Presentasi industri di bawah bayang bayang krisis (revisi)

1,730 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,730
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi industri di bawah bayang bayang krisis (revisi)

  1. 1. Industri di Bawah Bayang- Bayang Krisis Jilid 2Dea Yustisia 268403M. Fachri Setiawan 268555Rocky Fergia 304948
  2. 2. OutlinePeranan Sektor Industri Manufaktur Masalah Struktural „Kisah Sedih‟ IndustriSunset Industry dan Sunrise Industry Urgensi Reformasi Mendasar
  3. 3. Kontribusi Sektor-Sektor Utama terhadap PDB Indonesia Tahun 1993 – 2009 Sumber : BPS dalam Yanfitri (2010)- Peran Sektor Industri Terhadap PDB semakin menurun mulai tahun 2005– 2009.- Peran industri manufaktur dalam perekonomian Indonesia telah meningkatsecara substansial, dari 19% terhadap PDB tahun 1990 menjadi 26% tahun
  4. 4. terkonsentrasinya lokasi industri manufaktur di Jawa dan Sumatra.lemahnya penguasaan dan penerapan teknologi karena industrikita masih banyak yang bertipe “tukang jahit” dan “tukang rakit”rendahnya kualitas SDM, sebagaimana tercermin dari tingkatpendidikan tenaga kerja industri, menyebabkan rendahnyaproduktivitas tenaga kerja industri.belum terintegrasinya UKM (Usaha Kecil dan Menengah) diIndonesia dalam satu mata rantai pertambahan nilai denganindustri skala besar dan kurang sehatnya iklim persaingankarena banyak subsektor industri yang beroperasi dalam kondisimendekati “monopoli”
  5. 5. No. Negara Tahun Tahun Tahun Tahun 2005 2000 1990 1980 1 Singapura 1 1 1 2 2 Taiwan 10 10 15 18 3 Korea Selatan 9 12 18 23 4 Malaysia 16 13 23 40 5 Thailand 25 26 32 47 6 Cina 26 31 26 39 7 Filipina 30 30 43 42 8 Hongkong, SAR 13 11 20 16 9 Indonesia 42 38 54 7511 Fiji – Pasifik 86 90 61 52
  6. 6. Persentase PDB Menurut Lapangan Usaha (1968-2009) Peran Sektor Industri Terhadap PDB semakin menurun mulai tahun 2005– 2008. sedangkan peran Sektor Lainnya meningkat di kurun waktutersebut.Sumber: BPS dalam Kuncoro (2007), diolah
  7. 7. Sumber : BPS dalam KemenperinTingkat utilisasi kapasitas sub industri juga bervariasi selama tahun 2004-2009. Utilisasi kapasitas terbesardimiliki oleh sub industri kertas dan barang cetakan.Industri yang mengalami pertumbuhan utilisasi kapasitas yang tinggi adalah industri perkapalan akibatpemberdayaan industri dalam negeri dan regulasi pemerintah yang mendorong sub industri tersebutmelakukan ekspor.Di sisi sebaliknya penurunan utilisasi kapasitas dialami oleh industri pupuk, kimia, dan barang dari karetterutama pada tahun 2008. Penurunan utilisasi kapasitas tersebut terjadi karena kurangnya pasokangas bumi sebagai bahan baku dan energi.
  8. 8. Sumber : BPS dalam KemenperinEmpat Cabang Industri yang mempunyai peranan utama terhadap PDB Sektor Industritahun 2004-2008 antara lain:1. Industri Makanan, Minuman,dan Tembakau;2. Industri Alat Angkut,Mesin,dan Peralatannya;3. Industri Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki;4. Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet
  9. 9. Empat Cabang Industriyang mempunyaiperanan utama rata-rata terhadap PDB SektorIndustri tahun 2000-2010antara lain:1. Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau (33,6%)2. Industri Alat Angkut,Mesin,dan Peralatannya (28,14%)3. Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet (12,73%)4. Industri Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki
  10. 10. Sumber : BPS dalam KemenperinDua Cabang Industri yang memiliki pertumbuhan di atas rata-rata total IndustriNon Migas selama tahun 2004 – 2010 :1. Industri Alat Angkutan, Mesin, dan peralatannya;2. Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet.
  11. 11. PANGSA TERHADAP INDUSTRI MANUFAKTUR, 2004-2009 TINGGI RENDAH TINGGI  Industri Pupuk, Kimia, dan • Industri Kertas dan barang dari karet barang cetakan  Industri alat angkut, mesin, •Industri semen dan PERTUMBUHAN dan peralatan barang galian non- logam 2004-2009 RENDAH • industri makanan, minuman, • Industri Logam Dasar, dan tembakau Besi, dan Baja • Industri tekstil, barang Kulit, • Industri Barang dan alas kaki. lainnya. •Industri Barang Kayu dan Hasil Hutan Sumber : Kuncoro (2007)Sunrise industry adalah cabang industri Sunset industry adalah cabang indutri yangyang pangsanya besar dalam sektor perannya kecil dalam industri manufakturindustri dan memiliki pertumbuhan di atas dan memiliki pertumbuhan di bawah rata-rata-rata industri. rata industri.Industri yang termasuk sunrise industry Industri yang termasuk sunset industryadalah industri pupuk, kimia & barang dari adalah industri semen & barang galian non-karet dan logam, industri barang lainnya, industriindustri alat angkut, mesin dan peralatan kertas & barang cetakan, industri barang kayu & hasil hutan
  12. 12. SUNRISE INDUSTRYINDUSTRI PUPUK,KIMIA, DAN INDUSTRI ALAT ANGKUT, MESIN,BARANG DARI KARET DAN PERALATANNYA• Industri Pupuk banyak Industri alat angkut terkait dengandiuntungkan dengan kenaikan kenaikan industri penerbanganharga menyak mentah dunia, dan otomotif yang terdorongterutama dari produk amoniak. menyusul pulihnya daya beli konsumen.• Industri Kimia menimbulkan Subsektor Komunikasi dandampak multiplier bagi sektor Transportasi Udara menjadi halhilirnya, hal ini terlihat dari utama karena mengalamimenjamurnya jumlah apotek di pertumbuhan masing-masing diIndonesia. atas 20% dan 10% selama 2004- 2008.• Industri Barang dari Karetmerupakan industri hulu untukindustri mobil dan sepeda motor,yang keduanya mengalamilonjakan pertumbuhan pada 2007.
  13. 13. Pertumbuhan Cabang Industri 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Makanan, Minuman & Tembakau 1.39 2.75 7.21 5.05 2.34 11.2 2.73 Tekstil, barang kulit & alas Kaki 4.06 1.31 1.23 -3.68 -3.64 0.6 1.74 Barang Kayu & Hasil Hutan -2.07 -0.92 -0.66 -1.74 3.45 -1.38 -3.5 Kertas & Barang Cetakan 7.61 2.39 2.09 5.79 -1.48 6.34 1.64 Pupuk, Kimia & Barang dari Karet 9.01 8.77 4.48 5.69 4.46 1.64 4.67 Semen & Bahan Galian Non-Logam 9.53 3.81 0.53 3.4 -1.49 -0.51 2.16 Logam dasar, Besi dan Baja -2.61 -3.7 4.73 1.69 -2.05 -4.62 2.56 Alat angkut, Mesin dan peralatan 17.67 12.38 7.55 9.73 9.79 -2.87 10.35 Barang Lainnya 12.77 2.61 3.62 -2.82 -0.96 3.19 2.98 Total Industri Non Migas 7.51 5.86 5.27 5.15 4.05 2.56 5.09 Sumber : BPS diolah ; KemenperinDua Cabang Industri yang memiliki pertumbuhan di atas rata-rata total IndustriNon Migas selama tahun 2004 – 2010 :1. Industri Alat Angkutan, Mesin, dan peralatannya;2. Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet.
  14. 14. PANGSA TERHADAP INDUSTRI MANUFAKTUR, 2004-2008 TINGGI RENDAH TINGGI  Industri Pupuk, Kimia, dan • Industri Kertas dan barang dari karet barang cetakan  Industri alat angkut, mesin, •Industri semen danPERTUMBUHAN dan peralatan barang galian non- 2004-2008 logam RENDAH • industri makanan, minuman, • Industri Logam Dasar, dan tembakau Besi, dan Baja • Industri tekstil, barang Kulit, • Industri Barang dan alas kaki. lainnya. •Industri Barang Kayu dan Hasil HutanSunrise industry adalah cabang industri Sunset industry adalah cabang indutriyang pangsanya besar dalam sektor yang perannya kecil dalam industriindustri dan memiliki pertumbuhan di manufaktur dan memiliki pertumbuhanatas rata-rata industri. di bawah rata-rata industri.Industri yang termasuk sunrise industry Industri yang termasuk sunset industryadalah industri pupuk, kimia & barang adalah industri semen & barang galiandari karet dan non-logam, industri barang lainnya,industri alat angkut, mesin dan industri kertas & barang cetakan,peralatan industri barang kayu & hasil hutan
  15. 15. SUNRISE INDUSTRYINDUSTRI PUPUK,KIMIA, DAN INDUSTRI ALAT ANGKUT, MESIN,BARANG DARI KARET DAN PERALATANNYA• Industri Pupuk banyak Industri alat angkut terkait dengandiuntungkan dengan kenaikan kenaikan industri penerbanganharga menyak mentah dunia, dan otomotif yang terdorongterutama dari produk amoniak. menyusul pulihnya daya beli konsumen.• Industri Kimia menimbulkan Subsektor Komunikasi dandampak multiplier bagi sektor Transportasi Udara menjadi halhilirnya, hal ini terlihat dari utama karena mengalamimenjamurnya jumlah apotek di pertumbuhan masing-masing diIndonesia. atas 20% dan 10% selama 2004- 2008.• Industri Barang dari Karetmerupakan industri hulu untukindustri mobil dan sepeda motor,yang keduanya mengalamilonjakan pertumbuhan pada 2007.
  16. 16. 1. RPJPN 2005-2025• Visi pembangunan industri nasional jangka panjang adalah membawa Indonesia pada tahun 2025 menjadi negara industri tangguh yang bercirikan: o Industri Kelas Dunia; o PDB Sektor Industri yang seimbang antara Pulau Jawa dan di Luar Jawa; o Teknologi telah menjadi ujung tombak pengembangan produk dan penciptaan pasar
  17. 17. 2. RPJMN 2010-2014 Visi Indonesia pada tahun 2014 yakni Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Misi yang ditetapkan untuk mewujudkan visi tersebut adalah: 1. Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera 2. Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi 3. Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang
  18. 18. Arah Pengembangan Industri Manufaktur : - Mendorong terwujudnya peningkatan utilisasi kapasitas - Memperluas basis usaha dengan penyederhanaan RPJMN perizinan dan peningkatan peran UKM. (Rencana Pembangunan - Meningkatkan iklim persaingan Jangka yang sehat dan berkeadilan Menengah - Memperluas penerapan Nasional) standardisasi produk industri, - Mendorong perkuatan struktur industri pada subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif.RPJMN sudah mengidentifikasi permasalahan struktural industri diIndonesia, akan tetapi belum secara eksplisit memasukkan pendekatan Klusterdan Spasial.Selain itu faktanya banyak program dan strategi yang dicanangkan masih
  19. 19. • Tugas khusus Kementerian Perindustrian dalam Program 5 tahun Kabinet Indonesia Bersatu II, terkait: 1. Prioritas 1 : Reformasi Birokrasi dan “Good Governance” 2. Prioritas 5 : Ketahanan Pangan 3. Prioritas 7 : Iklim Investasi dan Bisnis
  20. 20. 1. Menghapus Bea Masuk • Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 80/ PMK011/2011 tentang Perubahan Ketujuh atas PMK No 110/PMK 010/2006 tentang Penerapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk (BM) atas Barang Impor.
  21. 21. 2. Bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) Tahun Anggaran Serapan 2008 Rp769,397 miliar 3,26 persen 2009 Rp1,383 triliun 9,0 persen 2010 Rp1,530 triliun 22,0 persen Sumber: Kemenperin, 2011
  22. 22.  BMDTP dapat diberikan kepada industri sektor tertentu berdasar empat kriteria: 1. memenuhi penyediaan barang dan/atau jasa untuk kepentingan umum 2. meningkatkan daya saing 3. meningkatkan penyerapan tenaga kerja 4. meningkatkan pendapatan negara
  23. 23. 3. Safeguard Pabrikan tekstil dalam negeri , terutama produsen kain tenunan dari kapas yang dikelantang maupun tidak dikelantang, akan memperoleh pengamanan dari serangan produk impor melalui peraturan yang terbit pada 23 Maret 2011. mekanisme pengamanan (safeguard) pada produk kain tenun dari kapas tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 58/PMK.001/2011 tentang pengamanan kain tenun dari kapas.4. Merevitalisasi Industri Pertahanan
  24. 24.  Sektor industri di Indonesia memiliki kontribusi yang cukup tinggi yaitu sekitar 24%- 28% terhadap PDB Indonesia pada satu dekade terkahir, akan tetap penyerapan tenaga kerja pada sektor ini ternyata masih cukup rendah yang hanya berkisar belasan persen, sangat jauh apabila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian Indonesia yang mencapai kisaran diatas 40% Beberapa masalah struktural terkait sektor industri di Indonesia adlah : terkonsentrasinya lokasi industri manufaktur di Jawa dan Sumatra, lemahnya penguasaan dan penerapan teknologi (industri yang masih bertipe “tukang jahit” dan “tukang rakit”), rendahnya kualitas SDM, belum terintegrasinya UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Indonesia dalam satu mata rantai pertambahan nilai dengan industri skala besar dan kurang sehatnya iklim persaingan.
  25. 25.  Industri yang termasuk sunrise industry di Indonesia pada kurun waktu 2004- 2009 adalah industri pupuk, kimia & barang dari karet dan industri alat angkut, mesin dan peralatan Industri yang termasuk sunset industry di Indonesia pada kurun waktu 2004- 2009 adalah industri semen & barang galian non-logam, industri barang lainnya, industri kertas & barang cetakan, industri barang kayu & hasil hutan Masih diperlukan realisasi terkait kebijakan arah pengembangan industri manufaktur di Indonesia, diantaranya: - Mendorong terwujudnya peningkatan utilisasi kapasitas - Memperluas basis usaha dengan penyederhanaan perizinan dan peningkatan peran UKM - Meningkatkan iklim persaingan yang sehat dan berkeadilan - Memperluas penerapan standardisasi produk industri, - Mendorong perkuatan struktur industri pada subsektor yang memiliki keunggulan kompetitif.
  26. 26. Departemen Perindustrian (2008). Potret Tiga Setengah Tahun Pelaksanaan RPJM Industri Manufaktur 2005- 2009, Jakarta: DeperinKuncoro, Mudrajad (2009), Ekonomika Indonesia : Dinamika Lingkungan Bisnis di Tengah Krisis Global, Yogyakarta: UPP STIM YKPNKementerian Perindustrian (2011). Menyiapkan Kemandirian Industri Nasional dalam Media Industri (2011). Jakarta: Kemenperin www.kemenperin.go.idKementrian Perindustrian (2010). Rencana Strategis Kementerian Perindustrian 2010- 2014. Jakarta KemenperinWibowo, Tri (2008). Potret Industri Manufaktur Indonesia Sebelum dan Pasca Krisis (Suatu pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas)UNITED NATIONS INDUSTRIAL DEVELOPMENT ORGANIZATION (2009). Industrial Development Report 2009 Breaking In and Moving Up:New Industrial Challenges for the Bottom Billion and the Middle-Income Countries. Washington D.C: UNIDOYanfitri, Yati Kurniati (2010). “DINAMIKA INDUSTRI MANUFAKTURDAN RESPON TERHADAP SIKLUS BISNIS” dalam Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Oktober 2010. Jakarta
  27. 27. End of Presentation Thank you for your attention

×