• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Ruang lingkup ekonomi sumber daya manusia
 

Ruang lingkup ekonomi sumber daya manusia

on

  • 1,843 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,843
Views on SlideShare
1,843
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ruang lingkup ekonomi sumber daya manusia Ruang lingkup ekonomi sumber daya manusia Presentation Transcript

    • RUANG LINGKUPEKONOMI SUMBERDAYA MANUSIA
    • Ekonomi Sumber Daya Manusiailmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan danpemanfaatan sumber daya manusia yang berkaitan denganpembangunan ekonomi.
    • Ruang lingkup ekonomisumber daya manusia• Dinamika kependudukan,• ketenagakerjaan,• struktur ketenagakerjaan,
    • lanjutan• sektor informal-formal,• transisi kependudukan,• mobilitas dan migrasi penduduk,
    • • permintaan dan penawaran tenaga kerja,• pekerja anak,• perencanaan tenaga kerjaan serta pendududk dan pembangunanekonomi.lingkup tersebut berarti ekonomi sumber daya manusia (HumanResources Economic) berkaitan dengan studi: perencanaan sumberdaya manusia (human resources planning), ekonomi ketenagakerjaan(Labur Economics) dan ekonomi kependudukan (PopulationEconomics).
    • Teori-Teori Sumber Daya Manusia1. Teori Klasik Adam Smith Adam Smith (1729-1790). Smith mennganggap bahwamanusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa-bangsa. Alasannya, alam (tanah) tidak ada artinya kalau tidak ada sumber dayamanusia yang pandai mengolahnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan. Smithmenganggap alokasi sumber daya manusia yang efektif merupakan syarat perlubagi pertumbuhan ekonomi.2. Teori Klasik J.B. Say Kontribusi Jean Baptiste Say (1767-1832) setiap penawaranakan menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its own demand). Sayberasumsi bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Peningkatanproduksi akan diiringi dengan peningkatan pendapatan. Secara umum peningkatanproduktivitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan/keterampilan, disiplin, etos kerja produktif, sikap kreatif dan inofatif serta membinalingkungan yang sehat untuk memacu prestasi.3. Teori Malthus Thomas Robert Malthus (1766-1834) dianggap sebagai pemikir klasikyang berjasa dalam pengembangan pemikiran-pemikiran ekonomi setelah Smith.Bukunya yang dikenal paling luas adalah Principle of Population. Malthus pesimisterhadap masa depan umat manusia disebabkan kenyataan bahwa tanah sebagaisalah satu faktor produksi utama tetap jumlahnya. Meskipun pemakaiannya tidakseberapa namun jumlah lahan pertanian terus berkurang untuk perumahan,pabrik-pabrik serta untuk pembuatan jalan. Malthus tidak percaya bahwa teknologidapat berlomba dengan penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi pasti menguranginilai produksi per kepala. Dan untuk mengatasi masalah ini hanya denganpengendalian atas pertumbuhan penduduk.
    • 5. Teori Harrod-Domar (1946) dikenal sebagai teori pertumbuhan.Menurut teori ini investasi tidak hanya menciptakan permintaan,tetapi juga memperbesar kapasitas produksi. Kegiatan produksi yangmembesar membutuhkan permintaan yang besar pula agar produksitidak menurun. Peran modal fisik dalam model pertumbuhan amatbesar. Tetapi kapasitas hanya akan dapat membesar bila sumber dayalain (modal fisik) membesar pula. Penduduk (angkatan kerja)diasumsikan meningkat secara geometris dan full employment selalutercapai. Model Solow (1957) mirip dengan model Harrod-Domar.Dalam model Solow dipakai suatu fungsi produksi Cobb-Daouglas danprogres faktor dibahas secara jelas.6. Teori Coale-Hoaver Berbeda dengan Solow, Coale-Hoaver tidak hanyamelihat penduduk sebagai input dalam proses produksi tetapi jugasegai konsumen produksi. Coale-Hoaver juga berbeda dengan Keynesyang memusatkan perhatian pada negara kaya (dengan masalahpermintaan agregatnya). Coale-Hover memperhatikan persoalan dinegara miskin.
    • 4. Teori Keynes Kaum klasik percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan padakekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium).Dalam posisi keseimbangan, produksi akan menciptakan daya beli secaraotomatis terhadap barang-barang. Adanya paham yang menganggap ketidakseimbangan hanya bersiafat sementara dan ada tangan tak kentara(Invisiblehands) yang akan membawa ekonomi kembali pada posisikeseimbangan. Kaum klasik percaya bahwa seluruh tenaga kerja yang ada akandipergunakan untuk proses produksi (fully-employed). Yang berarti tidakadanya masalah pengangguran tenaga kerja. John Maynard Keynes (1883-1946) mengkritik teori Say, dalam kenyataannya permintaan lebih kecil daripada penawaran, dan pendapatan akan ditabung dan tidak semuanya di pakaiuntuk konsiumsi (permintaan efektif lebih kecil dari total produksi).Penggunaan tenaga kerja penuh (fully employed) tidak akan dicapai karenatenaga kerja tidak akan bekerja sesuai pandangan klasik. Para pekerjamempunyai semacam serikat kerja (labor union) yang akan berusahamemperjuangkan kepentingan buruh dari penurunan tingkat upah. Bila kurvaharga turun, maka kurva nilai produktivitas tenaga kerja (marginal value ofproductivity of labor) yang di jadikan patokan dalam mempekerjakan tenagakerja ikut turun.
    • 7. Teori Ester Boserup Coale-Hoaver melihat pertumbuhan penduduk sebagaipengganggu pembangunan seperti halnya Malthus. Boserup berpendapat sebaliknya.Dia berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk mengakibatkan dipakainya sistempertanian yang lebih intensif di suatu masyarakat primitive sehingga meningkatnyaoutput disektor pertanian. Penduduk juga mendorong penggunaan biologi pertanianpada tingkat yang lebih tinggi. Penduduk mendorong diterimanya suatu inovasi(teknologi) baru.8. Teori Rational Expectation (Ratex) Aliran ini lahir karena kebijakan-kebijakan Keynesyang dipakai selama ini gagal total dalam menghadapi permasalahan tahun 70-an dan80-an. Pakar-pakar aliran ratex meninjau premis-premis yang digunakan Keynesianseperti perlunya campur tangan pemerintah dan ekspektasi pola konsumsimasyarakat. Aliran Ratex menganggap bahwa perekomomian cenderung padakeseimbangan. Oleh karena itu tidak perlu lagi adanya kebijaksanaan stabilitas sepertiyang digunakan di masa Keynes. Aliran ini berasumsi bahwa masyarakat tidak bodoh.Orang selalu berusaha mengejar kepentingan mereka sendiri dengan menggunakansemua informasi yang mereka punyai untuk memperkirakan apa yang akan terjadi danapa yang melandasi semua tingkah lakunya. Aliran ini membahas aspekketenagakerjaan seperti permintaan dan penawaran secara mendalam. Menurut aliranini perubahan permintaan melalui ekspansi moneter atau rangsangan fiscal akanmeningkatkan output kerja atau employment bila masyarakat tidak menduga adanyakenaikan permintaan itu.