Teknik Sampling Parameter Lingkungan

4,445 views

Published on

Published in: Education, Technology, Business
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • terimakasih banyak untuk ilmunya :)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
4,445
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
249
Actions
Shares
0
Downloads
217
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teknik Sampling Parameter Lingkungan

  1. 1. TEKNIK SAMPLINGBERBAGAI PARAMETERLINGKUNGANI.A. Lochana Dewi
  2. 2. KONSEP POPULASI DAN SAMPEL• Survey lokasi dilakukan untuk mengetahuikondisi populasi yang akan diamati• Bentang areal pengamatan diperlukan untukmengetahui titik-titik pengambilan sampel• Peletakan transek dan/atau titik-titikpengambilan sampel mempengaruhi intepretasipopulasi• Karakteristik nekton, plankton, benthos, padanglamun, terumbu karang, mangrove menentukanteknik sampling yang akan dipilih• Efisiensi biaya, waktu, tenaga sebagai faktorpendukung dalam manajemen lingkungan
  3. 3. KEBERAGAMAN LINGKUNGAN
  4. 4. INVENTARISASISUMBERDAYAALAMProvinsi Nusa Tenggara TimurI. Kotamadya KupangII. Kabupaten Kupanga. Kecamatan Semaub. Kecamatan Kupang Baratc. Kecamatan Kupang Tengahd. Kecamatan Amarasie. Kecamatan kupang Timurf. Kecamatan Sulamug. Kecamatan Amfoang Barat Daya05812mT5405 8005 7505 65 05 7005 6005 5532 34 36 38 40 42 44 46 481412100806040210°005856TIMUR UTARA89 760 mU036688 900 mU05812mT546688 900 mU9105262mT1412100806040210°0058569105262mT89 760 mU0324062305230611° 11°10°30 10°3010° 10°9°30 9°309° 9°123°123°124°124°125°125°126°126°2305-082305-062305-032306-022305-04 2305-072306-012305-092306-032406-012406-03SingkatanTg.G.P.Ug.Sl.Tl.NuafTubuAutufLeteNoeNoel::::::::::::TanjungGunungPulauUjungSelatTelukSungaiSungaiGunungGunungGunungBukitKesamaan ArtiPEMERINTAH PROVINSINUSA TENGGARA TIMUR8900958890888588808875887088$$$$$$$$$$$$$$$$$ËË##########################################################################################################################################################################################################################################################################################################################################################################################KEC AMARASIKAB KUPANGKEC KUPANG TENGAHKAB KUPANGKEC KUPANG BARATKAB KUPANGKEC KUPANG TIMURKAB KUPANGKEC AMFOANG BARAT DAYAKAB KUPANGKEC SULAMUKAB KUPANG372354368 227245308283330349428447433398360205234 299276154164 260368336360369479382242287114230265 327429383202310304118212178268261309317345286213234245179199122173126135203267318298242248202178197258242187218 219292107151183204199172151221136115120120141108108 10812116210218413511310710213710610312316211412131424834126311421214122636022728527128212015620826328418619819622015712310143815524331627920918125512611919526727022447830315112031046237118023122711913410610512211811376048115615012935217463334041710530711526741 573822279535328985768449818599154717691682858498948998705676 585899655814405158555940 636671124134 684623358593 31161017613477185728172211535421343041423530114993233439892034741018259538241748995141435158791420711015685983481820609368892494889662705455864457534543605542758962 852332 61323464445448446787223592222322488223142112264375Nuaf FatuikaLete FatukauNuaf LalaputunNuaf FatuwaiNuaf FatuwehendakNuaf FatusonoNuaf FatumeLete KasihibuTubu GolkorNuaf KononenNuaf FatumetanTubu KenamTubu PoliTubu TuaunuaTubu SiluTubu HaukoloTubu Mauluin-50-60L A U T S A B USelatSemauTl. PantulanTl. KawatTl. NamodenggaTl. PantalbalokT E L U K K U P A N GTl. FenmutiTeluk LasianaTeluk NunsuiTeluk NamosainTeluk KelapasatuTg. BatukongTg. TenauTg. BululutungTg. BatunonaTg. ManikinTg. BatuputihTg. Olek OebeloTg. KukakTg. PebonakTg. SulamuTg. OesinaTg. PantulanTg. BatuitamPeta ini disusun dari :Peta Rupabumi Indonesia, Bakosurtanal, Tahun 1999, Skala 1 : 25000Citra Satelit Landsat ETM 7+, Maret 2003Survei Lapangan, April s/d Mei 2004KETERANGAN RIWAYAT / SUMBER DATA3ð058228885105822 88851PETUNJUK PEMBACAAN KOORDINAT UTMSebagai pembatasan pembacaan di peta ialah 100 mContoh :Grid sebelah kiri dari titik tersebut terbacaPerkiraan dari satu garis skala grid ke titik tersebutGrid sebelah bawah dari titik tersebut terbacaPerkiraan dari satu garis skala grid ke ke titik tersebutZone UTM 51Koordinat UTM titik tersebutT = 0582 200 mU = 8885 100 mð 3PETUNJUK PEMBACAAN KOORDINAT GEOGRAFIContoh : TIMUR SELATANGaris bujur pertama sebelah kiri titik terbaca 123°45Perkiraan dari selang satu menit sampai ke titik tersebut 04"Garis lintang pertama sebelah atas titik tersebut terbaca 10°05Perkiraan dari selang satu menit sampai ke titik tersebut 05"£ = 123° 45 04" TKoordinat geografi titik tersebutØ = 10° 05 05" SKUPANGLembar 2305-07UKetinggian disebut dengan meter dandihitung terhadap duduk tengahSelang Kontur 25 mSKALA 1 : 50.000KETERANGAN BATAS ADMINISTRASIPeta ini bukan referensi mengenaigaris-garis batas administrasi na-sional dan internasional1 0 1 2 3 4 KmCm864202 10,5PEMBAGIAN DAERAH ADMINISTRASIPROVINSI NUSA TENGGARA TIMURLembar 2305-07Proyeksi :------- Transverse MercatorSistem Grid :------- Grid Geografi dan Grid Universal Transverse MercatorDatum horizontal :------- Datum Geodesi Nasional 95 (DGN 95)Datum vertikal :------- Muka laut di KupangSatuan tinggi :------- MeterSelang kontur :------- 25 meterDiagram LokasiEdisi I - 2005KUPANG1 : 50.000MCRMPMARINE & COASTAL RESOURCES MANAGEMENT PROJECTT E L U K K U P A N GdaIIIbIIcIIefg8505 900510°1500"S123° 50 00" T123° 30 00" T09°5500"S10°1500"S09°5500"S123° 50 00" T32 34 36 38 40 42 44 46 48123° 30 00" T:__Garis pantaiDanauSungaiSungai musimanAir terjunMenara suarPERAIR ANPasir / KerakalPasir PantaiTitik KontrolªKontur Darat20 0KONTUR D AN TITIK KONTROLKECERAHAN (m)1.5 - 512 - 15.515.5 - 195 - 8.58.5 - 12Jem batanPERHUBUNGANJalan :Tonggak KilometerJalan ArteriJalan KolektorJalan LokalJalan SetapakdJalan LainPemukimanKETERANGANBatas PropinsiBATAS ADM INISTRASIBatas KecamatanBatas KabupatenBatas NegaraPETA KECERAHANPETA ZONA(ZONASI)
  5. 5. INTEGRASI SECARA OVERLAYTOMMY KURNIAWAN
  6. 6. USAHA YANG SAMA
  7. 7. N120120122122124124-10 -10KERJASAMABappeda Propinsi NTTdanJurusan PerikananFakultas PertanianUndanaPeta Zonasi Mangrove dan Rawa10°20 10°2010°15 10°1510°10 10°1010°5 10°510°00 10°00123°20123°20123°25123°25123°30123°30123°35123°35123°40123°40123°45123°45-10 -10Mangrove dan rawaTambak2 0 2 4 Miles########BaunTenauOenauKurongKUPANGOiisina SekalakNaekeanTulakabookN120120122122124124-10 -10KERJASAMABappeda Propinsi NTTdanJurusan PerikananFakultas PertanianUndanaPeta Zonasi Hutan Produksi dan Hutan Lindung10°20 10°2010°15 10°1510°10 10°1010°5 10°510°00 10°00123°20123°20123°25123°25123°30123°30123°35123°35123°40123°40123°45123°45-10 -10Hutan ProduksiBipolo; Hutan LindungKuhak; Hutan Lindung2 0 2 4 Miles#########BaunTenauOenauKurongKUPANGOiisina SekalakNaekeanTulakabookN120120122122124124-10 -10KERJASAMABappeda Propinsi NTTdanJurusan PerikananFakultas PertanianUndanaPeta Zonasi Daerah Penangkapan Ikan10°20 10°2010°15 10°1510°10 10°1010°5 10°5123°20123°20123°25123°25123°30123°30123°35123°35123°40123°40123°45123°45-10 -10Bagan ApungBagan TancapMini Purseine2 0 2 4 Miles########BaunTenauOenauKurongKUPANGOiisina SekalakNaekeanN120120122122124124-10 -10KERJASAMABappeda Propinsi NTTdanJurusan PerikananFakultas PertanianUndanaPeta Daerah Budidaya Mutiara & Rumput Laut-10 -1010°20 10°2010°15 10°1510°10 10°1010°5 10°5123°20123°20123°25123°25123°30123°30123°35123°35123°40123°40123°45123°45Budidaya MutiaraBudidaya Rumput Laut2 0 2 4 Miles
  8. 8. METODE PENETAPANTITIK-TITIK SAMPLING
  9. 9. NEKTON• Adalah kelompok hewan air dari filum Pisces• Habitat ikan adalah perairan tawar, estuari, laut• Alat yang sering digunakan adalah jaring insangpercobaan, dengan ukuran mata jaring 2-10 cm,dengan panjang bervariasi 5-10 m, tinggi 1-2meter, yang dilengkapi dengan pelampung danpemberat• Jaring diletakkan sejajar, atau tegak lurus garispantai, di bagian permukaan atau dasarperairan, bergantung pada jenis ikan yangberuwaya yang dijasikan objek kajian• Waktu pemasangan jaring berkisar antara 12-24jam bergantung pada spesies ikan yang diamati• Prinsip penangkapan gill net berlaku untukteknik sampling dengan jaring insang percobaan
  10. 10. NEKTON• Jaring insang hanyut (drift gillnet), biasanyahanya satu macam ukuran mata jaring,diletakkan melayang di badan air, digerakkandengan menggunakan perahu• Jaring pantai (beach seine), jaring ini memilikisisi kanan dan kiri, dioperasikan di tepi pantai,menyerupai kantong, jaring sayap lebih besardibandingkan jaring kantong (5-8 m), denganukuran mata jaring 1-1,5 cm• Jaring puntal (trammel net)• Jaring insang kantong• Jaring larva berupa kantong (larval net)• Pancing• Bubu, serok, electro fishing
  11. 11. Sampel ikan diawetkan pada larutan formalin 40%(pengenceran dari Larutan formalin 100%)Untuk ikan yang terlalu besar maka dilakukan penyuntikan pada bagianPerut dengan formalin 100% (tanpa pengenceran)Pengawetan membantu proses identifikasiDan/atau penghitungan lain(contoh kebiasaan makanan dengan membedah lambung ikan)Kertas labelBotol sampelBuku identifikasi dan peralatanPenunjang lainnya (mikroskop)?
  12. 12. ANALISIS DATA NEKTON• Komposisi jenis, dilakukan dengan melihat jumlah masing-masing jenis pada setiap stasiun pengamatan• Kelimpahan relatif (Krebs, 1972), penghitungan persentasejumlah tiap jenis• Frekuensi keterdapatan, digunakan untuk menunjukkanluasnya penyebaran lokal jenis tertentu (Misra, 1968)• Indeks keanekaragaman, indeks Shannon-Wiener (Brower andZar, 1990)%100xNniKr%100xTtiFiti:jumlah stasiun untuk spesies-I tertangkapT: jumlah seluruh stasiun pengamatanNniLogNniHni21H’<1=keanekaragaman rendah1<H’<3 = keanekaragaman sedangH’>3 = keanekaragaman tinggi
  13. 13. ANALISIS DATA NEKTON• Indeks keseragaman• Indeks dominansi• Hubungan panjang berat• Penentuan jenis makanan• Luas relung dan tumpang tindih relung• Analisis tingkat reproduksi (tingkat kematangangonad=TKG, indeks kematangan gonad = IKG, danfekunditas)
  14. 14. BENTHOS• Berbagai jenis dan tipe organisme yang hidup didasar perairan, baik tertancap (sponge), merayap(kepiting), ataupun mebenamkan diri dalam pasiratau lumpur (kerang-kerangan, cacing)• Berdasarkan ukuran terbagi atas makrobenthos(tersaring pada saringan ukuran 0,5 mm), danmikrobenthos (lolos tersaring pada ukuranmakrobenthos)(ellys, 1984)• Berdasarkan pelekatannya dibedakan menjadiepiflora (tumbuhan), epifauna (batu karang), daninfauna (dalam dasar perairan)• Sesile dan metile (pola hidup menetap dan/atauberpindah tempat)• Organisme bersifat sesile dapat dijadikan sebagaiindikator kualitas lingkungan perairan, contohnyakerang-kerangan
  15. 15. • Pada substrat dasar yang kerasdigunakan peterson grab,orange peel sampler• Penentuan titik sampling secararandom sampling dan/ataustratified random sampling• Untuk dasar perairan kerasberbartu digunakan surber, ataubingkai kuadrat• Pengambilan sampel,penyaringan, pengawetan
  16. 16. PENGAWETAN BENTHOS• Formalin dengan pengenceran menggunakan airlaut (1:9)• Penggunaan alkohol disarankan untuk diencerkandengan akuades untuk menghindari penguapan• Spesimen harus selalu terendam dalam larutanpengawet dengan ukuran wadah tidak lebih kecildari ukuran spesimen• Pengawetan dilakukan untuk menghindaripembusukan spesimen dalam waktu cepat. Bilaspesimen belum diidentifikasi, maka dianjurkanuntuk mengganti larutan pengawet setelah tiba dilaboratorium• Segera dipisahkan antara spesimen yang berkulitkeras dan berkulit lunak agar tidak rusak• Dokumentasi sangat penting untuk keperluanidentifikasi
  17. 17. KUALITAS AIR• Pengukuran kualitas air, sedapat mungkindilakukan secara in-situ• Tujuan in-situ adalah untuk memperoleh gambaranmendekati kondisi lingkungan perairan yangsebenarnya• Pemilihan in-situ atau ek-situ bergantung padaketersediaan alat-alat yang tersedia• Apabila tidak mungkin dilakukan secara in-situ,metode ek-situ dapat dijadikan alternatif• Metode ek-situ memerlukan beberapa persyaratanyang harus dipenuhi untuk meminimalkanperubahan parameter kualitas air sebagai akibatperpindahan dari lokasi ke laboratorium
  18. 18. PENGUKURAN IN-SITUVAN-DORMTHERMOMETERSALINOMETERDO-METERREFRAKTOMETERKECERAHANPASANG SURUT (TABEL PASUT)KECEPATAN ARUSVAN-DORMDATA-SHEETPETAPERLENGKAPAN IDENTIFIKASI
  19. 19. PADANG LAMUN• Tumbuhan berbunga yang tumbuh bergerombolmembentuk rumpun• Sering sebagai komponen utama dominan di lingkunganpesisir• Lamun membutuhkan dasar lunak yang mudah ditembusoleh perakaran guna menyokong pertumbuhannya• Menurut Iizumi et al (1980), sumber utama lamun lebihbanyak dari sedimen• Komunitas lamun dapat ditemukan mulai dari permukaanlaut hingga kedalaman 90 meter (Duarte, 1991)
  20. 20. PADANG LAMUN• Perlu standarisasi sampling dan identifikasi, teknikpengawetan sampel, pada pemantauan keanekaragamandi wilayah pesisir• Sampling lamun dilakukan sedikitnya oleh 2 orang• Penghitungan kerapatan lamun menggunakan transekkuadrat berukuran 50x50 cm, dan transek garissepanjang 50-100 m• Penetapan stasiun diikuti dengan peletakan transek garis,dan peletakan kuadrat• Transek garis tegak lurus dengan garis pantai
  21. 21. PADANG LAMUN• Jarak antar stasiun berdasarkan hasil pemantauan umum(keanekaragaman), semakin beragam maka jarak antarstasiun relatif sempit yaitu kurang lebih 5 m• Apabila semakin homogen, jarak yang digunakan 10-20m• Titik transek kuadrat minimal 3 titik pada masing-masingtransek garis, sampai batas akhir sebaran lamun ke arahlaut• Kajian kuantitatif mengukur keanekaragaman, kuantitaslamun yang ditemukan berdasarkan satuan waktu,keberlanjutan pemanenan, unsur hara, nilai ekonomis• Dekstruktif sampling dan non dekstruktif sampling• Perhatian utama adalah substrat dasar berlumpur yangdapat mengalami pengadukan apabila samplingdilakukan pada saat air surut
  22. 22. PADANG LAMUN• Koleksi segar harus segera ditangani untuk menghindarikerusakan dan perubahan warna yang dapat mengabur-kan pengamatan pada saat identifikasi• Untuk keperluan analisis, sampel segera disimpan dalamrefrigrator (24 jam) dan untuk waktu lama dapat disimpandalam freezer• Sampel ukuran besar dapat dilekatkan pada kertas her-barium• Sampel berukuran kecil disimpan dengan pengawetformalin (3-10%) yang diencerkan dengan air laut• Sampel dengan ukuran sangat kecil diletakkan padakaca mikroskop dengan pengawet minyak jagung/fenol• Metode sederhana untuk preservasi dan transportasiadalah dengan memasukkan dalam termos
  23. 23. MangroveTerumbu karang
  24. 24. GASTROPODA
  25. 25. Keberadaan mangrove dapat mengundang biota laut lainnya untukmenghuninya. Keberadaan biota laut ini dapat memperkaya biodoiversitykawasan tersebut.
  26. 26. DIATOMS- Sub Ordo : Fragillarineae, Naviculineae, Coscinodiscineae, Rhizosoleniae,Odontellaneae- Planktonic and Benthic- Single-celled or unicellulars (e.g. chain-forming)- No moving organelle- 2 frustule : epitheca and hypotheca- Pennate and centric- Some are toxics : Pseudonitzschia, nitzschiaDINOFLAGELLATES- Has flagels for moving- High nutrient requirements- More stagnant waters- Toxic algae (red-tide causing algae)
  27. 27. Toxic algaeProtoperidinium claudicansDinophysis caudataCeratium tripos
  28. 28. COLLECTING PLANKTON- BY USING NET (big volume filtered, less accuracy)- SETTLING METHOD (small volume, accurate)Plankton Net
  29. 29. SAMPAI JUMPA MINGGU DEPAN
  30. 30. MOLUSKA

×