(Silaturahmi) صِلَة الرَّحِم

8,650 views

Published on

2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Terima kasih, tapi menurut hemat saya jika hendak mencari hadits, baiknya ditelusuri di kitab hadis atau di software hadits, seperti maktabah syamilah. Jazakumullah
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Hadits-hadits dalam slide diatas perlu dipertanyakan, karena ketika semua hadits diatas di search di google, tidak ada yang sama di website lainnnya..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
8,650
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
37
Actions
Shares
0
Downloads
166
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

(Silaturahmi) صِلَة الرَّحِم

  1. 1. صِلَة الرَّحِم : مفهومها وأهميتها وفضائلها ، و مظاهرها Silatu Rahmi (Pengertian,urgensi, keutamaan dan bentuknya) Husen Zenal Muttaqin Lc. M.Pd.I Mudir Ma’had Ali Baiturrahman
  2. 2. A .Pengertian Silaturahmi <ul><li>1.Pengertian Shillah </li></ul><ul><li>Shilah berasal dari kata washala, yashilu washlan, shilatan </li></ul><ul><li>Dalam kamus al-Munawir hlm 1563 disebutkan beberapa makna shilah yaitu sebagai berikut </li></ul><ul><li>الصلة : العطية و المنحة، الوصول : الكثير الإعطاء </li></ul><ul><li>Shilah mengandung arti memberikan, mepersembahkan. Al-Washul artinya orang yang banyak memberi. </li></ul>
  3. 3. 2.Pengertian Rahim <ul><li>الرَّحِم : في اللغة مَنْبَتُ الوَلَدِ و وعاءه في البطن، </li></ul><ul><li>Secara bahasa kalimat Rahim adalah tempat tumbuhnya janin-bayi- dalam perut seorang ibu, </li></ul><ul><li>و يُطْلَق عَلَى الْأَقَارِب وَهُمْ مَنْ بَيْنه وَبَيْن الْآخَر نَسَب ، سَوَاء كَانَ يَرِثهُ أَمْ لَا ، سَوَاء كَانَ ذَا مَحْرَم أَمْ لَا . </li></ul><ul><li>kemudian kalimat rahim itu digunakan kepada saudara atau kerabat, yaitu mereka yang memiliki hubungan nasab, baik itu termasuk ahli waris atau tidak juga termasuk mahram (yang haram dinikah atau tidak </li></ul>
  4. 4. 3.Makna Shilaturahmi <ul><li>و معنى صلة الرحم ، و صلها ضد القطع و الهجران، </li></ul><ul><li>Makna silaturahmi adalah menyambungkan rahim, lawan dari memutuskan atau meninggalkan. </li></ul><ul><li>يقول ابن الآثير : صلة الرحم كناية عن الإحسان إلى الأقربين من ذوي النسب و الأصهار، و التعطف عليهم و الرفق بهم و الرعاية لأحوالهم </li></ul><ul><li>Ibnu Atsir berkata : Silaturahmi adalah kinayah dari berbuat baik kepada kerabat dekat yang memiliki hubungan nasab atau pernikahan, menyayangi mereka, bersikap lembah lembut dan selalu memperhatikan keadaan mereka. </li></ul>
  5. 5. 4.Tingkatan Rahim (Kekerabatan) <ul><li>Tingkatan rahim (kekerabatan) berbeda, ada yang sangat dekat ada yang jauh, sehingga ada kerabat yang berhak mendapatkan warisan ada juga yang tidak, demikian pula ada kerabat yang haram di nikahi ada juga yang halal untuk dinikahi. </li></ul><ul><li>Dalam ilmu warist ada yang dinamakan dzawil arham, yaitu kerabat yang dekat dengan mayit tetapi tidak berhak menerima warisan </li></ul>
  6. 6. 5.Perintah shilaturahmi kepada kerabat yang sangat jauh hubungan nasabnya <ul><li>وعن أَبي ذرّ - رضي الله عنه - ، قَالَ : قَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - : (( إنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ أرْضاً يُذْكَرُ فِيهَا القِيرَاطُ ((3)) )) . وفي رواية : (( سَتَفْتَحونَ مِصْرَ وَهِيَ أرْضٌ يُسَمَّى فِيهَا القِيراطُ ، فَاسْتَوْصُوا بأهْلِهَا خَيْراً ؛ فَإنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِماً )) وفي رواية : (( فإذا افتتحتموها ، فأحسنوا إلى أهلها ؛ فإن لهم ذمة ورحماً )) ، أَوْ قَالَ : (( ذِمَّةً وصِهْراً )) رواه مسلم . </li></ul><ul><li>قَالَ العلماء : (( الرَّحِمُ )) : الَّتي لَهُمْ كَوْنُ هَاجَرَ أُمِّ إسْمَاعِيلَ - صلى الله عليه وسلم - مِنْهُمْ ، </li></ul><ul><li>(( وَالصِّهْرُ )) : كَوْن مَارية أمِّ إبْراهيمَ ابن رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - مِنْهُمْ . </li></ul>
  7. 7. B.Urgensi Silaturahmi <ul><li>  </li></ul><ul><li>1.Kewajiban menjaga silaturahmi setelah perintah ibadah kepada Allah Swt. </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا </li></ul><ul><li>036. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.(QS Al-Nisa[5]:36) </li></ul>
  8. 8. 2.Salah satu inti dari dakwahnya Nabi Saw <ul><li>  </li></ul><ul><li>قَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ السُّلَمِيُّ وَبِأَيِّ شَيْءٍ أَرْسَلَكَ قَالَ أَرْسَلَنِي بِصِلَةِ الْأَرْحَامِ وَكَسْرِ الْأَوْثَانِ وَأَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ لَا يُشْرَكُ بِهِ شَيْءٌ – أخرجه مسلم </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Amr Bin Abasah Al-Sulami Ra berkata :Misi apa yang kau bawa?Beliau berkata : Allah Swt mengutusku untuk menjaga silaturahmi, menghancurkan berhala, mentauhidkan Allah dan tidak musyrik kepadanya sedikitpun juga.(HR Muslim) </li></ul>
  9. 9. 3.Sifat hamba-hamba Allah yang terbaik <ul><li>إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ (19) الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ (20) وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (21) </li></ul><ul><li>Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, </li></ul><ul><li>(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, </li></ul><ul><li>dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.(QS Al-Ra’d 19-21) </li></ul>
  10. 10. 4.Perintah Untuk Mempelajari Nasab <ul><li>1902 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ أخرجه الترمذي </li></ul><ul><li>Dari Abu Hurairah Ra,Nabi Saw bersabda : Pelajarilah nasabkamu sehingga kamu dapat menjaga silaturahmi, karena silaturahmi akan dicintai oleh keluarga, menambah banyak harta, dan memanjangkan umur.(HR Tirmidzi,No 1902) </li></ul>
  11. 11. C.Keutamaan Silaturahmi <ul><li>1.Balasan yang sangat besar dari Allah Swt </li></ul><ul><li>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّحِمَ شَجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ –أخرجه البخاري رقم 5529 </li></ul><ul><li>Dari Abu Hurairah Ra, Nabi Saw bersabda : Sesungguhnya rahim itu diambil dari nama Allah yaitu Al-Rahman, Allah Swt berkata kepada rahim, “Barang siapa yang menyambungkanmu (berbuat baik kepada mu) maka aku akan berbuat baik kepadamu, barang siapa yang memutuskanmu aku akan memutuskannya.(HR Bukâri,no 5529) </li></ul>
  12. 12. 2 . Kebaikan yang akan segera mendapatkan balasan <ul><li>[ ليس شيء أطيع الله فيه أعجل ثوابا من صلة الرحم وليس شيء أعجل عقابا من البغي وقطيعة الرحم واليمين الفاجرة تدع الديار بلاقع ] . أخرجه البيهفي قال الألباني ( صحيح ) . ( بلاقع : جمع بلقع وهي الأرض القفراء التي لا شيء فيها ) </li></ul><ul><li>Tidak ada ketaatan kepada Allah yang dsegerakan balasannya selain silaturahmi, tidak ada sesuatupun yang akan disegerakan hukumannya selain berbuat zhalim, memutuskan silaturahmi, sumpah palsu.Pasti engkau akan meninggalkan tanah yang tandus. </li></ul>
  13. 13. 3.Penyebab Barakahnya Umur dan luasnya rizqi <ul><li>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه - أخرجه البخاري رقم 5526- </li></ul><ul><li>Dari Abu Hurairah Ra, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, Barang siapa yang menginginkan dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya maka bersilaturahmilah- (HR Bukhari 5526) </li></ul>
  14. 14. 4.Silaturahmi dianggap melaksanakan dua bentuk ibadah <ul><li>و قَالَ الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ –أخرجه الترمذي </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Rasulullah Saw bersabda : Shadaqah kepada orang miskin (hanya mendapatkan ganjaran) shadaqah saja, sedangkan (shadaqah) kepada kerabat dekat mendapatkan dua ganjaran, (yaitu) ganjaran shadaqah dan silaturahmi .(HR Tirmidzi) </li></ul>
  15. 15. 5.Penyebab diampuninya dosa. <ul><li>عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ ذَنْبًا عَظِيمًا فَهَلْ لِي تَوْبَةٌ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ لَا قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَبِرَّهَا –أخرجه الترمذي </li></ul><ul><li>Dari Ibnu Umar ia berkata , “Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw, lalu ia berkata : “Saya telah melakukan dosa besar, apakah aku masih bisa taubat?Rasulullah Saw bersabda : “Apakah kamu masih memilki ibu?Ia menjawab,Tidak!, Lalu Rasulullah bertanya lagi, “Apakah kamu punya bibi?Ia menjawab, Ya.Lalu Rasulullah bersabda : Berbuat baiklah kepada bibimu itu.(HR Tirmidzi,No 1827) </li></ul>
  16. 16. 6.Menjadi Pendaping Saat Melintasi Shirath <ul><li>وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ قَالَ قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ قَالَ أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ وَالَّذِي نَفْسُ أَبِي هُرَيْرَةَ بِيَدِهِ إِنَّ قَعْرَ جَهَنَّمَ لَسَبْعُونَ خَرِيفًا </li></ul><ul><li>Dikirimkanlah amanat dan rahim, keduanya berdiri di kedua sisi shirath yaitu kanan dan kiri.Orang yang paling pertama kali lewat adalah seperti kilat.Aku berkata : Demi bapa dan ibuku, “Apa maksudnya seperti kilat?Beliau menjawab : “Tidakah kalian melihat kilat datang dan kembali secepat kedipan mata?.Kemudian orang yang lewat seperti angin, seperti lewatnya burung, kemudian seperti orang yang berlari, amal-amal merekalah yang membuat mereka bisa berjalan/melewati, Nabi kalian berdiri di tepi shirath , Wahai Tuhanku, selamatkanlah!selamatkanlah!sampai amal-amal hamba tidak lagi mampu melintaskanlah.Lalu datanglah seseorang yang tidak mampu berjalan kecuali dalam keadaan merangkak .Kemudian Rasulullah Saw berkata lagi, “Di dua sisi sirath itu terdapat besi tajam dan bengkok yang tergantung dan diperintahkan untuk menyambar orang yang mesti disambar.Maka ada yang terluka namun ia selamat , ada juga jatuh kedalam neraka.Demi jiwa Abu Huraerah yang ada dalam genggaman tangan-Nya,”Sesungguhnya dasar jahanam itu sedalam 7o tahun.(HR Muslim) </li></ul>
  17. 17. 7.Kunci Masuk surga <ul><li>عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ الْقَوْمُ مَا لَهُ مَا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ذَرْهَا قَالَ كَأَنَّهُ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ –أخرجه البخاري - </li></ul><ul><li>Dari Abi Ayub Al-Anshâri Ra, ia berkata : “Ada seorang laki-laki yang berkata ,”Wahai Rasulullah!.Ceritakanlah kepadaku tentang sebuah amal yang dapat memasukanku kesurga?Para sahabat berkata : “Ada apa, ada apa dengan orang itu?Rasulullah berkata : Ia memliki keperluan yang sangat penting, kemudian Nabi Saw bersabda : “Engkau beribadah kepada Allah Saw tidak musrik kepada-Nya sedikitpun juga, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyambung silaturahmi, lalu lepaskanlah unta ini (jangan dipegang tali kendalinya).Ia (Rawi hadits ) berkata , seolah-olah Nabi sedang berada di atas kendaraannya.(HR Bukhari) </li></ul>
  18. 18. D . Bentuk Silaturahmi <ul><li>Bentuk silaturahmi adalah seperti berbuat baik kepada kedua orang tua , tidak memiliki ketentuan yang khusus, semua perbuatan yang baik yang dapat membuat gembira kerabat bisa dikategorikan silaturahmi. </li></ul><ul><li>وَقَالَ اِبْن أَبِي جَمْرَة : تَكُون صِلَة الرَّحِم بِالْمَالِ ، وَبِالْعَوْنِ عَلَى الْحَاجَة ، وَبِدَفْعِ الضَّرَر ، وَبِطَلَاقَةِ الْوَجْه ، وَبِالدُّعَاءِ . </li></ul><ul><li>Ibnu Abi Jamroh berkata : “Silaturahmi bentuknya bisa dengan harta, memberikan bantuan , menghindarkan dari kemadaratan, bermuka manis, juga mendoakan kebaikan. Kemudian ia menambahkan, </li></ul>
  19. 19. Bentuk Silaturahmi Secara Umum <ul><li>وَالْمَعْنَى الْجَامِع إِيصَال مَا أَمْكَنَ مِنْ الْخَيْر ، وَدَفْع مَا أَمْكَن مِنْ الشَّرّ بِحَسَبِ الطَّاقَة ، </li></ul><ul><li>Bentuk silaturahmi secara umum adalah : Sekuat tenaga memberikan kebaikan –kepada kerabat- dan menghindarkan mereka dari kemadaratan. </li></ul>
  20. 20. Bentuk Shilaturahmi Menurut Ghazali <ul><li>1.Membantu dengan harta </li></ul><ul><li>2.Dengan jiwa </li></ul><ul><li>3.Menahahn lisan dari kata-kata yang jelek </li></ul><ul><li>4.Berkata yang baik kepada kerabat </li></ul><ul><li>5.Memaafkan kesalahan dan kekeliruan kerabat </li></ul><ul><li>6.Mendoakan </li></ul><ul><li>7.Senatiasa mencintainya (Al-Wafa) </li></ul><ul><li>8.Tidak memberatkan / menjadi beban kerabat </li></ul>
  21. 21. Beberapa Bentuk Silaturahmi yang Bertentangan dengan syareat <ul><li>1.Memberikan keputusan –pengadilan- yang menguntungan kerabat. </li></ul><ul><li>2.Memberikan sesuatu yang bukan haqnya. </li></ul><ul><li>3.Mengutamakan kerabat dalam hal-hal yang menjadi milik bersama. </li></ul><ul><li>4.Membuat kerabat senang dengan mengikuti atau membiarkan kekeliruannya. </li></ul>
  22. 22. Beberapa Bentuk Memutuskan Silaturahmi <ul><li>  </li></ul><ul><li>1.Tidak berbuat baik kepada kerabatnya dalam waktu yang sudah lama, baik itu dengan harta, akhlaq yang baik atau tidak pernah berkunjung. </li></ul><ul><li>2.Berbuat jelek kepada kerabatnya baik itu dengan ucapan atau perbuatan. </li></ul><ul><li>3.Tidak menghadiri pada acara kekeluargaan seperti acara pernikahan dan yang lainnya. </li></ul><ul><li>4.Tidak ikut berduka cita terhadap musibah yang menimpa kerabatnya. </li></ul><ul><li>5.Hanya berbuat baik kepada kerabat yang berbuat baik kepadanya. </li></ul>
  23. 23. 4.Beberapa Penyebab Pemutus Silaturahmi <ul><li>1.Tidak tahu akibat yang ditimbulkan dari memutuskan silaturahmi </li></ul><ul><li>2.Lemah ketakwaan </li></ul><ul><li>3.Sombong </li></ul><ul><li>4.Putus hubungan dalam jangka waktu yang sangat lama </li></ul><ul><li>5.Dimarahi karena sudah lama tidak berkunjung </li></ul>
  24. 24. 6.Membebani diri sendiri: <ul><li>Maksudnya sebagian orang apabila dikunjungi oleh saudaranya ia berlebih-lebihan dalam menghormatinya sehingga menghabiskan biaya yang besar, hal itu berakibat saudaranya akan merasa sungkan mengunjunginya karena takut memberatkan . </li></ul>
  25. 25. <ul><li>7.Kurang perhatian kepada saudaranya saat berkunjung kepadanya. </li></ul><ul><li>8.Kikir /Bakhil </li></ul><ul><li>9.Terlambat membagikan warisan </li></ul><ul><li>10.Perushaan keluarga yang tidak memiliki atuaran yang jelas. </li></ul><ul><li>11.Sibuk dengan urausan dunia tidak sempat untuk melakukan silaturahmi </li></ul><ul><li>12.Terjadinya perceraian di kalangan kerabat. </li></ul>
  26. 26. <ul><li>13.Jarak yang jauh dan malas untuk berkunjung </li></ul><ul><li>14.Berdekatan (bertetangga) dengan kerabat . </li></ul><ul><li>15.Tidak sabar menahan gangguan dari kerabat </li></ul><ul><li>16.Lupa mengundang kerabat saat ada acara keluarga. </li></ul>
  27. 27. <ul><li>17.Hasad </li></ul><ul><li>18.Banyak bergurau </li></ul><ul><li>19.Memiliki istri yang jelek akhlaqnya </li></ul>
  28. 28. 5.Hal-Hal Yang Dapat Membantu Untuk Menjalin Silaturahmi <ul><li>1.Mengingat akibat yang baik dari silaturahmi </li></ul><ul><li>2.Melihat akibat yang jelek dari memutuskan silaturahmi </li></ul><ul><li>3.Memohon bantuan dari Allah SWT </li></ul><ul><li>4.Membalas perbuatan jelek dengan kebaikan </li></ul>
  29. 29. <ul><li>5.Menerima alasan dari kerabat apabila mereka berbuat kesalahan </li></ul><ul><li>6.Memaafkan dan melupakan kesalahannya </li></ul><ul><li>7.Tawadhu </li></ul><ul><li>8.Mencurahkan segenap kemampuan untuk membantu kerabat </li></ul><ul><li>9.Melupakan kebaikan yang telah diberikan kepada kerabat dan tidak menuntut balas </li></ul>
  30. 30. <ul><li>10.Membiasakan diri agar dapat menerima hal yang sedikit dari keluarga. </li></ul><ul><li>11.Memperhatian situasi dan kondisi kerabatnya. </li></ul><ul><li>12.Segera mengirimkan hadiah apabila terjadi perselisihan diantara kerabat </li></ul><ul><li>13.Mengingat kembali bahwa kerabatnya itu adalah masih bagian dari darah dan daginnya. </li></ul><ul><li>14.Meyakini bahwa bermusuhan dengan kerabat adalah bencana dan kejelekan. </li></ul>
  31. 31. <ul><li>15.Berusaha untuk mengingat keluarga pada acara-acara. </li></ul><ul><li>16.Berusaha segera mendamaikan perselisihan diantara keluarga </li></ul><ul><li>17.Segera membagikan warisan </li></ul><ul><li>18.Membuat aturan yang jelas pada perusahaan yang dijalankan oleh keluarga. </li></ul><ul><li>19.Mengadakan acara keluarga yang rutin. </li></ul>
  32. 32. <ul><li>20.Membuat kotak amal unutk kepentingan kerabat </li></ul><ul><li>21.Membuat daptar alamat kerabat. </li></ul><ul><li>22.Senatiasa mengadakan musyawarah </li></ul><ul><li>Pertanyaan </li></ul>

×