Your SlideShare is downloading. ×
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Presentasi database terdistribusi new 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Presentasi database terdistribusi new 2

5,421

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,421
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
250
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1.  
  • 2. Fiel Processing / pemrosesan berkas menggunakan prinsip setiap aplikasi memiliki data tersendiri. Hal ini mempengaruhi efisiensi dan efektivitas sehingga muncul konsep database system. Konsep ini mendasarkan pada prinsip bahwa data dibuat, disediakan dan dikelola secara terpusat. Konsep baru ini mengakibatkan program apliaksi tidak lagi tergantung pada perubahan data baik secara logika maupun fisik dan juga sebaliknya, hal ini disebut data independence. Pada perkembangan sistem database, data yang disimpan semakin besar, pemrosesan semakin kompleks, data dapat diakses dengan menggunakan teknologi sehingga muncul sistem database terdistribusi.
  • 3. Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line. Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan. Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda.
  • 4.
    • Pemrosesan terdistribusi/Distributed Processing atau Distributed Computing System adalah sekumpulan peralatan pemrosesan yang saling terhubung melalui jaringan komputer dan saling bekerjasama untuk mengerjakan tugas-tuags tertentu.
    • Yang dimaksud dengan peralatan pemrosesan data adalah peralatan komputasi yang dapat mengeksekusi sendiri sebuah program.
    • Sekumpulan peralatan yang saling terhubung akan mendistribusikan berbagai macam hal, dianataranya adalah:
    • Processing Logic / Pemrosesan secara logis
    • Fungsi. Beberapa fungsi sistem komputer dapat didelegasikan ke beberapa hardware atau software
    • Data
    • Kontrol
  • 5.
    • Pemrosesan terdistribusi dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria
    • Degree of Computing / tingkat hubungan : tinggi atau rendah ? Jumlah data yang saling digunakan dibandingkan dengan jumlah pemrosesan lokal
    • Struktur antar hubungan : kuat atau lemh ? Jika komponen di Share dikatakan kuat ?
    • Kesalingtergantungan komponen-komponen. Kuat atau lemah dalam mengekseskusi proses.
    • Keselarasan antar komponen : selaras atau tidak selaras ?
    • Pemrosesan terdistribusi berkembang karena kebutuhan untuk dapat memecahkan masalah yang besar, kompleks dengan menggunakan berbagai macam aturan divide and conquer. Alasan lain yang mendasar adalah struktur organisasi yang berubah menjadi terdistribusi.
    • Karena perkembangan pemrosesan terdistribusi inilah maka kemudian berkembang Distributed Database System yang diharapkan akan dapat mendukung pemrosesan terdistribusi.
  • 6. Distributed Database (DDB) / basis data terdistribusi (BDT) adalah sekumpulan database yang saling terhubung secara logikal dan secara fisik terdistribusi pada berbagai tempat melalui jaringan komputer. Distributed Database Management System (DDBMS) / System Manajemen Basis Data Terdistribusi (SMBDT) adalah software yang mengelola BDT dan menyediakan mekanisme agar distribusi tersebut transparent di hadapan user. Distributed Database System (DDBS)/Sistem Basis Data Terdistribusi (SBDT) adalah DDB yang menggunakan DDBMS.
  • 7.
    • Data disimpan pada sejumlah tempat. Setiap tempat secara logik terdiri dari processor tunggal
    • Processor pada tempat yang ebrbeda tersebut dihubungkan dengan jaringan komputer
    • SBDT bukan sekumpulan file yang berada pada berbagai tempat tetapi sebuah database pada berbagai tempat.
    • Setiap tempat mempunyai kemampuan untuk secara mandiri memproses perintah user yang membutuhkan akses ke data di tempat tersebut, dan juga mampu untuk memproses data yang tersimpan di tempat lain.
  • 8.
    • Distribusi : data tidak disimpan pada tempat (prosesor) yang sama, sehingga DDB dapat dibedakan dari database tunggal, sentralisasi
    • Korelasi logika : data memiliki property yang berhubungan sehingga DDB dapat dibedakan dari sekumpulan database local atau file yang disimpan pada tempat yang berbeda pada jaringan komputer.
  • 9. Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpul-simpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site.
  • 10. Fully Connected network : Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi biaya mahal). Kerugian : control management tidak terjamin
  • 11. Partially connected network : Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan Kerugian : control management tidak terjamin
  • 12. Tree structure network : Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak. Cat : setiap proses dimulai dari bawah.
  • 13. Ring Network (LAN) : Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi
  • 14. Star Network (LAN) : Keuntungan : - control management lebih terjamin, karena bersifat sentral - reliability rendah Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak
  • 15. SistemManajemen Database Terdistribusi (Distributed DBMS) merupakan sistem software yang dapat memelihara DDBS dan transparan ke user. DDBS bukan merupakan kumpulan dari file yang dapat disimpan tersendiri di setiap node dari jaringan komputer. Untuk membentuk DDBS, file tidak seharusnya berelasi secara logika saja, tetapi perlu ada struktur di antara file dan akses data bukan merupakan hal yang khusus.
  • 16.
    • 1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data Jika beberpa site yang berbeda dihubungkan, seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data pada site lain.
    • Contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.
    • 2. Reliability dan availability
    • Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site sendiri atau mata rantai komunikasi antar site.
    • 3. Kecepatan pemrosesan query
    • Contoh : jika site-site gagal dalam sebuah sistem terdistribusi, site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site.
    • 4. Otonomi lokal
    • Pendistribusian sistem mengijinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.
    • 5. Efisiensi dan fleksibel
    • Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik diman data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disain, atau salinannya dapat dihapus.
  • 17.
    • 1. Harga software mahal Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi.
    • 2. Kompleksitas
    • Site-site beroperasi secara paralel sehingga lebih sulit untuk menjamin kebenaran dan algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui.
    • 3. Biaya pemrosesan tinggi
    • Perubahan pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
    • 4. Sulit menjaga keutuhan data
    • Banyaknya pengaksesan data membuat kurangnya sekuritas terhadap data yang telah terdistribusi.
    • 5. Kurangnya standar
    • tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user mengubah database terpusat ke database terdistribusi.
    • 6. Kurang pengalaman
    • sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose) tidak sering digunakan. Yang digunakan adalah sistem prototype yang dibuat untuk satu aplikasi (misal : reservasi pesawat)
    • 7. Perancangan basis data lebih kompleks
    • Sebelumnya menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi menyebabkan masalah sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi menjadi kerugian atau kekurangan di masalah ini.

×