Hygiene mulut

2,544 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,544
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
146
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hygiene mulut

  1. 1. HYGIENE MULUT
  2. 2. RONGGA MULUT Rongga mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Di dalam rongga mulut terjadi proses pemecahan atau penguraian makanan pertama kali dalam sistem pencernaan.
  3. 3. Karies Gigi Penyakit Periodontal
  4. 4. penyakit yang mengenai jaringan pendukung gigi, gingiva/gusi serta jaringan periodontal, yaitu jaringan yang menghubungkan antara gigi dan tulang penyangga gigi yaitu tulang alveolar. Gusi berdarah bengkak pada jaringan yang mengalami peradangan kehilangan gigi tiba-tiba garis gusi yang menyusut dengan pembentukan celah atau kantong antara
  5. 5. Macam Penyakit Periodontal Halitosis Dengan kondisi gigi dan gusi kurang bersih, sariawan, infeksi atau luka pada mulut, mengkonsumsi bawang putih dan bawang merah, merokok, alkohol,
  6. 6. Macam Penyakit Periodontal Keilosis Keilosis merupakan gangguan seperti bibir retak, terutama sudut mulut. Dikarenakan efisiensi riboflavin atau vitamin B2, napas mulut,dan salivasi berlebihan dapat menyebabkan keilosis.
  7. 7. Macam Penyakit Periodontal glositis Glositis adalah peradangan lidah karena infeksi atau cedera
  8. 8. Macam Penyakit Periodontal stomatotitis Stomatitis adalah kondisi peradangan pada mulut karena kontak dengan pengiritasi seperti tembakau, defisiensi vitamin, infeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, juga karena
  9. 9. Macam Penyakit Periodontal gingivitis Gingivitis adalah peradangan gusi, biasanya karena hygiene mulut yang buruk atau terjadi tanda leukemia, defisiensi vitamin, atau diabetes mellitus. Malignasi mulut terlihat sebagai gumpalan
  10. 10. Hygiene mulut yang baik termasuk kebersihan, kenyamanan, dan kelembaban struktur mulut. Perawatan mulut harus diberikan secara teratur dan setiap hari. Frekuensi tindakan hygiene bergantung pada kondisi rongga mulut klien. Hygiene bisa berupa gosok gigi, flossing, dan irigasi juga menghidari makanan yang meningkatkan pembentukan plak dan kerusakan gigi dan meningkatkan struktur periodontal.
  11. 11. Gosok gigi Sikat gigi yang tepat harus memiliki pegangan yang lurus, dan bulunya harus cukup kecil untuk menjangkau semua bagian mulut. Pada lansia dengan penurunan kecekatan dan pegangan membutuhkan pegangan sikat gigi yang lebih lebar yang memberikan kemudahan pegangan. Bulu halus yang bundar menstimulasi gusi tanpa menyebabkan abrasi atau pendarahan. Semua permukaan gigi dalam, luar dan pengunyah harus disikat dan dibilas dengan teliti.
  12. 12. Diet Untuk mencegah kerusakan gigi, klien harus mengubah kebiasaan makan, mengurangi asupan karbohidrat, terutama makanan manis saat makan. Makanan manis atau yang mengandung tepung akan menempel pada permukaan gigi. Setelah makan makanan yang manis, klien harus menggosok gigi dalam waktu 30 menit untuk mengurangi aksi plak. Memakan buah yang mengandung asam juga bisa mengurangi plak. Kualitas keasaman makanan mengeliminasi bakteri yang memebentuk
  13. 13. Hygiene mulut khusus Klien tidak sadar Klien ini lebih rentan terkena kekeringan sekresi air liur pada mukosa yang tebal karena mereka tidak mampu untuk makan dan minum, sering bernapas dengan mulut, dan sering kali memperoleh terapi oksigen. Klien berisiko stomatitis Klien diabetes Klien harus membilas mulutnya sebelum dan sesudah makan menggunakan larutan garam setengah sampai satu sendok teh atau baking soda sampai 1 pt air. untuk mengangkat mucus yang tebal harus menggunakan 1 bagian hydrogen peroksida sampai empat bagian normal garam. Klien harus diajarkan untuk mengikuti jadwal pembersihan yang sedikit kaku. Perawat mungkin perlu embantu klien diabetes karena mereka mempunyai kejadian yang meningkatkan risiko penyakit periodontal. Klien infeksi mulut Antibiotic topical cair digunakan pada permukaan mukosa dengan spon yang lembut atau dengan membantu klien membilas rongga mulut dengan medikasi
  14. 14. Penggunaan Fluoride Rozier dan Beck (1991) melaporkan ringkasan studi epidemologi yang menunjukan bahwa pemberian fluor pada air minum telah berperan dalam penurunan karies gigi.
  15. 15. Flossing Flossing melibatkan insersi floss gigi yang berlilin atau tidak berlilin diantara semua permukaan gigi, satu persatu. Gerakan menggergaji digunakan untuk menarik serat halus diantara gigi mengangkat plak dan tartar dari email gigi. Untuk mencegah pendarahan, klien yang menerima kemoterapi atau radiasi harus menggunakan serat halus yang tidak berlilin dan menghindari flossing yang kuat dekat
  16. 16. Perawatan Gigi Palsu Gigi palsu merupakan milik pribadi klien dan harus ditangani dengan hati-hati karena mudah patah. Gigi palsu harus dilepas sebelum tidur untuk memberi istirahat pada gusi dan mencegah bakteri tumbuh dan mukosa meradang. Untuk mencegah gigi palsu melengkung, maka harus disimpan di air apabila tidak dipakai. Perawat selalu menyimpan gigi palsu di cangkir tertutup, diberi label selama perendaman ataupun ketika gigi palsu sedang tidak dipakai. Klien harus dilarang membungkus gigi palsu dengan tisu wajah atau tisu toilet atau menempatkan pada baki makan karena gigi palsu dapat dibuang dengan tidak sengaja.
  17. 17. Faktor Risiko Klien paralisis(lumpuh), berpenyakit serius, atau memiliki restriksi fisik pada tangan Klien yang tidak sadar, konfusi, amuk, atau depresi Klien yang menerima obat kemoterapi Klien diabete s Klien yang tidak dapat makan melalui mulut atau restriksi cairan, menggunakan selang nasogastrik, menerima oksigen nasal terusmenerus, atau nafas lewat mulut Klien yang mengalami operasi mulut, trauma mulut, adanya selang endotrakea oral Klien yang menjalani terapi radiasi Klien imunosupre si
  18. 18. Video Perawatan klien

×