JurnalIslam, Doktrin dan Peradaban      Yayasan Paramadina            2000
KolofonTulisan ini diambil dari artikel yang dimuat di situs media.isnet.org tanpa seijin dari pengelola dan menurut situs...
JurnalIslam, Doktrin dan Peradaban      Yayasan Paramadina            2000
iv
Daftar Isi       Kolofon	ii1.	 Disiplin Keilmuan Tradisional Islam: Ilmu Kalam 	                                       1  ...
4.	 Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari Sebagai Doktrin Aqidah Islamiah	                  43            Imam al-Asyari	   ...
Disiplin Keilmuan Tradisional Islam:                                                                                      ...
Kemaha-Esaan [Tuhan]), dan Ilmu Ushul al-Din        kaya dan beraneka ragam. Sedangkan kajian    (Ushuluddin, yakni, Ilmu ...
Pertumbuhan Ilmu Kalam                                                        1    Sama halnya dengan disiplin-disiplin ke...
terlebih dahulu mengalami Hellenisasi (disamping     atau harus dibunuh? Karena ia berbuat dosa    Kristenisasi). Daerah-d...
Tetapi mereka kemudian sangat kecewa kepada      boleh dikatakan binasa. Tetapi dalam perjalananAli, karena Khalifah ini m...
penganut paham Jabariyyah, yaitu pandangan            hendak mereka tegakkan. Golongan yang    bahwa manusia tidak berdaya...
Ahli Kalam dan Falsafah.(6)                                     Mutazilah berpendapat bahwa Kalam Allah itu    Khalifah al...
Hanbal adalah karena masalah ini.                                  Namun jasa al-Mamun dalam membuka pintu        Mihnah i...
pemikiran Mutazili). Tetapi kemudian pada usia 40   Umar Samarani (yang populer dengan sebutantahun ia meninggalkan paham ...
tiga itu hanya satu yang selamat, sedangkan      kontroversi yang paling dini dalam pemikiran        yang tujuh puluh dua ...
Fa laysa majburan wa la khtiyara wa laysa kullan       Tetapi tak urung konsep kasb al-Asyari itu   yafalu khtiyara       ...
Jabariyyah, meskipun mereka ini menentangnya         aneh dalam Ilmu Kalam.(15)     secara verbal dan mengemukakan hal-hal...
merupakan unsur kesuksesan sistemnya.                              haqiqah fi al-ayan, la fi al-adzhan).(18)    Tetapi bag...
dengan adanya fitrah itulah manusia mendapat     manfaat dari bukti-bukti dan dalil-dalil.(21)        Maka sejalan dengan ...
Falsafah Islam: Unsur-Unsur Hellenisme                                                                                    ...
Islam ini disebut ulum al-hikmah atau secara                       Disinilah pangkal kontroversi yang ada sekitar     sing...
sebelah utara Jazirah Arabia, yaitu bangsa-bangsa      (keturunan suku Bani Ghassan Yang Kristen, satelitSyria, Mesir, dan...
Barat, seperti adanya hubungan tidak mudah         Mesopotamia. Sebab sekalipun ilmu pengetahuan     antara kaum Muslim de...
learning became accessible in Arabic. During                        Interaksi intelektual orang-orang Muslim the ninth and...
were subjugated by the Muslims. This indicates not         yang menjadi cikal-bakal ilmu kimia moderen.(7)        only the...
Ibn Taymiyyah dan lain-lain, menolak yang bersifat      dalam banyak hal menyangkut bidang yang bagipenalaran murni dan de...
model karyanya. Disamping membentuk dunia              dengan tindakan Akal untuk menjangkau wujud     fisik, demiurge jug...
al-awwal), yang menunjukkan rasa hormat                berbeda-beda dari kalangan agama. Orang-orangmereka yang amat besar...
Aristoteles di dunia Islam ada kaitannya           Islam, tetapi Aristotelianisme. Apalagi jika        dengan diketemukann...
unsur-unsur Neoplatonisme. Maka cukup menarik                        Demikian pula, kita sepenuhnyabahwa sementara orang-o...
menggunakan sistem ilmu mantiq.                         kaum Muslim tampak nyata. Seperti dikatakan        Tetapi, seperti...
Ilmu kalam adalah unik dalam pemikiran umat           they inherited these arguments from the Arabicmanusia. Ia merupakan ...
Sebagaimana telah menjadi pokok                     Argumen kosmologi kalam membimbing kita ke     pembicaraan buku Willia...
Disiplin Ilmu Keislaman Tradisional:                                                                                      ...
ekspansi militer ke luar Jazirah Arabia itu mula-                       "daerah beradab" (Oikoumene, menurut sebutan     m...
beliau mengemban tugas suci kerasulan (risalah),                    hirarki sosial) dan yang bersifat universal (berlakukh...
menjadi masyarakat hukum (legal society),                       simpul kepercayaan (al-aqaid) dan peribadatan (al-     nam...
menjadi sumber kesulitan yang menimbulkan              Muslim dalam fase perkembangan historis merekaberbagai perbedaan pe...
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Islam, doktrin dan peradaban
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Islam, doktrin dan peradaban

5,210
-1

Published on

... sebuah pemikiran..., tidak suka pemikirnya? ambil hasil pemikirannya! buang pemikirnya...

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,210
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
225
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Islam, doktrin dan peradaban

  1. 1. JurnalIslam, Doktrin dan Peradaban Yayasan Paramadina 2000
  2. 2. KolofonTulisan ini diambil dari artikel yang dimuat di situs media.isnet.org tanpa seijin dari pengelola dan menurut situs tersebut, tulisan ini pernah diterbitkan oleh: Yayasan Paramadina Digitalisasi dengan menggunakan aplikasi Adobe® InDesign® CS6 for Mac® OS X yang dibuat oleh Adobe® Systems Inc.Typeface yang dipergunakan disini adalah: Myriad Pro, Adobe® Naskh dan Adobe® Garamond Pro yang dibuat oleh Adobe® Systems Inc.
  3. 3. JurnalIslam, Doktrin dan Peradaban Yayasan Paramadina 2000
  4. 4. iv
  5. 5. Daftar Isi Kolofon ii1. Disiplin Keilmuan Tradisional Islam: Ilmu Kalam 1 (Sebuah Tinjauan Singkat Kritis Kesejarahan) Pertumbuhan Ilmu Kalam 2 Peranan Kaum Khawarij dan Mutazilah 4 Plus-Minus Ilmu Kalam 82. Falsafah Islam: Unsur-Unsur Hellenisme di Dalamnya 15 Pertumbuhan 16 Neoplatonisme 21 Aristotelianisme 22 Penutup 243. Disiplin Ilmu Keislaman Tradisional: Fiqh (Tinjauan Dari Segi Makna Kesejarahan) 29 Pangkal Pertumbuhan Fiqh 30 Masa-masa Perkembangan Formatif 33 Ushul al-Fiqh (I) 35 Hadits sebagai Sunnah 36 Ushul al-Fiqh (II) 40 Penutup 41
  6. 6. 4. Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari Sebagai Doktrin Aqidah Islamiah 43 Imam al-Asyari 44 Beberapa Inti Pokok Paham Asyari 46 Alur Argumen Kalam Asyari 50 Masalah Perilaku Manusia 54 5. Disiplin Keilmuan Islam Tradisional: Tasawuf 59 (Letak dan Peran Mistisisme dalam Penghayatan Keagamaan Islam) Tasawuf Sebagai Gerakan Oposisi 61 Tarik-menarik Antara Syariah dan Thariqah 63 Tasawuf Sebagai Olah Ruhani 65 Masalah Keabsahan Tasawuf 68 6. Menangkap Kembali Dinamika Islam Klasik: Masyarakat Salaf Sebagai Masyarakat Etika 73 Golongan Salaf 74 Masyarakat Salaf Sebagai Masyarakat Etik 79 7. Pertimbangan Kemaslahatan Dalam Menangkap Makna dan Semangat Ketentuan Keagamaan: Kasus Ijtihad Umar Ibn Al-Khattab 87vi
  7. 7. Disiplin Keilmuan Tradisional Islam: 1 Ilmu Kalam (Sebuah Tinjauan Singkat Kritis Kesejarahan)I lmu Kalam adalah salah satu dari empat disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagiandari tradisi kajian tentang agama Islam. Tiga lainnya sebagai Teologia, sekalipun sebenarnya tidak seluruhnya sama dengan pengertian Teologia dalam agama Kristen, misalnya. (Dalam pengertianialah disiplin-disiplin keilmuan Fiqh, Tasawuf, dan Teologia dalam agama kristen, Ilmu Fiqh akanFalsafah. Jika Ilmu Fiqh membidangi segi-segi termasuk Teologia). Karena itu sebagian kalanganformal peribadatan dan hukum, sehingga tekanan ahli yang menghendaki pengertian yang lebihorientasinya sangat eksoteristik, mengenai hal-hal persis akan menerjemahkan Ilmu Kalam sebagailahiriah, dan Ilmu Tasawuf membidangi segi- Teologia dialektis atau Teologia Rasional, dansegi penghayatan dan pengamalan keagamaan mereka melihatnya sebagai suatu disiplin yangyang lebih bersifat pribadi, sehingga tekanan sangat khas Islam.orientasinya pun sangat esoteristik, mengenai hal- Sebagai unsur dalam studi klasik pemikiranhal batiniah, kemudian Ilmu Falsafah membidangi keislaman. Ilmu Kalam menempati posisi yanghal-hal yang bersifat perenungan spekulatif cukup terhormat dalam tradisi keilmuan kaumtentang hidup ini dan lingkupnya seluas-luasnya, Muslim. Ini terbukti dari jenis-jenis penyebutanmaka Ilmu Kalam mengarahkan pembahasannya lain ilmu itu, yaitu sebutan sebagai Ilmu Aqdidkepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai (Ilmu Akidah-akidah, yakni, Simpul-simpulderivasinya. Karena itu ia sering diterjemahkan [Kepercayaan]), Ilmu Tawhid (Ilmu tentang
  8. 8. Kemaha-Esaan [Tuhan]), dan Ilmu Ushul al-Din kaya dan beraneka ragam. Sedangkan kajian (Ushuluddin, yakni, Ilmu Pokok-pokok Agama). Di tentang Ilmu Kalam meliputi hanya khazanah yang negeri kita, terutama seperti yang terdapat dalam cukup terbatas, yang mencakup jenjang-jenjang sistem pengajaran madrasah dan pesantren, kajian permulaan dan menengah saja, tanpa atau sedikit tentang Ilmu Kalam merupakan suatu kegiatan sekali menginjak jenjang yang lanjut (advanced). yang tidak mungkin ditinggalkan. Ditunjukkan Berkenaan dengan hal ini dapat disebutkan oleh namanya sendiri dalam sebutan-sebutan lain contoh-contoh kitab yang banyak digunakan di tersebut di atas, Ilmu Kalam menjadi tumpuan negeri kita, khususnya di pesantren-pesantren, pemahaman tentang sendi-sendi paling pokok untuk pengajaran Ilmu Kalam. Yaitu dimulai dalam ajaran agama Islam, yaitu simpul-simpul dengan kitab Aqidat al-Awamm (Akidat Kaum kepercayaan, masalah Kemaha-Esaan Tuhan, dan Awam), diteruskan dengan Bad al-Amal (Pangkal pokok-pokok ajaran agama. Karena itu, tujuan Berbagai Cita) atau Jawharat al-Tauhid (Pertama pengajaran Ilmu Kalam di madrasah dan pesantren Tauhid), mungkin juga dengan kitab Al-Sanusiyyah ialah untuk menanamkan paham keagamaan yang (disebut demikian karena dikarang oleh seseorang benar. Maka dari itu pendekatannya pun biasanya bernama al-Sanusi). doktrin, seringkali juga dogmatis. Disamping itu, sesungguhnya Ilmu Kalam Meskipun begitu, dibanding dengan kajian tidak sama sekali bebas dari kontroversi atau tentang Ilmu Fiqh, kajian tentang Ilmu Kalam di sikap-sikap pro dan kontra, baik mengenai isinya, kalangan kaum "Santri" masih kalah mendalam dan metodologinya, maupun klaim-klaimnya. Karena meluas. Mungkin dikarenakan oleh kegunaannya itu penting sekali mengerti secukupnya ilmu yang praktis, kajian Ilmu Fiqh yang membidangi ini, agar terjadi pemahaman agama yang lebih masalah-masalah peribadatan dan hukum itu seimbang. meliputi khazanah kitab dan bahan rujukan yang2
  9. 9. Pertumbuhan Ilmu Kalam 1 Sama halnya dengan disiplin-disiplin keilmuan kalam tidaklah dimaksudkan "pembicaraan"Islam lainnya, Ilmu Kalam juga tumbuh beberapa dalam pengertian sehari-hari, melainkan dalamabad setelah wafat Nabi. Tetapi lebih dari disiplin- pengertian pembicaraan yang bernalar dengandisiplin keilmuan Islam lainnya, Ilmu Kalam sangat menggunakan logika. Maka ciri utama Ilmu Kalamerat terkait dengan skisme dalam Islam. Karena ialah rasionalitas atau logika. Karena kata-kataitu dalam penelusurannya ke belakang, kita akan kalam sendiri memang dimaksudkan sebagai tersampai kepada peristiwa pembunuhan Utsman jemahan kata dan istilah Yunani logos yang jugaIbn Affan, Khalifah III. Peristiwa menyedihkan secara harfiah berarti "pembicaraan", tapi yang daridalam sejarah Islam yang sering dinamakan al- kata itulah terambil kata logika dan logis sebagaiFitnat al-Kubra (Fitnah Besar), sebagaimana telah derivasinya. Kata Yunani logos juga disalin kebanyak dibahas, merupakan pangkal pertumbuhan dalam kata Arab manthiq, sehingga ilmu logika,masyarakat (dan agama) Islam di berbagai bidang, khususnya logika formal atau silogisme ciptaankhususnya bidang-bidang politik, sosial dan paham Aristoteles dinamakan Ilmu Mantiq (Ilm al-Mantiq).keagamaan. Maka Ilmu Kalam sebagai suatu Maka kata Arab "manthiqi" berarti "logis".bentuk pengungkapan dan penalaran paham Dari penjelasan singkat itu dapat diketahuikeagamaan juga hampir secara langsung tumbuh bahwa Ilmu Kalam amat erat kaitannya dengandengan bertitik tolak dari Fitnah Besar itu. Ilmu Mantiq atau Logika. Itu, bersama dengan Sebelum pembahasan tentang proses Falsafah secara keseluruhan, mulai dikenal orang-pertumbuhan Ilmu Kalam ini dilanjutkan, orang Muslim Arab setelah mereka menaklukkandirasa perlu menyisipkan sedikit keterangan dan kemudian bergaul dengan bangsa-bangsatentang Ilmu Kalam (Ilm al-Kalam), dan akan yang berlatar-belakang peradaban Yunani danlebih memperjelas sejarah pertumbuhannya itu dunia pemikiran Yunani (Hellenisme). Hampirsendiri. Secara harfiah, kata-kata Arab kalam, semua daerah menjadi sasaran pembebasanberarti "pembicaraan". Tetapi sebagai istilah, (fath, liberation) orang-orang Muslim telah
  10. 10. terlebih dahulu mengalami Hellenisasi (disamping atau harus dibunuh? Karena ia berbuat dosa Kristenisasi). Daerah-daerah itu ialah Syria, besar (berbuat tidak adil dalam menjalankan Irak, Mesir dan Anatolia, dengan pusat-pusat pemerintahan) padahal berbuat dosa besar adalah Hellenisme yang giat seperti Damaskus, Atiokia, kekafiran. Dan kekafiran, apalagi kemurtadan Harran, dan Aleksandria. Persia (Iran) pun, meski (menjadi kafir setelah Muslim), harus dibunuh. tidak mengalami Kristenisasi (tetap beragama Mengapa perbuatan dosa besar suatu kekafiran? Majusi atau Zoroastrianisme), juga sedikit banyak Karena manusia berbuat dosa besar, seperti mengalami Hellenisasi, dengan Jundisapur sebagai kekafiran, adalah sikap menentang Tuhan. Maka pusat Hellenisme Persia. harus dibunuh! Dari jalan pikiran itu, para (bekas) Adalah untuk keperluan penalaran logis itu pembunuh Utsman atau pendukung mereka bahan-bahan Yunani diperlukan. Mula-mula ialah menjadi cikal-bakal kaum Qadari, yaitu mereka untuk membuat penalaran logis oleh orang- yang berpaham Qadariyyah, suatu pandangan orang yang melakukan pembunuhan Utsman bahwa manusia mampu menentukan amal atau menyetujui pembunuhan itu. Jika urutan perbuatannya, maka manusia mutlak bertanggung penalaran itu disederhanakan, maka kira-kira jawab atas segala perbuatannya itu, yang baik dan akan berjalan seperti ini: Mengapa Utsman boleh yang buruk. Peranan Kaum Khawarij dan Mutazilah netral dari peperangan itu bukanlah orang- Para pembunuh Utsman itu, menurut beberapa orang yang membunuh Utsman. Sebaliknya, petunjuk kesejarahan, menjadi pendukung para pembunuh Utsman itu adalah sekelompok kekhalifahan Ali Ibn Abi Thalib, Khalifah IV. Ini kecil dari pasukan Ali, sedangkan umat saat disebutkan, misalnya, oleh Ibn Taymiyyah, sebagai kekhalifahan Utsman itu berjumlah dua ratus ribu berikut: orang, dan yang menyetujui pembunuhannya Sebagian besar pasukan Ali, begitu pula mereka seribu orang sekitar itu.(1) yang memerangi Ali dan mereka yang bersikap 1  Ibn Taymiyyah, Minhaj al-Sunnah, jil. 4, h. 237.4
  11. 11. Tetapi mereka kemudian sangat kecewa kepada boleh dikatakan binasa. Tetapi dalam perjalananAli, karena Khalifah ini menerima usul perdamaian sejarah pemikiran Islam, pengaruh mereka tetapdengan musuh mereka, Muawiyah ibn Abu Sufyan, saja menjadi pokok problematika pemikiran Islam.dalam "Peristiwa Shiffin" di situ Ali mengalami Yang paling banyak mewarisi tradisi pemikirankekalahan di plomatis dan kehilangan kekuasaan Khawarij ialah kaum Mutazilah. Mereka inilah"de jure"-nya. Karena itu mereka memisahkan sebenarnya kelompok Islam yang paling banyakdiri dengan membentuk kelompok baru yang mengembangkan Ilmu Kalam seperti yang kitakelak terkenal dengan sebutan kaum Khawarij kenal sekarang. Berkenaan dengan Ibn Taymiyyah(al-Kahwarij, kaum Pembelot atau Pemberontak). mempunyai kutipan yang menarik dari keteranganSeperti sikap mereka terhadap Utsman, kaum salah seorang ulama yang disebutnya ImamKhawarij juga memandang Ali dan Muawiyah Abdullah ibn al-Mubarak. Menurut Ibn Taymiyyah,sebagai kafir karena mengkompromikan yang sarjana itu menyatakan demikian:benar (haqq) dengan yang palsu (bathil). Karena Agama adalah kepunyaan ahli (pengikut)itu mereka merencanakan untuk membunuh Ali Hadits, kebohongan kepunyaan kaum Rafidlah,dan Muawiyah, juga Amr ibn al-Ash, gubernur (ilmu) Kalam kepunyaan kaum Mutazilah, tipu dayaMesir yang sekeluarga membantu Muawiyah kepunyaan (pengikut) Ray (temuan rasional) ... (3)mengalahkan Ali dalam "Peristiwa Shiffin" tersebut. Karena itu ditegaskan oleh Ibn TaymiyyahTapi kaum Khawarij, melalui seseorang bernama bahwa Ilmu Kalam adalah keahlian khusus kaumIbn Muljam, berhasil membunuh hanya Ali, Mutazilah.(4) Maka salah satu ciri pemikiransedangkan Muawiyah hanya mengalami luka-luka, Mutazili ialah rasionalitas dan paham Qadariyyah.dan Amr ibn al-Ash selamat sepenuhnya (tapi Namun sangat menarik bahwa yang pertamamereka membunuh seseorang bernama Kharijah kali benar-benar menggunakan unsur-unsuryang disangka Amr, karena rupanya mirip).(2) Yunani dalam penalaran keagamaan ialah Karena sikap-sikap mereka yang sangat seseorang bernama Jahm ibn Shafwan yang justruekstrem dan eksklusifistik, kaum Khawarij akhirnya 3  Ibid, h. 110. 2  Ibid, hh. 12-13. 4 Ibid. 5
  12. 12. penganut paham Jabariyyah, yaitu pandangan hendak mereka tegakkan. Golongan yang bahwa manusia tidak berdaya sedikit pun juga mengingkari adanya sifat-sifat Tuhan itu dikenal berhadapan dengan kehendak dan ketentuan sebagai al-Nufat ("pengingkar" [sifat-sifat Tuhan]) Tuhan. Jahm mendapatkan bahan untuk penalaran atau al-Muaththilah ("pembebas" [Tuhan dari sifat- Jabariyyah-nya dari Aristotelianisme, yaitu bagian sifat]).(5) dari paham Aristoteles yang mengatakan bahwa Kaum Mutazilah menolak paham Jabiriyyah- Tuhan adalah suatu kekuatan yang serupa dengan nya kaum Jahmi. Kaum Mutazilah justru menjadi kekuatan alam, yang hanya mengenal keadaan- pembela paham Qadariyyah seperti halnya keadaan umum (universal) tanpa mengenal kaum Khawarij. Maka kaum Mutazilah disebut keadaan-keadaan khusus (partikular). Maka sebagai "titisan" doktrinal (namun tanpa gerakan Tuhan tidak mungkin memberi pahala dan dosa, politik) kaum Khawarij. Tetapi kaum Mutazilah dan segala sesuatu yang terjadi, termasuk pada banyak mengambil alih sikap kaum Jahmi yang manusia, adalah seperti perjalanan hukum alam. mengingkari sifat-sifat Tuhan itu. Lebih penting Hukum alam seperti itu tidak mengenal pribadi lagi, kaum Mutazilah meminjam metologi (impersonal) dan bersifat pasti, jadi tak terlawan kaum Jahmi, yaitu penalaran rasional, meskipun oleh manusia. Aristoteles mengingkari adanya dengan berbagai premis yang berbeda, bahkan Tuhan yang berpribadi personal God. Baginya berlawanan (seperti premis kebebasan dan Tuhan adalah kekuatan maha dasyat namun tak kemampuan manusia). Hal ini ikut membawa kaum berkesadaran kecuali mengenai hal-hal universal. Mutazilah kepada penggunaan bahan-bahan Maka mengikuti Aristoteles itu Jahm dan para Yunani yang dipermudah oleh adanya kegiatan pengikutpya sampai kepada sikap mengingkari penerjemahan buku-buku Yunani, ditambah adanya sifat bagi Tuhan, seperti sifat-sifat kasib, dengan buku-buku Persi dan India, ke dalam pengampun, santun, maha tinggi, pemurah, dan bahasa Arab. Kegiatan itu memuncak di bawah seterusnya. Bagi mereka, adanya sifat-sifat itu pemerintahan al-Mamun ibn Harun al-Rasyid. membuat Tuhan menjadi ganda, jadi bertentangan Penterjemahan itu telah mendorong munculnya dengan konsep Tauhid yang mereka akui sebagai 5  Ibid., jil. 1, hh. 344 dan 345.6
  13. 13. Ahli Kalam dan Falsafah.(6) Mutazilah berpendapat bahwa Kalam Allah itu Khalifah al-Mamun sendiri, di tengah-tengah hadits, sementara kaum Hadits (dalam arti Sunnah,pertikaian paham berbagai kelompok Islam, dan harap diperhatikan perbedaan antara kata-memihak kaum Mutazilah melawan kaum kata hadits [a dengan topi] dan hadits [i denganHadits yang dipimpin oleh Ahmad ibn Hanbal topi]) berpendapat al-Quran itu qadim seperti(pendiri mazhab Hanbali, salah satu dari empat Dzat Allah sendiri.(9) Pemenjaraan Ahmad ibnmazhab Fiqh). Lebih dari itu, Khalifah al-Mamun, "orang yang banyak bicara"), ialah karena bertengkar sesama mereka dengan adu argumen melalui pembicaraan kosong,dilanjutkan oleh penggantinya, Khalifah al- tidak substantif. (Lihat Ibn Taymiyyah, Naqdl al-Manthiq, hh.Mutashim, melakukan mihnah (pemeriksaan 205-206).paham pribadi, inquisition), dan menyiksa serta 9  Berkenaan dengan kontroversi ini, seorang orientalis kenamaan, Wilfred Cantwell Smith dari Institute of Islamicmenjebloskan banyak orang, termasuk Ahmad ibn Studies, McGill University, Montreal, Canada (tempat banyakHanbal, ke dalam penjara.(7) Salah satu masalah ahli keislaman Indonesia dan Dunia belajar dan mengajar, termasuk, Prof. H.M. Rasydi), membandingkan paham orangyang diperselisihkan ialah apakah Kalam atau Islam, khususnya aliran Sunni, dengan paham orang Kristen.Sabda Allah, berujud al-Quran, itu qadim (tak Kata Smith, yang sebanding dengan al-Quran dalam Islam itu bukanlah Injil dalam Kristen, melainkan diri Isa al-masih atauterciptakan karena menjadi satu dengan Hakikat Yesus Kristus. Sebab, sebagaimana orang-orang Muslim (aliranatau Dzat Ilahi) ataukah hadits (terciptakan, karena Sunni) memandang al-Quran itu qadiim seperti Dzat Ilahi,berbentuk suara yang dinyatakan dalam huruf orang-orang Kristen memandang Isa sebagai penjelmaan Allah dalam sistem teologia Trinitas, yang juga qadim, samadan bahasa Arab)?(8) Khalifah al-Mamun dan kaum dengan al-Quran. Jadi jika bagi agama Islam al-Quran itulah 6  Ibn Taymiyyah, Naqdl al-Manthiq, h. 185. wahyu Allah (Inggris: revelation, pengungkapan diri), maka bagi agama Kristen Isa al-Masih itulah wahyu, menampakkan 7  Minhaj, jil. 1, h. 344. Tuhan. Sedangkan Injil bukanlah wahyu, melainkan catatan 8  Karena dominannya isu Kalam atau Sabda Allah apakah tentang kehidupan Isa al-Masih, sehingga tidak sama qadim atau hadits sebagai pusat kontroversi itu maka ada kedudukannya dengan al-Quran, tetapi bisa dibandingkan kaum ahli yang mengatakan penalaran tentang segi ajaran dengan Hadits. Maka sejalan dengan itu Nabi Muhammad Islam yang relevan itu disebut Ilmu Kalam, seolah-olah tidaklah harus dibandingkan dengan Isa al-Masih (karena merupakan ilmu atau teori tentang Kalam Allah. Disamping dia ini "Tuhan"), tetapi dengan Paulus (karena dia ini, sama itu, seperti Ibn Taymiyyah, mengatakan bahwa ilmu dengan Nabi Muhammad, adalah "rasul"). (Lihat, W. C. itu disebut Ilmu Kalam dan para ahlinya disebut kaum Smith, Islam in Modern History [Princenton, N.J.: Princeton Mutakallim, sesuai dengan makna harfiah perkataan kalam University Press, 19771, hh. 17-18 fn). Pandangan Islam dan mutakallim (pembicaraan, hampir mengarah kepada arti tentang Isa al-Masih sudah sangat terkenal, dan tidak perlu 7
  14. 14. Hanbal adalah karena masalah ini. Namun jasa al-Mamun dalam membuka pintu Mihnah itu memang tidak berlangsung terlalu kebebasan berpikir dan ilmu pengetahuan tetap lama, dan orang pun bebas kembali. Tetapi ia diakui besar sekali dalam sejarah umat manusia. telah meninggalkan luka yang cukup dalam pada Maka kekhalifahan al-Mamun (198-218 H/813-833 tubuh pemikiran Islam, yang sampai saat inipun M), dengan campuran unsur-unsur positif dan masih banyak dirasakan orang-orang Muslim. negatifnya, dipandang sebagai salah satu tonggak dikemukakan di sini. Tetapi tentang Paulus, cukup menarik sejarah perkembangan pemikiran Islam, termasuk mengetahui bahwa sudah sejak awal sekali orang-orang perkembangan Ilmu Kalam, dan juga Falsafah Muslim terlibat dalam kontroversi dan polemik sekitar tokoh ini. Menurut Ibn Taymiyyah, misalnya, Paulus (Arab: Bawlush Islam."(10) ibn Yusya) adalah scorang tokoh Yahudi yang berpura-pura 10  Disini perlu kita tegaskan bahwa mihnah Khalifah masuk agama Nasrani dengan maksud merusak agama itu al-Mamun itu, meskipun sangat buruk, tidak dapat melalui pengembangan paham bahwa Isa al-Masih adalah disamakan dengan inquisition yang terjadi di Spanyol Tuhan atau jelmaan Tuhan. Ibn Taymiyyah mengemukakan setelah reconquest. Karena mihnah itu dilancarkan dibawah bahwa peranan Paulus dalam merusak agama Nasrani sama semacam "liberalisme" Islam atau kebebasan berpikir yang dengan peranan Abdullah ibn Saba dalam tnerusak agama menjadi paham Mutazilah, melawan mereka yang dianggap Islam. Serupa dengan Paulus, Abdullah ibn Saba, kata Ibn menghalangi "liberalisme" dan kebebasan itu, khususnya Taymiyyah, adalah seorang tokoh Yahudi dari Yaman yang kaum "fundamentalis" (al-Hasywiyyun, sebuah sebutan menyelundup ke dalam Islam dengan tujuan merusak agama ejekan, yang secara harfiah berarti kurang lebih "kaum itu dari dalam, dengan mengembangkan paham yang salah sampah" karena malas berpikir dan menolak melakukan dan serba melewati batas tentang Ali ibn Abi Thalib dan interprestasi terhadap ketentuan agama yang bagi mereka tidak Anggota Keluarga Nabi (Ahl al-Bayt) sebagaimana kemudian masuk akal). Sedangkan inquisition di Spanyol kemudian dianut oleh kaum Rafidlah dan kaum Syiah pada umumnya. Eropa pada umumnya secara total kebalikannya, yaitu atas (Lihat, Minhaj, jil. 1, h. 8 dan jil. 4, h. 269). Kiranya nama paham agama yang fundamentalistik dan sempit kontroversi dan polemik serupa itu tidak perlu mengejutkan melawan pikiran bebas yang menjadi paham para pengemban kita, karena telah merupakan bagian dari sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan, termasuk para failasuf yang saat itu telah pemikiran keagamaan itu sendiri. belajar banyak dari warisan pemikiran Islam. Plus-Minus Ilmu Kalam Dalam perkembangan selanjutnya, Ilmu Kalam Irak, bernama Abu al-Hasan al-Asyari (260-324 tidak lagi menjadi monopoli kaum Mutazilah. H/873-935 M) yang terdidik dalam alam pikiran Adalah seorang sarjana dari kota Basrah di Mutazilah (dan kota Basrah memang pusat8
  15. 15. pemikiran Mutazili). Tetapi kemudian pada usia 40 Umar Samarani (yang populer dengan sebutantahun ia meninggalkan paham Mutazilinya, dan Kiai Saleh Darat dari daerah dekat Semarang),justru mempelopori suatu jenis Ilmu Kalam yang dengan mengutip dan menafsirkan Sabda nabianti Mutazilah. Ilmu Kalam al-Asyari itu, yang dalam sebuah hadits yang amat terkenal tentangjuga sering disebut sebagai paham Asyariyyah, perpecahan umat Islam dan siapa dari mereka itukemudian tumbuh dan berkembang untuk yang bakal selamat:menjadi Ilmu Kalam yang paling berpengaruhdalam Islam sampai sekarang, karena dianggap ...Wus dadi prenca-prenca umat ingkang dihin-paling sah menurut pandangan sebagian besar dihin ing atase pitung puluh loro pontho, lankaum Sunni. Kebanyakan mereka ini kemudian mbesuk bakal pada prenca-prenca sira kabehmenegaskan bahwa "jalan keselamatan" hanya dadi pitting puluh telu pontho, setengah sakingdidapatkan seseorang yang dalam masalah Kalam pitung puluh telu namung sewiji ingkangmenganut al-Asyari. selamet, lan ingkang pitung puluh loro kabeh ing Seorang pemikir lain yang Ilmu Kalam-nya dalem neraka. Ana dene ingkang sewiji ingkangmendapat pengakuan sama dengan al-Asyari ialah selamet iku, iya iku kelakuan ingkang wus denAbu Manshur al-Maturidi (wafat di Samarkand lakoni Gusti Rasulullah s.a.w., lan iya iku aqaidepada 333 H/944 M). Meskipun terdapat sedikit Ahl al-Sunnah wa l-Jamaah Asyariyyah lanperbedaan dengan al-Asy ari, khususnya Maturidiyyah.(11)berkenaan dengan teori tentang kebebasan (...Umat yang telah lalu telah terpecah-pecahmanusia (al-Maturidi mengajarkan kebebasan menjadi tujuh puluh dua golongan, dan kelakmanusia yang lebih besar daripada al-Asyari), kamu semua akan terpecah-pecah menjadi tujuhal-Maturidi dianggap sebagai pahlawan paham puluh tiga golongan, dari antara tujuh puluhSunni, dan sistem Ilmu Kalamnya dipandang 11  Hajj Muhammad Shalih ibn Umar Samarani, Tarjamatsebagai "jalan keselamatan", bersama dengan Sabil al-Abid ala Jawharat al-Tawhid (sebuah terjemah dansistem al-Asyari. Sangat ilustratif tentang sikap uraian panjang lebar atas kitab Ilmu Kalam yang terkenal, Jawharat al-Tawhid, dalam bahasa Jawa huruf Pego, tanpa dataini adalah pernyataan Haji Muhammad Shalih ibn penerbitan), hh. 27-28. 9
  16. 16. tiga itu hanya satu yang selamat, sedangkan kontroversi yang paling dini dalam pemikiran yang tujuh puluh dua semuanya dalam neraka. Islam, yaitu masalah manusia dan perbuatannya, Adapun yang satu yang selamat itu ialah apakah dia bebas menurut paham Qadariyyah mereka yang berkelakuan seperti yang dilakukan atau terpaksa seperti dalam paham Jabariyyah. junjungan Rasulullah s.a.w., yaitu aqa id Dengan maksud menengahi antara keduanya, al- (pokok-pokok kepercayaan) Ahl al-Sunnah wa Asyari mengajukan gagasan dan teorinya sendiri, l-Jamaah Asyariyyah dan Maturidiyyah). yang disebutnya teori Kasb (al-kasb, acquisition, Kehormatan besar yang diterima al-Asyari perolehan). Menurut teori itu, perbuatan manusia ialah karena solusi yang ditawarkannya mengenai tidaklah dilakukan dalam kebebasan dan juga pertikaian klasik antara kaum "liberal" dari tidak dalam keterpaksaan. Perbuatan manusia golongan Mutazilah dan kaum "konservatif" tetap dijadikan dan ditentukan Tuhan, yakni dari golongan Hadits (Ahl al-Hadits, seperti yang dalam keterlaksanaannya. Tetapi manusia tetap dipelopori oleh Ahmad ibn Hanbal dan sekalian bertanggung-jawab atas perbuatannya itu, sebab imam mazhab Fiqh). Kesuksesan al-Asyari ia telah melakukan kasb atau acquisition, dengan merupakan contoh klasik cara mengalahkan lawan adanya keinginan, pilihan, atau keputusan untuk dengan meminjam dan menggunakan senjata melakukan suatu perbuatan tertentu, dan bukan lawan. Dengan banyak meminjam metodologi yang lain, meskipun ia sendiri tidak menguasai dan pembahasan kaum Mutazilah, al-Asyari dinilai tidak bisa menentukan keterlaksanaan perbuatan berhasil mempertahankan dan memperkuat tertentu yang diinginkan, dipilih dan diputus paham Sunni di bidang Ketuhanan (di bidang sendiri untuk dilakukan itu. Ini diungkapkan Fiqh yang mencakup peribadatan dan hukum secara singkat dalam nadham Jawharat al-Tawhid telah diselesaikan terutama oleh para imam demikian: mazhab yang empat, sedangkan di bidang tasawuf dan filsafat terutama oleh al-Ghazali, Wa indana li l abdi kasbun kullifa, wa lam yakun 450-505 H/1058-1111 M). Salah satu solusi yang mu atstsiran fa l-tarifa. diberikan oleh al-Asyari menyangkut salah satu10
  17. 17. Fa laysa majburan wa la khtiyara wa laysa kullan Tetapi tak urung konsep kasb al-Asyari itu yafalu khtiyara menjadi sasaran kritik lawan-lawannya. Dan (Bagi kita Ahl al-Sunnah manusia terbebani lawan-lawan al-Asyari tidak hanya terdiri dari oleh kasb dan ketahuilah bahwa ia tidak kaum Mutazilah dan Syiah (yang dalam Ilmu mempengaruhi tindakannya. Kalam banyak mirip dengan kaum Mutazilah), tetapi juga muncul, dari kalangan Ahl al-Sunnah Jadi manusia bukanlah terpaksa dan bukan sendiri, khususnya kaum Hanbali. Dalam hal ini bisapula bebas, namun tidak seorang pun mampu dikemukakan, sebagai contoh, yaitu pandanganberbuat sekehendaknya). Ibn Taymiyyah (661-728 H/1263-1328 M), seorang Terhadap rumus itu Kiai Saleh Darat memberi tokoh paling terkemuka dari kalangan kaumkomentar tipikal paham Sunni (menurut Ilmu Hanbali. Ibn Taymiyyah menilai bahwa denganKalam Asyari) sebagai berikut: teori kasb-nya itu alAsyari bukannya menengahi antara kaum Jabari dan Qadari, melainkan lebih ... Maka Jabariyyah lan Qadariyyah iku sasar mendekati kaum Jabari, bahkan mengarah kepada karone.Maka ana madshab Ahl al-Sunnah dukungan terhadap Jahm ibn Shafwin, teoretikus iku tengah-tengah antarane Jabariyyah lan Jabariyyah yang terkemuka. Dalam ungkapan Qadariyyah, metu antarane telethong lan getih yang menggambarkan pertikaian pendapat metu rupa labanan khalishan saghan li al- beberapa golongan di bidang ini, Ibn Taymiyyah syaribin.(12) yang nampak lebih cenderung kepada paham (... Maka Jabariyyah dan Qadariyyah itu kedua- Qadariyyah (meskipun ia tentu akan mengingkari duanya sesat. Kemudian adalah mazhab Ahl penilaian terhadap dirinya seperti itu) mengatakan al-Sunnah berada di tengah antara Jabariyyah demikian: dan Qadariyyah, keluar dari antara kotoran dan ... Sesungguhnya para pengikut paham Asyari darah susu yang murni, yang menyegarkan orang dan sebagian orang yang menganut paham yang meminumnya). Qadariyyah telah sependapat dengan al-Jahm ibn Shafwan dalam prinsip pendapatnya tentang 12  Ibid., hh. 149-151. 11
  18. 18. Jabariyyah, meskipun mereka ini menentangnya aneh dalam Ilmu Kalam.(15) secara verbal dan mengemukakan hal-hal Ilmu Kalam, termasuk yang dikembangkan yang tidak masuk akal... Begitu pula mereka itu oleh al-Asyari, juga dikecam kaum Hanbali berlebihan dalam menentang kaum Mutazilah dari segi metodologinya. Persoalan yang juga dalam masalah-masalah Qadariyyah —sehingga menjadi bahan kontroversi dalam Ilmu Kalam kaum Mutazilah menuduh mereka ini pengikut khususnya dan pemahaman Islam umumnya Jabariyyah— dan mereka (kaum Asyariyyah) itu ialah kedudukan penalaran rasional (aql, akal) mengingkari bahwa pembawaan dan kemampuan terhadap keterangan tekstual (naql, "salinan" atau yang ada pada benda-benda bernyawa "kutipan"), baik dari Kitab Suci maupun Sunnah mempunyai dampak atau menjadi sebab adanya Nabi. Kaum "liberal", seperti golongan Mutazilah, kejadiankejadian (tindakan-tindakan).(13) cenderung mendahulukan akal, dan kaum Namun agaknya Ibn Taymiyyah menyadari "konservatif" khususnya kaum Hanbali, cenderung sepenuhnya betapa rumit dan tidak sederhananya mendahulukan naql. Terkait dengan persoalan ini masalah ini. Maka sementara ia mengkritik konsep ialah masalah interprestasi (tawil), sebagaimana kasb alAsyari yang ia sebutkan dirumuskan telah kita bahas.(16) Berkenaan dengan masalah ini, sebagai "sesuatu perbuatan yang terwujud metode al-Asyari cenderung mendahulukan naql pada saat adanya kemampuan yang diciptakan dengan membolehkan interprestasi dalam hal-hal (oleh Tuhan untuk seseorang) dan perbuatan itu yang memang tidak menyediakan jalan lain. Atau dibarengi dengan kemampuan tersebut"(14) Ibn mengunci dengan ungkapan "bi la kayfa" (tanpa Taymiyyah mengangkat bahwa pendapatnya itu bagaimana) untuk pensifatan Tuhan yang bernada disetujui oleh banyak tokoh Sunni, termasuk Malik, antropomorfis (tajsim) —menggambarkan Tuhan Syafii dan Ibn Hanbal. Namun Ibn Taymiyyah juga seperti manusia, misalnya, bertangan, wajah, dan mengatakan bahwa konsep kasb itu dikecam oleh lain-lain. Metode al-Asyari ini sangat dihargai, dan ahli yang lain sebagai salah satu hal yang paling 15 Ibid. 13  Minhaj, jil. 1, h. 172. 16  Lihat kajian kita tentang "Interprestasi Metaforis" yang telah 14  Ibid., h. 170. lalu.12
  19. 19. merupakan unsur kesuksesan sistemnya. haqiqah fi al-ayan, la fi al-adzhan).(18) Tetapi bagian-bagian lain dari metodologi Epistemologi Ibn Taymiyyah tidakal-Asyari, juga epistemologinya, banyak dikecam mengizinkan terlalu banyak intelektualisasi,oleh kaum Hanbali. Di mata mereka, seperti halnya termasuk interprestasi. Sebab baginya dasar ilmudengan Ilmu Kalam kaum Mutazilah, Ilmu Kalam pengetahuan manusia terutama ialah fithrah-al-Asyari pun banyak menggunakan unsur- nya: dengan fithrah itu manusia mengetahuiunsur filsafat Yunani, khususnya logika (manthiq) tentang baik dan buruk, dan tentang benar danAristoteles. Dalam penglihatan Ibn Taymiyyah, salah.(19) Fithrah yang merupakan asal kejadianlogika Aritoteles bertolak dari premis yang salah, manusia, yang menjadi satu dengan dirinyayaitu premis tentang kulliyyat (universals) atau melalui intuisi, hati kecil, hati nurani, dan lain-lain,al-musytarak al-muthlaq (pengertian umum diperkuat oleh agama, yang disebut Ibn Taymiyyahmutlak), yang bagi Ibn Taymiyyah tidak ada dalam sebagai "fithrah yang diturunkan" (al-fithrahkenyataan, hanya ada dalam pikiran manusia al-munazzalah). Maka metodologi kaum Kalamsaja karena tidak lebih daripada hasil taaqqul baginya adalah sesat.(20)(intelektualisasi).(17) Demikian pula konsep-konsep Yang amat menarik ialah bahwa epistemologiAristoteles yang lain, seperti kategori-kategori Ibn Taymiyyah Yang Hanbali berdasarkan fithrahyang sepuluh (esensi, kualitas, kuantitas, relasi, itu paralel dengan epistemologi Abu Jafarlokasi, waktu, situasi, posesi, aksi, dan pasi), juga Muhammad ibn Ali ibn al-Husayn Babwayhkonsep-konsep tentang genus, spesi, aksiden, al-Qummi (wafat 381 H), seorang "ahli Ilmuproperti, dan lain-lain, ditolak oleh Ibn Taymiyyah Kalam" terkemuka kalangan Syiah. Al-Qummi,sebagai basil intelektualisasi yang tidak ada dengan mengutip berbagai hadits, memperolehkenyataannya di dunia luas. Maka terkenal sekali penegasan bahwa pengetahuan tentang Tuhanucapan Ibn Taymiyyah bahwa "hakikat ada di alam diperoleh manusia melalui fitrah-nya, dan hanyakenyataan (di luar), tidak dalam alam pikiran" (Al- 18  Minhaj, jil. 1, hh. 243 dan 245. 17  Lihat Minhaj, jil. 1, hh. 235, 243, 254, 261, dan hh. 266. 19  Ibid., hh. 281 dan 291. Juga Naqdl al-Manthiq, h. 25,164 dan 202. 20  Naqdl al-Manthiq, hh. 38, 39, 171, 160-162, dan 172. 13
  20. 20. dengan adanya fitrah itulah manusia mendapat manfaat dari bukti-bukti dan dalil-dalil.(21) Maka sejalan dengan itu, Ibn Taymiyyah menegaskan, bahwa pangkal iman dan ilmu ialah ingat (dzikr) kepada Allah. "Ingat kepada Allah memberi iman, dan ia adalah pangkal iman ..... pangkal ilmu.(22) 21  Abu Jafar Muhammad ibn Ali ibn al-Husayn Babwayh al-Qummi, al-Tawhid (Qumm: Muassasat al-Nasyr al-Islami, 1398 H), hh. 22, 35, 82 dan 230. 22  Naqdl al-Manthiq, h. 34.14
  21. 21. Falsafah Islam: Unsur-Unsur Hellenisme 2 di DalamnyaD i antara empat disiplin keilmuan Islam tradisional: fiqh, kalam, tasawuf dan falsafah,yang disebutkan terakhir ini barangkali adalah orang-orang yang berjiwa keagamaan (religious), sekalipun berbagai titik pandangan keagamaan mereka cukup banyak berbeda, jika tidak justruyang paling sedikit dipahami, bisa juga berarti berlawanan, dengan yang dipunyai oleh kalanganpaling banyak disalahpahami, sekaligus juga yang ortodoks.(1) Dan tidak mungkin menilai bahwapaling kontroversial. Sejarah pemikiran Islam falsafah Islam adalah carbon copy pemikiranditandai secara tajam antara lain oleh adanya Yunani atau Hellenisme.(2)polemik-polemik sekitar isi, subyek bahasan dan Meskipun begitu, kenyataannya ialah bahwasikap keagamaan falsafah dan para failasuf. Karena kata Arab "falsafah" sendiri dipinjam dari kataitu pembahasan tentang falsafah dapat diharapkan Yunani yang sangat terkenal, "philosophia", yangmenjadi pengungkapan secara padat dan mampat berarti kecintaan kepada kebenaran (wisdom).tentang peta dan perjalanan pemikiran Islam di Dengan sedikit perubahan, kata "falsafah" ituantara sekalian mereka yang terlibat. di-Indonesia-kan menjadi "filsafat" atau, akhir- Sebelum yang lain-lain, di sini harus ditegaskan akhir ini, juga "filosofi" (karena adanya pengaruhbahwa sumber dan pangkal tolak falsafah dalam ucapan Inggris, "philosophy"). Dalam ungkapanIslam adalah ajaran Islam sendiri sebagaimana Arabnya yang lebih "asli", cabang ilmu tradisionalterdapat dalam al-Quran dan Sunnah. Para failasuf 1  R.T. Wallis, Neo Platonism (London: Gerlad Duckworth &dalam lingkungan agama-agama yang lain, Company Limited, 1972), h. 164. 2  C A. Qadir, Philosophy and Science in the Islamic Worldsebagaimana ditegaskan oleh R.T. Wallis, adalah (London: Croom Helm, 1988). h. 28.
  22. 22. Islam ini disebut ulum al-hikmah atau secara Disinilah pangkal kontroversi yang ada sekitar singkat "alhikmah" (padanan kata Yunani "sophia"), falsafah: sampai di mana agama Islam mengizinkan yang artinya ialah "kebijaksanaan" atau, lebih adanya masukan dari luar, khususnya jika datang tepat lagi, "kawicaksanaan" (Jawa) atau "wisdom" dari kalangan yang tidak saja bukan "ahl al-kitab" (Inggris). Maka "failasuf (ambilan dari kata Yunani seperti Yahudi dan Kristen, tetapi malahan dari "philosophos", pelaku filsafat), disebut juga "al- orang-orang Yunani kuna yang "pagan" atau hakim" (ahli hikmah atau orang bijaksana), dengan musyrik (penyembah binatang). Sesungguhnya bentuk jamak "al-hukama". beberapa ulama ortodoks, seperti Ibn Taymiyyah Dari sepintas riwayat kata "filsafah" itu kiranya dan Jalal al-Din al-Suyuthi (salah seorang menjadi jelas bahwa disiplin ilmu keislaman ini, pengarang tafsir Jalalayn), menunjuk kemusyrikan meskipun memiliki dasar yang kokoh dalam orang-orang Yunani itu sebagai salah satu alasan sumber-sumber ajaran Islam sendiri, banyak keberatan mereka terhadap falsafah. Tetapi mengandung unsur-unsur dari luar, yaitu terutama sebelum membahas lebih jauh segi-segi polemis Hellenisme atau dunia pemikiran Yunani.(3) ini, lebih dahulu dibahas pertumbuhan falsafah 3  Istilah "Hellenisme" pertama kali diperkenalkan oleh ahli dalam sejarah pemikiran Islam. sejarah dari Jerman, J. G. Droysen. Ia menggunakan perkataan "Hellenismus" sebagai sebutan untuk masa yang dianggapnya kekaisaran Romawi. Sebab dalam periode itu muncul banyak sebagai periode peralihan antara Yunani kuna dan dunia kerajaan di sekitar Laut Tengah, khususnya pesisir timur dan Kristen. Droysen lupa akan peranan Roma dalam agama selatan seperti Syria dan Mesir, yang diperintah oleh bangsa Kristen (dan membatasi seolah-olah hanya Yunani saja yang Makedonia dari Yunani. Akibatnya, mereka ini membawa berperan). Namun ia diakui telah berhasil mengidentifikasi berbagai perubahan besar dalam banyak bidang di kawasan suatu kenyataan sejarah yang amat penting. Biasanya yang itu, antara lain bahasa (daerah-daerah itu didominasi Bahasa disebut zaman Hellenik yang merupakan peralihan itu ialah Yunani) dan pemikiran (ilmu pengetahuan Yunani, terutama masa sejak tahun 323 sampai 30 S.M. atau dari saat kematian filsafatnya, diserap oleh daerah-daerah itu melalui berbagai Iskandar Agung sampai penggabungan Mesir kedalam cara). (Lihat Britannica. s.v. "Hellenic Age"). Pertumbuhan Falsafah tumbuh sebagai hasil interaksi bangsa-bangsa sekitarnya. Khususnya interaksi intelektual antara bangsa Arab Muslim dengan mereka dengan bangsa-bangsa yang ada di16
  23. 23. sebelah utara Jazirah Arabia, yaitu bangsa-bangsa (keturunan suku Bani Ghassan Yang Kristen, satelitSyria, Mesir, dan Persia. Romawi). Namun berkat politik keagamaan para Interaksi itu berlangsung setelah adanya penguasa Muslim berdasarkan konsep toleransipembebasan-pembebasan (al-futuhat) atas Islam, sampai sekarang masih banyak kantong-daerah-daerah tersebut segera setelah wafat Nabi kantong minoritas Kristen dan Yahudi yang tetaps.a.w., dibawah para khalifah. Daerah-daerah yang bertahan dengan aman. Karena adanya konsepsegera dibebaskan oleh orang-orang Muslim itu Islam tentang kontinuitas agama-agama (yaitu,adalah daerah-daerah yang telah lama mengalami bahwa agama Nabi Muhammad adalah kelanjutanHellenisasi. Lebih dari itu, kecuali Persia, daerah- agama para nabi sebelumnya, khususnya Nabi-daerah yang kemudian menjadi pusat-pusat nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub atau Israil,peradaban Islam itu adalah daerah-daerah yang Musa dan Isa-Yahudi dan Kristen),(4) orang-orangtelah terlebih dahulu mengalami Kristenisasi. Muslim menyimpan rasa dekat atau afinitasBahkan sebenarnya daerah-daerah Islam sampai tertentu kepada mereka itu. Dan rasa dekat itu ikutsekarang ini, sejak dari Irak di timur sampai ke melahirkan adanya sikap-sikap toleran, simpatikSpanyol di barat, adalah praktis bekas daerah dan akomodatif terhadap mereka dan pikiran-agama Kristen, termasuk heartlandnya, yaitu pikiran mereka. (Toleransi dan sikap akomodatifPalestina. Daerah-daerah itu, dibawah kekuasaan Islam ini ternyata kelak menimbulkan situasi ironispemerintahan orang-orang Muslim, selanjutnya di zaman moderen, akibat adanya kolonialismememang mengalami proses Islamisasi. Tetapi 4  "Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada engkauproses itu berjalan dalam jangka waktu yang (Muhammad) seperti yang telah Kami wahyukan kepadapanjang, selama berabad-abad, dan secara damai. Nuh dan para nabi sesudahnya, dan seperti yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub danBahkan daerah-daerah Kristen itu tidak hanya kelompok-kelompok (para nabi), serta kepada Isa Ayyub,mengalami proses Islamisasi, tetapi juga Arabisasi, Yunus, Harun dan Sulayman. Telah pula Kami berikan kepada Dawud (kitab) Zabur. Juga kepada para rasul yangdisamping adanya daerah-daerah yang memang telah Kami kisahkan mereka itu kepadamu (Muhammad)sejak jauh sebelum Islam secara asli merupakan sebelumnya, dan para rasul yang tidak Kami kisahkan mereka itu kepadamu. Dan sungguh Allah telah berbicara (langsung)daerah suku Arab tertentu seperti Libanon kepada Musa." (Q., s. al-Nisa /4:163-165). 17
  24. 24. Barat, seperti adanya hubungan tidak mudah Mesopotamia. Sebab sekalipun ilmu pengetahuan antara kaum Muslim dengan kaum Yahudi di Yunani merupakan bagian paling penting ilmu Palestina, dengan kaum Maronite di Libanon, dan pengetahuan yang diserap orang-orang Muslim dengan kaum Koptik di .Mesir). Arab, namun mereka ini juga dengan penuh Toleransi dan keterbukaan orang-orang Islam kebebasan dan kepercayaan diri menyerap dari dalam melihat kaum agama lain, khususnya orang-orang Majusi dan Sabean tersebut tadi, Ahli Kitab tersebut mendasari adanya interaksi bahkan juga dari orang-orang Hindu dan Cina. intelektual yang positif di kalangan mereka, Karena futuhat, bangsa-bangsa non-Muslim itu dengan sedikit sekali kemasukan unsur prasangka berada dibawah kekuasaan politik orang-orang yang berlebihan. Disamping itu, dan sebagaimana Arab Muslim. Tetapi biarpun orang-orang Arab telah dikemukakan dalam pembahasan kita itu memiliki keunggulan militer dan politik, tentang Islam dan pengembangan ilmu mereka tetap menunjukkan sikap-sikap penuh pengetahuan yang lalu, kelebihan orang-orang penghargaan dan pengertian kepada bangsa- Muslim Arab itu ialah kepercayaan kepada diri bangsa dan budaya-budaya (termasuk agama- sendiri yang sedemikian mantap. Kemantapan itu agama) yang mereka kuasai. Hasilnya ialah, seperti kemudian memancar pada sikap-sikap mereka dikatakan Halkin sebagai berikut (kutipan yang yang positif kepada bangsa-bangsa dan budaya- penting untuk memahami pembahasan): budaya lain, dengan kesediaan yang besar untuk menyerap dan mengadopsinya sebagai milik ...It is to the credit of the Arabs that although they sendiri. Posisi psikologis yang menguntungkan were the victors militarily and politically, they did itu berada tidak hanya dalam hubungannya not regard the civilization of the vanquished lands dengan kaum Ahli Kitab yang memang dekat with contempt. The riches of Syrian, Persian, and dengan orang-orang Muslim, tetapi juga dengan Hindu cultures were no sooner discovered than kelompok-kelompok keagamaan lain seperti they were adapted into Arabic. Caliphs, governors, kaum Majusi (orang-orang Persi pengikut ajaran and others patronized scholars who did the work Zoroaster) dan kaum Sabean dari Harran, di utara of translation, so that a vast body of non-Islamic18
  25. 25. learning became accessible in Arabic. During Interaksi intelektual orang-orang Muslim the ninth and tenth centuries, a steady flow of dengan dunia pemikiran Hellenik terutama terjadi works on Greek medicine, physics, astronomy, antara lain di Iskandaria (Mesir), Damaskus, Antioch mathematics, and philosophy, Persian belles- dan Ephesus (Syria), Harran (Mesopotamia) dan lettres, and Hindu mathematics and astronomy Jundisapur (Persia). Di tempat-tempat itulah lahir poured into Arabic.(5) dorongan pertama untuk kegiatan penelitian dan (...Adalah jasa orang-orang Arab bahwa penterjemahan karya-karya kefilsafatan dan ilmu sekalipun mereka itu para pemenang secara pengetahuan Yunani kuna, yang kelak kemudian militer dan politik, mereka tidak memandang didukung dan disponsori oleh para penguasa peradaban negeri-negeri yang mereka taklukkan Muslim. dengan sikap menghina. Kekayaan budaya- Suatu hal yang patut sekali mendapat perhatian budaya Syria, Persia, dan Hindu mereka salin lebih besar di sini ialah suasana kebebasan ke bahasa Arab segera setelah diketemukan. intelektual di zaman klasik Islam itu. Interaksi Para khalifah, gubernur, dan tokoh-tokoh yang positif antara orang-orang Arab Muslim dengan lain menyantuni para sarjana yang melakukan kalangan bukan-Muslim itu dapat terjadi hanya tugas penterjemahan, sehingga kumpulan ilmu dalam suasana penuh kebebasan, toleransi dan bukan-Islam yang luas dapat diperoleh dalam bahasa Arab. Selama abad-abad kesembilan keterbukaan. Sebab meskipun orang-orang Arab dan kesepuluh, karya-karya yang terus mengalir itu mempunyai ajaran agamanya yang sangat dalam ilmu-ilmu kedokteran, fisika, astronomi, tegas dan gamblang, dengan penuh lapang dada matematika, dan filsafat dari Yunani, sastra dari membiarkan semua kegiatan intelektual di pusat- Persia, serta matematika dan astronomi dari pusat yang ada sejak sebelum kedatangan dan Hindu tercurah ke dalam bahasa Arab). pembebasan oleh mereka. Seperti dikatakan oleh C.A. Qadir:5  Abraham S, Halkin, "The Judeo-Islamic Age, The Great Fusion" dalarn Leo W. Schwarz, ed., Great Ages & Ideas of "...the centers of learning led by the Christians the Jewish People (New York: The Modern Library, 1956), hh. continued to function unmolested even after they 218-219. 19
  26. 26. were subjugated by the Muslims. This indicates not yang menjadi cikal-bakal ilmu kimia moderen.(7) only the intellectual freedom that prevailed under Bahkan seorang khalifah Bani Umayyah, Marwan Muslim rule in those days, but also testifies to the ibn al-Hakam (683-685 M), memerintahkan agar Muslims love of knowledge and the respect they buku kedokteran oleh Harun, seorang dokter paid to the scholars irrespective of their religion."(6) dari Iskandaria Mesir, diterjemahkan dari bahasa (...pusat-pusat pengajaran yang dipimpin oleh Suryani (Syriac) ke bahasa Arab.(8) orang-orang Kristen terus berfungsi tanpa Harus diketahui bahwa dalam pembagian ilmu terusik bahkan setelah mereka itu ditaklukkan pengetahuan zaman itu, baik ilmu kedokteran oleh orang-orang Muslim. Ini menunjukkan maupun alkemi, sebagaimana juga metafisika, tidak saja kebebasan intelektual yang terdapat matematika, astronomi, bahkan musik dan puisi, di mana-mana di bawah pemerintahan Islam dan seterusnya, termasuk falsafah. Sebab istilah zaman itu, tetapi juga membuktikan kecintaan falsafah itu, dalam pengertiannya yang luas, orang-orang Muslim kepada ilmu dan sikap mencakup bidang-bidang yang sekarang bisa hormat yang mereka berikan kepada para disebut sebagai "ilmu-pengetahuan umum", yakni, sarjana tanpa mempedulikan agama mereka). bukan "ilmu pengetahuan agama", yaitu dunia Interaksi intelektual itu memperoleh kognitif yang dasar perolehannya bukan wahyu wujudnya yang nyata semenjak masa dini sekali tetapi akal, baik yang dari penalaran deduktif sejarah Islam. Disebut-sebut bahwa al-Harits maupun yang dari penyimpangan empiris. Ini ibn Qaladah, seorang Sahabat Nabi, sempat penting disadari, antara lain untuk dapat dengan mempelajari ilmu kedokteran di Jundisapur, tepat melihat segi-segi mana dari sistem falsafah Persia, tempat berkumpulnya beberapa failasuf itu yang kontroversial karena dipersoalkan oleh yang dikutuk gereja Kristen karena dituduh telah kalangan ortodoks. Umumnya mereka ini, seperi melakukan bidah. Disebut-sebut juga bahwa 7  Drs. Hasyim Asyari MA, Bahasa Arab dan Perkembangan Khalid ibn Yazid (ibn Muawiyah) dan Jafar al- Ilmu Pengetahuan (makalah dalam seminar tentang Bahasa Shadiq sempat mendalami alkemi (al-kimya) Arab, Fakultas Sastra, UGM, Yogyakarta, 15-16 Oktober 1988). 6  Qadir, op. cit., h. 34. 8  Qadir, op. cit., h. 34.20
  27. 27. Ibn Taymiyyah dan lain-lain, menolak yang bersifat dalam banyak hal menyangkut bidang yang bagipenalaran murni dan deduktif, dalam hal ini mereka merupakan wewenang agama. Tetapikhususnya metafisika (al-falsafah al-ula), karena mereka membenarkan yang induktif dan empiris. Neoplatonisme Dari berbagai unsur pikiran Hellenik, atau "Kenyataan Mutlak."(9) Untuk memahamiPlatonisme Baru (Neoplatonisme) adalah sedikit lebih lanjut ajaran Plotinus kita perlusalah satu yang paling berpengaruh dalam memperhatikan beberapa unsur dalam ajaran-sistem falsafah Islam. Neoplatonisme sendiri ajaran Plato, Aristoteles, Pythagoras (baru) danmerupakan falsafah kaum musyrik (pagans), kaum Stoic.dan rekonsiliasinya dengan suatu agama wahyu Plato membagi kenyataan kepada yang bersifatmenimbulkan masalah besar. Tapi sebagai ajaran "akali" (ideas, intelligibles) dan yang bersifatyang berpangkal pada pemikiran Plotinus (205- "inderawi" (sensibles), dengan pengertian bahwa270 M), sebetulnya Neoplatonisme mengandung yang akali itulah yang sebenarnya ada (ousia),unsur yang memberi kesan tentang ajaran Tauhid. jadi juga yang abadi dan tak berubah. TermasukSebab Plotinus yang diperkirakan sebagai orang diantara yang akali itu ialah konsep tentangMesir hulu yang mengalami Hellenisasi di kota "Yang Baik", yang berada di atas semuanya danIskandaria itu mengajarkan konsep tentang "yang disebut sebagai berada di luar yang ada (beyondEsa" (the One) sebagai prinsip tertinggi atau being, epekeina ousias). "Yang Baik" ini kemudiansumber penyebab (sabab, cause). Lebih dari itu, diidentifikasi sebagai "Yang Esa", yang takPlotinus dapat disebut sebagai seorang mistikus, terjangkau dan tak mungkin diketahui.tidak. dalam arti "irrasionalis", "occultist" ataupun Selanjutnya, mengenai wujud inderawi,"guru ajaran esoterik", tetapi dalam artinya yang Plato menyebutkannya sebagai hasil kerja suatuterbatas kepada seseorang yang mempercayai "seniman ilahi" (divine artisan, demiurge) yangdirinya telah mengalami penyatuan dengan Tuhan menggunakan wujud kosmos yang akali sebagai 9  Wallis, op. cit., h. 3. 21
  28. 28. model karyanya. Disamping membentuk dunia dengan tindakan Akal untuk menjangkau wujud fisik, demiurge juga membentuk jiwa kosmis dan itu. jiwa atau ruh individu yang tidak akan mati. Jiwa Dualisme Plato di atas kemudian diusahakan kosmis dan jiwa individu yang immaterial dan penyatuannya oleh para penganut Pythagoras substansial itu merupakan letak hakikatnya yang (baru), dan dirubahnya menjadi monisme dan bersifat ada sejak semula (pre-existence) dan akan berpuncak pada konsep tentang adanya Yang ada untuk selamanya (post-existence immortality), Esa dan serba maha (transenden). Ini melengkapi yang semuanya tunduk kepada hukum reinkarnasi. ajaran kaum Stoic yang di samping materialistik Dari Aristoteles, unsur terpenting yang diambil tapi juga immanenistik, yang mengajarkan tentang Plotinus ialah doktrin tentang Akal (nous) yang kemahaberadaan (omnipresence) Tuhan dalam lebih tinggi daripada semua jiwa. Aristoteles alam raya.(10) mengisyaratkan bahwa hanya Akal-lah yang tidak Kesemua unsur tersebut digabung dan bakal mati (immortal), sedangkan wujud lainnya diserasikan oleh Plotinus, dan menuntunnya hanyalah "bentuk" luar, sehingga tidak mungkin kepada ajaran tentang tiga hypostase atau prinsip mempunyai eksistensi terpisah. Aristoteles juga di atas materi, yaitu Yang Esa atau Yang Baik, Akal menerangkan bahwa "dewa tertinggi" (supreme atau Intelek, dan Jiwa.(11) deity) ialah Akal yang selalu merenung dan berpikir tentang dirinya. Kegiatan kognitif Akal itu 10  Paul Edwards, ed., The Encyclopedia of Philosophy, s.v. "Plotinus". berbeda dari kegiatan inderawi, karena obyeknya, 11  I.R. Netton, Muslim Neoplatonists (London: George Allen yaitu wujud akali yang immaterial, adalah identik & Unwin, 1982), h. 34. Aristotelianisme Telah dinyatakan bahwa Neoplatonisme cukup ke Eropa sebelumnya, yang telah tercampur banyak mempengaruhi falsafah Islam. Tetapi dengan unsur-unsur kuat Aristotelianisme. Bahkan sebenarnya Neoplatonisme yang sampai ke tangan sebetulnya para failasuf Muslim justru memandang orang-orang Muslim, berbeda dengan yang sampai Aristoteles sebagai "guru pertama" (al-muallim22
  29. 29. al-awwal), yang menunjukkan rasa hormat berbeda-beda dari kalangan agama. Orang-orangmereka yang amat besar, dan dengan begitu juga Kristen zaman itu, dengan doktrin Trinitasnya,pengaruh Aristoteles kepada jalan pikiran para tidak mungkin luput dari memperhatikan betapafailasuf Muslim yang menonjol dalam falsafah tiga hypostase Plotinus tidak sejalan, atauIslam. bertentangan dengan Trinitas Kristen. Polemik- Neoplatonisme sendiri, sebagai gerakan, polemik yang terjadi tentu telah mendapatkantelah berhenti semenjak jatuhnya Iskandaria di jalannya ke penulisan. Maka orang-orangtangan orang-orang Arab Muslim pada tahun 642.(12) Muslim, melalui tulisan-tulisan dalam bahasaSebab sejak itu yang ada secara dominan ialah Suryani yang disalin ke Bahasa Arab, mewarisifalsafah Islam, yang daerah pengaruhnya meliputi versi neoplatonisme yang berbeda, yaitu Neo-hampir seluruh bekas daerah Hellenisme. platonisme dengan unsur kuat Aristotelianisme.(14) Tetapi sebelum gerakan Neoplatonis itu Menurut pelukisan F.E. Peters, mengutip kitab al-mandeg, ia harus terlebih dahulu bergulat Fihrist oleh Ibn al-Nadim,dan berhadapan dengan agama Kristen.Dan interaksinya dengan agama Kristen itu The Arab version of the arrival of the Aristoteliantidak mudah, dengan ciri pertentangan yang corpus in the Islamic world has to do with thecukup nyata. Salah seorang tokohnya yang discovery of manuseripts in a deserted house. Evenharus disebut di sini ialah pendeta Nestorius, if true, the story omits two very important detailspatriark Konstantinopel, yang karena menganut which may be supplied from the sequel: first, theNeoplatonisme dan melawan ajaran gereja manuseripts were certainly not written in Arabic;terpaksa lari ke Syria dan akhirnya ke Jundisapur di second, the Arabs discovered not only Aristotle butPersia.(13) a whole series of commentators as well.(15) Sebenarnya Neoplatonisme sebagai filsafat (Versi Arab tentang datangnya karya-karyamusyrik memang mendapat perlakuan yang 14  Netton, op. cit., h. 33. 12  Edwards, loc. cit. 15  F.E. Peters. Aristotle and the Arabs (New York: New York 13  Qadir, op. cit., h. 32. University Press, 1986), h. 7. 23
  30. 30. Aristoteles di dunia Islam ada kaitannya Islam, tetapi Aristotelianisme. Apalagi jika dengan diketemukannya naskah-naskah di diingat bahwa orang-orang Muslim menerima suatu rumah kosong. Seandainya benarpun, pikiran Yunani itu lima ratus tahun setelah fase kisah itu menghilangkan dua rinci penting yang terakhir perkembangannya di Yunani sendiri, dan bisa melengkapi jalan cerita: pertama, naskah- setelah dua ratus tahun pikiran itu digarap dan naskah itu pastilah tidak tertulis dalam Bahasa diolah oleh para pemikir Kristen Syria. Menurut Arab; kedua, orang-orang Arab itu tidak hanya Peters lebih lanjut, paham Kristen telah mencuci menemukan Aristoteles tetapi seluruh rangkaian bersih tendensi "eksistensial" filsafat Yunani, para penafsir juga). sehingga ketika diwariskan kepada orang- Ini berarti bahwa pikiran-pikiran Aristoteles orang Arab Muslim, filsafat itu menjadi lebih yang sampai ke tangan orang-orang Muslim sudah berorientasi pedagogik, bermetode skolastik, dan tidak "asli" lagi, melainkan telah tercampur dengan berkecenderungan logik dan metafisik. Khususnya tafsiran-tafsirannya. Karena itu, meskipun orang- logika Aristoteles (al-manthiq al-aristhi) sangat orang Muslim sedemikian tinggi menghormati berpengaruh kepada pemikiran Islam melalui ilmu Aristoteles dan menamakannya "guru pertama", kalam. Karena banyak menggunakan penalaran namun yang mereka ambil dari dia bukan hanya logis menurut metodologi Aristoteles itu, maka pikiran-pikiran dia sendiri saja, melainkan justru ilmu kalam yang mulai tampak sekitar abad VIII kebanyakan adalah pikiran, pemahaman, dan dan menjadi menonjol pada abad IX itu disebut tafsiran orang lain terhadap ajaran Aristoteles. juga sebagai suatu versi teologi alamiah (natural Singkatnya, memang bukan Aristoteles sendiri theology, al-kalam al-thabii, sebagai bandingan al- yang berpengaruh besar kepada falsafah dalam kalam al-Qurani) di kalangan orang-orang Muslim.(16) 16  Ibid., h. xx-xxxi (Introduction). Penutup Sebagaimana telah diisyaratkan, orang-orang dalam bentuknya yang telah ditafsirkan dan diolah Muslim berkenalan dengan ajaran Aristoteles oleh orang-orang Syria, dan itu berarti masuknya24
  31. 31. unsur-unsur Neoplatonisme. Maka cukup menarik Demikian pula, kita sepenuhnyabahwa sementara orang-orang Muslim begitu dapat berbicara tentang pengaruh besarsadar tentang Aristoteles dan apa yang mereka Aristotelianisme, yaitu dari sudut kenyataan bahwaanggap sebagai ajaran-ajarannya, namun mereka kaum Muslim banyak memanfaatkan metodetidak sadar, atau sedikit sekali mengetahui berpikir logis menurut logika formal (silogisme)adanya unsur-unsur Neoplatonis didalamnya. Ini Aristoteles. Cukup sebagai bukti betapa jauhnyamenyebabkan sulitnya membedakan antara kedua pengaruh ajaran Aristoteles ini ialah populernyaunsur Hellenisme yang paling berpengaruh kepada ilmu mantiq di kalangan orang-orang Islam.falsafah Islam itu, karena memang terkait satu Sampai sekarang masih ada dari kalangan ulamasama lainnya. kita yang menulis tentang mantiq, seperti K.H. Sekalipun begitu masih dapat dibenarkan Bishri Musthafa dari Rembang, dan ilmu mantiqmelihat adanya pengaruh khas Neoplatonisme masih diajarkan di beberapa pesantren. Memangdalam dunia pemikiran Islam, seperti yang kelak telah tampil beberapa ulama di masa lalu yangmuncul dengan jelas dalam berbagai paham mencoba meruntuhkan ilmu mantiq (seperti IbnTasauf. Ibn Sina, misalnya, dapat dikatakan seorang Taymiyyah dengan kitabnya, Naqdl al-Manthiq danNeoplatonis, disebabkan ajarannya tentang mistik al-Suyuthi dengan kitabnya, Shawn al-Mantiq waperjalanan ruhani menuju Tuhan seperti yang al-Kalam an Fann al-Manthiq wa al-Kalam). Tetapidimuat dalam kitabnya, Isharat. Dan memang bahkan al-Ghazali pun, meski telah berusahaNeoplatonisme yang spiritualistik itu banyak menghancurkan falsafah dari segi metafisikanya,mendapatkan jalan masuk ke dalam ajaran-ajaran adalah seorang pembela ilmu mantiq yang gigih,Sufi. Yang paling menonjol ialah yang ada dalam dengan kitab-kitabnya seperti Miyar al-Ilm danajaran sekelompok orang-orang Muslim yang Mihakk al-Nadhar. Bahkan kitabnya, al-Qisthasmenamakan diri mereka Ikhwan al-Shafa (secara al-Mustaqim, dinilai dan dituduh Ibn Taymiyyahlonggar: Persaudaraan Suci).(17) sebagai usaha pencampur-adukan tak sah ajaran Nabi dengan falsafah Aristoteles, karena uraian- 17  Pembahasan tentang kelompok ini yang cukup lengkap ialah uraian keagamaannya, dalam hal ini ilmu fiqh, yang yang dilakukan Netton. op. cit. 25
  32. 32. menggunakan sistem ilmu mantiq. kaum Muslim tampak nyata. Seperti dikatakan Tetapi, seperti telah dikemukakan di atas, William Lane Craig, adalah mustahil melihat falsafah Islam sebagai carbon copy Hellenisme. Misalnya, meskipun ... the kalam argument as a proof for Gods terdapat variasi, tetapi semua pemikir Muslim existence originated in the minds of medieval berpandangan bahwa wahyu adalah sumber Arabic theologians, who bequeathed to the West, ilmu pengetahuan, dan, karena itu, mereka juga where it became the center of hotly disputed membangun berbagai teori tentang kenabian controversy. Great minds on both sides were raged seperti yang dilakukan Ibn Sina dengan risalahnya against each other: al-Ghazali versus Ibn Rushd, yang terkenal, Itsbat al-Nubuwwat. Mereka juga Saadia versus Maimonides, Bonaventure versus mencurahkan banyak tenaga untuk membahas Aquinas. The central issue in this entire debate was kehidupan sesudah mati, suatu hal yang tidak whether the temporal series of past events could terdapat padanannya dalam Hellenisme, kecuali be actually infinite.(19) dengan sendirinya pada kaum Hellenis Kristen. (...argumen kalam sebagai bukti adanya Tuhan Para failasuf Muslim juga membahas masalah berasal dari dalam pikiran para teolog Arab baik dan buruk, pahala dan dosa, tanggungjawab zaman pertengahan, yang menyusup ke Barat, pribadi di hadapan Allah, kebebasan dan di mana ia menjadi pusat kontroversi yang keterpaksaan (determinisme), asal usul penciptaan, diperdebatkan secara hangat. Pemikir-pemikir dan seterusnya, yang kesemuanya itu merupakan dari dua pihak berhadapan satu sama lain: al- bagian integral dari ajaran Islam, dan sedikit sekali Ghazali lawan Ibn Rusyd, Saadia lawan Musa ibn Maymun, Bonaventura lawan Aquinas. terdapat hal serupa dalam Hellenisme.(18) Persoalan pokok dalam seluruh debat itu ialah Lebih lanjut, falsafah kemudian mempengaruhi apakah rentetan zaman dari kejadian masa ilmu kalam. Meski begitu, lagi-lagi, tidaklah benar lampau itu dapat secara aktual tak terbatas). memandang ilmu kalam sebagai jiplakan belaka dari falsafah. Justru dalam ilmu kalam orisinalitas 19  William Craig, Kalam Cosmological Argument (London: 18  Qadir, op. cit., h. 28. The Macmillan Press Ltd, 1979), "preface".26
  33. 33. Ilmu kalam adalah unik dalam pemikiran umat they inherited these arguments from the Arabicmanusia. Ia merupakan sumbangan Islam dalam theologians and philosophers, whom we tenddunia kefilsafatan yang paling orisinil. Argumen- unfortunately to neglect.(20)argumen yang dikembangkan dalam ilmu kalam (Para pemikir Yahudi berpartisipasi sepenuhnyamenerobos dunia pemikiran Barat, sebagaimana dalam kehidupan intelektual masyarakatbanyak pikiran-pikiran Islam yang lain, meskipun Muslim, banyak di antara mereka yang menulishanya sedikit dari orang-orang Barat yang dalam Bahasa Arab dan menterjemahkanmengakuinya. Berkenaan dengan ini, Craig karya-karya Arab ke dalam Bahasa Ibrani.mengatakan lebih lanjut: Dan orang-orang Kristen kemudian membaca dan menterjemahkan karya-karya para pemikir Yahudi itu. Argumen kalam bagi permulaan The Jewish thinkers fully participated in the adanya alam raya menjadi perdebatan yang intellectual life of the Muslim society, many of panas, karena ditentang oleh Aquinas namun them writing in Arabic and translating Arabic digunakan dan didukung oleh Bonaventure. works into Hebrew. And the Christians in turn read Argumen falsafah dari wujud pasti (wajib) dan and translated works of these Jewish thinkers. wujud mungkin (mumkin) banyak digunakan The kalam argument for the beginning of the dalam berbagai bentuk dan akhirnya menjadi universe became a subject heated debate, being kunci argumen Thomis untuk adanya Tuhan. opposed by Aquinas, but adopted and supported Begitulah, bahwa argumen kosmologis itu by Bonaventure. The falsafa argument from sampai ke para teolog berbahasa Latin, yang necessary and possible being was widely used dalam budaya Barat kita mereka itu menerima in various forms and eventually became the pengakuan untuk orisinalitas, yang mereka key Thomist argument for Gods existence. Thus sendiri tidak sepenuhnya berhak, karena mereka it was that the cosmological argument came mewarisi argumen-argumen itu dari para teolog dan failasuf Arab, yang sayangnya cenderung to the Latinspeaking theologians of the West, kita lupakan). who receive in our Western culture a credit for originality that they do not fully deserve, since 20  Ibid., h. 18. 27
  34. 34. Sebagaimana telah menjadi pokok Argumen kosmologi kalam membimbing kita ke pembicaraan buku William Craig yang dikutip itu, arah adanya Khaliq yang bersifat pribadi alam argumen-argumen kosmologis kalam ternyata kini raya...) banyak mendapatkan dukungan temuan-temuan Adakah membuktikan adanya Tuhan yang ilmiah moderen. Teori big bang dari Chandrasekhar personal itu yang menjadi titik perhatian sentral (pemenang hadiah Nobel), dan dikatakan dengan falsafah dan kalam? Setelah membuktikan dengan temuan-temuan astronomi moderen, begitu pula dalil-dalil dan argumen-argumen yang mantap, konsep waktu dari Newton dan Einstein, semuanya para failasuf dan mutakallim beralih ke usaha itu, menurut Craig, mendukung argumen memahami makna wujudnya Tuhan itu bagi kosmologi ilmu kalam tentang adanya Tuhan dan manusia, kemudian dikembangkan menjadi dalil- "personal", yang telah menciptakan alam raya ini: dalil dan argumen-argumen untuk mendukung kebenaran agama. Seperti ditegaskan oleh Ibn We have thus concluded to a personal Creator Rusyd dalam Fashl al-Maqal, kegiatan berfalsafah of the universe who exists changelessly and adalah benar-benar pelaksanaan perintah Allah independently prior to creation and in time dalam Kitab Suci. Maka, kata Ibn Rusyd, falsafah subsequent to creation. This ia a central core dan agama atau syariah adalah dua saudara of what theists mean by "God"...The kalam kandung, sehingga merupakan suatu kezaliman cosmological argument leads us to a personal besar jika antara keduanya dipisahkan. Hanya Creator of the universe..."(21) memang, kata Ibn Rusyd lagi, terdapat halangan (Dengan begitu kita telah menyimpulkan adanya agama yang karena ketidak-tahuannya memusuhi Khaliq yang personal bagi alam raya, yang ada falsafah, dan terhadap kalangan falsafah yang juga tanpa berubah dan berdiri sendiri sebelum karena ketidak-tahuannya memusuhi syariah. Ibn penciptaan alam dan dalam waktu sesudah Rusyd sendiri adalah seorang failasuf yang amat penciptaan itu. Inilah inti pusat apa yang oleh mendalami syariah. kaum teist dimaksudkan dengan "Tuhan"... 21  Ibid., h. 152.28
  35. 35. Disiplin Ilmu Keislaman Tradisional: 3 Fiqh (Tinjauan Dari Segi Makna Kesejarahan)D ari empat disiplin Ilmu Keislaman Tradisional yang mapan yaitu ilmu fiqh (ilm al-fiqh),ilmu kalam (ilm al-kalam), ilmu tasawuf (ilm mendominasi pemahaman orang-orang Muslim akan agama mereka sehingga, karenanya, paling banyak membentuk bagian terpenting caraal-tashawwuf) dan falsafah (al-falsafah atau berpikir mereka. Kenyataan ini dapat dikembalikanal-hikmah),(1) fiqh adalah yang paling kuat kepada berbagai proses sejarah pertumbuhan 1  Dari empat disiplin ilmu keislaman tradisional itu masing- masyarakat Muslim masa lalu, juga kepada masing dapat diidentifikasikan sebagai berikut: ilmu fiqh sebagian dari inti semangat ajaran agama Islam merupakan disiplin dengan bidang garapan segi-segi eksoteris (lahiriah) agama, yaitu terutama aspek hukum dari amalan sendiri. keagamaan. Para ahli fiqh juga disebut ahl al-dhawahir Salah satu karakteristik historis agama Islam (kelompok eksoteris). Ilmu tasawuf memperhatikan segi-segi esoteris (kedalaman, kebatinan), dan para ahli tasawuf disebut ialah kesuksesan yang cepat luar biasa dalam ahl al-bawathin (kelompok esoteris). Ilmu kalam menggarap ekspansi militer dan politik.(2) Ada indikasi bahwa segi-segi rasional, namun tetap lebih mengutamakan wahyu, sedangkan falsafah menggarap segi-segi spekulatif dengan yang dalam peradaban Islam dikenal dengan ilmu mantiq kecenderungan kuat kepada metode interprestasi metaforis (lengkapnya, ilm al-manthiq al-aristhi). Al-Ghazali pun, kepada teks-teks suci. Dari keempatnya itu falsafah adalah yang terkenal telah berusaha merubuhkan falsafah, menaruh yang paling kontroversial, disebabkan persandarannya kepada kepercayaan besar kepada ilmu mantiq ini. filsafat Yunani yang amat jauh. Namun ada bagian dari 2  Seperti halnya dengan Nabi Musa a.s. dan beberapa Nabi filsafat yang diterima hampir universal di kalangan orang- yang lain, Nabi Muhammad dikenal dalam sosiologi agama orang Muslim, yaitu logika formal (silogisme) Aristoteles, sebagai "nabi bersenjata" (armed prophet). Tapi jauh
  36. 36. ekspansi militer ke luar Jazirah Arabia itu mula- "daerah beradab" (Oikoumene, menurut sebutan mula dilakukan dalam keadaan terpaksa dan orang-orang Yunani kuna), yang membentang untuk tujuan pertahanan diri.(3) Tetapi dinamika dari Lautan Atlantik di barat sampai Gurun Gobi di gerakan perluasan itu kemudian seperti tidak timur. Sebuah kemaharajaan (empire) dunia telah dapat dikekang, dan dalam tempo amat singkat lahir dengan keluasan wilayah yang tidak pernah orang-orang Muslim menguasai sepenuhnya terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia. melampaui "prestasi" Nabi Musa a.s., Nabi Muhammad s.a.w. Disebabkan oleh ciri kekuasaan itu maka berhasil merampungkan hal-hal yang berlipatganda lebih besar dari yang dirampungkan oleh Nabi Musa dan generasi sejak dari semula, khususnya dikalangan kaum berikutnya sampai Nabi Daud a.s. Ketika Rasulullah wafat, Sunni, agama Islam dengan erat terkait dengan praktis seluruh Jazirah Arabia telah tunduk kepada Madinah, dan hanya selang beberapa tahun saja sesudah itu wilayah kemapanan politik. Di antara sekian banyak kekuasaan politik Islam meluas sampai meliputi daerah inti implikasinya ialah bahwa para pemimpin Islam, peradaban manusia saat itu. baik yang berada pada lingkungan kekuasaan 3  Salah satu yang mendorong orang-orang Muslim itu keluar Jazirah Arabia dan mengadakan bcrbagai ekspedisi militer maupun yang menekuni bidang pemikiran, banyak ialah karena berita-berita yang telah beredar saat-saat terakhir sekali disibukkan oleh usaha-usaha mengatur hidup Nabi bahwa orang-orang Byzantium yang telah merasa terancam oleh munculnya gerakan Islam itu telah menyiapkan masyarakat dan negara sebaik-baiknya. Ini pasukan yang sangat besar di perbatasan utara untuk mendorong kepada curahan perhatian yang luar menghancurkan masyarakat Islam. Bahkan sebelum wafatnya, biasa besar untuk menggali dan mengembangkan Rasulullah s.a.w. telah sempat mengirim ekspedisi militer ke sana. Ekspedisi yang dikirim Nabi itu kemudian ditafsirkan unsur-unsur dalam ajaran agama Islam yang sebagai semacam wasiat yang harus dilaksanakan, dan itulah berhubungan dengan masalah pengaturan permulaan sekalian ekspedisi dan ekspansi militer yang terjadi selanjutnya. masyarakat dan negara. Pangkal Pertumbuhan Fiqh Dari suatu segi, ilmu fiqh, seperti halnya dengan sebagai "hukum" seperti yang sekarang umum ilmu-ilmu keislaman lainnya, dapat dikatakan dipahami orang, maka akar "hukum" yang amat telah tumbuh semenjak masa Nabi sendiri. Jika erat kaitannya dengan kekuasaan itu berada "fiqh" dibatasi hanya kepada pengertiannya dalam salah satu peranan Nabi sendiri selama30
  37. 37. beliau mengemban tugas suci kerasulan (risalah), hirarki sosial) dan yang bersifat universal (berlakukhususnya selama periode sesudah hijrah ke untuk semua orang, di semua tempat dan waktu).Madinah, yaitu peranan sebagai pemimpin Tetapi peranan Nabi dengan tugas kerasulanmasyarakat politik (Madinah) dan sebagai hakim (risalah) yang diembannya tidaklah hanyapemutus perkara.(4) bersangkutan dengan hal-hal kemasyarakatan Peranan Nabi sebagai pemutus perkara itu semata. Dalam kesanggupan menangkap dansendiri harus dipandang sebagai tak terpisahkan memahami serta mengamalkan keseluruhandari fungsi beliau sebagai utusan Tuhan. Seperti makna agama yang serba segi itu ialahhalnya dengan semua penganjur agama dan sesungguhnya letak perbaikan dan peningkatanmoralitas, Nabi Muhammad s.a.w. membawa nilai kemanusiaan seseorang. Inilah kurang lebihajaran dengan tujuan amat penting reformasi atau yang dimaksudkan Nabi ketika beliau bersabdapembabaruan dan perbaikan (ishlah)(5) kehidupan dalam sebuah hadits yang amat terkenal bahwamasyarakat. Berada dalam inti reformasi itu ialah jika Tuhan menghendaki kebaikan untuk seseorangaspirasi keruhanian (sebagai pengimbang aspirasi maka dibuatlah ia menjadi faqih (orang yangkeduniawian semata) yang populis (cita-cita paham) akan agamanya.(6) Demikian pula sebuahkeadilan dengan semangat kuat anti elitisme dan firman Ilahi yang tidak jauh maknanya dari hadits 4  Kedudukan Nabi sebagai hakim pemutus perkara ini antara itu, yang menegaskan hendaknya dalam setiap lain dikukuhkan dalam sebuah firman, Q., s. al-Nisa/4:65, masyarakat selalu ada kelompok orang yang "Maka demi Tuhanmu, mereka tidaklah beriman sehingga mereka berhakim kepadamu berkenaan dengan hal-hal melakukan tafaqquh (usaha memahami secara yang diperselisihkan antara mereka, kemudian mereka tidak mendalam) tentang agamanya. Diharapkan agar menemui kekerabatan dalam diri mereka atas keputusan yang para "Spesialis" ini dapat menjalankan peran telah kau ambil, dan mereka pasrah sepenuh-penuhnya." Firman ini dan lain-lainnya juga sering menjadi acuan sebagai sebagai sumber kekuatan moral (moral force) penegasan kewajiban mengikuti Nabi melalui Sunnah yang masyarakat.(7) Maka suatu masyarakat tumbuh ditinggalkan beliau. 5  Ini bisa dipahami dari firman Allah, Q. s. Hud/11:88, yang 6  Hadits yang terkenal mengatakan, "Barangsiapa Allah menuturkan Nabi Syuaib dalam pernyataannya kepada menghendaki kebaikan baginya, maka ia dibuat paham (fiqh) kaumnya; "Aku hanyalah menghendaki perbaikan (ishlah, dalam agama." reformasi) sedapatdapatku." 7  Q. s. al-Tawbah/9:122," Maka hendaknyalah pada setiap 31
  38. 38. menjadi masyarakat hukum (legal society), simpul kepercayaan (al-aqaid) dan peribadatan (al- namun dasar strukturnya itu ialah hakikat suatu ibadat), maka diberikan secara terinci (mufashshal) masyarakat akhlaq (ethical society).(8) dengan rincian yang sempurna, serta dijelaskan Berkenaan dengan prinsip ini al-Sayyid Sabiq, dengan nas-nas yang serba meliputi. Karena itu misalnya, mengatakan bahwa Allah mengutus tidak seorang pun dibenarkan menambah atau Muhammad s.a.w. dengan kecenderungan suci mengurangi. Sedangkan hal-hal yang berubah yang lapang (al-hanifiyyat al-samhah). Rasulullah dengan perubahan zaman dan tempat, seperti s.a.w. bersabda bahwa "Agama yang paling disukai berbagai kemaslahatan sipil (al-mashalih al- Allah ialah al-hanifiyyat al-samhah." Kemudian madaniyyah) serta berbagai perkara politik dan kecenderungan suci yang lapang itu dilengkapi perang, maka diberikan secara garis besar (mujmal) dengan tata cara hidup praktis yang serba meliputi agar bersesuaian dengan kemaslahatan manusia (al-syariat al-jamiah). Namun dalam sifatnya yang di setiap masa, dan dengan ketentuan itu para menyeluruh itu masih dapat dikenali adanya dua pemegang wewenang (ulu al-amr, jamak dari wali hal yang berbeda: hal-hal parametris keagamaan al-amr, pemegang kekuasaan, yakni, pemerintah) yang tidak berubah-ubah, dan hal-hal dinamis, dapat mencari petunjuk dalam usaha menegakkan yang berubah menurut perubahan zaman dan kebenaran dan keadilan.(9) tempat: Maka ilmu fiqh dalam makna asalnya adalah ... Adapun hal-hal yang tidak berubah karena ilmu yang berusaha memahami secara tepat perubahan zaman dan tempat, seperti simpul- ketentuan-ketentuan terinci (al-mufashshalat) dan golongan dari mereka (orang-orang yang beriman) itu ketentuan-ketentuan garis besar (al-mujmalat) ada sekelompok orang yang tidak ikut (berperang) untuk dalam ajaran agama itu. Tentang hal-hal yang telah mendalami agama (tafaqquh), dan untuk dapat memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka itu telah kembali terinci, dengan sendirinya tidak banyak kesulitan. (dari perang) agar mereka semuanya waspada." Dan waspada Tetapi tentang hal-hal yang bersifat garis besar, dalam hal ini, seperti taqwa, mengandung arti menjunjung tinggi moralitas. perbedaan penafsiran dan penjabarannya sering 8  Sebuah Hadits yang terkenal bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan budi 9  Al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah (Kuwait: Dar al-Bayan, 1388 pekerti luhur." H/ 1968 M), j. 1, h. 13.32
  39. 39. menjadi sumber kesulitan yang menimbulkan Muslim dalam fase perkembangan historis merekaberbagai perbedaan pendapat antara para pemikir yang paling formatif. Masa-masa Perkembangan Formatif Melalui masa-masa perkembangan formatifnya, ini diperlukan penyusunan hukum-hukumilmu fiqh memperoleh batasnya yang jelas. Sejalan pembalasan, dan inilah bagian uqubat dari ilmudengan yang telah dikemukakan di atas, batasan fiqh.(10)itu kurang lebih adalah: Dari definisi dan penjelasan tentang hakikat ... Fiqh ialah ilmu tentang masalah-masalah ilmu fiqh itu nampak dengan jelas titik beratsyaraiyah secara teoritis. Masalah-masalah fiqh itu orientasi fiqh kepada masalah pengaturan hidupberkenaan dengan perkara akhirat seperti hal- bersama manusia dalam tatanan sosialnya, yanghal peribadatan (ibadat) atau berkenaan dengan inti kerangka pengaturan itu ialah masalah-perkara dunia yang terbagi menjadi munakahat masalah hukum. Bahkan meskipun masalah-(tentang pernikahan), muamalat (tentang berbagai masalah ibadat juga termasuk ke dalam ilmu fiqhtransaksi dalam masyarakat) dan uqubat (tentang —justru merupakan yang pertama-tama dibahas—hukuman) namun cara pandang ilmu fiqh terhadap ibadat ...Demi terpeliharanya keadilan dan ketertiban pun tetap bertitikberatkan orientasi hukum. Dalamantara sesama manusia serta menjaga mereka hal ini terkenal pembagian hukum yang lima: wajibdari kehancuran maka diperlukanlah ketentuan- mandub, mubah, makruh dan haram. Disampingketentuan yang diperkuat oleh syariat berkenaan itu terdapat cara penilaian kepada sesuatu sebagaidengan perkara perkawinan, dan itulah bagian sah atau batal, yaitu dilihat dari kenyataan apakahmunakahat dari ilmu fiqh; kemudian berkenaan semua syarat dan rukunnya terpenuhi atau tidak.(11)dengan perkara peradaban dalam bentuk Telah dikemukakan bahwa situasi yanggotong-royong dan kerjasama, dan itulah bagianmuamalat dari ilmu fiqh; dan untuk memelihara 10  Majallat al-Ahkam al-Adliyyah (Beirut: Mathbaat Syiarku, 1388 H/1968 M, cetakan kelima), h. 15perkara peradaban itu agar tetap pada garisnya 11  Lihat catatan 1 di atas. 33
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×