Sejarah peradaban lembah sungai nil (kelas x semester 2)

9,064 views
8,758 views

Published on

SMA NEGERI 1 PATI
KELAS X SEMESTER 2
SEJARAH

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,064
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sejarah peradaban lembah sungai nil (kelas x semester 2)

  1. 1. PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING (HWANG-HO)
  2. 2. DISUSUN OLEH : ANINDYA ALIFNATIA O. (03) GANDHI AWALUDIN S. (07) GRACE MAJESTYKA (08)
  3. 3. Letak Geografis Sungai Kuning atau Hwang Ho bersumber di daerah Pegunungan Kwen –Lun di Tibet. Setelah melalui daerah Pegunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning itu membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi, sebelah selatan mengalir sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di pegunungan Kwen Lun ( Tibet ) dan bermuara di Laut Cina Timur.
  4. 4. PERTANIAN Pada bagian hilir dari Sungai Kuning, terdapat dataran rendah Cina yang subur dan merupakan pusat kehidupan bangsa Cina. Masyarakat Cina umumnya bercocok tanam gandum, padi, teh, jagung dan kedelai. Kegiatan pertanian Cina Kuno memang sudah dikenal sejak zaman Neolitikum (± 5000 SM) dan tanaman pangan utama yang ditanam adalah padi ada zaman perunggu prioritas pokok dalam pertanian rakyat Cina adalah padi, teh,kacang kedelai,dan rami Kegiatan pertanian mengalami kemajuan pesat dalam pemerintahan Dinasti Qin (221-206 SM).[2] Di masa itu, masyarakat Cina telah menerapkan sistem pertanian yang intensif dengan penggunaan pupuk. Irigasi yang baik, dan perluasan lahan gandum.
  5. 5. Aksara dan Bahasa Tulisan yang dikenal pada saat itu telah mengenal tulisan yang berupa gambar. Tulisan berupa gambar itu merupakan lambang dari apa yang hendak ditunjukkan yang adalah sarana komunikasi. Seangkan bahasa yang digunakan berbeda-beda antara satu provinsi dengan provinsi yang lainnya. Tapi, meskipun memiliki bahasa yang berbeda-beda, mereka tetap merasa sebangsa karena kebudayaan dan tulisan yang sama. Karena itu, pada abad ke 20 SM dikembangkan bahsa Kuo-Yu sebagai bahasa persatuan.
  6. 6. Teknologi Bumi Cina mengandung berbagai barang tambang seperti batu bara,besi,timah, wolfran,emas dan tembaga. Barang-barang tambang itu sebagian besar terdapat di daerah Yunan. Barang-barang tambang ini diolah untuk memenuhi kebutuhan kehidupan masyarakat,terutama perhiasan,perabotan rumah tangga,alat-alat sena=jata seperti pisau,pedang,tombak,cangkul,sabit, dan lain-lainnya. Pembuatan barang-barang tersebut dan diperdagangkan sampai jauh keluar wilayah cina menunjukkan tingginya tingkat perkembangan teknologi masyarakat cina pada masa itu.
  7. 7. Astronomi Masyarakat Cina kuno sudah memiliki banyak ahli yang mempelajari ilmu astronomi atau ilmu perbintangan. Melalui ilmu tersebut, muncul dan berkembang sistem penanggalan. Pengetahuan Astronomi itu menjadi dasar segala aktivitas yang akan dilakukan oleh masyarakat Cina seperti dalam sistem pertanian, pelayaran, dan usaha untuk mengenal pergantian musim.
  8. 8. Kepercayaan Sebelum Kong Fu – Tse dan Meng-tse menyebarkan ajarannya, bangsa Cina percaya terhadap para dewa. Mereka memuja dan menganggap dewa-dewa memiliki kekuatan alam. Dunia digambarkan sebagai segi empat dan diatasnya di tutup oleh langit yang terdiri dari 9 lapisan. Ditengah – tengah dunia yang berbentuk segi 4 terletak T’in hasia, sebuah daerah yang didiami oleh bangsa Cina. Daerah Tin Hasia merupakan daerah yang didiami oleh bangsa-bangsa yang biadab terdapat daerah kosong dan menjadi tempat tinggal para hantu dan dewi Pa yang menguasai musim kemarau. Di sebelah timur dan selatan Cina ada 4 lautan besar yang di sebut Suhai.
  9. 9. FILSAFAT Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat Cina berkembang dengan pesat karena lahirnya tiga ahli filsafat Cina yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong Hu Cu), dan Mengzi. Lao Z menuliskan ajarannya dalam buku berjudul Tao Te Ching. Beliau menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yang dinamakan Tao. Ajaran Lao Zi disebut Taoisme dan mengajarkan manusia untuk menerima nasib[. Ajaran Kong Fu Zi juga berdasarkan pada Taoisme Menurut Kong Fu Zi, Tao adalah kekuatan yang mengatur alam semesta ini hingga tercapai keselarasan. Penganut ajaran Taoisme meyakini bahwa bencana yang terjadi di muka bumi merupakan akibat dari ketidakpatuhan manusia pada aturan Tao]. Ajaran Kong Fu Zi yang mencakup bidang pemerintahan dan keluarga telah memberikan pengaruh yang begitu besar bagi masyarakat Cina karena memengaruhi cara berpikir dan sikap hidup sebagian besar bangsa Cina. Menurut Kong Fu Zi, masyarakat terdiri dari keluarga dan dalam keluarga seorang bapak merupakan pusatnya. Oleh karena itu raja harus memerintah dengan baik dan bijaksana serta rakyat harus hormat dan taat pada raja seperti hubungan bapak dan anak yang seharusnya[3]. Lain halnya dengan Kong Fu Zi, Meng Ziang merupakan murid Kong Fu Zi mengajarkan pengetahuan kepada rakyat jelata dan menurut ajarannya, rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara.
  10. 10. KEBUDAYAAN A. Seni Satra Masyarakat Cina Kuno telah mengenal tulisan sejak tahun 1500 SM. Tulisan itu berupa satu lambang yang menunjukkan satu pengertian yang ditulis pada kulit menyu atau bambu. Pada masa Dinasti Han, kertas ditemukan dan karya sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat. Li Tai Po dan Tu Fu merupakan dua pujangga terkenal yang hidup pada jaman Dinasti T’ang (18 M). Hasil karyanya kebanyakan berbentuk puisi. Szema Tzien merupakan pujangga terkenal yang mengarang kitab sejarah yang bercrita mulai dari zaman purba hingga masa pemerintahan Han Wu Ti. Karya sastra lain : 1. Shih Ching (Puisi Klasik) 2. Shu Ching (sejarah klasik) 3. I Ching (perubahan-perubahan) 4. Chu Chin (musim semi dan musim gugur)
  11. 11. B. Seni Bangunan 1. Tembok besar Cina Dibangun oada masa pemerintahan Dinasti Chin. Namun, sebelumnya sebenarnya telah dibangun dinding terpisah di daerah Cina Utara. Pada masa pemerintahan Shih Huang Ti, dinding itu dihubungkan menjadi tembok raksasa dengan panjang mencapai 7000 km dan tinggi 16 m dan lebar 8 m. Tembok ini dibangun dalm aktu 18 abad dan selesai pada masa DinastI Ming (abad 17 M) 2. Kuil Kuil adalh bangunan suci tempat pemujaan para dewa. Salah satu kuil terkenal di Cina bernama Kuil Dea Beijing. Bangunan itu dibuat dari batu pualam yang dikelilingi oleh tiga pelataranserta di bagian tengah terdapat tangga yang terbuat dari batu pualam pilihan. Atap bangunan dibuat berlapis 3. Menurut kepercayaan masyarakat Cina, tangga itu merupakan tangga untuk roh-roh leluhur.
  12. 12. 3. Istana Istana kaisar atau raja Cina dibangun dengan sangat megah dan indah. Tujuannya sebagai tanda penghormatan terhadap kaisar atau raja. Rakyat Cina sangat menghormati kaisar atau rajanya, karena Ia dipandang sebagai penjelmaan para dewa yang memerintah negeri Cina, sehingga kemegahan istana tidak jauh berbeda dengan kemegahan kuil tempat pemujaan para dewa. C. Seni Kerajinan 1. Lukisan Perkembangan seni lukis sangat pesat, bahkan lukisan-lukisan hasil karya dari tokoh-tokoh ternama menghiasi dinding-dinding tembok istana atau kuil-kuil. Lukisan-lukisan tersebut sangat indah seperti lukisan alam semesta atau lukisan dewa-dewa yang dipuja oleh masyarakat Cina. 2. Keramik Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan benda-benda dari keramik itu mengandung jia seni, karena pada benda keramik terdapat berbagai macam bentuk hiasan. Keramik itu memiliki nilai yang sangat tinggi dan diperdagangkan oleh masyarakat Cina.

×