Your SlideShare is downloading. ×
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Draft imam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Draft imam

402

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
402
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. “Implementasi Pembelajaran Quantum (Quanrum Learning) Dalam Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Model Manado”1. LATAR BELAKANG Pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran yangsangat dominan untuk mewujudkan kualitas baik dari proses maupun lulusan (out- put) pendidikan1. Pendidikan juga memiliki pengaruh yang menyebabkanrendahnya kualitas pendidikan yang ada. Biasanya keberhasilan suatu prosespembelajaran tergantung dari kemampuan guru untunk mengemas prosespembelajaran se efektif dan se efisien mungkin2. Pembelajaran yang dilaksanakansecara efektif dan efisien akan memberikan kontribusi yang sangat dominan bagipeserta didik, sebaliknya pembelajaran yang dilakukan dengan tidak efektif danefisien hanya akan membawa masalah baru dalam pembelajaran dan akanberimbas pada potensi siswa yang sulit di kembangkan dan di berdayakakan.Banyak fenomena negative yang di sebabkan baik secara langsung maupun tidaklangsung dari proses pembelajaran, fenomena kontra produktiv dengan idealismpembelajaran sering terjadi baik di alami guru maupun siswa3. Di magelangmisalnya ada siswa sd yang di tempeleng oleh gurunya hanya karena menyelapemberitahuan guru tentang pertunjukan sulap. Di tanjung pinang ada oknumguru olahraga yang menendang siswanya saat pelajaran praktek di laksanakandengan alasan mendidik. Tanpa harus manyalahkan siapa – siapa praktek negativetersebut terjadi kare tidak dilaksanakannya proses pembelajaran yang efektif,efisien, ideal serta proporsional4. oleh sebab itu pembelajaran yang ideal itu perlusenantiasa dilaksanakan baik untuk menunjang prestasi belajar siswa maupunpemahaman akan materi pelajaran yang di berikan. 1 M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, (Semarang : RaSAIL Media Group,2007) h.1 2 Ibid., M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 1 3 Ibid., M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 1 4 Ibid., M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 1
  • 2. Dari berbagai aspek pendidikan aspek pembelajaranlah yang memilikipengaruh signifikan untuk mewujudkan kualitas out put atau lulusan yangberkualitas5. Proses pembelajaran dapat di ibaratkan sebagai proses meramumasakan untuk menjadi enak atau lezat. Kelezatan suatu masakan tidak hanya ditentukan oleh bumbu – bumbunya yang banyak dan lezat saja, justru yang amatpenting adalah sang juru masak atau koki yang mempunyai pengalaman dankemampuan yang amat memadai dalam hal memasak tadi, sehingga bahan –bahan yang telah ada tadi dapat di ramu dengan baik sehinnga masakan yang lezatyang diharapkan akan sesuai dengan kenyataan, berdasarkan analogi ini makapembelajaran adalah adalah proses meramu masakan sedangkan koki adalah guruyang mempunyai tanggung jawap penuh terhadap murid – muridnya6. Melaluiproses pembelajaran seorang guru memiliki peluang dan kesempatan yang sangatluas untuk melakukan proses bimbingan, mengatur dan membentuk karakteristiksiswa agar sesuai dengan rumusan tujuan yang di tetapkan 7. Salah dalam bersikapdan berperilaku dalam pembelajaran, akan berakibat fatal dalam kelangsunganperkembangan manusia khusunya aspek psikis (Kepribadian). Hakekatpembelajaran adalah mengasah dan atau melatih moral kepribadian manusia,meskipun juga ada aspek fisik yang dilatih. Proses pembelajaran dituntut untukbisa menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat baik masyarakat secara luasmaupun masyarakat dalam artian sempit yakni peserta didik, dinamika yang sayamaksudkan adalah keadaan yang berubah – ubah yang tercipta dari pengaruh disekitar peserta didik baik itu lingkungan sekolah keluarga dan masyarakatsehingga mempengaruhi keadaan psikis peserta didik saat belajar yang seiring kitasebut Gangguan hati (mood disorder) disebut juga gangguan afektif 8. Pengertianmood atau suasana hati mengacu pada emosi yang berlaman lama mencakupperanana murung maupun kegembiraan. Emosi digambarkan dalam istilah mooddan afek. Mood adalah suasana emosi sedangkan afek mengaju kepada expresi 5 Ibid., M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 3 6 Ibid., M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 3 7 Ibid, M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 3 8 Ibid, M.Saekhan Muchit, Pembelajaran Kontekstual, h. 4
  • 3. emosi, yang dapat diamati dari expresi wajah, gerakan tangan, tubuh dan nadasuara ketika individu menceritakan perasaannya9. keadaan peserta didik yangseperti ini semestinya dapat di deteksi oleh pendidik dan kemudian memberikanpenanganan penanganan yang dapat menghilangkan atau mengurangi Moodnegative sehingga peserta didik akan lebih siap menerima materi pembelajaranserta mengikuti proses pembelajaran10. Gangguan suasana hati atau BadMoodtidak hanya terjadi dari pengaruh ekstrinsik yang dapati peserta didik, semisallingkungan, guru dan lain yang merupakan pengaruh ekstrinsik, akan tetapibelajar telah menjadi mitos yang buruk bagi mind set peserta didik, mindset yangberubah menjadi keyakinan bahwa belajar hanya menjadi kegiatan yangmembosankan, mengintimidasi, dan pasti tidak mampu melakukan apapun. Siswaatau peserta didik terarahkan oleh opini atau asumsi yang mereka ciptakan daripengalaman yang mereka dapati sebelumnya11. Maka semestinya tugas awal dariproses pembelajaran yang dilakukan guru adalah Merubah Paradigma yang telahmenjadi keyakinan dari peserta didik, paradigma yang hanya akan menggiringpeserta didik pada level ogah – ogahan untuk melakukan proses pembelajaran,pradigma yang seperti ini menjadi tanggung jawab pendidik atau guru untukdiarahkan, di dobrak, atau di arahkan pada pembelajaran yang penuh dengankeyakinan aman, menyenangkan, nyaman, dam optimis untuk dapat melakukanapapun termasuk belajar. Guru sebelumnya juga harus dapat meyakinkan siswaatau peserta didik bahwa pembelajaran adalah proses yang paling penting danmenentukan dalam pendidikan. Namun tidak semua model pendidikan itu sepertiini. Maksud saya, tidak semua model pendidikan yang menitik berat padaefektifitas maupun efisiensi proses pendidikan, kebanyakan dari model pendidikanhanyalah menitik beratkan pada upaya pencapaian hasil akhir dari sebuah proses 9 ,Drs.Slameto, BELAJAR & Faktor –Faktor yang mempengaruhinya, ( Jakarta : RinekaCipta, 2010). 27 10 Bobbi Deporter & Micke Hernacki, Quantum Learning: Membiasakan Belajar denganNyaman dan Menyenangkan, ( Bandung ; Khaifa, 2011),h. 8 11 Ibid, Bobbi Deporter & Micke Hernacki, h. 2
  • 4. pendidikan, misalnya pada model pendidikan active12, siswa di tuntut utntuk bisabersikap aktiv saat proses pembelajaran dan ini menjadi tujuan utama dari modelactive learning, namun yang menjadi pertanyaan penting sebelum peserta didikbelajar adalah, apakah siswa mau belajar? Apakah siswa tahu cara belajar? Danbagaimana kondisi psikis siwa saat belajar? Kebanyakan praktisi pendidikan lebihmenekankan hasil akhir tapi tanpa kita sadari jika proses pembelajaran itu berhasilmaka tentusaja hasil akhir dari proses pembelajaran akan senantiasa berhasil. Laluadakah model pendidikan yang seperti di atas? Dari sebuah penelitiansugesstology yang dilakukan oleh Dr. georgi lozanov seorang pendidik asalBulgaria, taerciptalah model pendidikan Quantum, atau Quantum Learning13.Model pendidikan ini kemudian di terapkan dalam institusi belajar saat musimpanas SupperCamp oleh Bobbi Deporter dan kawan kawannya sembarimelakukan ujicoba model pendidikan ini pada Suppercamp. Beliau jugamenyelesaikan desertasinya atas penerapan quantum learning pada pembelajarandi Suppercamp14, dari hasil penelitian yang dibukukan oleh beliau di atas ternyataada banyak hal yang mencengangkan yang terjadi pada hasil atau out – putSupperCamp, salah satunya adalah peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai500% dari sebelumnya, hanya dengan waktu hamper 3 bulan saja siswa menjadilebih bergairah dalam belajar dan optimis pada setiap pembelajar dan siapmelakukan pembelajaran dengan model apapun. Hanya saja kelemahan daripenelitian ini ada pada, objek penelitiannya yakni para siswa, siswa yang masukdalam suppercamp yang kemudian berhasil semua basicnya memang siswa yangcerdas dan hanya memiliki masalah yang sifatnya menengah pada belajar, selama 12 Pembelajaran aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran untukmemberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secaraaktif. Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semuapotensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajaryang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itupembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didikagar tetap tertuju pada proses pembelajaran 13 Ibid, Bobbi Deporter & Micke Hernacki, h. 14 14 Ibid, Bobbi Deporter & Micke Hernacki, h. 4
  • 5. ini katanya SupperCamp belum memiliki siswa yang notabene bermasalah levelberat pada belajar15. Kemudian pembelajaran di supercamp hanya pada materiumum maksudnya bukan pada materi keagamaan atau yang berkaitan denganitu16, daftar list materi pembelajaran saat itu juga tidak di cantumkan, oleh karenaitu saya menjadi bertanya – Tanya apakah Quantum learning ini efektif danefisien jika di terapkan dalam materi pembelajaran agama islam kususnya BahasaArab yang selalu menjadi momok menakutkan pada setiap siswanya, atau jugakarena Suppercam bukan suatu institusi formal maka bisa tidak Quantum learningini di terapkan pada institusi formal semisal Madrasah Aliyah Negeri ModelManado, beberapa hal diatas yang telah saya sebutkan dan jelaskan tadilah yangmenjadi latar belakan mengapa saya ingin melakukan penelitian ini, dan semogapenelitian ini bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia dan dapatmemajukannya dan berguna bagi saya, dan semoga Proposal penelitian ini dapatditerima sehingga penyelesaian tugas akhir saya dapat segera saya laksanakan danselesaikan, Terima Kasih.2. RUMUSAN MASALAH Setelah melihat latar belakang yang ada dan agar dalam penelitian initidak terjadi kerancuan, maka penulis dapat membatasi dan merumuskanpermasalahan yang akan di angkat dalam penelitian ini.Adapun Rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut:1.Bagaimana Model Pembelajaran atau Pendidikan Quantum dalam implementasinya di mata pelajaran Bahasa Arab? 15 Ibid, Bobbi Deporter & Micke Hernacki, h. 18 16 Dalam sebuah pembelajaran atau yang lebih luas pendidikan, kita mengenal dua modelmata atau materi pelajaran jika di lihat dari sifatnya, yakni terdiri dari materi atau mata pelajaranumum dan mata pelajaran khusus atau keagamaan, mata pelajaran umum terdiri dari matapelajaran yang sifatnya menghitung, membaca dan menganalisa, sementara materi atau matapelajaran keagamaan mata atau materi pelajaran yang memiliki sifat umum tadi hanya saja ditambah dengan satu aspek yakni aspek keyakinan juga teologis.
  • 6. 2.Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya penerapan Quantum Learning dalam mata pelajaran Bahasa Arab?3.Bagaimana dampak dari penerapan Quantum Learning dalam mata pelajaran bahasa Arab terhadap gairah belajar serta prestasi belajar bahasa arab siswa MAN Model Manado?3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian kali ini adalah sebagai berikut :1) Untuk mengetahui bagaimana Model Pembelajaran atau Pendidikan Quantum dalam implementasinya di mata pelajaran Bahasa Arab?2) Untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya penerapan Quantum Learning dalam mata pelajaran Bahasa Arab?3) Untuk Mengetahui Bagaimana dampak dari penerapan Quantum Learning dalam mata pelajaran bahasa Arab terhadap gairah belajar serta prestasi belajar bahasa arab siswa MAN Model Manado? Dari tujuan diadakannya penelitian tadi, maka adapun manfaatpenelitaian yaitu penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat yang urgen bagi :1. Penelitia. Untuk mengetahui manfaat dari penerapan Quantum Learning dalam segalamacam proses pembelajaranb. Diharapkan dari penelitian ini, peneliti dapat menerapkan pula QuantumLearning ini baik dalam pembelajaran individu maupun saat mengajar di sekolahnantinya2. Keilmuan Diharapkan mampu memberikan sumbangan pikiran kususnya tentangpengembangan konsep pembelajaran yang efektif dan efisien dan dapat
  • 7. memberikan kontribusi keilmuan bagi disiplin keilmuan pendidikan agama islamkhususnya dan seluruh disiplin keilmuan secara umum3. Penyelesaian Tugas akhir Dengan selesainya proposal penelitian ini dan akan dilanjutkan denganpenelitian di harapkan mampu menjadi penyelesaian tugas akhir dari perkuliahan.4. Landasan TheoryA. Pengertian, Konsep serta Prinsip belajar dan pembelajaran Ada beberapa pendapat ahli yang berkaitan dengan pengertian belajaryang tentunya agak berbeda antara satu dan yang lain namun memiliki satu tujuanyang sama, adpun pendapat beberapa ahli sebagai berikut : I. Menurut james O. Whittaker Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman17. II. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan- perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap18.III. Cronchbach Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman19.IV. Howard L. Kingskey Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan20. V. Drs. Slameto Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya21. 17 Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar, (Jakarta; Rineka Cipta; 1999).h. 45 18 Op- Cit, Drs Slameto, h.8 19 Ibid, Drs Slameto, h. 8 20 Op-Cit, Djamarah, Syaiful Bahri, h.45 21 Op- Cit, Drs Slameto, h.8
  • 8. VI. Syaiful Bahri Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor22.VII. R. Gagne Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku23VIII. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln24 IX. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. X. Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya- upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap. XI. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Menurut kamus besar bahasa Indonesia Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Knirk & Gustafson menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru 22 Op-Cit, Djamarah, Syaiful Bahri, h.45 23 Ibid, Djamarah, Syaiful Bahri, h.45 24 Ibid, Djamarah, Syaiful Bahri, h.45
  • 9. dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, danevaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar25. Dimyati & Mudjionomenjabarkan bahwa Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalamdesain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankanpada penyediaan sumber belajar26. Pembelajaran menurut Surya, merupakan suatuproses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilakuyang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiridalam interaksi dengan lingkungannya27. Menurut UUSPN No.20 Tahun 2003dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik denganpendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Gagne dan Briggsmengungkapkan Pengertian Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuanuntuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yangdirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukungterjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Dari beberapa PengertianPembelajaran di atas, dapat ditarik kesimpulan mengenai Pembelajaran, bahwaPembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumberbelajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yangdiberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan,penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan padapeserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantupeserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran adalah setiapperubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman.Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihatperubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalahteoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati: “ Anda telah melihat individu mengalami pembelajaran, melihat individuberperilaku dalam cara tertentu sebagai hasil dari pembelajaran, dan beberapa dari 25 Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran, ( Jakarta : Alfabeta, 2011) h, 117 26 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.117 27 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.117
  • 10. Anda (bahkan saya rasa mayoritas dari Anda) telah "belajar" dalam suatu tahapdalam hidup Anda. Dengan perkataan lain, kita dapat menyimpulkan bahwapembelajaran telah terjadi ketika seorang individu berperilaku, bereaksi, danmerespon sebagai hasil dari pengalaman dengan satu cara yang berbeda daricaranya berperilaku sebelumnya.” Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dansumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuanyang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu danpengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dankepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah prosesuntuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik28. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip denganpengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam kontekspendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isipelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), jugadapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspekpsikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesanhanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkanpembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dankreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang denganpengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa padakeberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melaluiperubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desainpembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengankreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.Tiga teori telah ditawarkan untuk menjelaskan proses di mana seseorang 28 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.117
  • 11. memperoleh pola perilaku, yaitu teori pengkondisian klasik, pengkondisianoperan, dan pembelajaran sosial29. Berikut ini adalah prinsip umum pembelajaran yang penulis rangkumdari beberapa pakar pembelajaran yang meliputi: PERHATIAN Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Darikajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatiantidak mungkin terjadi belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswaapabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itudirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjutatau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan perhatian danjuga motivasi untuk mempelajarinya. Apabila dalam diri siswa tidak ada perhatianterhadap pelajaran yang dipelajari, maka siswa tersebut perlu dibangkitkanperhatiannya. Dalam proses pembelajaran, perhatian merupakan faktor yang besarpengaruhnya, kalau peserta didik mempunyai perhatian yang besar mengenai apayang dipelajari peserta didik dapat menerima dan memilih stimuli yang relevanuntuk diproses lebih lanjut di antara sekian banyak stimuli yang datang dari luar.Perhatian dapat membuat peserta didik untuk mengarahkan diri pada tugas yangakan diberikan; melihat masalah-masalah yang akan diberikan; memilih danmemberikan fokus pada masalah yang harus diselesaikan30. MOTIVASI Di samping perhatian, motivasi mempunyai peranan penting dalamkegiatan belajar. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkanaktivitas seseorang. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswayang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarikperhatiannya dan dengan demikian timbul motivasi untuk mempelajarinya.Misalnya, siswa yang menyukai pelajaran matematika akan merasa senang belajar 29 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.118 30 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.118
  • 12. matematika dan terdorong untuk belajar lebih giat, karenanya adalah kewajibanbagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap matapelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Motivasi dapat diartikan sebagaitenaga pendorong yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuantertentu. Adanya tidaknya motivasi dalam diri peserta didik dapat diamati dariobservasi tingkah lakunya. Apabila peserta didik mempunyai motivasi, ia akanbersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingintahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar; berusaha keras danmemberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut; Terus bekerjasampai tugas-tugas tersebut terselesaikan. Motivasi dapat bersifat internal, yaitumotivasi yang berasal dari dalam diri peserta didik dan juga eksternal baik dariguru, orang tua, teman dan sebagainya. Berkenaan dengan prinsip motivasi ini adabeberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kegiatanpembelajaran, yaitu: memberikan dorongan, memberikan insentif dan jugamotivasi berprestasi. Menurut pandangan psikologi anak adalah makhluk yangaktif. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauandan aspirasinya sendiri. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan jugatidak bisa dilimpahkan pada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabilaanak mengalami sendiri. John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalahmenyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatifharus datang dari dirinya sendiri, guru hanya sebagai pembimbing dan pengarah.Menurut teori kognitif, belajar menunjukkan adanya jiwa yang aktif, jiwamengolah informasi yang kita terima, tidak hanya menyimpan saja tanpamengadakan tansformasi. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif,dan mampu merencanakan sesuatu. Anak mampu mencari, menemukan danmenggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Thordike mengemukakankeaktifan siswa dalam belajar dengan hukum "law of exercise"-nya yangmenyatakan bahwa belajar memerlukan adanya latihan-latihan. Hubunganstimulus dan respon akan bertambah erat jika sering dipakai dan akan berkurangbahkan lenyap jika tidak pernah digunakan. Artinya dalam kegiatan belajardiperlukan adanya latihan-latihan dan pembiasaan agar apa yang dipelajari dapat
  • 13. diingat lebih lama. Semakin sering berlatih maka akan semakin paham. Hal inijuga sebagaimana yang dikemukakan oleh Mc.Keachie bahwa individumerupakan "manusia belajar yang aktif selalu ingin tahu"31. AKTIF Dalam proses belajar, siswa harus menampakkan keaktifan. Keaktifan itudapat berupa kegiatan fisik yang mudah diamati maupun kegiatan psikis yangsulit diamati. Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatihketerampilan-keterampilan dan sebaginya. Kegiatan psikis misalnyamenggunakan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yangdihadapi, membandingkan suatu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasilpercobaan dan lain sebagainya32. KETERLIBATAN LANGSUNG Belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa, belajar adalah mengalamidan tidak bisa dilimpahkan pada orang lain. Edgar Dale dalam penggolonganpengalaman belajar mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajarmelalui pengalaman langsung. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswatidak hanya mengamati, tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalamperbuatan dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Sebagai contoh seseorangyang belajar membuat tempe yang paling baik apabila ia terlibat secara langsungdalam pembuatan, bukan hanya melihat bagaimana orang membuat tempe, apalagihanya mendengar cerita bagaimana cara pembuatan tempe. Pembelajaran yangefektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri ataumelakukan aktivitas sendiri. Dalam konteks ini, siswa belajar sambil bekerja,karena dengan bekerja mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman,pengalaman serta dapat mengembangkan keterampilan yang bermakna untukhidup di masyarakat. Hal ini juga sebagaimana yang di ungkapkan Jean JacquesRousseau bahwa anak memiliki potensi-potensi yang masih terpendam, melaluibelajar anak harus diberi kesempatan mengembangkan atau mengaktualkan 31 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.119 32 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.119
  • 14. potensi-potensi tersebut. Sesungguhnya anak mempunyai kekuatan sendiri untukmencari, mencoba, menemukan dan mengembangkan dirinya sendiri. Dengandemikian, segala pengetahuan itu harus diperoleh dengan pengamatan sendiri,pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, bekerja sendiri, dengan fasilitas yangdiciptakan sendiri. Pembelajaran itu akan lebih bermakna jika siswa "mengalamisendiri apa yang dipelajarinya" bukan "mengetahui" dari informasi yangdisampaikan guru, sebagaimana yang dikemukakan Nurhadi bahwa siswa akanbelajar dngan baik apabila yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yangtelah mereka ketahui, serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat aktifdalam proses belajar di sekolah. Dari berbagai pandangan para ahli tersebutmenunjukkan berapa pentingnya keterlibatan siswa secara langsung dalam prosespembelajaran. Pentingnya keterlibatan langsung dalam belajar dikemukakan olehJohn Dewey dengan "learning by doing"-nya. Belajar sebaiknya dialami melaluiperbuatan langsung dan harus dilakukan oleh siswa secara aktif. Prinsip inididasarkan pada asumsi bahwa para siswa dapat memperoleh lebih banyakpengalaman dengan cara keterlibatan secara aktif dan proporsional, dibandingkandengan bila mereka hanya melihat materi/konsep. Modus Pengalaman belajaradalah sebagai berikut: kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apayang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dandengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan danlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa jika guru mengajar dengan banyak ceramah,maka peserta didik akan mengingat hanya 20% karena mereka hanyamendengarkan. Sebaliknya, jika guru meminta peserta didik untuk melakukansesuatu dan melaporkan nya, maka mereka akan mengingat sebanyak 90%33. Halini ada kaitannya dengan pendapat yang dikemukakan oleh seorang filsof CinaConfocius, bahwa: “ apa yang saya dengar, saya lupa; apa yang saya lihat, saya ingat; danapa yang saya lakukan saya paham. Dari kata-kata bijak ini kita dapat mengetahuibetapa pentingnya keterlibatan langsung dalam pembelajaran.” 33 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.120
  • 15. PENGULANGAN Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan adalah teoripsikologi daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada padamanusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, mengkhayal,merasakan, berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan makadaya-daya tersebut akan berkembang, seperti halnya pisau yang selalu diasah akanmenjadi tajam, maka daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan sempurna. Dalam proses belajar, semakin sering materipelajaran diulangi maka semakin ingat dan melekat pelajaran itu dalam diriseseorang. Mengulang besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanyapengulangan "bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan" akantetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat secara langsung sesudahmembaca, tetapi juga bahkan lebih penting adalah mempelajari kembali bahanpelajaran yang sudah dipelajari misalnya dengan membuat ringkasan. Teori lainyang menekankan prinsip pengulangan adalah teori koneksionisme-nya Thordike.Dalam teori koneksionisme, ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukanhubungan antara stimulus dan respon, dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respon benar. Teori medan(Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam belajar beradadalam suatu medan. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yangingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan dalam mempelajari bahan belajar,maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu dengan mempelajari bahanbelajar tersebut. Apabila hambatan itu telah diatasi, artinya tujuan belajar telahtercapai, maka ia akan dalam medan baru dan tujuan baru, demikian seterusnya.Menurut teori ini belajar adalah berusaha mengatasi hambatan-hambatan untukmencapai tujuan. Agar pada diri anak timbul motif yang kuat untuk mengatasihambatan dengan baik, maka bahan pelajaran harus menantang. Tantangan yangdihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bersemangat untuk mengatasinya.Bahan pelajaran yang baru yang banyak mengandung masalah yang perludipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. Penggunaan metodeeksperimen, inquiri, discovery juga memberikan tantangan bagi siswa untuk
  • 16. belajar secara lebih giat dan sungguh-sungguh. Penguatan positif dan negatif jugaakan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh ganjaran atauterhindar dari hukuman yang tidak menyenangkan34. PENGUATAN Prinsip belajar yang berkaiatan dengan balikan dan penguatan adalahteori belajar operant conditioning dari B.F. Skinner.Kunci dari teori ini adalahhukum effeknya Thordike, hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat,jika disertai perasaan senang atau puas dan sebaliknya bisa lenyap jika disertaiperasaan tidak senang. Artinya jika suatu perbuatan itu menimbulkan efek baik,maka perbuatan itu cenderung diulangi. Sebaliknya jika perbuatan itumenimbulkan efek negatif, maka cenderung untuk ditinggalkan atau tidak diulangilagi. Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahui dan mendapat hasilyang baik. Apabila hasilnya baik akan menjadi balikan yang menyenangkan danberpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya. Namun dorongan belajar itutidak saja dari penguatan yang menyenangkan tetapi juga yang tidakmenyenangkan, atau dengan kata lain adanya penguatan positif maupun negatifdapat memperkuat belajar. Siswa yang belajar sungguh-sungguh akan mendapatnilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajarlebih giat lagi. Nilai yang baik dapat merupakan operan conditioning ataupenguatan positif. Sebaliknya, anak yang mendapat nilai yang jelek pada waktuulangan akan merasa takut tidak naik kelas, karena takut tidak naik kelas iaterdorong untuk belajar yang lebih giat. Di sini nilai jelek dan takut tidak naikkelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat, inilah yang disebutpenguatan negatif. PERBEDAAN Siswa merupakan makhluk individu yang unik yang mana masing-masing mempunyai perbedaan yang khas, seperti perbedaan intelegensi, minatbakat, hobi, tingkah laku maupun sikap, mereka berbeda pula dalam hal latar 34 Ibid., Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.120-121
  • 17. belakang kebudayaan, sosial, ekonomi dan keadaan orang tuanya. Guru harusmemahami perbedaan siswa secara individu, agar dapat melayani pendidikan yangsesuai dengan perbedaannya itu. Siswa akan berkembang sesuai dengankemampuannya masing-masing. Setiap siswa juga memiliki tempo perkembangansendiri-sendiri, maka guru dapat memberi pelajaran sesuai dengan temponyamasing-masing. Perbedaan individual ini berpengaruh pada cara dan hasil belajarsiswa. Karenanya, perbedaan individu perlu diperhatikan oleh guru dalam upayapembelajaran. Sistem pendidikan kalsik yang dilakukan di sekolah kita kurangmemperhatikan masalah perbedaan individual, umumnya pelaksanaanpembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuanrata-rata, kebiasaan yang kurang lebih sama, demikian pula denganpengetahuannya.sehebat dan sebagus apapun sebuah konsep pembelajaran akanmenjadi sebuah hal yang tidak berguna jika tidak berkesesuaian dengan situasidan kondisi serta guru yang menerapkannya, konsep pembelajaran tak ubahnyasebuah hal yang sia sia jika tidak di elaborasi dengan metode yang baik dan biasdalam setiap kondisi, dan menurut saya konsep Quantum Learning ataupemebelajaran Quantum mampu melakannya, untuk membuktikan hal yang sayasebutkan tadi maka patutlah kita membahas lebih jauh tentang Quantum learningini35.B. Sejarah Singkat Quantum Learning Tokoh utama di balik pembelajaran adalah Bobbi DePorter, seorang iburumah tangga yang kemudian terjun di bidang bisnis properti dan keuangan, dansetelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran.Dialah perintis, pencetus, dan pengembang utama pembelajaran. Semenjak tahun1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran diSuper Camp, sebuah lembaga pembelajaran yang terletak Kirkwood Meadows,Negara Bagian California, Amerika Serikat. Super Camp sendiri didirikan ataudilahirkan oleh Learning Forum, sebuah perusahahan yang memusatkan perhatian 35 Ibid, Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran,h.121
  • 18. pada hal-ihwal pembelajaran guna pengembanga potensi diri manusia. Dengandibantu oleh teman-temannya, terutama Eric Jansen, Greg Simmons, MikeHernacki, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie, DePorter secara terprogramdan terencana mengujicobakan gagasan-gagasan pembelajaran kepada para remajadi Super Camp selama tahun-tahun awal dasawarsa 1980an. Dia belajar dari Dr.Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimendengan apa yang disebutnya sebagai “Suggestology” atau “Suggestopedia”.Prinsipnya adalah bahwa Sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasibelajar, dan setiap detail apapun dapat ,memberikan sugesti positif ataupunnegatif. Istilah lain dari suggestology adalah accelerated learning ( pemercepatanbelajar). Kemudian metode pembelajaran merambah ke berbagai tempat danbidang kegiatan manusia, mulai lingkungan pengasuhan di rumah (parenting),lingkungan bisnis, lingkungan perusahaan, sampai dengan lingkungan kelas(sekolah). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pembelajaran merupakanfalsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khususdiperuntukkan bagi pengajaran di sekolah. Falsafah dan metodologi pembelajaranyang telah dikembangkan, dimatangkan, dan diujicobakan tersebut selanjutnyadirumuskan, dikemukakan, dan dituliskan secara utuh dan lengkap dalam bukuLearning. Teaching dan Learning merupakan model pembelajaran yang sama-sama dikemas Bobbi DePorter yang diilhami dari konsep kepramukaan,sugestopedia, dan belajar melalui berbuat. Teaching diarahkan untuk prosespembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa, merencanakanpembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Teaching terangkum dalam konsepTANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, danRayakan. Sementara itu, Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapatmenyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat,menyenangkan, dan berkesan. Jadi, Teaching diperuntukkan guru dan Learningdiperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar. Sebagai guru,Ibu tentunya perlu mendalami keduanya agar bisa menyerap konsep secara utuhdan terintegrasi. Dalam Teaching, guru sangat diharapkan sebagai aktor yangmampu memainkan berbagai gaya belajar anak, mengorkestrakan kelas,
  • 19. menghipnotis kelas dengan daya tarik, dan menguatkan konsep ke dalam dirianak. Prinsipnya, bawalah dunia guru ke dunia siswa dan ajaklah siswa ke duniaguru. Dalam Teaching, tidak ada siswa yang bodoh, yang ada adalah siswa yangbelum berkembang karena titik sentuhnya belum cocok dengan titik sentuh yangdiberikan guru. Berarti, guru perlu penyesuaian sesuai dengan kondisi siswadengan berpedoman pada segalanya bertujuan, segalanya berbicara, mengalamisebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan rayakan. Learning merupakanstrategi belajar yang bisa digunakan oleh siapa saja selain sisiwa dan guru karenamemberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengan cara mantap danberkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahui terlebih dahulu gayabelajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu, pembelajar akan dengancepat mendalami sesuatu. Banyak orang yang telah merasakan hasilnya setelahmengkaji sesuatu dengan cara Learning. Segalanya dapat dengan mudah, cepat,dan mantap dikaji dan didalami dengan suasana yang menyenangkan. Konsep itusukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun de Porter.Dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, yang melibatkansekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil mendongkrakpotensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80%, nilai belajar 73% ,meningkatkan harga diri 84% dan melanjutkan penggunaan keterampilan 98%.Persamaan Quantum Teaching ini diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantumyaitu:E = mc2E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat)M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik)c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas) Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta prosespembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas danantusiasme belajar pada peserta didik.
  • 20. C. Pengertian Quantum Learning Kata Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energi menjadicahaya36. Jadi Quantum Learning menciptakan lingkungan belajar yang efektif,dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnyamelalui interaksi yang terjadi di dalam kelas37. Dalam Quantum Learningbersandar pada konsep „Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan duniakita ke dunia mereka‟. Hal ini menunjukkan, betapa pengajaran dengan QuantumTeaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa. Tetapi jauhdari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional yangbaik dalam dan ketika belajar. Dengan Quantum Learning kita dapat mengajardengan memfungsikan kedua belahan otak kiri dan otak kanan pada fungsinyamasing-masing. Penelitian di Universitas California mengungkapkan bahwamasing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda.Otak kiri menangani angka, susunan, logika, organisasi, dan hal lain yangmemerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktifdan analitis. Bagian otak ini yang digunakan berpikir mengenai hal-hal yangbersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus,dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama. Otak kanan mengurusimasalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme,musik, dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, dayacipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat olehparameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupadan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dandimensi yang mengikat.D. Perbedaan Quantum Learning Dan Quantum Teaching Quantum Teaching dan Quantum Learning merupakan modelpembelajaran yang sama-sama dikemas Bobbi DePorter yang diilhami dari konsep 36 Abdul rasyid, Fisika untuk jurusan ipa semester genap, (Jakarta : Rineka cipta, 2010) h.35 37 Op-Cit, Bobby de porter & Micke Hemacki
  • 21. kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat. Quantum Teachingdiarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapandengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola QuantumTeaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai,Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Sementara itu, Quantum Learningmerupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep,prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, danberkesan. Jadi, Quantum Teaching diperuntukkan guru dan Quantum Learningdiperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar. Sebagai guru,Ibu tentunya perlu mendalami keduanya agar bisa menyerap konsep secara utuhdan terintegrasi. Dalam Quantum Teaching, guru sangat diharapkan sebagai aktoryang mampu memainkan berbagai gaya belajar anak, mengorkestrakan kelas,menghipnotis kelas dengan daya tarik, dan menguatkan konsep ke dalam dirianak. Prinsipnya, bawalah dunia guru ke dunia siswa dan ajaklah siswa ke duniaguru. Dalam Quantum Teaching, tidak ada siswa yang bodoh, yang ada adalahsiswa yang belum berkembang karena titik sentuhnya belum cocok dengan titiksentuh yang diberikan guru. Berarti, guru perlu penyesuaian sesuai dengan kondisisiswa dengan berpedoman pada segalanya bertujuan, segalanya berbicara,mengalami sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan rayakan. QuantumLearning merupakan strategi belajar yang bisa digunakan oleh siapa saja selainsisiwa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengancara mantap dan berkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahuiterlebih dahulu gaya belajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu,pembelajar akan dengan cepat mendalami sesuatu. Banyak orang yang telahmerasakan hasilnya setelah mengkaji sesuatu dengan cara Quantum Learning.Segalanya dapat dengan mudah, cepat, dan mantap dikaji dan didalami dengansuasana yang menyenangkanTeaching dan Learning merupakan modelpembelajaran yang sama-sama dikemas Bobbi DePorter yang diilhami dari konsepkepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat38. 38 Ibid.,Bobby de porter & Micke Hemacki, h. 62
  • 22. Adapun pebedaan dari teaching dan learning adalah sebagai berikut:1) Teaching diarahkan untuk proses pembelajaran guru saat berada di kelas,berhadapan dengan siswa, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya.Pola Teaching terangkum dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami,Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan.2) Learning merupakan konsep untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta,konsep, prosedur, dan prinsip sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, danberkesan.Pola Teaching terangkum dalam konsep AMBAK yakni ApaManfaatnya Bagiku Jadi, Teaching diperuntukkan guru dan Learning diperuntukkan siswaatau masyarakat umum sebagai pembelajar39.5. METODE PENELITIAN1. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITAN Metode adalah aspek yang sangat penting dan besar pengaruhnyaterhadap berhasil tidaknya suatu penelitian, terutama untuk mengumpulkan data.Sebab data yang diperoleh dalam suatu penelitian merupakan gambaran dariobyek penelitian40. Menurut ,saya penelitian adalah usaha untuk menemukan,mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Dengan upaya mendapatkan dan mengumpulkan data darikegiatan penelitian, digunakan langkah-langkah sebagai berikut:A. Pendekatan dalam Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melaluipendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, 39 Ibid.,Bobby de porter & Micke Hemacki, h. 62 40 Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif ( Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991),h. 43
  • 23. melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan,dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Sehingga yangmenjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realitaempirik di balik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itupenggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah denganmencocokkan antara realita empirik dengan teori yang berlaku denganmenggunakkan metode diskriptif. Menurut Keirl dan Miller dalam Moleong yangdimaksud dengan penelitian kualitatif adalah “tradisi tertentu dalam ilmupengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan padamanusia pada kawasannya sendiri, dan berhubungan dengan orang-orang tersebutdalam bahasanya dan peristilahannya”. Metode kualitatif adalah metode penelitianyang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana penelitiadalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secaragabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebihmenekankan makna dari pada generalisasi41. Pertimbangan penulis menggunakan penelitian kualitatif ini sebagaimanayang diungkapkan oleh Lexy Moleong:1. Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apa bila berhadapan dengankenyataan ganda2. Metode ini secara tidak langsung hakikat hubungan antara peneliti danresponden3. Metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri dengan manajemen pengaruhbersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi42. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. MenurutWhitney dalam Moh. Nazir bahwa metode deskriptif adalah pencarian faktadengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah 41 Ibid., Lexy J Moleong, h. 43 42 Ibid., Lexy J Moleong, h. 20
  • 24. dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlansung danpengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.2. KEHADIRAN PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data dansebagai instrument aktif dalam upaya mengumpulkan data-data di lapangan.sedangkan instrument pengumpulan data yang lain selain manusia adalah berbagaibentuk alat-alat Bantu dan berupa dokumen-dokumen lainnya yang dapatdigunakan untuk menunjang keabsahan hasil penelitian, namun berfungsi sebagaiinstrument pendukung. Oleh karena itu, kehadiran peneliti secara langsung dilapangan sebagai tolak ukur keberhasilan untuk memahami kasus yang diteliti,sehingga keterlibatan peneliti secara langsung dan aktif dengan informan dan atausumber data lainnya di sini mutlak diperlukan43.3. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan,beserta jalan dan kotanya. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi diMadrasah Aliyah Negeri Model Manado. Jalan S. Musi, Kecamatan Tuminting,Kelurahan islam, Kota Manado. Madrasah Aliyah Negeri Model Manado adalahsalah satu madrasa islam negeri, yang berada di daerah manado, dan merupakanMadrasah yang menerapkan pembelajaran quantum pada mata pelajaran bahasaarab, serta merupakan madrasah yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap sepertiasrama untuk siswa, baik putra dan putri, serta menerapkan sistem pembelajaranyang mengintegrasikan antara ilmu islam, umum dan kemasyarakatan, sehinggasiswa menjadi isnsan yang cerdas, profesional, dan mempunyai kedalamanspiritual. 43 Ibid., Lexy J Moleong, h. 45
  • 25. 4. SUMBER DATA1. Data Primer Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat diperolehlansung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan menurut Lofland bahwasumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan44.Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangandengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini untukmendapatkan informasi lansung tentang penerapan Quantum learning dalam matapelajaran bahasa arab di Madrasah Aliyah Negeri Model Manado. yaitu dengancara wawancara dengan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Model Manado.2. Data sekunder Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber bacaan danberbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian,notula rapat perkumpulan, sampai dokumen-dokumen resmi dari berbagai instansipemerintah. Data sekunder juga dapat berupa majalah, buletin, publikasi dariberbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi sepertikementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, studi histories, dansebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuandan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara lansungdengan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Model Manado.5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalampenelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan dataagar mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data adalah prosedur yangsistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. 44 Moh. Nazir. Ph. D, Metode Penelitian( Jakarta: PT. Ghalia Indonesia, 2003).h. 65
  • 26. 1. Observasi Langsung Observasi langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakanmata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Dalamkegiatan sehari-hari, kita selalu menggunakan mata untuk mengamati sesuatu.Observasi ini digunakan untuk penelitian yang telah direncanakan secarasistematik tentang bagimana peroses dan langkah – langkah penerapan quantumlearning Tujuan menggunakan metode ini untuk mencatat hal-hal, perilaku,perkembangan, dan sebagainya tentang penerapan Quantum Learning dalamproses pembelajaran bahasa arab Madrasah Aliyah Negeri Model Manado.sewaktu kejadian tersebut berlaku sehingga tidak menggantungkan data dariingatan seseorang. Observasi lansung juga dapat memperoleh data dari subjekbaik yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mauberkomunikasi secara verbal.2. Wawancara Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuanpenelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanyadengan si penjawab dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide(panduan wawancara). Tujuan penulis menggunakan metode ini, untukmemperoleh data secara jelas dan kongkret tentang bagaimana guru melakukanpenerapan pembelajaran quantum pada salah satu pelajaran di Madrasah AliyahNegeri Model Manado.. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengadakanwawancara dengan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Model Manado.3. Dokumentasi Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis baik berupa karangan, memo,pengumuman, instruksi, majalah, buletin, pernyataan, aturan suatu lembagamasyarakat, dan berita yang disiarkan kepada media massa. Dari uraian di atasmaka metode dokumentasi adalah pengumpulan data dengan meneliti catatan-catatan penting yang sangat erat hubungannya dengan obyek penelitian. Tujuan
  • 27. digunakan metode ini untuk memperoleh data secara jelas dan konkret tentangpenerapan pembelajaran quantum pada salah satu pelajaran di Madrasah AliyahNegeri Model Manado.6. ANALISIS DATA Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan datakedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan temadan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Darirumusan di atas dapatlah kita tanarik garis besar bahwa analisis data bermaksudpertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali danterdiri dari catatan lapangan, komentar peneliti, gambar, foto, dokumen berupalaporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Setelah data dari lapangan terkumpuldengan menggunakan metode pengumpulan data di atas, maka peneliti akanmengolah dan menganalisis data tersebut dengan menggunakan analisis secaradeskriptif-kualitatif, tanpa menggunakan teknik kuantitatif45. Analisis deskriptif-kualitatif merupakan suatu tehnik yang menggambarkan dan menginterpretasikanarti data-data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekamsebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperolehgambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Menurut M.Nazir bahwa tujuan deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran ataulukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat sertahubungan antar fenomena yang diselidiki.7. PENGECEKAN KEABSAHAN TEMUAN Menurut Moleong ‟‟kriteria keabsahan data ada empat macam yaitu : (1)kepercayaan (kreadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) kebergantungan(dependibility), (4) kepastian (konfermability)9. Dalam penelitian kualitatif inimemakai 3 macam antara lain : 45 Ibid., Moh. Nazir. Ph. D. h.67
  • 28. 1. Kepercayaan (kreadibility) Kreadibilitas data dimaksudkan untuk membuktikan data yang berhasildikumpulkan sesuai dengan sebenarnya. ada beberapa teknik untuk mencapaikreadibilitas ialah teknik : teknik triangulasi, sumber, pengecekan anggota,perpanjangan kehadiran peneliti dilapangan, diskusi teman sejawat, danpengecekan kecakupan refrensi46.2. Kebergantungan (depandibility) Kriteria ini digunakan untuk menjaga kehati-hatian akan terjadinyakemungkinan kesalahan dalam mengumpulkan dan menginterprestasikan datasehingga data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesalahan seringdilakukan oleh manusia itu sendiri terutama peneliti karena keterbatasanpengalaman, waktu, pengetahuan. Cara untuk menetapkan bahwa prosespenelitian dapat dipertanggungjawabkan melalui audit dipendability oleh ouditorindependent oleh dosen pembimbing47.3. Kepastian (konfermability) Kriteria ini digunakan untuk menilai hasil penelitian yang dilakukandengan cara mengecek data dan informasi serta interpretasi hasil penelitian yangdidukung oleh materi yang ada pada pelacakan audit48.8. TAHAP-TAHAP PENELITIANMoleong mengemukakan bahwa ‟‟Pelaksanaan penelitian ada empat tahap yaitu :(1)tahap sebelum ke lapangan, (2) tahap pekerjaan lapangan, (3) tahap analisisdata, (4) tahap penulisan laporan. Dalam penelitian ini tahap yang ditempuhsebagai berikut : 46 Ibid., Moh. Nazir. Ph. D,h.67 47 Ibid, Moh. Nazir. Ph. D, h. 67 48 Ibid, Moh. Nazir. Ph. D, h. 67
  • 29. a) Tahap sebelum kelapangan, meliputi kegiatan penentuan fokus, penyesuaianparadigma dengan teori, penjajakan alat peneliti, mencakup observasi lapangandan permohonan ijin kepada subyek yang diteliti, konsultasi fokus penelitian,penyusunan usulan penelitian49.b) Tahap pekerjaan lapangan, meliputi mengumpulkan bahan-bahan yangberkaitan dengan penerapan pembelajaran quantum pada salah satu pelajaran diMadrasah Aliyah Negeri Model Manado. Data tersebut diperoleh denganobservasi, wawancara dan dokumentasi dengan cara melihat penerapanpembelajaran quantum pada salah satu pelajaran di Madrasah Aliyah NegeriModel Manado.c) Tahap analisis data, meliputi analisis data baik yang diperolah melauiobservasi, dokumen maupun wawancara mendalam dengan siswa siswa Madrasahaliyah negeri model manado. Kemudian dilakukan penafsiran data sesuai dengankonteks permasalahan yang diteliti selanjutnya melakukan pengecekan keabsahandata dengan cara mengecek sumber data yang didapat dan metode perolehan datasehingga data benar-benar valid sebagai dasar dan bahan untuk memberikanmakna data yang merupakan proses penentuan dalam memahami kontekspenelitian yang sedang diteliti50.d) Tahap penulisan laporan, meliputi : kegiatan penyusunan hasil penelitian darisemua rangkaian kegiatan pengumpulan data sampai pemberian makna data.Setelah itu melakukan konsultasi hasil penelitian dengan dosen pembimbinguntuk mendapatkan perbaikan saran-saran demi kesempurnaan skripsi yangkemudian ditindaklanjuti hasil bimbingan tersebut dengan penulis skripsi yangsempurna. Langkah terakhir melakukan pengurusan kelengkapan persyratan untukujian skripsi. 49 Prof. Dr. S. Nasution, M.A. Metode Research,( Bumi Aksara, Jakarta 2004). 23 50 Ibid,. Prof. Dr. S. Nasution, M.A. h. 23
  • 30. DAFTAR PUSTAKAMuchit M.Saekhan , Pembelajaran Kontekstual, Semarang : RaSAIL Media Group, 2007.Drs.Slameto, BELAJAR & Faktor –Faktor yang mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta, 2010.Deporter Bobbi & Hernacki Micke, Quantum Learning: Membiasakan Belajar dengan Nyaman dan Menyenangkan, Bandung ; Khaifa, 2011.Djamarah, Bahri Syaiful , Psikologi Belajar, akarta; Rineka Cipta; 1999.Sagala Syaiful, Konsep Dan Makna Pembelajaran, Jakarta : Alfabeta, 2011.rasyid Abdul, Fisika untuk jurusan IPA Semester Genap, Jakarta : Rineka cipta, 2010.Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991.Moh. Nazir. Ph. D, Metode Penelitian Jakarta: PT. Ghalia Indonesia, 2003.Prof. Dr. S. Nasution, M.A. Metode Research, Bumi Aksara, Jakarta 2004.

×