Managing Corporate Database & Technology Content Management

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    Managing Corporate Database & Technology Content Management - Presentation Transcript

    1. MANAGING CORPORATE DATABASE & TECHNOLOGY CONTENT MANAGEMENT
    2. Strategic Advantage ad Information Technology
      SistemInformasiStrategi (SIS)
      Sepertisalahsatu yang telahdikembangkanpadaRosenbluth International, SIS adalahsebuahsistem yang mendukungdanmembentukpersainganstrategi unit bisnis yang kompetitif. Karakteristik SIS dibentukberdasarkankemampuannyauntukmengubahjalannyasebuahbisnissecarasignifikan, agar dapatmemberikanstrategi yang menguntungkanbagiperusahaan.
    3. Strategikompetitifadalahsebuahdasar formula yang luasuntukmenjalankansebuahbisnis, tujuanapa yang akandicapai, danrencanasertakebijakanapa yang dibutuhkan agar tujuandapattercapai. Melaluistrategikompetitifperusahaanmencarikeuntungan yang kompetitifpadaindustri.
      Keuntungankompetitifpadasistemperekonomian yang berbasis digital lebihpentingdaripadasistemperekonomian yang terdahulu. Untukbeberapabisnispengaruhdariekonomiberbasis digital adalahsangatrevolusioner. Seringkaliperubahanpadateknologidanpasarsertamunculnyajenisbisnis model barudapatmemperkenalkanperubahansecararadikalpadastruktur industry. Padawkt yang bersamaan, ekonomiberbasis digital tidakmengubahintidarisebuahbisnispadasebuahperusahaan
    4. ManajemenStrategiManajemenstrategiadalahmelakukanpemetaanstrategipadapelaksanaandisebuahorganisasidimasa yang akandatang. Ada 8 hal yang harusdipahami :
    5. 1. Innovative applications
      IT membentukaplikasi yang inovatif yang menyediakanstrategi yang menguntungkansecaralangsungbagi
      sebuahorganisasi.
      2.Competitive weapons
      Sisteminformasisendiritelah lama dikenalsebagaicompetitive weapons.
      3.Changes in processes
      IT mendukungperubahanpadaprosesbisnis yang diterjemahkankepadastrategi yang menguntungkan
      4.Links with business partners
      IT menghubungkanperusahaandenganrekanbisnissecaraefektifdanefisien.
    6. 5. Cost reductions
      IT dapatmngekibatkanperusahaanuntukmengurangibiaya
      6. Relationship with suppliers and customers
      IT dapatdigunakanuntukmencegahlepasnya supplier danpelanggan, ataumenciptakanharga yang bersaingsehingga supplier danpelanggantidakdapatberpindahkepesainglainnya.
      7. New Products
      Perusahaan dapatmenaikkaninvestasinyadalambidang IT utukmenghasilkanproduk yang swedangdibutuhkanpasar.
      8. Competitive intelegence
      IT menyediakancompetitive intelegencedenganmengumpulkandanmanganalisainformasimengenaiproduk, pasar, pesaing, danperubahanlingkungan.
    7. Competitive Intelligence
      Banyakperusahaansecaraterus-menerusmemantauaktivitaspesaingmerekauntukmendapatkancompetitive intelligence. Contohkegunaancompetitive intelligencedikutipberdasarkanComcowich (2002) :
      Perusahaan alat-alatolahragamenemukansekelompokaktivis yang merencanakandemonstrasidanboikotpadaperusahaannya, yang menyebabkanperusahaanmengimplementasikanstrategiperlawanan.
      Beberapaharimenjelangpeluncuranproduksebuahperusahaan software, menemukankejanggalanpadafeature produkmereka. Hal tersebutmenyebabkanteknisimembuat “patch” untukproduktersebut, untukmemperbaikikekuranganpadaprodukmereka yang akandiluncurkan.
    8. Perusahaan telekomunikasimenemukanstrategidaripemimpinpadaperusahaanpesaingmereka, halinimenyebabkanperusahaanmendapatkankeuntunganselangkahlebihmajupadapersaingandalambidangtelekomunikasi (secaramenakjubkan, strategitersebutpernahdicantumkanpada website perusahaanpesaingnya).
      Competitive Intelligencedapatdiselesaikandenganteknologisepertioptical character recognition, intelligent agent, dankhususnya internet.
    9. The World Wide Web
      The World Wide Web (WWW) merupakanaplikasi yang paling banyakdigunakandi internet. Apakah WWW dan internet merupakanduahal yang sama? BanyakorangmengangapbahwaWebmempunyaikesamaandengan internet, tetapimasalahnyabukanitu. Fungsidari internet sebagai media transportasi, danWeb (WWW atau W3) adalahaplikasi yang digunakansebagaialattransportasinya. Aplikasilainnyajugadigunakandi internet, e-mailmerupakansalahsatuaplikasi yang paling banyakdigunakan.
    10. Evolusi Dari Alpkasi Yang Komersil Di Internet
      Dengandikomersilkannya internet diawaltahun 1990, kitatelahmelihatledakanaplikasikomersial. Aplikasiiiniberkembangmelalui 4 tahaputama : presence, e-commerce, collaboration, danintegration.
    11. KategoriAplikasi Internet
      Discovery
      Discovery meliputibrowsing danpencartianinformasi. Discovery difasilitasiolehagensoftwaresemenjakjumlahinformasipada internet dan intranet berkembangsecaracepat.
      Communication
      Internet meyediakansalurankomunikasi yang cepatdanmurahdaripesanpadapapan bulletin hinggapertukaraninformasi yang kompleksdiantarabanyakperusahaan.
      Collaboration
      Gunameningkatkankomunikasi, kolaborasielektronikantaraperseorangandanataukelompokdankolaborasiantaraorganisasi, meningkatsecaratajam.Kolaborsijugatermasuklayananresource-sharing, yang menyediakanaksesuntuk printer dan server tertentu.
    12. The Intranet
      Intranet
      Intranet adalahdesainjaringan yang bergunauntukmenyediakaninformasi internal yang diperlukanolehperusahaanitusendiri, denganmenggunakankonsepdantools internet. Jaringaninitebataspadapenggunaan internal organisasi. Intranetmenyediakanbrowsingdankemampuanpencarian yang mudahdanmurah.
      Intranetmempunyaikemampuanuntukmengubahstrukturdanprosedurorganisasisertauntukmembantumemperbaikiperusahaan. Intranet dapatdiimplementasikanpadatipeteknologilocal area network (LAN) yang berbeda-beda.
    13. E-BUSINESS DAN E-COMMERCE
    14. DefinisidanKonsep
      Electronic Commerce (EC ataue-commerce)
      Digambarkansebagaisebuahprosespembelian, penjualan, pemindahanataupertukaranproduk, pelayanan, danatauinformasimelaluijaringankomputer, termasuk internet. Beberapaorangmelihatistilahcommercedigambarkanhanyasebagaitransaksi yang dilakukanantararekanbisnis. Ketikapengertiancommerce telahdigunakan, beberapaorangmenemukanistilah
      e-commercemenjadilebihspesifik. Dengandemikian, banyak yang menggunakanistilah
      e-business sebagaigantinya.
    15. E-business
      E-businessmengacupadapengertian yang lebihluasdarie-commerce, bukanhanyamembelidanmenjualbarangsertajasa, tetapijugapelayananpadapelanggan, berkolaborasidenganrekanbisnis, e-learning, danmelakukantransaksielektronikdidalamorganisasi.
    16. Tipe-tipeE-commerce
      Business-to-Business (B2B)
      Collaborative commerce (c-commerce)
      Business-to-consumers (B2C)
      Consumers-to-Business (C2B)
      Consumers-to-consumer (C2C)
      Intrabusiness commerce
      Government-to-citizens (G2C)
      Mobile commerce (m-commerce)
    17. MOBILE, WIRELESS, and PERVASIVE COMPUTING
      Dalamlingkungankomputasitradisionaldiperlukanuntukberhadapanlangsungdengankomputeruntukmelakukanpekerjaanmenggunakankomputer. Seluruhkomputertelahdihubungkansatusama lain, kejaringan, server, dan lain-lain, menggunakankabel. Kondisiinimembatasikegunaankomputerdanmenyebabkankesusahanbagipekerja. Khususnya, sales, montir, pekerjaservis, agenhukum, akanlebihefektifjikamereka bias menggunakanteknologiinformasilangsungketikaberadaditempatkerjadiluarkantor. Serta orang yang sedangberliburnamuningintetapterhubungdenganrumahataukantornya.
    18. Solusipertamaadalahmembuatkomputerdenganukurankecilsehinggamudahdibawakemana-mana. Pertama, laptop ditemukan, kemudiankomputer yang lebihkecillagiditemukanseperti PDA danhandled lainnya. Komputer yang mudahdibawakemana-manainidisebutdenganmobile devices.Penggunaanalattersebutmenjadilebihefisienberdasarkanwaktudanlebihkuatsejauhkecepatanprosesdanbesarnya media penyimpanandalamhaliniharddisk. Akhir-akhirini, pekerjalapangandapatmengunduhsertamengiriminformasidariataukekomputer desktop biasa yang disebutprosessynchronization.
    19. Mobile Commerce(m-commerce)
      Mempunyaidasar EC yang dilakukanpadalingkunganwireless(tanpakabelsebagai media penghubungantarakomputeralatsatudengan yang lain untukbertukarinformasi), khususnyamelalui internet. Sepertiiaplikasi EC biasa, m-commercedapatdilakukanmelalui internet, jalurkomunikasipribadi, smart cards,atauinfrastrukturlainnya.
      M-commercebukanhanyasekedarvariasidarilayanan internet yang sudahada. Mobile devices menciptakanpeluanguntukmenyampaikanlayanbarukepadapelanggan lama adamaupunpelangganbaru.
    20. Jenis-jenisdefinisibeberapaproseskomputasisecaramobile:
      Global Positioning System (GPS)
      Tracking system berbasissatelit yang dapatmenemukanposisialat GPS lainnya.
      Personal Digital Assistant (PDA)
      Komputer portable yang kecil, seperti Palm dankomputersakudari HP.
      Short Message Service(SMS)
      Teknologisemenjaktahun 1991, yang memungkinkanuntukmengirimkanpesansingkatberupakalimatpadabeberapacell phone.
    21. Enhance Messaging Service(EMS)
      PengembangandariSMS yang memungkinkanpengirimananimasi, gambarkecil, sertamelodi yang pendek.
      Multimedia Messaging Service(MMS)
      Generasipenerusdariwireless messaging, teknologiinimemungkinkanuntukpengirimanjenis media yang lebihbanyak.
      Bluetooth
      Teknologichipdenganstandarisasiwireless yang didesainuntukpenggunaansecarasementara, jarak yang pendekdiantaraalatmobile ataualatlainnya.
      Wireless Application Protocol (WAP)
      Tekologi yang menawarkanbrowsing internet darialatmobile.
      Smartphone
      Internet-enabled cell phone yang mendukungaplikasimobile.
    22. Beberapaalat yang digunakanpada ­m-commerce:
      Cellular (mobile) phones
      PDAs
      Interactive pagers
      Screenphones
      E-mail Handleds
      BeberapaHardware yang digunakanpadam-commerce:
      WAN modem
      Web server
      Applikasiataudatabase server
      Aplikasienterprise server yang besar
      GPS locator
    23. Beberapasoftware yang digunakanpadam-commerce:
      Microbrowser
      Browser denganbandwithdankebutuhanmemori yang terbatas
      Operating System(OS)untukmobile-client
      OS untukalatmobile. Contohnya: Palmos, Windows 2001NT, WIN CE.
      Bluetooth
      Teknologichipuntukpenggunaanjarakdekat, sekitar 3 meter, menggunakanteknologitanpakabel (wireless).
      Wireless Application Protocol
      Satu set protokolkomunikasi yang memungkinkanalatmobileuntukdapat “berbicara” kepadaserver padajaringanmobile.
      Wireless Markup Language (WML)
      Voice XML
    24. Generasikomunikasipadawireless wide area networks
      1GMerupakangenerasipertamateknologiwireless. Teknologi yang digunakannyaberbasis analog.
      2GGenerasikeduateknologiwireless. Teknologiiniberdasarkanpadateknologi radio digital danumunyamengakomodasiteks.
      2.5GTeknologiberbasi GPRS (General Packet Radio Services) dan EDGE (Enhanced Data Rates for Global Evaluation) yang dapatmengakomodasigambar yang terbatas.
      3GGenerasiketigadariteknologiwireless. Yang mendukungrich mediasepertivideo clips.
      4GGenerasiselanjutnyadari3G, yang dapatmenyediakanlayanantampilan multimedia yang lebihcepat.
    25. Referensi
      APQC (1997) Using Information Technology to Support Knowledge Management,
      Consortium Benchmarking Study: Final Report. 1997
      Ascari, A.; Rock, M. and Dutta, S. (1995) “Reengineering and Organisational
      Change: Lessons from a Comparative Analysis of Company Experiences”
      European Management Journal, Vol 13, 1, 1-30
      Davenport, T. H. and Prusak, L. (1998) “Working Knowledge”, Harvard Business
      School Press
      Davenport, T. H., D. de Long and M. Beers (1997) Building Successful Knowledge
      Management Projects, Center for Business Innovation, Working Paper
      Davenport, T. H., S. Jarvenpaa and M. Beers (1998) Improving Knowledge Work
      Processes, Sloan Management Review, Vol. 37, Summer, No 4, pp. 53-65.
      Lank, E. (1997) “Valuing ICL Knowledge: A Case Study”, Knowledge Management,
      Aug/Sep 1997, 1, 1, 16-19
      Nonaka, I. (1991) The Knowledge-Creating Company, Harvard Business Review,
      1991, Nov.-Dec., pp. 96-104.
      Nonaka, I. and Takeuchi, H. (1995) The Knowledge-Creating Company: How
      Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation, Oxford Univ Press.
      Reimus, B. (1996) “Knowledge Sharing Within Management Consulting Firms,
      Report on How U.S.-Based Management Consultancies Deploy Technology,
      Use Groupware and Facilitate Collaboration” Executive Summary, Kennedy
      Publications, Fitzwilliam, New Hampshire,
      http://www.kennedypub.com/gware.html
      Sveiby, K. E. (1992) “The Knowhow Company: Strategy Formulation in Knowledge-
      Intensive Industries”, International Review of Strategic Management, Wiley,
      167-186
      Sveiby, K. E. (1997) The New Organizational Wealth: Managing and Measuring
      Knowledge-Based Assets, Berrett-Koehler Publ., San Francisco
      Cambridge, MA: Harvard Business School Press, 2000.
    26. Referensi
      J. Ivari, “A Paradigmatic Analysis of Contemporary School of IS Development”, European Journal of Information Systems, Vol. 1, No. 4, 1991, pp. 249-272.
      C. Christensen, The Innovator’s Dilemma: When New Technologies Cause Great Firms to Fail, Boston, MA: Harvard Business School Press, 1997.
      C. Christensen and M. Raynor, The Innovator’s Solution: Creating and Sustaining Successful Growth, Boston, MA: Harvard Business School Press, 2003.
      G. Hamel, Leading the Revolution: How to Thrive in Turbulent Times by Making Innovation a Way of Life, New York, NY: Penguin Putnam Inc., 2000.
      R.S. Wurman, InformationAnxiety2, Indianapolis, IN: QUE, 2001.
      R.M. Kanter, eVolve!: Succeeding in the Digital Culture of Tomorrow, Boston, MA: Harvard Business School Press, 2000.
      H. Saint-Onge and D. Wallace, Leveraging Communities of Practice for Strategic Advantage, Burlington, MA: Butterworth-Heinemann, 2003.
      J. Lave and E. Wenger, Situated Learning: Legitimate Peripheral Participation, Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1991.
      S. Denning, The Springboard: How Storytelling Ignites Action in Knowledge-Era Organizations, Boston, MA: Butterworth-Heinemann, 2001.
      K. Beck, Extreme Programming Explained: Embrace Change, Boston, MA: Addison-Wesley, 2000.
      A. Cooper, Inmates Running the Asylum: Why High-Tech Products Drive Us Crazy and How to Restore the Sanity, Indianapolis, IN: SAMS Publishing, 1999.
      P. Senge, C. Roberts, R. Ross, B. Smith, G. Roth, and A. Kleiner, The Dance of Change: The Challenges to Sustaining Momentum in Learning Organizations, New York, NY: Currency Doubleday, 1999.
      A. Hunt and D. Thomas, The Pragmatic Programmer, Boston, MA: Addison-Wesley, 2000.
      J. Kotter, Leading Change, Boston, MA: Harvard Business School Press, 1996.
      M. Fullan, Leading in a Culture of Change, San Francisco, CA: Jossey-Bass, 2001.
    SlideShare Zeitgeist 2009

    + illieillie Nominate

    custom

    134 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 134
      • 134 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 1
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories