Sholat

3,275 views
2,932 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,275
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
295
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sholat

  1. 1. Disusun Oleh KELOMPOK 1 Ikhsan Dzuheldy Achmadi M. Abdul Azis Putra Riyan S. Endah Wulandari 1303019 1303003 1303024 1303030 1303009
  2. 2. SHALAT A. DALIL YANG MEWAJIBKAN SHALAT Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam hadits nabi Muhammad SAW. Dalil ayat-ayat Al-Qur’an yang mewajibkan shalat antara lain: Wa aqimish-shalaata tanhaa ‘anil fakhsyaa’I wal-munkar. Artinya : “Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang jahat (keji) dan yang mungkar” (QS. Al’ankabut: 45) Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil, sehingga shalat menjadi salah satu kebutuhan paling penting dalam hidup kita.
  3. 3. B. SYARAT-SYARAT SHALAT 1. 2. 3. 4. 5. Beragama Islam. Sudah baligh dan berakal. Suci dari hadits. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat. Menutup aurat, laki-laki auratnya antara pusat dan lutut, sedang wanita seluruh anggota badannya kecuali maka dan dua belah tangan. 6. Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat. 7. Menghadap kiblat. 8. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunah.
  4. 4. C. RUKUN SHALAT 1. Niat. 2. Takbiratul ikhram. 3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardhu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit. 4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at. 5. Rukun dengan tumakninah. 6. I’tidal dengan tumakninah. 7. Sujud dua kali dengan tumakninah. 8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah. 9. Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah. 10. Membaca tasyahud akhir. 11. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir. 12. Membaca salam yang pertama. 13. Tertib: berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.
  5. 5. D. YANG MEMBATALKAN SHALAT Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukunnya tidak dilaksanakan atau ditingalkan dengan sengaja. Dan shalat itu batal dengan hal-hal seperti tersebut dibawah ini: • Berhadats. • Terken najis yang tidak dimaafkan. • Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang memberikan pengertian. • Terbuka auratnya. • Mengubah niat, misalnya ingin memututskan shalat. • Makan atau minum meskipun sedikit.
  6. 6. D. YANG MEMBATALKAN SHALAT (lanjutan) • Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan sekali yang bersangatan. • Membelakangi kiblat. • Menambah rukun yang berupa perbuatan seperti rukuk dan sujud. • Tertawa terbahak-bahak. • Mendahului imamnya dua dua rukun. • Murtad, artinya keluar dari islam.
  7. 7. E. HAL MAKRUH DALAM SHALAT Orang yang sedang shalat dimakruhkan: 1. Menaruh telapak tangannya di dalam lengan bajunya ketika takbhiratul ihram, rukuk dan sujud. 2. Menutup mulutnya rapat-rapat. 3. Terbuka kepalanya. 4. Bertolak pinggang. 5. Memalingkan muka ke kiri dan kanan. 6. Memejamkan mata. 7. Menengadah ke langit. 8. Menahan hadats. 9. Berludah. 10. Mengerjakan shalat di atas kuburan. 11. Mengurangi suatu hal yang mengurangi kekhusyukkan shalat.
  8. 8. F. PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN WANITA DALAM SHALAT a. Laki- laki: • Merenggangkan kedua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu rukuk dan sujud. • Waktu rukuk dan sujud mengangkatperut dari dua pahanya. • Menyaringkan suaranya/bacaannya ditempat keras. • Bila memberitahu sesuatu membaca tasbih, yakni membaca ”Subhaanallah”. • Auratnya dalam sholat barang antara pusat dan lutut. b. Wanita: • Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya. • Meletakkan perutnya pada dua tangan /siku ketika sujud. • Merendahkan suaranya/bacaannya dihadapan laki-laki, yang bukan muhrimnya. • Bila memberi tahu sesuatu bertepuk tangan, yakni tangan yang kanan dipukulkan pada punggung telapak tangan kiri. • Auratnya dalam sholat seluruh tubuhnya, kecuali muka dan kedua belah telapak tangannya.
  9. 9. G. KEUTAMAAN SHOLAT 5 WAKTU DAN AKIBAT MENINGGALKANNYA Siapa yang menjaga shalat lima waktu maka, Allah akan memulyakannya dengan lima macam: • Dihindarkan kesempitan hidup. • Dihindarkan siksa kubur. • Diberi kitab amalnya dengan tangan kanannya. • Berjalan diatas shirat bagaikan kilat. • Masuk surga tanpa hisab. Dan siapa yang meremehkan (meninggalkan) shalat akan dihukum oleh Allah dengan lima belas siksa. Lima di dunia, dan tiga ketika mati, dan tiga di dalam kubur, dan tiga ketika keluar dari kubur. Adapun yang di dunia: • Dicabut berkat umurnya. • Dihapus tanda orang salih dari mukanya.
  10. 10. G. KEUTAMAAN SHOLAT 5 WAKTU DAN AKIBAT MENINGGALKANNYA (lanjutan) • Tiap amal yang dikerjakan tidak diberi pahala oleh Allah. • Do'anya tidak dinaikkan kelangit. • Tidak dapat bagian dari do'a orang-orang sholihin. • Adapun hukuman yang terkena padanya ketika mati: • Matinya hina. • Mati kelaparan. • Mati haus, dan andaikan diberi air samudera dunia tidak akan puas, dan tetap haus. Adapun hukuman di dalam kubur : • Disempitkan kubur sehinuga hancur tulang-tulang rusuknya. • Dinyalakan api dalam kubur, maka ia bergelimpang dalam api, siang, malam. • Didatangkan padanya ular yang bernama syuja' yang buta matanya dari api (berapi) dan kukunya dari besi tiap kuku panjangnya perjalanan sehari.
  11. 11. H. NIAT SHALAT FARDHU Shalat-shalat fardhu antara lain sebagai berikut: a. Niat Shalat Zhuhur b. Niat Shalat Ashar c. Niat Shalat Maghrib d. Niat Shalat Isya’ e. Niat Shalat Subuh f. Niat Shalat Jum’at bagi kaum pria
  12. 12. I. STRUKTURAL SHALAT Shalat struktural yang pernah dilakukan Nabi saw dengan urutan sebagai berikut : • Takbir Shalat langsung diawali dengan takbir, sebab disaat mau mengambil air wudhu, otomatis pada waktu itu niat shalat telah berlaku, sebab wudhu yang dilakukan memang diperuntukkan niat untuk shalat. Setelah wudhu dengan sempurna, langsung berdiri menghadap ke kiblat dan takbir. • Iftitah Setelah takbir dengan sempurna dalam posisi sendekap, langsung membaca do’a iftitah. Do’a ini banyak jenisnya, sebab Nabi saw pernah melakukan berbagai macam. Pelaku shalat dapat memilih salah satu diantara yang ada, sesuai dengan kelonggaran waktu yang dimiliki, apabila waktunya panjang, dapat memilih yang panjang dan sebaliknya jika waktunya sempit, boleh memilih yang pendek.
  13. 13. • Membaca Al-Fatihah dan Salah Satu Surat Al-Qur’an Setelah selesai membaca do’a iftitah, langsung membaca al-fatihah dan posisi gerakannya tetap seperti disaat iftitah. Setelah selesai membaca Al-Fatihah, langsung membaca salah satu surat atau ayat Al-Qur’an dan posisi gerakannya sama (sendekap) sebagaimana disaat membaca Al-Fatihah. Usahakan memilih surat atau ayat yang difahami maknanya agar dapat menjiwai disaat membaca, adapun panjang pendek surat (ayat) disesuaikan dengan kelonggaran waktu. • Ruku’ Setelah selesai membaca salah satu surat (ayat Al-Qur’an) lalu takbir, dan langsung badan membungkuk hingga kedua tangan diletakkan pada kedua lutut kaki, kemudian membaca: Subhaana rabbiyal adhiimi wa bihamdihi 3x Artinya: “Maha suci Allah Yang maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.
  14. 14. • I’tidal Setelah ruku’ dilakukan dengan sempurna, lalu bangun sambil mengangkat tangan sebagaimana cara bertakbir, kemudian tangan lurus dengan badan dan bacaannya sebagai berikut: Sami’allaahu liman hamidahu Artinya: “Mudah-mudahan Allah mendengar pujian orang-orang yang memuji-mujinya.” Kemudian membaca doa saat I’tidal sebagai berikut: Rabbanaa lakal hamdu mil-us samaawaati wamil ul ardí wa mil-umaa syi-ta min syai-im ba’du Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
  15. 15. • Sujud Setelah membaca do’a I’tidal langsung takbir kemudian bersujud dengan cara meletakkan kedua lututnya terlebih dulu ke depan, kemudian baru meletakkan kedua tangannya di samping kirikanan kepala dan jari-jari tangan rapat sama dengan di saat takbir, lalu membaca: Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih 3x Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi serta memujilah ak kepada-Nya.”
  16. 16. • Duduk di antara dua sujud Setelah sujud selesai dengan sempurna, lalu duduk iftirasy dengan cara melipatkan kaki kiri dan meletakkan punggung (pantat) diatasnya serta menegakan kaki kanan serta menghadapkan ujung-ujung anak jari ke kiblat, lalu membaca: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii Artinya: “Ya, Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangankudan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan kesehatan dan berilah ampun kepadaku.”
  17. 17. • Duduk takhiyat atau tasyahud Setelah selesai semua prosesi rakaat pertama dan kedua, langsung duduk takhiyat atau tasyahud awal dengan cara sama seperti duduk diantara dua sujud dengan membaca: Attahiyyatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna muhammadan rasuulullaah. Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad. Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
  18. 18. Kemudian setelah selesai sujud pada rakaat terakhir langsung duduk tasyahud akhir (tawaruk) yaitu duduk dengan menghamparkan kaki kiri ke samping kanan, mendudukkan pantat di atas lantai, menegakkan kaki kanan serta menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat. Lalu membaca: Attahiyyatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna muhammadan rasuulullaah. Allaa-humma shalli’alaa sayyidinaa muham-madiw wa’alaa sayyidinaa Muhammad. Kamma shal-laita ‘alaa sayyiidinaa ibraahiim wa ‘alaa sayyidinaa ibraahiim. Wabaarik ‘alaa sayyidilnaa Muhammad, wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahim wa ‘alaa alii sayyidinaa ibraahiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.
  19. 19. Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad. Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas nabi Muhammad beserta keluarganya. Sebagaimana Engkau member berkah kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia.
  20. 20. • Salam Selesai tasyahud akhir langsung salam, dengan cara menoleh kekanan dan kekiri sambil membaca : Assalaamu’alaikum warahmatullaahi Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu semua.”
  21. 21. J. DOA QUNUT Bacaan doa Qunut adalah: Allahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa athaiit. Wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Wa innahu laa yudzillu man waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit astaghfiruka wa atuubu ilaika wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihi wasallam.
  22. 22. Artinya: ”Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan, berikan kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesihatan, dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan, berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan, dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan, maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hokum, dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi, maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan, aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepadaMu, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya. “
  23. 23. K. SUJUD SAHWI Sujud Sahwi adalah “sujud tambahan” karena lupa, maksudnya sujud dua kali karena ragu atau terlupa salah satu rukun shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam melaksanakannya. Sedang hukumnya adalah sunat mu’akad. 1. Tata Cara Sujud Sahwi Sebagaimana telah dijelaskan dalam beberapa hadits bahwa sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud di akhir shalat, sebelum atau sesudah salam. Ketika ingin sujud disyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”, begitu pula ketika ingin bangkit dari sujud disyariatkan untuk bertakbir. 2. Do’a Ketika Sujud Sahwi Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw Artinya: “Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa.”
  24. 24. Namun dzikir sujud sahwi di atas cuma anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Sehingga yang tepat mengenai bacaan ketika sujud sahwi adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Bacaannya yang bisa dipraktekkan seperti: Subhaana robbiyal a’laa Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi.” Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy Artinya: “Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku.”
  25. 25. L. SHOLAT TATHOWWU' Yaitu sholat sunnah atau tambahan dari sholat-sholat fardhu 5 waktu. Sholat Tathowwwu' ini memiliki 2 bentuk: • Sholat Tathowwu' Muthlaq Yaitu sholat sunnah yang batas dan ketentuannya tidak ditentukan oleh syara', dikerjakan dua roka'at-dua roka'at, baik dikerjakan pada siang hari atau malam hari. Akan tetapi, hendaklah sholat tathowwu' ini tidak dilakukan terus menerus seperti sunnah rowatib serta tidak mengarah kepada bid'ah atau serupa dengan pelakunya.
  26. 26. • Sholat Tathowwu' Muqoyyad Yaitu sholat yang batas dan ketentuannya telah ditentukan oleh syara'. Dalam hal ini antara lain, sholat-sholat sunnah rowatib, yaitu: 1. Sholat Rotibah Fajar yaitu sholat 2 rokaat sebelum sholat Fajar. 2. Sholat Rotibah Dzuhur yaitu sholat 2 atau 4 rokaat sebelum atau sesudah Dzuhur. 3. Sholat Rotibah Ashar yaitu sholat 4 rokaat sebelum sholat Ashar. 4. Sholat Rotibah Maghrib yaitu 2 rokaat sesudah sholat Maghrib. 5. Sholat Rotibah Isya' yaitu sholat 2 rokaat sesudah sholat Isya'.
  27. 27. • Sholat-sholat lain yang disyari'atkan dalam bagian ini, antara lain ialah: • Sholat Malam/ Tahajjud/ Tarawih dibulan Romadhon dan witir • Sholat Dhuha 2 rokaat sampai dengan 12 rokaat. Nabi bersabda: “Tidak ada yang selalu menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang bertaubat. Itulah Awwabin”. (HR. Ibnu Khuzaimah) • Sholat Tahiyyatul Masjid. • Sholat Taubat. • Sholat Tasbih (4 rokaat).

×