Membuat Kuesioner
(Opersionalisasi
Konsep)
OPERASIONALISASI KONSEP: TEORI,
OPERASIONALISASI KONSEP: TEORI,
KONSEP, VARIABEL dan INDIKATOR
KONSEP, VARIABEL dan INDIKA...
JADI :
Fenomena
Konsep
Konsep
Variabel

Variabel

Proposisi

Proposisi

Hipotesis

Fakta
Teori
Variabel Bebas (independent
variable)
Data penyebab
Faktor yang mempengaruhi
Dilambangkan dengan simbol “X”, X1, X2,
X3, ....
Variabel Terikat (dependent
variable)
Data akibat
Faktor yang dipengaruhi
Variabel terikat biasanya dilambangkan
dengan hu...
Perhatikan contoh berikut:
Hubungan antara kemiskinan dengan kebodohan
Kalimat ini dapat dijelaskan bahwa orang yang bodoh...
Diskusi
Tentukan mana variabel Bebas dan
mana variabel Terikat!
Gaya Kepemimpinan --- Motivasi Kerja
Kinerja --- Disiplin
...
PENGUKURAN VARIABEL
Pengukuran : suatu proses kuantifikasi atribut (kualitatif) dari suatu
materi atau obyek sehingga dipe...
PENGUKURAN VARIABEL
(1) Definisi Operasional Variabel (DOV) atau Konseptualisasi; adalah
pemberian arti operasional terhad...
PENGUKURAN VARIABEL
(6) Tetapkan banyaknya respon pada setiap item : 3, 5, 7, 9 atau 11,
yang banyak digunakan adalah 5
(7...
PENGUKURAN VARIABEL
CONTOH : Pengukuran Variabel Kualitas Layanan
(1) DOV menurut Pasuraman et al. (1990)
(2) Dimensi : Re...
PENGUKURAN VARIABEL
UJI COBA INSTRUMEN
• Kondisi uji coba harus menjamin diperolehnya data yang benarbenar mencerminkan ke...
Materi 2
Korelasi linier sederhana (Materi
Pendahuluan)
Koefisien Korelasi Pearson
Korelasi ini paling sering digunakan dalam
penelitian sosial
dalam lambang r
Koefisien korelasi...
Manfaat Koefisien Korelasi
Pearson
Untuk menyatakan ada atau tidaknya
hubungan yang signifikan antara variabel
satu dengan...
Beberapa asumsi menggunakan korelasi ini
adalah variabel yang dihubungkan harus memiliki
ketentuan

Data berdistribusi nor...
Koefisien korelasi bernilai antara -1 dan
+1 (-1 ≤ KK ≤ +1), dengan ketentuan:
Jika KK bernilai positif maka variabel-vari...
Tabel interpretasi dari nilai r
r

Interpretasi

0

Tidak berkorelasi

0,01 – 0,20

Sangat rendah

0,21 – 0,40

Rendah

0,...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pertemuan 2 metpen kualitatif

456

Published on

file dosen tentag metpen kualitatif FIA UB

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
456
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
46
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertemuan 2 metpen kualitatif

  1. 1. Membuat Kuesioner (Opersionalisasi Konsep)
  2. 2. OPERASIONALISASI KONSEP: TEORI, OPERASIONALISASI KONSEP: TEORI, KONSEP, VARIABEL dan INDIKATOR KONSEP, VARIABEL dan INDIKATOR TEORI KONSEP VARIABEL INDIKATOR ITEM
  3. 3. JADI : Fenomena Konsep Konsep Variabel Variabel Proposisi Proposisi Hipotesis Fakta Teori
  4. 4. Variabel Bebas (independent variable) Data penyebab Faktor yang mempengaruhi Dilambangkan dengan simbol “X”, X1, X2, X3, ... Xn (tergantung banyaknya variabel bebas)
  5. 5. Variabel Terikat (dependent variable) Data akibat Faktor yang dipengaruhi Variabel terikat biasanya dilambangkan dengan huruf Y
  6. 6. Perhatikan contoh berikut: Hubungan antara kemiskinan dengan kebodohan Kalimat ini dapat dijelaskan bahwa orang yang bodoh dapat menyebabkan dirinya miskin, atau sebaliknya yaitu orang yang miskin dapat menyebabkan dirinya bodoh. Dengan demikian pada contoh kalimat yang pertama tidak jelas mana yang menjadi penyebab dan mana yang menjadi akibat. Hubungan antara tinggi badan dan berat badan Kalimat ini dapat dijelaskan bahwa tinggi badan seseorang menyebabkan berat badannya bertambah, tetapi dengan berat badan yang bertambah maka belum tentu menyebabkan tinggi badannya bertambah pula.
  7. 7. Diskusi Tentukan mana variabel Bebas dan mana variabel Terikat! Gaya Kepemimpinan --- Motivasi Kerja Kinerja --- Disiplin Minat Baca Anak --- Keterlibatan Orang tua Kecepatan Mesin --- Jumlah cetakan Motivasi belajar mahasiswa --- Kinerja Dosen Sistem Perpajakan --- Keputusan Investasi Peningkatan Penjualan --- Promosi
  8. 8. PENGUKURAN VARIABEL Pengukuran : suatu proses kuantifikasi atribut (kualitatif) dari suatu materi atau obyek sehingga diperoleh angka (bilangan) menggunakan aturan tertentu. SKALA PENGUKURAN Davis dan Consenza (1993) : A measurement scale can be defined as a device that is used to assign numbers to aspects of objects and events. Malhotra (1996) : Scaling is the process of placing the respondents on continum with respect to their attitude toward objects or events Intinya : perlengkapan untuk mendapatkan angka (kuantitatif) berdasarkan sikap responden terhadap obyek atau kejadian. Teknik Pembuatan Skala : • Pembandingan : rangking • Bukan pembandingan : skala rating kontinyu dan item Model Skala : Likert, Thurstone, Guttman, Stapel, dll
  9. 9. PENGUKURAN VARIABEL (1) Definisi Operasional Variabel (DOV) atau Konseptualisasi; adalah pemberian arti operasional terhadap variabel (ada yang menyebut konsep) yang tercantum di dalam hipotesis penelitian Definisi ini didasarkan pada teori-teori yang sesuai, agar pengukuran bersifat valid secara isi (content validity). (2) Identifikasi Dimensi (partikular) dari variabel sesuai DOV (optional) (3) Identifikasi Indikator (partikular) dari setiap dimensi atau variabel (4) Sistem respon yang ingin diukur : affective domain (perasaan / sikap terhadap sesuatu), conative domain (tendensi untuk bertingkah laku) atau cognitive domain (tahu atau tidak tahu). (5) Susun item (pertanyaan) boleh negatif (unfavorable) atau positif (favorable), tidak direkomendasikan ada item netral
  10. 10. PENGUKURAN VARIABEL (6) Tetapkan banyaknya respon pada setiap item : 3, 5, 7, 9 atau 11, yang banyak digunakan adalah 5 (7) Tetapkan skor (bukan skala) pada setiap respon : 1 = sangat tidak setuju, 2 = setuju, 3 = tidak punya pilihan, 4 = setuju , 5 = sangat setuju (8) Asumsi : harus ada contimum (9) Banyaknya respon jawaban setiap item lebih baik sama (10) Tetapkan skala yang akan digunakan. Hasil pengamatan berupa skor diubah ke skala (MSI dari Thurston atau Likert Scale) (11) Kembangkan dan susun instrumen penelitian, berupa daftar pertanyaan (kuisioner) (12) Uji coba instrumen: uji validitas dan reliabilitas
  11. 11. PENGUKURAN VARIABEL CONTOH : Pengukuran Variabel Kualitas Layanan (1) DOV menurut Pasuraman et al. (1990) (2) Dimensi : Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy danTangibles (3) Indikator dimensi Tangibles : penampilan gedung, peralatan, perlengkapan kantor dan sarana/media komunikasi yang dimiliki (4) Kembangkan setiap indikator penjadi pertanyaan : Apakah saudara setuju jika peralatan kantor perusahaan ini adalah memadai? (5) Sistem respon yang ingin diukur : affective domain (sikap terhadap sesuatu) (6) Banyak respon = 5, untuk semua item (7) Model skor : (a) sangat setuju (5), setuju (4), tidak ada pilihan (3), tidak setuju (2) dan sangat tidak setuju (1), untuk pertanyaan yang positif (b) sangat setuju (2), setuju (2), tidak ada pilihan (3), tidak setuju (4) dan sangat tidak setuju (5), untuk pertanyaan yang negatif (8) Asumsi: contimum dari sikap (9) Tentukan skala yang akan digunakan: Likert
  12. 12. PENGUKURAN VARIABEL UJI COBA INSTRUMEN • Kondisi uji coba harus menjamin diperolehnya data yang benarbenar mencerminkan keadaan sebenarnya • Dilakukan sekurang-kurangnya terhadap 30 responden ANALISIS HASIL UJI COBA Uji validitas : • Face validity : Koreksi dari ahli • Unidimensionalitas: GFI > 0.90 (LISREL atau AMOS) • Unidimensionalitas: An. Faktor Konfirmatori sig. 1 faktor (SPSS) • Kriteria: r > 0.3 ; korelasi skor indikator dengan skor total (SPSS) Uji Reliabilitas : •Internal consistency : Alpha Cronbach, α ≥ 0.60 (SPSS) • Construct Reliabity : ρη (SEM, LISREL, AMOS)
  13. 13. Materi 2 Korelasi linier sederhana (Materi Pendahuluan)
  14. 14. Koefisien Korelasi Pearson Korelasi ini paling sering digunakan dalam penelitian sosial dalam lambang r Koefisien korelasi (KK) merupakan indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur keeratan (kuat, lemah, atau tidak ada) hubungan antarvariabel
  15. 15. Manfaat Koefisien Korelasi Pearson Untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel satu dengan yang lainnya. Untuk menyatakan besarnya sumbangan variabel satu terhadap yang lainnya yang dinyatakan dalam persen (%) --- Koefisien Determinasi = r2 X 100%
  16. 16. Beberapa asumsi menggunakan korelasi ini adalah variabel yang dihubungkan harus memiliki ketentuan Data berdistribusi normal Data linier (searah) Data yang dipilih secara acak (random) Variasi skor variabel yang dihubungkan harus sama Data interval atau rasio
  17. 17. Koefisien korelasi bernilai antara -1 dan +1 (-1 ≤ KK ≤ +1), dengan ketentuan: Jika KK bernilai positif maka variabel-variabel berkorelasi positif. Semakin dekat nilai KK ke +1 semakin kuat korelasinya, demikian pula sebaliknya. Jika KK bernilai negatif maka variabel-variabel berkorelasi negatif. Semakin dekat nilai KK ke -1 maka semakin kuat korelasinya, demikian pula sebaliknya. Jika KK bernilai 0 (nol) maka variabel – variabel tidak menunjukkan korelasi Jika KK bernilai +1 atau -1 maka variabel – variabel menunjukkan korelasi positif atau negatif yang sempurna.
  18. 18. Tabel interpretasi dari nilai r r Interpretasi 0 Tidak berkorelasi 0,01 – 0,20 Sangat rendah 0,21 – 0,40 Rendah 0,41 – 0,60 Agak Rendah 0,61 – 0,80 Cukup 0,81 – 0,99 Tinggi 1 Sangat Tinggi Sumber: Usman dan Purnomo (2008 : 201)
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×