Ppt thaharah

4,045 views
3,762 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,045
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
669
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt thaharah

  1. 1. Moch. Yustian Yusuf Al khan NIM : H. 1110246 UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR FKIP/PGSD
  2. 2. THAHARAH
  3. 3. Thaharah menurut bahasa artinya “bersih” Sedangkan menurut istilah syara’ thaharah adalah bersih dari hadas dan najis. Selain itu thaharah dapat juga diartikan mengerjakan pekerjaan yang membolehkan shalat, berupa wudhu, mandi, tayamum dan menghilangkan najis. Atau thaharah juga dapat diartikan melaksanakan pekerjaan dimana tidak sah melaksanakan shalat kecuali dengannya yaitu menghilangkan atau mensucikan diri dari hadas dan najis dengan air. Bersuci dari najis berlaku pada badan, pakaian dan tempat. Cara menghilangkannya harus dicuci dengan airsuci dan mensucikan.
  4. 4. Dalil-dalil tentang thaharah Artinya : sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang bersuci. (Al-Baqarah : 122). Artinya: Kebersihan itu sebagian dari iman
  5. 5. TUJUAN THAHARAH Ada beberapa hal yang menjadi tujuan disyariatkannya thaharah, diantaranya: 1. Guna menyucikan diri dari kotoran berupa hadats dan najis. 2. Sebagai syarat sahnya shalat dan ibadah seorang hamba
  6. 6. Thaharah dalam kitab fiqih dibagi menjadi dua yaitu : 1. Thaharah dari hadast 2. Thaharah dari najis
  7. 7. Thaharah dari hadas Dalam pembagian hadas dibagi dua yaitu hadas besar dan hadas kecil. ● Hadas kecil seperti kentut ● Hadas besar seperti janabah. Dalam mensucikannya terdapat tidga cara yaitu wudlu, mandi dan tayamum Wudlu adalah untuk mensucikan hadfas besar, sedang tayamum untuk keduanya. Ketika ada sebab yang menghalanginya dilakukan wudlu dan mandi
  8. 8. Wudlu Fardlunya wudlu ada enam: a. Niat Niat tersebut dikerjakan ketika membasuh permulaan bagian muka. Artinya dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian muka, tidak sebelum membasuhnya dan sesudahnya b. Membasuh seluruh bagian muka Adapun batasan muka adalah mulai tempat tumbuhnya rambut kepala sampai bagian bawah dagu dan muka dari sentil (tempat anting-anting) telinga kanan sampai telinga kiri c. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku d. Mengusap sebagian kepala e. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki f. Tertib
  9. 9. Dalam mengerjakan wudlu harus sesuai dengan rukun yang telah diatur oleh syara’ Sunah wudlu ada 10: a. Membaca basmalah di awal b. Membasuh telapak tangan sampai pergelangannya c. Berkumur d. Meratakan dalam mengusap kepala e. Mengusap seluruh bagian kedua telinga f. Memasukkan air ke dalam sela rambut jenggot tebal g. Memasukkan air pada sela-sela jari tangan dan kaki h. Mendahulukan anggota kanan daripada anggota kiri i. Meniga kalikan pada setiap basuhan atau usapan j. Sambung menyambung
  10. 10. Adapun yang merusak atau menbatalkan wudlu ada lima, yaitu : 1 Sesuatu yang keluar dari salah satu dubur atau qubul kecuali mani 2 Tidur dalam posisi tidak menetap pantatnya di bumi 3 Hilang akal sebab mabuk, sakit, gila, ayan dan lain-lain. 4 Menyentuhnya orang laki-laki pada perempuan yang bukan muhrimnya 5 Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan
  11. 11. Mandi Fardlunya mandi ada3: 1 Niat Niat harus berbarengan dengan permulaan fardlu yaitu permulaan sesuatu yang dibasuh dari arah bagian atas da n bawah badan. 2 Menghilangkan najis Jika memang terdapat najis pada badan orang yang mandi 3 Meratakan air keseluruh badan
  12. 12. Sunah mandi ada lima : a. Membaca basmallah b. Wudlu, sebelum melakukan mandi c. Meratakan basuhan keseluruh badan dari tubuh d. Sambung-menyambung, sebagai pengertiannya dalam masalah wudlu e. Mendahulukan bagian yang kanan atas yang kiri
  13. 13. Tayamum Tayamum menurut bahasa ialah menuju sedangkan menurut syara’ ialah menyampaikan debu yang suci ke wajah dan kedua tangan sebagai ganti wudlu dan mandi Syarat-syarat tayamum ada 5: 1 Adanya halangan 2 Masuknya waktu shalat 3 Harus mencari air 4 Terhalangnya memakai air 5 Harus dengan debu yang suci yang tidak dibasahi
  14. 14. Allah swt berfirman , “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Maidah : 6)
  15. 15. Fardlunya tayamum ada 4: a. Niat b. Mengusap muka c. Kedua tangan sampai kedua siku d. Urut Sunah tayamum ada 3: a. Membaca basmalah b. Mendahulukan tang kanan atas yang kiri c. Sambung menyambung Hal-hal yang membatalkan tayamum 1. Segala sesuatu yang membatalkan wudlu 2. Melihat air 3. Murtad
  16. 16. Thaharah dari najis Najis dibagi menjadi tiga, yaitu : 1. Najis mukhoffafah 2. Najis mutawassitoh 3. Najis mugholladhoh
  17. 17. 1. Najis mukhoffafah Najis yang ringan yaitu air seni anak lak laki di bawah umur dua tahun yang belum makan makanan kecuali air susu ibunya saja. Cara menyucikannya cukup dengan dipercikkan air saja pada bagian yang terkena najis tersebut.
  18. 18. 2. Najis mutawassitoh Najis pertengahan yaitu selain najis mukhaffafah dan najis mughallazah. Cara menyucikannya jika ada ain, hendaklah dihilangkan ainnya itu dan segala sifatnya yaitu rasanya, baunya dan warnanya. Jika setelah dicuci didapati masih tidak hilang rasanya seperti kesat, hendaklah dicuci lagi hingga hilang rasa itu. Setelah itu jika tidak hilang juga, ia dimaafkan. Jika bau atau wama najis itu masih tidak hilang setelah dicuci dan digosok tiga kali, hukumnya adalah dimaafkan. Jika najis itu sudah tidak ada lagi ainnya dan tidak ada lagi sifatnya seperti air kencing yang sudah kering pada kain dan hilang sifatnya, cukuplah dengan dicucuri air pada tempat yang terkena najis itu (najis hukmi). Arak apabila telah menjadi cuka dengan sendirinya maka hukumnya suci dengan syarat tidak dimasukkan benda lain di dalam tempat pemeramannya.
  19. 19. 3. Najis mugholladhoh Najis yang berat yaitu anjing, babi dan keturinan kedua-duanya. Jika seseorang terkena anggota binatang tersebut dalam keadaan basah wajib disucikan dengan disamak. Cara menyucikannya ialah dengan dicuci tujuh kali dengan air mutlak dan salah satunya hendaklah dengan air tanah.
  20. 20. AIR YANG DI GUNAKAN UNTUK THAHARAH Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci adalah air yang bersih (suci mensucikan), yaitu air yang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi yang tidak terkena najis dan belum dipakai untuk bersuci. Ditinjau dari segi sumbernya, air terbagi menjadi tujuh : 1. Air hujan 2. Air sumur 3. Air laut 4. Air sungai 5. Air salju 6. Air telaga 7. Air embun
  21. 21. Sedangkan ditinjau dari segi hukumnya, air dibagi menjadi empat, yaitu : 1. air suci mensucikan 2. air suci dan dapat mensucikan 3. air suci tetapi tidak dapat mensucikan 4. air mutanajis
  22. 22. 1. air suci mensucikan, yaitu air mutlak. Artinya air yang masih murni dan statusnya tidak dipengaruhi oleh hal apapun selain pengaruh tempat, seperti contoh air yang disebutkan diatas.
  23. 23. 2. air suci dan dapat mensucikan, tetapi makruh digunakan pada badan, semisal air musyammas. Air musyammas adalah air panas akibat sengatan matahari di dalam bejana yang terbuat dari logam selain emas dan perak, dan berada di daerah yang panas seperti Negara yaman saat kemarau
  24. 24. 3. air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti : • air mista’mal, yaitu air yang telah digunakan untuk menyucikan hadats atau menghilangkan najis, selama warna, rasa dan baunya tidak berubah, serta volume airnya tidak bertambah. • Air yang telah berubah salah satu sifatnya, dikarenakan bercampur dengan benda suci lainnya, dengan perubahan yang dapat mempengaruhi nama dan statusnya, semisal kopi, teh dan lain lain
  25. 25. 4. air mutanajis, yaitu air yang terkena najis (kemasukan najis), sedang volumenya kurang dari dua qullah, baik terjadi perubahan pada sifat sifat air tersebut atau tidak, ataupun menccapai dua qullah, namun air tersebut mengalami perubahan, dan jika tidak mengalami perubahan maka sah digunakan untuk bersuci
  26. 26. * Ada satu macam air lagi yaitu air yang suci dan mensucikan tetapi haram memakainya, yaitu air yang diperoleh dari ghosob (mencuri, maling, mengambil tanpa izin)
  27. 27. TERIMAKASIH
  28. 28. SILAHKAN UNTUK REKANREKAN JIKA ADA YANG BERTANYA ATAU MENAMBAHKAN ?

×