Mengingat kematian

475 views
364 views

Published on

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
“Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan.” (QS. Ali-Imran: 185)

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
475
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mengingat kematian

  1. 1. ‫٠َبأَ٠َّٙب ّإٌَبضُّ ّارّمُٛا ّزثّىُُّ ّاٌّرٞ ّخٍَمَىُّْ ِّّْٓ َّٔف ّ ّٚادد ّّ‬ ‫ْ َ ُ ِ َ ُ ِ ْط َ ِ َ ح‬ ‫‪MENGINGAT KEMATIAN‬‬ ‫َ َ‬ ‫ٚخٍَكَّ َِّٕٙب ّشٚجٙب ّٚثَثّّ ُِّّٕٙب ّزجب ًّ ّوّ١سًا ّٚٔعبءًّّ‬ ‫ِ ْ َ ِ َ ل َث ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِْ َ ْ َ َ َ‬ ‫‪Oleh : Ibrahim Naki‬‬ ‫للا َ‬ ‫ٚارّمُٛا ّ َّ ّاٌَرٞ ّرَعبءٌَُّْٛ ّث ّ ّٚ ْاألَزْ دبََّ ّإِّّْ ّ َّ ّوبَّّْ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫للا ِ‬ ‫َ َ ْ ِٗ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫إِّّْ ّاٌذّ ِّّ ّ َّٔذْ ّد ُّ َّٚٔعزَؼ١ُٕ ُّ َّٚٔعزَغفس ُّ َّٚٔؼُٛ ّ ّثب ّّ‬ ‫ْ َ ْ د لل َ ُ ٖ َ ْ ِ ْ ٗ َ ْ ْ ِ ُ ٖ َ ْ ذ ِ لل‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ْ ُ َ ِْ‬ ‫ػٍَ١ىُّّْزل١جًب ّ‬ ‫ِّْٓ ّشسُٚ ّ ّأَٔفُعَٕب ّٚظ١ّئَب ّ ّأَػّبٌَِٕب ِّّْٓ ّ٠َٙد ّ ّ ُّ ّفَ َّّ‬ ‫ْ ِ ٖ للا ل‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ ْز ْ ِ َ َ د ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫للا َ ْ ْ ْ ل َ ِ ْ ً‬ ‫٠َبأَ٠َّٙب ّاٌّر٠َّْٓ ّإُِٓٛا ّارّمُٛا ّ َّ ّٚلٌُُٛٛا ّلَٛ ًّ ّظد٠دا ّ٠ُصْ ٍخّّْ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ٌَىُّْ ّأَػّبٌَىُّْ ّٚ٠َغفِسْ ٌَىُّْ ّذُٔٛثَىُّْ ِّّْٚٓ ّ٠ُطِّ ّ ّ َّ ّٚزظٌَُٛ ُّّ‬ ‫غ للا َ َ ْ ٗ‬ ‫ُ ْ َ ُ َ ْ ُ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ِضًٌَّّّ ُِّّّّْٚٓ٠ُضْ ًٍّّْفَ ََّّ٘بدٌََّّٞ ُّّأَشَٙ ّّأَّّْْ َّّإٌِ َّّإِ ّّّ‬ ‫ِ ل ِ ٗ ْ د ل ٗ ل‬ ‫ُ ِ ٗ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ ْ ُٖ َ َ ْ ٗ‬ ‫للا َ ْ د‬ ‫ُّّٚأَشَٙ ّّأَِّّّْذّداّػجد ُّّٚزظٌُُٛ ُّ‬ ‫ُ‬ ‫فَمَدّّْفَبشَّّفَٛشاّػظ١ّب،ّأَِبّثَؼ ّّ… ّ‬ ‫ْ ً َ ِ ْ ً ّ ْد‬ ‫اٌٍَُُّّٙ ّصًّّ ّٚظٍُّّْ ّػٍٝ ِّذّ ّ ّٚػٍٝ ّآٌِ ّ ّٚأَصْ ذبث ّّ‬ ‫َ ِٗ‬ ‫ُ َ ّد َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ٗ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َْ ْ ْ‬ ‫فَؤِّّْ ّأَصْ دقَّ ّاٌذد٠ ّ ّوزَبةُّ ّللاِ، ّٚخ١سَّ ّاٌَٙدِّٜ َّ٘دُّّٜ‬ ‫َ ْ َ ِ ْث ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْٗ َ َ َ َ َ‬ ‫ِذّ ّ ّصٍّٝ ّللا ّػٍَ١ ّ ّٚظٍُّ، ّٚشسّّ ّ ْاألُِٛ ّ ِّذْ دثَبرَُٙب،ّ‬ ‫ُ ْز ُ َ‬ ‫ُ َ ّد َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ٚوًّّ ِّذْ دثَ ّ ّثدػ ّ ّٚوًّّ ّثدػ ّ ّضلٌََخً، ّٚوًّّ ّضلٌََ ّّ‬ ‫َ خ‬ ‫َ ُ ُ َ خ ِ ْ َخ َ ُ ِ ْ َخ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ّ‬ ‫ِّّْٚٓرَجؼُُّّْٙثإِدْ ع ّّإٌَِّٝ٠ََِّّٛاٌد٠ْٓ. ّ‬ ‫َ َ ِ َ ِ َ بْ‬ ‫َ‬ ‫٠َبأَ٠َّٙب ّاٌّر٠َّْٓ ّإُِٓٛا ّارّمُٛا ّ َّ ّدكّّ ّرُمَبر ّ ّٚ َّ ّرَّٛرُّّٓ ّإِ ّّّ‬ ‫ِٗ َ ل ُ ْ ل‬ ‫َ ْ‬ ‫للا َ‬ ‫ِ‬ ‫ٚأَٔزُُِّّْعٍَّّْٛ ّ‬ ‫َ ْ ُ ُِْْ‬ ‫فِّٟإٌّبز. ّ‬ ‫ِ‬ ‫2‬ ‫1‬
  2. 2. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Maasyiral Muslimin rahimakumullah. Tiada kata yang paling pantas kita senandungkan pada hari yang berbahagia ini melainkan kata-kata syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mencurahkan kenikmatan- kepada kita sehingga kita berkumpul dalam majelis ini. Kita realisasikan rasa syukur kita dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-laranganNya. َََّّٛ٠ّ ُّْ‫و ّ َّٔف ّ ّذآئِمَ ُّ ّاٌّٛ ّ ّٚإَِّّٔب ّرُٛفََّّْٛ ّأُجُٛزو‬ ْ ُ َ ْ َ َ َ ‫ُ ً ْط َ خ ْ َ ْ د‬ ِ َّّ‫اٌم١َبِ ّ ّفَّّْٓ ّشدْ صحَّ ّػِّٓ ّاٌَّّ ّ ّٚأُدخًَّ ّاٌجَّٕ َّ ّفَمَدّْ ّفَبش‬ ‫ْ ِ َ خ َ ُ ِ َ ٕبز َ ْ ِ ْ َ خ‬ ِ ِ ُ ‫َ َ ْ َ ح ْ ل َ ع ْ ُ ُٚز‬ ّ ‫ِٚبّاٌذ١َب ُّّاٌدٔ١َبّإِ َِّّّزَب ّّاٌغس‬ ِ Artinya: “Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya Kemudian tidak lupa kami wasiatkan kepada diri kami pribadi dan kepada jamaah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena keimanan dan ketaqwaan merupakan sebaik-baik bekal menuju akhirat nanti. pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan.” (QS. Ali-Imran: 185) Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan Ayat di atas adalah merupakan ayat yang agung yang dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian apabila dibaca mata menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah oleh hati maka ia menjadi gemetar. Dan apabila didengar oleh kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah seseorang yang lalai maka akan membuat ia ingat bahwa kematian yang akan menjemputnya. dirinya pasti akan menemui kematian.
  3. 3. Memang perjalanan menuju akhirat merupakan suatu akan ingat bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan perjalanan yang panjang. Suatu perjalanan yang banyak aral lain yang lebih abadi. dan cobaan, yang dalam menempuhnya kita memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Yaitu suatu perjalanan yang menentukan apakah kita Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ْ َ َ ‫َ ِ َح‬ َٝ‫ٚ ْاألَخس ُّّخ١ْسٚأَثم‬ termasuk penduduk surga atau neraka. Perjalanan itu adalah kematian yang akan menjemput kita, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat. Karena keagungan perjalanan ini, Rasulullah telah bersabda: ْ ِ َ ْ َ ُْ ْ ْ ْ َ ْ َ َ ‫ْل‬ .‫ٌَٛرَؼٍََِّّّْٛبّأَػٌٍََُُّّضذىزُُّّْلٍَِ١ ًٌَّّٚجَى١زُُّّْوثِ١سًا‬ artinya,“Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih ّ kekal.” (QS. Al-A‟la: 17). Akan tetapi kadang kita lupa akan perjalanan itu dan lebih memilih kehidupan dunia yang tidak ada nilainya di sisi Allah. Jamaah Jumat yang berbahagia. “Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Marilah kita siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk (Mutafaq „Alaih) menyempurnakan perjalanan itu, yaitu dengan melakukan Maksudnya apabila kita tahu hakekat kematian dan keadaan ketaatan-ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dan marilah kita alam akhirat serta kejadian-kejadian di dalamnya niscaya kita perbanyak taubat dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Seorang penyair berkata:
  4. 4. .‫َّّإٌَِ َّّإِ َّّّ ُّّإٌَِِّّّْ ٍّْٛ ّّظىساد‬ ‫ل ٗ ل للا‬ َ َ َ ‫َ ْد‬ ِ Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat itu sempurna bagi pelaku “Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah, sesungguhnya kebajikan. di dalam kematian terdapat rasa sakit.” (HR. Bukhari) Allah Subhanahu wa Ta’ala‟ berfirman: ‫٠َبأَ٠َٙبّاٌَّر٠َّّٓءإُِٛاّرُٛثُٛاّإٌَِّٝ ِّّرَٛثَ ًَّّّٔصُٛدب‬ ‫للا ْ خ‬ ً َ َ ِ Ingatlah di kala nyawa kita dicabut oleh malaikat maut. Nafas kita tersengal, mulut kita dikunci, anggota badan kita lemah, pintu taubat telah tertutup bagi kita. Di sekitar kita terdengar tangisan dan rintihan handai taulan yang kita tinggalkan. Pada Artinya: saat itu tidak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah maut. Tiada daya dan usaha yang bisa menyelamatkan kita ّ dengan taubat yang semurni-murninya.” (QS. At-Tahrim: 8) dari kematian. Ingatlah wahai saudaraku. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, Di kala kita merasakan pedihnya kematian maka Rasulullah ُ َ َ ‫َ ْ َح ْ َ ْد ْ َك‬ ُ ‫ِ ْٗ ِ د‬ ّ ١‫ٚجآءدّّْظىسُّّاٌّٛ ّّثِبٌذ ّّذٌِهَِّّبوٕذَِّّٕ ُّّرَذ‬ ِ َ َ َ sebagai makhluk yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. wa Ta’ala telah bersabda, Itulah yang kamu selalu lari darinya.” (QS. Qaaf: 19) Allah juga berfirman, artinya,
  5. 5. ُ َ َْْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫ُٚج ُ َ َ ح‬ ّ‫أَ٠َّٕبّرَىُٛٔٛاّ٠ُدزوى ّّاٌّٛدٌَُّّّّْٚٛوٕزُُّّْفِّٟثُس ِّّش١َّد‬ ُ “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu berada di benteng yang kuat.” (QS. AnNisaa‟: 78) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, َُّّْٛ‫إَِّّٔبّاٌزَّٛثَ ُّّػٍَّٝ ٌٍَِِّّّر٠َّّٓ٠َؼٍَُّّّْٛاٌعٛءَّّثِجَٙبٌَ ّّثَُُّّّ٠َزُٛث‬ ‫َ خ‬ ِ ‫ْ خ َ للا‬ َ ْ َ ّ‫ِٓ ّلَس ّ ّفَؤُٚلَئِهَّ ّ٠َزُٛةُّ ّ ُّّػٍَ١ُّْٙ ّٚوبَّْ ّ ُّّػٍِ١ّب ّدى١ّب‬ ْ ‫ِ٠ت‬ ِ ً ِ َ ً َ ‫للا َ ْ ِ َ َ للا‬ َ ّ‫{17} ٌَّٚ١ع ّ ّاٌزَّٛثَ ُّ ٌٍَِّّر٠َّٓ ّ٠َؼٍَُّّْٛ ّاٌعَّ١ئَب ّ ّدزَّٝ ّإِذا‬ َ ‫د‬ ِ ِ ‫َ ْ َذ ْ خ‬ ِ َ ْ ْ }71{ّ…َّْ‫دضسَّّأَددُُُّّ٘اٌّٛدُّّلَبيَّّإِّٟٔرُجْذُّّاٌئَب‬ َْْ ََ َ َ Jamaah Jumat yang berbahagia. Cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadi-kan hati bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan saudara tercinta. Penghalang segala kenikmatan dan pemutus segala cita-cita. Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita akan mati ? Di mana kita akan mati ? “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilannya, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima oleh Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang Demi Allah, hanya Allah-lah yang mengetahui jawabannya, mengerjakan oleh karenanya marilah kita selalu bertaubat kepada Allah dan datang kematian kepada seseorang di antara mereka, mereka jangan kita menunda-nunda dengan kata nanti, nanti dan berkata: Sesungguhnya aku bertaubat sekarang…” (QS. An- nanti. Nisaa‟: 17-18) kejelekan Sidang Jumat yang berbahagia. (yang) hingga apabila
  6. 6. Marilah kita tanyakan kepada diri kita. Apa yang menjadikan berfoya-foya? Dan terus kita muhasabah terhadap diri kita diri kita terperdaya dengan kehidupan dunia, padahal kita dari hari-hari yang telah kita lalui. tahu akan meninggalkannya. Perlu kita ingat bahwa harta dan kekayaan dunia yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa untuk menemui Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya amal shalihlah yang akan kita bawa nanti di kala kita menemui Allah. Perlu kita ingat, umur kita semakin berkurang. Kematian pasti akan menjemput kita. Dosa terus bertambah. Lakukanlah taubat sebelum ajal menjemput kita. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi. Jamaah Jumat yang berbahagia. Maka marilah kita tingkatkan amalan shaleh kita sebagai ْ ُ َ ّ‫ثَبزنَّّ ٌٌِّّّٟٚىُّّْفِّٝاٌمُسآِّّْاٌؼظ١ُِّْ.َّٚٔفَؼِّٕٝٚإِ٠َّبوُّّْثِّب‬ ُ‫َ للا‬ ِ َْ َ ُ َ َ َ bekal nanti menuju akhirat yang abadi. Marilah kita mencoba merenungi sisa-sisa umur kita, muhasabah pada diri kita masing-masing. Tentang masa muda kita, untuk apa kita pergunakan. Apakah untuk melaksanakan taat kepada Allah ataukah hanya bermain-main saja ? Tentang harta kita, dari mana kita peroleh, halalkah ia atau haram ? Dan untuk apa kita belanjakan, apakah untuk bersedekah ataukah hanya untuk ّّ َِّٔ‫فِ١ َِّّّّٓا٢٠َب ّّٚاٌرو ّّاٌذى١ُِّّْٚرَمَجًََِِّّّّٕٕٝٚىُّّْرِلٚرَ ّّإ‬ ُٗ ُ ٗ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ‫ْٗ ِ ْ د َ ْ س‬ ِ ْ َ ْ َ َ َ ْ ‫َة‬ ُّّ‫َُّّ٘ٛاٌعّ١ ّّاٌؼٍِ١ُُّّ,ّٚلًُّّْز ّّاغفِسّّْٚازْ دُّّْٚأَذَّّخ١س‬ ُ َ ْ َ ْ ‫َّ ِ ْغ‬ َّْٓ١ّ‫اٌسَّد‬ ِ ِ

×