sah 5. Biaya pajak relatif 6. Keuntungan pajak tinggi karena pajak potensial ganda (pajak 7. Mudah menambah perusahaan dan pajak modal Pemegang saham) 41
  • 42. MARI BELAJAR BISNIS Koperasi 1. Sarana untuk 1. Sulit memperoleh memperdayakan anggota koperasi yang anggotanya memenuhi syarat 2. Saling membantu 2. Kontribusi anggota 3. Struktur organisasi untuk koperasi tidak membantu semua seimbang anggota 3. Wewenang bersama 4. Risiko ditanggung 4. Jumlah anggota bersama perempuan dan laki-laki 5. Lebih mudah terkadang tidak menambah modal seimbang 6. Kombinasi keterampilan pribadi 42
  • 43. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 3 LEMBAR KERJA 1 Mengelola Usaha Napitulu sudah tinggal di sebuah lingkungan masyarakat kecil selama sepuluh tahun terakhir pada sebuah kota kecil di Sulawesi. Kota kecil ini dihuni oleh 275 orang penduduk dan terletak di pinggir sebuah danau yang besar. Berburu binatang dan memancing adalah kegiatan yang sering dilakukan di daerah ini. Jalan tua yang dibangun di kota ini terlalu sempit dan permukaannya tidak rata. Hujan selama musim hujan dan pancaroba membuat beberapa bagian jalan ini tidak dapat dilalui. Sebuah jalan baru kini tengah dibangun menuju daerah ini dan diperkirakan akan rampung dalam empat bulan. Dikarenakan jalan baru tersebut hampir selesai dibangun, terpikir oleh Napitulu untuk membuka sebuah toko perlengkapan turis. Turis akan dapat dengan mudah menjangkau daerah tersebut. Mereka tentu ingin menikmati peluang memancing dan berburu hewan di sana. Napitulu telah mempertimbangkan untung rugi dari metoda yang ia gunakan untuk mengurus bisnisnya secara legal. Ia telah mempertimbangkan untuk menjadi pemilik tunggal usaha tersebut karena ia ingin menjadi seorang bos. Ia telah menabung Rp 42 juta dan dapat meminjam uang yang cukup untuk membuka sebuah usaha kecil. Kemitraan juga menarik perhatiannya. Satu atau dua orang mitra dapat menyediakan dana tambahan untuk membuka bisnis yang lebih besar. Kemungkinan lain adalah membuka sebuah perseroan terbatas dan menjual saham. Jumlah dana yang tersedia akan jauh lebih besar dan ia tidak punya utang yang harus dilunasi. Ia juga akan memiliki dana yang cukup untuk memasang iklan. Napitulu telah berbincang-bincang dengan beberapa orang di lingkungan masyarakat tersebut untuk mengetahui apakah mereka tertarik untuk membuka sebuah perseroan terbatas. Jumlah dana yang tersedia untuk membuka bisnis akan lebih besar daripada mendirikan sebuah kepemilikan tunggal atau kemitraan. Di samping itu. jumlah masyarakat yang akan menerima manfaat dari usaha ini akan jauh lebih besar. Pertanyaan 1. Jika Anda Napitulu, bentuk kepemilikan usaha mana yang akan Anda pilih? 2. Informasi tambahan apa yang diperlukan Napitulu untuk mengambil keputusan yang tepat tentang bentuk kepemilikan sah yang terbaik untuk bisnisnya? 3. Berikan alasan-alasan mengapa Anda memilih bentuk usaha tersebut ? 43
  • 44. MARI BELAJAR BISNIS I TOPIK 4: Dana yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha II ALOKASI WAKTU: 3 Jam III TUJUAN: • Peserta dapat membedakan antara pembiayaan pra-operasi dan pembiayaan awal operasi dan untuk memperkirakan uang yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha. IV DASAR PEMIKIRAN: • Mendirikan suatu usaha membutuhkan sejumlah uang yang harus dikeluarkan sebelum perusahaan memperoleh pendapatan dari penjualan. Seringkali seorang calon wirausaha membuat perkiraan biaya yang terlalu rendah karena ia hanya menghitung pengeluaran yang terkait dengan barang investasi seperti mesin, peralatan, mobil dan lain-lain. Mereka tidak sadar bahwa pada minggu¬minggu atau bulan-bulan pertama operasi usaha (perdagangan, manufaktur, atau penyedia jasa), penghasilan dari penjualan tidak akan cukup untuk menutup biaya untuk menjalankan usaha. Ini dapat menyebabkan masalah likuiditas, di mana si wirausaha tidak dapat membayar gaji atau pemasoknya. • Uang yang dibutuhkan untuk modal awal biasanya lebih tinggi dari apa yang dimiliki oleh seorang calon wirausaha. Karena kekurangannya harus dicari dari sumber-sumber lain, sangatlah penting untuk mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. V KEGIATAN: 1. Minta para peserta membaca HANDOUT 1 untuk mendapatkan informasi dan penjelasan tentang perbedaan pembiayaan pra-operasi dan pembiayaan awal operasi dan faktor- faktor yang menentukan lamanya periode awal operasi. 2. Gunakan TRANSPARANSI I dan minta para peserta menentukan apakah suatu pembiayaan adalah pembiayaan pra-operasi atau jenis pembiayaan lain. Diskusikan masing-masing pembiayaan dengan peserta. 3. Minta para peserta membaca LEMBAR KERJA 1 dan bagi mereka ke dalam empat-lima kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pastikan para peserta mengerti kapan periode pra-operasi selesai dan periode pembiayaan awal dimulai. Minta setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. 44
  • 45. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 4 HANDOUT 1 Memperkirakan Modal Awal Orang yang memulai usaha, khususnya kaum muda, biasanya mengetahui bahwa mereka membutuhkan dana untuk membeli mesin, atau peralatan untuk usaha tersebut. Namun, seringkali mereka tidak menyadari bahwa ada pembiayaan lain yang harus dikeluarkan sebelum mereka benar-benar dapat memulai bisnis mereka. Misalnya, biaya instalasi mesin dan pelatihan pegawai dapat saja menjadi bagian terbesar dan total biaya mesin. Biaya perijinan dan asuransi juga seringkali terlupakan dalam penghitungan modal investasi. Kebutuhan akan modal kerja juga seringkali diperhitungkan lebih rendah dari yang seharusnya. Banyak wirausaha berpikir bahwa mereka akan segera dibayar cepat. Ini sering terjadi dalam kegiatan usaha perdagangan atau penjualan. Seorang pemilik toko harus punya stok barang karena ia harus segera menggantikan setiap barang yang terjual. Namun, kadang-kadang konsumen meminta kredit untuk pembelian partai besar dan terkadang pembayarannya tidak tepat waktu. Dalam kegiatan manufaktur, modal kerja harus mencakup periode yang lebih lama dan ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Bila modal kerja diperkirakan lebih rendah dari kebutuhan, dapat saja seorang wirausaha yang memiliki suatu bisnis yang sedang berkembang kekurangan uang untuk membayar gaji, misalnya, atau memperbaharui stok, atau (dalam kasus terburuk) untuk membayar cicilan bank. Bila seseorang ingin memulai suatu usaha, ia harus tahu berapa uang yang dibutuhkan dalam proses awal pembiayaan bisnis sebelum usaha tersebut menghasilkan uang. Uang ini dinamakan Modal Awal. Modal awal ini digunakan untuk dua hal: • Pembiayaan pra-operasi atau modal investasi • Pembiayaan awal operasi atau modal kerja Pembiayaan pra-operasi adalah uang yang harus dibayarkan seseorang yang sedang memulai bisnis sebelum usaha itu mulai beroperasi (perdagangan, manufaktur atau pembuatan barang, atau penyediaan jasa). Yang yang dibutuhkan untuk pembayaran semacam ini disebut sebagai modal investasi. Membeli tanah, membuat bengkel atau tempat kerja, membeli mesin, mebel kantor, dan lain-lain, semuanya adalah pembiayaan pra-operasi, demikian juga dengan pembayaran biaya untuk mengurus status hukum usaha tersebut, sambungan air, listrik, dan telepon, publisitas dan iklan sebelum bisnis dibuka, dan lain sebagainya. Pembiayaan awal operasi akan terjadi ketika bisnis tersebut mulai beroperasi, misalnya untuk menutup biaya pengeluaran langsung, sampai usaha tersebut sudah bisa menghasilkan pendapatan. Pada umumnya, dalam kegiatan perdagangan, periode awal ini bisa berlangsung selama kurang dari satu bulan, sementara untuk kegiatan manufaktur, jangka waktu antara tanggal produksi (waktu pembuatan produk, waktu barang berada dalam sistem distribusi, misalnya penyimpanan barang dalam pabrik, pengiriman ke penjual grosir atau pengecer atau kepada konsumen), dan penerimaan pembayaran uang secara tunai atau transfer bank dapat berlangsung selama beberapa bulan. 45
  • 46. MARI BELAJAR BISNIS Pengeluaran selama periode ini disebut sebagai pembiayaan awal operasi atau modal kerja. Perbedaan antara kedua kategori pembiayaan ini tergantung dari saat pembayaran itu dilakukan: apakah sebelum usaha itu mulai beroperasi atau sesudahnya. Modal awal bagi suatu usaha baru adalah penjumlahan dari modal investasi dan modal kerja. Jumlah total dari modal awal adalah indikator bagi calon seorang wirausaha berapa uang yang perlu mereka investasikan dari sumber mereka sendiri dan berapa yang harus mereka pinjam. 46
  • 47. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 4 LEMBAR KERJA 1 Dana Yang Harus Dipenuhi Sebagai Modal Awal Pembayaran Pra Operasi Operasi Awal Lain-Lain Pendaftaran usaha Gaji pegawai untuk bulan pertama Biaya arsitek untuk merancang tempat kerja Membeli mesin Membeli bahan baku Membeli barang jadi Iklan pembukaan bisnis Akuisisi tanah di kawasan industri Pembangunan villa Gaji bulan pertama pemilik usaha Peralatan kantor Pembelian truk bekas Konsultan untuk penelitian investasi Penyewaan tempat usaha Membeli stok bahan /barang dagangan Asuransi kebakaran Asuransi kesehatan pegawai Mobil pribadi untuk isteri pemilik Promosi penjualan Peralatan komputer Bahan bangunan untuk tempat kerja Biaya sekolah anak pegawai Instalasi telepon Tagihan telepon pertama Penggantian stok barang Perjalanan mengungjungi pemasok mesin Asuransi mobil tahun pertama Biaya pemeliharaan truk Bunga utang Membayar utang kepada teman 47
  • 48. MARI BELAJAR BISNIS TRANSPARANSI 1 MODUL 6: Topik 4 Dana Yang Harus Dipenuhi Sebagai Modal Awal Pembayaran Pra Operasi Operasi Awal Lain-Lain Pendaftaran usaha Gaji pegawai untuk bulan pertama V Biaya arsitek yang merancang tempat kerja V Membeli mesin V Membeli bahan baku V Membeli barang jadi V Iklan pembukaan bisnis V Akuisisi tanah di kawasan industri V Pembangunan villa V Gaji bulan pertama pemilik usaha V Peralatan kantor V Pembelian truk bekas V Konsultan untuk penelitian investasi V Penyewaan tempat usaha V Membeli stok bahan /barang dagangan V Asuransi kebakaran V Asuransi kesehatan pegawai V Mobil pribadi untuk isteri pemilik V Promosi penjualan V Peralatan komputer V Bahan bangunan untuk tempat kerja V Biaya sekolah anak pegawai V Instalasi telepon V Tagihan telepon pertama V Penggantian stok barang V Perjalanan mengunjungi pemasok mesin V Asuransi mobil tahun pertama V Biaya pemeliharaan truk V Bunga utang V Membayar utang kepada teman V 48
  • 49. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 4 LEMBAR KERJA 2 Memulai Usaha Toko Kue dan Snack Josepine adalah lulusan Sekolah Kejuruan Jurusan Tata Boga. Ia telah bekerja selama beberapa tahun disebuah toko pastri dan kue kering yang memproduksi sendiri pastri dan kue-kue keringnya untuk para pelanggan yang tinggal dan bekerja di lingkungan sekitarnya. Toko ini juga menyediakan kue kering, kue manis, dan pastri untuk resepsi pernikahan, ulang tahun, dan acara-acara sosial lainnya sampai ke rumah pelanggannya. Josepine telah belajar membuat pastri, mulai dari bahan mentah dan campurannya untuk berbagai macam produk, persiapan dan proses pemasakan, demikian juga dengan bekerja di toko dan berhubungan dengan para pelanggan. Dia menikmati gaji yang cukup lumayan sebesar Rp 3 juta. Namun, Josepine selalu berkeinginan untuk memiliki toko kue sendiri pada suatu hari nanti. Untuk itu, dia selalu menabung sebanyak mungkin uang yang dapat dia simpan. Dia juga telah membuat daftar mesin dan peralatan yang dia butuhkan untuk memulai tokonya. Dia juga telah melakukan survei harga. Barang yang paling mahal adalah oven listrik yang harganya Rp 10 juta; kemudian dia juga membutuhkan mesin penggiling adonan (Rp 3 juta), beberapa timbangan (Rp 500 ribu), mangkok, piring, toples, kotak,dan peralatan tangan (Rp. 2.000.000), perabot untuk bekerja seperti meja dan rak--rak (Rp 1,1 juta), dan sebuah kulkas besar (Rp 5 juta) yang juga dapat menampung kue-kue sampai tiga hari sejak dibuat. Dia juga harus melengkapi ruangan dengan lemari pajang, beberapa rak, dan mesin kasir (Rp 1,5 juta). Dia juga memerlukan sebuah kantor kecil untuk dirinya sendiri dan untuk pegawainya sebuah ruang istirahat kecil. Perabot bekas untuk kedua ruangan ini dirasakan akan menghabiskan sampai Rp 1 juta. Kini, dia telah memiliki kemungkinan untuk menyewa sebuah toko yang cocok bagi usahanya di sebuah wilayah kota dengan populasi kaum menengah yang berpotensi menjadi pelanggan. Toko tersebut baru akan kosong 2 bulan mendatang. Setelah melakukan penelitian pasar, dia memutuskan untuk memulai usahanya sendiri dan menyewa toko tersebut dengan tarif Rp 800 ribu sebulan. Sekarang tibalah saat yang cukup menyibukkan Josepine karena dia harus memfinalisasi rencananya, menghitung investasi, mengerjakan sejumlah hal penting. Dia juga akan meminjam uang ke bank, karena dari perhitungannya dia hanya dapat menutupi 30 persen dari kebutuhannya. Kemudian dia harus mendaftarkan usahanya dengan biaya Rp 100 ribu, dan memesan mesin dan peralatan yang dapat diantarkan dalam waktu 3 bulan. Untuk melakukan itu semua, Josepine telah berhenti bekerja sebulan sebelum dia dapat mulai mengisi tokonya. Air, listrik, dan sambungan telepon harus didaftarkan dahulu memakai namanya dan dia harus membayar Rp 150 ribu untuk semuanya. Dia juga harus mengasuransikan rumah dengan biaya Rp 1 juta untuk satu tahun. Josepine harus menyeleksi pegawainya –dua orang perempuan untuk membuat kue dan satu anak magang. Dia telah memutuskan untuk mempekerjakan mereka ketika dia sudah dapat masuk ke toko. Gaji bulanan untuk semua pegawainya adalah Rp 700 ribu. Dia ingin bisa melatih pegawainya pada saat menunggu pesanan mesinnya datang dan pemasangannya, yang dapat memakan waktu satu minggu. Biaya instalasi diperkirakan Rp 200 ribu. Karena Josepine juga akan menjalankan usaha 49
  • 50. MARI BELAJAR BISNIS katering, dia harus membeli mobil bekas seharga Rp 40 juta dan menyewa seorang supir dengan gaji Rp 500 ribu sebulan. Asuransi mobilnya untuk satu tahun Rp 1 juta. Sebelum memulai usahanya, Josepine berencana memasang publikasi dan iklan dan dia sudah memperoleh tawaran untuk semua paket iklan dari sebuah agensi seharga Rp 1,8 juta. Pembukaan toko ini seharusnya dimulai dua minggu setelah semua peralatan selesai dipasang. Selama masa dua minggu ini Josepine akan membuat berbagai macam kue dan pastri sebagai bahan latihan untuk para pekerjanya, yang disesuaikan dengan kondisi ketika toko beroperasi nantinya. Bahan-bahan baku untuk satu minggu produksi diperkirakan Rp 900 ribu, sedangkan untuk biaya-biaya lainnya seperti air, listrik, telepon, bensin untuk mobil, dan lain sebagainya diperkirakan Rp 300 ribu. Untuk amannya Josepine akan menyiapkan bahan untuk produksi dua minggu. Josepine berpikir bahwa setelah dibuka, toko ini akan mampu menjual sampai 60 persen produksi sehari-hari, dan 40 persen lainnya akan terjual melalui layanan katering untuk pelanggan yang dapat membayar dalam waktu dua minggu. Dia memperkirakan bahwa jasa kateringnya ini akan dimulai sekitar sebulan setelah tokonya dibuka. Josepine harus mengetahui pembayaran-pembayaran masa sebelum operasi dan investasi operasi awalnya untuk menghitung kebutuhan modalnya dan membuat rencana bisnisnya secara keseluruhan. Buatlah jadwal kerja lengkap dengan target-target penting untuk berbagai hal, selama masa pra operasi dan masa awal operasi, sekaligus jangka waktunya. Gambarkanlah tabel untuk tahap pra-operasi dan sebuah tabel lagi untuk tahap awal operasi dan hitunglah jumlah pembayaran yang dibutuhkan. 50
  • 51. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 4 TRANSPARANSI 2 Dana Pra-Operasi (Modal investasi) Investasi Spesifikasi Jumlah Mesin-Mesin Oven Listrik 10,000,000 Mesin Penggiling Adonan 3,000,000 Timbangan 500,000 Peralatan Genggam 2,000,000 Kulkas Besar 5,000,000 Mesin Kasir 1,500,000 Meja dan Rak-rak Bahan kayu jati 1,100,000 Perabot kantor Bahan kayu jati 1,000,000 Instalasi mesin Instalasi siap pakai 200,000 Sewa Tempat Per bulan 800,000 Mobil Bekas, colt pickup 40,000,000 Asuransi Mobil tahun pertama Per tahun 1,000,000 Sambungan listrik, Air, Phone 1300 Watt, air PDAM, 150,000 Telp. Kabel Jumlah 68.050.000 51
  • 52. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 4 TRANSPARANSI 3 Dana Operasional Awal (modal kerja) PEMBAYARAN Satuan Mingguan/ Jumlah Bulanan Operasi Awal Gaji Sopir bulan pertama Per bulan 500,000 Stok Bahan baku Per bulan 3,600,000 Asuransi Rumah Per tahun 1,000,000 Perijinan SIUP 100,000 Pelatihan pegawai Per paket 900,000 Gaji Bulan pertama Per bulan 700,000 Gaji pemilik Per bulan 3,000,000 Lain-lain 300,000 Jumlah 10.100.000 52
  • 53. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? I TOPIK 5: Mendapatkan Dana untuk Memulai Usaha II ALOKASI WAKTU: 5 Jam III TUJUAN: • Peserta dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan berbagai sumber modal untuk membuka sebuah usaha. IV DASAR PEMIKIRAN: • Banyak calon pemilik usaha kecil memiliki ide dan rencana bisnis yang bagus. Namun, mereka mungkin mendapati bahwa modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha tidak tersedia. Akibatnya, banyak usaha kecil tidak jadi beroperasi. Peserta perlu mengetahui jenis dana yang tersedia untuk calon pemilik usaha. Perlu ditekankan bahwa persiapan dan perencanaan yang bagus dapat meningkatkan peluang untuk memperoleh modal yang dibutuhkan. • Seorang wirausaha hampir dapat dipastikan akan menanamkan sejumlah dana pribadi mereka untuk bisnis ini. Namun, ada juga sebagian modal yang diperlukan untuk mulai usaha tersebut diperoleh melalui kredit. Topik ini akan mengidentifikasi sumber-sumber modal awal yang potensial dan menawarkan usulan-usulan yang terkait dengan persiapan yang perlu dilakukan untuk memperoleh pinjaman atau kredit. V KEGIATAN: 1. Mintalah peserta latihan membaca LEMBAR KERJA 1 untuk mengetahui jumlah modal yang dibutuhkan guna memulai suatu usaha. Perlihatkan TRANSPARANSI 1 dan mintalah peserta latihan membahas ke-6 pertanyaan yang ada. Mintalah peserta membuat daftar apa saja yang dibutuhkan seorang pemberi pinjaman, menurut pendapat mereka sendiri, sebelum mereka bersedia memberikan pinjaman uang untuk sebuah usaha. Catatan ini dapat ditulis di papan tulis dan dibahas di dalam kelas. Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok dan mintalah mereka melakukan studi kasus di akhir LEMBAR KERJA 1. Mereka mungkin membutuhkan satu minggu untuk menyelesaikan tugas ini. 2. Mintalah peserta latihan membaca HANDOUT 1 sebagai informasi latar belakang. Dengan menggunakan TRANSPARANSI 2, adakan diskusi di kelas untuk membahas sumber-sumber pendanaan untuk memulai usaha kecil dan prosedur untuk mendapatkan pinjaman. 3. Gunakan TRANSPARANSI 3 untuk mendiskusikan kreteria evaluasi sumber-sumber pinjaman. 4. Gunakan TRANSPARANSI 4 untuk membahas aplikasi pinjaman dari sudut pandang pemberi pinjaman. 5. Untuk mengkaji modal dan pendanaan utang, perlihatkan TRANSPARANSI 5 lalu bahaslah kelebihan dan kekurangan dari beberapa jenis pendanaan. 6. Undanglah seorang pejabat bank yang menangani pemberian pinjaman untuk menyampaikan ceramah di depan kelas. Sebelum kunjungan tersebut, mintalah peserta menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada pejabat bank tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dikirimkan sebelumnya ke pembicara tamu sebagai 53
  • 54. MARI BELAJAR BISNIS panduan presentasinya atau digunakan sebagai dasar untuk mengadakan sesi tanya jawab selama kunjungan tersebut. Bidang--bidang utama dan pertanyaan tersebut mencakup: A. Faktor-faktor paling penting apa saja dalam surat permohonan pinjaman usaha kecil yang diinginkan pejabat bank pemberi pinjaman? B. Seberapa penting bagi pemohon pinjaman untuk memiliki modal atau modal sendiri untuk membuka usaha baru? C. Apakah beberapa jenis usaha mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk memperoleh pinjaman awal ketimbang jenis usaha yang lain? Jika ya, apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh jumlah dana yang dibutuhkan untuk membuka bisnis atau oleh tingkat keberhasilannya? D. Bagaimana cara seseorang untuk memperoleh modal sendiri, taruhlah ia tidak dapat menyimpan uang dari penghasilannya sekarang? E. Apa saja yang penting yang menjadi pertimbangan pemohon ketika memilih bank untuk mendapatkan pinjaman? F. Seberapa besar peringkat (rating) kredit pribadi pemohon mempengaruhi keputusan pejabat bank untuk memberikan kredit usaha kecil? 54
  • 55. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 5 HANDOUT 1 Pertanyaan-Pertanyaan tentang Cara Memperoleh Modal 1. Dapatkah seluruh modal yang dibutuhkan berasal dari pinjaman? a. Hampir semua lembaga pemberi pinjaman mengharuskan seorang wirausaha menyediakan sejumlah besar uang yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha. Besarnya dana tersebut tergantung dari kondisi pasar dan perekonomian. Namun ada juga beberapa lembaga pemberi pinjaman atau perorangan yang bersedia mengambil risiko keuangan untuk suatu bisnis bila pemiliknya tidak memiliki uang yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut. b. Dana yang dimasukkan pemilik ke dalam usaha tersebut disebut modal pemilik atau modal sendiri. Ini adalah investasi pemilik dalam bisnis tersebut. Modal yang berasal dari pinjaman disebut kredit atau utang. c. Pemberi kredit perlu mengetahui apakah pemilik usaha tersebut memiliki komitmen dan keterlibatan pribadi. Komitmen pribadi ini mencakup waktu, energi, dan dana yang hendak dikontribusikan sang pemilik untuk usaha tersebut. 2. Di mana modal sendiri dapat diperoleh? a. Tabungan pribadi b. Teman dan keluarga c. Mitra. Pemilik dapat membentuk sebuah kemitraan dengan satu orang atau lebih untuk memperoleh modal modal sendiri untuk mulai mengoperasikan bisnis tersebut. d. Perusahaan. Adalah mungkin untuk bergabung ke dalam bisnis tersebut dan menjual saham untuk menambah modal sendiri. 3. Di mana kita dapat memperoleh kredit atau utang? a. Bank b. Lembaga-lembaga keuangan c. Lembaga-lembaga pemerintah d. Kredit perdagangan. Pemasok menyediakan kredit untuk membeli peralatan, persediaan dan lain-lain, sehingga usaha tersebut dapat menghasilkan penjualan sebelum pembayaran jatuh tempo. e. Lembaga-lembaga keuangan mikro. 4. Bagaimana cara meningkatkan peluang untuk memperoleh pinjaman, terutama bagi wirausaha perempuan? Seorang wirausaha tidak dapat memastikan bahwa mereka akan memperoleh pinjaman piring dan peralatan makan. Anda juga perlu membeli atau menyewa gedung; membayar izin usaha dan izin membuka restoran. serta biaya mencetak menu. 55
  • 56. MARI BELAJAR BISNIS 5. Apa yang disebut 4C untuk Kredit a. Seorang bankir atau pejabat yang bertugas memberikan pinjaman akan mempertimbangkan 4C kredit sewaktu mengevaluasi pemohon pinjaman: Character (Karakter) : perilaku pemohon terhadap kredit akan diteliti, termasuk catatan masa lalu mereka dalam memenuhi kewajiban-kewajiban mereka Capacity (Kapasitas) : Penghasilan pemohon akan diteliti untuk mengetahui kemampuannya membayar pinjaman tersebut Capital (Modal) : keuangan pribadi pemohon akan diteliti termasuk tabungan dan harta atau properti pribadi yang lain Conditions (Kondisi) : Kondisi perekonomian masyarakat. negara dan daerah akan mempengaruhi ketersediaan pinjaman b. Calon pemilik usaha harus menunjukkan bahwa mereka memiliki stategi usaha dan rencana aksi yang akan mengarah pada keberhasilan usaha. c. Pemberi pinjaman ingin memastikan bahwa calon pemilik usaha memiliki pengalaman atau pengetahuan di bidang usaha yang diusulkan. d. Untuk menambah modal sendiri dan memperoleh pembiayaan kredit, sangat diperlukan rencana yang realistis dan sudah diteliti dengan baik. e. Seorang wirausaha perempuan perlu diberi informasi, kontak, dan peralatan yang penting untuk mempermudah akses mereka dalam memperoleh kredit. 6. Biaya operasi: biaya pengoperasian suatu usaha tetap dibutuhkan sampai ada laba yang cukup untuk menjaga kelangsungan usaha. Contoh biaya pengoperasian antara lain adalah biaya untuk persediaan, pasokan, pemasangan iklan, pembayaran upah, pajak, perbaikan dan perlengkapan, asuransi, sewa bulanan, dan utilitas. Setelah restoran dibuka, Anda perlu mengeluarkan biaya pengoperasian secara teratur. Anda perlu membeli makanan, membayar upah tukang masak dan pelayan secara rutin, membayar pajak penjualan, membayar sewa bulanan, dan banyak lagi. Adalah penting untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan setiap bulan untuk mengoperasikan bisnis. 7. Pengeluaran pribadi: pengeluaran ini mencakup biaya-biaya yang diperlukan untuk kelangsungan hidup Anda. Anda memerlukan uang untuk menutup pengeluaran pribadi, seperti untuk membayar sewa atau hipotek, pangan, transportasi, asuransi, sandang, utilitas, tagihan medis dan hiburan. Banyak usaha yang baru berdiri tidak dapat langsung memperoleh keuntungan; bisnis mungkin membutuhkan waktu satu sampai tiga tahun untuk dapat memperoleh keuntungan. Anda harus merencanakan semua pengeluaran ini. Mungkin ada orang yang membuka bisnis baru sambil bekerja di tempat lain, atau pasangan mereka mungkin memperoleh upah dengan bekerja tetap di tempat lain. Ini akan membantu mengurangi dana yang dibutuhkan untuk membiayai bisnis tersebut. 56
  • 57. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 5 LEMBAR KERJA 1 Studi Kasus Seorang perempuan yang baru lulus sekolah kejuruan memiliki kemahiran yang sangat tinggi dalam menggunakan dan menerapkan teknologi komputer. Ia ingin membuka warnet (warung internet) di dekat sekolahnya di mana para murid bisa saling bertemu, bergaul, dan menggunakan lima buah komputer yang ingin ia beli untuk warnet tersebut. Ia butuh modal untuk membuka usaha itu. Jika Anda menjadi dia, bagaimana Anda merespon pertanyaan-pertanyaan berikut yang terkait dengan cara memperoleh modal? 1. Seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membeli lima buah komputer untuk warnet? 2. Bagaimana ia dapat memperoleh kredit dari toko komputer? 3. Di mana ia dapat memperoleh pinjaman untuk: (a). Modal sendiri? (b). Pembiayaan utang? 4. Jika ia harus meminjam ke bank, bagaimana cara meningkatkan peluangnya untuk memperoleh pinjaman? 5. Seberapa besar modal yang ia butuhkan untuk membiayai warnet? 6. Cari tahu bagaimana prosedur untuk pengajuan pinjaman di a. Bank b. Lembaga keuangan lainnya 57
  • 58. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 5 TRANSPARANSI 1 1. Dapatkah seluruh modal yang dibutuhkan berasal dari pinjaman? 2. Di mana kita dapat meminjam modal sendiri? 3. Di mana kita dapat memperoleh kredit atau pembiayaan utang? 4. Bagaimana kita dapat meningkatkan peluang untuk memperoleh pinjaman? 5. Apakah yang dimaksud dengan 4C untuk kredit? 6. Bagaimana modal tersebut digunakan? Biaya pra-operasi Biaya pengoperasian awal Pengeluaran pribadi 58
  • 59. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 5 HANDOUT 2 Sumber-sumber Pembiayaan Usaha Banyak wirausaha potensial yang memiliki ide dan rencana bisnis yang menjanjikan. Namun, modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana-rencana mereka mungkin tidak selalu tersedia. Akibatnya, banyak usaha kecil yang prospektif akhirnya tidak terwujud. Pemilik usaha kecil perlu menginvestasikan sejumlah dana pribadinya untuk membuka usaha mereka. Tapi, dengan persiapan dan perencanaan yang tepat, pembiayaan dapat diperoleh dari sumber-sumber lain. Kedua sumber keuangan yang utama untuk membuka usaha adalah modal sendiri dan utang dari lembaga--lembaga pemberi pinjaman. 1. Pembiayaan Modal Sumber utama pembiayaan modal bagi kebanyakan wirausaha adalah tabungan pribadi. Para ahli keuangan mengatakan bahwa setengah dari uang yang dibutuhkan untuk membuka satu usaha kecil harus berasal dari pemilik. Ini berarti para pemilik di masa mendatang harus bekerja dan menabung dulu sebelum memiliki dana yang cukup untuk membuka sebuah usaha. Sumber pembiayaan modal populer lainnya adalah dana yang berasal dari sumber-sumber lain seperti keluarga, teman, modal ventura, dan perusahaan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apakah mereka ingin terlibat dalam pengoperasian bisnis tersebut? Apa yang akan terjadi bila bisnis tersebut tidak berhasil? Apakah ini akan merusak hubungan Anda? Sumber pembiayaan modal juga dapat diperoleh dengan menjual sebagian dari usaha tersebut kepada salah satu mitra atau lebih. Dengan mitra menanamkan uang mereka, biasanya lebih mudah untuk menambah jumlah dana yang dibutuhkan. Namun, para mitra ini harus dapat bekerja sama dan ini tidaklah mudah. Karena banyak orang yang membuka bisnis sendiri ingin mengambil keputusan-keputusan mereka sendiri, maka kemitraan bukanlah ide yang tepat. 2. Meminjam dari Lembaga Pemberi Pinjaman Apabila sumber-sumber modal sendiri tidak cukup, seorang wirausaha punya pilihan lain, yaitu meminjam dari sumber-sumber lain. Para pemberi pinjaman biasanya akan memberi pinjaman kepada orang yang mereka kenal dan percaya. Para pemberi pinjaman biasanya bersikap hati- hati dan tidak akan memberi pinjaman jika risikonya terlalu tinggi. Mereka tidak mau kehilangan uang untuk usaha-usaha yang gagal. Oleh karena itu, sebagian besar dari pemberi pinjaman akan mengkaji rencana bisnis tersebut secara seksama. Rencana ini harus menguraikan bagaimana bisnis ini beroperasi, seberapa besar dana yang dibutuhkan, dan bagaimana dana ini digunakan, serta pada titik mana bisnis ini akan meraih keuntungan. Sebagian besar masyarakat terpikir tentang bank bila ingin meminjam uang. Namun, untuk usaha-usaha kecil, meminjam uang dari bank tidak selalu mudah. Bank hanya meminjamkan dana bila risiko bisnis tersebut sangat rendah. Biasanya mereka hanya meminjamkan uang kepada pelanggan yang sudah mereka kenal. Bila ada seseorang yang ingin meminjam uang di kemudian hari, maka ia mungkin perlu segera menjalin hubungan pribadi yang baik dengan bankir lokal. 3. Pertimbangan-pertimbangan Ketika Mengajukan Permohonan Pinjaman Usaha Lembaga-lembaga pemberi pinjaman menerapkan prosedur yang berbeda-beda yang harus dipatuhi pemohon pinjaman. Walaupun berbagai lembaga ini ingin membantu calon peminjam, 59
  • 60. MARI BELAJAR BISNIS mereka harus memastikan pinjamannya akan dilunasi seperti yang disepakati pihak peminjam. Adalah penting untuk memahami beberapa faktor berikut ini sebagai bahan pertimbangan sewaktu menilai permohonan pinjaman. Jenis pinjaman: jangka pendek (hingga satu tahun) atau jangka panjang (lebih dari satu tahun). Tujuan pinjaman: adalah penting untuk memastikan bahwa pemohon tidak akan menanamkan dana tersebut untuk bisnis ilegal, tidak didukung kebijakan pemerintah atau tidak memberi keuntungan bagi masyarakat. Nilai kredit dan integritas peminjam. Apakah peminjam dapat dipercaya? Kemampuan: profil bisnis dari pemohon adalah indikator kemampuan seorang wirausaha untuk mengoperasikan proyek dengan keahlian profesional dan efektivitas. Karakteristik kemampuan dapat membantu pemberi pinjaman untuk memahami apakah peminjam mampu menggunakan pinjaman sesuai tujuan yang diinginkan. Masa pelunasan: masa pelunasan adalah syarat yang sangat penting dari sisi peminjam maupun pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman perlu mengetahui apakah masa pelunasan yang ditawarkan peminjam realistis atau tidak. Pemberi pinjaman dapat memastikan hal ini melalui proyeksi statistik dan finansial dan memberi usulan kepada pemohon tentang masa pelunasan yang realistis, serta informasi rinci lainnya, misalnya tentang jumlah angsuran bulanan. Jaminan: jaminan untuk pinjaman tersebut harus dapat diterima pemberi pinjaman. Walaupun semua persyaratan telah terpenuhi, namun pemberi pinjaman dapat menolak pemberian pinjaman tersebut bila persyaratan sekuritas dan ketentuan yang diperlukan pihak bank tidak memadai. Hal ini biasanya terjadi bila mengajukan permohonan pinjaman untuk yang pertama kalinya. Penjamin: sebagian pemberi pinjaman meminta sekuritas dalam bentuk properti tak bergerak serta aset dan jaminan yang nyata dari teman-teman. Rencana usaha: ini adalah sarana utama yang digunakan lembaga pemberi pinjaman manapun untuk memutuskan apakah pemohon pinjaman layak diberi pinjaman. Rencana usaha memperlihatkan apakah sebuah usaha dapat berjalan atau tidak. Pemohon pinjaman mungkin akan meminta tenaga ahlinya untuk menyusun rencana usaha guna membuktikan bahwa pinjaman yang diminta layak dipertimbangkan oleh lembaga pemberi pinjaman. Kreditur selalu menilai rencana usaha yang diberikan pemohon dan mengambil kesimpulannya sendiri atau menyusun studi kelayakannya guna menilai kelangsungan usaha yang diusulkan tersebut. Aspek yang sangat penting adalah biaya yang dibutuhkan dan arus kasnya. Arus kas serta proyeksi keuangan dan statistik akan memperlihatkan apakah proyek tersebut dapat menghasilkan uang yang lebih banyak daripada ongkosnya. Hasil- hasil ini akan menunjukkan kepada pihak pemberi pinjaman apakah pinjaman tersebut aman dan pihak peminjam mampu melunasi utangnya sesuai persyaratan yang ditentukan. Pelanggan lembaga pemberi pinjaman punya peluang yang lebih besar sewaktu mengajukan permohonan pinjaman usaha untuk modal kerja. Bank akan mempelajari catatan keuangan konsumen tersebut di masa lalu dan catatan-catatan keuangan ini dapat membantu pihak bank untuk memutuskan tindakan apa yang perlu diambil. Apabila pelanggan ingin membuka sebuah usaha, maka prosedur--prosedurnya nyaris sama dengan prosedur yang diterapkan terhadap pemohon baru. Dengan menyimpan catatan-catatan keuangan tertulis tersebut, seorang wirausaha akan memiliki bukti tertulis tentang riwayat usahanya di masa lalu. Ada beberapa sumber keuangan yang tersedia untuk para wirausaha. Biasanya. keputusan penting yang perlu diambil adalah menentukan sumber keuangan mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka saat ini. Pemilihan sumber keuangan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka biasanya memiliki dampak yang besar terhadap masa depan usaha mereka. Menerima pinjaman bank jangka pendek di saat membutuhkan pinjaman jangka panjang dapat 60
  • 61. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? menimbulkan krisis. Menjual sebagian dari usaha tersebut untuk menambah modal yang seharusnya dipinjam mungkin sangat mahal. Sedangkan pemberian kredit yang berlebihan, mungkin mahal dan dapat menghambat pengoperasian perusahaan. Ada banyak peluang terjadinya kesalahan dalam memilih sumber permodalan. Namun, pilihan yang tepat dapat menyediakan modal yang diperlukan dan membebaskan seorang wirausaha dari biaya dan risiko yang tak perlu atau kemungkinan hilangnya kontrol atas usaha mereka. 4. Kriteria penilaian sumber pinjaman Untuk menentukan sumber yang paling tepat untuk menambah modal yang diperlukan dalam situasi tertentu, kita perlu mempertimbangkan lima pertanyaan berikut ini. Apa manfaat pinjaman bila dibandingkan dengan biayanya? (biaya) Sumber pinjaman mana yang memiliki tingkat risiko usaha terkecil? (risiko) Apakah persyaratan yang ditetapkan sumber pinjaman dapat mengurangi fleksibilitas seorang wirausaha dalam mencari modal tambahan atau dalam menggunakan modal yang diperoleh dari pengoperasian menurut penilaian pemilik? (fleksibilitas) Apakah kontrol pemilik atas usaha tersebut dapat terpengaruh secara negatif? Apakah hilangnya kontrol tersebut dapat mencegah seorang wirausaha untuk mengambil keputusan pengoperasian demi kepentingan terbaik dari usaha tersebut? (kontrol) Sumber-sumber keuangan mana yang tersedia untuk usaha tersebut? (ketersediaan) Biaya. Biaya pinjaman biasanya diukur dari dampaknya terhadap pendapatan pemilik sekarang, dan bukan oleh pengeluaran yang lebih besar dari usaha tersebut. Misalnya, apakah perusahaan akan memutuskan mengajukan pinjaman sebesar Rp 200 juta dengan bunga 10 persen atau menjual 25 persen sahamnya untuk memperoleh tambahan modal Rp 200 juta. Jika meminjam ke bank, perusahaan itu diharapkan membayar bunga Rp 20 juta per tahun atas pinjaman tersebut dan ini akan mengurangi total penghasilan bersihnya sebesar Rp 20 juta, tidak termasuk pajak. Apabila usaha ini diperkirakan memperoleh keuntungan sebesar Rp 300 juta, maka pengeluaran bunganya akan memotong keuntungan tersebut menjadi Rp 280 juta. Sedangkan untuk alternatif modal sendiri, penghasilan bersihnya tetap Rp 300 juta karena tidak ada pengeluaran untuk bunga. Namun, hanya Rp 225 juta yang akan diterima para pemilik karena yang Rp 75 juta (Rp 300 juta x 25%) merupakan partisipasi para pemegang saham yang baru. Oleh karena itu, penghasilan bisnis dalam alternatif modal sendiri akan lebih tinggi, tapi partisipasi para pemilik yang ada lebih rendah. Setiap sumber modal memiliki biayanya sendiri. Sumber dana internal, seperti dana yang diperoleh dari penjualan atau likuidasi aset dapat menimbulkan kerugian penghasilan akibat hilangnya persediaan atau biaya pengoperasian yang lebih besar bila mesin harus dijual untuk memperoleh dana. Dalam mengambil suatu keputusan adalah penting untuk mempertimbangkan semua biaya terkait dengan setiap sumber pembiayaan. Risiko. Ada beberapa jenis risiko yang terkait dengan upaya penambahan modal. Pemanfaatan kredit dagang dapat menimbulkan ketidakpuasan pemasok dan mungkin akan merugikan posisi kredit Anda. Karena uang pinjaman harus dikembalikan bersama bunganya, maka modal utang adalah utang atas arus kas usaha tersebut yang harus dipenuhi guna menghindari kelalaian. Kelalaian dapat mengakibatkan adanya beberapa tindakan seperti hilangnya jaminan atau kebangkrutan. Sumber dana satu-satunya yang tidak menimbulkan risiko terhadap usaha adalah modal sendiri, karena investor modal sendiri, dan bukan usaha tersebut, adalah pihak yang menanggung risikonya. Fleksibilitas. Ketergantungan penuh pada laba untuk memenuhi kebutuhan modal dapat mengakibatkan suatu usaha terlalu berhati-hati dalam menambah kredit atau membeli persediaannya. Pembatasan-pembatasan ini dapat menimbulkan kerugian penjualan. Pemakaian kredit dagang sebagai sumber permodalan utama dapat membuat suatu bisnis sangat tergantung 61
  • 62. MARI BELAJAR BISNIS pada beberapa pemasok dan tidak dapat memperoleh keuntungan dari harga yang lebih tinggi dari pemasok lain. Kontrol. Pemakaian dana internal dan kredit dagang kemungkinan besar akan berdampak pada pengendalian usaha oleh pemilik yang ada. Investor modal sendiri biasanya memiliki hak untuk mengawasi pengoperasian bisnis tersebut. Pemberi pinjaman biasanya tidak ikut berpartisipasi dalam urusan bisnis dan tidak berhak secara hukum untuk memberikan suara dalam urusan perseroan terbatas, yang umumnya dilakukan pemegang saham. Ketersediaan. Biasanya suatu usaha mungkin dibatasi oleh kemampuannya untuk menambah modal akibat terbatasnya ketersediaan sumber dana yang sesuai. Tanpa memandang sumber dana yang dianggap paling sesuai, usaha tersebut hanya memiliki akses ke sumber-sumber keuangan yang ada. Menimbang faktor-faktor penilaian. Setiap sumber permodalan yang dipertimbangkan perlu dievaluasi dalam hal biaya, risiko, fleksibilitas, pengawasan dan ketersediaannya. Sumber-sumber mana yang paling penting? Mana yang paling kurang penting? Jawaban atas pertanyaan- pertanyaan ini tergantung situasi yang ada. Dalam banyak hal, ketersediaan mungkin merupakan hal yang paling penting. Namun dalam hal lain, biaya mungkin faktor yang penting. Keputusan hanya dapat diambil melalui penilaian yang seksama dari sang pemilik setelah mengumpulkan dan menganalisis semua faktor terkait. 5. Pertimbangan pemberi pinjaman Seringkali pejabat bank yang bertugas memberikan pinjaman menolak permohonan pinjaman atau menurunkan jumlah pinjaman yang disetujui. Hal terpenting dalam benak pemberi pinjaman adalah pertanyaan: “apakah perusahaan ini mampu membayar kembali pinjaman yang akan diberikan?” Pemberi pinjaman dapat menolak pinjaman bila pemilik menyusun permohonan pinjaman yang dibuat secara serampangan atau karena tertekan. Akibatnya, petugas pemberi pinjaman mencium adanya ketidak-stabilan dan kurangnya perencanaan dalam keterangan yang diberikan pemilik tentang usahanya. Apabila permohonan pinjaman dan seorang wirausaha ternyata ditolak, maka pemohon pinjaman harus menerima penolakan tersebut dengan lapang dada dan berupaya menghapus kelemahannya, sebelum kembali mengajukan permohonan pinjaman di masa mendatang. Pertanyaan-pertanyaan tentang Pinjaman Pemberi pinjaman memerlukan jawaban atas beberapa pertanyaan terkait untuk mengetahui apakah peminjam mampu membayar kembali pinjaman tersebut. Salah satu dari pertanyaan tersebut adalah “Bagaimana peminjam menggunakan dana tersebut?” Apa jenis pinjamannya? Sebelum mengajukan permohonan pinjaman, tentukan terlebih dahulu jenis pinjaman apa yang dibutuhkan. Suatu perusahaan biasanya menggunakan empat jenis dana pinjaman dalam pengoperasiannya. Jenis pinjaman tersebut tergantung pada tujuan pengajuan pinjaman tersebut. Kredit perdagangan. Jenis dana ini tidak dipinjam. Ini adalah dana yang Anda pinjam dari pemasok bila Anda diperbolehkan mengambil barang persediaan dengan rekening terbuka. Kemampuan Anda membayar utang dapat dibuktikan melalui catatan pembayaran kredit Anda di masa lalu. Kredit jangka pendek. Bank dan pemberi pinjaman lain menyediakan jenis dana ini untuk membeli persediaan atas beberapa alasan tertentu, misalnya membeli persediaan untuk musim penjualan berikutnya. Pinjaman-pinjaman seperti ini mudah dicairkan karena mereka menghasilkan uang dari penjualan. Kredit jangka pendek harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun. 62
  • 63. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? Kredit jangka panjang. Pinjaman untuk jangka waktu lebih dari satu tahun digunakan untuk ekspansi atau memodernisasi usaha. Pinjaman-pinjaman ini dilunasi melalui akumulasi keuntungan. Biasanya pinjaman jenis ini berupa hipotik atau surat utang. Dana modal. Jenis dana ini tidak untuk dilunasi. Investor menyediakan uang kas untuk usaha tersebut dengan imbalan kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut. Banyak pemilik tidak mengetahui perbedaan keempat jenis dana tersebut. Perlu diingat bahwa dana yang dipinjam untuk tujuan yang bersifat sementara harus digunakan untuk bidang- bidang usaha yang menghasilkan keuntungan dan akan dilunasi dari pengoperasian usaha tersebut. Dana modal sendiri adalah dana yang akan tetap dalam bisnis tersebut dan menambah aset bersih sang pemilik. Apakah penjualan memadai? Apakah pinjaman yang diminta adalah untuk meningkatkan volume penjualan, membeli stok barang tambahan dengan volume besar yang mungkin punya potensi yang Iebih besar, atau untuk sekadar menciptakan citra baru perusahaan melalui kampanye iklan secara keseluruhan? Bagaimana posisi piutang bisnis tersebut? Piutang adalah dana yang belum diterima d a n sudah berlangsung lama. Akibatnya, apakah usaha tersebut membutuhkan uang untuk menutup tagihan tertunggak itu? Apakah marjin keuntungan memadai? Apakah ada banyak transaksi tapi keuntungannya minim? Ini mungkin menunjukkan bahwa pengeluaran usaha tersebut tidak terkendali. Apakah pasar tidak memadai? Bagaimana rencana pelunasan utang? Apakah perkiraan tentang pemasukan dan pengeluaran kas realistis? Pemberi pinjaman akan mengkaji secara seksama arus kas usaha tersebut untuk menentukan apakah pemilik menyediakan uang kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Pemberi pinjaman juga perlu memastikan bahwa uang kas yang dibutuhkan untuk modal kerja tidak akan digunakan usaha itu untuk bagian modal yang lain, sehingga mengurangi uang kas yang tersedia. 63
  • 64. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 5 TRANSPARANSI 2 Sumber Pembiayaan Usaha Pembiayaan Modal Tabungan pribadi Pinjaman keluarga dan teman-teman Mengajak seorang mitra atau lebih Meminjam dari lembaga-lembaga pemberi pinjaman Pertimbangan dalam memohon pinjaman usaha Jenis pinjaman Tujuan pinjaman Nilai kredit dan integritas Kemampuan Masa pembayaran Keamanan Penjamin Fleksibilitas proyek Status konsumen di bank 64
  • 65. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 5 TRANSPARANSI 3 Kriteria untuk Mengevaluasi Sumber Pinjaman Biaya Risiko Fleksibilitas Kontrol Ketersediaan Menimbang kriteria evaluasi 65
  • 66. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 5 TRANSPARANSI 4 Pertimbangan Pemberi Pinjaman 1. Mampukah perusahaan membayar kembali pinjaman tersebut? 2. Bagaimana cara ia membayar pinjaman tersebut? 3. Bagaimana cara peminjam menggunakan pinjaman tersebut? 4. Apa jenis dana yang dibutuhkan? Kredit perdagangan Kredit jangka pendek Kredit jangka panjang Pembiayaan modal 5. Apakah penjualan perusahaan tersebut cukup besar untuk memperoleh keuntungan agar dapat membayar kembali pinjaman tersebut? 66
  • 67. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 5 TRANSPARANSI 5 Pembiayaan Modal Dan Utang JENIS DANA KEUNGGULAN KEKURANGAN Modal Pemilik Semua laba disimpan Peluang rugi Menggunakan Tabungan Pribadi Mengurangi jumlah utang. Membutuhkan Risiko kerugian pengorbanan pribadi Memberi motivasi untuk Hilangnya laba mencapai sukses akibat pemakaian tabungan untuk Memperlihatkan niat baik investasi lain kepada pemberi pinjaman potensial Mengajak teman- Membawa masuk uang kas Kehilangan sebagian teman dan keluarga yang lebih banyak laba Dapat meminjam dana yang Kehilangan sebagian lebih besar kepemilikan usaha Risiko keuangan ditanggung bersama Membentuk Sumber dana kas mudah Risikonya adalah bisa Kemitraan didapat merusak hubungan Kurangnya tekanan atau pribadi pembatasan Dapat mendorong Pengaturan dilakukan keterlibatan usaha secara informal yang tidak diinginkan 67
  • 68. MARI BELAJAR BISNIS JENIS DANA KEUNGGULAN KEKURANGAN Membentuk Jumlah dana kas bertambah Kehilangan sebagian Perseroan Terbatas besar laba Risiko keuangan ditanggung Kehilangan sebagian bersama kontrol dan Kewajiban legal berkurang kepemilikan usaha Tabungan pajak Mendirikan Kurang mampu Laba dibagi bersama Koperasi mengkombinasikan sumber Pengambilan keuangan keputusan keuangan Risiko keuangan ditanggung dilakukan bersama bersama Bekerjasama Didirikan untuk membantu Mendorong dengan lembaga- usaha-usaha kecil perluasan usaha lembaga keuangan Menyediakan pinjaman HUTANG Relatif mudah didapat Biaya bunga tinggi Segala bentuk Kontrol dan kepemilikan Risikonya laba di usaha dapat dipertahankan masa mendatang Pinjaman tidak mencakup Dapat dibayar kembali dalam jangka waktu yang pembayaran utang lebih lama Mudah disalahguna- Dapat menyimpan uang kan dan digunakan secara berlebihan Biaya dapat mengurangi pajak Informasi keuangan rahasia harus dibagi Inflasi memungkinkan kepada orang lain pembayaran utang dengan biaya yang lebih murah Pemberi pinjaman dapat menerapkan pembatasan atau restriksi terhadap peminjam 68
  • 69. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? I TOPIK 6: Menjalankan Usaha II ALOKASI WAKTU: 2 Jam III TUJUAN: • Peserta dapat mengetahui keunggulan dan kekurangan dari pembelian usaha yang sudah berjalan dibandingkan membuka bisnis baru. IV DASAR PEMIKIRAN: • Seorang wirausaha kemungkinan dihadapkan pada pilihan apakah mereka akan membuka usaha baru atau membeli usaha yang sudah berjalan. Peserta perlu mengetahui keunggulan dan kekurangan kedua alternatif ini untuk menjadi seorang wirausaha. V KEGIATAN: 1. Mintalah peserta membaca dan membahas HANDOUT 1. Gunakan TRANSPARANSI 1 untuk membahas keunggulan dan kekurangan membeli usaha yang sudah berjalan. 2. Gunakan TRANSPARANSI 2 untuk membahas keunggulan dan kekurangan membuka usaha baru. 3. Gunakan TRANSPARANSI 3 untuk membahas keuntungan dan kerugian menjadi pemegang waralaba. 4. Bagilah peserta latihan menjadi empat kelompok. Mintalah mereka membahas: a. Keunggulan membuka restoran baru. b. Kelemahan membuka restoran baru. c. Keunggulan membeli restoran yang sudah ada. d. Kelemahan membeli restoran yang sudah ada. e. Keuntungan membuka restoran baru dengan sistem waralaba. f. Kerugian membuka restoran baru dengan sistem waralaba. Mintalah masing-masing kelompok menyajikan keunggulan atau kelemahan masing-masing pilihan, yaitu membuka restoran baru atau membeli restoran yang sudah ada kepada peserta lain di dalam kelas. 5. Minta peserta untuk membaca HANDOUT 2, ajak mereka berdiskusi tentang beberapa prinsip usaha yang penting. 69
  • 70. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 6 HANDOUT 1 Membeli Usaha yang Sudah Ada vs Membuka Usaha Baru 1. Membeli Bisnis Yang Sudah Berjalan Jika seseorang belum pernah punya usaha. membeli dan mengoperasikan bisnis yang sudah berjalan dapat memberi banyak keuntungan, misalnya, sudah tersedianya konsumen dan prosedur bisnis, pekerja terampil, persediaan, dan tempat usaha, serta reputasi di pasaran. Ada banyak pertanyaan yang perlu diajukan seorang calon wirausaha tentang bisnis yang akan dijual: Mengapa saya ingin membeli usaha tersebut? Mengapa pemiliknya ingin menjualnya? Apakah bisnis itu mempunyai masa depan yang bagus dengan kondisi yang ada dan bagaimana cara pengoperasiannya? Apakah saya akan senang mengoperasikan bisnis ini? Apakah saya punya keterampilan? Pertanyaan tentang harga adalah pertanyaan yang sulit. Pertimbangkan apakah harganya sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Apakah harganya sudah termasuk lahan dan bangunan? Apakah sudah termasuk saham, perabotan, dan peralatannya? Apakah Anda membeli nama usaha tersebut dan hak untuk menggunakan nama tersebut selama-lamanya? Apakah Anda membayar pemilik bisnis tersebut supaya ia tidak mendirikan usaha lain di dekat lokasi itu? Ada beberapa cara untuk menentukan harga sebuah usaha. Dengan membandingkan bisnis- bisnis serupa, Anda akan memperoleh “gambaran” tentang harga yang patut dibayarkan. Namun, berapapun jumlah yang Anda bayarkan, jumlah tersebut merupakan investasi Anda untuk bisnis baru tersebut. 2. Membuka Usaha Baru Sebagian besar masyarakat yang ingin menjadi seorang wirausaha menganggap pendekatan terbaik adalah dengan membuka usaha baru mereka sendiri dan bukan membeli bisnis yang sudah berjalan. Pendekatan ini memberi tingkat kepuasan yang besar kepada pemilik bisnis. Ini juga berarti mengambil risiko yang relatif tinggi dibandingkan membeli bisnis yang sudah ada. Membuka usaha baru berarti mengalokasikan banyak waktu untuk menyusun perencanaan dan meneliti potensi pasar bagi barang atau jasa yang akan ditawarkan bisnis baru tersebut. 70
  • 71. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? 3. Menjadi Pemegang Waralaba Waralaba adalah suatu sistem di mana seorang pemilik waralaba mengembangkan dan melaksanakan suatu bisnis yang ia tawarkan untuk direplika oleh pemegang waralaba. Pemegang waralaba membuka suatu usaha dengan memanfaatkan gagasan bisnis pemilik waralaba dengan membayarkan sejumlah uang. Ia kemudian akan mendapatkan pelatihan, konsep pemasaran, merek, dan produk serta jasa itu sendiri. Ia juga mendapat jaminan bahwa tidak akan ada pemegang wiralaba lain dari pemberi waralaba tersebut yang mempunyai hak untuk berbisnis di wilayah yang sama. Semua elemen ini ditetapkan dalam suatu kontrak waralaba yang mengikat kedua belah pihak. Wiralaba mengurangi risiko karena produknya sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat; namun di pihak lain hal ini mengurangi kapasitas pengambilan keputusan kewirausahaan dan mengecilkan marjin keuntungan karena ada biaya atau beberapa persen dan hasil penjualan harus dibayarkan kepada pemilik waralaba. 71
  • 72. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 6 TRANSPARANSI 1 Keunggulan dan Kekurangan dari Usaha yang Sudah Berjalan Keunggulan Kekurangan • Risiko minim • Barang atau jasa • Kebebasan pribadi mungkin sedang yang besar mengalami kemunduran • Arus kas sudah ada di pasaran • Hubungan dengan • Potensi pertumbuhan pemasok dan bank terbatas sudah terjalin • Utang atau saham • Barang atau jasa mungkin terlalu tinggi sudah mapan, • Barang dagangan dengan adanya mungkin sudah usang konsumen, metoda • Penjual mungkin pengoperasian, staf menyembunyikan alasan dan nama menjual perusahaannya: perusahaan bisnis mungkin sedang • Lokasi mungkin mengalami kemunduran sangat strategis dalam beberapa tahun terakhir ini • Reputasi usaha di lokasi itu mungkin buruk. • Lokasinya mungkin tidak strategis 72
  • 73. Modul 6: Bagaimana Mengelola Sebuah Usaha? MODUL 6: Topik 6 TRANSPARANSI 2 Keunggulan dan Kekurangan Membuka Usaha Baru Keunggulan Kekurangan • Pengeluaran dan • Risiko mendirikan biaya pengoperasian perusahaan baru cukup awalnya lebih besar rendah • Membutuhkan • Kebebasan pribadi perencanaan pribadi lebih besar dan bisnis yang • Kemampuan untuk signifikan masuk ke pasar baru • Konsumen mungkin dan harus dicari dulu dan memperkenalkan harus menjalin produk baru hubungan baik dengan • Kemampuan untuk konsumen mengubah praktek • Persaingan ketat bisnis atau dengan bisnis-bisnis mengganti arah yang sudah ada bisnis dengan cepat • Mungkin sulit mencari • Pengoperasian bisnis sumber dana untuk baru dapat masa pengoperasian diterapkan sejak awal yang panjang awal 73
  • 74. MARI BELAJAR BISNIS MODUL 6: Topik 6 TRANSPARANSI 3 Keuntungan dan Kerugian Menjadi Pemegang Waralaba Keunggulan Kekurangan • Mengurangi risiko • Lebih sedikit kekuasaan pada tahap awal pengambilan keputusan • Biaya investasi awal kewirausahaan diketahui dengan • Biaya waralaba jelas mengurangi • Pengenalan pasar keuntungan yang baik akan • Tidak mungkin barang atau jasa memperkenalkan • Konsep pemasaran produk baru dari yang sudah terbukti pemasok lain • Ketergantungan yang tinggi kepada pemilik waralaba 74