Makalah kompetensi profesional guru

24,450 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
24,450
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
482
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah kompetensi profesional guru

  1. 1. KOMPETENSI PROFESIONAL GURUMakalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Profesi Dosen Pengampu : Drs. H. Sarjono M.Si. Disusun Oleh : Ikhwan Mutaqin 10410067 PAI D JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 PENDAHULUAN
  2. 2. A. Latar Belakang Guru adalah salah satu di antara faktor pendidikan yang memiliki peranan yang palingstrategis, sebab gurulah sebetulnya yang paling menentukan di dalam terjadinya prosesbelajar mengajar. Di tangan guru yang cekatan fasilitas dan sarana yang kurang memadaidapat diatasi, tetapi sebaliknya ditangan guru yang kurang cakap, sarana, dan fasilitasyang canggih tidak banyak memberi manfaat. Berangkat dari masalah di atas, maka langkah pertama yang dilakukan untukmemperbaiki kualitas pendidikan adalah dengan memperbaiki kualitas tenagapendidiknya terlebih dahulu. Kemudian makalah ini akan menjelaskan sedikit tentangkompetensi profesional guru pendidikan agama Islam.B. Rumusan Masalah1. Pengertian Profesional Guru2. Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam3. Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam
  3. 3. A. Pengertian Profesionalisme Guru Profesi berasal dari bahasa latin "Proffesio" yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian dan dituntut pelaksanaan norma sosial dengan baik. Sedangkan Professionalisme yaitu seorang guru, yang ahli dalam bidang keilmuan yang dikuasainya dituntut bukan hanya sekedar mampu menransfer keilmuan ke dalam diri anak didik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri poserta didik. Maka, bentuk pembelajaran kongkret dan penilaian secara komprehensif diperlukan untuk bisa melihat siswa dari berbagai perspektif. Persiapan pembelajaran menjadi sesuatu yang wajib dikerjakan, dan pelaksanaan aplikasi dalam kelas berpijak kepada persiapan yang telah dibuat dengan menyesuaikan terhadap kondisi setempat atau kelas yang berbeda. Kepedulian untuk mengembangkan kemampuan afektif, emosional, social dan spiritual siswa, sesuatu yang vital untuk bisa melihat kelebihan atau keungulan yang terdapat dalam diri anak. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan menemukan aktualisasi sehingga tumbuh rasa percaya diri. B. Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Karena GPAI di samping mempunyai peran mentransfer ilmu dan juga membantu proses internalisasi moral kepada siswa. Jadi GPAI diharapkan mampu membawa anak didiknya menjadi manusia yang ”sempurna” baik lahiriah maupun batiniah.1 Dari sini seorang GPAI dituntut untuk bertindak secara profesional agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal. Kemampuan atau profesionalitas guru (termasuk guru agama) menurut Mohammad Uzer Usman meliputi hal-hal berikut ini: 1. Menguasai landasan kependidikan1 Choirul Fuad Yusuf, dkk, Inovasi Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Departemen Agama RI : 2006), 364.
  4. 4. a. Mengenal tujuan pendidikan nasional untuk mencapai tujuanb. Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakatc. Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan.2. Menguasai bahan pengajarana. Mengusai bahan pengajaran kurikulum pendidikan pendidikan dasar dan menegahb. Mengusai bahan pengajaran3. Menyusun program pengajarana. Menetapkan tujuan pembelajaranb. Memiliki dan mengembangkan bahan pembelajaranc. Memiliki dan mengembangkan media pengajaran yang sesuaid. Memilih dan memamfaatkan sumber belajar4. Melaksanakan program pengajarana. Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepatb. Mengatur ruangan belajarc. Mengelola interaksi belajar mengajar5. Menilai hasil belajar mengajar yang telah dilaksanakana. Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
  5. 5. b. Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.2 Dari keterengan di atas tersebut guru profesional adalah guru yang mempunyai strategi mengajar, menguasai bahan, mampu menyusun program maupun membuat penilaian hasil belajar yang tepat. Selain itu seorang guru yang profesional juga harus mampu memotivasi siswanya untuk semangat dalam belajarnya. Mengenai hal ini menurut Ibrahim dan Syaodih ada beberapa kemampuan yang mesti dimiliki oleh guru yaitu : Pertama, menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi. Dengan metode dan media yang bervariasi kebosanan pun dapat dikurangi atau dihilangkan. Kedua, memilih bahan yang menarik minat dan dibutuhkan siswa. Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik perhatian, dengan demikian akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Ketiga, memberikan saran antara lain ujian semester, ujian tegah semester, ulangan harian dan juga kuis. Keempat, memberikan kesempatan untuk sukses. Bahan atau soal yang sulit yang hanya bisa dicapai siswa yang pandai. Agar siswa ysng kurang pandai juga bisa maka diberikan soal yang sesuai dengan kepandainnya. Kelima, diciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam hal ini di lakukan guru dengan cara belajar yang punya rasa persahabatan, punya humor, pengakuan keberadaan siswa dan menghindari celaan dan makian. Keenam, mengadakan persaingan sehat melalui hasil belajar siswa. Dalam persaingan ini dapat diberikan pujian, ganjaran ataupun hadiah.3 C. Kompetensi guru PAI Dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan pasal 28 dan 29 yang menyebutkan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.42 Muhammad Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2002 ), 18-19.3 R. Ibrahim, Nana Syaodih S., Perencanaan Pengajaran, (Jakarta : Rineka Cipta, 1996), 28.4 Choirul Fuad Yusuf, dkk, Inovasi Pendidikan……83
  6. 6. Kompetensi guru merupakan syarat utama dalam proses pembelajaran. Kompetensidisini didefinisikan sebagai pemilikan pengetahuan (konsep dasar keilmuan),keterampilan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dilapangan, dankemampuan sebagai guru dalam melaksanakan tugasnya. Kompetensi ini meliputi :1. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan bahan ajar secarapenuh dan juga cara-cara mengajarkannya secara pedagogis dan metodis.2. Kompetensi Personal Kompetensi personal guru berkaitan dengan potensi-potensi psikologis guru untuktugas-tugas kependidikan. Menurut Sukmadinata (1994) dalam bukunya Chairul Fuadmerinci kompetensi personal menjadi tiga cakupan yaitu : penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru dan terhadapkeseluruhan situasi pendidikan; (b.) pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilaiyang seyogyanya dimiliki guru; dan (c.) penampilan sebagai upaya untuk menjadikandirinya sebagai panutan dan teladan bagi para sisiwanya.3. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial guru adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi atau dalamberhubungan dengan para siswanya, sesama teman guru, kepala sekolah, pegawai tatausaha, dan dengan anggota masyarakat dilingkungannya (Arikunto, 1990). Denganmaksud lain kompetensi sosial guru adalah kemampuan guru dalam berhubungan sosialdengan sesama manusia, terutama dengan orang-orang disekitarnya, seperti tetangga,kerabat, dsb.4. Kompetensi Keagamaan
  7. 7. Kompetensi keagamaan guru dimaksudkan untuk menyebutkan ”komitmen” beragama guru, bisa berupa nilai-nilai, sikap-sikap, dan perilaku beragama. Komitmen agama ini diukur dari ketaatan melaksanakan dan menjauhi larangan Allah, keakraban dengan Al-Qur`an Hadits dan ulama`, kegairahan dalam mempelajari ilmu agama, dan aktivitas dalam kegiatan keagamaan.5 Dengan penguasaan dari seluruh kompetensi di atas akan dihasilkan guru yang kompeten dan profesional, memiliki kepribadian yang baik, taat pada agama, dan memiliki rasa sosial yang tinggi. Kesimpulan Guru profesional adalah guru yang mempunyai strategi mengajar, menguasai bahan,mampu menyusun program maupun membuat penilaian hasil belajar yang tepat. Selain ituseorang guru yang profesional juga harus mampu memotivasi siswa untuk semangat dalambelajarnya. Kompetensi guru merupakan syarat utama dalam proses pembelajaran. Kompetensidisini didefinisikan sebagai pemilikan pengetahuan (konsep dasar keilmuan), keterampilanyang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dilapangan, dan kemampuan sebagaiguru dalam melaksanakan tugasnya. Kompetensi meliputi: 1. Kompetensi profesional 2. Kompetensi personal 3. Kompetensi sosial 4. Kompetensi keagamaan5 Ibid, 84-87.
  8. 8. Daftar PustakaYusuf, Choirul Fuad dkk, Inovasi Pendidikan Agama dan Keagamaan, DepartemenAgama RI : 2006Usman, Muhammad Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung : Remaja RosdaKarya, 2002Syaodih S., Nana, R. Ibrahim, Perencanaan Pengajaran, Jakarta : Rineka Cipta,1996

×