Your SlideShare is downloading. ×
Perilaku individu dalam organisasi - By Husaeri
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Perilaku individu dalam organisasi - By Husaeri

16,842
views

Published on

Published in: Education

5 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
16,842
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
273
Comments
5
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. “Prilaku Individu dapat diartikan sebagai suatu sikap atau tindakan, serta segala sesuatu yang dilakukan manusia baik yang dilakukan dalam pekerjaan maupun diluar pekerjaan seperti berbicara, bertukar pendapat, berjalan dan sebagainya”. Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga setiap manusia mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Oleh sebab itu antara individu yang satu dengan yang lain pasti mempunyai perbedaan-perbadaan.
  • 2. 1. Manusia berbeda perilaku karena kemampuannya tidak sama 2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda 3. Orang berfikir tentang masadepan dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak Kebutuhan manusia dapat dipenuhi lewat perilaku masing-masing. 4. Seseorang memahami lingkungannya dalam hubungan dengan pengalaman masalalu dengan kebutuhannya 5. Seseorang mempunyai reaksi-reaksi senang dan tidak senang
  • 3.  Menurut Gibson (1996) menyatakan “perilaku individu adalah segala sesuatu yang dilakukan seseorang seperti: berbicara, berjalan, berfikir atau tindakan dari suatu sikap”.  Sedangkan menurut Kurt Levin: “perilaku (Behavior = B) individu pada dasarnya merupakan fungsi dari interaksi antara person/individu (P) yang bersangkutan dengan lingkungan (Enviromamet = E)”.
  • 4.  Etika (Etimologi) -> bahasa Yunani -> “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).  Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
  • 5.  Etika berkaitan erat dengan “Moral” -> bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti adat kebiasaan/cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.  Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu : - Moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan - Etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
  • 6.  Etika kerja merupakan rumusan penerapan nilai- nilai etika yang berlaku dilingkungannya, dengan tujuan untuk mengatur tatakrama aktivitas para karyawannya agar mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang maksimal. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawannya sebagai satu kesatuan dalam lingkungannya etika kerja menyangkut hubungan kerja antara perusahaan dan karyawannnya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
  • 7.  Menurut AB Susanto (Dalam Ernawan, 2007) terdapat tiga factor utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan, yaitu : 1.Terciptanya budaya perusahaan secara baik. 2.Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya. 3.Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai.
  • 8.  Terdapat beberapa hal yang bisa mendorong pekerja berperilaku etis dalam pekerjaannya, yaitu: 1.Komunikasi yang baik, karena tanpa memperhatikan dimana kita berada saat ini dalam hirarki manajamen, kita tidak dapat membuat komunikasi yang efektif. 2. Ketentuan/standar. 3. Keteladanan.
  • 9. 1. Ketidakmampuan 2. Target tidak tercapai 3. Tekanan dari atasan 4. Tekanan dari keluarga 5. Tekanan dari orang yang dia anggap berpengaruh 6. Faktor lingkungan kerja yang tidak kondusif 7. Faktor watak pribadi 8. Dan lain-lain
  • 10. 1. Kecocokan pekerjaan, sehingga disenangi 2. Atasan selalu memuji 3. Atasan selalu memotivasi 4. Reward dari perusahaan 5. Lingkungan kerja kondusif 6. Salaries and Wage sesuai 7. Perhatian perusahaan 8. Dan lain-lain
  • 11. Perilaku individu , akan menentukan maju- mundurnya sebuah organisasi/perusahaan. Hal ini menjadi tugas manajer untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis,tumbuh saling menghargai antara atasan dgn bawahan,pekerja dgn pekerja, semua individu punya rasa tanggung jawab serta mampu menanamkan etika atau moralitas dalam organisasi/perusahaan.
  • 12.  Terimakasih

×