Your SlideShare is downloading. ×
IFL’S BULLETIN(Mar - Apr 2013)
Redaksi
Penanggung jawab umum: M. Iman Usman
Penanggung jawab redaksi: Jessica Angkasa
Edit...
Pembangunan dan Pemuda
oleh Gigay Citta Acikgenc
Jika kita merunut sejarah pendirian,
kaum muda di Indonesia sering mengam...
Artinya, secara formal pemuda harus
dilibatkan dalam membuat kebijakan yang
menyentuh kehidupan kaum muda.
Pendapat kaum m...
#Inspiring
“Yang muda, yang
bersuara! Libatkan pemuda
dalam pembangunan!”
Leaders, dua pendiri IFL, Niwa Rahmad Dwitama (N...
Halo, Niwa dan Diku! Ceritakan dong pengalaman kalian di pertemuan panel tingkat
tinggi untuk agenda pembangunan pasca MDG...
D: Pemuda dapat berperan dalam agenda pembuatan agenda pembangunan dengan dua
cara:
1. Cara langsung: terjun langsung ke d...
2. Terhadap prosesi pertemuan itu sendiri: ternyata banyak pemuda dari seluruh dunia
yang begitu aktif dan ahli di bidangn...
Menurut kalian, apa kendala terbesar saat ini bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin
berkontribusi untuk pembangunan Indo...
Apa harapan Niwa dan Diku sebagai pemuda terhadap pembangunan Indonesia?
N: Indonesia belum memiliki kebijakan nasional Pe...
#Event
Earth Hour 2013
Bulan Maret identik dengan aksi
global Earth Hour, yaitu kampanye
global mengenai penghematan energ...
#IFLstuff#AyoMain bersama
ifl Store!!
Leaders, IFL Store kembali lagi! IFL Store
kali ini berinisiatif menjual kaos untuk
...
#IFLstuff
Ifl online course
Leaders, suka sebel ga sih kalau liat
sebuah workshop/training yang kita
butuhin banget, tapi ...
INITIATE
ACT
SHARE
INSPIRE
Follow us on Twitter @ifutureleaders
Website : http://indonesianfutureleaders.org
Facebook : In...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

buletin IFL Maret-April'13

275

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
275
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "buletin IFL Maret-April'13"

  1. 1. IFL’S BULLETIN(Mar - Apr 2013) Redaksi Penanggung jawab umum: M. Iman Usman Penanggung jawab redaksi: Jessica Angkasa Editor: Aswin Prasetyo Kontributor: Muhammad Q. Rusydan Regina Martha Uli Gigay Citta Acikgenc Salam redaksi, Sebagai pemuda, kita seharusnya lebih vokal dalam menentukan perubahan di masa depan. Salah satunya, dalam pembuatan agenda pembangunan. Perlu diingat bahwa pada tahun 2015, delapan tujuan pembangunan milenium (MDGs)yang dicetuskan oleh PBB pada tahun 2000, seperti yang terlihat pada gambar di samping, akan berakhir. Saat ini banyak negara sedang berkonsultasi bersama untuk menentukan agenda apa yang akan dibentuk setelah MDGs berakhir. Generasi pemuda saat ini, yang berjumlah hampir setengah dari populasi dunia, harus dilibatkan penuh dalam menentukan arah pembangunan! Di tangan pemuda pembangunan masa depan akan ditentukan!
  2. 2. Pembangunan dan Pemuda oleh Gigay Citta Acikgenc Jika kita merunut sejarah pendirian, kaum muda di Indonesia sering mengambil peran - peran krusial yang turut membentuk wajah Indonesia hari ini; Sumpah pemuda, peristiwa Rengasdengklok, reformasi tahun 1998. Gejolak hasrat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik tertanam di dalam setiap individu yang menyatakan dirinya 'Aku pemuda'. Zaman tidak lagi mengharuskan aksi heroik turun ke jalan untuk memantik semangat perubahan. Siapa pun bisa menyumbangkan tidak hanya uang, tetapi juga menyuarakan ide, menyetorkan tenaga, dan meluangkan waktunya untuk berkolaborasi membangun masyarakat. Pertanyaannya, adakah kemauan untuk merangkul pemuda untuk benar - benar menjadikan mereka agen perubahan mulai dari level akar rumput hingga pembuatan kebijakan di tingkat nasional? Pemuda menurut definisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah yang berusia 15-25 tahun. Jumlah populasi pemuda di dunia adalah 43% populasi penghuni planet bumi. Pemuda di Indonesia sendiri berjumlah 62 juta. Dengan jumlah sebesar ini, 12x lipat lebih besar dari populasi di Singapura, banyak sekali potensi yang bisa digali. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Secara mandiri, banyak pemuda di berbagai kota di Indonesia mulai tergerak kembali untuk memberdayakan masyarakat, Apalagi dengan keberadaan internet dan social media, suaranya untuk menggerakkan sesama bisa semakin didengar. Beragam pemangku kepentingan (stakeholder) juga kian gencar memberikan wadah bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitasnya. Sebut saja program latihan kepemimpinan, forum kepemudaan, beasiswa pertukaran pelajar, kesempatan magang dan lain sebagainya. Persebarannya yang mungkin belum merata karena konsentrasinya masih di kota - kota besar. Inisiatif sektor swasta untuk mengasah potensi anak muda perlu kita apresiasi. Akan tetapi, sudah saatnya kita, pemuda, menjadi subyek dalam pembangunan dan tidak menjadi obyek semata. #Speak-up
  3. 3. Artinya, secara formal pemuda harus dilibatkan dalam membuat kebijakan yang menyentuh kehidupan kaum muda. Pendapat kaum muda tidak boleh absen dan dianggap 'belum cukup umur' untuk turut dalam proses mengambil kebijakan. Payung hukumnya harus jelas. Undang- Undang Kepemudaan (National Youth Policy) juga harus dibuat mengingat jumlah populasi pemuda yang signifikan dan kemampuan pemuda untuk setara dengan para politisi di pemerintahan sangat bisa diandalkan. Kepercayaan terhadap pemuda untuk ambil bagian dalam perumusan kebijakan telah direalisasikan oleh PBB dalam berbagai macam konferensi. Salah satunya adalah adanya sektor pemuda di The 4th Meeting High Level Panel of Eminent Person on Post-2015 Development Agenda yang baru saja dilaksanakan di Bali, akhir Maret 2013. Seratus pemuda dari berbagai negara berkumpul untuk menentukan isu yang mereka ingin prioritaskan di agenda pembangunan pasca-2015 Millenium Development Goals (MDGs). Salah satu isu yang didorong oleh pemuda adalah mekanisme kemitraan global. Artinya, pemuda meminta pemberian kesempatan yang lebih leluasa sebagai mitra kerja sama dalam berpartisipasi menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Isu kemitraan ini juga telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, oleh Angga Dwi Martha (21), Youth Advisor UNFPA Indonesia. Dalam acara Youth Forum yang diselenggarakan oleh panitia Indonesia MDGs Award, 26 Maret 2013, Angga mengadvokasi pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjadi agen pembangunan dan perlunya kebijakan strategis untuk kaum muda melalui UU Kepemudaan. Secara sederhana, dunia kelak akan dipimpin oleh para pemimpin yang hari ini statusnya masih 'anak muda'. Kepemimpinan yang transformatif yang diisi oleh pemimpin-pemimpin yang inovatif tidak dihasilkan dalam waktu semalam. Meminjam istilah dari pendiri yayasan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, pembentukan pemimpin yang memiliki grass-root understanding with global competence tidak mungkin terwujud dalam waktu satu malam. Prosesnya harus dimulai dari sekarang. Sektor swasta dan lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sendiri telah memberikan ruang kepada pemuda untuk mengaktualisasikan potensinya. Semoga pemerintah juga melakukan hal yang sama dan tidak sekadar wacana. Namun yang terpenting, ada tidaknya rencana aksi dari pemerintah, hal ini jangan sampai kita jadikan alasan untuk berkontribusi membangun negeri.
  4. 4. #Inspiring “Yang muda, yang bersuara! Libatkan pemuda dalam pembangunan!” Leaders, dua pendiri IFL, Niwa Rahmad Dwitama (Niwa) dan Dian Aditya Ning Lestari (Diku) terpilih menjadi delegasi di forum pemuda pada acara The 4th Meeting High Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda loh! Mereka, bersama dengan para pemuda lainnya dari seluruh dunia, berkumpul di kawasan Nusa Dua, Bali, pada tanggal 25 – 27 Maret 2013 untuk mendiskusikan agenda pembangunan pasca 2015 dari pandangan para pemuda. Seru sekali ya sepertinya? Yuk, kita tanya apa saja yang telah disepakati di sana, serta bagaimana peran pemuda untuk pembangunan dunia! Niwa Rahmad Dwitama (Niwa) Dian Aditya Ning Lestari (Diku)
  5. 5. Halo, Niwa dan Diku! Ceritakan dong pengalaman kalian di pertemuan panel tingkat tinggi untuk agenda pembangunan pasca MDGs di Bali pada akhir Maret lalu? N: Pertemuan tersebut sangat menarik karena panel melibatkan aktor multisektor yang beragam mulai dari para parlemen, tokoh adat, pemuda dan kelompok termarjinalkan seperti TKI ataupun orang-orang dengan disabilitas. Hal ini dipertahankan dari pertemuan pertama dari New York, London, Monrovia dan hingga Bali. Saya harap panel tidak hanya lebih inklusif dalam rekomendasi agenda pembangunan tetapi juga menumbuhkan perasaan kepemilikian (ownership) dari agenda pembangunan pasca 2015 dan saling bekerjasama dan evaluatif. D: Pertemuannya sangat singkat, tapi mengesankan. Gak nyangka ternyata diluar kesibukan mereka sebagai politisi, ahli, dll, para High Level Panel masih bisa meluangkan waktunya untuk melakukan pertemuan ini dan melaksanakan proses inklusif untuk menentukan agenda pembangunan pasca 2015 di Bali dengan serius. Para panelis benar- benar melakukan ini semua! Menurut kalian, bagaimana pemuda dapat berperan dalam pembuatan agenda pembangunan? N: Yang paling penting dari pemuda adalah bagaimana dia bisa mengangkat isu yang diadvokasikan atau dikembangkannya melalui aktivitas, voluntarisme atau khasanah perpektif akademis yang mereka miliki dan ikut serta bertukar pikiran, berdebat dan mencapai konsensus untuk menyatukan suara pemuda terhadap penekanan aspek apa yang harus jelas di agenda pembangunan pasca 2015. Kemudian suara itu terus disampaikan melalui berbagai runutan pertemuan High Panel sampai benar benar dipertimbangkan dalam hasil akhir dari diskusi yang berlangsung. Singkatnya, konsisten menyuarakan poin penekanan rekomendasi pemuda dan terus berpartisipasi secara berkelanjutan dalam proses negosiasi dan pertemuan.
  6. 6. D: Pemuda dapat berperan dalam agenda pembuatan agenda pembangunan dengan dua cara: 1. Cara langsung: terjun langsung ke dalam pertemuan kemarin dan melobi agenda pemuda agar masuk ke agenda yang akan dibahas & dipertimbangkan High Level Panelist, seperti cara saya kemarin. 2. Cara tidak langsung, tapi nyata: terlibat di berbagai kegiatan positif yang membangun bangsa secara langsung di tingkat akar rumput, dan suarakan kegiatanmu agar kami (pemuda yang terjun langsung dan bertemu dengan para panelis) didengar! Dengan demikian agendamu bisa kami perjuangkan! Hehehe.. Selama pertemuan kemarin, apa kesan mendalam yang kalian dapat di pertemuan panel ini? N: Pemuda dari berbagai negara dan latar belakang ikut berdiskusi sehingga keanekaragaman pendapat yang muncul pun begitu kaya dan dinamis. Namun waktu pertemuan begitu singkat, hanya satu hari pertemuan dan diskusi pemuda, jadi tantangan besar untuk mencapai konsensus. Diskusi bersama koordinator Indonesia untuk UNFPA juga sangat menarik. Beliau mengatakan bahwa Indonesia butuh mengintegrasikan arahan pembangunannya pada tingkat nasional hingga daerah. Misalnya pengakuan non diskriminasi terhadap HIV AIDS di Nasional, di NTT pengidap HIV dikarantina di fasilitas publik, jelas ini sudah mendiskriminasikan mereka dari masyarakat umum. D: kesan mendalam saya ada dua: 1. Terhadap High Level Panelist: saya terkesan dengan fakta bahwa mereka benar-benar mau menyisihkan waktunya dan bertatap muka dengan pemuda, serta mempertimbangkan pendapat mereka. Ternyata mereka menghargai pendapat pemuda dan tahu bagaimana pemuda, yang sifatnya lebih bersemangat, lebih idealis, dan cenderung lebih "aksi" dibanding "pidato," bisa berkontribusi kepada penentuan agenda pembangunan dan pembangunan itu sendiri. Sesuatu yang patut dihargai dari para High Level Panelist!
  7. 7. 2. Terhadap prosesi pertemuan itu sendiri: ternyata banyak pemuda dari seluruh dunia yang begitu aktif dan ahli di bidangnya masing-masing dan begitu aktif dan peduli dengan advokasi kepentingan mereka pada pertemuan-pertemuan seperti HLPEP Meeting kemarin! Tapi tetap saja, karena adanya keahlian yang berbeda dan kepentingan yang berbeda terkait negara asal dan latar belakang kehadiran organisasi, ternyata sulit untuk menyatukan suara para pemuda dalam pertemuan yang hanya berlangsung dua hari tersebut! Untungnya, berkat kepemimpinan Indonesian Future Leaders, suara pemuda dapat disatukan dalam sebuah pernyataan resmi yang berhasil diselesaikan dengan efektif dalam dua hari, dan diserahkan kepada High Level Panelist. Apa hasil yang didapat dalam pertemuan pemuda dari seluruh dunia tersebut? N: Haluan besar dari inti hasil pertemuan pemuda dapat terlihat dalam pernyataan resmi dari kalangan pemuda. Menurut saya ada tiga poin penting: (1) harapan pemuda untuk stakeholder pembangunan secara konsisten menggaet pemuda sebagai partner, sebagai konstituen dalam agenda pembangunan tersebut karena perspektif unik dan inovatif dari pemuda dapat berkontribusi, misalnya dalam hal kewirausahaan. (2) pemuda percaya isu diskriminasi dan ketidaksamarataan (ekonomi, sosial) harus diatasi melalui pendekatan HAM, prinsip bahwa setiap orang, termasuk yang termarjinalkan, memiliki hak pembangunan yang adil. (3) seiring masyarakat dunia (47% pemuda) yang semakin menjadi netizen, pemerintah dan stakeholders harus dapat bekerjasama menyediaan akses kepada informasi dan data informasi sebagai partisipasi monitor pembangunan bagi publik, termasuk pemuda. Selain itu, pemilahan data secara kualitatif (berdasar umur, gender dan kategori lainnya) akan membantu memahami inekualitas dan lebih komprehensif menyelesaikan isu yang dalam MDGs termarjinalkan, misalnya pemenuhan hak MDGs bagi kaum disabilitas. Setiap orang berhak menikmati progress agenda pembangunan! D: Hasil yang didapat terkait dua topik perihal penentuan Agenda Pembangunan Post 2015, yaitu Implementation & Monitoring. Menempatkan pemuda sebagai inti dari pembangunan adalah solusi dari kami. Harus ada pembangunan yang berfokus dan dipimpin oleh pemuda serta dilibatkan dalam proses implementasinya dan juga pengawasannya.
  8. 8. Menurut kalian, apa kendala terbesar saat ini bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin berkontribusi untuk pembangunan Indonesia ke arah lebih baik? N: Saya pikir pemuda Indonesia masih kurang untuk menyuarakan pendapatnya dalam berbagai aspek pembangunan di Indonesia. Harusnya tidak hanya vokal dalam konferensi tetapi juga gencar mengadvokasikan hal tersebut. Tulisan-tulisan yang dibuat selalu bisa disebarkan dan diadvokasi melalui internet. D: Ada dua kendala. Satu, yang berasal dari pemuda sendiri, yaitu sulitnya membuat satu suara tentang apa yang paling penting dalam pembangunan. Karena itu, perlu ada sebuah mekanisme konsultasi nasional yang efektif, efisien, dan benar-benar bisa melibatkan semua pemuda yang berpengalaman dalam bidangnya agar bisa menentukan kemana dan bagaimana sebaiknya pembangunan diarahkan dalam satu suara yang disetujui oleh perwakilan dari semua pemuda. Dua, yang berasal dari pemerintah, dan ini yang paling penting sebenarnya: yaitu kurangnya kepercayaan pemerintah di Indonesia terhadap pemuda. Masih sering dengar ucapan "ah, pemuda bisa apa?" "Ah, pemuda sekarang moralnya rusak." "Generasi penerus bangsa merosot moralnya," dll? Nah! Itu semua bukti bahwa orang dewasa (di pemerintahan) kebanyakan masih memandang kita sebagai masalah, sebagai objek, sebagai "sesuatu yang perlu dibenahi," padahal judgement ini tidak fair, karena berkaca dari pengalaman mereka dan apa yang mereka lihat dari generasi mereka. Justru kita generasi muda, justru kita generasi baru, generasi kita tidak bisa disamakan permasalahannya dan dibandingkan dengan generasi mereka! Selain itu, karena kita youth, kita bisa memperlihatkan kepada mereka cara-cara kita menyelesaikan masalah: aksi, bukan pidato dan diskusi saja! Kita bisa memberikan solusi kreatif yang sesuai dengan generasi kita (nge-tweet, social networking, blogging, kirt yang tahu caranya!). Selain itu, KITA generasi muda, KITA generasi sekarang. KITA yang hidup dalam permasalahan yang mereka coba selesaikan. KITA yang hidup dalam pembangunan. Harusnya mereka mendengarkan KITA dong?
  9. 9. Apa harapan Niwa dan Diku sebagai pemuda terhadap pembangunan Indonesia? N: Indonesia belum memiliki kebijakan nasional Pemuda (National Youth Policy). Semoga pemerintah kita dapat menyadari pentingnya hal ini dan dapat menggaet pemuda dalam proses pembentukannya. Saatnya pemerintah sadar untuk mendukung euphoria aktivisme kepemudaan kita yang belakangan semakin meningkat, terutama dengan pemanfaatan sosial media. Pastinya prinsip transparansi dan pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan wajib jadi prinsip. Yang muda yang bersuara! D: Terkait penjelasan saya dalam jawaban sebelumnya, saya berpikir harusnya ada pelibatan aktif pemuda dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan dalam isu-isu terkait dimana pemuda merupakan aktor krusial didalamnya. Karena itu harusnya ada kebijakan berbasis pemuda terkait isu-isu tersebut di Indonesia. Harus ada pelibatan aktif, efektif, dan akuntabel pemuda dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Pemuda harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan di isu-isu yang terkait dengan pemuda seperti kemiskinan, kesehatan, pengangguran, pendidikan, dll. Pemuda harus dilibatkan dalam pegambilan keputusan di level eksekutif, legislatif, dan pengawasan di level yudikatif. Adanya parlemen pemuda dan youth working group yang bertugas mengulas draf kebijakan merupakan salah satu manifestasinya. Demikian dan hanya jika demikianlah maka pembangunan dapat berjalan sesuai dengan apa yang dirasakan oleh pihak mayoritas yang terlibat langsung dalam pembangunan, sekaligus calon pemimpin pembangunan itu sendiri di masa depan. Mengutip salah satu anggota parlemen dari India yang mengemukakan pendapatnya di salah satu sesi di mana saya menjadi pembicara mewakili Indonesian Future Leaders (Asia and the Pacific Parliamentary and CSO Forum, on Youth and Children's Hope for the Future), "Sampai kapan pemuda harus kita suruh hanya berolahraga dan menjadi wakil budaya (karena tren menggabungkan Kementrian Pemuda dengan Olahraga dan Budaya yang ada di beberapa negara)? Padahal pemuda tahu masalahnya, mengerti masalahnya dengan perspektif baru mereka, dan ingin membantu kita menyelesaikan masalahnya dengan cara mereka. Jangan lagi kita jadikan pemuda objek. Libatkan pemuda dalam pembangunan!“ ------- (aswinprasetyo)
  10. 10. #Event Earth Hour 2013 Bulan Maret identik dengan aksi global Earth Hour, yaitu kampanye global mengenai penghematan energi dengan cara mematikan lampu dari pukul 20.30 hingga 21.30. Aksi ini diperingati setiap tahunnya di berbagai negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif mengikuti gearakan yang diinisiasikan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini. Namun, ada yang berbeda dengan acara Earth Hour kali ini. Acara yang biasa diperingati setiap akhir dari bulan Maret ini harus diadakan satu minggu lebih cepat untuk menghormati hari Paskah yang jatuh pada 30 Maret. Jakarta, sebagai kota yang mengkonsumsi listrik sangat banyak di Indonesia, sayangnya tidak ikut serta secara penuh dalam peringatan Earth Hour 2013. Laga sepakbla tim nasional Indonesia melawan Saudi Arabia di kualifikasi grup C piala Asia di Gelora Bung Karno bertepatan dengan Earth Hour tanggal 23 Maret. Sudah tentu tidak mungkin laga akan berlangsung dalam keadaan gelap, bukan? Earth Hour bisa dikatakan sebagai waktu bumi untuk beristirahat. Tidak hanya manusia saja yang membutuhkan istirahat, namun bumi juga. Dengan mengikuti kampanye Earth Hour selama satu jam menghemat energi, dipastikan memiliki dampak besar bagi kehidupan di masa mendatang. (qrusydan)
  11. 11. #IFLstuff#AyoMain bersama ifl Store!! Leaders, IFL Store kembali lagi! IFL Store kali ini berinisiatif menjual kaos untuk membantu mengembangkan proyek- proyek pemuda dengan tema : #AyoMain! Kenapa tema-nya #AyoMain ? Well, Leaders pasti tau dong permainan tradisional yang sekarang jarang banget dimainin lagi? Permainan seperti petak umpet dan engklek, sebuah permainan tradisional yang jarang banget kita mainin lagi kan? Nah, IFL Store berniat untuk menghidupkan kembali permainan- permainan tradisional! Dengan kaos yang keren ini, kami juga menjual kaos itu dengan sebuah makna, lho! Dengan membeli satu kaos #AyoMain, kamu bisa ikut serta berkontribusi pada pengembangan pemuda! Harga kaos #AyoMain yang keren ini hanya 65ribu, dan keuntungannya akan langsung untuk pembiayaan proyek pemuda! Kapan lagi dapat kaos keren dan berkontribusi pada pengembangan pemuda pada saat yang bersamaan? ;) Sayangnya, IFL Store sudah menutup kesempatan untuk membeli kaos ini. Pendaftarannya hanya sampai bulan Maret lalu! Tapi jgn khawatir, masih banyak sekali yang akan dihadirkan untuk Leaders semua! Ikuti info terbaru di iflstore.tumblr.com ya! (regina)
  12. 12. #IFLstuff Ifl online course Leaders, suka sebel ga sih kalau liat sebuah workshop/training yang kita butuhin banget, tapi ternyata ga bisa kita hadiri hanya karena jarak? Well, sekarang Leaders ga usah khawatir lagi! Dengan menggunakan teknologi masa kini yang canggih, IFL telah membuat workshop virtual yang kamu bisa ikuti, hanya dengan bermodalkan koneksi internet! Ya, it is very possible! Nama dari proyek Indonesian Future Leaders kali ini adalah IFL Online Course. Diadakan sebagai pelatihan online, yang bertujuan untuk membangun kapasitas pemuda dalam membuat dan melaksanakan proyek sosial. IFL Online Course menjadi tempat alternatif bagi para Leaders untuk dapat belajar tentang bagaimana cara menemukan proyek sosial yang sesuai dangan passion dan kapabilitasmu, menyusun perencanaan pembuatan proyek sosial tersebut, serta membuat proyek sosial tersebut dapat berkelanjutan. Pelaksanaannya akan diadakan seminggu sekali dalam 2- 3 bulan dengan menggunakan aplikasi AnyMeeting, yang bisa diakses pada http://www.anymeeting.com. Nah, keren kan? Leaders bisa belajar dan sharing mengenai tema tertentu bersama trainer yang berpengalaman banget pada bidang yang mereka jelaskan! Tunggu apa lagi? Yuk cek iflonlinecourse.blogspot.com untuk tau apa tema selanjutnya yang bisa kamu ikuti!  (regina)
  13. 13. INITIATE ACT SHARE INSPIRE Follow us on Twitter @ifutureleaders Website : http://indonesianfutureleaders.org Facebook : Indonesian Future Leaders Email : info@indonesianfutureleaders.org

×