Your SlideShare is downloading. ×
Biologi xi. d
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Biologi xi. d

601
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
601
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. C. Pertumbuhan dan perkembangan hewan Pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada hewan. Hewan merupakan kelompok mahklul hidup yang berasal dari satu sel dan akan tumbuh berkembang menjadi makhluk mu ltiseluler ( banyak sel ). Pertumbuhan di tandai dengan pertumbuhan sel menjadi jaringan , jaringan menjadi organ, lalu menjadi system organ yang komplek. Sementara, perkembangan di tandai dengan mmulai berfungsinya system reproduksi. 1. Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan hewan Pertumbuhan dan perkmbangan hewan terdiri atas: a. Ploriferasi Ploriferasi merupakan peristiwa pembelahan sel terus menerus. Sel-sel tersebut menjadi embrio pada fase morula(kumpulan sel yang menyerupai buah anggur),selanjutnya fase blastula(embrio yang memiliki rongga atau blastosol), kemudian fase grastula(terbentuknya lapisan-lapisan embrionik yang akan menjadi organ-organ). b. Diferensiasi(spesialisasi) Diferensiasi merupakan pengelompokan beberapa sel yang sejenis dan memiliki fungsi yang sama menjadi jaringan (histogenesis),dan jaringan-jaringan yang berdekatan dan saling berkaitan akan membentuk organ (organogenesis). c. Integrasi adalah bergabungannya organ-organ yang memiliki fungsi yang sama atau terkait menjadi system organ serta mekanisme kerja sama antar organ yang di atur oleh system saraf dan hormone d. Pertumbuhan Pertumbuhan dapat melalui peristiwa-peristiwa berikut: a. Pembentukan atau sintesis protplasma denagn bahan dasar protein. b. Perubahan kandungan air c. Pembentukan endapan interseluler,suatu substansi tidak hidup berupa sekresi yang biasanya terletak diantara sel-sel,terdiri atas serat-serat atau subtansi dasar dari tulang rawan dan tulang sejati 2. Factor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang hewan Terdapat beberapa factor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan,meliputi factor genetis,suhu,nutrisi,dan juga hormone. Penjelasannya adalah sebagai berikut: a. faktor genetis: Gen merupakan salah satu factor yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan karna terdapat beberapa gen yang mengandung pertumbuhan sel. Oleh karna tiap spesies memilki karakteristik gen yang serupa kecepatan tumbuh tiap individu dalam satu spesies kira-kira sama. Setiap individu mempunyai kekurangan ukuran pertumbuhan yang berbeda, b. suhu suhu yang terbaik bagi pertumbuhan adalah suhu optimum , walaupun ada beberapa organisme yang dapat tumbuh pada suhu yang extrim (suhu min / suhu max), misalnya bakteri termofilik dapat hidup didekat air panas
  • 2. c. nutrisi zat yang paling berperan pada proses pertumbuhan adalah protein karna protein merupakan material pembentuk protoplasma d. hormone ,hormone yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, antara lain groeth hormone, hormone teroksin dan gonadotropin (hormone kelamin). Sementara factor-faktor yng menghambat pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: a. umur pertumbuhan akan terhenti bila telah mencapai umur dan ukuran tertentu . b. hormone hormone pertumbuhan akan berhenti bekerja jika sudah melewati masa pertumbuhan karena adanya inhibiting factor yang berasal dari hipotalamus. 3. Upaya-upaya pemeliharaan hewan Untuk melakukan budidaya tumbuhan dan hewan, diperlukan pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan hewan. Misalnya, untuk memelihara hewan diperlikan pemahaman tentang factor-faktor yang dapat memengaruhi pertumbyhan dan perkembangan hewan tersebut. Untuk pemeliharaan dan pembiakan hewan didaerah tropis terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, seperti keadaan lingkungan, status kesehatan, kandang, makanan dan minuman, pembiakan , dan kualitas hewan. Pemeliharaan juga bergantung dari jenis hewannya, tetapi beberapa prinsip diatas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hewan. Pada materi ini hanya dibatasi pada kandang , makanan, dan pembiakan hewan. a. Ayam dan itik Untuk memelihara dan membudidayakan ayam dan itik, perlu diperhatikan hal berikut. 1). Kandang Kandang hewan biasanya dilengkapi tempat air disatu sisi dan tempat makanan disisi lainnya. Bangunan dibuat beratapan, memiliki ventilasi yang baik, dan memiliki lantai dari beton sehingga mudah dibersihkan. Di daerah tropis dengan kelembapan tinggi, penggunaan kayu atau bamboo lebih menguntungkan dibanding logam yang biasanya cepat berkarat. Kandang sebaiknya terhindar dari hewan tikus dan mencit liar yang dapat menyerang anak ayam dan itik. Kandang harus dibersihkan secara teratur, kotoran dikumpulkan dengan cara dikerok agar tidak membentuk kerak yang menempel pada kawat. 2). Makanan Untuk mempertahankan kondisi fisik dan mencapai pertumbuhan, produksi telur dan daya tetas normal, ransum makanan yang diberikan harus mengandung semua zat makanan
  • 3. esensial. Kandungan protein dalam makanan yang diinginkan sangat erat hubungannya dengan kandungan energy. Keperluan protein untuk unggas akan naik jika kandungan energy makanan meningkat. Seekor ayam dan itik dewasa makan 85-115 gram makanan setiap hari. 3). Pembiakan Untuk berternak unggas di laboratorium, lebih baik memelihara dalam suatu kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari satu jantan dan 9-15 betina. Ayam berukuran besar maupun jenis ayam kate cenderung mudah mengeram sehingga telur dapat ditetaskan secara alami atau secara buatan. Penggunaan incubator harus dikondisikan sama dengan pengeraman secara alami, dengan kapasitas 1.000 butir telur dan alat otomatis dapat memutar telur telur 90° setiap 60-90 menit. Sebelum digunakan, sebaiknya incubator dijalankan dalam keadaan kosong kurang-lebih selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa incubator dapat bekerja dengan suhu dan kelembapan seperti yang diinginkan. Telur harus di simpan pada suhu 10-15°C dan kelembapan 85% sementara menunggu pengeraman. Telur ayam menetas pada hari ke-21, telur itik pada hari ke-28,dan telur bebek pada hari ke-35 pengeraman. Di dataran tinggi yang lebih dingin, anak ayam dan anak itik yang baru menetas perlu di hangatkan selama 2-3 minggu pertama. Telur ayam tetas harus mempunyai berat antara 55-65 gram, mempunyai cangkang bersih dan kuat, serta mempunyai bentuk dan ketebalan seragam. Telur dapat di simpan pada suhu 10-15°C di tempat yang tidak terlalu berangin dengan kelembapan 85% sampai 8 hari, tetapi lebih baik mulai di tetaskan dalam waktu 1-2 hari sesudah dikeluarkan telur di simpan dengan bagian tumpul menghadap ke atas. b. Domba dan kambing 1) Kandang Jika tersedia cukup ruang, kelompok kecil domba atau kambing dapat di pelihara di lapangan rumput. Suatu daerah seluas 1 hektar cukup untuk kira-kira 20 ekor, diperlukan pagar pengaman untuk mencegah hewan lepas dan mencegah anjing liar masuk. Air bersih harus selalu tersedia. Kambing agak sedikit sensitive terhadap kualitas air dan tidak mau minum air tergenang atau dalam wadah berkarat. Konsumsi normal untuk seekor domba dewasa atau kambing adalah 2-3 liter setiap hari, tetapi jika kambing sedang menyusui, keperluan air minum dapat mencapai 6 liter setiap hari. 2) Makanan Keperluan gizi domba, kambing dan sapi sangat mirip. Hewan-hewan ini memerlukan selulosa dalam bentuk rumput, jerami, silase atau hijauan kering, dan campuran biji- bijian yang mengandung tambahan mineral dan vitamin. Hewan yang sedang tumbuh, hamil, atau menyusui, memerlukan tambahan gizi. Kambing memakan lebih banyak jenis tumbuhan daripada domba, Karena kambing secara alami merupakan hewan
  • 4. pemakan tunas (semak-semak). Makanan kambing terdiri dari ranting-ranting dan cabang dari banyak tumbuhan dan semak, di samping rumput dan kehijauan kering. 3) Pembiakan Cara yang paling mudah adalah memelihara seekor jantan dan beberapa betina di suatu tempat penggembalaan berpagar. Pada kambing, tanda-tanda estrus (birahi) mudah diketahui, yaitu mengembik dan mengibas-ngibaskan ekor. Kambing betina yang sedang estrus di bawa ke jantan tertentu. Estrus pada domba lebih sukar di ketahui. Hewan bunting harus diamati seksama jika telah mendekati waktu melahirkan. Pada domba dan kambing, biasanya tidak terjadi kesulitan melahirkan (distocia). Akan tetapi, jika terjadi kelahiran tetap harus di bantu karena keselamatan induk atau anak dapat terancam. Anak kambing atau domba harus memperoleh kolostrum selama 24 jam pertama sejak lahir. Pemindahan kekebalan pasif melalui kolostrum sangat penting, tanpa kolostrum anak kambing atau domba akan mudah terserang penyakit. Kadang- kadang sangat bermanfaat mengumpulkan kolostrum yang berlebih (diambil dari induk yang anaknya mati) dan menyimpannya dalam keadaan beku, sehingga dapat di berikan kepada anak yang baru lahir jika induknya mati pada saat atau segera sesudah melahirkan anak domba dan kambing sangat tergantung kepada susu induknya selama 3-4 minggu pertama. D. pertumbuhan dan perkembangan manusia Seperti halnya pada hewan vertebrata, proses tumbuh kembang pada manusia diawali dengan fertilisasi. Fertilisasi adalah proses penggabungan atau peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina (sel telur atau ovum). Fertilisasi berlangsung di dalam saluran telur (oviduk atau tuba fallopi). Fertilisasi terjadi ketika kepala sperma sampai bagian tengah sperma masuk ke dalam ovum, sedangkan bagian ekornya tertinggal. Selanjutnya, inti sperma dan inti ovum bersatu membentuk zigot. Masing-masing inti sel kelamin tersebut memiliki jumlah kromosom haploid (n) sehingga zigot yang di hasilkan memiliki inti kromosom diploid (2n). 1). Tumbuh kembang embrio di dalam rahim Selama masa kehamilan (gestasi), zigot di dalam rahim (uterus) ibu akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Embrio akan tumbuh dan berkembang menjadi janin hingga siap di lahirkan. Proses tumbuh kembang manusia di dalam rahim melalui fase-fase sebagai berikut. a. Pembelahan atau segmentasi ( cleavage) Zigot yang terbentuk dari hasil fertilisasi di oviduk mengalami pembelahan. Pembelahan ini terjadi pada saat zigot bergerak dari oviduk menuju uterus selama sekitar 3-5 hari. Zigot membelah secara mitosis berulang kali menjadi 2,4,8 sel dan seterusnya hingga terdiri dari 32 sampai 70 sel yang berupa gumpalan massif, seperti kelompok buah murbei. Bentuk ini disebut morula. Bidang pembelahan pada manusia adalah Holoblastik tak teratur, yaitu pembelahan pada seluruh daerah zigot dan waktu pembelahan tidak terjadi secara serentak .
  • 5. b. Pembentukan blastula Selanjutnya sel-sel morula mengalami pembelahan terus menerus dan terbentuklah rongga di bagian tengahnya, bentuk ini disebut blastula. Pada manusia, istilah blastula disebut blastosit. Proses perubahan morula menjadi blastula disebut blastulasi. Blastosit berdiferensiasi menjadi tiga bagian, yaitu: a. Sel-sel terluar yang disebut trofoblas, bagian ini akan membentuk plasenta. b. Sel-sel bagian dalam yang disebut embrioblas, bagian ini akan berkembang menjadi embrio. c. Rongga di bagian tengah berisi cairan yang disebut blastosol, yang akan menjadi cairan darah dan cairan jaringan. Blastosit yang telah sampai di uterus akan melakukan implantasi (menempel) pada dinding uterus (endometrium) pada hari ke 7-8. Proses implantasi ini di bantu oleh sel-sel trofoblas. Trofoblas menyekresikan enzim proteolitik yang mencerna dan mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrient yang di dapat diserap oleh trofoblas. Trofoblas kemudian berproliferasi (membelah) membentuk plasenta dan berbagai membran ekstra embrional. c. Pembentukan gastrula Fase pembentukan gastrula disebut Gastrulasi. Pada tahap ini terjadi proses dinamisasi daerah pembentukan organ pada blastula. Istilah Gastrula berasal dari gastrum atau gaster yang berartu lambung, karena pada tahap ini nantinya terbentuk rongga bakal saluran pencernaan. Rongga gastrula disebut Gastrosol. Fase gastrulasi adalah tahap yang paling kritis karena pada fase ini akan terbentuk 3 lapisan benih, yaitu ektoderm, eksoderm, mesoderm. Setelah fase pembentukan gastrula adalah fase Nerula dan Tubulasi. Lapisan ektoderm, eksoderm, mesoderm menyusun diri berupa bumbung atau bola berongga. Tubulasi berlangsung mulai dari kepala sampai ke ekor, kecuali pada mesoderm hanya berlangsung di daerah Trunkus embrio. d. Pascaembrionik embrio akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi fetus (janin). Pada janin, tubuh sudah mulai membengkok dan organ-organ tubuh mulai terbentuk dan beraktivitas. Lapisan ectoderm, mesoderm, dan entoderm pada janin akan berkembang menjadi berbagi organ (proses organogenesis) pada minggu ke 4-8 . Ektoderm akan membentuk saraf, kulit, mata, dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot jantung, pembuluh darah, limpa, ginjal, dan kelenjar kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan dengan system pencernaan dan pernapasan. Selanjutnya sampai usia sampai 9 bulan hingga menjelangdilahirkan terjadi proses penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang cepat.
  • 6. 2). Pembentukan membrane embrio dan plasenta selama masa tumbuh kembang embrio, terbentuk membrane ekstra embrional. Kemudian pada bulan ketiga terbentuk plasentan (ari-ari). Membrane ekstra embrional berfungsi untuk mendungi janin dan membantu proses-proses fisiologi janin, seperti transportasi, respirasi, dan sekresi. Membrane tersebut terdiri dari lapisan kantong kuning telur, amnion, alantois, dan korion. Berikut ini bahasan macam-macam membrane ekstra embrional dan plasenta. a. kantong kuning telur (yolk sac) membrane ini terbentuk dari perluasan endoderm (lapisan dalam blastosit), pada manusia kantong ini berfungsisebagai tempat awal pembentukan darah. Kantong ini juga berisi sel-sel yang akan berkembang menjadi spermatogonium atau oogonium setelah bayi dewasa. b. amnion amnion menyelubungi embrio dan membentuk ruang yang berisi cairan amnion (ketuban). Cairan amnion melindungi embrio dari gesekan, memungkinkan embrio dapat bergerak bebas, dan membantu pengaturan suhu tubuh embrio. c. alantois alantois adalah membrane pembentuk tali pusat yang menghubungkan embrio dengan plasenta. Didalam alantois terdapat pembuluh darah tempat berlangsungnya pertukaran zat antar ibu dan embrio. alantois berfungsi untuk repirasi, ekskresi, dan sebagai penyalur makanan. d. korion korion adalah derivate dari ektoderma dan mesoderma trofoblas. Korion merupakan bagian utama penyusun plasenta yang menyelubungi amnion dan kantong kuning telur. e. plasenta plasenta adalah hasil perkembangan korion (ektoderma dan mesoderma trofoblas) dan sebagai endometrium . plasenta berfungsi sebagai berikut: a). tempat berlangsungnya pertukaran zat, yaitu berdifusinya oksigen dan makanan dari darah ibu ke darah janin, serta berdifusinya karbon dioksida dan sisa metabolisme dari darah jani ke darah ibu. b). menghasilkan hormone yang menunjang kehamilan dan persalinan. Selama masa tumbuh kembang embri, pada korion tumbuh vili korion (jonjot-jonjot) yang berbentuk sepert jari-jari serta mengandung pembuluh darah janin dari alantois. Vili korion berhubungan dengan darah ibu sehingga darah ibu dan janin berdekatan. Namun demikian, darah ibu dan janin tidak bercampur karena dipisahkan oleh jaringan ikat. Pertukaran gas dan makanan dari darah ibu ke janin berlangsung di vili korion. Antara janin dengan plasenta dihubungkan oleh tali pusat. Tali pusat terdiri dari lapisan luar amnion yang mengandung arteri umbilicus dan vena umbilicus. Makanan dari pembuluh
  • 7. darah pada vili akan masuk ke janin melalui vena umbilicus, sedangkan sisa metabolisme akan meninggalkan janin melalui arteri umbilicus. 3). Persalinan masa kehamilan berlangsung sekitar 38 minggu atau 9 bulan 10 hari. Hormone yang merangsang pertumbuhan kelenjar air susu pada masa kehamilan adalah mammotropin, ekstrogen, dan progesterone. Setelah minggu kelima hingga setelah persalinan, yang berperan meningkatkan sekresi air susu adalah hormone prolaktin. Pada saat persalinan, hormone yag membantu kontraksi uterus adalah estrogen, eksitosin, dan prostaglandin. Estrogen dihasilkan oleh plasenta, oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin,sedangkan prostaglandin dihasilkan oleh membrane pada janin. Hormone yang berfungsi untuk merelaksasi atau melunakkan leher rahim dan melonggarkan tulang panggul sehingga memudahkan persalinan adalah hormone relaksin yang dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Pada saat dilahirkan, tali pusat masih menempel pada perut bayi hingga beberapa bayi. Setelah tali pusat tanggal akan meninggalkan bekas yang disebut pusar. Bayi yang telah dilahirkan membutuhkan nutrisi yang tepat yaitu ASI (Air Susu Ibu). Beberapa manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai berikut. a. ASI, terutama yang pertama kali keluar berwarna kakuningan yang disebut kolostrum, mengandung zat kekebalan yang mampu melindungi bayi dari penyakit infeksi dan dapat membersihkan saluran pencernaan bayi. b. ASI bergizi tinggi yang baik bagi pertumbuhan dan kecerdasan bayi c. Asi mudah dicerna dan tidak menimbulkan alergi, selalu bersih dan segar, serta suhunya sesuai untuk bayi. d. Asi praktis , ekonomis, dan dapat langsung digunakan saat diperlukan. e. Asi dapat mempererat hubungan batin antara ibu dan bayi. Masa pemberian asi ekslusif yang di anjurkan adalah selama enam bulan, setelah itu bayi dapat diberi bubur,susu formula,dan variasi makanan lunak lainnya. 4) Kelainan pada tumbuh kembang janin Cabang embryology yang khusus mempelajari perkembangan atau pertumbuhan structural janin yang abnormal disebut teratology . yang di maksud dengan pertumbuhan abnormal adalah sebagai berikut . a. Adanya variasi dalam bentuk, ukuran,dan posisi organ tubuh janin yang luar biasa b. Organ janin mempunyai variasi yang jelas dan melewati batas variasi-variasi yang di terima oleh umum(anomaly atau malformasi). c. Janin berlainan sekali dengan yang normal atau abnormal luarbiasa. Cacat pada janin dapat terjadi pada berbagai organ tubuh . kemungkinan terjadinya cacat organ pada janin seperti terlihat pada table berikut.
  • 8. Bagian tubuh yang terkena persentase 1. Susunan saraf pusat 60% 2. Saluran pencernaan 15% 3. Kardiovaskular 10% 4. Otot dan kulit !0% 5. Organ-organ lain 5% Factor –faktor yang memnyebabkan cacat janin ada dua kelompok, yaitu factor genetis dan lingkungan. a. Factor genetis , factor genetis meliputi mutasi gen dan kromosom. 1. Mutasi gen adalah perubahan pada susunan nukelotida gen (DNA). Mutasi dapat menimbulkan alel yang cacat . contohnya ,polidaktili(jari lebih dari 5), hemophilia (darah sukar membeku) dan albino 2. Aberasi adalah perubahan pada susunan kromosom (mutasi kromosom), seperti kromosom 2n menjadi 2n-1, 2n+1, dan seterusnya. Contohnya, sindrodown (cacat mental dengan wajah seperti mongoloid), sindrom turner, dan sindrom klinefelter. b. Factor lingkungan Berikut ini beberapa factor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya cacat janin. 1. Infeksi, penyebabnya adalah mikroorganisme. Contoh beberapa virus adalah sebagai berikut . a. Virus rubella atau cmpak jerman. Virus ini menimbulkan kelainan, antara lain mata katarak, tuli congenital, cacat jantung, dan hambatan perkembangan mental b. Sitomegalovirus (CMV) menyebabkan tuli, ayan, kelainan hati, dan cacat mental c. Toxoplasma, menyebabkan buta,tuli,mata kecil,otak kecil, kepala berisi air dan idiot 2. Obat-obatan yang di minum ibu hamil, antara lain: a. Aminopterin (obat untuk menggugurkan kandungan) dan thalidomide(obat penenang). Cacat yang ditimbulkan adalah Amelia, yaitu kaki dan tangan hanya berbentuk seperti kuncup atau sirip. b. Anticonvulsant (obat sakit ayan) c. Pil kina dapat menimbulkan keguguran dan congenital. 3. Radiasi, misalnya radiasi sinar –X yang di pakai untuk terapi dan diagnosis pada ibu hamil, dapat menimbulkan cacat pada janin yang di kandungan.. contohnya, cacat tengkorak dan anggota gerak,otak mengecil,buta dan sumbing.
  • 9. 4. Defisiensi. Pada ibu yang kekurangan vitamin atau hormone akan menimbulkan cacat padajanin yang sedang dikandunganya , contohnya seperti pada table berikut Defisiensi Menyebabkan cacat Vitamin A Mata Vit B kompleks, C, dan d Tulang/rangka Tiroksin Kretinisme Somatotropin Dwarfisme 5. Emosi, gangguan emosi yang terjadi pada minggu ke 7 sampai ke 10 dapat menimbulkan bibir sumbing dan langit-langit celah. 5) Teknologi reproduksi Saat ini banyak penyakit genetic dan penyakit bawaan yang dapat didiagnosis disaat fetus masih berada dalam uterus denagn cara mengambil cairan amnion (amniosentesis) dan mengambil sampel vili korion (choirionic villus sampling). Selain dengan penyedotan cairan amnion, dapat pula digunakan USG untuk melihat keadaan janin. Prosedurnya dengan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi atau pencintraan ultrasonic. Jika terdeteksi cacat janin, orang tua dihdapkan pada keputusan yang sulit untuk mengakhiri suatu kehamilan atau menghadapi kemungkinan seorang anak akan mempunyai cacat yang sangat parah dan harap hidup yang singkat. Bagaimana menurut anda untuk mengatasi hal tersebut? Perkembangan pada dunia kedokteran sudah demikian pesat, sehingga dapat membantu pasangan suami istri yang mempunyai masalah pada organ reproduksinya. Teknologi reproduksi dapat membantu pasangan suami istri yang sukar untuk memperoleh keturunan. Prosedur fertilisasiin vitro telah dikembangkan dan berhasil dilakukan pada perempuan yang tuba fallopinya tersumbat. Caranya adalah sebagai berikut. Pembentukan ovum dirangsang dengan penyunting hormone. Ovum yang terbentuk kemudian diambil menggunakan jarum panjang. Ovum kemudian difertilisasi didalam cawan petri khusus. Setelah sekitar 2,5 hari ketika pembelahan sampai fase morula (8 sel), ovum lalu diimplantasi didalam uterus ibu. Selanjutnya, embrio dapat dibekukan untuk penggunaan berikutnya jika upaya pertama tidak berhasil.

×