Penanganan Limbah Industri Pangan

12,065 views

Published on

Published in: Education
3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • www.SentralGrosirJilbab.com. Kami adalah Toko Grosir Online Jilbab dan Busana Muslimah yang menyediakan Jilbab atau Busana Muslimah model terbaru dan ter-update dengan harga Grosir. Lokasi kami berada di pusat produsen atau konveksi Jilbab di daerah Cicalengka - Cikancung Bandung, PASTI harga kami lebih bersaing. Kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Toko Gaul Pusat Minuman Kesehatan Kopi Miracle (Formula Kopi Cinta Premium Grade) Warung Bisnis Kopi Miracle Semakin Di Gemari Oleh Pria Dewasa Kopi, si hitam BUBUK Kopi Bperedam kantuk kembali membuktikan sebagai minuman kaya khasiat. Kalau untuk yang satu ini sepertinya kalian para lelaki Dewasa Sudah Seharunya Membahagiakan Pasangan Kita Biar Istri Semakin Sayang,Hal ini memang sudah menjadi tradisi dan hobi tersendiri bagi para penggemar kopi. Manfaat Kopi Bagi Kesehatan. Kopi merupakan suatu jenis minuman Hass Lelaki Perkasa Minuman Pria Gagah Perkasa Kopi Miracle Minuman Bertaraf Internasional Pass Rasanya Pas Mantapp Kasiatnya ,
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • makasih infonya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
12,065
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
381
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penanganan Limbah Industri Pangan

  1. 1. PENANGANAN LIMBAHINDUSTRI PANGANIda Ayu Lochana DewiPoliteknik Pertanian Negeri Kupang
  2. 2. LIMBAH DAN INDUSTRI PANGAN• Industri pangan: aktivitas produksi makananuntuk memenuhi permintaan pasar/pangsa pasarlokal dan internasional.• Limbah: bahan sisa (padat, cair, gas) dari suatuproses produksi dan metabolisme makhluk hidup.• Tujuan penanganan dan pengolahan limbahindustri pangan : penghematan sumberdaya,efisiensi biaya, menjaga lingkungan (pencemaran)• Produksi bersih: pengolahan bahan akhirdan/atau sisa dari suatu proses sedemikiansehingga minimal mengubah lingkungan.
  3. 3. MACAM-MACAMLIMBAH
  4. 4. LIMBAH PADATLumpurAmpas TahuDaging SayurAmpas Tapioka Kotoran Hewan
  5. 5. LIMBAH CAIR
  6. 6. LIMBAH DALAM BENTUK GAS
  7. 7. PRINSIPPENANGANANLIMBAH
  8. 8. • Reuse (penggunaan kembali) :teknologi yangmemungkinkan limbah dapat digunakan kembali tanpaperlakukan fisika/kimia/biologi.• Reduction (Pengurangan limbah pada sumbernya):teknologi yang dapat mengurangi atau mencegahtimbulnya pencemaran• Recovery: teknologi untuk memisahkan suatu bahanuntuk kemudian dikembalikan ke dalam prosesproduksi dengan atau tanpa perlakuanfisika/kimia/biologi.• Recycling (daur ulang): teknologi yang berfungsi untukmemanfaatkan limbah dengan memprosesnya kembalike proses semula yang dapat dicapai melalui perlakuanfisika/kimia/biologi.
  9. 9. PENDAPAT LAIN TENTANG PENGOLAHANLIMBAH INDUSTRI PANGAN• Pengelolaan limbah industri pangan (cair, padatdan gas) diperlukan untuk meningkatkanpencapaian tujuan pengelolaan limbah(pemenuhan peraturan pemerintah), serta untukmeningkatkan efisiensi pemakain sumber daya.• Secara umum, pengelolaan limbah merupakanrangkaian kegiatan yang mencakup reduksi(reduction), pengumpulan (collection), penyim-pangan (storage), pengangkutan (transpor-tation), pemanfaatan (reuse, recycling), pengola-han (treatment), dan/ atau penimbunan (dispo-sal).
  10. 10. • Timbulnya limbah dan industri pangan, baiklimbah cair, padat dan gas, langkah beri-kutnya yang harus dilakukan adalah pengola-an/penanganan limbah untuk menghindaripencemaran lingku-ngan.• Kriteria utama pengolahan limbah padaumumnya adalah pemenuhan baku mutuyang berlaku dengan biaya minimum.• Cleaner Production berfokus pada usahapencegahan terbentuknya limbah. Usahapencegahan tersebut dilakukan mulai dariawal (Waste avoidance), pengurangan ter-bentuknya limbah (waste reduction) dan pe-manfaatan limbah yang terbentuk melaluidaur ulang (recycle).
  11. 11. KARAKTERISTIK DAN SIFATLIMBAH INDUSTRI PANGAN• Pada umumnya limbah industri pangan tidakmembahayakan kesehatan masya-rakat, akantetapi kandungan bahan organik yang tinggidapat bertindak sebagai sumber bahan makananuntuk pertumbuhan mikroba (Jennie dan Raha-yu, 1993).• Limbah yang langsung dibuang ke perairantan-pa pengolahan terlebih dahulu dapatmenyebab-kan penurunan kualitas air sungaidengan mekanisme pertumbuhan mikroorga-nisme yang berlimpah.
  12. 12. KARAKTERISTIK DAN SIFAT LIMBAHINDUSTRI PANGAN• Meningkatnya jumlah mikroorganisme dapatmenyebabkan berkurangnya nilai oksigen terla-rut “disulfed oxygen” (DO), karena sebagianbesar oksigen dipakai untuk respirasi mikroorga-nisme tersebut.• Dengan menurunnya DO maka akan mempe-ngaruhi kehidupan ikan dan biota air lainnya.• Selain itu, buangan limbah ke perairan jugadapat menimbulkan bau yang tidak enak danterjadinya “eutro-fikasi” (Eiger dan Smith, 2002).
  13. 13. PENANGANAN LIMBAHINDUSTRI PANGAN• Perlakuan secara fisika, kimia dan biologi• Limbah padat dapat dilakukan dengan penya-ringan dan sedimentasi (fisik)• Netralisasi asam dan basa menggunakanmetode kimia (adsorbsi dan petukaran ion)• Memanfaatkan mikroorganisme (mikrobiologi),contohnya pembuatan kecap, susu fermentasi• Penanganan limbah disesuaikan dengan sifat-sifat limbah insutri pangan.
  14. 14. SIFAT-SIFAT LIMBAH INDUSTRI PANGAN• Limbah industri pangan berupa limbah padat dan cair• Berdasarkan komponen yang dihasilkan, limbahterbagi atas limbah organik dan anorganik• Parametr penilaian limbah organik padatantersuspensi, alkalinitas, nitrogen organik, nilai fenol,kadar logam dan nilai BOD serta COD.• BOD (Biological Oxygen Demand) adalah kebutuhanoksigen biokimiawi bagi proses deoksigenasi limbah• COD (Chemical Oxygen Demand) adalah kebutuhanoksigen kimiawi bagi proses deoksigenasi limbah.• Baku mutu BOD 30 mg/l danCOD 80 mg/l sebelumdapat dibuang di lingkungan.
  15. 15. LIMBAH INDUSTRI BERBAHAN BAKUDAGING DAN UNGGAS• Limbah yang utama berasal dari bagian bukandaging dan cairan yang mengandung darah.• Sebagai contoh, darah yang dihasilkan daripengolahan daging sapi sekitar 32.5 kg darah/tondaging dan sekitar 8% dari berat tubuh ayamadalah darah yang 70% diantaranya dapatdikeluarkan.• Nilai BOD dan COD dari pengolah pengemasdaging rata-rata adalah 1240 dan 2940 mg/l dandari industri pengolah unggas adalah berkisar150-2400 dan 2-3200 mg/l.
  16. 16. LIMBAH INDUSTRI BERBAHAN BAKU SUSU• Limbah dari pengolahan susu segar mempunyaibahan organik terlarut yang tinggi dan bahantersuspensi yang rendah.• Di industri susu modern, umumnya banyakdigunakan surfaktan dan deterjen asam untukproses pembersihan yang umumnya akanmenyumbang jumlah BOD sekitar 1 kg/453 tonsusu yang diolah.• Nilai pH limbah industri susu berkisar antara 4.2-9.5 tergantung jenis industrinya dan BOD sertaCOD dari limbah industri susu adalah 400-9440dan 360-15300 mg/l.
  17. 17. LIMBAH INDUSTRI BERBAHAN BAKUHASIL LAUT• Pada umumnya limbah cair sangat banyak dihasilkanpada industri ini karena cairan akan dihasilkan atauair digunakan mulai proses pemotongan, pencuciandan pengolahan produk.• Cairan ini mengandung darah dan potongan kecilbahan.• Sebagai contoh, nilai BOD dan COD yang dihasilkandari peternakan lele dapat mencapai 3.6 kg/1000 dan4.9 kg/1000 ekor ikan lele.• Sedangkan limbah padat banyak dihasilkan bila yangdiolah adalah daging kepiting, karena limbah yangdihasilkan dapat mencapai 85% dari bahan awal.
  18. 18. LIMBAH INDUSTRI BERBAHAN BAKUBUAH DAN SAYUR• Limbah dari pengolahan pangan berbahan buahdan sayur umumnya mempunyai pH tinggikarena banyak digunakan larutan alkali padaprosesnya.• Kecuali pada proses fermentasi buah dan sayuryang pada umumnya banyak mengeluarkanlimbah cair yang bersifat asam.• Nilai BOD dan COD dari limbah industri inisangat bervariasi, sebagai contoh nilai pH, BODdan COD industri apel dapat berkisar 4.1-7.7;240-19000 mg/l dan 400-37000mg/l.
  19. 19. TEKNOLOGIKOAGULASI (AEROB)UNTUK LIMBAH CAIR
  20. 20. KOLAM KOAGULASI (PLC SEDERHANA)
  21. 21. DESAIN BAK PENGENDAPANSEDERHANA
  22. 22. PRINSIP DASAR KOLAM KOAGULASI• Pemisahan limbah cair secara berjenjangpada beberapa kolam yang dialirkan melaluigrafitasi• Terdapat proses pengendapan, dan dekom-posisi bahan organik secara alami dan/ataubantuan penambahan oganisme, dipantaude-ngan bioindikator berupa ikan.• Sangat baik bila memiliki lahan yang cukupluas dan pengembangan usaha sampingan(misalnya pemeliharaan berbagai jenis ikan)
  23. 23. TEKNOLOGI BIOFILTERANAEROB DAN AEROBUNTUK LIMBAH CAIR(Bawah Tanah)
  24. 24. DESAIN IPAL DENGAN SISTEM BAA
  25. 25. PERLENGKAPAN PENUNJANGBiofilter
  26. 26. DESAIN BAK AERASI
  27. 27. TEKNOLOGI IPALLIMBAH CAIR(Di atas tanah)
  28. 28. PEMANFAATANLUMPUR (SLUDGE)Sedang pada tahappenelitian
  29. 29. • Limbah baru merupakan masalah utamadari penerapan metode lumpur aktif.• Limbah yang berasal dari kelebihanendapan lumpur hasil proses lumpur aktifmemerlukan penanganan khusus.• Limbah ini selain mengandung berbagaijenis mikroorganisme juga mengandungberbagai jenis senyawa-senyawa yangtidak dapat diuraikan olehmikroorganisme.• Pengolahan limbah endapan lumpur inisendiri memerlukan biaya yang tidak sedikit.
  30. 30. • Sedikitnya 50%dari biaya pengolahan airlimbah dapat tersedot untuk mengatasilimbah enda-pan lumpur yang terjadi.• Akibatnya, di Indonesia, kebanyakan limbahendapan lumpur ini biasanya langsung dibuangke sungai atau ditimbun di TPA (tempat pem-buangan akhir) bersama dengan sampahlainnya.• Pembuangan dengan cara seperti ini dapatberakibat buruk terhadap kondisi air tanah,karena dapat terjadi infiltrasi logam berat dalam”sludge” bersama-sama dengan “leachete” yangterbentuk pada proses dekomposisi sampah.
  31. 31. • Jika sudah melewati proses pengolahanlimbah terlebih dahulu, lumpur biasanya akanmempu-yai pH yang netral ataupun men-dekati netral.• Limbah mie instan mempunyai pH 6.3 (Azis,2003) dan limbah lumpur PT NestleIndonesia dengan pH 7.0 (Chotimah, 2003).• Namun ada juga limbah yang mempunyaipH yang tinggi (12-13) karena mengguna-kan larutan alkali dalam proses produk-sinya, dian-taranya adalah limbah pengo-lahan buah dan sayuran.
  32. 32. • Sementara limbah dengan pH asam (4-5)dihasilkan dari pengolahan produk susu.Nilai pH penting diperhatikan, karenaberkaitan dengan sifat tanah yang akanditambahkan lumpur limbah.• Limbah yang bersifat asam sebaiknyatidak ditambahkan pada tanah yangbersifat asam, begitu juga untuk limbahyang bersifat alkali tidak ditambahkanpada tanah yang sudah mempunyainilai pH yang tinggi.
  33. 33. • Sifat biologi limbah berkaitan denganorga-nisme pengurai yang terdapat didalamnya.• Secara umum organisme yang berfungsisebagai pengurai dalam lumpur aktifadalah bakteri, protozoa, dan ganggang.• Beberapa organisme yang ditemukandalam lumpur aktif pada bak aerasi di PTMawar Sejati adalah Escherichia coli,Pseudomonas sp., Paramecium sp.,Amoeba sp., Cyclidium sp., Vorticellasp., Euglena sp., Ulothrix sp., danAnabaena sp. (Susilorini, 2003).
  34. 34. • Pemanfaatan limbah lumpur sebagai pupukjuga harus memperhatikan kondisi yangmendukung aktivitas mikroorganisme dalamproses melepaskan nutrien yang dapatdimanfaatkan untuk tanaman, yaitu kondisiyang lembab dan hangat, serta kecukupanbahan makanannya.• Hal ini biasanya dicerminkan dengan nilaiperbandingan karbon dan nitrogen (C/Nrasio) dari limbah.• Jika C/N rasio <20 maka akan terjadimineralisasi nitrogen, dan jika C/N rasio >30akan terjadi mobilisasi sehingga nitrogentidak tersedia untuk tanaman (Tisdale,Nelson, dan Beaton, 1990).
  35. 35. Tidak semua sladge sebagai pupuk• Potensi ”sludge” sebagai pupuk, denganmelihat pengaruhnya terhadap pertumbuhandan produksi tanaman, ada tidak-nya logamberat yang terakumulasi dalam organtanaman.• Perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh”sludge” terhadap sifat-sifat tanah, apabila”sludge” diberikan secara terus menerusapakah dapat memperbaiki ataumemperburuk sifat fisik, kimia, dan biologitanah.
  36. 36. Tidak semua sladge sebagai pupuk• Informasi yang akurat dari industri pangantentang limbah yang dihasilkan, terutamaberkaitan dengan sifat kimia lumpur.• Diusahakan agar senantiasa ada hasil analisismengenai limbah setiap enam bulan sekali,dengan demikian dapat diambil suatu tindakanperbaikan jika sifat kimia limbah berubah drastis.• Hal ini tidak selalu dapat diterima oleh suatuindustri, dengan demikian perlu suatu kerja samabaik dengan perguruan tinggi maupun lembagapenelitian berkaitan dengan mutu limbah(terutama untuk industri yang tidak wajibAMDAL).
  37. 37. POST TEST• Apa yang Anda ketahui tentang sampah,limbah, jenis limbah menurut bentuknya,industri pangan, produksi bersih.• Menurut Anda, kapan limbah cair dapatlangsung di buang ke LH?• Apakah semua limbah dapat dibuang langsungke LH? Berikan uraiannya.• Sebutkan tahapan proses pengolahan limbahdengan metode kolam koagulasi
  38. 38. • Berikan contoh dan penjelasan reuse limbahampas tahu.• Bagaimana penanganan sludge menurutAnda.
  39. 39. WASPADA TERHADAP SENYAWABERBAHAYA• Akrilamid: merupakan suatu senyawa kimiaintermediet• (zat kimia padat berupa kristal serpihan, tidakberwarna dan tidak berbau)• Biasa digunakan dalam berbagai aplikasiindustri, termasuk pembuatan plastik, sintesispoliakrilamid, serta berbagai koagulan saatpemurnian air minum dan pengolahan limbahcair
  40. 40. WASPADA TERHADAP AKRILAMID• Berasal dari makanan berbahan dasar pati yangdiolah dengan suhu tinggi.• Sebagai cemaran kimia yang dapat membaha-yakan kesehatan• Akrilamid terutama digunakan untuk membuatbahan-bahan poliakrilamida.• Poliakrilamida: bahan yang digunakan sebagaimembers• Bahan ini juga digunakan dalam pengolahan airlimbah, yaitu untuk menggumpalkan kotoran-kotoran agar mudah dipisahkan.
  41. 41. INFO SEPUTAR AKRILAMID• Akrilamid juga digunakan sebagai bahanbaku untuk membuat beberapa jenis zatpenjernih, perekat, tinta cetak, zat warnasintetik, zat penstabil emulsi, kertas, kosmetikdan beberapa monomer seperti N-butosiakrilamida dan N-metoksiakrilamida.• Akrilamid juga digunakan sebagai kopolimerpada pembuatan lensa kontak. Disampingitu, akrilamida juga digunakan dalamkonstruksi fondasi bendungan atauterowongan.
  42. 42. PROSES PEMBENTUKAN AKRILAMID1. Asparagin, asam amino yang secara alamidalam pangan bereaksi dengan gula padatemperatur tinggi. Biasanya peristiwa ini terjadipada saat penggorengan atau pembakaran.2. Asparagin dapat secara langsung dibentukmenjadi akrilamid melalui penghilangan duamolekul sederhananya yaitu karbondiksida danamonia.3. Reaksi ammonia dengan akrolin atau produkoksidanya dalam bentuk asam akrilik, keduanyamerupakan hasil dekomposisi gula sederhanamelalui proses pencoklatan nonenzimatis.
  43. 43. AKRILAMID• Secara fisik, akrilamid mudah larut dalam air,etanol, metanol, etil asetat, eter, aseton dan sedikitlarut dalam kloroform serta tidak larut dalam heptandan benzene.• Secara kimia, akrilamid dinyatakan sebagaiC3H5NO dengan BM 71,08 Dalton. Titik didih dantitik leleh akrilamid masing-masing 125 C dan 87,5C. Nama lain akrilamid adalah 2 propenamid, etilen-karboksiamid, akrilik amid dan vinil amid.• Akrilamid dalam bentuk padat stabil pada tempera-tur ruangan, tapi besar kemungkinan terpolimerisasimelalui sinar ultraviolet saat pelelehan dan denganadanya pemanasan.
  44. 44. BERITA SEPUTAR AKRILAMID (JECFA)1) Akrilamid terbentuk pada pangan tertentu, teru-tama pangan nabati yang banyak mengandungprotein yang diolah pada temperatur tinggi (120C) seperti digoreng, dipanggang dan dibakar.2) Jenis pangan yang mengandung akrilamiddiantaranya potatochip, kentang goreng, keripikkentang, roti sereal, kopi, pastries, biskuit mainis.3) Paparan akrilamid dalam jangka waktu lamapada hewan coba tikus (akrilamid bersifatgenotoksik dan karsinogenik), sedangkan pe-ngaruh karsinogenik pada manusia belum adafakta yang teruji kesahihannya.
  45. 45. BERITA SEPUTAR AKRILAMID (JECFA)4) Kisaran paparan dari akrilamid adalah 0.001 -0.004 mg/akrilamid/kg berat badan konsumen.5) The Swdish National Food Authority (SNFA)mengumumkan hasil penelitian dari StockholmUniversity ditemukan peningkatan kadarakrilamid dalam beberapa jenis panganterutama yang mengandung banyak karbohidrat(zat tepung) seperti kentang dan produk serealdan diproses dengan pemanasan tinggimisalnya dibakar, dipanggang atau digorengpada temperature diatas 120 C
  46. 46. TEKNOLOGI MEMBRAN PADAPENGOLAHAN LIMBAH CAIRINDUSTRI KELAPA SAWITSITI GUSTINA DKK.,
  47. 47. • Membran ialah sebuah penghalang selek-tif antara dua fasa.• Membran memiliki ketebalan yang ber-beda-beda, ada yang tebal dan ada jugayang tipis serta ada yang homogen danada juga ada heterogen.• Bahan membran (bahan alami dan bahansintetis)• Bahan alami adalah bahan yang berasaldari alam misalnya pulp dan kapas,sedangkan bahan sintetis dibuat daribahan kimia, misalnya polimer.
  48. 48. • Membran berfungsi memisahkan materialberdasarkan ukuran dan bentuk molekul,menahan komponen dari umpan yangmempunyai ukuran lebih besar dari pori-pori membran dan melewatkan komponenyang mempunyai ukuran yang lebih kecil.• Larutan yang mengandung komponenyang tertahan disebut konsentrat danlarutan yang mengalir disebut permeat.
  49. 49. KEUNGGGULAN TEKNOLOGI MEMBRAN• Pemisahan dapat dilakukan secara kontinu• Konsumsi energi umumnya relatif lebihrendah• Proses membran dapat mudah digabungkandengan proses pemisahan lainnya ( hybridprocessing)• Pemisahan dapat dilakukan dalam kondisiyang mudah diciptakan• Tidak perlu adanya bahan tambahan• Material membrane bervariasi sehinggamudah diadaptasikan pemakaiannya.
  50. 50. VISUALISASI TEKNOLOGI MEMBRAN
  51. 51. PRINSIP MEMBRAN
  52. 52. JENIS MEMBRAN (MIKROFILTRASI)• Mikrofiltrasi merupakan pemisahan partikelberukuran micron atau submicron.• Bentuknya lazim berupa cartridge, gunanya untukmenghilangkan partikel dari air yang berukuran0,04 sampai 100 mikron. Asalkan kandunganpdatan total terlarut tidak melebihi 100 ppm.Filtrasi cartridge merupakan filtrasi mutlak.• Artinya partikel padat akan tertahan, terkadangcartridge yang berbentuk silinder itu dapatdibersihkan.• Cartridge tersebut diletakkan di dalam wadahtertentu (housing). Bahan cartridge beraneka :katun, wool, rayon, selulosa, fiberglass, polypropilen, akrilik, nilon, asbes, ester-ester selulosa,polimer hidrokarbon terfluorinasi
  53. 53. JENIS MEMBRAN (OSMOSIS BALIK/RO)• Membran RO dibuat dari berbagai bahan sepertiselulosa asetat (CA), poliamida (PA), poliamidaaromatis, polieteramida,polieteramina, polieterurea,polifelilene oksida, polifenilen bibenzimidazol,dsb.• Membran mengalami perubahan karena memampatdan fouling (sumbat).• Pemampatan atau fluks-merosot itu serupa denganperayapan plastic/logam bila terkena bebantegangan kompresi. Makin besar tekanan dan suhu,biasanya tak reversible dan membran makinmampat. Normalnya, membran bekerja pada suhu21-35 derajat celcius.• Fouling membran itu diakibatkan oleh zat-zat dalamair baku misalnya kerak, pengendapan koloid,oksida logam, organic dan silica.
  54. 54. BIOGASDARIKOTORAN HEWAN
  55. 55. PEMBUATAN BIOGAS1.Siapkan biang atau ragi, sekitar 2 liter kotoran ternak segar,+ 2 liter air. Simpan dalam botol/jerigen terbuka selama 2bulan.2.Siapkan drum besar, masukkan kotoran bersama peragi,beri air 1 : 1, sesekali diaduk sampai penuh.3.Masukkan drum kecil terbalik (tidak bocor) yang sudahdiberi selang dan kran udara pengeluar gas dan udara.Tekan sampai tenggelam sempurna (tidak boleh ada udaraterkurung).4.Sekitar 2 minggu, drum kecil mulai terangkat, berarti biogassudah timbul gas. Gas pertama dibuang dengan membukakran, drum kecil ditekan, karena tercampur udara. Biladinyalakan bisa meledak.
  56. 56. PROSES AKHIR BIOGAS(DALAM RANGGKA PRODUKSI BERSIH)Bila gas sudah habis, tidak diproduksilagi berarti kotoran ternak tersebut sudahjadi pupuk kompos, tidak bau, penyuburtanah, sayuran kualitas istimewa, hargamahal. Untuk menghemat kotoranternak, dapat juga dicampur makananbekas yang, sayuran, sampah organik.
  57. 57. • C6H12O6 3CH4 + 3CO2 + 403 KJ
  58. 58. BIOGAS SEBAGAI TEKNOLOGI PENGANGANLIMBAH PADAT (KOTORAN HEWAN)
  59. 59. TEKNOLOGIPENANGANANLIMBAH TERNAK
  60. 60. TERNAK PENGHASIL BAHAN BAKUBERUPA DAGING• Limbah ternak memberikan/memiliki nilaiekonomis bila dimanfaatkan dengan baik.• Penambahan pendapatan peternak denganmenjual dan/atau mengolah limbah ternak• Meminimalkan pencemaran lingkungan• Sumber limbah: limbah padat dan cair, sisamakanan, embrio, kulit telur, lemak, darah,kuku, tulang, tanduk, isi rumen dll(Sihombing, 2000)
  61. 61. ALASAN PENANGANAN LIMBAHTERNAK• Pangsa pasar berbanding lurus denganproduksi ternak dan berbanding lurus denganlimbah yang dihasilkan• Total limbah peternakan tergantung padaspesies ternak, besar usaha, tipe usaha, danlantai kandang.• Feses dan urin dikenal dengan manure.• Manure dihasilkan oleh ternak ruminansiaseperti sapi, kerbau, kambing dan domba
  62. 62. GAS METHAN SEBAGAI HASILLIMBAH• Gas methan (CH4 ) yang dihasilkan darifermentasi limbah berkontribusi padaperusakan ozon (pemanasan global)• Hasil penelitian laju keusakan 1% pertahun(Suryahadi dkk., 2002)• Amerika Serikat, feses dihasilkan dari 25 jutasapi sedikitnya mengeluarkan limbah sebesar1,7 milyar ton/tahun• Sapi dengan 454 kg menghasilkan 30 kg/hari• Emisi mencapai 20-35%
  63. 63. PROFIL LIMBAH PETERNAKAN• Limbah mengandung zasad renik yang dapatmencemari perairan/lingkungan hidup• Secara biologi, manure sebagai media per-kembangan lalalt• Kandungan air manure antara 27-86%adalah media berkembangnya lalat, sedang-kan kandungan air manure 65-85% baikuntuk bertelurnya lalat (Dyer, 1986).• Limbah kering berkontribusi pada peningkat-an debu yang berpotenis untuk mencemariudara
  64. 64. LIMBAH PETERNAKAN
  65. 65. PROFIL LIMBAH PETERNAKAN• Pencemaran udara di sekitar penggemukansapi pada pukul 18:00 dengan kandungan6.000 mg/m3 sedangkan baku mutu 3.000mg/m3 (Lingaiah dan Rajasekaran, 1986)• Pencemaran air oleh limbah peternakanadalah meningkatnya kadar nitrogen(eutrofikasi) dan nitrifikasi (Farida, 1978).• Keberadaan Salmonella spp yangmembahayakan kesehatan manusia• Limbah sebagai sarana penularan antraxmelalui kulit manusia yang terluka
  66. 66. PROFIL ANTHRAX• Spora anthrax dapat menyebar melaluidarah atau daging yang belum dimasakyang mengandung spora.• Kasus anthrax pernah terjadi di Bogortahun 2001 dan juga pernah menyerangSumba Timur tahun 1980 dan burungunta di Purwakarta tahun 2000(Soedharsono, 2002)
  67. 67. VISUALISASI PENYAKIT ANTRHAX
  68. 68. VISUALISASI PENYAKIT ANTRHAX
  69. 69. PENANGAN LIMBAH TERNAK(Solid Liquid Separator)• Penurunan BOD dan SS masing-masingsebesar 15-30% dan 40-60%• Kandungan air limbah yang telah diseparasimemiliki kandungan air 70-80%• Kompos memiliki kandungan air normalkurang dari 65%, sehingga penambahanjerami atau sekam padi dapat ditambahkan• Setelah 40-60 hari, kompos telah terfermen-tasi dan lebih stabil
  70. 70. VISUALISASI KOMPOS
  71. 71. PENANGAN LIMBAH TERNAK(Red Mud Plastic Separator/ RMP)• RMP adalah PVC yang diisi dengan limbahlumpur merah (red mud) dari industrialumunium• RMP tahan pada erosi oleh asam, alkalis ataularutan garam• Satu laporan menyatakan bahwa RMPdengan ketebalan 1,2 mm dapat digunakansekitar 20 tahun• Selama 12 hari, BOD turun menjadi 70-85%
  72. 72. VISUALISASI RMP
  73. 73. PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK• Limbah ternak kaya akan nutrient (zat makan-an) seperti protein, lemak, bahan ekstraktanpa nitrogen, vitamin, mineral, mikroba, danzat lain• Limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahanmakanan ternak, pupuk organik, energi danmedia untuk berbagai tujuan• Limbah sebagai media tumbuh pembiakancacing tanah (pemanfaatan limbah untukmakanan ternak cacing)
  74. 74. KEUNTUNGAN BIOGAS• Mengurangi pencemaran lingkunganterhadap air dan tanah, pencemaran udara(bau).• Memanfaatkan limbah ternak tersebutsebagai bahan bakar biogas yang dapatdigunakan sebagai energi alternatif untukkeperluan rumah tangga.• Mengurangi biaya pengeluaran peternakuntuk kebutuhan energi bagi kegiatanrumah tangga yang berarti dapatmeningkatkan kesejahteraan peternak.
  75. 75. KEUNTUNGAN BIOGAS• Melaksanakan pengkajian terhadapkemungkinan dimanfaatkannya biogasuntuk menjadi energi listrik untuk diterapkandi lokasi yang masih belum memiliki akseslistrik.• Melaksanakan pengkajian terhadapkemungkinan dimanfaatkannya kegiatan inisebagai usulan untuk mekanismepembangunan bersih (Clean DevelopmentMechanism).
  76. 76. TAHAPAN PROSES BIOGAS• Hidrolisis, penguraian bahan-bahan organikmudah larut dan pemecahan bahan organikyang komplek menjadi sederhana denganbantuan air (perubahan struktur bentukpolimer menjadi bentuk monomer).• Pengasaman, pada tahap pengasamankomponen monomer (gula sederhana) yangterbentuk pada tahap hidrolisis akan menjadibahan makanan bagi bakteri pembentukasam.
  77. 77. TAHAPAN PROSES BIOGAS• Produk akhir dari perombakan gula-gulasederhana tadi yaitu asam asetat, propionat,format, laktat, alkohol, dan sedikit butirat, gaskarbondioksida, hidrogen dan ammonia.• Metanogenik, pada tahap metanogenikterjadi proses pembentukan gas metan.Bakteri pereduksi sulfat juga terdapat dalamproses ini yang akan mereduksi sulfat dankomponen sulfur lainnya menjadi hydrogensulfida.
  78. 78. PEMBUATAN PUPUK CAIR• Penggunaan feses sapi perah untuk pupuk telahdigunakan sejak lama, namun untuk urine belumbanyak dimanfaatkan.• Salah satu dusun yang telah memanfaatkanlimbah urine sapi perah sebagai bahan dasarpupuk organik cair adalah Dusun NgandongDesa Girikerto yang terletak di Kecamatan TuriSleman Yogyakarta.• Populasi ternak sapi perah di Dusun Ngandongberjumlah 100 ekor yang mampu menghasil-kan kurang lebih 1500 hingga 2000 literurine/harinya.
  79. 79. PEMBUATAN PUPUK CAIR• Urine sapi yang digunakan sebagai bahandasar pembuatan pupuk organik cair thilu-rine dilakukan dengan pemberian bahancampuran tertentu untuk meningkatkan kan-dungan unsur hara seperti N, P, K dan totalkoloni bakteri.• Bahan campuran tersebut adalah kotorankambing, kotoran kelelawar, bakteri rumen danmedia pengembangbiakannya (terdiri darikatul, tetes tebu dan susu segar), akar bambu,pisang ambon/klutuk, dan trasi susu segar.
  80. 80. PENCEMARANLINGKUNGAN DANUSAHA DAN/ATAUKEGIATAN SEBAGAISUMBER PENCEMARAN
  81. 81. PENCEMARAN DAN DINAMIKANYA• Definisi: masuknya atau dimasukkannya maklukhidup, zat energi, dan atau komponen lain kedalam lngkungan atau berubahnya tatananlingkungan oleh kegiatan manusia atau olehproses alam sehingga kualitas lingkungan turunsampai ke tingkat tertentu yang menyebabkanlingkungan menjadi kurang atau tidak dapatberfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya• Literatur berkaitan dengan definisi pencemaran(UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4Tahun 1982).
  82. 82. PENCEMARAN AIR• Definisi: suatu perubahan keadaan di suatu tempatpenampungan air seperti danau, sungai, lautan danair tanah akibat aktivitas manusia.• Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi,badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahanyang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggapsebagai pencemaran.• Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai haldan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.• Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarahpada eutrofikasi.
  83. 83. PENCEMARAN SUNGAI• Jenis pencemar yang terdapat pada air sungaidari industri (bahan anorganik, logam berat, zatpewarna, bahan organik, rumah tangga (sampah,feses dan urin, detergen)• Kurangnya kesadaran Masyarakat dalampembuangan limbah rumah seperti membuangsampah kedalam sungai, membuat saluranpembuangan limbah rumah ke sungai• Tidak ada sangsi yang berat bagi rumah tanggaatau industri yang membuang limbah langsungke dalam sungai
  84. 84. PENCEMARAN UDARA• Semakin pesatnya kemajuan ekonomimendorong semakin bertambahnyakebutuhan akan transportasi, dilain sisilingkungan alam yang mendukung hajat hidupmanusia semakin terancam kualitasnya, efeknegatif pencemaran udara kepada kehidupanmanusia kian hari kian bertambah.• Menyebabkan mata berair dan pedih Bilasenyawa tersebut terdapat dalam jumlahbanyak, penglihatan menjadi kabur.
  85. 85. DINAMIKA PENCEMARAN UDARA• Pencemaran udara adalah masuknya, atautercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalamatmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinyakerusakan lingkungan, gangguan padakesehatan manusia secara umum sertamenurunkan kualitas lingkungan• Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana,misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor.Pencemaran ini sering disebut pencemarandalam ruangan (indoor pollution).• PERLU DIWASPADAI
  86. 86. ZAT-ZAT PENCEMAR UDARA• Emisi Karbon Monoksida (CO)• Asap kendaraan merupakan sumber utama bagikarbon monoksida di berbagai perkotaan. Datamengungkapkan bahwa 60% pencemaran uda-ra di Jakarta disebabkan karena benda ber-gerak atau transportasi umum yang berbahanbakar solar terutama berasal dari Metromini .• Formasi CO merupakan fungsi dari rasiokebutuhan udara dan bahan bakar dalamproses pembakaran di dalam ruang bakar mesindiesel.
  87. 87. EFEK RUMAH KACA• Istilah Efek Rumah Kaca (green house effect)berasal dari pengalaman para petani di daerahiklim sedang yang menanam sayur-mayur danbunga-bungaan di dalam rumah kaca.• Yang terjadi dengan rumah kaca ini, cahayamatahari menembus kaca dan dipantulkan kembalioleh benda-benda dalam ruangan rumah kacasebagai gelombang panas yang berupa sinar inframerah.• Namun gelombang panas itu terperangkap didalam ruangan kaca serta tidak bercampur denganudara dingin di luarnya. Akibatnya, suhu di dalamrumah kaca lebih tinggi daripada di luarnya.
  88. 88. PEMANASAN GLOBAL• Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudiandiserap oleh molekul gas yang antara lain berupauap air atau H20, CO2, metan (CH4), dan ozon(O3).• Sinar panas inframerah ini terperangkap dalamlapisan troposfir dan suhu udara di troposfir danpermukaan bumi menjadi naik.• Ketika pancaran kembali sinar inframerahterperangkap oleh CO2 dan gas lainnya,maka sinarinframerah akan kembali memantul ke bumi dansuhu bumi menjadi naik. Dibandingkan tahun 50-anmisalnya, kini suhu bumi telah naik sekitar 0,20 Clebih
  89. 89. KANKER PARU SEBAGAI SATU AKIBATPENCEMARAN UDARA
  90. 90. PENCEMARAN TANAH• Pencemaran tanah adalah keadaan di manabahan kimia buatan manusia masuk danmerubah lingkungan tanah alami.• Pencemaran ini biasanya terjadi karena:kebocoran limbah cair atau bahan kimia industriatau fasilitas komersial, penggunaan pestisida,masuknya air permukaan tanah tercemar kedalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, ataulimbah. air limbah dari tempat penimbunansampah serta limbah industri yang langsungdibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat.
  91. 91. DAMPAK PENCEMARAN TANAH• Dampak pencemaran tanah terhadapkesehatan tergantung , jalur masuk ke dalamtubuh dan kerentanan populasi yang terkena.• Kromium , berbagai macam pestisida danherbisida merupakan bahan karsinogenikuntuk semua populasi.• Timbal sangat berbahaya pada anak-anak,karena dapat menyebabkan kerusakan otak ,serta kerusakan ginjal
  92. 92. DAMPAK PENCEMARAN TANAH• Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapatmenyebabkan kerusakan ginjal, dan mungkintidak bias di Obati, PCB dan siklodiena terkaitpada keracunan hati• Organofosfat dan karmabat menyebabkanganguan pada saraf otot.• Ada beberapa macam dampak pada kesehatanseperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata danruam kulit.• Zat kimia diatas bila dosis yang bayak, menimbul-kan pencemaran tanah dapat menyebabkankematian.
  93. 93. PENANGGULANGAN PENCEMARAN• Memisahkan sampah yang dapat di uraikanmikroorganisme dan sampah yang tidak bisa diuraikan mikroorganisme.• Mengurangi penggunaan pupuk sintetik danberbagai bahan kimia untuk pemberantasanhama seperti pestisida dan lain-lainnya.• Mengolah Limbah industi sebelum membuangnyake laut atau ke sungai• Mengurangi pemakaian bahan yang tidak dapat diuraikan mikroorganisme. Kita dapat menggantidenga daun pisang atau yang lainnya.

×