Nasionalisme

1,012 views
917 views

Published on

ide ide politik umum

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,012
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
92
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Nasionalisme

  1. 1. ADDE M WIRASENJAYA CENTER FOR GLOBALIZATION, DEVELOPMENT AND SOCIAL MOVEMENT (CEGDAS) DEPARTEMENT OF INTERNATIONAL RELATIONS MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF YOGYAKARTA
  2. 2. PENGANTAR
  3. 3. Konteks kelahiran <ul><li>Nasionalisme lahir sebagai respon negara jajahan atas kolonialisme akhir abad XIX dan awal abad XX. Negara-negara bekas jajahan itu sering disebut negara pasca-kolonialisme. </li></ul><ul><li>Nasionalisme, pada awalnya, merupakan istilah yang amat politis. </li></ul><ul><li>Setelah kolonialisme berakhir, nasionalisme dikembangkan oleh sejumlah pemimpin Dunia Ketiga sebagai ideologi dalam state-building maupun dalam proses nation development. Sejak itu nasionalisme menjadi ideologi pembangunan di Dunia Ketiga. </li></ul>
  4. 4. Beberapa pengertian <ul><li>Nasionalisme difahami sebagai common feeling yang didasarkan pada persamaan: sejarah, ras, etnisitas, agama, kultur dan juga cita-cita yang sama. </li></ul><ul><li>Di negara-negara bekas jajahan yang multi-etnis, nasionalisme menjadi perekat antar etnis dan menjadi ideologi untuk mengintegrasikan perbedaan budaya, ras, agama dan suku. </li></ul>
  5. 5. Ben Anderson tentang Nasionalisme <ul><li>Dalam bukunya yg amat terkenal “Immagined Community”, Anderson menyebut nasionalisme sebagai: “Komunitas yang dibayangkan” </li></ul><ul><li>Komunitas yang dibayangkan itulah yg menggerakkan perasaan senasib di Dunia Ketiga untuk mengusir penjajah. </li></ul><ul><li>Karena nasionalisme merupakan “komunitas yg dibayangkan”, maka perlu struktur dan aktor untuk membuatnya menjadi ideologi. </li></ul>
  6. 6. BAGAIMANA NASIONALISME DIHIDUPKAN? <ul><li>Ben Anderson mengatakan bahwa nasionalisme digerakkan oleh pertumbuhan kapitalisme cetak (printed capitalism) </li></ul><ul><li>Kapitalisme cetak = tumbuhan koran dan media cetak pada abad XX di negara-negara baru yang telah “berjaasa” menyatukan etnis dan budaya </li></ul><ul><li>Selain kapitalisme cetak, nasionalisme juga hidup oleh kehadiran aktor-aktor kharismatik (Sukarno, Tito, Castro, Nehru) </li></ul>
  7. 7. Nasionalisme abad 19 dan 20
  8. 8. Bagaimana nasionalisme terus dijaga? <ul><li>Melalui struktur politik yang ada </li></ul><ul><li>Melalui internalisasi nilai-nilai (budaya) </li></ul>
  9. 9. bagaimana nasionalisme dijaga?
  10. 10. Sisi baik dan sisi buruk
  11. 11. Masa depan nasionalisme
  12. 12. DIMENSI GLOBALISASI MENURUT ARJU APPARUDAI
  13. 13. DIMENSI GLOBALISASI <ul><li>Ethnoscapes pergerakan manusia yang tidak lagi terbendung, apakah sebagai turis, immigran, pengungsi, pekerja migrant, atau lainnya – yang keberadaannya akan mempengaruhi dinamika sosial, budaya, dan politik di host country ; </li></ul><ul><li>technoscapes adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memfasilitasi pergerakan manusia, benda, dan modal lintas batas Negara secara lebih mudah dan terjangkau. </li></ul><ul><li>finanscapes mengacu pada arena financial semacam bursa saham dan komoditas, dll dimana terdapat perputaran uang yang sangat cepat dalam jumlah sangat besar. </li></ul>
  14. 14. Lanjutan…… <ul><li>Mediascapes mendorong globalisasi melalui penyebaran informasi (Koran, majalah, televisi, film, dll) yang diproduksi baik oleh Negara atau sektor swasta, dan ideoscapes lebih mengacu pada wilayah dimana terjadi dinamika ideologi dan kontra-ideologi. Dalam konteks lima arena tersebut, dalam perkembangannya globalisasi seringkali dimaknai secara interchangeably dengan beberapa terminologi seperti internasionalisasi, liberalisasi, universalisasi, dan westernisasi. Globalisasi diinterpretasikan sebagai internasionalisasi ketika menggambarkan fenomena meningkatnya transaksi lintas batas teritorial Negara, serta menguatnya interdepensi antar nation . </li></ul><ul><li>ideoscapes lebih mengacu pada wilayah dimana terjadi dinamika ideologi dan kontra-ideologi. </li></ul>
  15. 15. Perbandingan Karakter Perilaku Akto r Globalisasi Negara ( Public Sector ) Pasar ( Market ) Masyarakat ( Society ) Konstituen Pemerintah di tingkat nasional dan lokal Kalangan Bisnis Komunitas Key Roles Rules of Law Investasi dan perdagangan Social Development Karakter Birokrat, konfliktual Kompetitif, single minded Sektoral, kooperatif Yang diperjuangkan Hak (dalam konteks politis) Profit Value Hasil Political Power Uang Perluasan pengaruh, penyebaran nilai Sumber daya SDM yang berkualitas, teknologi, akses ke informasi aktual, dan otoritas Kemampuan managerial, business network Pemahaman terhadap kondisi faktual di lapangan, social network Beneficiaries Masyarakat luas Customer , pelaku bisnis Marginalized society

×