Titik Temu Islam  dan Kristen:  Persepsi dan Salah Persepsi  William Montgomery Watt             1996
Titik Temu Islam  dan Kristen:Persepsi dan Salah Persepsi   William Montgomery Watt            1996
TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN                Persepsi dan Salah Persepsi                                                Wil...
Daftar IsiPengantar Penerjemah	                                         vKristen Dipertemukan Dengan Islam	               ...
Kerajaan Ottoman  109       Penjajahan Eropa  111       Gerakan Intelektual Baru di Eropa  115       Pengaruh Ilmu Pengeta...
Pengantar PenerjemahW       illiam Montgomery Watt adalah seorang penulis barat        tentang Islam. Ia pernah mendapatka...
Oleh karenanya, tentu hasilnya berbeda-beda antara satu     pemeluk agama dengan pemeluk agama yang lain. Ini pun     masi...
Kristen Dipertemukan                                                                         Bab: I                       ...
tahun 600 Masehi mereka membangun pusat kegiatannya yang    utama di Iraq pada Kekaisaran Sassanian (Persia). Gereja Besar...
Ortodoksi    Memang benar, kebudayaan Yunani jauh dari realitashomogenus, karena di bawah payung kebudayaan Yunani inibang...
unik itu dilihat sebagai membawa pengetahuan yang benar dan    terbebasnya akal manusia dari batasan-batasan alam irrasion...
seperti binatang namun karena diberi akal oleh Tuhan (maka disinibinatang tidak identik manusia yang diberi ruh sehingga m...
pandangan sebagian bangsa Semit, problema besar bagi makhluk    yang bemama manusia itu adalah tercapainya keselamatan    ...
makhluk manusia, dia digoda namun godaan-godaan yangdiarahkan kepadanya itu selalu menemui kegagalan dan dalamperjuangan i...
mempengaruhi ide-ide tentang Kristianitas terakhir di Mekah        Dalam beberapa cara pandang kultural umum masyarakat Ar...
Byzantine. Walaupun demikian, demi interes mereka kepadaperdagangan, maka penting bagi mereka untuk mempertahankannetralit...
10
Bab: II                                                                   Bab: II  Persepsi Al-Quran Tentang              ...
mengakui suatu komunitas; misalnya komunitas Yahudi dengan     mata rantai kesinambungan sejarah yang berakhir lebih dari ...
Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).      Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya k...
tutur manusia, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak            beriman.         Kebanyakan seorang nabi agaknya ...
yang menyampaikan suatu pesan (risalah) dari Tuhan kepadaumatnya. Sebutan paling umum bagi Muhammad dalam bahasaArab adala...
kerangka pikir dengan rincian-rincian pas yang diberikan,     tentu saja berbeda dengan yang dijelaskan di dalam Al- Quran...
menyebut dirinya sebagai nabi yang menerima kitab suci yangdisebut dengan nama Zabur yang diambil menjadi kitab Mazmur(Ams...
janjinya, Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mereka keras           membatu. (5: 12, dan seterusnya)        Pernyataa...
demikian, dalam ayat-ayat Al-Quran terdahulu ada beberapapetunjuk yang amat bersahabat tentang umat Kristen (Nasrani).    ...
mereka tetapi mereka sendirilah yang mengada-adakan untuk           mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharan...
Nabi Ibrahim AS dan lain-lainnya adalah "petunjuk" dan tidakmungkin mengakui petunjuk ini sebagai orang Yahudi atau orangN...
Imran dalam bahasa Arab dengan membentuk kata amran,     ayah Musa, Aaron dan Miriam di dalam Bibel. Sebagian masyarakat  ...
ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai,      alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi s...
yang menjelaskan persoalan pokok konsepsi secara tepat yang     sebenamya. Pengakuan konsepsi kesucian Yesus (Isa) oleh um...
berserah diri (muslimin). Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada      apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikut...
Sementara ada ayat lain yang kurang jelas:           (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Wahai Isa, sesungguhnnya Aku     ...
Penolakan hakekat ketuhanan Yesus (Isa) dikemukakandalam banyak ayat Al-Quran dan dengan demikian juga berartipenolakan se...
Nestorian. Ide bahwa Maryam adalah salah satu dari Trinitas     barangkali berasal dari ketentuan kelompok Coliridian yang...
bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi       orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." Isa putra M...
yang baik bagi orang-orang yang bukan Yahudi (kafir), begitu     pula merupakan pekabaran yang baik bagi orang-orang Yahud...
menghadapi umat Kristen Mekah dengan kelompok-kelompokKristen yang lain yang ada di Arabia yang ditemui pada dua tahuntera...
dan Yahudi dapat menjadi bangsa minoritas yang dilindungi. Maka     dengan cara inilah persepsi Al-Quran terhadap Kristen,...
disebutkan itu. Ada landasan-landasan untuk berpegang kepadapendapat bahwa Allah di samping menunjukkan Islam untukmemberi...
ketidak sempurnaan persepsi Al-Quran terhadap Kristen itu tidak     perlu membatasi nilai-nilai positif kebesaran ajaran A...
tidak berubah-ubah. Dalam pada itu, sebagian umat Kristenmelihat agama sebagai suatu hal yang hidup yang tumbuh danberkemb...
36
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Titik temu islam kristen
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Titik temu islam kristen

4,780
-1

Published on

...buku lama...

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
4,780
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
474
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Titik temu islam kristen

  1. 1. Titik Temu Islam dan Kristen: Persepsi dan Salah Persepsi William Montgomery Watt 1996
  2. 2. Titik Temu Islam dan Kristen:Persepsi dan Salah Persepsi William Montgomery Watt 1996
  3. 3. TITIK TEMU ISLAM DAN KRISTEN Persepsi dan Salah Persepsi   William Montgomery Watt Penerjemah: Zaimudin  Hak Terjemahan pada Penerbit Gaya Media Pratama Jakarta Desain Sampul: Salimi Akhmad Diterbitkan Oleh: Penerbit Gaya Media Pratama Jakarta Dicetak Oleh: Percetakan Radar Jaya Jakarta Anggota IKAPI Cetakan 1, 1996   ISBN 979-578-007 7
  4. 4. Daftar IsiPengantar Penerjemah vKristen Dipertemukan Dengan Islam 1 Berbagai Perbedaan Kebudayaan  1 Ortodoksi 3 Golongan Monofisit  4 Golongan Nestorian  6 Pengetahuan Kristen di Mekah  7 Kelemahan Kristen  8Persepsi Al-Quran Tentang Kristen 11 Persepsi Umum Kenabian  11 Persepsi Yahudi  15 Persepsi Tentang Kristen  18 Fungsi Persepsi yang Kurang Memadai  29Elaborasi Persepsi Al  Quran 37 Dugaan Ketidakmurnian Dalam Kitab Suci  37 Muhammad Telah Diramalkan Didalam Bibel  41 Persepsi Islam Tentang Sejarah  45 Kesempurnaan dan Kemandirian Islam  50 Persepsi Sejarah Selanjutnya  54Titik Temu Dengan Filsafat Yunani 63 Sikap Islam Terhadap Filsafat Yunani  63 Sikap Kristen Terhadap Filsafat Yunani  67 Refleksi Lebih Lanjut  68Titik Temu Dalam Kekuasaan Islam 73 Kolonialisme Islam  73 Polemik dan Apologetika Al-Quran  78 Apologetika Kristen  86 Refleksi 89Titik Temu Dengan Eropa Zaman Pertengahan 91 Andalusia dan Spanyol Islam  91 Perubahan Persepsi dari Perang Salib  94 Persepsi Kristen Terhadap Islam  101Latar Belakang Titik Temu Modern 109
  5. 5. Kerajaan Ottoman  109 Penjajahan Eropa  111 Gerakan Intelektual Baru di Eropa  115 Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Modern  118Titik Temu Modern 123 Hasrat Umat Islam Terhadap Pendidikan dan Teknologi Barat  123 Golongan Misioner dan Persepsinya Terhadap Islam  127 Golongan Orentalis Eropa  131 Reaksi Islam Terhadap Orientalisme  141 Kebangkitan Islam  145 Awal Dialog  152Menuju Hari Depan 159 Agama dan Kultur Keagamaan  159 Hidup Berdampingan dengan Agama Lain  168 Tuntutan Umat Kristen  177 Tuntutan Umat Islam  181 Menuju Sikap Hormat Kepada Agama-Agama  183Tentang Pengarang 185 iv
  6. 6. Pengantar PenerjemahW illiam Montgomery Watt adalah seorang penulis barat tentang Islam. Ia pernah mendapatkan gelar "EmiritusProfessor," gelar penghormatan tertinggi bagi seorang ilmuwan.Gelar ini diberikan kepadanya oleh Universitas Edinburgh.Penghormatan ini diberikan kepada Watt atas keahliannya dibidang bahasa Arab dan Kajian Islam (Islamic Studies). Tentu kajianIslam ini beliau tekuni selama bertahun-tahun sehingga sampaikepada keahlian yang dimilikinya. Hasilnya, berbagai buku telahdilahirkan dari hasil pikiran dan penelitiannya tentang Islam. Di pihak lain, beliau juga banyak menulis tentang kajian nonIslam, misalnya tentang Kristen, Hindu, Budha, dan agama-agamabesar lainnya di dunia, termasuk di dalamnya adalah agamaYahudi. Kajian-kajian yang dilakukan meliputi berbagai aspek, baikaspek ajaran maupun aspek masyarakat beragama sesuai denganlandasan pemikiran fenomenal dalam kehidupan keagamaan yangdipeluknya. Dengan demikian, tidak salah bila dikatakan bahwa WilliamMontgomery Watt adalah sosok ilmuwan barat yang selalumengkaji masalah-masalah yang berkembang pada kehidupankeberagamaan manusia di dunia. Perkembangan yang senantiasadiikutinya ini mempengaruhi sikap Watt dalam menatap zamandan merangkumnya dalam sudut pandang yang lebih harmonis,namun tetap menghorrnati peran agama yang dipeluk olehmanusia di dunia. Buku ini mencoba mengkaji persoalan-persoalan yangberkembang bagi setiap pemeluk agama, yang satu denganyang lainnya tentu mempunyai perbedaan, entah esensial entahsubstansial. Walaupun demikian, disadari bahwa agama-agamayang dipeluk oleh manusia itu benar-benar mempunyai landasanajaran agamanya masing-masing pemeluknya. Lalu, tiap-tiappemeluk agama itu memahami ajaran-ajaran agamanya sendirisesuai dengan persepsi dan asumsi tiap pemeluknya. Berdasarkanasumsi-asumsi dan persepsi-persepsi yang dimiliki oleh pemelukagama itu dijadikan alat untuk menafsiri ajaran agamanya yangdiyakini sebagai kebenaran -- mungkin bersifat sementaramungkin juga bersifat permanen. Kemudian dipegangi sesuaidengan aksiomatika yang diyakininya sebagai kebenaran.
  7. 7. Oleh karenanya, tentu hasilnya berbeda-beda antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama yang lain. Ini pun masih dalam kerangka memahami satu agama yang dipahami oleh pemeluk-pemeluknya. Bagaimana jika pemeluk satu agama tertentu mencoba memahami satu agama yang lain? Tentu hasilnya akan berbeda dengan apa yang biasa dipahami oleh pemeluk agamanya sendiri ketimbang oleh pemeluk agama yang lain. Belum lagi apabila dikaitkan dengan sikap dan watak manusia, apakah pengkaji suatu agama itu bisa jujur ataukah juga bisa tidak jujur. Seluruh sejarah pertentangan Islam-Kristen yang telah berlangsung dalam waktu yang tidak sebentar itu, menurut Watt, diliputi oleh mitos-mitos dan persepsi-persepsi yang salah. Namun sebagian persepsi dan mitos itu masih diabadikan sampai hari ini. Yang aneh bahwa mitos dan persepsi itu selalu bertumbuh dan berkembang sehingga merusak persepsi Islam dan Kristen satu sama lain. Bagi Watt, memperdebatkan kedua agama -- Islam dan Kristen -- itu diperlukan pengetahuan yang lebih akurat. Juga diperlukan apresiasi yang lebih positif dan kreatif terhadap agama lain. Jalan yang hendak ditempuhnya adalah bagaimana pemeluk agama yang satu dapat menghormati pemeluk agama yang lain, bagaimana menghormati agama satu dengan agama yang lain, dan bagaimana antara berbagai pemeluk agama itu memampukan dirinya untuk dapat melihat agama lain sebagai partner bukan sebagai lawan yang harus dimusuhi dalam kehidupan semesta. Akhirnya, kepada sidang pembaca buku ini dipersembahkan untuk sama,sama memahami isi dan maknanya dalam setiap kajian yang dilakukan oleh Watt. Ditangan pembacalah penilaian akan kebenaran dan manfaat yang terkandung dalam hasil pena seorang Barat yang mencoba memahami Islam Kristen dari sudut pandangnya sendiri. Sidang pembaca mempunyai hak sepenuhnya untuk merenungi maknanya dan untuk menjadikannya sebagai titik tolak memahami Islam-Kristen dalam perspektif masa depan yang lebih luas. Semoga Tuhan melindungi kita, dengan rahmat dan petunjukNya. Amin. Jakarta, 20 Januari 1996 Penterjemah Zaimudinvi
  8. 8. Kristen Dipertemukan Bab: I Bab: I Dengan IslamK etika kita mulai berfikir tentang Kristen yang diketemukan oleh Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin awal, dapatdikatakan bahwa Kristen pada masa itu memang sungguhamat berbeda dengan Kristen yang kita kenal hari ini. Sekitartahun 600 Masehi, ada sekelompok khusus umat Kristen yangmelembagakan Gereja Besar, yang belakangan terpisah dan kiniterpecah menjadi Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur,dan Gereja Protestan. Namun ada pula segolongan umat Kristenpenting yang telah keluar dari Gereja Besar itu seperti golonganheretik (bidah). Yang disebut terakhir ini seringkali dikenal sebagaigolongan Monofisit (golongan Yakobit dan Copt) dan golonganNestorian. Sebagian terbesar umat Kristen Mesir, Palestina, Syriadan Iraq --wilayah-wilayah negeri yang dipimpin oleh umatIslam-- yang kemungkinan besar mempunyai golongan-golonganheretikal (bidah) itu. Golongan-golongan bidah ini sebagian besarterdiri dari umat Kristen yang berada di Arabia sendiri. Berbagai Perbedaan Kebudayaan Perbedaan keagamaan antara ortodoksi dan heresi amatdekat bertalian dengan perbedaan etnik ataupun mungkin lebihbertalian dengan perbedaan-perbedaan kebudayaan. Gereja Besaryang secara akrab diasosiasikan dengan kelompok-kelompokyang berkuasa di Byzantine atau Kekaisaran Roma Timur, dan yangsecara esensial di Byzantine atau Kekaisaran Roma Timur, danyang pada hakekatnya adalah berkebudayaan Yunani. GolonganHeresy-Monofisit, di pihak lain, menjadi fokus perasaan anti-Yunanidi antara bangsa Mesir, pribumi dan Kopti serta di antara bangsaYakobit Syria, yang terkadang dilukiskan sebagai bangsa SyriaBarat. Golongan heresy Nestorian telah memainkan peranan yangsama bagi orang-orang yang acapkali disebut sebagai bangsaSyria Timur, dan bertentangan dengan pemikiran Yunani yangmenyebabkan mereka keluar dari Kekaisaran Byzantine. Semenjak
  9. 9. tahun 600 Masehi mereka membangun pusat kegiatannya yang utama di Iraq pada Kekaisaran Sassanian (Persia). Gereja Besar ini juga meliputi umat Kristen Eropa Barat, yang secara mendasar memiliki kebudayaan Latin dan yang pada tahun 600 Masehi mereka terpecah belah menjadi berbagai macam ajaran Prankish dan kerajaan-kerajaan kecil yang lain. Namun semenjak awal abad ke tujuh bangsa Arab tidak mempunyai kontak lagi dengan mereka. Pada konsili ekumenikal Gereja (misalnya Konsili Nicaea pada tahun 325 Masehi dan Konsili Chalcedon pada tahun 451 Masehi) kultur uskup-uskup Gereja telah memainkan peranan yang dominan. Rumusan-rumusan Trinitas dan ajaran Kristologi secara resmi diterima oleh konsili tersebut, yang secara luas pada terma-terma khas filsafat Yunani, yang lalu belakangan pada terma-terma khas Kekaisaran Byzantine. Kultur uskup-uskup Latin pada umumnya kurang berfikir falsafi ketimbang bangsa Yunani melainkan menyetujui rumusan-rumusan Yunani. Kendatipun demikian, barangkali ada catatan penting yang bermanfaat sehingga terma-terma Latin untuk ajaran trinitas (satu substantia, tiga personae) diakui sebagai equivalen dengan bahasa filsafat Yunani (satu ousia, tiga hypostaseis), walaupun terma itu tidak identik benar, karena kata substantia secara etimologis berkorespondensi dengan kata hypostaseis. Uskup-uskup mewakili masyarakat Mesir serta masyarakat Syria Timur dan Syria Barat untuk menolak rumusan Yunani dan mengadopsi berbagai alternatif. Akibatnya mereka keluar dari Gereja Besar dan pada kasus golongan Nestorian, mereka keluar dari kekaisaran Kristen. Sebagian bangsa manusia dewasa ini, ketika mereka memperhatikan diskusi-diskusi doktrinal secara terinci tentang Trinitas dan pribadi Kristus. Mereka mempunyai kesan berada pada labirin abstraksi-abstraksi, yang mempuyai relevansi dengan kehidupan aktual Kristen yang kelihatannya keras. Saya berpegang pada pendapat bahwa kita dapat mulai membuat sedikit pengertian tentang diskusi-diskusi tersebut apabila kita bertanya mengapa para pendukung tersebut melakukan perhelatan dan menjawab pertanyaan ini dengan melihat gambaran dari latar belakang kebudayaan masing-masing. Apakah mereka berpikir akan menjadi problema pokok kehidupan manusia, dan bagaimana mereka memahami Yesus untuk memecahkan problema yang mereka hadapi tersebut? Dengankata lain, apakah kepercayaan dasariah itu yang melandasi argumen-argumen, dan bagaimana kepercayaan-kepercayaan tersebut berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kebudayaan?2
  10. 10. Ortodoksi Memang benar, kebudayaan Yunani jauh dari realitashomogenus, karena di bawah payung kebudayaan Yunani inibangsa manusia berasal dari berbagai macam latar belakangdimana bahasa ibu, seperti logat Lycaonia, tidak mencapai statusbahasa kesusasteraan sebagaimana bahasa Koptik dan bahasaSyria. Satu gambaran kebudayaan Yunani adalah kepercayaannyakepada ortodoksi. Maka tak pelak lagi kalau kawasan timur GerejaBesar itu dikenal sebagai Gereja Ortodoks, yang karenanya dapatdikatakan di sini bahwa persetujuan-persetujuan paripurnakepada kepercayaan tersebut diyakini menjadi landasan bagipersatuan umat Kristen. Di pihak lain, kawasan barat lebihberpihak kepada Katolisitas gereja, yakni persatuan gerejasedunia, dan persatuan gereja sedunia ini dipertahankan olehmakna otoritas hirarki yang berasal dari Rasul-rasul yang asli. Visiortodoks dari homoginitas komunitas pada iman dan persatuandalam peribadatan adalah penting bagi gereja sebagai suatukeseluruhan. Namun pada prakteknya visi ini dapat diselewengkankepada alat mayoritas yang dominan untuk berbuat tirani kepadaminoritas. Ortodoksi menjadi berarti pengakuan rumusan-rumusan kredal, dan dari pengertian inilah subyek negosiasiantara berbagai macam golongan pada konsili-konsili ekumenikalyang terjadi. Dalam negosiasi ini, golongan minoritas sepertimasyarakat Kristen di Mesir dan di Syria yang tidak mendapattempat, lalu harus memilih antara meninggalkan sebagiankepercayaan mereka yang paling mendalam dan meninggalkanGereja Besar. KebudayaanYunani sebelum zaman Kristen mempuyai cirikhas yang membentuk konsep dualistik tentang pribadi manusia,dimana ruh dianggap sebagai esensinya dan tubuh sebagaiinstrumen semata. Bahkan telah menjadi tradisi dalam pemikiranYunani yang menyebutkan bahwa tubuh (soma) adalah kuburandari ruh (jiwa), sehingga kehidupan yang sesungguhnya hanyadimulai ketika ruh itu terbebas dari badan. Pemikir awal Kristenyang berpandangan Yunani adalah Clement dari Alexandria(meninggal pada tahun 215 Masehi?) yang jelas-jelas bukanorang Mesir sekalipun menghabiskan masa hidupnya di Mesir,dan yang bertujuan untuk mempertahankan iman Kristen padaterma filsafat belakangan ini. Menurut Clement, Ruh (jiwa) rasionaladalah person yang esensial, akan tetapi manusia dalam pemikirandan sikap menjadi irrasional. Karenanya dosa itu berada padatunduknya akal dari tekanan hawa nafsu. Inilah yang menjadiproblema utama bagi kemanusiaan, maka karya Kristus yang 3
  11. 11. unik itu dilihat sebagai membawa pengetahuan yang benar dan terbebasnya akal manusia dari batasan-batasan alam irrasional. Pengetahuan yang benar dipegangi membawa tindakan yang benar, dan kehidupan manusia yang ideal adalah satu hal dimana rasionalitas itu dikembangkan seluas-luasnya. Tingkat berikutnya pada pemikiran Yunani dapat dilihat pada karya Gregory dari Nyssa (meninggal tahun 395 Masehi) , adalah salah seorang yang paling bertanggung jawab atas ajaran Trinitas dalam Konsili Konstantinopel (tahun 381 Masehi). Dalam Konsili Konstantinopel ini dinyatakan bahwa Kristus adalah manusia seperti kita (homousios) sebagai sang Bapa, tidak sama seperti manusia biasa (homogousios). Gregory menekankan bahwa dalam diri Kristus kita lihat watak operasional yang identik dengan diri Sang Bapa, yakni memberi kehidupan dan kesehatan, yang membersihkan dosa dan memberi petunjuk. Bagi Gregory, pribadi manusia yang secara hakikiah adalah ruh atau jiwanya, diciptakan pada waktu yang sama seperti tubuh atau badan. Tubuh atau badan jasmani itu dengan sendirinya tidak sehat, akan tetapi lewat hubungannya dengan ruh, ruh jadi diwarnai dengan pengaruh nafsu syahwat dan cinta, dan karya Kristus adalah untuk membersihkan jiwa atau ruh dari pengaruh-pengaruh nafsu tersebut. Pada kebangkitan ruh itu akan memberikan tubuh baru yang tidak dilalui dan kekal abadi. Pernyataan ringkas ini barangkali cukup memberikan ide kebudayaan Yunani tentang rumusan suci (kredal) yang didasarkan pada Gereja Besar. Golongan Monofisit Perbedaan antara kebudayaan Yunani, kebudayaan Mesir, serta umat Kristen Syria paling jelas ditampilkan oleh pandangan Kristen yang berkembang ke dalam Gereja Koptik. Diantara gambaran-gambaran yang dikenal oleh kebudayaan Mesir pra-Kristen adalah praktek mumifikasi dan bangunan piramida. Mumifikasi dan piramida ini menunjukkan kecenderungan yang intens kepada penguasaan mortalitas manusia dan kecenderungan yang sama sebagai yang didapatkan pada sebagian penulis Kristen yang berasal dari bangsa pribumi Mesir asli, diantara mereka yang terkenal adalah Athanasius (meninggal tahun 373 Masehi). Pada penulis-penulis tersebut kita ketahui konsep monistik pribadi manusia, yakni, walaupun pribadi manusia itu terdiri dari ruh dan badan, badan mendapat porsi yang sama dengan ruh dalam diri manusia. Menurut Athanasius, manusia pada hakekatnya adalah kekal abadi atau makhluk hidup4
  12. 12. seperti binatang namun karena diberi akal oleh Tuhan (maka disinibinatang tidak identik manusia yang diberi ruh sehingga manusiaitu kekal abadi untuk selama-lamanya). Walaupun demikian,manusia itu kehilangan keabadiannya karena diperdaya oleh iblisatau setan dan bukan karena mempunyai tubuh yang dipandangsebagai sumber kejahatan. Karya Kristus menurut Athanasius ituada dua hal. Di satu pihak, Kristus menerima hukuman mati atasnama dosa kemanusiaan. Kendatipun demikian, ada yang lebihpenting dari ini adalah inkarnasi firman tuhan pada Yesus yangmenjadikan hakekat kemanusiaannya tidak dapat dikorupsi danakan dibangkitkan lagi nanti setelah manusia meninggal dunia.Yesus benar-benar mati karena demi mencapai penyelamatanbagi kemanusiaan, namun karena tubuhnya itu bersatu denganfirman Tuhan maka tidak lama lagi akan mendapatkan korupsiagar di hari ketiga akan dibangkitkan kembali. Melalui asosiasidengan tubuh Kristus ini, umat Kristen memberi sumbangankepada kebaikan dan keabadian. Athanasius mempunyai kalimatyang menjelaskan: "Kristus mengalami inkarnasi karena dia yangmenjadikan sifat ketuhanan kita. Pada baris ini, tidak sulit untukmemahami pemikiran Kristiani Mesir kuno sebelum penaklukandengan kematian dan membebaskannya. Dari pertimbangan pemikiran ajaran Athanasius ini,kemungkinan besar dapat dipahami bagaimana hal itu tidakdapat dihindarkan bagi para pemikir Mesir atau para pemikirKoptik terkemudian untuk mengadopsi monofisitisme, ajaranakan adanya ketuhanan yang tunggal --hakekat manusia pada diriKristus. Problema sentral kehidupan manusia, problema mortalitas,diatasi oleh penyatuan Firman Tuhan dengan hakekat manusia,bahwa hakekat manusia itu kekal abadi. Di pihak lain, apabila padadiri Kristus itu hakekat ketuhanan dan hakekat kemanusiaan yangkekal abadi dua-duanya. Sementara itu, hakekat manusia biasanyamasih tetap menjadi subyek yang meninggal dunia, diyakinioleh umat Kristen. Berdasarkan pemikiran yang ada pada tradisiMesir kuno ini, maka pemikiran tersebut sebetulnya mirip denganpenolakan tugas penyelamatan Kristus. Cabang dari golongan monofisit yang lain, golongan Yacobitatau Syria Barat, bersikukuh dengan ajaran satu Tuhan --hakekatmanusia karena adanya perbedaan alasan yang rendah nansederhana. Pandangan mereka dengan baik sekali dapat dipelajaripada tulisan-tulisan Severus dari Antioch (meninggal tahun 538Masehi), yang menjadi penyokong pandangan Patriarch dariAntioch sejak tahun 512 sampai 518 Masehi. Severus memegangipandangan monistik tentang pribadi manusia, paling kurang,sampai meluas hingga dia tidak lagi mengakui penyelamatansebagai bebas merdeka dari tubuh. Menurut Severus sebagaimana 5
  13. 13. pandangan sebagian bangsa Semit, problema besar bagi makhluk yang bemama manusia itu adalah tercapainya keselamatan pada sisi kehidupan ekonomi dan material. Penderitaan dan kesengsaraan, secara umum dipandang sebagai hukuman karena dosa yang diperbuat manusia, sekalipun dalam beberapa kasus digunakan oleh Tuhan untuk menarik kembali hamba-hambaNya menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam pemikiran Severus, Tuhan adalah "penguasa tindakan" - enezgeia - yang paling utama bukannya akal budi. Inkarnasi Firman Tuhan dalam Yesus berarti bahwa pada diri Yesuslah kita melihat hakekat ketuhanan- manusia atau energeia teandrik. Dengan energeia teandrik ini manusia dibebaskan dari kekuatan-kekuatan jahat yang membujuk dan memperdaya manusia untuk berbuat dosa dan dari perbuatan dosa inilah yang mendatangkan hukuman bagi manusia. Umat Kristen hendaknya mendapatkan keuntungan- keuntungan dari pembebasan tersebut dengan berpartisipasi pada Eucharist. Pemikiran Severus yang paling mendasar adalah konsepsi kekuasaan Tuhan ini yang mengejawantahkan dirinya pada seluruh hidup manusia, dan membawa keselamatan bagi kemanusiaan sebagai suatu keseluruhan. Kendatipun demikian, hasil ini tidak dapat diraih apabila hakekat ketuhanan dan hakekat kemanusiaan pada diri Yesus itu masih tetap terpisah tidak manunggal jadi satu pada satu orang. Lebih lanjut pandangannya bahwa Yesus itu sungguh-sungguh bersifat ketuhanan dan sekaligus bersifat kemanusiaan, akan tetapi hakekat kemanusiaan dan hakekat ketuhanan itu sesungguhnya berbeda satu dengan yang lain. Pandangan seperti ini pada pandangan resmi konsili- konsili eukumenikal dan sebagian besar umat Kristen dewasa ini, tak pelak lagi, meyakini pandangan yang dikenal sebagai Dyophysitisme. Golongan Nestorian Ketika kita kembali ke golongan Nestorian atau bangsa Syria Timur, maka kita menemukan titik sentral pemikiran bahwa Tuhan itu kekal abadi dan tidak dapat dilampaui. Berdasarkan alasan ini maka golongan ini memberi obyek kepada terma theodokos atau "Tuhan-beranak", yang dikembalikan kepada Maria. Oleh karena Tuhan itu kekal abadi maka Tuhan tidak mungkin menjadi seorang bayi yang pernah dilahirkan manusia. Nestorius dan para pengikutnya memberi titik tekan kepada hakekat kemanusiaan Yesus sebab pendapat kemanusiaan Yesus sebab yang membawa kemenangan atas setan, melalui "kesahajaan dirinya sendiri dan mengambil bentuk seorang hamba." Sebagai6
  14. 14. makhluk manusia, dia digoda namun godaan-godaan yangdiarahkan kepadanya itu selalu menemui kegagalan dan dalamperjuangan inilah dia tidak punya kemajuan yang tidak kita milikijuga. Rupanya Nestorius menyatakan bahwa bangsa manusiaterdahulu itu tidak dapat mendeteksi tipu daya setan dan tidakpercaya kalau hal itu mungkin terjadi bagi kemanusiaan untukmemenuhi perintah-perintah serta petunjuk-petunjuk secarasempurna, sehingga mereka yang tidak tunduk itu jatuh kelembah kekufuran. Di balik itu, kini mereka mengetahui bahwaketundukan itu adalah kemungkinan dapat terjadi bagi hakekatalam manusia dan lalu menjadi punya kemampuan untuk tundukdan patuh. Kemanusiaan Kristus dan bagi kita membantu cintakasih ketuhanan tanpa kecuali. Dalam kemanusiaannya itu, Kristusdapat menguasai setan, namun dalam kehampaan dirinya untukmengambil bentuk seorang hamba yang terjadi bagi kemanusiaanYesus adalah model kerendahan yang paling tinggi. Sungguhpundemikian, Nestorius mempunyai beberapa kesulitan dalammenjelaskan bagaimana keabadian Tuhan dan kemutlakannyadapat dipersatukan dengan kemanusiaan yang bersifat temporal(sementara), padahal Tuhan tidak mungkin dapat terkena sakitatau menderita. Nestorius meletakkan beberapa penekanan ataskesatuan kehendak, karena kehendak Tuhan tidak berlaku padaadat-kebiasaan yang temporal, melainkan kesatuan kehendakini adalah suatu konsekuensi dari kesatuan kemanusiaan danketuhanan dan bukan dasarnya. Pengetahuan Kristen di Mekah Umat Kristen pada masa Nabi Muhammd SAW, golonganNestorian dan golongan Monofisit, adalah kelompok kulturalyang paling penting yang berbeda dengan golongan yangbercampur gaul di bawah kepemimpinan kultur "Yunani." Padagilirannya, seorang ahli teologi, Hans Kung, membicarakan garispemikiran yang diikuti oleh para ilmuwan Jerman terdahulu danmenyatakan bahwa bentuk Kristiani yang paling baik yang dikenalmasyarakat Mekah di masa itu adalah kelompok-kelompok kecilumat Kristen dari latar belakang Yahudi. Kelompok-kelompokkecil ini tidak pernah mau mengakui rumusan kredal Gereja Besar,namun teratur untuk mempertahankan keberadaannya padaisolasi yang relatif. Kelompok-kelompok kecil itu tetap mengakuiYesus sebagai Sang Juru Selamat (Messiah) namun bukan sebagaihypostasis ketuhanan. Mustahil untuk mengetahui apakah yangdiperluas umat Kristen Yahudi tersebut ataukah jumlah yang lebihbesar dari golongan monofisit Arab dan golongan Nestorian yang 7
  15. 15. mempengaruhi ide-ide tentang Kristianitas terakhir di Mekah Dalam beberapa cara pandang kultural umum masyarakat Arab Mekah kiranya paling dekat dengan golongan Nestorian. Lebih dari itu, disamping hadirnya sejumlah kelompok umat Kristen ditengah bangsa Arab yang nomadik dan bangsa Arab sebagai penduduk yang menetap, agaknya hanya sedikit orang yang mempunyai pengetahuan terpelajar tentang Kristen dan mereka hanya terdiri dari sebagian kecil biarawan dan anggota gereja (kleriks). Orang Kristen awam Arab ini diduga hanya mempunyai pengetahuan yang amat sedikit tentang agamanya sendiri. Tidak ada terjemahan kitab Bibel atau bahkan kitab Perjanjian Baru kedalam bahasa Arab, walaupun hanya sebagian kecil ayat-ayat pendek di biara-biara dan tempat-tempat yang sejenis. Pernyataan Ibnu Ishaq bahwa Waraqah Ibnu Nawfal, saudara sepupu Khadijah yang isteri Nabi Muhammad itu, adalah seorang yang beragama Kristen dan mengetahui tentang kitab-kitab suci. Pernyataan ini dimaksudkan bahwa orang ini hanya membaca kitab Bibel dalam bahasa Syria atau apa yang dia pahami dengan bahasa mereka sendiri. Sejumlah saudagar Mekah, termasuk Muhammad yang tengah berjalan menuju ke Gaza dan Damascus di wilayah kekaisaran Byzantine dan sebagian ke Abyssinia Kristen. Akan tetapi tiap orang pada umumnya hanya belajar tentang gambaran-gammbaran keabadian Kristianitas mereka yang tertarik secara khusus. Ada pula sebagian umat Kristen Byzantine di Mekah dari waktu ke waktu, boleh jadi terutama para ahli pertukangan. Terkadang dikenal dengan bangsa Yahudi di Mekah karena adanya klen-klen Yahudi di Madinah dan di berbagai oasis Arabia. Jadi masyarakat di Mekah mengetahui adanya agama Yahudi dan Kristen (Nasrani), namun informasi yang akurat tentang kedua agama ini hanya sedikit sekali dan kurang memadai. Kelemahan Kristen Untuk mengapresiasi dengan benar titik temu pertama antara Islam dan Kristen yang diperlukan bagi umat yang beragama Kristen adalah agar mereka sadar akan kelemahan Kristiani di periode zaman itu. Maka ada tiga hal penting yang perlu diketahui tentang kelemahankelemahan mereka di zaman itu. Pertama, adalah golongan Kristen Ortodoks, yakni Gereja Besar pada umumnya, yang terlalu dekat diasosiasikan dengan kekaisaran Byzantine setelah menjadi agama resmi negeri kekaisaran ini pada kekuatan Konstantine. Haruskah masyarakat Mekah menjadi penganut agama Kristen yang setia, tak pelak lagi, mereka dalam beberapa segi telah menjadi subyek bagi kekuasaan8
  16. 16. Byzantine. Walaupun demikian, demi interes mereka kepadaperdagangan, maka penting bagi mereka untuk mempertahankannetralitas antara kekaisaran Byzantine dan kekaisaraan Sassanian.Sekitar tahun 590 Masehi atau agak terkemudian sedikit, seorangMekah yang bernama Utsman Ibnu Al-Huwairits yang beragamaKristen itu, agaknya mencoba mengajak masyarakat Mekahuntuk menerima agama Kristen sebagai sejenis pengertiandengan menyatakan dia telah dapat mengajak perkampungan-perkampungan khusus tertentu dari bangsa Byzantine; danbarangkali aspek keagamaan yang baik sebaik pretensi-pretensinya kepada keagungan yang menjadikan mereka itumenolak rencana ajakan Al-Huwairits ini. Kedua, teologi Yunani resmi sebagai didefinisikan olehkonsili-konsili ekumenikal yang menjadi terlalu abstrak dansecara sempurna berada di luar genggaman pemahaman orangKristen awam. Golongan Monofisit dan golongan Nestoriandalam mendefinisikan posisi mereka menentang rumusan-rumusan resmi Greja Besar, juga nyaris menjadi abstrak. Ini berartibahwa sebagian umat Kristen yang berada di Mekah sekiranyadiketemukan ketidakmampuan mereka menjelaskan seluk belukajaran Kristen. Tidak heran kalau ide-ide mereka itu tidak cukupdan malah salah tentang Kristiani yang belakangan ada di Mekah,namun inilah yang seharusnya menjadi tanggung jawab umatKristen dengan sendirinya. Ketiga dan yang terakhir, penolakan golongan Kopti, Yakobit,dan Nestorian, oleh karena Gereja Besar hampir pasti merupakansuatu faktor mudahnya bagi perpindahan agama mereka untukmasuk ke agama Islam. Maka secara esensial, keputusan GerejaBesar yang bersifat heretik (bidah) itu adalah suatu kegagalanuntuk membuat ketetapan yang benar bagi keanekaragamankultural diantara umat Kristen sendiri. Maka umat Kristenhari ini seyogyanya berfikir serius tentang fakta tersebut ditanah air tumpah darah agama mereka yang sebenarnya telahdigantikan oleh agama Islam, dan ummat Kristen hendaknyamempertanyakan apakah Tuhan telah menitahkan kejadian inimengenai sebab kegagalan umat Kristen. 9
  17. 17. 10
  18. 18. Bab: II Bab: II Persepsi Al-Quran Tentang Kristen Persepsi Umum KenabianS ecara umum persepsi Al-Quran tentang agama-agama lain di luar Islam, khususnya Yahudi dan Kristen, tak pelak lagi,tergantung atas tingkatan pemahaman historis mutakhir di Mekahdan letak Arabia sekitar tahun 600 Masehi. Tingkatan pemahamanini jelas-jelas bersifat mendasar bagi persepsi tersebut. BangsaArab tidak mempunyai dokumen sejarah tertulis. Ada beberapaprasasti dari kerajaan-kerajaan terdahulu, namun apabila orangdapat membacanya masih diragukan karena masih tetap kurangmengapresiasikan signifikansinya. Jadi bagi bangsa Arab, sejarahitu tergantung kepada tradisi oral dari mulut ke mulut. Merekamengetahui sesuatu dalam sejarah kesukuan dan klen-klenmereka berkenaan dengan sebagian kecil generasi sebelumnya.Akan tetapi kebanyakan sejarah suku-suku Arab ini berupabagaimana suku-suku ini tumbuh-kembang pada kekuasaanlewat satu pemimpin terkemuka atau lebih, kemudian menjadimakin kuat selama satu atau dua generasi, lalu kembali lagitidak menunjukkan peran signifikansinya. Arti kesementaraankomunitas-komunitas manusia kemungkinan dapat diperteguholeh pengamatan tempat-tempat yang satu saat dapat ditempatidalam waktu sekejap dan tidak tetap. Di sejumlah ayat Al-Quran,umat Islam diberitahukan tentang perjalanan melewati negeridan melihat bencana-bencana yang menimpa bangsa-bangsaterdahulu. Bencana yang menimpa ini disebabkan karena merekatidak mau memperhatikan ucapan-ucapan Nabi mereka. Para saudagar Mekkah telah mengunjungi kekaisaranByzantine, Sassania dan Abyssinia, namun dalam waktu yanglama mereka tidak mempunyai ide dimana mereka harus beradapada suatu wilayah tertentu. Pemikiran bangsa Arab pada termagenerasi-generasi manusia, bukannya dalam terma dekade atauabad-abad lamanya. Oleh karena itu, mustahil bagi mereka untuk
  19. 19. mengakui suatu komunitas; misalnya komunitas Yahudi dengan mata rantai kesinambungan sejarah yang berakhir lebih dari seribu tahun lamanya, tiga puluh generasi atau empat puluh generasi. Gambaran lebih lanjut tentang pandangan historis Arab adalah percaya kepada keabadian kondisi kehidupan manusia dan masyarakat yang tidak pernah berubah, tetap, dan kebencian yang konsekuen kepada semua hal yang baru. Salah satu tuduhan permusuhan Muhammad SAW yang dilancarkan oleh para penyembah berhala Mekah adalah karena kenabian ini sebelumnya tidak dikenal di Arabia, dan di dalam Al-Quran Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah agar secara terang- terangan menyebarkan ajaran kenabian ini dengan mendesak bangsa Arab Mekah untuk meninggalkan kenabiannya yang sesungguhnya tidak baru itu (46: 9). "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu. Aku tidak lain kecuali hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." Kisah-kisah yang menceritakan nabi-nabi terdahulu dijelaskan di dalam Al- Quran sekitar seperempat Al-Quran jumlahnya, bukan hanya memberikan penguatan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikut beliau semata, melainkan juga tuntutan tegas agar beliau mempunyai rentetan asal-usul keturunan spiritual yang panjang dan bahwa nabi-nabi yang sebelum beliau itu mempunyai pengalaman-pengalaman yang mirip sama dengan pengalaman-pengalaman beliau sendiri. Bentuk umum kisah itu memberitahukan bagaimana setelah nabi mengajak bangsanya untuk beriman kepada Allah dan beribadah kepadaNya serta siap sedia berkurban menghambakkan diri kepada Allah satu-satunya yang tunggal dan Maha Esa. Namun mereka itu mengingkari pesan risalah nabinya dan lalu mereka ditimpa oleh bencana yang menghancurkan suatu bangsa tertentu itu. Pada surat 7, 11, dan 25, ada hitungan paralel Nabi Luth, Nabi Nuh dan tiga nabi dari bangsa Arab: Hud, Salih dan Syuaib; dan ada acuan-acuan lebih ringkas terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut dimanapun berada; terkadang Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan nabi- nabi yang lain, dan seterusnya. Pada QS. 7: 59-64, menceritakan kisah Nabi Nuh AS., dari awal sampai akhir sebagaimana di bawah ini: Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selainNya."(Sesungguhnya kalau kamu tidak menyembah12
  20. 20. Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kamu berada dalam kesesatan yang nyata." Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam." "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui melalui wahyu dari Allah." "Dan apakah kamu tidak percaya dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki- laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat." "Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)." Nabi-nabi bangsa Arab di atas, sama-sama menyeru bangsanyamasing-masing untuk beriman kepada Allah dan hanyamenyembah Allah, akan tetapi hukuman bencana yang dijatuhkankepada kaum nabi-nabi itu berbeda-beda. Nabi Luth menyalahkankaumnya melakukan hubungan seksual yang immoral. Lagi-lagimesti ditetapkan bahwa hukuman bencana yang dijatuhkankepada kaum Nabi Luth ini tetap diberikan oleh Allah meskipunNabi Luth berusaha menyelamatkan mereka dan hanya Nabi Luthsajalah yang selamat dan orang-orang yang besertanya. Pada konteks kekinian ada hal penting yang perlu dicatatbahwa biasanya seorang Nabi atau Rasul itu dikirim oleh Allahuntuk membawakan ajaran monoteisme kepada bangsanya.Sementara mereka ini diyakini menjadi kaum atau bangsayang menyembah banyak tuhan atau bahkan ateis yang tidakmenyembah tuhan sama sekali. Ayat Al-Quran berikut ini (23:44) akan dapat mengindikasikan bagaimana kaum musliminmerasakan kenabian sungguhpun mereka ini masih tetap lebihsadar akan oposisinya kepada Muhammad ketimbang kesuksesanbeliau. Kemudian Kami utus kepada umat-umat-Ku itu rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami binasakan sebagian mereka dengan sebagian yang lain berturut-turut. Dan Kami jadikan mereka buah 13
  21. 21. tutur manusia, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman. Kebanyakan seorang nabi agaknya berkumpul menjadi satu komunitas bersama orang-orang beriman yang mengelilinginya pada generasi pertama. Maka tidak ada bukti yang menyatakan bahwa seorang nabi atau seorang rasul itu datang ke suatu masyarakat orang beriman kepada Tuhan (Allah) dalam rangka mengajak kaumnya agar memperoleh pengetahuan tentangNya lebih jauh. Orang-orang seperti para nabi pembawa kitab yang berisi ajaran-ajaran. Kitab Perjanjian Lama (Ahl al-Kitab) yang tidak dapat dipikirkan dan hal ini barangkali yang paling signifikan adalah bahwa tak seorangpun dari mereka itu disebutkan di dalam Al-Quran tanpa kecuali, selain Jonah. Maka sekarang diyakini oleh para ilmuwan Kristen bahwa kitab dengan nama tersebut, selain profunditas spirittualnya, tidak ditulis oleh pribadi aktual yang disebut Jonah itu secara langsung. Al-Quran secara implisit menyatakan bahwa pada hakekatnya semua nabi/rasul itu mengajarkan pesan risalah yang secara esensial adalah sama, utamanya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa nanti di hari kiamat tiap-tiap manusia akan dihadapkan kepada Allah secara langsung untuk menerima pembalasan (diadili) atas perbuatan-perbuatan yang dilakukannya di muka bumi ketika masih hidup. Ayat berikut ini (3: 81, 85) menjelaskan perjanjian yang kemungkinan dapat diduga telah terjadi sebelum masa penciptaan: Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi: "Sungguh apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh- sungguh beriman kepadanya dan menolongnya." Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui ..." Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya. Di akhir ayat di atas ada kata Islam yang muncul dengan pengertiannya yang umum -- "tunduk patuh" (kepada Allah) dan lalu menjadi satu kata yang menjelaskan deskripsi agama yang diproklamirkan oleh semua nabi (rasul), bukan hanya diproklamirkan oleh nabi Muhammad SAW semata-mata. Dengan cara yang sama, kata muslim atau "orang yang tunduk menyerah" terkadang dipakai untuk penganut agama yang umum ini. Kata Rasul ketika dipakai untuk arti teknis benar-benar mempunyai arti yang persis sama dengan kata Nabi, yakni orang14
  22. 22. yang menyampaikan suatu pesan (risalah) dari Tuhan kepadaumatnya. Sebutan paling umum bagi Muhammad dalam bahasaArab adalah Rasul Allah, dan oleh karena kata ini cenderungmengandung arti pengembangan konsepsi kenabian atau risalah,seperti yang terjadi di tahun-tahun terakhir Muhammad ketikabeliau sudah menjadi seorang pemimpin dan pimpinan komunitasmasyarakat atau bangsa. Akan tetapi konotasi ini tidak akandiperoleh pada bacaan dalam pemakaian kata-kata Al-Quran yangturun sebelumnya. Perjanjian nabi-nabi (rasul-rasul) ini rupanya terus berlangsungsemenjak masa perjanjian primordial antara Allah dan bangsamanusia sebagai suatu keseluruhan (7: 172-173): Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka seraya berfirman: "Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: "Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kelak kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan), atau agar kamu tidak akan mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan semenjak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu? Barangkali terlalu jauh untuk bersikukuh dengan pendapatbahwa ayat di atas secara implisit menyatakan bahwa semuamanusia anak Adam itu mempunyai pengetahuan bawaansemenjak lahir tentang Tuhan. Namun hal ini juga sekaligusmengatakan bahwa semua manusia anak Adam itu mempunyaikapasitas untuk menanggapi atau memberi jawaban kepadaseorang nabi atau rasul. Pernyataan ini dijelaskan karena perjanjiandan kesaksian di sini merupakan bagian dari latar belakang sejarahkeagamaan bangsa manusia sebagaimana dijelaskan di dalamAl-Quran. Persepsi Yahudi Karena ini adalah konsepsi kenabian dan sejarah nabi-nabiyang dipegangi oleh kaum muslimin awal, maka bagi merekatidak mungkin mempunyai ide yang cukup tentang Yahudi danNasrani (Kristen). Penting pula dikatakan berapa banyak yang tidakdisebutkan di dalam Al-Quran, karena itu penulis modern baratdengan pengetahuan agama-agama tersebut yang mempunyai 15
  23. 23. kerangka pikir dengan rincian-rincian pas yang diberikan, tentu saja berbeda dengan yang dijelaskan di dalam Al- Quran. Didalamnya ada kisah-kisah tentang Nabi Nuh, Ibrahim dan Musa (yang semuanya dianggap sebagai nabi) dan karakter-karakter lain di dalam Perjanjian Lama. Sebaliknya sama sekali tidak memuat indikasi yang diberikan tentang bagaimana nabi-nabi itu saling berkaitan satu sama lain dalam zaman. Demikian pula ada berbagai kisah tentang nabi Musa yang terinci semenjak masa infasinya, dan seterusnya, akan tetapi tentang kisah-kisah kejadian ini disuguhkan secara terpisah-pisah dan tidak disuguhkan secara kronologis dalam satu sajian yang berurutan. Ada ide yang terdapat pada serentetan nabi-nabi pada bangsa Israel. Bangsa ini disebut sebagai Banu Israel (anak-anak keturunan Israel) di banyak cara yang sama sebagai suku-suku Arab yang acapkali dipanggil sebagai Banu N (anak- anak keturunan N). Namun hal itu asal-usulnya diduga didasarkan pada kitab suci yang diberikan kepada Musa, kepada Nabi. Ayat Al-Quran berikut ini mengatakan: Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menyusulinya berturut-turut sesudah itu dengan rasul-rasul. Kontinuitas Bani Israel sebagai sebuah suku bangsa boleh jadi ditandai oleh pernyataan di bawah ini: Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishaq dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya. Di pihak lain, ketika Muhammad SAW sendiri menghadapi penolakan dan penentangan oleh orang-orang Yahudi Madinah sebagai nabi, Al-Quran mengatakan (2: 130) bahwa setelah Ibrahim dipilih putra-putranya dan Yakub untuk tunduk menyerah (sebagai muslim) kepada Tuhan semesta alam, dan Yakub demikian pula Allah telah memilih anak-anaknya dan mereka telah memilih agama (Islam) ini, yaitu suatu komunitas yang telah lalu. Lebih jauh perlu dicatat bahwa di dalam Al-Quran, tidak ada kisah tentang Joshua dan perkampungan Bani Israel di Negeri Yang Dijanjikan. Tidak ada informasi tentang bangunan kerajaan yang dipimpin oleh nabi Dawud, tidak ada informasi tentang pengusiran dan kembali dari pengasingan bangsa Israel. Ada ayat Al-Quran (17: 4-7) yang mengisahkan tentang peringatan yang diberikan kepada Bani Israel dengan dua hukuman, dan satu hukuman menjadi pengusiran, namun pengusiran ini tidak diinformasikan secara eksplisit. Di dalam Al- Quran, Dawud16
  24. 24. menyebut dirinya sebagai nabi yang menerima kitab suci yangdisebut dengan nama Zabur yang diambil menjadi kitab Mazmur(Amsal Sulaiman) (4: 163; 17: 55). Gunung-gunung dan burung-burung dikatakan telah bersama-sama dengan Dawud dalammemuji Allah. Ini dapat menjadi petunjuk ke ayat-ayat (surat-surat) dalam kitab Mazmur yang mengatakan tentang makhluk-makhluk untuk memuji Tuhan. Baik Nabi Dawud maupun NabiSulaiman, keduanya telah diberikan (batas) kekuasaan (21: 78-80)yang menyebutkan bahwa raja Dawud adalah raja yang kuat (38:20) . Demikian juga dikatakan bagaimana Nabi Dawud membuatbaju besi (34: 10 dan seterusnya; 38: 17-20). Walaupun demikian,semuanya ini gagal membuat ide tentang signifikansi Dawud didalam sejarah bangsa Israel. Musa dikatakan sebagai nabi atau rasul yang menerimasebuah kitab suci yang diturunkan oleh Allah yang diberi namakitab Taurat (6: 154; bandingkan dengan 5: 44). Sementara kataTaurat ini dapat diidentikkan dengan nama Torah, yang di dalamAl-Quran dinyatakan bahwa umat Islam tidak boleh memberi idetentang karakter Pentateuch, kitab Perjanjian Lama masih tetapkurang sebagai suatu keseluruhan, karena kitab Taurat ini secaraluas berisikan tentang undang-undang hukum. Dimanapun jugatidak dikatakan bahwa materi historis tentang Nabi Nuh, kepalakeluarga, awal kehidupan Nabi Musa dan Exodus yang berasaldari Taurat. Memang benar, di dalam Al-Quran ada materi historistentang berbagai peristiwa yang terjadi pada sejarah terdahulu,namun, lebih dari memberi informasi segar tentang hal-halyang gaib. Hal ini rupanya malah menggambarkan pelajarandari peristiwa-peristiwa yang terjadi yang segera akan merekaketahui. Berdasarkan tujuan ini, penjelasan ringkas atau petunjukyang cukup, seperti yang dapat dilihat oleh pembandingan ayattentang Nabi Nuh yang telah dikutip di dalam pernyataan Biblikal. Keterangan di atas tidak menjelaskan mengapa perlu adanyanabi-nabi. Barangkali karena bangsa Israel jatuh lagi ke dalamkekufuran yang hampir menuju paganisme (menyembah berhala): Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami ambil di antara dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat serta beriman kepada rasul-rasulKu dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang banyak (menafkahkan harta untuk menunaikan kewajiban dengan hati yang ikhlas), sesungguhnya Aku akan menghapus dosa- dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antara kamu sesudah itu, sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Tetapi) karena mereka melanggar 17
  25. 25. janjinya, Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. (5: 12, dan seterusnya) Pernyataan yang lebih positif adalah ayat di bawah ini: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya, (ada) petunjuk dan cahaya yang menerangi. Yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya (5: 44). Juga ada petunjuk-petunjuk yang kurang jelas tentang pelanggaran-pelanggaran bangsa Yahudi di dalam 7: 167-169. Setelah hadir di Madinah, Nabi Muhamad SAW segera mengadakan kontak dengan kelompok-kelompok masyarakat Yahudi yang ada di sana, dan Al-Quran tidak memberikan argumen-argumen yang mengejutkan yang dapat digunakan untuk menyerang mereka, terutama menyerang pernyataan mereka yang tentu dengan sendirinya mereka telah mempunyai pengetahuan yang benar tentang Allah. Argumen apologetik utama yang dihadirkan bahwa Al-Quran mendatangkan agama Ibrahim yang benar, yang menjadi orang hanif atau orang muslim (dalam artian yang umum), dan bukan menjadi orang Yahudi atau orang Nasrani. Pernyataan terakhir ini dengan tegas-tegas menyatakan kebenaran, walaupun fakta menunjukkan bahwa umat Yahudi dan umat Nasrani merujuk Ibrahim sebagai asal- usul (bapak) agama mereka, dan ini membuktikan bahwa ada pengetahuan tentang Allah yang benar yang berasal dari agama Yahudi atau agama Nasrani. Walaupun demikian, semua argumen ini tidak membantu umat Islam untuk membentuk ide yang jelas tentang Judaisme atau agama Yahudi. Persepsi Tentang Kristen Pasal terdahulu mencoba menunjukkan bagaimana Muhammad dan penduduk Mekah yang lain berkesempatan untuk belajar tentang Kristiani yang terbatas. Berbagai kesempatan telah dilakukan dalam perjalanan dagangnya ke Syria, bahkan sebagaimana yang dilakukan sendiri oleh Muhammad, akan tetapi tidak banyak berpartisipasi dalam diskusi-diskusi keagamaan dengan orang-orang Kristen atau Nasrani. Sebagian kecil masyarakkat Mekah adalah para penghuni asing yang tidak tetap (atau masyarakkat yang berpindah-pindah). Sekalipun18
  26. 26. demikian, dalam ayat-ayat Al-Quran terdahulu ada beberapapetunjuk yang amat bersahabat tentang umat Kristen (Nasrani). Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang- orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal salih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati (2: 62). Pengakuan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaigolongan orang-orang yang beriman kepada Allah adalah sesuaidengan jaminan yang diberikan oleh Waraqah, saudara sepupuKhadijah isteri nabi Muhammad SAW itu, bahwa wahyu-wahyuyang akan beliau terima itu dapat diperbandingkan denganwahyu-wahyu yang diterima oleh Nabi Musa. Segera setelah Hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAWmenerima wahyu berkenaan dengan kesulitan yang dialamibeliau terhadap orang-orang Yahudi di Madinah yang tengahbermusuhan dengan orang-orang Nasrani: Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman adalah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka (orang-orang Nasrani itu) terdapat pendeta-pendeta dan rahib- rahib, juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. (5: 82). Penghargaan dan pujian yang diberikan kepada orang-orangNasrani ini dapat mencerminkan kebaikan hati yang dahuluditunjukkan kepada segolongan umat Islam di kekaisaran NasraniAbyssinia (atau sekarang Ethiopia), ketika umat Islam melepaskandiri dari penyiksaan dan penganiayaan masyarakat Quraish diMekah. Ayat di bawah ini lebih lanjut dapat menunjukkan kemurahanhati orang-orang Nasrani, namun demikian ayat ini juga tetapmengkritik tradisi monastik mereka: Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan pula Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah (tradisi monastik yang membujang dan mengurung diri di dalam biara), padahal Kami tidak mewajibkan kepada 19
  27. 27. mereka tetapi mereka sendirilah yang mengada-adakan untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik (5:27). Ayat berikut ini rupanya menunjukkan kesadaran antara perpecahan dan perselisihan di antara orang-orang Nasrani, meskipun menurut pemikiran dapat menunjukkan perselisihan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Perjanjian itu dapat menjadi perjanjian atau statemen baru sebagaimana dipahami oleh orang-orang Nasrani pertama: Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberikan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan (5: 14). Argumen-argumen yang ditunjukkan pada ayat di bawah ini di antara orang-orang Yahudi dan Nasrani: Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka sama-sama membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka perselisihkan itu (2: 113). Ayat di atas menyebutkan bahwa tuduhan-tuduhan satu sama lain antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, menyebabkan mereka saling menghapuskan pihak lain. Kecaman orang-orang Yahudi dan Nasrani satu sama lain di atas benar-benar membuktikan bahwa mereka sama-sama tidak mengakui kenabian Muhammad SAW, meskipun masing-masing tetap mempertahankan kebenaran mereka secara eksklusif, sebagaimana dijelaskan pada ayat berikut ini: Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah Ibrahim itu dari golongan orang musyrik (2: 135). Bahkan dikatakan bahwa Ibrahim dan keturunan-keturunannya langsung itu bukan orang-orang Yahudi ataupun bukan orang- orang Nasrani. Ada yang perlu dicatat bahwa tak dapat disangkal20
  28. 28. Nabi Ibrahim AS dan lain-lainnya adalah "petunjuk" dan tidakmungkin mengakui petunjuk ini sebagai orang Yahudi atau orangNasrani; tentu saja ini secara implisit harus ada sumber petunjukyang lain. (Ibrahim dalam pandangan Islam adalah seorangnabi/rasul, yang dengan sendirinya menerima dan mengakuipetunjuk). Kata hanif yang dipergunakan di dalam Al-Quranmenunjukkan seorang monoteis yang bukan Yahudi atau bukanNasrani, dan kata ini hanya digunakan untuk agama Nabi Ibrahimdan Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau.Sebagian apologetika Al-Quran, ada yang menentang agama-agama yang terlebih tua dan terlebih dahulu hadirnya di mukabumi ini. Para ulama muslim terdahulu menyebutkan sebagiankecil manusia yang menganggap rendah Muhammad, merekakatakan menjadi orang-orang yang hanif terhadap para pengikutIbrahim dan Muhammad ini. Namun demikian, tidak ada buktiyang menunjukkan sebutan orang-orang hanif itu adalah kata itusendiri, sungguhpun penjelasan demikian diberlakukan. Dalamsyair Jahili dan dalam bahasa Nasrani, kata hanif ini berarti kafiratau penyembah berhala dikarenakan tidak mengikuti agamaNasrani itu. Apa yang barangkali dapat dipandang sebagai awal mula kisahNasrani (Kristen) di dalam Al-Quran adalah materi legenda yangtidak diketemukan pada Perjanjian Baru: Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran, melebihi segala umat (di masa mereka masing- masing), sebagai satu keturunan yang sebagiannya keturunan dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ingatlah ketika isteri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang salih dan berhidmat (di Bait al-Maqdis). Karena itu terimalah nadzar itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, iapun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah sama seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk." Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab (3: 34-37). 21
  29. 29. Imran dalam bahasa Arab dengan membentuk kata amran, ayah Musa, Aaron dan Miriam di dalam Bibel. Sebagian masyarakat Mekah seolah dibingungkan antara kata Mary dengan Miriam, karena nama tersebut menjadi sama dalam bahasa Arabnya dan bahkan Mary dialamatkan sebagai anak putri Aaron pada (19: 28). Ayat tersebut dilanjutkan dengan pertimbangan kelahiran John sang pembaptis (Yahya) yang kira-kira secara kasar sesuai dengan Lukas dalam 1: 5 25, 57-64: Disanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang orang salih." Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul? Berfirman Allah: "Demikianlah Allah berbuat apa yang dikehendakiNya." Berkata Zakaria: "Berilah aku suatu tanda-tanda (bahwa istriku telah mengandung)." Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari." (3:38-41). Ada pula penjelasan yang sama namun dalam surat dan ayat yang lebih panjang pada 19: 1-15. Selanjutnya diikuti oleh kisah yang tersebar luas tentang Maryam dan kelahiran Isa: Dan ceritakanlah tentang kisah Maria (Maryam) di dalam Al-Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang taqwa." Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang Suci." Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina." Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa22
  30. 30. ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang sudah masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara kepada seorang manusia pun pada hari ini." Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina," maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan." Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan sejahtera semoga dilimpahan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dunia dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (19: 16-34). Di samping kisah yang diceritakan ayat di atas bukannyatidak sama dengan kisah yang ada pada Lukas 1: 26-38. Kisahkelahiran tersebut sama sekali memang berbeda, agar sekiranyaumat Kristen membaca tentang peristiwa lain yang terjadi. Tidakada penjelasan tentang hubungan Maria (Maryam) denganYusuf (Joseph), juga tidak ada hubungan dengan perjalanannyake Bethlehem, juga tidak ada kaitannya dengan kelemahan.Sebelumnya tidak ada sumber-sumber lain tentang kisah kelahiranini, namun boleh jadi ada bagi orangorang Kristen di Arabia yangberpegang teguh dengan pandangan yang demikian itu. Apayang penting adalah sesuai dengan sebagian besar tafsir Al-Quranyang mengajarkan konsepsi keperawanan berkaitan dengankelahiran Yesus (Isa), walaupun sebagian komentator muslimmodern mencoba menolak keperawanan ini. Agaknya Al-Quranlebih perduli ketimbang ajaran-ajaran yang mempertahankanMaryam dari tuduhan ketidaksucian dan zina; dan kata-kata di ayatterakhir yang dikutip -- "pernyataan kebenaran" -- kemungkinanmengimplisitkan ayat tersebut yang berakhir dengan semua fitnah 23
  31. 31. yang menjelaskan persoalan pokok konsepsi secara tepat yang sebenamya. Pengakuan konsepsi kesucian Yesus (Isa) oleh umat Islam bersamaan dengan penolakan mereka atas ketuhanannya, agaknya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan penting antara konsepsi keperawanan, kesucian dan ketuhanan, dan refleksi yang cenderung mendukung hal ini. Namun yang dapat dikatakan bahwa bagi orang-orang yang beriman kepada hakekat ketuhanan Yesus atas dasar yang lain adalah menguntungkan pada konsepsi kesucian dan keperawanan. Pernyataan paling penuh tentang hakekat kenabian Yesus (Isa) diberikan pada kisah periwayatan yang lain: (Ingatlah) ketika malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang daripada Nya) Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang orang yang salih." Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki- lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan malaikat Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah," lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, kemudian ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkkan orang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang yang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah satu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman." Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanku. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya, Allah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus." Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: "Siapakah yang menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang24
  32. 32. berserah diri (muslimin). Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam gologan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)" (3: 45-53). Nama orang- orang yang menolong (ansar) yang diberikankepada para pendukung Nabi Muhammad SAW di Madinah, danjuga penyatuannya dengan nasara (umat Kristen). Kata hawariyunyang dipakai didalam Al-Quran hanya dimaksudkan bagi murid-murid (sahabat-sahabat setia) Yesus (Isa). Mujizat yang dijelaskan pada ayat terdahulu juga terdapatpada ayat lain, walaupun tanpa adanya preskripsi-preskripsi legal,lalu ditambahkan: Dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata" (5: 110). Pada ayat-ayat di atas dijelaskan bahwa Isa dikirim olehTuhan kepada Bani Israel, dan dengan demikian mejadi salahsatu keturunan Ibrahim. Walaupun demikian, dia ini dipandangsebagai seorang hakim, "memperkuat" Torah (Taurat), sekalipundengan berbagai variasi yang berbeda-beda satu sama lain.Mujizat burung dari tanah yang kemudian dapat hidup, yangtidak terdapat pada Perjanjian Baru, begitu dikenal sampai ke parailmuwan dari berbagai macam ajaran heretikal. Ada dua hal yang tampil di dalam Al-Quran untuk menolakkepercayaan bahwa Isa itu mati di tiang salib. Hal yang kedua ialahmenolak hakekat ketuhanan Yesus (Isa). Mengenai penolakannyaterhadap kematian Yesus di tiang salib adalah ayat Al-Quran yangmenyebutkan: Dan karena kekafiran mereka (umat Yahudi terhadap Isa) dan karena tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya, dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (4: 156-158). 25
  33. 33. Sementara ada ayat lain yang kurang jelas: (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Wahai Isa, sesungguhnnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang- orang kafir sampai hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya" (3: 55). Pada ayat yang kedua ini terma yang samar-samar diterjemahkan dengan "menyampaikan kamu ke akhir ajalmu" (mutawaffika) yang biasanya digunakan untuk pengertian "menyebabkan engkau mati" (selain arti mati di tiang salib). Orang-orang kafir yang mengikuti Isa yang disebutkan itu bisa jadi orang-orang Yahudilah yang tidak mengakui Yesus dan yang sekarang dalam posisi yang lebih rendah di Kekaisaran Byzantine. Ayat pertama menunjukkan serangan orang-orang Yahudi dan menegaskan bahwa mereka tidak membunuh Yesus. Dalam pengertian ini, sebenarnya karena penyaliban adalah perbuatan serdadu-serdadu Romawi; dan benar juga dalam artiannya yang lebih mendalam, karena penyaliban itu bukan merupakan kemenangan bagi orang-orang Yahudi dalam pandangan mereka tentang kebangkitan kembali Yesus setelah mati. Kalimat shubbiha lahun itu diterjemahkan "seolah olah menjadi seperti mereka" adalah samar-samar dan dapat diterjemahkan dengan cara-cara yang sangat berbeda. Penafsiran umum di tengah kaum muslimin adalah bahwa ada orang lain, kemungkinan sekali Yudas yang diserupakan dan menggantikan Yesus. Sekte heretik modern dari Ahmadiyah berpegang pada pendapat yang mengatakan bahwa Yesus hanyalah pingsan di atas tiang salib, masih tetap hidup dan pulih kembali menjadi sehat seperti sedia kala. Lalu pergi ke arah timur untuk menjalankan dawah; dan golongan Ahmadiyah mengklaim telah menemukan kuburannya di Kashmir. Selama berabad-abad sebelum lahimya Nabi Muhammad SAW, berbagai macam kelompok heretikal Kristen mencoba menjelaskan kematian Yesus di tiang salib dengan cara yang sama. Di tahun-tahun belakangan ini satu atau dua orang muslim telah mencoba menemukan penafsiran-penafsiran ayat di atas yang tidak bertentangan dengan kepercayaan Kristen, karena Yesus benar-benar meninggal dunia. Walaupun demikian, masih tetap ada bukti bahwa hampir seluruh umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad sampai hari ini telah menafsirkan ayat di atas dengan maksud bahwa Yesus itu tidak mati di tiang salib. Jadi persepsi Kristianitas mereka itu meliputi penolakan apa yang menjadi masalah sentral terhadap seluruh keimanan Kristen.26
  34. 34. Penolakan hakekat ketuhanan Yesus (Isa) dikemukakandalam banyak ayat Al-Quran dan dengan demikian juga berartipenolakan secara langsung terhadap ajaran Trinitas. Sebagaimanadijelaskan pada ayat-ayat berikut ini: Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, putra Maryam, itu adalah Rasulullah dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga." Berhentilah dari ucapan itu, itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara (4: 171). Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam," padahal Al- Masih sendiri berkata: "Wahai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanmu dan Tuhanku." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang- orang yang mengatakan, "bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa (5: 72-73). Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Wahai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia. Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakkan apa yang bukan hakku dan mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya niscaya Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib ... Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya, yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (5: 116-117). Pada konteks di atas jelas tidak perlu mendiskusikan ayat-ayat tersebut secara terinci. Masalah-masalah ilmiah yangmembicarakan tentang kematian Isa itu telah lama dibicarakanoleh Geoffrey Parrinder. Al-Quran tidak mempunyai pertimbangansahih tentang kepercayaan mayoritas luas umat Kristen di masahayat Nabi Muhammad, baik kepercayaan umat Kristen yangada di Gereja Besar maupun golongan Monofisit dan golongan 27
  35. 35. Nestorian. Ide bahwa Maryam adalah salah satu dari Trinitas barangkali berasal dari ketentuan kelompok Coliridian yang tidak jelas, di Arabia kedengarannya lebih dari dua abad sebelum Muhammad lahir. Juga mungkin adanya kebimbangan terhadap kenyataan bahwa dalam bahasa Semit, kata yang menunjukkan Ruh itu adalah feminim (muannats). Al-Quran juga agaknya berasumsi bahwa umat Kristen memahami "anak" dalam arti fisikal sebenarnya, sementara ketika bangsa Arab pagan mengatakan beriman kepada "anak perempuan Tuhan" ini tidak memungkinkan diartikannya secara fisik. Dalam kasus Kristen sebagaimana yang terjadi di dalam Yahudi, yang penting adalah untuk mencatat seberapa banyak yang tidak dikatakan. Tidak disebutkan kalau Yesus itu tidak ada kaitannya dengan orang-orang bidaah yang sebenarnya, melainkan berkenaan dengan orang-orang yang beriman kepada Tuhan tetapi memberikan penekanan-penekanan yang salah kedalam praktek-praktek keagamaan. Misalnya, menuntut dipenuhinya secara seksama kewajiban-kewajiban ritual namun lalai terhadap keadilan dan memelihara hal-hal yang lain; dan mereka juga tidak mau memperlakukan orang-orang yang mereka anggap berdosa secara benar. Untuk menemukan kerusakan yang terakhir inilah Yesus menegaskan bahwa dalam kasus penyesalan diri atau taubat bagi pelaku perbuatan dosa, Tuhan bukan hanya mengampuni hukuman melainkan malah memperbaiki orang-orang yang berbuat dosa agar bahagia dan terlepas dari dosa. Lagi-lagi di dalam Al-Quran tidak ada yang membicarakan tugas utama Yesus (Isa), baik yang disebutkan sebagai pengabsahan kerajaan Tuhan maupun penyelamatan dunia atau dengan beberapa nama yang lain. Sementara itu dikatakan bahwa Yesus menerima kitab suci dari Tuhan yang diberi nama Injil (Gospel atau Evangel). Maka tidak ada yang mengatakan bahwa ini sepertinya merupakan ajaran yang lebih aktual di dalam Perjanjian Baru ketimbang kitab Taurat yang diterima oleh Musa yang dianggap sama aktualnya dengan kitab Pentateuch. Selanjutnya umat Islam biasanya menolak ajaran-ajaran aktual kita, yaitu kitab yang diterima oleh Yesus, karena terdiri dari seluruh wahyu yang berasal dari Tuhan dan bukan merupakan pemyataan-pernyataan historis tentang Yesus. Ada ayat yang dapat dinyatakan dalam mana umat Kristen dapat melihat petunjuk Eucharist: (Ingatlah) ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Wahai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab: "Bertaqwalah kepada Allah jika betul-betul orang beriman." Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin28
  36. 36. bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rizkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rizki Yang Paling Utama." Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu." Dari ayat ini tidak mungkin memberikan ide yang signifikantentang Eucharist bagi umat Kristen. Fungsi Persepsi yang Kurang Memadai Dari berbagai ayat yang dikutip dan komentar-komentaryang dilakukan atas ayat-ayat tersebut, jelas bahwa bagi seorangmodern persepsi Al-Quran terhadap Kristen itu secara seriuskurang cukup kuat dan dalam beberapa hal malah boleh jadisalah atau keliru. Namun begitu, ada hal yang penting bahwaKristen hari ini tidak perlu mengambil ini sebagai alasan untukmengingkari bahwa Muhammad itu diberi petunjuk oleh Allah.Apa yang menjadi penting adalah pertimbangan ulang tentanghakekat kenabian. Hal ini penting terutama sekali bagi umatIslam, karena menurut pandangan Islam tradisional Al-Quranadalah benar-benar firman Allah dan sulit untuk melihat betapakesalahan-kesalahan yang terjadi itu dapat dikembalikan kepadaAllah. Solusi terbaik dengan adanya problem ini bagi umat Islamyang berfikir dengan gaya tradisional itu kemungkinan hendakmengatakan bahwa Allah berfirman dalam terma-terma yangdipercayai di Madinah. Menurut para ahli teologi Kristen terkemuka dewasa ini, nabi/rasul adalah seorang yang membawa pesan-pesan risalah dariTuhan kepada umat manusia pada ruang dan waktu dimana iahidup. Sejauh tentang persoalan-persoalan manusia universalyang terlibat pada ruang dan waktu yang khusus ini, pesan-pesantersebut akan relevan dengan sedemikian banyak lingkunganmanusia yang lebih luas. Namun di tempat pertama nabi/rasulhidup ini, mereka adalah orang-orang yang sezaman langsungbagi tiap-tiap nabi. Isa sendiri berkata: "aku dikirim hanya untukcara hidup yang sesaat dari Bani Israel" (Matius: 15: 24), akan tetapisetelah kebangkitannya kembali pengikut-pengikut Yesus itusegera dikatakan bahwa pesan-pesan Yesus ini adalah pekabaran 29
  37. 37. yang baik bagi orang-orang yang bukan Yahudi (kafir), begitu pula merupakan pekabaran yang baik bagi orang-orang Yahudi. Meramalkan masa depan acapkali dipandang sebagai aspek ramalan, akan tetapi kebanyakan ramalan-ramalan kenabian itu terutama agaknya berada pada titik konsekuensi-konsekuensi sikap kekinian dengan jalan hukuman atau pahala. Masalah ini agaknya akan dibicarakan lebih lengkap lagi pada bab yang akan datang. Agaknya Al Quran menyatakan relevansinya yang paling utama kepada bangsa Arab di masa Nabi Muhammad ketika menegaskan keberadaan Al Quran yang berbahasa Arab itu, dan bahwa nabi nabi/rasul rasul membawa wahyu dengan bahasa yang dimiliki bangsanya di mana nabi/rasul itu hidup. Bahasa suatu bangsa atau suatu kaum ini memasukkan keseluruhan cara berfikir (pandangan hidupnya) tentang dunia dan tentang makhluk yang bernama manusia itu. Jadi kata Arab -ijara dapat diterjemahkan dengan pengertian "pemberian perlindungan dengan baik hati", akan tetapi dalam frase bahasa Inggris sebenarnya tidak ada yang membawa kepada orang-orang yang tidak akrab dengan pandangan pandangan dan kebiasaan- kebiasaan bangsa Arab. Ayat "Allah melindungi (yujiru)", namun tidak ada yang dapat dilindungi dari azabNya la-yujaru alayh (23: 88), agaknya tidak dapat dipahami oleh orang barat tanpa keterangan lebih lanjut. Maksudnya, wahyu Allah kepada seorang nabi/rasul itu biasanya dikondisi oleh bahasa dan cara berfikir nabi/rasul dan bangsanya kepada siapa wahyu itu ditujukan di tempat yang pertama. Pada keterangan tentang wahyu itu, masalah ketidak sahihan persepsi Al-Quran terhadap Kristen harus dilihat secara lebih teliti. Kekurangan ini secara pasti sebagai persepsi umat Islam terhadap Kristen yang sampai ke barat dalam kontaknya dewasa ini. Kekurangan ini juga terjadi pada persepsi terhadap kekristenan Kaisar Byzantine dan negeri-negeri lain yang mengelilingi Arabia di masa hayat Nabi Muhammad SAW. Tetapi apakah ada persepsi- persepsi yang sahih terhadap kekristenan dari orang Kristen dalam kaitannya dengan Nabi Muhammad SAW sendiri? Ternyata untuk menjawab pertanyaan ini, juga tidak mudah. Tentu saja pertanyaan ini mengandung dua aspek: kebenaran faktual dan memadai sebagai suatu petunjuk terhadap tindakan. Karena kita tahu bahwa sesungguhnya tidak ada pandangan yang tepat dari umat Kristen yang hidup menetap atau yang berkunjung ke Mekah. Kita hendaknya menghargai bahwa persepsi Al-Quran terhadap kepercayaan mereka kemungkinan secara luas memang benar. Juga boleh dikatakan bahwa persepsi tersebut cukup benar menjadi petunjuk yang sahih bagi Nabi Muhammad SAW dalam30
  38. 38. menghadapi umat Kristen Mekah dengan kelompok-kelompokKristen yang lain yang ada di Arabia yang ditemui pada dua tahunterakhir di masa hayat Nabi Muhammad SAW. Ini bukan tempat untuk menguraikan secara terinci perlakuanNabi Muhammad SAW terhadap orang-orang Yahudi Madinah dantempat-tempat lain di Arabia. Masalah lain yang timbul dari siniadalah karena Muhammad menyandarkan pernyataan kenabianbeliau berdasarkan atas kesamaan pengalaman kenabian beliaudengan pengalaman Musa dan Isa (Yesus). Maka beliau tidakdapat mengingkari kalau orang-orang Yahudi dan orang-orangKristen itu adalah ahli kitab, walaupun mereka nyaris hampirmenyimpang dari keaslian wahyu yang diberikan kepada Isadan Musa, sebagaimana yang diduga. Al-Quran memberikanargumen-argumen yang menyerang orang-orang Nasrani(Kristen). Sebagian terbesar umat mengatakan bahwa perubahanserta ketidak murnian kitab suci Kristen dan Yahudi itu, secaraeksplisit disebutkan di dalam Al-Quran. Padahal dalam babini akan dibicarakan kebenaran pernyataan tersebut, malahanajaran tersebut merupakan penafsiran yang meragukan terhadapbeberapa surat (dan ayat Al-Quran) dan hanya dikeluarkan olehulama-ulama Islam setelah nabi Muhammad SAW wafat. Persepsipokok Al-Quran terhadap Yahudi dan Kristen dapat dikatakankalau mereka adalah ahli kiab, yang menerima kitab suci, padahakekatnya mengajarkan ajaran-ajaran yang sama seperti yangada pada Al-Quran. Sekalipun demikian, orang Yahudi dan Kristen(ahli kitab) ini nyaris hampir menyimpang dari kebenaran kitabsuci yang asli, sekurang-kurangnya, mereka makin memperluasketidak mengertian dan ketidak menerimaannya kepada NabiMuhammad SAW. Berdasarkan landasan persepsi nabi Muhammad SAW padatahun-tahun pengasingan, beliau berinisiasi tentang apa yangdikembangkan ke dalam sistem "minoritas yang terlindungi"(dzimmi, ahl al-dzimmah) di dalam negeri Islam. Kelompok-kelompok Yahudi dan Kristen diberi kadar otonomi internal dibawah pemimpin-pemimpin agama mereka masing-masing,menawarkan kepada mereka agar membayar pajak perlindungan(jizyah) yang tidak memberatkan. Kebijakan perlindungan kepadagolongan minoritas ini sesuai dengan ide-ide tradisional Arabuntuk "melindungi" suku-suku yang lemah oleh suku-suku yangkuat. Hal ini juga mendorong umat Islam untuk menghindarkanhampir semua tanggung jawab yang tidak mungkin dapat dipikuluntuk mengubah orang-orang Yahudi dan Kristen atau mengusirmereka dari wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaanIslam. Di mana para penyembah berhala dan orang-orang kafir itumemilih Islam atau memilih pedang, maka orang-orang Kristen 31
  39. 39. dan Yahudi dapat menjadi bangsa minoritas yang dilindungi. Maka dengan cara inilah persepsi Al-Quran terhadap Kristen, walaupun hanya sebagian kecil saja yang benar dari umat Kristen di masa nabi Muhammad SAW, memberikan landasan-landasan bagi solusi pragmatis problema umat Kristen ke dalam negara Islam. Dalam hal ini, Al-Quran menambahkan sesuatu yang berguna bagi persepsi Kristiani terdahulu di Mekah. Setelah mengamati bagaimana persepsi Al-Quran terhadap Kristen, sungguhpun dalam berbagai cara yang tidak memadai, namun nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin awal mampu membuat kerangka kebijakan yang memuaskan terhadap umat Kristen, maka masalah kenabian Muhammad kembali dapat diperhatikan lagi. Ini adalah penting karena umat Kristen dewasa ini seharusnya mempunyai pandangan positif yang jelas. Sekalipun demikian, agaknya tidak mudah untuk menyusun rumusan pandangan, sebab memang ada perbedaan antara konsepsi Islam tentang nabi dan konsepsi Kristen kontemporer tentang nabi. Sementara bagi kristen, nabi itu mempunyai pesan risalah dari Tuhan untuk tempat dan zaman di mana nabi itu hidup. Dalam pada itu, dalam tradisi Islam nabi menerima wahyu yang aktual tanpa adanya campur tangan manusia selain bahasa dan sebagian pesan-pesan yang diwahyukan itu mempunyai validitas yang universal. Maka tidak dapat dipertahankan kalau segala hal yang ada di dalam Al-Quran itu universal, karena meliputi penegasan tentang kebijakan-kebijakan kontemporer, misalnya, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Perang Badar dan Uhud. Di abad ke delapan, seorang golongan Nestorian yang bernama Catholicos Timothy menyatakan bahwa Muhammad masuk ke jalan seorang "nabi", walaupun kenyataannya beliau bukanlah seorang nabi, dan hal ini mungkin saja terjadi karena Timothy ini sadar akan konsepsi kenabian Islam. Umat Kristen mulai mempertimbangkan masalah ini dengan menengok latar belakang historis karir Muhammad dan akibat historisnya. Sebagaimana yang nampak pada bab terdahulu, Kristen di masa itu mempunyai sejumlah kelemahan. Bangsa Arab Mekah yang tiba-tiba mempunyai kemakmuran ekonomi, menemukan jalan hidup tua mereka terdahulu yang sudah hilang, hingga mereka mengejar sesuatu misalnya suatu agama baru. Akan tetapi tidak satu pun bentuk yang ada di dalam Kristen yang mampu menemukan kebutuhan-kebutuhan mereka itu. Dengan kata lain, ada kevakuman agama di Mekah pada saat itu, yang pada saat yang sama umat Kristen tidak dapat memenuhinya. Pengakuan berikutnya oleh sebagian yang hidup di Afrika Utara, tanah Bulan Sabit yang subur makmur dan Iran, menunjukkan bahwa ada pula kevakuman religius di wilayah-wilayah yang32
  40. 40. disebutkan itu. Ada landasan-landasan untuk berpegang kepadapendapat bahwa Allah di samping menunjukkan Islam untukmemberi petunjuk yang lebih baik kepada umat manusia yangsedang dirundung keruwetan. Dengan kata lain, Islam hadir dimuka bumi ini bukan disebabkan oleh usaha dan rencana manusiamelainkan oleh karena inisiatif ilahiah. Apabila inisiatif ilahiah ini diakui, maka dipertanyakanbagaimana Tuhan telah bertitah melalui Muhammad. Dalamsemua tulisan saya tentang Muhammad yang dimulai hampirselama empat puluh tahun yang lalu, saya senantiasa berpendapatbahwa Muhammad itu tulus murni dalam berfikir karena Al-Quran itu bukan ciptaannya sendiri, melainkan datang kepadabeliau dari luar dirinya. Oleh karena itu saya tidak pernahmenggunakan kata "Muhammad berkata" tentang pernyataan-pernyataan Al-Quran sungguhpun saya sendiri menyalahkan ini,namun saya selalu menggunakan frase yang netral "Al-Quranberkata" atau "Al-Quran mengatakan." Pada tahun 1953 yang lalusaya pernah berpandangan bahwa Al-Quran adalah ciptaan Ilahi,namun diciptakan lewat kepribadian Muhammad SAW, makadalam cara yang sama bahwa gambaran-gambaran tertentu Al-Quran terutama dianggap berasal dari kemanusiaan Muhammad."Namun belakangan ini saya menyatakan bahwa pesan-pesanrisalah yang diwahyukan dapat dianggap sebagai diperantaraioleh ketidaksadaran Nabi SAW, sekalipun langsung berasal dariTuhan. Pandangan tersebut akan mampu menjelaskan gambaranpersepsi-persepsi Al-Quran tentang Kristen, namun saya tidakakan mempertahankan pandangan tersebut. Berdasarkanpandangan Islam yang baku bahwa Al-Quran itu seluruhnyaberasal dari Allah dan bahwa kepribadian Muhammad SAWitu sama sekali tidak memberi kontribusi terhadap Al-Quran.Barangkali sulit untuk menjelaskan kekurangan dan kekeliruanpernyataan-pernyataan tentang masalah-masalah yang dikandungoleh Bibel. Walaupun demikian, apa yang penting di sini bukannyamemberikan penjelasan yang tepat tentang "cara" wahyu turundalam terma-terma modern, baik pemyataan ketidaksadaranmaupun yang lain. Sebaliknya, yang penting di sini adalah untukmenegaskan tentang bagaimana kepribadian atau bagaimanakepribadian yang lain dan pandangan dunia Muhammad masukke dalam pesan-pesan wahyu yang diturunkan oleh Tuhan.Petunjuk yang dapat dilacak berkenaan dengan kasus Hosea didalam Perjanjian Lama, karena Tuhan memperlihatkan kepadaHosea dengan pengalaman isterinya sendiri yang tidak beriman,maka ada suatu pengalaman yang paralel tentang pengalamanketidak berimanan (kekufuran) bangsa Israel kepada Tuhan. Yang terutama penting bagi umat Kristen dewasa ini adalah 33
  41. 41. ketidak sempurnaan persepsi Al-Quran terhadap Kristen itu tidak perlu membatasi nilai-nilai positif kebesaran ajaran Al-Quran, yang menambahkan bukti kebenaran-kebenaran sentral tradisi agama Ibrahim. Tuhan adalah Sang Pencipta sekalian manusia, yang telah menciptakan dunia sebagai tempat yang sesuai bagi makna kehidupan manusia. Tuhan menghendaki seluruh umat manusia itu beriman kepadaNya. Tuhan menghendaki keseimbangan kualitas moral kehidupan manusia di Hari Kemudian. Tuhan memanggil kepada semua manusia yang beriman untuk hanya menyembah kepada satu-satunya Allah bukan menyembah kepada yang lain selain Allah; agar berterima kasih kepadaNya dan mengikuti jalan hidup yang lurus, terutama dengan bersedekah dan bermurah hati mendermakan rejeki yang diberikan kepada mereka. Al-Quran juga menghadirkan Muhammad sebagai pribadi yang dipilih oleh Allah untuk membawa pesan risalah kenabian kepada penduduk Mekah, kepada bangsa Arab dan bahkan kepada publik manusia yang lebih luas. Dalam cahaya nilai-nilai positif yang agung tentang ajaran Al-Quran dan kesuksesan-kesuksesan praktis yang dihasilkan dari kenabian ini, persepsi-persepsi yang tak memadai terhadap Yahudi dan Kristen tidak dapat dinilai menjadi kelemahan yang serius, misalnya, untuk meniadakan semua hal yang disuarakan dan benar. Ada prinsip Kristiani yakni, "dari buah-buah mereka yang hendaknya engkau ketahui", dan secara pasti Islam membawa berjuta-juta kehidupan yang lebih baik ketimbang sisi lain yang sudah mereka miliki. Bahkan harus dikatakan agar dapat menolong menjadikan sebagian orang suci Kristen. Massignon dan Foucauld masuk Kristen dengan menyaksikan Islam kepada kebenaran hidup Tuhan. Seseorang menulis tentang Foucauld dan ketaatannya kepada kematian dalam Islam. Bagi seorang mistik, jiwa-jiwa yang mati itu dinilai sebanyak jiwa-jiwa yang hidup dan pekerjaan pokoknya yang khusus adalah untuk mensucikan keabadian Islam -- yang telah dan akan menjadi atas nama keabadian -- dalam menolong untuk memberikan seorang suci kepada Kristen. Lebih dari itu, ada banyak contoh dalam Bibel dan sejarah Kristiani, bagaimana Tuhan dapat mencapai tujuan-Nya lewat alat- alat apapun yang ada di tangan (kekuasaan)-Nya, bahkan ketika mereka memiliki kelemahan. Jadi umat Kristen harus mengikuti kebenaran mendalam pada pernyataan Al-Quran agar mengakui agama Ibrahim. Umat Yahudi, umat Kristen dan umat Islam, semua mempunyai keimanan yang kembali kepada Ibrahim, sungguhpun dengan nama apa saja keimanan itu diberi nama. Sementara, sebagian umat Islam agaknya berfikir bahwa suatu agama itu wajib tetap asli-murni34
  42. 42. tidak berubah-ubah. Dalam pada itu, sebagian umat Kristenmelihat agama sebagai suatu hal yang hidup yang tumbuh danberkembang sampai-sampai menemukan kebutuhan-kebutuhanmasyarakat manusia yang senantiasa menjadi dan berubah takkenal usai, dan hanya di pusatnyalah yang tetap dan yang tidakberubah untuk selama-lamanya. 35
  43. 43. 36

×