• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Presentasi Perkembangan Kawasan Konservasi 2005 Ver 02
 

Presentasi Perkembangan Kawasan Konservasi 2005 Ver 02

on

  • 2,752 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,752
Views on SlideShare
2,749
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
100
Comments
0

1 Embed 3

http://www.slideshare.net 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Presentasi Perkembangan Kawasan Konservasi 2005 Ver 02 Presentasi Perkembangan Kawasan Konservasi 2005 Ver 02 Presentation Transcript

    • PERKEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI PROSPEK DAN KONTRIBUSINYA DI INDONESIA, KHUSUSNYA DI PROVINSI PAPUA OLEH : DIREKTUR KONSERVASI KAWASAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DEPARTEMEN KEHUTANAN LOKAKARYA PENGKAJIAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI PROVINSI PAPUA Sentani Jayapura 1-3 Maret 2005
    • KLASIFIKASI KAWASAN KONSERVASI INDONESIA CAGAR ALAM SUAKA MARGASATWA TAMAN WISATA ALAM TAMAN HUTAN RAYA TAMAN BURU KAWASAN SUAKA ALAM KAWASAN PELESTARIAN ALAM KAWASAN/HUTAN KONSERVASI Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan konservasi terdiri dari : kawasan hutan suaka alam, kawasan hutan pelestarian alam, dan taman buru ( Ps 1 UU No. 41/1999 ) Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya ( Ps 1 UU No. 5/1990 ) HUTAN PRODUKSI HUTAN LINDUNG TAMAN NASIONAL
    • FUNGSI KAWASAN KONSERVASI
      • Menyediakan berbagai layanan jasa lingkungan/ekologis
        • Melindungi sumber-sumber air (memelihara daur hidrologi, mengatur dan menstabilkan aliran permukaan dan menjaga air tanah, berperan sebagai penyangga dalam berbagai keadaan yang ekstrim, seperti banjir dan kekeringan).
        • Memurnikan air (yang dilakukan oleh lahan-lahan basah dan hutan).
        • Membentuk dan melindungi tanah (memelihara struktur tanah dan menahan kelembaban dan berbagai unsur hara untuk membantu melindungi kemampuan produktif tanah).
        • Menyimpan dan mendaur zat-zat hara (hara dari udara dan juga dari dalam tanah yang keduanya penting untuk kelangsungan kehidupan).
        • Menyerap dan menguraikan zat-zat pencemar (oleh berbagai komponen ekosistem mulai dari bakteri sampai berbagai bentuk kehidupan yang lebih tinggi, dan berbagai proses ekologis).
        • Memberi konstribusi terhadap kestabilan iklim (vegetasi mempengaruhi iklim di tingkat makro dan mikro).
        • Memelihara berbagai ekosistem (menjaga keseimbangan antara makhluk hidup dengan berbagai sumber daya yang diperlukannya – seperti makanan dan naungan – yang mereka perlukan untuk tetap hidup).
        • Memulihkan kondisi akibat bencana yang tidak terduga (seperti kebakaran, banjir, angin topan dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh ulah manusia).
      • Fungsi biologis untuk memasok :
        • Makanan (berbagai binatang, ikan, tumbuhan).
        • Berbagai gen (merupakan suatu sumber daya yang sangat kaya, misalnya, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas persediaan makanan dan obat-obatan).
        • Berbagai sumber obat (salah satu pemanfaatan sumber daya hayati yang paling tua dan tetap berlangsung sekarang, seperti antibiotik dan bahan obat-obatan yang potensial untuk masa depan, seperti pengobatan kanker, dan AIDS).
        • Berbagai agen pengendali secara biologis (berbagai pestisida dan herbisida alami).
        • Berbagai bahan bangunan (serat, penyamak seperti lak, keratin, bahan perekat, biopolimer, minyak, enzim).
        • Berbagai cadangan untuk pemuliaan, cadangan populasi (menyediakan berbagai sistem penunjang bagi potensi manfaat dan sumber daya lingkungan yang bernilai komersial).
        • Sumber-sumber daya di masa depan (suatu “bank” yang sangat besar untuk pengembangan sumber-sumber daya yang telah dan belum ditemukan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia).
      • Fungsi Sosial/ekonomi/budaya untuk menyediakan :
        • Berbagai fasilitas penelitian, pendidikan dan pemantauan (sebagai laboratorium hidup bagi berbagai studi tentang cara memperoleh manfaat yang lebih baik dari berbagai sumber daya hayati, cara memelihara sumber-sumber genetis dari berbagai sumber daya hayati yang dipanen dan bagaimana melakukan rehabilitasi terhadap sumber-sumber daya yang mengalami kerusakan dan kemerosotan).
        • Berbagai fasilitas rekreasi dan pariwisata.
        • Berbagai nilai budaya (karena budaya manusia berkembang bersama lingkungannya, lingkungan alami menyediakan kebutuhan manusia untuk mendapatkan inspirasi, menikmati keindahan, memenuhi kebutuhan spiritual dan pendidikan).
        • Kegiatan penunjang budidaya tumbuhan. Yang dimaksud disini adalah pengambilan bibit anggrek, palem, sirsak (budidaya sutera coklat), gelam/nilam (penghasil minyak atsiri), damar/pinus/tusam (pengahasilan getah atau resin), jambu monyet/konyal (minuman), dan tumbuhan lain yang banyak terdapat di hutan kawasan konservasi, namun dibudidayakan di luar kawasan konservasi seperti lahan milik sendiri, hutan lindung dan hutan produksi (apabila di kedua hutan tersebut tidak terdapat bibitnya).
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
      • Berbagai tekanan dan ancaman yang menyebabkan kerusakan kawasan konservasi, terutama disebabkan oleh kurangnya :
        • pengetahuan ( information ),
        • kesadaran ( awareness ),
        • pengakuan ( recognition ),
        • persepsi ( perception ),
        • penghargaan ( appreciation ),
        • peranserta ( participation ) dan
        • keterlibatan ( involvement )
      • dari masyarakat setempat, pengusaha, pemerintah dan berbagai pihak terkait terhadap upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya .
      • Solusi dari permasalahan pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi :
        • integrasi kepentingan konservasi dgn berbagai kepentingan pembangunan wilayah
        • menumbuhkan pemahaman, pengertian dan kesadaran mengenai kepentingan pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi
      PERMASALAHAN TEKANAN DAN ANCAMAN
      • Re-orientasi pengelolaan kawasan konservasi
      • Re-fungsionalisasi pengelolaan kawasan konservasi
      • Re-vitalisasi pengelolaan kawasan konservasi
      • Re-inventarisasi dan reidentifikasi kawasan konservasi
      PENDEKATAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI
      • Melalui pendekatan tersebut secara umum dapat dikemukakan ada dua driving forces untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam pengelolaan kawasan konservasi di masa depan, yaitu:
        • Menekan/meminimalisasi konflik yang terjadi di dalam pemanfaatan sumberdaya alam, dan
        • Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana, berkelanjutan dengan memperhatikan kepentingan dan kesimbangan antara aspek ekonomi, ekologi dan lingkungan, dan sosial budaya masyarakat
      • sebagai ultimate beneficiaries pembangunan .
      • Pemahaman untuk dapat mengerti akan keterkaitan antara konservasi dengan pembangunan daerah atau nasional tersebut akan dapat menjadi suatu instrumen penting di dalam meningkatkan apresiasi dan kesadar-tahunan terhadap peranan kawasan konservasi dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah maupun nasional.
      • Dengan demikian hal tersebut akan dapat mendorong para pengambil kebijaksanaan untuk lebih memperhatikan keberadaan kawasan konservasi di dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah maupun nasional.
      • Manfaat ekologis kawasan konservasi yang dapat dikuantifikasi, yang terdiri dari :
        • Nilai guna langsung ( direct use values ),
        • Nilai guna tidak langsung ( indirect use values ),
        • Nilai guna pilihan ( option value ),
        • Nilai guna non-konsumtif
        • Nilai keberadaan
        • Nilai warisan
      PROSPEK KAWASAN KONSERVASI
    • KONTRIBUSI KAWASAN KONSERVASI TERHADAP PEMBANGUNAN WILAYAH DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
      • Mengupayakan terwujudnya tujuan dan misi konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem
      • Kebijaksanaan penunjukkan, penetapan dan pengelolaan kawasan konservasi ditujukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya
      • Meningkatkan pendayagunaan potensi sumberdaya alam hayati dan ekosistem dari kawasan konservasi untuk kegiatan yang menunjang budidaya .
        • Pemanfaatan kawasan
        • Pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan
        • Pemungutan hasil hutan bukan kayu
      • Memberdayakan peranserta masyarakat di sekitar kawasan konservasi .
      • Keterpaduan dan koordinasi .
      • Pemantauan dan evaluasi .
    • TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA