HAZARD BIOLOGI (VIRUS)
Mata Kuliah : Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Tingkat II DIV Kesehatan Lingkungan
Politeknik Keseh...
HAZARD BIOLOGI
• Penyakit ditempat kerja akibat factor biologi biasanya disebabkan
oleh makhluk hidup sehingga menyebabkan...
• Agen faktor biologi atau biological agent didefinisikan
sebagai mikroorganisme, kultur sel, atau endoparasit
manusia, te...
JENIS HAZARD BIOLOGIS
• Bakteri, contohnya Tibi, bacillus anthrax , legionilla
pnelmophila
• Parasit, contohnya Malaria, c...
BEBERAPA JENIS VIRUS DI LINGKUNGAN
PEKERJAAN
• Kata virus berasal dari bahasa latin yaitu venom yang berarti
racun.
• Hamp...
KARAKTERISTIK
CIRI-CIRI VIRUS
• Berukuran ultra mikroskopis
• Parasit sejati/parasit obligat
• Berbentuk oval, bulat,
bata...
BEBERAPA JENIS VIRUS DI LINGKUNGAN
PEKERJAAN
HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)
• Menurut KEPMENAKERTRANS RI no 68 tahun 2004 tentang
Pencegahan Dan Penanggulangan Hiv...
PENYEBARAN DAN PENULARAN
Virus HIV biasanya tertular melalui:

• kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh y...
GEJALA PENYAKIT DARI VIRUS HIV

• Gejala AIDS berasal dari infeksi HIV sendiri serta infeksi
oportunistik dan kanker. Teta...
• Gejala dari penyakit HIV dapat dilihat berikut ini:
 Merasa kelelahan yang berkepanjangan.
 Deman dan berkeringat pada...
RESIKO PENULARAN
Resiko penularan melalui pekerjaan relatif kecil dan

biasanya terjadi pada pekerja kesehatan, petugas
la...
TAHAPAN INFEKSI HIV/AIDS

Masa Inkubasi penyakit belum diketahui secara pasti. Dalam
beberapa literatur di katakan bahwa m...
Tahap 1: Periode Jendela

• HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody
terhadap HIV dalam darah
• Tidak ada ta...
Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun

• HIV berkembang biak dalam tubuh
• Tidak ada tanda-tanda...
Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
• Sistem kekebalan tubuh semakin turun
• Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, mi...
PENGENDALIAN
• Pengendalian atau pencegahan yang dapat dilakukan yaitu :

• Selalu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mud...
Cara Lain Pengendalian HIV Adalah Dengan Cara:
• Pengendalian dengan peraturan undang-undang

 Terdapat di dalam Keputusa...
• Pengendalian teknis (engineering control)
Pengendalian teknis dapat berupa isolasi
proses,
proses
tertutup,
penggunaan
...
• Pengendalian Teknis:
 Pengendalian teknis dapat berupa isolasi proses, proses tertutup,
penggunaan peralatan mekanis at...
PENCEGAHAN HIV/AIDS
• Pencegahannya

dapat

dilakukan dengan

meningkatkan

penyuluhan tentang HIV/AIDS, penjagaan perilak...
Namun telah dikembangkan konsep ABCD untuk mencegah HIV/AIDS,
yakni:
• A atau Abstinence (Menghindari), metode pencegahan ...
VIRUS HEPATITIS
• Hepatitis berasal dari dua kata yaitu hepa (hepar/hati) dan itis
(radang). Hepatitis merupakan radang ya...
• Dan menurut (Elizabeth J. Corwin. 2000 : 573) Hepatitis
adalah peradangan yang terjadi pada hati yang disebabkan
oleh in...
PENYEBAB
Penyakit hepatitis dapat terjadi karena adanya virus utama dari

kelima virus penyebab hepatitis, yaitu virus hep...
RESIKO PENYAKIT
Penyakit ini dapat menyerang pada semua orang, tak terkecuali

orang yang memiliki kekebalan tubuh yang sa...
GEJALA HEPATITIS
• Kelelahan
• Mual dan muntah
• Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di
daerah hati (pada sisi ka...
JENIS HEPATITIS
• Hepatitis A
Termasuk golongan penyait hepatitis yang ringan dan jarang
menyebabkan kematian. Virus hepat...
• Hepatitis C

Disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Penularan penyakit
ini dapat melalui kontak darah (transfusi, jaru...
PENGOBATAN
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang jitu untuk
hepatitis virus sehingga pengobatan umumnya bersifat
mengh...
PENCEGAHAN
• Pencegahan secara Teknis
• Melakukan imunisasi aktif.
Imunisasi aktif hepatitis ini adalah bertujuan jalur tr...
• Pencegahan Administratif

• Gantilah waktu tidur dengan istirahat yang
cukup di siang hari.
• Usahakan untuk rotasi Shif...
VIRUS INFLUENZA
Influenza adalah flu yang disebabkan oleh virus
Influenza, Virus ini ditularkan oleh orang lain melalui

a...
Influenza (sering disebut sebagai “flu”) adalah penyakit
pernapasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus
influenz...
Penyebab
Penyebab dari penyakit ini adalah virus influenza dari
berbagai tipe, diantaranya:
• Virus Influenza A: Virus inf...
• Virus Influenza B: virus influenza B hanya menyerang
pada manusia.
• Virus Influenza C: virus influenza C dapat menginfe...
Jika imunitas tubuh baik, virus flu tidak akan
menyerang tubuh. Virus ini biasanya menginfeksi
manusia selama 5-7 hari. An...
PENYEBARAN
Infeksi ini dapat terjadi dengan
penghisapan/penghirupan barang-barang yang
terinfeksi dengan virus. Manusia da...
PENULARAN
• Melalui penularan langsung (saat orang yang terinfeksi bersin,
terdapat lendir hidung yang masuk secara langsu...
GEJALA KLINIS
Gejala yang biasanya muncul saat terkena penyakit influenza ini,
diantaranya:
• Kerongkongan gatal

• Demam
...
PENGENDALIAN
• Pencegahan Kelompok berisiko tinggi (pekerja
peternakan dan pedagang)
– Mencuci tangan dengan desinfektan d...
• Menjaga kesehatan pribadi dan kebiasaan higienis yang

baik: seperti tidak menyentuh mata, hidung dan mulut.
• Menutup m...
PENGOBATAN
Orang dengan flu disarankan untuk banyak istirahat, minum
banyak cairan, menghindari penggunaan alkohol dan
tem...
RISIKO PEKERJAAN
Penyakit akibat di tempat kerja yang umumnya berkaitan dengan
faktor biologi (virus) secara umum yaitu:
•...
PROSES PENULARAN VIRUS DI TEMPAT KERJA
• Pekerja di labotorium yang umumnya berkaitan dengan faktor
biologi: kuman pathoge...
• influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau
bersin yang mengandung virus.
• Influenza dapat ditularkan melalui k...
• melalui makanan atau minuman
• HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah,
serta kontak membran mukos...
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Virus
http://mitrayudha.blogspot.com/2011/06/penyakit-ditempat-kerja-akibat-fa...
Ppt hazard biologi virus
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ppt hazard biologi virus

1,988

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,988
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
83
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt hazard biologi virus

  1. 1. HAZARD BIOLOGI (VIRUS) Mata Kuliah : Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tingkat II DIV Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Disusun oleh : Arif Ridwan Diaba Arum Sari Elsa Supriyani Fathul Fitriyah R. Ghina Akmalia Ibnu Nugroho Ina Isna Saumi Putri Khrisna S. Rifka Rosiyani Sri Wahyuni
  2. 2. HAZARD BIOLOGI • Penyakit ditempat kerja akibat factor biologi biasanya disebabkan oleh makhluk hidup sehingga menyebabkan gangguan kesehatan pada pekerja yang terpajan. • Faktor biologi tempat kerja adalah faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas manusia. Faktor biologi yang ada dilingkungan kerja infeksi akut dan kronis, parasit, jamur, dan bakteri. • Bahaya faktor biologi (biohazard) didefinisikan sebagai agen infeksius atau produk yang dihasilkan agen tersebut yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
  3. 3. • Agen faktor biologi atau biological agent didefinisikan sebagai mikroorganisme, kultur sel, atau endoparasit manusia, termasuk yang sudah dimodifikasi secara genetic, yang dapat menyebabkan infeksi, reaksi alergi, atau menyebabkan bahaya dalam bentuk lain yang mengganggu kesehatan manusia. • Potensi bahaya biologis, yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau bersumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya : TBC, Hepatitis A/B, Aids,dll maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.
  4. 4. JENIS HAZARD BIOLOGIS • Bakteri, contohnya Tibi, bacillus anthrax , legionilla pnelmophila • Parasit, contohnya Malaria, cacing tambang dan scabies • Jamur, contohnya T. corporis, T. croris, dan T. pedis • Virus, contohnya HIV AIDS, influenza, dan hepatitis
  5. 5. BEBERAPA JENIS VIRUS DI LINGKUNGAN PEKERJAAN • Kata virus berasal dari bahasa latin yaitu venom yang berarti racun. • Hampir semua jenis virus adalah penyebab penyakit, baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia. • Virus dapat bereplikasi di dalam sel/jaringan hidup sehingga disebut parasit obligat interseluler. • Virus adalah parasit berukuran mikroskopik (Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil yang bervariasi antara 16-300 nm) • Virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri karena berukuran lebih kecil daripada bakteri.
  6. 6. KARAKTERISTIK CIRI-CIRI VIRUS • Berukuran ultra mikroskopis • Parasit sejati/parasit obligat • Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan • Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA • Dapat dikristalkan • Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup STRUKTUR dan ANATOMI VIRUS Struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari: • Kepala diselubungi kapsid dan berisi DNA • Kapsid selubung unit protein(kapsomer) • Isi tubuh berisi materi genetik(DNA dan RNA) • Ekor alat penempel pada inang
  7. 7. BEBERAPA JENIS VIRUS DI LINGKUNGAN PEKERJAAN
  8. 8. HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) • Menurut KEPMENAKERTRANS RI no 68 tahun 2004 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Hiv/Aids Di Tempat Kerja: “Human Immunodeficiency Virus"(HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. • Virus ini menyerang manusia dan sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun
  9. 9. PENYEBARAN DAN PENULARAN Virus HIV biasanya tertular melalui: • kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang terkandung HIV, yaitu darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. • Terjadi pada saat seseorang berhubungan intim • Jarum suntik yang terkontaminasi, • Transfusi darah, • Ibu yang sedang menyusui,
  10. 10. GEJALA PENYAKIT DARI VIRUS HIV • Gejala AIDS berasal dari infeksi HIV sendiri serta infeksi oportunistik dan kanker. Tetapi hanya sedikit penderita AIDS yang meninggal karena efek langsung dari infeksi HIV. Gejala berlangsung selama 3-14 hari. Sebagian besar gejala akan menghilang, meskipun kelenjar getah bening tetap membesar. Penderita bisa menunjukan gejala-gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa tahun sebelum terjadinya infeksi atau tumor yang khas untuk AIDS.
  11. 11. • Gejala dari penyakit HIV dapat dilihat berikut ini:  Merasa kelelahan yang berkepanjangan.  Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.  Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.  Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan.  Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa.  Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10% tanpa alasan yang jelas dalam 1 bulan.  Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher dan lipatan paha.
  12. 12. RESIKO PENULARAN Resiko penularan melalui pekerjaan relatif kecil dan biasanya terjadi pada pekerja kesehatan, petugas laboratorium, dan orang lain yang bekerja dengan spesimen/bahan terinfeksi HIV terutama bila menggunakan benda tajam, serta pekerja yang sering berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual yang tidak sehat.
  13. 13. TAHAPAN INFEKSI HIV/AIDS Masa Inkubasi penyakit belum diketahui secara pasti. Dalam beberapa literatur di katakan bahwa melalui transfusi darah masa inkubasi kira-kira 4,5 tahun, sedangkan pada penderita homoseksual 2 -5 tahun, pada anak- anak rata – rata 21 bulan dan pada orang dewasa 60 bulan. Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
  14. 14. Tahap 1: Periode Jendela • HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah • Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat • Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini • Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan
  15. 15. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun • HIV berkembang biak dalam tubuh • Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat • Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV • Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
  16. 16. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) • Sistem kekebalan tubuh semakin turun • Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll • Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya Tahap 4: AIDS • Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah • berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
  17. 17. PENGENDALIAN • Pengendalian atau pencegahan yang dapat dilakukan yaitu : • Selalu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit. • Tidak melakukan seks bebas dan tidak menggunakan narkoba • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar • Berhati-hati saat melakukan donor darah (dipastikan kalau jarum yang digunakan steril)
  18. 18. Cara Lain Pengendalian HIV Adalah Dengan Cara: • Pengendalian dengan peraturan undang-undang  Terdapat di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep. 68/Men/IV/2004 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan HIV/AIDS Di Tempat Kerja.  Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep. 20/Djppk/VI/2005 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pencegahan Dan Penanggulangan
  19. 19. • Pengendalian teknis (engineering control) Pengendalian teknis dapat berupa isolasi proses, proses tertutup, penggunaan peralatan mekanis atau otomatisasi serta modifikasi alat kerja dan perlengkapan kerja.
  20. 20. • Pengendalian Teknis:  Pengendalian teknis dapat berupa isolasi proses, proses tertutup, penggunaan peralatan mekanis atau otomatisasi serta modifikasi alat kerja dan perlengkapan kerja.  Eliminasi  Larangan penggunaan jarum suntik bekas.  Substitusi  Dalam kondisi di mana eliminasi tidak dapat dilaksanakan, maka pengurus/pengusaha hendaklah menggantikan pelaksanaan kerja dengan yang berisiko rendah terhadap penularan HIV/AIDS, misalnya pemberian obat-obatan melalui suntik diganti dengan obat-obatan yang diminum.
  21. 21. PENCEGAHAN HIV/AIDS • Pencegahannya dapat dilakukan dengan meningkatkan penyuluhan tentang HIV/AIDS, penjagaan perilaku seks yang aman, atau menggunakan kondom, dan tidak menggunakan peralatan secara bergantian tanpa sterilisasi serta bagi petugas kesehatan, selalu menggunakan APD seperti sarung tangan, baju pelindung, jas laboratorium, masker atau pelindung mata yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas pekerjaan.
  22. 22. Namun telah dikembangkan konsep ABCD untuk mencegah HIV/AIDS, yakni: • A atau Abstinence (Menghindari), metode pencegahan yang paling efektif dengan cara menghindari hubungan seks dan perilaku berisiko tinggi. • B atau Be Faithful (Setia), berganti-ganti pasangan meningkatkan risiko terinfeksi HIV, maka harus saling setia pada pasangan setelah menikah. • C atau Condom, yaitu memakai kondom bagi orang yang melakukan seks beresiko untuk mencegah penularan penyakit, termasuk HIV. • D atau Drugs, yaitu tidak menggunakan napza terutama napza suntik agar tidak menggunakan jarum suntik bergantian dan bersama-sama. • Memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) pada masyarakat khususnya remaja. (Muninjaya, 1998).
  23. 23. VIRUS HEPATITIS • Hepatitis berasal dari dua kata yaitu hepa (hepar/hati) dan itis (radang). Hepatitis merupakan radang yang terjadi pada organ hati. Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh kuman (tbc, sifilis), parasit (amuba, malaria), jamur dan yang terpenting ialah virus • Menurut definisi WHO, hepatitis berarti peradangan hati, dan penyebab utama paling sering (>95%) adalah virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F dan G..
  24. 24. • Dan menurut (Elizabeth J. Corwin. 2000 : 573) Hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada hati yang disebabkan oleh infeksi atau oleh toksin termasuk alkohol • Karena hampir seluruh tubuh penderita berwarna kekuningkuningan maka dalam masyarakat dikenal dengan istilah penyakit kuning (jaundice). Namun, sebenarnya istilah sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan karena tidak semua sakit kuning disebabkan radang hati.
  25. 25. PENYEBAB Penyakit hepatitis dapat terjadi karena adanya virus utama dari kelima virus penyebab hepatitis, yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, dan virus hepatitis E. Selain kelima virus tersebut yang menjadi penyebab terjadinya penyakit hepatitis, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh karena infeksi dari virus lain. Contohnya seperti infeksi sitomegalovirus, mononukleosis infeksiosa, dan demam kuning. Terdapat juga hepatitis non virus yang penyebab utamanya adalah alkohol dan juga obat-obatan.
  26. 26. RESIKO PENYAKIT Penyakit ini dapat menyerang pada semua orang, tak terkecuali orang yang memiliki kekebalan tubuh yang sangat baik. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia 2-15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas.
  27. 27. GEJALA HEPATITIS • Kelelahan • Mual dan muntah • Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk) • Kehilangan nafsu makan • Demam • Urin berwarna gelap • Nyeri otot • Menguningnya kulit dan mata (jaundice).
  28. 28. JENIS HEPATITIS • Hepatitis A Termasuk golongan penyait hepatitis yang ringan dan jarang menyebabkan kematian. Virus hepatitis A banyak terjadi melalui vecal oral karena virus dikeluarkan dari tubuh melalui tinja yaitu lewat empedu masuk ke dalam usus. Rata-rata terjadi di negara berkembang • Hepatitis B Hepatitis jenis ini tergolong penyakit yang berbahaya. Virus Hepatitis B dapat menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Penyakit ini selanjutnya dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati.
  29. 29. • Hepatitis C Disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Penularan penyakit ini dapat melalui kontak darah (transfusi, jarum suntik bahkan serangga yang menggigit penderita kemudian menggigit orang sehat disekitarnya). Penderita hepatitis C kronik akan mengalami kerusakan/kematian sel-sel hati dan kemudian menjadi kanker hati.
  30. 30. PENGOBATAN Hingga saat ini belum ditemukan obat yang jitu untuk hepatitis virus sehingga pengobatan umumnya bersifat menghilangkan keluhan saja dan meliputi :  Istirahat yg cukup  Makanan bergizi dan yang mudah dicerna. Pada penderita yang mual dan muntah, lemak perlu dikurangi.  Vitamin.  Untuk hepatitis B, C dan D sekarang telah dipakai obat Interferon, Lamivudin, Telbivudin, Adefovir, Entecavir, Telbivudin, namun harga obat yang sangat mahal, serta efek samping adalah kendala kendala yang membatasi penggunaan obat ini.
  31. 31. PENCEGAHAN • Pencegahan secara Teknis • Melakukan imunisasi aktif. Imunisasi aktif hepatitis ini adalah bertujuan jalur transmisi penyebaran penyakit hepatitis ini melalui program imunisasi bayi baru lahir dan kelompok resiko tinggi tertular hepatitis • Hep B, C dan D: pemberian vaksin screening darah donor (liver enzim dan virusmarker), safe sex, edukasi pola transmisi, aktif imunisasi pada kelompok beresiko (untuk kasus Hep A dan B), lakukan pemeriksaan berkala. • Bed rest, istirahat di tempat tidur, bangun dari tempat tidur hendaknya perlahan agar tidak terjadi peningkatan kembali (re-elevasi) enzim–enzim liver
  32. 32. • Pencegahan Administratif • Gantilah waktu tidur dengan istirahat yang cukup di siang hari. • Usahakan untuk rotasi Shift. Maksimal 6 bulan, shift harus diubah. Gunanya, agar para pekerja malam bisa segera mengembalikan kondisi kesehatannya
  33. 33. VIRUS INFLUENZA Influenza adalah flu yang disebabkan oleh virus Influenza, Virus ini ditularkan oleh orang lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat penderita batuk atau bersin melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan lendir) penderita.
  34. 34. Influenza (sering disebut sebagai “flu”) adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus influenza tipe A, B dan bisa juga C. • Virus influenza A, virus ini menginfeksi manusia, mamalia dan unggas. contohnya: flu burung, H5N1 • Virus Influenza B, menginfeksi manusia dan binatang laut seperti singa laut dan linsang. • Virus influenza C, menginfeksi manusia dan babi, contohnya: flu biasa kadang menyebabkan masalah pernapasan sangat ringan. Vaksinasi ditawarkan setiap musim flu untuk jenis sasaran A dan B, strain yang menyebabkan penyakit pandemi. Berdasarkan tingkat bahayanya, virus influenza dibagi 3, yaitu:
  35. 35. Penyebab Penyebab dari penyakit ini adalah virus influenza dari berbagai tipe, diantaranya: • Virus Influenza A: Virus influenza A merupakan patogen manusia yang paling virulen di antara ketiga tipe influenza lainnya dan menimbulkan penyakit yang paling berat. Beberapa contoh virus yang termasuk dalam golongan virus influenza A diantaranya:  H1N1, yang menimbulkan Flu Spanyol pada tahun 1918 atau disebut Flu Babi pada tahun 2009  H2N2, yang menimbulkan Flu Asia pada tahun 1957  H3N2, yang menimbulkan Flu Hongkong pada tahun 1968  H5N1, yang menimbulkan Flu Burung pada tahun 2004
  36. 36. • Virus Influenza B: virus influenza B hanya menyerang pada manusia. • Virus Influenza C: virus influenza C dapat menginfeksi manusia, anjing dan babi, kadangkala dapat menimbulkan penyakit yang berat dan menjadi epidemi lokal.
  37. 37. Jika imunitas tubuh baik, virus flu tidak akan menyerang tubuh. Virus ini biasanya menginfeksi manusia selama 5-7 hari. Anak-anak lebih mudah terserang influenza Virus ini ditularkan oleh orang lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat penderita batuk atau bersin melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan lendir) penderita.
  38. 38. PENYEBARAN Infeksi ini dapat terjadi dengan penghisapan/penghirupan barang-barang yang terinfeksi dengan virus. Manusia dapat terinfeksi apabila bersentuhan langsung dan bernapas dekat dengan anggota tubuh dan kotoran unggas yang terinfeksi serta benda-benda dan tempat yang terkontaminasi.
  39. 39. PENULARAN • Melalui penularan langsung (saat orang yang terinfeksi bersin, terdapat lendir hidung yang masuk secara langsung pada mata, hidung, dan mulut dari orang lain) • Melalui udara (saat seseorang menghirup aerosol (butiran cairan kecil dalam udara) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah) • Melalui penularan tangan-ke-mata, tangan-ke-hidung, atau tanganke-mulut, baik dari permukaan yang terkontaminasi atau dari kontak personal langsung seperti bersalaman.
  40. 40. GEJALA KLINIS Gejala yang biasanya muncul saat terkena penyakit influenza ini, diantaranya: • Kerongkongan gatal • Demam • Hidung mampet, meler dan • Pusing bersin-bersin • Batuk kering • Kelelahan (bahkan bisa sangat parah) • Badan sakit/ngilu
  41. 41. PENGENDALIAN • Pencegahan Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) – Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. – Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung – Menggunakan alat pelindung diri (contoh : masker dan pakaian kerja). – Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. – Membersihkan kotoran unggas setiap hari. – Melakukan imunisasi.
  42. 42. • Menjaga kesehatan pribadi dan kebiasaan higienis yang baik: seperti tidak menyentuh mata, hidung dan mulut. • Menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit; dan tetap berada di rumah sendiri saat sedang sakit. • Tidak meludah sembarangan.
  43. 43. PENGOBATAN Orang dengan flu disarankan untuk banyak istirahat, minum banyak cairan, menghindari penggunaan alkohol dan tembakau, dan jika perlu, menggunakan obat seperti parasetamol (acetaminophen) untuk meringankan demam dan nyeri otot yang berhubungan dengan flu. Anak-anak dan remaja jangan menggunakan aspirin saat Influenza (khususnya influenza tipe B), karena hal tersebut dapat mengakibatkan syndrome Reye (penyakit yang berpotensi fatal hati).
  44. 44. RISIKO PEKERJAAN Penyakit akibat di tempat kerja yang umumnya berkaitan dengan faktor biologi (virus) secara umum yaitu: • Petugas labotorium • Perawat • Karyawan rumah sakit • Petugas medis • Dokter • Pekerja Umum
  45. 45. PROSES PENULARAN VIRUS DI TEMPAT KERJA • Pekerja di labotorium yang umumnya berkaitan dengan faktor biologi: kuman pathogen yang berasal dari pasien, alat-alat yang terkontaminasi dan dari udara. • Debu yang beracun karena limbah alat-alat yang sudah terkena infeksi virus pasien akan menyebar oleh udara dan pekerja dapat terkena penyakit juga. • kontak dengan darah atau luka dari penderita hepatitis B, saat dokter atau perwat sedang mengecek pasien yang sakit hepatitis
  46. 46. • influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin yang mengandung virus. • Influenza dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau unggas • Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan yang paling berperan dalam penyakit ini .
  47. 47. • melalui makanan atau minuman • HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. • Cairan tubuh pekerja yang sehat terkena tubuh pasien yang sudah infeksi Hiv, contoh cairan pasien : – air liur pasien – feses pasien – air mata pasien – air keringat pasien – air kencing pasien/air seni
  48. 48. DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Virus http://mitrayudha.blogspot.com/2011/06/penyakit-ditempat-kerja-akibat-factor.html http://id.scribd.com/doc/50250842/FAKTOR-BIOLOGI-DI-LINGKUNGAN-KERJA http://1001kiat.blogspot.com/2012/01/tanda-dan-gejala-penyakit-influenza.html http://penyakithepatitis.org/gejala-hepatitis/ http://mia.staff.uns.ac.id/2011/07/11/tempat-kerja-potensi-bahaya/ http://www.konsultasik3.com/2013/01/faktor-biologi.html http://id.wikipedia.org/wiki/HIV http://setiah3121.wordpress.com/2013/05/15/pengertian-hepatitis-jenis-jenis-cara-penyebaran-dancara-pencegahannya/ http://penyakithepatitis.org/gejala-hepatitis/ http://mancinginfo.blogspot.com/2012/10/penyebab-influenza-dan-cara-mencegahnya.html http://atepisius.blogspot.com/2012/05/virus-influenza.html http://betterwork.org/in-labourguide/wp-content/uploads/2012/05/L-GUIDE-2005-Juknis-PelaksanaanPencegahan-Penanggulangan-HIV-AIDS-di-Tempat-Kerja-LG.pdf http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/08/24/definisi-sejarah-gejala-cara-penularan-danpencegahan-penyakit-hiv-aids/ http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis http://maagobat.com/gejala-dan-penyebab-penyakit-influenza/
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×