Rpp karakter 8.2

  • 3,125 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,125
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
39
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Madrasah : MTs Negeri Purwokerto Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / Genap Standar Kompetensi : 5. Memahami usaha persiapan kemerdekaan Kompetensi Dasar : 5.2. Menjelaskan Proses persiapan kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 6 X 40 menit (3 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran : 1. Melalui membaca buku sumber peserta didik mampu menjelaskan alasan Jepang membentuk BPUPKI ( ingin tahu ) 2. Melalui diskusi peserta didik mampu mendeskripsikan secara kronologis proses penyusunan dasar dan Konstitusi untuk Negara Indonesia yang akan didirikan ( menghargai pendapat orang ) 3. Dengan mengkaji buku sumber peserta didik mampu mendeskripsikan dibentuknya PPKI dan peranannya dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia ( teliti ) 4. Mewujudkan terbentuknya peserta didik yang memiliki karakter ingin tahu, teliti, Menghargai pendapat orang lain B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan alasan Jepang membentuk BPUPKI 2. Mendeskripsikan secara kronologis proses penyusunan dasar dan konstitusi untuk negara Indonesia yang akan didirikan 3. Mendeskripsikan dibentuknya PPKI dan peranannya dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia C. Materi Ajar Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia Kemerdekaan Indonesia tidak terjadi dalam waktu singkat. Sebelum diproklamasikan terdapat peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya. Salah satu peristiwa pra kemerdekaan adalah pembentukan organisasi atau badan yang mempersiapkan syarat-syarat Indonesia merdeka. Organisasi ini dibentuk oleh Jepang. Tanpa adanya peran tokoh-tokoh yang ada dalam badan ini, mungkin Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan pernah ada.  Alasan Jepang Membentuk BPUPKI BPUPKI adalah organisasi penting yang muncul pada saat bangsa Indonesia akan menyatakan kemerdekaannya. Keberadaan organisasi tersebut dimanfaatkan para tokoh Indonesia untuk mempersiapkan bangsa Indonesia. Perkembangan Perang Asia Pasifik makin tidak menguntungkan Jepang. Setelah Saipan jatuh, pasukan Sekutu berhasil memukul mundur pasukan Jepang dari Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Marshall. Dengan demikian seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik mulai bobol. Hal ini berarti kekalahan Jepang tinggal menunggu waktu. Sedangkan di Indonesia, Jepang juga menerima gempuran Sekutu di beberapa kota seperti Ambon, Makasar, Manado dan Surabaya. Bahkan tentara Sekutu telah mendarat di daerah-daerah sumber minyak, seperti Tarakan dan Balikpapan.
  • 2. Menghadapi krisis tersebut, maka pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang melalui Panglima Balatentara XIV Letnan Jendral Kumakici Harada mengumum kan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiap an Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ). Pembentukan BPUPKI merupakan langkah nyata pertama Jepang bagi pelaksanaan Janji Koiso tentang pemberian Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di kelak kemudian hari. BPUPKI bertugas mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan denganpembentukan Negara Indonesia merdeka.Kepengurusan BPUPKI diumumkan pada tanggal 29 April 1945. Ketua ( Kaico ) BPUPKI dijabat oleh dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat serta didampingi oleh Ketua Muda ( Fuku Kaico ), yaitu Ichibangase dan R. P Soeroso. Anggota BPUPKI berjumlah 60 orang termasuk 4 orang dari golongan Cina dan Arab, serta seorang dari peranakan Belanda.. Dalam BPUPKI juga terdapat 7 orang Jepang. Mereka duduk sebagai pengurus istimewa yang akan menghadiri sidang – sidang, tetapi mereka ini tidak memiliki hak suara. BPUPKI diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945 di gedung Cuo Sangi In Jalan Pejambon Jakarta.Pelantikannya dihadiri oleh Letnan Jendral Itagaki ( Panglima Tentara Wilayah VII yang bermarkas di Singapura ) dan Letnan Jendral Nagano ( Panglima Tentara XVI di Jawa yang baru ). Pada pelantikan tersebut dilakukan pula upacara pengibaran bendera Hinomaru oleh A. R. Pringgodigdo dan pengibaran Merah putih oleh Toyohiko Masuda.  Sidang BPUPKI dan Perumusan Dasar Negara Selama masa kerjanya, BPUPKI telah bersidang sebanyak dua kali, yaitu: a. Masa Persidangan BPUPKI Pertama ( 29 Mei – 1 Juni 1945 ) Pada hari pertama dala masa persidangan pertama BPUPKI, dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dalam pidatonyan meminta pandangan semua yang hadir mengenai Dasar Negara Indonesia merdeka yang akan dibentuk. Ternyata ada tiga orang yang Menyampaikan usulannya, yaitu: 1. Mr. Moh. Yamin Pada pidato singkatnya pada 29 Mei 1945, Mr. Muh. Yamin mengemukakan pandangannya mengenai dasar Negara yang terdiri atas lima asas yang intinya: a) Peri Kebangsaan b) Peri Kemanusiaan c) Peri ketuhana d) Peri Kerakyatan e) Kesejahteraan Rakyat 2. Prof. Dr. Mr. Soepomo, S.H Pemikiran Prof. Dr. Mr. Soepomo, S.H disampaikan pada 31 Mei 1945, meliputi lima asas yang intinya: a) Persatuan b) Kekeluargaan c) Mufakat dan Demokrasi d) Musyawarah e) Keadilan Sosial 3. Ir. Soekarno Ir. Soekarno memperoleh kesempatan pada 1 Juni 1945 untuk mengemukakan pe mikirannya tentang dasar Negara Indonesia merdeka, yang disebutnya Pancasila. Itu sebabnya setiap tanggal 1 Juni diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari
  • 3. lahir istilah Pancasila. Rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno sebagai berikut: a) Kebangsaan Indonesia b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan c) Mufakat atau Demokrasi d) Kesejahteraan Sosial e) Ketuhanan Yang Maha Esa Pelaksanaan sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei – 1 Juni 1945 belum mendapat kan suatu keputusan tentang dasar Negara Indonesia merdeka. Padahal BPUPKI akan reses sampai dengan bulan Juli 1945. Untuk itu, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil yang diberi tugas menampung saran dan pendapat para anggota mengenai dasar Negara Indonesia merdeka. Panitia kecil itu terdiri atas 9 orang sehingga disebuit seba gai Panitia Sembilan. Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 berhasil menyusun sebuah dokumen yang ber Isi asas dan tujuan Negara Indonesia merdeka. Dokumen tersebut dikenal sebagai Piagam Jakarta ( Jakarta Charter ). Di dalam Piagam Jakarta itu tercantum rumusan Dasar Negara yang berbunyi: 1) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab 3) Persatuan Indonesia 4) Kerakyatan yang PPKIdipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia b. Masa Persidangan BPUPKI Kedua ( 10 – 16 juli 1945 ) Dalam sidang yang kedua ini BPUPKI membahas tentang rancangan undang – undang dasar. Untuk itu dibentuklah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang di ketuai Ir. Soekarno. Pada tanggal 11 Juni 1945 Panitia Perancang Undang-Undang Dasar menyetujui isi pembukaan undang-undang dasar diambilkan dari naskah Piagam Jakarta. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar kemudian membentuk panitia kecil yang bertugas menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan undang-uandang dasar yang telah disepakati. Kelompok kecil ini berjumlah tujuh orang yang diketuai Prof. Dr. Mr. Soepomo, S. H. Beberapa pokok dalam batang tubuh yang penting dalam kesepakatan itu, antara lain sebagai barikut: 1. Wilayah Negara Indonesia kelak adalah sama dengan wilayah jajahan Belanda 2. Bendera nasional adalah Merah Putih 3. Bahasa Nasional adalah bahasa Indonesia Hasil kerja panitia ini kemudian disempurnakan kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang beranggotakan Husein Djajadiningrat, H. Agus Salim, dan Prof. Dr. Mr. Soepomo, S. H Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI dilanjutkan untuk menerima Laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Laporan dibacakan oleh Ir. Soekarno sebagai ketuanya. Hasil kerja panitia terdiri atas tiga hal berikut ini: 1. Pernyataan Indonesia Merdeka 2. Pembukaan Undang-Undang Dasar 3. Batang Tubuh Undang-Undang Dasar
  • 4. Konsep ini akhirnya diterima oleh BPUPKI setelah melakukan pembahasan sela ma beberapa jam kemudian. Sidang-sidang BPUPKI memiliki arti yang sangat penting, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa, terbentuk sebuah badan yang mengadakan sidang khusus membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan kemerdekaan dan pembentukan sebuah Negara merdeka yang sudah lama diimpikan.  Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaa Indonesia ( PPKI ) BPUPKI telah berhasil menyelesaikan tugas yang diembannya. Oleh karena itu, BPUPKI pun dibubarkan. Sebagai gantinya pada tanggal 7 Agustus 1945 Marsekal Hirauchi Terauchi yang berkedudukan di Dalath Vietnam menyetujui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( Dokuritsu Junbi Inkai ). Tugas PPKI adalah melanjutkan pekerjaan BPUPKI dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pemindahan kekuasaan dari Jepang kepada bangsa Indonesia. PPKI beranggotakan 21 orang yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mereka terdiri atas 12 orang wakil dari Jawa, 3 orang wakil dari Sumatra, 2 orang wakil Sulawesi, seorang wakil dari Kalimantan, dan seorang wakil dari Sunda Kecil, seorang wakil dari Maluku dan seorang lagi wakil dari penduduk Cina. Anggota-anggota PPKI tersebut adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dr. Radjiman Wedyodiningrat, Oto Iskan dardinata, Wachid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Surjohadimidjoyo, Mr. Sutarjo Karto hadikusumo, R.P. Soeroso, Prof. Dr. Soepomo, Abdul Kadir, Puruboyo, dr.Amir, Mr. Teuku Moh. Hasan, Mr. Abdul Abbas, Dr. Ratulangi, Andi Pangeran, Hamidan, Mr. I Gusti Ketut Pudja, Mr. j. Latuharhary, dan Drs. Yap Tjwan Bing. Anggota PPKI yang sebelumnya berjumlah 21 orang ini, kemudian oleh bangsa Indonesia tanpa seizing dari pemerintah Jepang kemudian ditambah 6 orang lagi, yaitu Wiranata Kusuma, Ki Hajar Dewantoro, Mr. Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri dan Ahmad Soebardjo yang dipercaya sebagai penasihat PPKI. Anggota PPKI pun sepakat menunjuk Ir. Soekarno sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya. Sementara itu, kedudukan Jepang terus menerus makin terdesak Sekutu. Komando Pasukan Jepang untuk Wilayah Selatan pun mengadakan rapat pada akhir Juli 1945 di Singapura. Rapat itu menyetujui bahwa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia akan diberi kan pada 7 September 1945. Itu artinya kemerdekaan diberikan setahun setelah pernyata an Perdana Menteri Jepang Koiso tentang kemerdekaan bangsa Indonesia. Berkaitan dengan hal itu maka pada 9 Agustus 1945, tiga tokoh Indonesia dipanggil Marsekal H. Terauchi untuk menghadapnya ke Dalath, Vietnam. Tokoh tersebut adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, untuk dilantik sebagai Pimpinan PPKI sesuai aspirasi anggota PPKI. Ir. Soekarno sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya. Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Dalath Vietnam pada 12 Agustus 1945, Jendral Terauchi menyampaikan kepada para pemimpin Indonesia Tentang hal berikut: 1. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. 2. Pelaksanaannya dapat segera dilakukan setelah persiapannya selesai. 3. Wilayah Indonesia adalah seluruh bekas wilayah Hindia Belanda. Para anggota PPKI ini diijinkan melakukan kegiatannya menurut pendapat dan Kesanggupan bangsa Indonesia sendiri, tetapi dengan syarat harus memperhatikan hal-hal
  • 5. Berikut: 1. Menyelesaikan perang yang sekarang sedang dihadapi bangsa Jepang. Olek karena itu, bangsa Indonesia harus mengerahkan tenaga sebesar-besarnya dan bersama-sama dengan pemerintah Jepang dalam meneruskan perjuangan untuk memperoleh kemenangan dalam perang Asia Timur Raya. 2. Negara Indonesia itu merupakan anggota lingkungan kemakmuran bersama Asia Timur Raya. D. Metode Pengajaran*: a. Diskusi b. Tanya jawab c. Ceramah bervariasi E. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan 1 Materi : - Alasan Jepang membentuk BPUPKI Pendahuluan :  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik ( Islami )  Guru memeriksa kebersihan kelas, kerapihan peserta didik dan melakukan presensi  Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran  Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Setelah terdesak dalam Perang Asia Pasifik, Jepang mulai bersikap baik dan mencoba memenuhi janjinya, yaitu memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Melalui lembaga bentukan Jepang (BPUPKI dan PPKI), bangsa Indonesia mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk berdirinya sebuah negara. Mana yang dibentuk lebih dulu, BPUPKI ataukah PPKI ? Mengapa ?  Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi kepada peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Mengarahkan peserta didik untuk membaca buku sumber tentang Pendudukan Jepang di Indonesia ( ingin tahu )  Meminta peserta didik untuk menbentuk kelompok diskusi yang terdiri 5 orang  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mendiskusikan Alasan Jepang membentuk BPUPKI ( tanggung jawab )  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya ( menghargai pendapat orang lain )  mengarahkan kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang sedang presentasi.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • 6.  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  memberikan tugas mandiri tidak terstruktur pada peserta didik untuk mereview materi berakhirnya Perang Dunia II  menugaskan pada peserta didik untuk membaca di rumah, materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.  Menginformasikan pada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya Ulangan  Mengakhiri proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik. Pertemuan 2 Materi : - Proses Penyusunan Dasar Negara dan Konstitusi Untuk Negara yang akan didirikan Pendahuluan 1. Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucapkan salam pada peserta didik 2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaiaan peserta didik sambil mengabsen 3. Memberi motivasi kepada peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan misalnya : Apa kepanjangan dari BPUPKI? Apa tugas BPUPKI ? 5. Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Meminta peserta didik untuk membaca buku sumber tentang BPUPKI  Meminta peserta didik untuk membentuk kelompok untuk mendiskusikan * Sidang pertama BPUPKI * Sidang kedua BPUPKI  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya  Mengarahkan peserta didik untuk menanggapi hasil diskusi yang sedang di presentasikan  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan ulasan untuk memperjelas hasil diskusi masing-masing kelompok dan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
  • 7. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi belajar  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  Menginformasikan bahwa pertemuan yang akan datang “ Ulangan “  memberikan tugas terstruktur pada peserta didik untuk membandingkan “Pembuka an UUD 1945 dengan Mukadimah Piagam Jakarta memberikan tugas mandiri pada peserta didik untuk menghafalkan “ Pembukaan UUD 1945 “ Mengakhiri proses pembelajaran dengan mengucap salam. Pertemuan 3 Materi : - Peranan PPKI dalam Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia Pendahuluan 1. Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucapkan salam pada peserta didik 2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaiaan peserta Dilanjutkan presensi 3. Memberi motivasi kepada peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi: Siapa yang sudah hafal “ Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 “ silahkan maju untuk mengucapkannya di muka kelas. ( pada peserta didik yang maju pertama kali diberikan reward ) 5. Menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Meminta peserta didik untuk membaca buku sumber tentang PPKI  Meminta peserta didik membentuk kelompok untuk mendiskusikan * Peranan PPKI dalam Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya  Mengarahkan peserta didik untuk menanggapi hasil diskusi yang sedang di presentasikan  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan ulasan untuk memperjelas hasil diskusi masing-masing kelompok dan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru
  • 8.  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi belajar  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  menginformasikan pada peserta didik pertemuan selanjutnya “ Ulangan “ Mengakhiri proses pembelajaran dengan doa/salam F. Sumber Belajar 1. Buku A : Sri Sudarmi dan Waluyo, 2008, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE, Jakarta: Pusat Perbukuan, Depdiknas 2. Buku B : Sardiman A.M., Endang Mulyani, Dyah Respati Suryo, 2008, Khazanah Ilmu Pengetahuan Sosial 2, Solo, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 3. Buku C : Anwar Kurnia, dan H. Moh. Suryana, 2004, Kronik Sejarah Untuk Kelas 2 SMP, Jakarta, Yudhistira 4. Buku D : Matroji, 2004, Sejarah Untuk SMP Kelas VIII, Jakarta, Erlangga 5. Buku E : Tim Penyusun Sejarah, 1995, Ilmu Pengetahuan Sosial SEJARAH Nasional Dan Umum 3 Untuk SLTP Kelas 3, Solo, Tiga Serangkai 6. Buku F : Karso, dkk., 1996, IPS SEJARAH Untuk SLTP Kelas 3 Tengah Tahun Pertama, Bandung, Angkasa G. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen 1. Menjelaskan alasan Jepang Membentuk BPUPKI 2.Mendeskripsikan secara kronologis proses penyusunan dasarNegara dan Konstitusi untuk Negara Indonesia yang akan didirikan 3.Mendeskripsikan dibentuknya PPKI dan peranannya dalam Proses Persiapan Kemerdekaan Tes Tertulis Tes Lisan Tes Tertulis PG dan Essay Hafalan Pembukaan UUD 1945 PG dan Essay Terlampir Terlampir Mengetahui, Purwokerto, 29 Desember 2012
  • 9. Kepala Madrasah Imam Sayekti, S. Pd, M.SI, M. PMat NIP.197103311997031002 Guru Mapel IPS Yunieriyani, S.Pd NIP.197106131999032002 Lampiran: Butir soal ( KD 5.2 ) I.Pilihan Ganda Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban benar ! 1.Pemerintah colonial Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia di landasi oleh … a.keinginan Jepang untuk melepaskan Indonesia b.upaya memikat hati bangsa Indonesia c.desakan yang kuat dari pihak Sekutu d.atas kesadaran pimpinan Jepang di Indonesia 2.Janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang, yaitu … a.Takeshi Nakamura c.Takedo Tanaka b.Kuniaki Koiso d.Hitosyi Imamura 3.Untuk mewujudkan janjinya memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, Jepang mem bentuk organisasi … a.PETA c.PUTERA b.PPKI d.BPUPKI 4.Upacara peresmian Dokuritsu Junbi Cosakai mengambil tempat di … a.Jl. Pegangsaan Timur Jakarta c.Jl. Urip Sumohardjo Jakarta b.Jl.Pejambon Jakarta d.Jl. Soekarno-Hatta Jakarta 5.Badan yang dibentuk pemerintah Jepang dalam upaya merealisasikan kemerdekaan Indonesia diketuai oleh… a.Ir. Soekarno c.Mr. Ahmad Soebarjo b.Mr. Soepomo d.dr. Radjiman Wedyodiningrat 6.Tugas pertama BPUPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia adalah … a.merumuskan dasar Negara c.merekrut tentara nasional b.membahas batas wilayah Negara d.merumuskan cabinet pemerintahan 7.Pembentukan BPUPKI oleh Jepang dimaksudkan untuk mempelajari dan menyelidiki Hal-hal yang berkaitan dengan … a.pendirian persemakmuran Asia Timur Raya b.pendirian Negara Indonesia Serikat c.pertahanan dan keamanan bangsa-bangsa Asia Tenggara d.pembentukan Negara Indonesia merdeka 8.Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan berhasil membentuk … a.Undang-Undang Dasar c. Piagam Jakarta b.Dasar Negara d.Piagam Perdamaian
  • 10. 9.Dalam melaksanakan tugasnya BPUPKI telah mengadakan … kali sidang a.satu c.tiga b.dua d.empat 10.BPUPKI dibubarkan oleh pemerintah Jepang tanggal … a.1 Juni 1945 c.10 Juli 1945 b.17 Juli 1945 d.7 Agustus 1945 11.Dokuritsu Junbi Inkai dibentuk setelaj Jepang membubarkan… a.Putera c.BPUPKI b.Peta d.Cuo Sangi In 12.Dokuritsu Junbi Inkai dibentuk dengan tujuan … a.mempersiapkan kemerdekaan Indonesia c.menghadapi serangan Sekutu b.membantu tugas polisi Jepang d.membantu Jepang dalam perang 13.PPKI diketuai oleh … a.Radjiman Wedyodiningrat c.Moh. Yamin b. Drs. Moh. Hatta d.Ir. Soekarno 14.Pelantikan badan PPKI secara simbolis berlangsung di … a.Vietnam c.Jepang b.Jakarta d.Singapura 15.Salah satu keputusan sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah … a.membahas dasar Negara Indonesia merdeka b.mengesahkan Undang-undang Dasar 1945 c.menyusun rancangan hukum dasar Negara d.menentukan lembaga-lembaga Negara 16.Dilihat dari susunan anggota-anggotanya, PPKI dianggapi … a.pelopor pendidikan c.sukarelawan kemerdekaan b.perintis kemerdekaan d.badan perwakilan 17.Susunan anggota PPKI terdiri atas … a.para mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda b. berbagai wakil daerah dan golongan yang ada di Indonesia c.pemuda Indonesia yang tergabung dalam Seinendan d.para guru dan pejuang kemerdekaan Indonesia 18.Jumlah wakil penduduk Cina dalam PPKI … a.1 orang c.3 orang b.2 orang d.4 orang 19.Anggota PPKI yang terbanyak berasal dari pulau … a.Sumatra c.Jawa b.Sulawesi d.Kalimantan 20.Yang bukan anggota tambahan PPKI adalah … a.Ki Bagus Hadikusumo c.Ki Hajar Dewantara b.Sayuti Melik d.Ahmad Soebardjo
  • 11. II. Soal Essay Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar ! 1.Jelaskan alasan Jepang membentuk BPUPKI ! 2.Sebutkan hasil kerja Panitia perancang UUD ! 3.Mengapa tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila ? 4.Jelaskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia ? 5.Apa alasan bangsa Indonesia tanpa seizin Jepang menambah 6 orang anggota PPKI? Kunci Jawaban I.1. B 6. A 11. C 16. D 2. B 7. D 12. A 17. B 3. C 8. C 13. D 18. A 4. B 9. B 14. A 19. C 5. D 10. D 15. B 20. A II.1. Alasan Jepang membentuk BPUPKI adalah dilatarbelakangi oleh kekalahan Jepang dalam perang Pasifik yang sudah didepan mata. Maka untuk memikat Hati bangsa Indonesia ,Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kelak Jika bangsa Indonesia dipandang telah siap. Disamping itu juga karena pemimpin bangsa Indonesia mendesak terus pada Jepang untuk merealisasikan janjinya, maka untuk menghindarkan perlawan an Bangsa Indonesia di bentuklah BPUPKI. 2.Hasil kerja Panitia perancang UUD, yaitu: a.Pernyataan Indonesia Merdeka b.Pembukaan Undang-Undang Dasar c.Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 3.Tanggal I Juni selalu diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila, karena pada Tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno pada masa persidangan pertama BPUPKI Menyampaikan pidato tentang usulan rumusan dasar Negara yang diberi Judul “ Pancasila “ artinya Panca (lima) dan Sila (asas) 4.Peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia adalah Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bagi pendirian Negara dan Pemerintahan Indonesia. 5.Bangsa Indonesia tanpa persetujuan dan seizin Jepang menambah 6 orang dalam keanggotaan PPKI alasannya adalah untuk menunjukkan pada dunia dan generasi penerus bahwa PPKI bukanlah badan bentukan Jepang tetapi bentukan bangsa Indonesia sendiri, maka jelas bahwa kemerdekaan yang kita raih bukanlah hadiah Jepang namun hasil perjuangan bangsa sendiri. Skor = I : 20 x 1 = 20 II : 5 x 6 = 30 _____________ + Jumlah = 50 x 2 = 100
  • 12. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Madrasah : MTs Negeri Purwokerto Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / Genap Standar Kompetensi : 5. Memahami usaha persiapan kemerdekaan Kompetensi Dasar : 5.1 Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu : 10 X 40 menit ( 5 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran :  Dengan membaca literature peserta didik mampu melacak perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia ( Ingin tahu )  Melalui sosiodrama peserta didik mampu menyusun kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia ( kerjasama )  Dengan membaca selebaran dan pamfet peserta didik diskusi untuk mendeskripsikan proses penyebaran berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia dan sikap rakyat diberbagai daerah ( menghargai pendapat orang lain )  Dengan membaca referensi peserta didik mampu menjelaskan proses terbentuknya negara dan pemerintah RI beserta kelengkapannya dengan sidang PPKI ( Ingin tahu )  Dengan membaca buku sumber dan mendengarkan CD pidato Bung Tomo sebelum pertempuran 10 Nopember 1945, peserta didik mampu menceritakan dukungan spontan dan tindakan heroic dari berbagai daerah terhadap pembentukan Negara dan pemerintah Republik Indonesia ( cinta tanah air )  Mewujudkan terbentuknya peserta didik yang memiliki karakter ingin tahu, kerjasama, cinta tanah air B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Melacak perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan Indone sia 2. Menyusun kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia 3. Mendeskripsikan proses penyebaran berita tentang proklamasi kemerdekaan dan sikap Rakyat di berbagai daerah 4. Menjelaskan proses terbentuknya Negara dan pemerintah Republik Indonesia beserta
  • 13. Kelengkapannya dengan siding PPKI 5. Menceritakan dukungan spontan dan tindakan heroic dari berbagai daerah terhadap Pembentukan Negara dan pemerintah Republik Indonesia C. Materi Ajar Proklamasi Kemerdekaan dan Proses Terbentuknya Negara RI Perang Asia Timur Raya mencapai titik akhir. Pasukan Sekutu menggapai kemenangan demi kemenangan.Kondisi ini membuat Jepang semakin terdesak. Di Indonesia kebencian kepada Jepang sudah mengalami puncaknya. Para tokoh Indonesia melihat adanya kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan yang telah didamba. Sebelum naskah proklamasi dibacakan, terjadi peristiwa – peristiwa yang mendahuluinya. Apa saja peristiwa tersebut ? Mari kita pelajari bersama dalam bab ini:  Perbedaan Perspektif Antarkelompok Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Para pemuda merupakan kekuatan utama yang diandalkan untuk mencapai kemerdeka an Indonesia. Peranan pemuda telah dibuktikan pada masa pendudukan Jepang, ketika me reka terlibat dalam organisasi semi militer dan militer yang dibentuk Jepang. Namun se bagian dari mereka berjuang melelui organisasi bawah tanah/illegal. Walau demikian me reka memiliki keinginan yang sama yaitu lepas dari kekuasaan Jepang. Sejak berdirinya organisasi pergerakan nasional pertama yakni Budi Utomo hingga masa pendudukan , pergerakan Indonesia terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok tua dan kelompok muda. Pembagian dikotomis itu ternyata tidak hanya sekedar pemba gian berdasarkan ktriteria umur saja, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam, yakni perbedaan psikologis, sosiologis dan politis. Secara psikologis golongan tua lebih bersi kap hati – hati dan penuh perhitungan dalam bertindak, sehingga di mata golongan muda dianggap kurang cepat. Sementara itu golongan muda sebaliknya sering bertindak hantam kromo, kurang berpikir namun cepat bertindak. Secara politis kelompok tua umumnya bersifat moderat, sedangkan kelompok muda cenderung bersifat revolusioner. Dalam peristiwa menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, dikotomi antara ke Lompok tua dan muda ternyata muncul dan merebak ke permukaan hingga sempat terjadi Ketegangan di antara mereka. Ketegangan itu muncul sebagai akibat perbedaan pandang an tentang WAKTU diumumkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Berita ini dirahasiakan oleh tentara Jepang yang ada di Indonesia. Walaupun demikian berita penye rahan Jepang itu dapat diketahui oleh kalangan pemuda Indonesia di kota Bandung pada 15 Agustus 1945 melalui siaran radio BBC London. Dengan demikian, sejak tanggal 14 Agustus 1945 terjadi kekosongan kekuasaan, atas keadan seperti ini merupakan peluang yang sangat baik bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Oleh karena itu, para pemuda yang telah mende ngar berita kekalahan pasukan Jepang terhadap Sekutu merasa kebingungan, karena pe mimpin bangsa Indonesia ( Bung Karno dan Bung Hatta ) sedang berada di Dallat ( Vi etnam ) untuk memenuhi panggilan Panglima Pasukan Jepang mandala Asia Tenggara yaitu Jendral Terauchi. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta kembali ke Indonesia pada 15 Agustus 1945 mendapati Indonesia tanpa memiliki pemerintahan. Sedangkan para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Baru segera mengadakan Pertemuan setelah mendengar berita kekelahan Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Pukul 20.00 para pemuda berkumpul di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi, Jalan Pegangsaan Timur No 13 Jakarta di bawah pimpinan Choerul Saleh. Para pemuda sepa
  • 14. kat bahwa kemerdekaan Indosesia merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia. Sesuai keputusan Rapat, maka Wikana dan kawan – kawannya menemui Ir. Soekar no di rumahnya. Dengan segala macam bukti dan logika, Bung Karno menolak pandang an golongan pemuda. Golongan tua berpendapat, kemerdekaan Indonesia harus dilaksana kan melalui revolusi secara terorganisir, karena itu pihaknya ingin membicarakan lebih dulu proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ditentukan tanggal 18 Agustus 1945 dalam rapat PPKI. Para pemuda memiliki pandangan yang berbeda dengan golongan tua. Para pemuda tetap berpendapat : a. Proklamasi kemerdekaan harus segera dilaksanakan dan lepas dari campur tangan Jepang b. Menolak persiapan kemerdekaan dilakukan lewat PPKI karena dianggap hadiah dari Jepang  Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1. Peristiwa Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok adalah suatu peristiwa diamankannya Soekarno-Hatta oleh para pemuda dari Jakarta ke Rengasdengklok. Terjadi tanggal 16 Agustus 1945, mulai pukul 04.00 pagi hari. Latar belakang peristiwa ini adalah perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda tentang waktu pelak sanaan proklamasi kemerdekaan. Kelompok pemuda yang mengamankan Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta adalah Sukarni, Singgih ( dari PETA ), Yusuf Kunto, dr. Muwardi ( dari pemuda ). Tujuannya mengamankan keduanya dari pengaruh Jepang. Sesuai rencana Ir. Soekarno beserta ibu Fatmawati dan Guntur dibawa ke Rengas dengklok dalam satu mobil dipimpin Syudanco Singgah. Drs. Moh. Hatta dan penga walnya di mobil lain. Di Rengasdengklok Bung Karno dan Bung Hatta ditempatkan di Markas PETA. Pimpinan Syudanco Subeno. Dalam suasana tegang itu Syudanco Sing gih melakukan pembicaraan dengan Ir. Soekarno. Akhirnya Ir. Soekarno menyetujui proklamasi akan diucapkan tanpa campur tangan pihak Jepang. Ia menyatakan kesedia annya bila sudah berada kembali di Jakarta. Sementara itu di Jakarta pada saat yang sama diadakan pertemuan antar golong an tua diwakili Ahmad Soebardjo dan golongan muda diwakili Wikana. Pertemuan di sepakati bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilakukan di Jakarta. Atas dasar kesepakatan itu Ahmad Soebardjo di antar Yusuf Kunto dan Sudiro segera men jemput Soekarno-Hatta di Rengasdengklok. Rombongan tiba di Rengasdengklok 17.30 WIB. Setelah melalui dialog antara dua kelompok muda dan tua, dan dengan jaminan Nyawa Soebardjo, akhirnya dicapai kesepakatan : 1. Soekarno - Hatta diperbolehkan kembali ke Jakarta 2. Proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di Jakarta selambat – lambatnya pukul 12.00 keesokan harinya yaitu tanggal 17 Agustus 1945 2. Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tanggal 16 Agustus 1945, sekitar pukul 23.00 WIB rombongan Soekarno – Hatta dan para pemuda tiba di Jakarta, untuk membicarakan pelaksanaan proklamasi.Semula tempat yang dituju adalah Hotel des Indes ( Duta Indonesia ) di Jalan Gajah Mada. Tapi karena adanya peraturan yang melarang kegiatan setelah pukul 22.00 WIB, maka pihak hotel tidak mengijinkan. Selanjutnya Soekarno – Hatta menemui Mayor Jendral Nishimu
  • 15. ra ( kepala pemerintahan umum ) di rumahnya, tapi juga tidak diijinkan. Atas usul Ahmad Soebardjo maka mereka menuju rumah kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda di Jl. Miyokodori ( sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1 ) yang bersimpati pada perjuangan bangsa Indonesia. Di tempat inilah nanti naskah proklamasi disusun. Di rumah Maeda ini dilaksanakan perumusan teks proklamasi yang dihadiri oleh : a. Tokoh Tua , seperti : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Soebarjo b. Tokoh Muda, seperti : Sayuti Melik, Sukarni, B. M. Diah dan Sudiro c. Para anggota PPKI Teks proklamasi dirumuskan di ruang makan oleh Soekarno, Hatta dan Soebardjo. Soekarno sebagai penulis, sedangkan Moh. Hatta dan Soebardjo menyumbangkan pikiran Secara lisan. Peristiwa ini disaksikan oleh Soekarno, B. M Diah dan Sudiro, tokoh yang lain menunggu di serambi muka. Konsep proklamasi kemerdekaan terdiri dua kalimat : a. Kalimat pertama merupakan pernyataan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri ( buah pikiran Ir. Soekarno dan Ahmad Soebardjo ) b. Kalimat kedua merupakan pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan ( sumbangan Pikiran Drs. Moh. Hatta ) Setelah konsep proklamasi selesai dirumuskan, sekitar jam 04.00 WIB ( 17-8-1945 ) ke udian dibawa ke serambi muka untuk dimusyawarahkan dengan semua yang hadir. Sete lah mendapat persetujuan isi dan siapa yang menandatangani teks tersebut, konsep teks proklamasi kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan. Sesuai usul Sukarni teks proklamasi yang telah diketik kemudian di tandatangani Soekarno-Hatta 3. Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Rencana pembacaan teks proklamasi menurut usulan Soekarni, akan dilaksanakan di la Pangan IKADA Jakarta ( sekarang lapangan Monas ). Rupanya pihak Jepang telah men cium isu akan adanya kegiatan di lapangan IKADA. Akibatnya sejak pagi lapangan IKA DA dijaga ketat pasukan Jepang yang bersenjata lengkap. Kemudian pembacaan prokla masi dialihkan di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur No 56 Jakarta ( sekarang Jl. Perintis Kemerdekaan ) a. Kegiatan di Pegangsaan Timur No. 56 menjelang Proklamasi Kemerdekaan Sejak pagi sejumlah massa telah memadati halaman rumah Ir. Soekarno dan mela kukan persiapan upacara secara spontan, diantaranya melakukan tugas sbb :  Persiapan, dikoordinasi oleh Suwiryo ( walikota Jakarta )  Keamanan, oleh PETA dipimpin Syudanco Latief Hendraningrat menjaga di sekitar rumah Ir. Soekarno dan Syudanco Arifin Abdurrahman menjaga pesawat telepon, jika terjadi insiden untuk menelepon pasukan PETA yang telah disiagakan di Asrama jaga monyet  Peralatan / mikrofon oleh Wilopo, meminjam di toko elektronik milik Gunawan ( toko radio Satria Salemba Tengah 24 )  Tiang bendera dari bamboo oleh Sudiro dan Suhud  Bendera dijahit oleh ibu Fatmawati c. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Para pemuda yang menunggu sejak pagi hari sudah tidak sabar lagi. Mereka kemu dian mendesak dr. Muwardi untuk mengingatkan Soekarno agar segera membacakan proklamasi. Setelah Bung Hatta datang, maka sekitar pukul 10.00 WIB upacara pro klamasi kemerdekaan segera dimulai. Upacara tanpa protocol. Setelah Latief Hendra
  • 16. ningrat menyiapkan barisan, Soekarno dan Hatta berdiri di tempat yang ditentukan. Kemudian Soekarno maju mendekati mikrofon untuk membacakan teks proklamasi. Setelah pembacaan selesai dilanjutkan pengibaran sang Merah Putih oleh Suhud dan Latief. Dan secara spontan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selesai pengi baran bendera acara dilanjutkan sambutan dari Suwiryo dan dr. Muwardi. Upacara proklamasi berlangsung singkat sekitar 1 jam. Namun peristiwa itu telah Membawa perubahan luar biasa bagi bangsa dan Negara Indonesia.  Proses penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia Setelah upacara pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan, beberapa kelompok pemuda di markas Menteng 31 berupaya menyebarluaskan berita pe laksanaan proklamasi keseluruh penjuru kota. Dengan menggunakan berbagai cara, seper ti menulis pada tembok, gerbong kereta api, bak truk, dan dalam berbagai macam selebar an, mereka berupaya menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Penye barluasan berita proklamasi yang cukup efektif dilakukan juga melalui beberapa media, antara lain : 1. kantor berita Domei (sekarang kantor berita Antara), wartawan yang berperan adalah Syahrudin 2. radio Hoso Konri Kyoku (sekarang RRI) disiarkan oleh F.Wuz 3. radio Hos disiarkan Yusuf Ronodipuro 4. surat kabar Bintang Tjahaya di Bandung dan Soeara Asia di Surabaya Untuk daerah Jakarta, hari itu juga berita proklamasi Indonesia segera menyebar se cara luas. Saat itu teks proklamasi telah sampai ditangan kepala bagian radio kantor berita Domei,Waidan B.Palenewen.Ia menerima kopian teks proklamasi dari seorang wartawan lainnya yang bernama Syahrudin.Tercatat sampai tiga kali berita pelaksanaan proklamasi secara berturut-turut berhasil disiarkan.Berita pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 WIB saat siaran berhenti.Akibat dari penyiaran tersebut,pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita tersebut dan menyatakan sebagai kekeliruan.Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar radio tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk. Sekalipun para pemancar radio disegel,para pemuda Indonesia tidak kehilangan akal untuk terus menyiarkan keberhasilan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Mereka ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio,seperti Sukarman,Sutamto,Susilahardja,dan Suhandar.Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK 1.Dari sinilah selanjutnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan nantinya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dikumandangkan. Dalam menyebarluaskan berita hasil pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,terdapat tenaga sukarela yang dikirimkan ke Sumatra,Kalimantan,Sulawesi,dan pulau-pulau lain.Penyebaran berita hasil Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga tersiar sampai ke luar negeri.Sejak tahun 1946 pemancar RRI yogyakarta berhasil menyiarkan The Voice of Free Indonesian yang dibawakan dalam bahasa inggris oleh Molly Warner seorang warga Negara Australia yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.Molly Warner
  • 17. berusaha menyebarluaskan berita hasil pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sehingga beritanya semakin terdengar ke seluruh dunia. Dampak dari penyebaran berita pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah adanya pengakuan kedaulatan terhadap Negara Indonesia.Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir yang menyampaikan pengakuannya pada tanggal 11 juni 1947.Pengakuan oleh Mesir ini kemudian disusul oleh pengakuan dari Negara-negara Liga Arab,seperti Irak,Lebanon,Suriah,Saudi Arabia,Yaman,Burma,dan India. Upaya penyebarluasan berita pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia untuk wilayah luar Jawa banyak mengalami hambatan.Faktor yang menghambat penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diluar Pulau Jawa,antara lain sebagai berikut: 1. Sarana Transportasi dan Komunikasi yang kurang memadai. 2. Jepang selalu berusaha menghalangi penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berita pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga dibawa oleh para utusan daerah yang kebetulan akan menghadiri sidang PPKI.Mereka itu,antara lain sebagai berikut : 1. I Gusti Ktut Pudja dari Bali 2. Teuku Mohammad Hassan dari Aceh 3. A.A Hamidan dari Kalimantan 4. Sam Ratulangi dari Sulawesi  Proses terbentuknya Negara dan pemerintahan RI beserta kelengkapannya dalam sidang PPKI Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, maka nega ra baru yang bernama “ Indonesia “ telah terbentuk. Namun pada saat berdirinya, Indone sia belum memenuhi syarat sebagai suatu Negara sebagaimana mestinya. Syarat yang be lum dimiliki oleh Indonesia adalah belum terbentuknya pemerintahan yang akan melaksa nakan pemerintahan di Indonesia. Syarat berdirinya suatu Negara menurut Konvensi Mon tevideo 1933 harus memenuhi unsure sbb : 1. Rakyat Setiap Negara tidak mungkin berdiri tanpa ada warga atau rakyatnya. Unsur rakyat ini sangat penting karena secara konkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar Negara itu dapat berjalan dengan baik 2. Wilayah Negara Wilayah dalam sebuah Negara merupakan unsure yang harus ada, karena tidak mungkin ada Negara tanpa ada batas – batas territorial yang jelas. 3. Pemerintahan yang berdaulat Pemerintah adalah alat kelengkapan Negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan Negara. Menurut Mahfud M. D. ketiga unsure sebagai hasil konvensi Montevideo tersebut di disebutnya sebagai unsure konstitutif. Ketiga unsure tersebut harus ditunjang dengan oleh satu unsure lagi yang disebutnya sebagai unsure deklaratif yaitu pengakuan kedaulatan dari Negara lain baik de facto maupun de jure. Untuk memenuhi syarat terbentuknya suatu pemerintahan, maka para pemimpin Indonesia menggunakan lembaga PPKI dengan mengadakan beberapa kali sidang. a.Masa Persidangan PPKI Pertama ( 18 Agustus 1945 ), keputusannya : * Pengesahan UUD Republik Indonesia * Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia
  • 18. * Pembentukan Komite Nasional Indonesia b.Masa Persidangan PPKI Kedua ( 19 Agustus 1945 ), keputusannya : * Menetapkan 12 kementerian yang akan membantu tugas presiden dalam pemerintahan * Membagi wilayah RI menjadi 8 propinsi * Membentuk suatu tentara kebangsaan c.Masa Persidangan PPKI Ketiga ( 22 Agustus 1945 ), keputusannya * Pembentukan Komite Nasional Indonesia ( KNI ) * Pembentukan Partai Nasional Indonesia * Pembentukan Alat Keamanan Negara  Dukungan dari berbagai daerah berupa dukungan spontan dan tindakan heroic dari berbagai daerah a. Dukungan Spontan dari berbagai daerah Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 mendapat sambutan yang luar biasa dari berbagai daerah di Indonesia. Rakyat di daerah mengetahui berita proklamasi dari para utusan daerah yang hendak menghadiri sidang PPKI. Para utusan daerah yang menyaksikan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menyambut nya dengan antusias dan bersemangat untuk mengabarkan ke daerahnya masing-masing Ketika para utusan daerah itu kembali ke daerahnya masing-masing, mereka menda pat sambutan meriah dari rakyat di daerahnya. Bahkan, mereka diminta untuk meng ucapkan kembali pernyataan kemerdekaan yang mereka dengar langsung di Jakarta. Para utusan ini selain membawa kabar tentang kemerdekaan yang telah dikumandang kan juga mengajak seluruh rakyat di daerahnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Utusan daerah yang dimaksud antara lain : * Teuku Mohammad Hassan Utusan dari Aceh Beliau mengajak rakyat Aceh pada khususnya dan warga Sumatra pada umum nya untuk memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia yang telah di ucapkan Soekarno – Hatta. Beliau pun menyatakan bahwa Sumatra merupakan bagian dari Republik Indonesia. * Mr. J. Latuharhary Utusan dari Maluku Kedatangan Latuharhary di Kepulauan Maluku mendapat sambutan meriah dari rakyat setempat. Setelah mengetahui bahwa Indonesia telah merdeka, spontan mereka menyatakan dukungannya terhadap terbentuknya Negara R I. * Dr. G.S.S.J. Ratulangi Utusan dari Sulawesi Berbekal pernyataan yang disampaikan oleh Ratulangi, rakyat Sulawesi selanjut nya melakukan tindakan menyita kantor-kantor pemerintah dan melucuti senjata pasukan Jepang. * A. A. Hamidan Utusan dari Kalimantan Setibanya di Kalimantan A. A. Hamidan dalam pidatonya mengajak seluruh rakyat Kalimantan untuk mendukung terbentuknya Negara dan pemerintah R I. * Sutarjo Kartohadikusumo Utusan dari Jawa Barat Sutarjo mengajak seluruh rakyat Jawa Barat untuk memberikan dukungan terha dap berdirinya RI. Beliau juga memberikan pengakuan terhadap kedudukan Soekarno – Hatta dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia. * R. A. Soerjo Utusan dari Jawa Timur Rakyat Jawa timur memberikan dukungan penuh terhadap berdirinya Negara RI. Bahkan mereka menyetakan siap untuk mempertahankan kedaulatan RI. Para
  • 19. pemuda melakukan pendudukan terhadap kantor – kantor pemerintah dan melucu ti senjata pasukan Jepang. * R. Panji Soeroso utusan dari Jawa Tengah Berita proklamasi mendapat sambutan meriah dari rakyat Jawa Tengah. Mereka pun selanjutnya secara serentak melakukan aksi menentang keberadaan penguasa asing di wilayahnya. Pelucutan terhadap pasukan Jepang dilakukan, bahkan kan tor – kantor pemerintah diduduki oleh rakyat * Mr. I Gusti Ktut Pudja Utusan dari Sunda Kecil ( Bali dan Nusa Tenggara ) Beliau mengajak rakyat di wilayah kepulauan Sunda Kecil untuk menyatakan bahwa wilayahnya merupakan bagian dari Negara R I. Tindakan – tindakan rakyat di sana tidak jauh berbeda dengan di daerah lainnya, seperti menguasai kantor – kantor pemerintah dan melucuti senjata milik pasukan Jepang. Dukungan terhadap pembentukan NKRI juga terjadi, seperti berikut ini : * Rapat Raksasa di Lapangan IKADA Bentuk dukungan spontan rakyat terhadap proklamasi dapat dilihat dengan banyaknya rakyat yang hadir di lapangan IKADA. Ketika dilaksanakan rapat pada 19 September 1945, Bung Karno berpidato singkat yang intinya sbb : 1. Meminta dukungan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah RI yang baru 2. Menuntut rakyat mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah dengan disiplin 3. Memerintah rakyat untuk bubar dan meninggalkan lapangan dengan tenang. * Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Dengan kebesaran jiwa, Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjadi raja di Kasultanan Yogyakarta dengan spontan menyatakan bahwa Kesultanan Yogya karta bergabung dengan R I. Pada tanggal 5 September 1945, Sultan Hamengku buwono IX mengeluarkan pernyataan sebagai berikut : 1. Kasultanan Yogyakarta adalah kerajaan yang merupakan Daerah Istimewa di Wilayah Negara Republik Indonesia 2. Sebagai Kepala Daerah, Sri Sultan hamengkubuwono IX memegang kekuasa an pemerintahan di wilayah Kesultanan Yogyakarta 3. Kasultanan Yogyakarta mempunyai hubungan langsung dengan pemerintah pusat Negara Republik Indonesia. Untuk mengatur pemerintahan daerah Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. b.Tindakan Heroik di Berbagai Daerah Beberapa tindakan – tindakan heroic yang dilakukan oleh BKR ataupun lascar di ber bagai daerah dalam mempertahankan kemerdekaan melawan Jepang, antara lain : 1. Yogyakarta Perebutan kekuasaan secara serentak dimulai tanggal 26 September 1945.Pegawai Pemerintah dan perusahaan Jepang sejak pagi melaksanakan aksi mogok. Mereka Memaksa orang – orang Jepang menyerahkan asset dan kantornya kepada bangsa Indonesia. KNI daerah Yogyakarta pada 27 September 1945 mengumumkan bahwa Kekuasaan di daerah tersebut telah dilakukan pemerintah Repiblik Indonesia. 2. Semarang Pertempuran pemuda lascar Semarang melawan pasukan Jepang dikenal dengan Istilah Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran tersebut terjadi pada 15 – 20 Oktober 1945
  • 20. 3. Surabaya Rakyat Surabaya dan BKR menyerbu beberapa tempat penyimpanan senjata. Selain itu rakyat Surabaya juga berhasil menguasai sebuah Pemancar Radio yang ada di Embong Malang. 4. Bali Para pemuda Bali membentuk berbagai organisasi pemuda seperti AMI ( Angkatan Muda Indonesia ), PRI ( Pemuda Republik Indonesia ), pada akhir Agustus 1945 Mereka berusaha menegakkan RI melalui perundingan tapi ditanggapi dingin oleh Jepang, maka secara serempak mereka berupaya untuk merebut kekuasaan dari Jepang pada 19 September 1945, tapi dapat dipatahkan oleh Jepang. 5. Banda Aceh Para pemuda Aceh yang sejak 6 Oktober 1945 membentuk API ( Angkatan Pemuda Indonesia ) segera bertindak mengambil alih dan merebut kantor – kantor pemerin tahan yang dikuasai Jepang. Di tempat yang berhasil direbut, mereka mengibarkan Merah Putih dan di beberapa tempat mereka berhasil melucuti senjata Jepang. 6. Sematera Selatan Pada 8 Oktober 1945 Residen Sumatra Selatan Dr. A. K. Gani bersama seluruh pe gawai Gunseibu upacara mengibarkan bendera Merah Putih. Pada hari itu juga di umumkan bahwa di seluruh Karesidenan Palembang hanya ada satu kekuasaan, yaitu kekuasaan Republik Indonesia 7. Bandung Pertempuran diawali dengan usaha para pemuda untuk merebut Pangkalan Udara Andir dan pabrik senjata bekas ACW ( Artillerie Constructie Winkel, sekarang Pindad ). Usaha tersebut berlangsung sampai datangnya pasukan Sekutu di Bandung 17 Oktober 1945. 8. Gorontalo Pada 13 September 1945 di Gorontalo terjadi perebutan senjata terhadap markas – markas Jepang. Kedaulatan R I berhasil ditegakkan dan para pemimpin Republik menolak ajakan untuk berunding dengan pasukan pendudukan dari Australia. 9. Sumbawa Pada bulan Desember 1945, para pemuda berusaha merebut senjata dari pasukan Jepang sehingga terjadi bentrokan dengan tentara Jepang. Peristiwa tersebut, antara lain terjadi di daerah Gempe dan Sape. D. Metode Pengajaran a. Ceramah bervariasi b. Diskusi c. Bermain Peran E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Materi : Melacak Perbedaan Perspektif Antar Golongan Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Pendahuluan :  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik ( Islami )  Guru memeriksa kondisi kelas, kerapihan peserta didik dan presensi ( disiplin )  Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran  Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
  • 21. Guru mengajak peserta didik untuk bersama-sama menyanyikan lagu Sorak - Sorak Bergembira Kemudian guru menceritakan secara singkat penyerahan Jepang pada Sekutu pada PD II  Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi  Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca buku sumber.( Ingin tahu ) Guru meminta peserta didik untuk membentuk kelompok terdiri 5 ( lima ) anak  Peserta didik berkelompok dan menentukan ketua, sekretaris dan anggota  Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk melacak perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia ( kerjasama )  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, :  Masing – masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil dis kusinya dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi ( tanggung jawab dan menghargai pendapat orang lain )  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, :  Guru memberikan ulasan terhadap hasil diskusi masing – masing kelompok  Guru memberi reward kepada kelompok yang hasil diskusinya mendekati “benar”  Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahaminya  Guru bersama peserta didik tanya jawab untuk meluruskan kesalah pahaman Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran  mengadakan post test  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  menyampaikan informasi tentang materi pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang  Memberikan tugas( terstruktur ) agar peserta didik menyusun naskah sosiodrama tentang kronologis proklamasi kemerdekaan Indonesia, dengan pembagian : Kelompok 1: Peristiwa Rengasdegklok Kelompok 2: Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Kelompok 3: Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia t Guru memberikan tugas mandiri tidak terstruktur pada peserta didik untuk me Review artikel Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-67 Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan peserta didik menjawabnya. ( Islami ) Pertemuan 2. Materi : Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • 22. Pendahuluan - Guru mengucapkan salam pada peserta didik dan peserta didik menjawabnya ( Islami ) - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian (disiplin) - Motivasi, dapat dilakukan dengan mengajak peserta didik menyanyikan bersama – sama Lagu “ Hari Merdeka “ - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Guru bertanya pada peserta didik : Kapan Indonesia Merdeka ? Apa alasannya ? - Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi:  Guru meminta kelompok 1 maju untuk bermain peran sesuai dengan tugas masing – masing, sedang kelompok 2 dan 3 memperhatikan dan mempersiapkan untuk menanggapi atau mencatat hal – hal yang penting  Selanjutnya kelompok 2 maju, maka kelompok 3 dan 1 memperhatikan dan mem persiapkan untuk menanggapi  Kemudian kelompok 3 maju, dan kelompok yang lain memperhatikan  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Peserta didik diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya baik tentang penampilan maupun isi dari materi sosiodrama yang telah ditampilkan oleh masing – masing kelompok.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal – hal yang belum dipahaminya  meluruskan kesalahpahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanaka  melakukan post test  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  menugaskan pada peserta didik untuk membaca materi “ Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Berbagai Daerah “ sebagai bahan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya. Mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan peserta didik menjawab Pertemuan 3. Materi : Proses Penyebarluasan Berita Proklamasi di Berbagai Daerah Pendahuluan
  • 23. - Guru mengucapkan salam pada peserta didik dan peserta didik menjawabnya ( Islami ) - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian (disiplin) - Motivasi, dapat dilakukan dengan memperkenalkan “Salam Nasional – MERDEKA “ - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Guru menampilkan yel-yel, slogan-slogan perjuangan dan meminta salah satu peserta didik untuk membacanya dengan penuh semangat - Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi:  Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca yel-yel dan slogan slogan perjuangan yang terpampang di papan tulis .( Ingin tahu ) Guru meminta peserta didik untuk membentuk kelompok terdiri 5 ( lima ) anak  Peserta didik berkelompok dan menentukan ketua, sekretaris dan anggota  Peserta didik diskusi kelompok untuk mendeskripsikan proses penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia di berbagai daerah ( kerjasama )  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi:  Masing – masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil dis kusinya dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi ( tanggung jawab dan menghargai pendapat orang lain )  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi:  Guru memberikan ulasan terhadap hasil diskusi masing – masing kelompok  Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahaminya  Guru tanya jawab untuk meluruskan kesalahpahaman peserta didik dalam proses pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  menyampaikan informasi untuk pertemuan yang akan dating “ Ulangan “  Menugaskan peserta didik untuk membaca materi “Terbentuknya Negara dan Pemerintah Republik Indonesia “ sebagai bahan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.  Guru memberi tugas mandiri tidak terstruktur pada paserta didik untuk mereviw materi Proses Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan diberbagai daerah. Guru Mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan peserta didik menjawab Pertemuan 4 . Materi : Proses Terbentunya Negara dan Pemerintah Republik Indonesia dan Kelengkapan Nya dalam Sidanng – Sidang PPKI
  • 24. Pendahuluan - Guru mengucapkan salam pada peserta didik dan peserta didik menjawabnya ( Islami ) - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian (disiplin) - Motivasi, dapat dilakukan dengan menanyakan siapa Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Guru bertanya pada peserta didik : Apa saja syarat berdirinya suatu Negara ? - Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, :  Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca buku sumber.( Ingin tahu ) Guru meminta peserta didik untuk membentuk kelompok terdiri 5 ( lima ) anak  Peserta didik berkelompok dan menentukan ketua, sekretaris dan anggota  Peserta didik diskusi kelompok untuk menjelaskan proses terbentuknya Negara dan pemerintah RI beserta kelengkapannya dalam sidang-sidang PPKI ( kerja sama )  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, :  Masing – masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil dis kusinya dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi ( tanggung jawab dan menghargai pendapat orang lain )  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, :  Guru memberikan ulasan terhadap hasil diskusi masing – masing kelompok  Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahaminya  Guru tanya jawab untuk meluruskan kesalah pahaman peserta didik dalam proses pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran  mengadakan post tes  menyampaikan informasi tentang materi pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang  Menugaskan peserta didik untuk membaca materi “Dukungan Spontan dari Berbagai Daerah dan Tindakan Heroik terhadap Negara dan Pemerintah R I “ sebagai bahan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.  Memberi tugas terstruktur pada peserta didik untuk mengumpulkan daftar nama Menteri dan Kementerian yang dipimpinnya dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 Mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan peserta didik menjawabnya Pertemuan 5 . Materi : “Dukungan Spontan dari Berbagai Daerah dan Tindakan Heroik terhadap Negara Dan Pemerintah Republik Indonesia
  • 25. Pendahuluan - Guru mengucapkan salam pada peserta didik dan peserta didik menjawabnya ( Islami ) - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian (disiplin) - Motivasi, dapat dilakukan dengan guru memutarkan CD Pidato Bung Tomo sebelum Pertem puran 10 November 1945 - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Guru bertanya : Mengapa tanggal 10 November dijadikan sebagai Hari Pahlawan ? - Guru menyampaikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, :  Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca buku sumber.( Ingin tahu ) Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan  Peserta didik menjawab pertanyaan – pertanyaan dengan menuliskan jawabannya pada buku tugas masing-masing  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, :  Masing – masing peserta didik diberi kesempatan untuk mempresentasikan jawabannya dan peserta didik yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, :  Guru memberikan ulasan terhadap jawaban masing – masing peserta didik  Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahaminya  Guru tanya jawab untuk meluruskan kesalah pahaman peserta didik dalam proses pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran  mengadakan post tes  menyampaikan informasi untuk pertemuan yang akan dating “ Ulangan  Menugaskan peserta didik untuk membaca materi “Dukungan Spontan dari Berbagai Daerah dan Tindakan Heroik terhadap Negara dan Pemerintah R I “ sebagai bahan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.  Mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan peserta didik menjawabnya F. Sumber Belajar / Media Pembelajaran Sumber Belajar 1. .Buku A : Sri Sudarmi dan Waluyo, 2008, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE, Jakarta: Pusat Perbukuan, Depdiknas 2. Buku B : Sardiman A.M., Endang Mulyani, Dyah Respati Suryo, 2008, Khazanah Ilmu Pengetahuan Sosial 2, Solo, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
  • 26. 3.Buku C : Anwar Kurnia, dan H. Moh. Suryana, 2004, Kronik Sejarah Untuk Kelas 2 SMP, Jakarta, Yudhistira 4.Buku D : Matroji, 2004, Sejarah Untuk SMP Kelas VIII, Jakarta, Erlangga 5.Buku E : Tim Penyusun Sejarah, 1995, Ilmu Pengetahuan Sosial SEJARAH Nasional Dan Umum 3 Untuk SLTP Kelas 3, Solo, Tiga Serangkai 6.Buku F : Karso, dkk., 1996, IPS SEJARAH Untuk SLTP Kelas 3 Tengah Tahun Pertama, Bandung, Angkasa F.Media Pembelajaran 1. CD Pidato Bung Tomo Pada Pertempuran 10 November 1945 2. Selebaran – Selebaran, Pampfet , Slogan – Slogan Perjuangan 3. Gambar Tokoh G. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrume n Butir Soal  Melacak perbedaan perspektif antar golongan sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia  Menyusun kronologis proklamasi kemerdekaan Indonesia  Mendiskripssikan secara kronologis proses penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan dan sikap rakyat di berbagai daerah  Menjelaskan proses terbentuknya negara dan pemerintah RI beserta kelengkapannya dengan sidang PPKI  Menceritakan dukungan spontan dan tindakan heroik dari berbagai daerah terhadap pembentukan negara dan pemerintah RI yang baru lahir  Mendeskripsikan dibentuknya PPKI dan peranannya dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia Tes Tertulis Tes Perbuatan Tes tulis Tes Tertulis Tes Tertulis PG dan Essay Bermain peran PG dan Essay PG dan Essay PG dan Essay  Terlampi r  Terlampi r  Terlampi r  Terlampi r Mengetahui, Purwokerto, 29 Desember 2012
  • 27. Kepala Madrasah Imam Sayekti, S.Pd, M. SI, M.PMat NIP. 197103311997031002 Guru Mapel IPS Yunieriyani, S. Pd NIP. 197106131999032002 Lampiran : Butir soal ( K.D 5.1 ) I.Pilihan Ganda Berilah tanda silang ( X ) huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban benar ! 1.Yang diperdebatkan oleh golongan tua dan muda berkaitan dengan proklamasi kemerdekaan adalah mengenai .... a. tempat pelaksanaan c. Isi proklamasi b. tokoh-tokoh yang memproklamasikan d. Waktu proklamasi 2. Yang bukan merupakan media penyebar luasan berita proklamasi adalah ... a. siaran radio Hoso Kanri Kyoku c. Surat kabar Cahaya b. siaran televisi ke penjuru dunia d. Selebaran ditempel pada gerbong 3. Surat kabar pertama yang memuat berita proklamasi kemerdekan Indonesia adalah ... a. Bintang Timoer c. Soeara Asia b. Sinar Djawa d. Medan Prijaji 4. Data : 1). Suprapto 4). Singgih 2). Yusup Kunto 5). Syahrudin 3). Bachtiar Lubis 6). Sudiro Dari data di atas yang merupakan tokoh-tokoh penyebar proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah nomor: a. 1, 3, 5 c. 2, 3, 5 b. 2, 4, 6 d. 3, 5, 6 5. Peristiwa bersejarah yang menandai berdirinya Negara Republik Indonesia adalah ... a. pembentukan MPR dan DPR b. proklamasi kemerdekan tanggal 17 Agustus 1945 c. penyerahan Jepang tanpa syarat kepada sekutu d. terjadinya peristiwa Rengasdengklok 6. Tentang Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, dalam sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945, Otto Iskandar dinata mengusulkan agar Soekarno - Hatta ... a. dipilih melalui votting c. Dipilih melalui musyawarah
  • 28. b. dipilih melalui aklamasi d. Ditetapkan sebagai calon 7. Kabinet RI pertama menganut sistem ... a. parlementer c. liberal b. Presidensiil d. Terpimpin 8. Menteri luar negeri dalam kabinet pertama RI adalah ... a. Ahmad Subarjo c. R. M Sartono b. Sukarjo Wiryopranoto d. Wahid Hasyim 9. Pada sidang PPKI kedua wilayah Indonesia dibagi menjadi .... a. 13 propinsi c. 8 propinsi b. 11 propinsi d. 6 propinsi 10. Wilayah kerajaan yang masih hidup pada zaman proklamasi kemerdekaan yang mendukung sepenuhnya berdirinya negara RI adalah ... a. Surakarta c. Aceh b. Yogyakarta d. Cirebon 11. Rapat raksasa di Lapangan Ikada berlangsung tanggal ... a.19 September 1945 c. 29 September 1945 b. 19 November 1945 d. 29 November 1945 12. Sebagai wujud dukungan spontan terhadap proklamasi, BKR dan pemuda Jakarta menyerbu gudang senjata Jepang yang berada di ... a. Senen c. Rambutan b. Ikada d. Cilandak 13. Pertempuran Lima Hari di Semarang berawal dari ... a. penyerbuan rakyat terhadap Batalyon Kido di Jatingaleh b. isu Jepang meracuni cadangan air di Candi c. penyerangan tawanan Angkatan Laut Jepang kepada polisi Indonesia d. pelucutan senjata Jepang oleh pemuda Semarang 14. Peristiwa Yamato di Surabaya berupa... a. perebutan hotel Yamato oleh rakyat Surabaya b. pelucutan senjata di hotel Yamato oleh rakyat Surabaya c. perobekan bendera Belanda di hotel Yamato oleh rakyat Surabaya d. pertemuan pemuda Surabaya di hotel Yamato 15.Perebutan kekuasaan di Palembang terjadi tanpa kekerasan, sebab ... a. Jepang mau berdamai c. Jepang telah terikat perjanjian b. Jepang telah menghindar d. Jepang kalah pasukan 16. Data : 1) Perebutan Pangkalan Udara Andir 2) Perebutan Markas Jepang 3) Pertempuran Lima Hari 4) Perebutan pabrik Senjata Yang merupakan wujud tindakan heroik rakyat Bandung adalah ... a. 1 dan 3 c. 2 dan 4 b. 1 dan 4 d. 2 dan 3 17. Tindakan heroik mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia terutama berupa ... a. membentuk organisasi militer yang siap membela negara b. menggalang pembentukan organisasi pemuda radikal c. berbagai tindakan yang mengungkapkan sikap anti Jepang d. keberanian menegakkan kedaulatan Indonesia di daerah masing-masing
  • 29. 18. Berikut ini yang merupakan anggota tambahan PPKI adalah ... a. Ki Hajar Dewantara c. Sayuti Melik c. Dr. Ratulangi d. Kasman Singodimejo 19. Disetujuinya penghilangan kalimat “dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya “ menunjukkan ... a. kurang dihayatinya syariat Islam oleh para anggota PPKI b. belum dikenalnya syariat Islam oleh para anggota PPKI c. kegagalan kaum muslim di PPKI mempertahankan pendapatnya d. kesadaran para anggota PPKI mementingkan persatuan bangsa 20. Walaupun banyak perbedaan pandangan dalam sidang PPKI, akhirnya dicapai kata sepakat di antara para pendiri bangsa ini karena ... a. masing-masing memiliki alasan yang kuat b. musyawarah untuk mencapai mufakat c. mereka memiliki jiwa besar untuk menembatkan kepentingan bersama d. adanya saran-saran dari pemerintah Jepang II. Essay Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. Sebutkan arti penting proklamasi kemerdekaan Indonesia ! 2. Bagaimana cara Sjahrudin menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia 3. Sebutkan inti pidato pendahuluan Soekarno sebelum membacakan teks proklamasi ! 4. Sebutkan inti pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX tentang dukungannya Terhadap proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ! 5. Jelaskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia ! KUNCI JAWABAN I. Pilihan Ganda 1. D 6. B 11. A 16. B 2. B 7. B 12. D 17. D 3. C 8. A 13. C 18. A 4. A 9. C 14. C 19. D 5. B 10.B 15. B 20. C II. Essay 1. Arti pentingnya proklamasi kemerdekaan Indonesia, yaitu ; a. Merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia b. Lahirnya negara Republik Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat c. Dengan kekuatan sendiri menjadikan merdeka bebas dari penjajahan asing d. Menjadi pelopor bangsa Asia-Afrika, karena merupakan bangsa pertama yang merdeka setelah Perang Dunia II e. Bangsa dan Negara RI mulai dikenal dunia Internasional dan mulai ikut serta dalam percaturan dunia. 2. Cara Sjahrudin menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Dengan menyusup ke ruang siaran radio Hoso Kanri Kyoku ( sekarang menjadi RRI ) Kemudian menyiarkan berita proklamasi tersebut 3. Inti pidato pendahuluan Soekarno sebelum membacakan teks proklamasi yaitu
  • 30. a. meski mengalami pasang surut, perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan tidak pernah berhenti b. dengan tenaga dan kekuatan sendiri, bangsa Indonesia bertekad bulat menentukan nasib bangsa dan tanah air 4. Inti pernyataan Sri Sultan hamengkubuwono IX tentang dukungannya terhadap Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah “ Negeri Ngayogyakarta Hadi Ningrat “ yang bersifat kerajaan, sebagai daerah istimewa dalam wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia 5. Peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia adalah menyiapkan Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemindahan kekuasaan dari pihak pemerintah Jepang kepada bangsa Indonesia. Susunan anggotanya terdiri atas berbagai wakil dari Daerah dan golongan yang ada di Indonesia sehingga PPKI dianggap sebagai Badan Perwakilan seluruh rakyat Indonesia. SKOR : I = 20 x 1 = 20 II = 5 x 6 = 30 Jumlah = 50 Nilai = Jumlah Skor x 2 = 100
  • 31. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Madrasah : MTs Negeri Purwokerto Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / Genap Standar Kompetensi : 6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial Kompetensi Dasar : 6.1 mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial Alokasi Waktu : 6 X 40 menit (3x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran :  Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk hubungan sosial  Melalui tanya jawab peserta didik mampu mengidentifikasi factor-faktor pendorong terjadinya hubungan sosial  Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi dampak hubungan social  Mewujudkan terbentuknya peserta didik yang memiliki karakter ingin tahu, peduli social dan tanggung jawab B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk hubungan social 2. Mengidentifikasi factor-faktor pendorong terjadinya hubungan social 3. Mengidentifikasi dampak hubungan social C. Materi Ajar Hubungan Sosial Menurut Gillin dan Gillin, hubungan social adalah hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok, serta antara orang dengan kelompok. Proses hubungan social akan terjadi pada saat ada dua individu yang saling bertemu. Hal ini dapat berupa saling bertegur sapa, berjabat tangan, berbicara, atau dapat juga dengan ver kelahi. Dengan demikian hubungan social merupakan dasar dalam proses social karena me – lalui hubungan social manusia menyampaikan keinginan, maksud, dan tujuannya. Untuk terjadinya hubungan social harus terpenuhi adanya syarat-syarat: 1. Ada kontak sosial Kontak social bias berupa kontak primer (langsung), kontak sekunder (tidak lang sung), kontak antar individu, kontak antar kelompok, dan kontak antarindividu dengan kelompok. 2. Ada komunikasi Komunikasi bias terjadi secara positif dan negative. Komunikasi positif merupa – kan komunikasi yang menghasilkan bentuk kerja sama. Adapun komunikasi negative merupakan komunikasi yang menghasilkan bentuk pertentangan atau permusuhan. Hubungan social akan terjadi apabila: 1. ada tujuan-tujuan tertentu 2. ada komunikasi antarpelaku dengan memakai symbol-simbol 3. ada dimensi waktu ( masa lalu, masa sekarang, dan masa datang ) 4. ada pelaku lebih dari satu orang
  • 32. Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial Bentuk-bentuk hubungan social dibedakan menjadi dua macam, yaitu:  Proses sosial asosiatif Proses social asosiatif adalah proses interaksi yang cenderung menjalin kesatuan dan Meningkatkan solidaritas anggota kelompok. Proses social asosiatif dapat terjadi dalam beberapa bentuk sebagai berikut: a. Akomodasi Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa meng – hancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.Bentuk bentuk akomodasi antara lain: arbitrasi, ajudikasi, toleransi, stalemate, mediasi, coer- cion, konversi dan compromise. Tujuan akomodasi antara lain: 1. mengurangi pertentangan antarindividu maupun kelompok sebagai akibat perbedaan paham 2 .mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu 3. memungkinkan kerjasama antarindividu atau kelompok social 4. mengupayakan peleburan antara kelompok social yang berbeda b. Kerja sama Kerja sama merupakan proses social yang paling utama. Kerja sama adalah suatu usaha bersama antarindividu atau antarkelompok manusia untuk mencapai suatu tuju – an secara bersama-sama. Faktor-faktor pendorong timbulnya kerja sama, antara lain: 1. orientasi perseorangan 2. ancaman dan rintangan dari luar 3. rasa dirugikan atau tersinggung 4. mencari keuntungan pribadi 5. untuk menolong orang lain Bentuk-bentuk kerja sama antara lain join venture, kerukunan/gotong royong, bargain Ing, cooption, dan coalition c. Asimilasi Asimilasi adalah proses social yang timbul apabila kelompok masyarakat dengan Latar belakang kehidupan yang berbeda saling bergaul secara interaktif dalam jangka Waktu yang lama. Dalam proses asimilasi mereka mengidentifikasikan diri dengan Kepentingan dan tujuan kelompok sehingga batas antarkelompok akan hilang, factor- Factor yang mempermudah asimilasi, antara lain: 1. perkawinan campuran 2. adanya musuh bersama dari luar 3. toleransi 4. kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi 5. sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 6. sikap terbuka dari orang yang berkuasa dalam masyarakat 7. persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan  Proses sosial disosiatif Proses disosiatif atau yang disebut juga oppositional processes, yaitu proses social yang cenderung membawa kelompok kearah perpecahan dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses social disosiatif dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut: a. Persaingan / Kompetisi
  • 33. Persaingan adalah proses social dimana individu atau kelompok-kelompok manu- sia yang bersaing saling mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu ,masa tertentu menjadi pusat perhatian umum tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunyai dua tipe, yaitu persaingan bersifat pribadi dan persaingan bersifat kelompok. Akibat dari persaingan antara lain: 1. timbulnya solidaritas kelompok sehingga rasa setia kawan meningkat 2. timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negative 3. kerusakan atau hilangnya harta benda atau nyawa jika terjadi benturan fisik 4. terjadinya negoisasi di antara pihak-pihak yang bertikai b. Pertentangan / Konflik Pertentangan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan pada sikap pribadi. Sebab-sebab terjadinya pertentangan antara lain perbedaan antarindividu, perbedaan Antarkebudayaan, dan perbedaan antarkepentingan perubahan social. c. Kontravensi Kontravensi merupakan bentuk proses social yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Bentuk-bentuk kontravensi antara lain: 1. Kontravensi taktis, misalnya intimidasi, provokasi, dan membingungkan lawan 2. Kontravensi umum, misalnya mengacau pihak lain dan berbuat kekerasan 3. Kontravensi sederhana, misalnya mencaci maki dan memfitnah 4. kontravensi intensif, misalnya penghasutan dan desas-desus 5. Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat dan membuka rahasia orang lain di muka Umum Kontravensi mempunyai beberapa tipe sebagai berikut: 1. kontravensi parlementer, misalnya masalah kelompok mayoritas dengan minoritas 2. kontravensi generasi masyarakat, misalnya perbedaan pendapat antara golongan tua dengan muda 3. kontravensi jenis kelamin, misalnya perbedaan pendapat antara kaum perempuan dengan laki-laki Faktor Pendorong Terjadinya Hubungan Sosial a. Faktor internal * Hasrat mempertahankan diri * Hasrat memenuhi kebutuhan hidup * Hasrat social atau hidup bersama * Hasrat mewujudkan hari esok yang lebih baik * Hasrat tolong menolong b. Faktor Eksternal 1. Identifikasi Adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain Identifikasi berlangsung dalam keadaan dimana orang yang melakukan identi- fikasi benar-benar mengenal orang yang menjadi idolanya sehingga kaidah, pandangan, sikap dan perilaku yang dimiliki tokoh tersebut dimiliki pula. 2. Imitasi Adalah proses belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. 3. Sugesti
  • 34. Adalah cara pemberian suatu pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau pengaruh terse – but tanpa berpikir panjang 4. Simpati Adalah perasaan tertarik yang timbul dari seseorang dan membuatnya seolah-olah berada dalam kekuatan orang lain. Dampak-Dampak Hubungan Sosial 1. Dampak hubungan social asosiatif: a. membuka jalan menuju asimilasi b. keteraturan social dan menekan oposisi c. timbulnya koordinasi dari kepribadian yang berbeda d. terjadinya perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan menyesuaikan dengan kondisi yang baru e. terjadinya perubahan-perubahan kedudukan 2. Dampak hubungan social disosiatif a. meningkatnya solidaritas kelompok/in group b. memungkinkan terjadinya keretakan persatuan kelompok social c. terjadinya perubahan kepribadian d. terjadinya akomodasi, dominasi, dan takluknya pihak tertentu. D. Metode Pengajaran*: a. Ceramah bervariasi b. Diskusi E. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan 1 Materi :  Bentuk-bentuk hubungan sosial Pendahuluan : 1. Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik 2. Guru mempersiapkan kondisi kelas kemudian melakukan absensi 3. Memberikan motivasi kepada peserta didik agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : • Apakah kalian pernah marah kepada adik atau kakakmu dan kalian saling diam tak bertegur sapa? • .Apa yang kalian rasakan? 5. Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Membimbing peserta didik untuk membaca buku sumber  Meminta peserta didik membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri Lima orang untuk mendiskusikan “ Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial “  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:
  • 35.  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.  Mengarahkan kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang sedang presentasi  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi dari masing-masing kelompok  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan  memberikan kesempatan peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami  menjawab pertanyaan peserta didik untuk lebih memperjelas materi pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi  mengadakan post test  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “  menginformasikan pada peserta didik materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya kemudian guru memberi PR pada peserta didik untuk membacanya. Pertemuan 2 Materi :  Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Hubungan Sosial Pendahuluan : 1. Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik 2. Guru mempersiapkan kondisi kelas kemudian melakukan absensi 3. Memberikan motivasi kepada peserta didik agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : • Apa perbedaan antara proses social asosiatif dengan proses social disosiatif 5. Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Membimbing peserta didik untuk membaca buku sumber  Meminta peserta didik membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri Lima orang untuk mendiskusikan “ Faktor-Faktor Pendorong Hubungan Sosial “  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
  • 36. hasil diskusinya.  Mengarahkan kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang sedang presentasi  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi dari masing-masing kelompok  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan  memberikan kesempatan peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami  menjawab pertanyaan peserta didik untuk lebih memperjelas materi pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi  mengadakan post tes  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “  menginformasikan pada peserta didik materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya kemudian guru memberi PR pada peserta didik untuk membacanya. Pertemuan 3 Materi :  Dampak-Dampak Terjadinya Hubungan Sosial Pendahuluan : 1. Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik 2. Guru mempersiapkan kondisi kelas kemudian melakukan absensi 3. Memberikan motivasi kepada peserta didik agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : • Berikan contoh tindakan ABG yang tergolong identifikasi dan imitasi ! 4. Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti : Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Membimbing peserta didik untuk membaca buku sumber  Meminta peserta didik membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri Lima orang untuk mendiskusikan“Dampak-Dampak Terjadinya Hubungan Sosial  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
  • 37. hasil diskusinya.  Mengarahkan kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi dari kelompok yang sedang presentasi  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi dari masing-masing kelompok  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan  memberikan kesempatan peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami  menjawab pertanyaan peserta didik untuk lebih memperjelas materi pembelajaran Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi  mengadakan post tes  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “  menginformasikan pada peserta didik materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya kemudian guru memberi PR pada peserta didik untuk membacanya. Mengakhiri proses pembelajaran dengan salam/berdoa F. Sumber Belajar _ Sardiman A. M, Endang Mulyani, Dyah Respati Suryo, 2008, Khasanah Ilmu Pengetahuan 2 Untuk kelas VIII SMP dan MTs, Solo, Tiga Serangkai Pustaka Mandiri _ Sri Sudarmi dan Waluyo, 2008, Galeri Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII, Jakarta, Pusat Perbukuan, Depdiknas ( BSE ) _ Sri Sudarmi, Waluyo, Emmy Indriyawati, 2008, Ringkasan Materi dan Pembahasan Soal IPS Terpadu 2 untuk Kelas VIII SMP/MTs, Solo, Tiga Serangkai _ Buku lain yang relevan _ Artikel _ Gambar-gambar G. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen b. Mengidentifikasi Tes tulis PG dan Essay Terlampir
  • 38. bentuk-bentuk hubungan sosial. c. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong terjadinya hubungan sosial. d. Mengidentifikasi dampak-dampak hubungan sosial. Tes tulis Tes tulis PG dan Essay PG dan Essay e. ! Terlampir Terlampir Mengetahui, Kepala Madrasah Imam Sayekti, S.Pd, M.SI, M.PMat NIP. 197103311997031002 Purwokerto, 29 Desember 2012 Guru Mapel IPS Yunieriyani, S. Pd NIP.197106131999032002
  • 39. Lampiran : Butir Soal ( S. K 6 - K. D 6.1 ) I. Pilihan Ganda Berilah tanda silang ( X ) huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban benar ! 1. Hubungan timbal balik antara seseorang dengan orang lain/kelompok yang saling mempengaru hi dan didasarkan pada kesadaran untuk saling menolong merupakan pengertian ... a. interaksi sosial c. Hubungan sosial b. kelompok sosial d. Kontak sosial 2. Hubungan sosial dalam keluarga, ayah, ibu dan anak disebut bentuk hubungan ... a. vertikal c. Horisontal b. permanen d. Temporer 3. Upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik disebut ... a. akomodasi c. Kooperasi b. kontravensi d. Kompetisi 4. Penyelesaian konflik antara kelompok sosial dalam masyarakat melalui proses yang difasilitasi dan dipandu oleh pihak pemerintah merupakan bentuk akomodasi ... a. arbitrasi c. Koalisi b. koersi d. Mediasi 5. Tuntutan masyarakat kepada pemerintah untuk mengadakan reformasi di segala bidang karena Menganggap bahwa kebijakan pemerintah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman Merupakan bentuk konflik ... a. antarkepentingan c. Antarinstitusi b. antargenerasi d. Antarindividu 6. 1) Kesamaan asal dan bahasa 2) Kesamaan agama 3) Kesamaan kepentingan 4) Saling membutuhkan Data diatas merupakan pernyataan dari ... a. tujuan hubungan sosial c. Fungsi hubungan sosial b. penghambat hubungan sosial d. Pendorong hubungan sosial 7. Dibawah ini yang bukan termasuk hambatan sosiologis dalam hubungan sosial adalah ... a. status sosial c. Lingkungan b. agama d. Ideologi 8. Proses identifikasi erat sekali hubungannya dengan ... a. imitasi c. Sugesti b. empati d. Simpati 9. Berikut ini yang bukan merupakan dampak positif terjadinya hubungan sosial yaitu ... a. terjadinya kerjasama antara warga
  • 40. b. perkelahian antar anggota kelompok c. terbentuknya kelomppok masyarakat yang didasarkan tujuan tertentu d. memunculkan terjadinya pembagian kerja 10. Berikut ini yang bukan merupakan dampak negatif terjadinya hubungan sosial yaitu ... a. bentrokan antar kelompok / golongan b. perseteruan dalam suatu organisasi c. perang antar suku d. meningkatnya pertumbuhan ekonomi II. Essay Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. Jelaskan yang dimaksud hubungan sosial assosiatif ! 2. Sebutkan bentuk-bentuk hubungan sosial disosiatif ! 3. Sebutkan 3 ( tiga ) faktor penghambat terjadinya hubungan sosial ! 4. Sebutkan 5 ( lima ) dampak positif terjadinya hubungan sosial ! 5. Sebutkan 3 ( tiga ) dampak negatif dari terjadinya hubungan sosial ! KUNCI JAWABAN I. Pilihan Ganda 1. C 6. D 2. B 7. C 3. A 8. A 4. D 9. B 5. B 10. D II. Essay 1. Hubungan sosial assosiatif adalah proses interaksi yang cenderung menjalin kesatuan Dan meningkatkan solidaritas anggota kelompok. 2. Bentuk hubungan sosial disosiatif : a. Persaingan /kompetisi b. Pertentanngan / konflik c. Kontravensi 3. Faktor penghambat terjadinya hubungan sosial : a. Hambatan sosiologis b. hambata antropologis c. hambatan psikologis d. hambatan ekologis 4. Dampak positif terjadinya hubungan sosial : a. mengembangkan sikap tenggang rasa, solidaritas dan saling menghormati b. mengembangkan sikap toleransi antaranggota masyarakat c. menambah wawasan dan pengetahuan d. munculnya kehidupan yang harmonis dalam masyarakat e. mewujudkan semangat gotong royong f. tercukupinya kebutuhan hidup setiap warga masyarakat g. timbul rasa aman dan terlindungi dari berbagai ancaman dan sebagainya 5. Dampak negatif terjadinya hubungan sosial: a. munculnya pertentangan antaranggota masyarakat yang berbeda pendapat
  • 41. b. terjadinya persaingan yanng tidak sehat antaranggota masyarakat c. kurang adanya toleransi terhadap sesama d. munculnya sifat fanatisme pribadi atau golongan yang berlebihan SKOR : I = 10 x 1 = 10 II = 5 x 2 = 10 Jumlah = 20 NILAI = 20 x 5 = 100
  • 42. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Madrasah : MTs Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / Genap Standar Kompetensi : 6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial Kompetensi Dasar : 6.2. Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Alokasi Waktu : 6 X 40 menit (3x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran : * Melalui tanya jawab peserta didik mampu mendeskripsikan peran pranata keluarga dalam Pembentukan kepribadian * Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi fungsi pranata sosial. * Melalui membaca buku sumber peserta didik mampu mengidentifikasi jenis pranata social * Membentuk peserta didik yang berkarakter ingin tahu, peduli social dan tanggung jawab B. Indikator Pencapaian Kompetensi * Mendeskripsikan peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian * Mengidentifikasi fungsi pranata social * Mengidentifikasi jenis pranata sosial C. Materi Ajar Pranata Sosial Hidup tenang dan teratur adalah harapan anggota masyarakat. Untuk mewujudkannya suatu kumpulan individu harus memiliki aturan-aturan tertentu. Di dalam masyarakat seder hana aturan tersebut masih bersifat sederhana.Seiring perkembangan pemikiran manusia, maka aturan yang ada ikut mengalami perubahan. Aturan-aturan itu disebut pranata social. Berikut ini beberapa pendapat tentang definisi “ pranata social “ 1. Koentjaraningrat, pranata social adalah unsure-unsur yang mengatur perilaku para warga masyarakat yang berinteraksi.Yaitu suatu system tata kelakuan dan hubungan yang ber pusat pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. 2. Soerjono Soekanto, pranata social merupakan himpunan berbagai norma yang berkisar pada kebutuhan pokok dalam masyarakat 3. Robert Mac. Iver dan Charles H. Page, pranata social merupakan kondisi yang mapan. Hal ini merupakan cirri khas ( karakteristik ) bagi aktivitas masyarakat. 4.Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, pranata social adalah semua norma dari segala tingkat yang berkisar pada kebutuhan pokok dalam masyarakat dan sering di sebut lembaga kemasyarakatan 5.Summer, pranata social sebagai perbuatan, cita-cita, sikap dan perlengkapan kebudayaan Yang mempunyai sifat kekal dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 6. Wiese dan Becker, pranata social sebagai suatu jaringan proses-proses hubungan antar Manusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan serta Pola-polanya sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan kelompoknya 7. Komblum, pranata social sebagai suatu struktur status dan peran yang diarahkan pada Pemenuhan kebutuhan dasar anggota masyarakat 8. Alvin L. Bertrand, pranata social merupakan kumpulan dari norma-norma social yang di
  • 43. Ciptakan untuk dapat melaksanakan fungsi masyarakat. 9. Menurut Horton dan Hunt, pranata social adalah suatu system norma untuk mencapai suatu Tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting Keluarga merupakan kesatuan social yang paling dasar dan terkecil di masyarakat.. Di dalam keluarga terdapat norma-norma yang menjadi pedoman dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi oleh masing-masing anggota keluarga. Norma-norma di dalam keluarga disebut Pranata keluarga. Pranata keluarga adalah system nilai atau aturan-aturan yang mengatur kegiatan-kegiatan di lingkungan keluarga. Keluarga sebagai suatu kesatuan kelompok terkecil dari kesatuan masyarakat mempunyai fungsi yang strategis dalam mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat. Tujuan Keluarga adalah membentuk keluarga yang sejahtera. Keluarga sejahtera menurut UU No 10 Tahun 1992 adalah yang dibentuk melalui pernikahan resmi untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual secara layak, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, resmi, seimbang dan serasi diantara anggota keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Secara umum keluarga sebagai pranata social memiliki fungsi: reproduksi, sosialisasi, penentuan status, perlindungan, ekonomis, edukatif dan pelestarian lingkungan. Dengan beberapa fungsi keluarga tersebut, maka keluarga merupakan pranata social yang sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak. Tumbuh dan berkembangnya anak sangat dipengaruhi oleh model pranata social keluarga yang dikembangkan oleh tiap-tiap keluarga tersebut. Orang tua sudah semestinya membangun keluarga sesuai dengan peran dan kedudukan masing-masing ( ayah-ibu-anak ). Antar anggota keluarga hendaklah membangun kerjasama untuk mencapai keluarga yang teratur. Fungsi Pranata Sosial Menurut Koentjaraningrat, pranata social memiliki delapan macam fungsi, yaitu: 1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan social dan kekerabatan (domestic institutions) 2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (economic institutions) 3. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia ( educational institutions) 4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia ( scientific institutions) 5. Pranata social yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa Keindahan dan rekreasi ( esthetic and recreational institutions ) 6. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan ( religius institutions ) 7. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan Kelompok atau bernegara ( political institutions ) 8. Pranata-pranata yang mengurus kebutuhan jasmani manusia ( somatic institutions ) Secara umum, pranata social mempunyai fungsi berdasarkan dua pertimbangan berikut: 1. Berdasarkan Fungsi Manifes dan Laten a. Fungsi Manifes (nyata) merupakan fungsi pranata social yang disadari oleh masyarakat secara keseluruhan b. Fungsi Laten (terselubung) merupakan fungsi pranata social yang tidak disadari oleh masyarakat 2. Berdasarkan Fungsional dan Disfungsional a. Pranata social bersifat fungsional adalah pranata social yang ikut mendukung kelangsu –
  • 44. ngan hidup masyarakat b. Pranata social yang bersifat disfungsional adalah pranata social yang merugikan kelang- sungan hidup masyarakat. Kesimpulannya,pranata social dalam masyarakat berfungsi: 1. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang cara bersikap atau berperilaku dalam menghadapi masalah di dalam masyarakat 2. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan 3. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian social atau pengawasan diri dari masyarakat terhadap perilaku anggotanya. Jenis-Jenis Pranata Sosial Secara umum, jenis-jenis pranata social yang utama dalam masyarakat ada lima macam, yaitu: 1. Pranata Agama Agama atau religi merupakan suatu system terpadu antara keyakinan dan praktik yang berkaitan dengan hal-hal suci yang dianggap tidak terjangkau. Fungsi pokok pranata Agama adalah : a. membantu mencari identitas moral b. menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia c. meningkatkan kualitas kehidupan social d. mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan manusia 2. Pranata Pendidikan Pendidikan adalah suatu proses yang mengalami tahap perkembangan terus-menerus. Proses pendidikan terjadi karena interaksi berbagai factor, seperti alam, kebudayaan dan Masyarakat. Fungsi pranata pendidikan adalah : a. sebagai sarana pemindahan warisan kebudayaan b. mempersiapkan peranan social yang dikehendaki individu c. memperkuat penyesuaian diri, pengembangan diri dan pengembangan hubungan social d. memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan 3. Pranata Keluarga Fungsi utama keluarga adalah menjaga agar para anggotanya tidak menyimpang dari prana ta masyarakat luas. Di samping itu pranata keluarga mempunyai fungsi : a.Fungsi perlindungan, keluarga mempunyai fungsi perlindungan bagi anggotanya baik fisik maupun psikis. b.Fungsi reproduksi, keluarga merupakan lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia. c.Fungsi sosialisasi, keluarga merupakan lingkungan social pertama untuk membentuk kepribadian anak dan penentu masa depan anak dalam bersosialisasi d.Fungsi afeksi, keluarga merupakan tempat untuk mendapatkan kasih sayang bagi anak. e.Fungsi ekonomi, keluarga merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi anggota keluarganya. 4. Pranata Politik Pranata politik adalah peraturan-peraturan untuk memelihara tata tertib, mendamaikan per-
  • 45. tentangan-pertentangan dan untuk memilih pemimpin yang berwibawa. Pranata politik merupakan perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan hak dan wewenang. Pranata politik meliputi bagian eksekutif, yudikatif, legislative, militer dan partai politik. Pranata politik memiliki beberapa fungsi penting, yaitu : a.melembagakan norma melalui undang-undang b.menyelenggarakan pelayanan umum c.melindungi warga Negara 5. Pranata Ekonomi Pranata ekonomi adalah system norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa, Fungsi pranata ekonomi ; a.mengatur konsumsi barang dan jasa b.mengatur distribusi barang dan jasa c.mengatur produksi barang dan jasa D. Metode Pengajaran*: a. Ceramah bervariasi b. Diskusi c. Tanya jawab E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 dan 2 Materi :Peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian anak Pendahuluan : 1. Guru mengucapkan salam dan peserta didik menjawab salam guru 2. Guru memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas 3. Guru mempersiapkan mental peserta didik agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4. Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Dengan meminta beberapa peserta didik secara bergantian menyebutkan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan keluarga masing-masing 5. Guru menyampaikan pada peserta didik indicator pencapaian kompetensi yang harus di capai setelah proses pembelajaran Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a.Tanya jawab dengan peserta didik tentang pengertian pranata sosial b. Meminta peserta didik untuk membandingkan pengertian pranata sosial dari beberapa ahli sosiologi c.Meminta peserta didik untuk membaca buku sumber dan menuliskan kajiannya tentang peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a.memberi kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya atau kajiannya tentang peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian dengan maju dimuka kelas
  • 46. b.memberi kesempatan pada peserta didik yang tidak maju untuk menanggapi  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a.Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dipahami peserta didik b.Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: a.Membuat kesimpulan hasil belajar baik sendiri maupun bersama peserta didik b.Mengadakan post test c.Membimbing peserta didik melakukan refleksi hasil belajar d.Memberikan PR pada peserta didik untuk mempelajari “ Fungsi Pranata “ sebagai persiapan untuk program pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. e.Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “ f.Mengakhiri proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik. Pertemuan 2 Materi : Fungsi Pranata Pendahuluan - Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian peserta didik - Motivasi, dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan misalnya : “ Apa yang terjadi di muka bumi jika tidak ada norma atau aturan-aturan ? “ - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Pranata sosial adalah kumpulan atau sistem norma yang mengatur tindakan manusia dalam kehidupan social -Menginformasikan pada peserta didik indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a.Meminta peserta didik membentuk kelompok untuk diskusi “ Fungsi Pranata “ b.Memberi kesempatan peserta didik membentuk kelompok dengan menentukan sendiri pembagian tugas ( ketua dan sekretaris ) c.Mengarahkan peserta didik untuk diskusi sesuai waktu yang disediakan  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a.membiasakan peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan memberi kesempatan pada kelompok yang tidak presentasi untuk menanggapi b.membimbing peserta didik untuk mempertahankan argument tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a.Memberi penilaian terhadap hasil diskusi masing-masing kelompok
  • 47. b.Memberi kesempatan peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dipahami c. bersama peserta didik tanya jawab meluruskan kesalahpahaman Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: a.Membuat kesimpulan bersama-sama peserta didik atau sendiri dari hasil diskusi b.Mengadakan post test c.Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “ d.Memberi PR peserta didik untuk mempelajari “ Jenis-Jenis Pranata Sosial “ sebagai bahan untuk program pembelajaran pada pertemuan yang akan datang. e.Mengakhiri proses pembelajaran dengan doa/salam Pertemuan 3 Materi : Jenis-Jenis Pranata Sosial Pendahuluan - Guru mengawali proses pembelajaran dengan mengucap salam pada peserta didik - Memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan kelas dan kerapihan pakaian peserta didik - Motivasi, dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan misalnya : Sebutkan norma-norma yang kamu kenal berlaku di Negara Indonesia ! - Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : “ Sebutkan fungsi dari pranata social !” -Menginformasikan pada peserta didik indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a.Meminta peserta didik membaca buku sumber “ Jenis-Jenis Pranata Sosial “ b.Memberi kesempatan peserta didik menuliskan hasil kajiannya di buku tugas c.Mengarahkan peserta didik untuk maju menyampaikan hasil kajiannya  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a.membiasakan peserta didik menyampaikan hasil kajiannya dimuka kelas dan memberi kesempatan pada yang tidak presentasi untuk menanggapi b.membimbing peserta didik untuk mempertahankan argument tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a.Memberi penilaian terhadap hasil kajian peserta didik b.Memberi kesempatan peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dipahami c. bersama peserta didik tanya jawab meluruskan kesalahpahaman Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:
  • 48. a.Membuat kesimpulan bersama-sama peserta didik atau sendiri dari hasil belajar b.Membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi c.Mengadakan post test dan melalukan umpan balik dan penguatan d.Memberi PR peserta didik untuk mempelajari “ Jenis-Jenis Pranata Sosial “ sebagai bahan untuk program pembelajaran pada pertemuan yang akan datang. E,Menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya “ Ulangan “ e.Mengakhiri proses pembelajaran dengan doa/salam F. Sumber Belajar - Sri Sudarmi dan Waluyo, 2008, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. BSE -Sardiman A.M, Endang Mulyani, Dyah Respati Suryo, 2008, Khazanah Ilmu Pengetahu an 2 Untuk Kelas VIII SMP dan MTs, Solo, Tiga Serangkai -Sri Sudarmi, Waluyo dan Emmy Indriyawati, 2008, Ringkasan Materi dan Pembahasan Soal IPS Terpadu 2 Untuk Kelas VIII SMP dan MTs, Solo, Tiga Serangkai -Tim Sosiologi dan Geografi, 2005, Pengetahuan Sosial Sosiologi dan Geografi SMP Kelas VIII, Jakarta, Yudhistira - Buku – buku lain yang relevan - Gambar – Gambar - Lingkungan G. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen f. Mendeskripsikan peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian. g. h. Mengidentifikasi fungsi pranata sosial. i. Mengidentifikasi jenis-jenis pranata sosial. Tes tulis. Tes tulis Non tes PG dan Essay PG dan Essay Tugas rumah j. Terlampir k. l. Terlampir Tulislah pranata-pranata yang berlaku dalam keluargamu! Mengetahui, Kepala Madrasah Purwokerto, 29 Desember 2012 Guru Mapel IPS
  • 49. Imam Sayekti, S. Pd, M.SI, M.PMat NIP 197103311999031002 Yunieriyani, S. Pd NIP 197106131999032002
  • 50. Lampiran : Butir Soal ( S.K 6 ; K.D 6.2 ) I. Pilihan Ganda Berilah tanda silang ( x ) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban benar ! 1. Suatu sistem nilai atau aturan-aturan yang mengatur kegiatan di lingkungan keluarga disebut.... a. pranata sosial c. pranata rumah tangga b. pranata keluarga d. pranata perkawinan 2. Orang tua menanamkan pola perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat pada anak-anak nya. Hal ini menunjukkan pranata sosial berfungsi ... a. sosialisasi c. reproduksi b. perlindungan d. Afeksi 3. Dalam keluarga ditanamkan sikap perilaku yang berkaitan dengan penerapan ibadah sesuai Agama yang dianut. Hal ini menunjukkan penerapan pranata keluarga dalam menjalankan Fungsi ... a. pengendalian sosial c. rekreatif b. protektif d. Religius 4. Pranata sosial yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmani manusia disebut ... a. Regulative institution s c. Somatic Institutions b. Scientific Institutions d. Domestic Institution 5. Suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi Kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia adalah pengertian pranata sosial Menurut ... a. Leopold Von Wiese c. Soerjono Soekanto b. Robert Mac Iver d. Koentjaraningrat 6. Pranata agama memberikan petunjuk bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu ... a. hukum agama dan pengikutnya c. umat beragama dan para ulama b. keselamatan dunia dan akhirat d. Ajaran dan hukum agama 7. Pranata sosial memiliki tingkat kekekalan tertentu, artinya ... a. memiliki tipe tertentu sesuai dengan etos kerja b. tumbuh dan berkembangnya dari dan oleh msyarakat c. berlaku terus-menerus secara berkesinambungan d. terwujudnya melalui aktivitas kemasyarakatan 8. Aktivitas sosial yang berkaitan dengan proses pengadaan dan penyaluran barang merupakan Bagian dari pranata ... a. ekonomi c. keluarga b. pendidikan d. Politik 9. Seperangkat aturan untuk mengatur kegiatan dalam negara yang berkaitan dengan proses untuk Menentukan dan melaksanakan tujuan negara merupakan definisi pranata ... a. kekuasaan c. kewenangan b. perundang-undangan d. Politik 10. Olahraga, drama dan seni rupa merupakan contoh pranata ... a. religius c. scientific b. aesthetic d. social
  • 51. II. Essay Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Jelaskan peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian ! 2. Sebutkan 3 ( tiga ) fungsi pranata sosial ! 3. Berikan 2 ( dua ) contoh pranata sosial yang tumbuh dalam masyarakat dan sebutkan fungsinya KUNCI JAWABAN I. Pilihan Ganda 1. B 6. B 2. A 7. C 3. D 8. A 4. C 9. D 5. D 10. B II. Essay 1. Peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian Keluarga menurut UU No 10 Tahunn 1992 adalah yang dibentuk melalui pernikahan resmi memenuhi kebutuhan material dan spiritual secara layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, resmi, serasi, dan seimbang diantara angota keluarga, masyarakat, dan lingkungannya. Keluarga merupakan pranata sosial yang sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak. Tumbuh dan berkembangnya anak sangat dipengaruhi oleh model pranata sosoial, keluarga yang dikembangkan oleh tiap-tiap keluarga. 2. Tiga fungsi pranata sosial a. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkahlaku atau bersikap dalam memnghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan. b. Menjaga keutuhan masyarakat c. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control), artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkahlaku anggota- anggotanya. 3. Dua contoh pranata sosial yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yaitu : a. Pranata Pendidikan Pranata pendidikan adalah usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Menurut UU No 20 Tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang. Fungsi pranata pendidikan antara lain : - Fungsi Manifes yaitu mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah hidup, mengembangkan profesi, serta menanamkan kertampilan di masyarakat. - Fungsi Laten yaitu merupakan kurikulum tersembunyi yaitu materi yang tidak disadari. Hal tersebut berfungsi untuk menanamkan pengetahuan dan kertampilan, seperti : membicarakan masalah kehidupan remaja, pengendalian sosial, penyimpangan sosisl, dll. b. Pranata Politik Pranata Politik adalah sistem pengaturan pembagian kekuasaan dan pengukuhan wewenang dalam masyarakat. Unsur-unsur tercapainya pranata politik yaitu power, legitimacy, authority. Fungsi Pranata Politik:
  • 52. - Memelihara ketertiban di wilayahnya, sehingga rakyat merasa terlindungi dari rasa tidak menentu, terlebih-lebih bagi warga di daerah yang sedang dilanda konflik - Memelihara ketertiban dan cara-cara menyelesaikan masalah diupayakan melalui pendekatan perdamaian/tidak menggunakan kekerasan maupun paksaan. - Menjaga keamanan masyarakat atau negara dari ancaman yang berasal dari luar, ancaman yang berupa intervensi asing. - Melaksanakan kesejahteraan umum, memberi pelayanan sosial yang adil dan merata, mengusahakan dan berupaya menyediakan barang-barang kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Pedoman Pensekoran: Pilihan Ganda 2 x 10 soal = 20 Essay 10 x 3 soal = 30+ 50 x 2 = 100
  • 53. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Madrasah : MTs Negeri Purwokerto Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / Genap Standar Kompetensi : 6. memahami pranata dan penyimpangan sosial Kompetensi Dasar : 6.3 Mendeskripsikan pengendalian penyimpangan sosial Alokasi Waktu : 6 X 40 menit (3x pertemuan) A.Tujuan Pembelajaran : 1. Melalui diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis pengendalian social 2. Melalui membaca buku sumber peserta didik mampu menjelaskan peran lembaga-lembaga Pengendalian social 3.Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter tanggung jawab, kerjasama,ingin tahu B. Indicator Pencapaian Kompetensi 1. Mengidentifikasi jenis pengendalian penyimpangan social 2. Menjelaskan peran lembaga-lembaga pengendalian social C. Materi Jenis Pengendalian Penyimpangan Sosial 1. Pengertian pengendalian social a.Pengendalian diri Merupakan sikap, tindakan atau perilaku seseorang secara sadar, baik yang direncana kan atau tidak, untuk mematuhi nilai dan norma social yang berlaku. b.Pengemdalian social Adalah segala proses baik direncanakan maupun tidak yang sifatnya mendidik, meng ajak atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Menurut ahli sosiologi, pengertian pengendalian social adalah sebagai berikut : a.Joseph S. Roucek, mengemukakan bahwa pengendalian social adalah proses terencana maupun tidak dimana individu dibujuk, diajarkan, dan dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok b.Bruce J. Kohen, mengemukakan bahwa pengendalian social adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu c.Peter Berger, mengemukakan bahwa pengendalian social adalah cara yang diperguna kan masyarakat untuk menertibkan anggota yang menyimpang. 2. Jenis-Jenis Pengendalian Sosial a.Menurut Pola/Bentuknya, pengendalian social dibedakan menjadi 4,yaitu: * Pengendalian social oleh individu terhadap individu lain
  • 54. * Pengendalian social oleh individu terhadap kelompok manusia * Pengendalian social oleh suatu kelompok manusia terhadap kelompok lain * Pengendalian social oleh kelompok terhadap individu b. Pengendalian social menurut Sifatnya dan Tujuannya, dibedakan menjadi 2,yaitu: * Pengendalian social preventif * Pengendalian social represif atau kuratif c. Pengendalian social menurut Tehnik/Cara Pengendalian Sosial, ada 4, yaitu: * Cara kompulsi ( compultion ) * Cara pervasi ( pervation ) * Cara persuasive/tanpa kekerasan * Cara coercive atau cara paksaan d. Pengendalian social Resmi dan Tidak resmi e. Pengendalian Sosial Institusional dan Berpribadi Pengendalian social dapat dilakukan terhadap individu atau kelompok individu yang melaku kan penyimpangan, misalnya melalui cemoohan, desas-desus (gossip), ostrasisme, fraundulens teguran dan intimidasi. Lembaga-Lembaga Pengendalian Sosial 1. Polisi Polisi merupakan aparat Negara yang bertugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tugas polisi adalah : a.menjaga keamanan saat berlangsung kegiatan penting ( pemilu, kunjungan tamu kenegara an, perayaan hari besar dan lain-lain ) b.menjaga keamanan saat berlangsungnya pertunjukan yang mengundang massa c.mengadakan patrol keamanan di tempat-tempat ramai atau sepi sebagai sasaran penjahat. Dengan adanya polisi maka warga masyarakat akan takut atau hati-hati dalam bertindak. Sebab polisi juga memaksa masyarakat untuk mau mematuhi hokum. 2. Pengadilan Suatu lembaga milik Negara yang memiliki wewenang untuk menyelidiki atau mengusut Dan menjatuhkan hukuman kepada warga masyarakat yang melanggar hokum.  Tugas Pengadilan, menyelenggarakan pengadilan terhadap orang yang diduga melakukan kejahatan atau pelanggaran hokum yang berlaku  Tugas Hakim, menjatuhkan hukuman berdasarkan data dan keterangan resmi yang diung kap dalam persidangan  Tugas Jaksa, menuntut pelaku untuk dijatuhi hukuman sesuai peraturan yang berlaku  Tugas Pengacara ( Pembela ), mendampingi terdakwa untuk pembelaan di pengadilan, semua orang yang bersalah akan dikenai hukuman sesuai perbuatannya. Lembaga Pengadilan di Indonesia meliputi: Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Peng adilan Militer, Pengadilan Tata Usaha Negara, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. 3. Adat Kebiasaan-kebiasaan yang berlangsung dan menjadi norma dalam masyarakat. Hukuman bagi pelanggar norma adat dapat berupa denda atau diusir dari lingkungan masyarakat adat yang bersangkutan. 4. Tokoh Masyarakat Merupakan para pimpinan masyarakat baik formal maupun informal. Mereka ditokohkan karena memiliki pengaruh atau charisma di hadapan masyarakat.Para tokoh masyarakat
  • 55. dapat berperan pengendali social terhadap warga masyarakat. Misalnya dengan cara men didik, menasehati, mengajak, membina, membimbing agar warga mematuhi nilai-nilai dan dan norma yang berlaku. 5. Tokoh Agama Yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas tentang suatu agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan tujuannya menyegarkan kembali nilai dan norma Agama yang berlaku. Contoh: pengajian, ceramah agama, kebaktian gereja. 6. Sekolah Merupakan lembaga pendidikan formal yang berfungsi pendidikan dan pengajaran. Mendidik tidak hanya mengajar, artinya dalam mendidik guru dapat member contoh, mem beri nasehat, member teguran,bahkan menghukum murid yang melanggar norma-norma yang berlaku di sekolah. Maka tidak mengherankan bila di sekolah sering terjadi skorsing dan mengembalikan siswa pada orang tuanya. 7. Keluarga Keluarga dapat berperan sebagai pengendalian social khususnya bagi anggota keluarga terutama untuk anak-anak. Keluarga berperan sangat besar karena keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak-anak untuk belajar hidup social, termasuk mengenai nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat D. Metode Pengajaran*: a. Ceramah bervariasi b. Diskusi c. Observasi / Pengamatan E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Materi : Jenis-Jenis Pengendalian Sosial Pendahuluan : 1.Guru mengawali pembelajaran dengan doa/salam 2.Guru memeriksa kehadiran , kebersihan kelas dan kerapihan pakaian peserta didik 3.Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4.Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Pernahkah kalian melihat polisi melakukan razia terhadap pengendara motor dan mobil untuk memeriksa surat-surat kendaraan atau razia menangkap pengedar dan pemakai narkoba?Bagaimana pendapatmu tentang hal itu ? 5.Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a.Meminta peserta didik membentuk kelompok diskusi dan menentukan sendiri ketua kelompok dan sekretarisnya dengan anggota tiga orang b.Memberi kesempatan pada masing-masing kelompok untuk diskusi tentang “Jenis Jenis Pengendalian penyimpangan Sosial” menurut waktu yang telah disediakan  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a.Memfasilitasi masing-masing kelompok maju mempresentasikan hasil diskusinya
  • 56. b.Membimbing kelompok yang tidak presentasi untuk menanggapi hasil diskusi kelompok yang sedang presentasi. c.Mengarahkan peserta didik agar aktif dalam diskusi kelas  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a.memberi kesempatan peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami b.meluruskan kesalahpahaman hasil diskusi Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: a.bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan hasil belajar b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c.memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d.menginformasikan pada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya “Ulangan” e. memberi PR peserta didik untuk membaca “Lembaga Pengendalian Sosial” Pertemuan 2 Materi : Lembaga-Lembaga Pengendalian Sosial Pendahuluan : 1.Guru mengawali pembelajaran dengan doa/salam 2.Guru memeriksa kehadiran , kebersihan kelas dan kerapihan pakaian peserta didik 3.Guru memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 4.Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) : Berikan contoh pengendalian social menurut sifatnya ! 5.Guru menginformasikan indicator pencapaian kompetensi yang harus dicapai peserta didik Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a.Meminta peserta didik membaca buku sumber dan menelaah peran lembaga- lembaga pengendalian sosial b.Memberi kesempatan peserta didik untuk menuliskan hasil kajiannya dalam buku tugas/catatan  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a.Memfasilitasi peserta didik untuk mempresentasikan hasil kajiannya b.Membimbing peserta didik yang tidak presentasi untuk menanggapi hasil kajian temannya yang sedang presentasi.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a.memberi kesempatan peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami b.meluruskan kesalahpahaman hasil belajar Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:
  • 57. a.bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan hasil belajar b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c.memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d.menginformasikan pada peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya “Ulangan” E. Sumber Belajar 1. Buku A : Sri Sudarmi dan Waluyo, 2008, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII BSE, Jakarta: Pusat Perbukuan, Depdiknas 2. Buku B : Sardiman A.M., Endang Mulyani, Dyah Respati Suryo, 2008, Khazanah Ilmu Pengetahuan Sosial 2, Solo, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 3. Buku C : Sri Sudarmi, Waluyo, Emmy Indriyawati, 2008, Ringkasan Materi dan Pembahasan Soal IPS Terpadu 2, Solo, Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 4. Buku D : Tim Sosiologi dan Geografi, 2005, Pengetahuan Sosial Sosiologi dan Geografi SMP Kelas VIII, Jakarta, Yudhistira F. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen 1.Mengidentifikasi jenis pengendalian penyimpangan sosial. 2.Menguraikan peran lembaga-lembaga pengendalian sosial. Tes tulis Tes tulis PG dan Essay PG dan Essay Terlampir Terlampir Mengetahui, Kepala Madrasah Imam Sayekti, S. Pd, M.SI, M.PMat NIP.197103311997031002 Purwokerto, 29 Desember 2012 Guru Mapel IPS Yunieriyani, S. Pd NIP.197106131999032002
  • 58. Lampiran : Butir Soal ( S.K 6; K. D 6.3 ) I. Pilihan Ganda Berilah tanda silang pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan pilihan jawaban benar ! 1. Pengendalian sosial merupakan cara atau metode untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu, pengertian ini dikemukakan oleh ... a. Bruce J. Cohen c. Joseph S. Roucek b. Peter L. Berger d. James W van der Zander 2. Pengendalian sosial yang dilakukan dengan menyampaikan nilai dan norma secara berulang- ulang dan terus menerus kepada masyarakat sehingga masyarakat sadar dan taat pada norma yang berlaku dinamakan ... a. pervation c. coersif b. compulsion d. persuasif 3. Pengendalian sosial yang bersifat mencegah adalah ... a. kuratif c. preventif b. persuasif d. represif 4. Gosip, ejekan dan pengucilan termasuk pengendalian... a. formal c. nonformal b. informal d. outformal 5. Seorang siswa yang berulang kali melalukan perbuatan membolos. Bentuk pengendalian sosial yang tepat adalah ... a. teguran c. pemanggilan orang tua b. pemberian nasehat d. hukuman 6. Alat pengukur suatu perilaku dikatakan menyimpang atau tidak adalah ... a. pendapat masyarakat c. harapan masyarakat b. selera masyarakat d. penilaian masyarakat 7. Alat pengendalian sosial yang sangat ampuh adalah ... a. kekerasan fisik c. celaan b. pengucilan d. agama 8. Lembaga resmi untuk memberi kepastian hukum bagi pelanggar hukum adalah ... a. kepolisian c. kejaksaan b. pengadilan d. lembaga bantuan hukum 9. Pengendalian sosial yang paling awal terhadap anak dapat dilakukan melalui ... a. keluarga c. sekolah b. masyarakat d. lingkungan 10. Lembaga kemasyarakatan yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya Lembaga pendidikan disebut ... a. general institutions c. enacted institutions b. subsidiary institutions d. crescive institutions II. Essay Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Jelaskan pendapat Robert M. Lawang tentang pengendalian sosial 2. Apakah yang dimaksud teguran ? 3. Bagaimana cara pengendalian sosial secara compultion ?
  • 59. 4. Bagaimana syarat menjadi tokoh masyarakat ? 5. Jelaskan pengertian lembaga adat ! KUNCI JAWABAN I. Pilihan Ganda 1. A 6. C 2. A 7. D 3. C 8. B 4. B 9. A 5. D 10. C II. Essay 1.Pendapat Robert M. Lawang tentang pengendalian sosial adalah semua tindakan yang menyim pang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki. 2. Teguran adalah kritik sosial yang dikemukakan secara langsung dan terbuka terhadap seseorang yang melakukan penyimpangan. 3. Cara pengendalian sosial secara compultion adalah menciptakan situasi dan kondisi yang sedemikian rupa sehingga seseorang atau masyarakat menjadi tenang, tentram dan damai yang akhirnya menjadi taat dan patuh pada norma-norma yang berlaku. 4. Syarat untuk dapat menjadi tokoh masyarakat yaitu apabila orang tersebut mempunyai kelebih an tertentu dan dapat menjadi panutan atau contoh bagi anggota masyarakat yang lain 5. Pengertian lembaga adat adalah lembaga sosial suku bangsa tertentu yang dijunjung tinggi oleh pengikutnya. Pedoman Penskoran : Pilihan Ganda 10 x 2 = 20 Essay 5 x 6 = 30 Jumlah = 50 x 2 = 100 ( NILAI )
  • 60. i