Your SlideShare is downloading. ×
1                            1           KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA1. Kedudukan Bahasa Indonesia         Yang d...
2           2PEMAKAIAN HURUF KAPITAL           Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
3          Secara umum pemakaian huruf kapital telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurna-kan (EYD). Uraian berikut ini akan...
4           Nama Instansi sebagai nama diri dan nama jenis penulisannya seperti di bawah ini.Perhatikan contoh berikut:1. ...
5Berikan komentara Anda!   (a) -------------------------------------------------------------------------------------------...
6                        3 BEBERAPA KESALAHAN UMUM DALAM PEMAKAIAN BAHASA                    INDONESIA1. Penulisan di dan ...
72) Kata yang menunjukkan arah atau tempat.       Contoh:       di sana         -     ke sana       di sini         -     ...
8Masing-masing bentuk kata tersebut memiliki dua bentuk penulisan; ada yangdirangkaikan dan adapula yang dipisahkan.Ke dan...
9   1) Meskipun sudah dilarang, ia pergi juga.   2) Walaupun tidak kaya, hidupnya bahagia.   3) Kendatipun nasib di tangan...
10                           PEMENGGALAN KATA DASAR1 . Bila ada dua vokal yang berurutan di tengah kata, pemenggalannya di...
114. Jika ditengah kata terdapat tiga konsonan atau lebih, pemenggalannya juga dilakukan     setelah konsonan pertama.    ...
12   b. Bentuk eks- yang tidak dapat disejajarkan dengan in- atau im- pemenggalannya       dilakukan di antara ek- dan bag...
13                                 5                BAHASA INDONESIA STANDAR ATAU BAKU1. Fungsi Bahasa Indonesia Standar a...
14       Untuk melengkapai uraian ini di bawah ini disajikan beberapa contoh kata baku dantidak baku                 1. ju...
1531. analisis         analisa32. sutera           sutra33. nakhoda          nakoda – nahkoda34. kualitas         kwalitas...
1664. tata bahasa      tatabahasa65. antre            antri66. atlet            atlit67. azimat           jimat68. Februar...
17                 97. praktik                  praktek                 98. ambulans                 ambulan              ...
18------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------...
19                                     6                               KALIMAT EFEKTIF1. Pengertian       Kalimat atau ben...
20Pemakaian kata bagi di awal kalimat tidak tepat. Hal itu menyebabkan kalimat di atas tidakmemiliki subjek (S). Kalimat i...
21c. Kata penghubung sehingga tidak dipakai pada kalimat tunggal(1) Dia tidak pernah memperhatikan diriku. Sehingga aku la...
22(2) Cara pengobatan dan penyembuhan penyakit itu belum ditemukan sampai saat ini.        pe---------an   pe-----------an...
23(1) Bukan seratus, seribu,atau sejuta, melainkan berjuta-juta rupiah ia membantu anak   yatim dan anak telantar.(2) Jang...
24b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata.   Contoh:   Ia memakai baju warna merah.   Pemakaian kata war...
25   Kalimat (3) pun memiliki kesalahan yang sama seperti kalimat (1) dan (2). Pada   kalimat (3) pemakaian kata rumah tid...
26                        Bagaimana dengan kalimat berikut:(1) Isteri lurah yang baru itu meninggal dunia.(2) Rumah artis ...
27(4) Kalau ia memintanya, saya akan berikan uang itu.(5) Apakah Bapak akan kabulkan permintaan saya ini?(6) Saudara saya ...
282. ……………………………………………………………………………………………   …………………………………………………………………………………………3. ……………………………………………………………………………………   …………………...
293) Kalimat penjelas/kalimat pengembang. Kalimat pengembang atau kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan kalimat...
30pun tidak ada karena seluruh lahan yang akan dipanen ikut tergenang air. (4) Kinitinggalah petani-petani itu meratapi na...
31Contoh:       (1) Banjir yang besar menyebabkan puluhan rumah hancur dan merugikan parapetani. (2) Mereka sekarang sudah...
32dan bacaan-bacaan tentang kewanitaan. (4) Kakak menyukai cerpen, komik, dan cerita-cerita silat. (5) Saya sendiri menyuk...
333.      Paragraf contoh-contoh4.      Paragraf sebab-akibat5.      Paragraf definisi6.      Paragraf perulangan7.      P...
341. Jelaskan unsur-unsur paragraf di atas! ------------------------------------------------------------------------------...
35                                       8                               BENTUK KARANGAN     Berdasarkan bentuk dan tujuan...
36        Setelah mendapat isyarat dari ketua rombongan, kami bergerak meninggalkanHotel Ayong, Linggarjati, berjalan kaki...
373. Karangan Argumentasi.         Karangan argumentasi adalah jenis karangan yang isinya berusaha mempengaruhipembaca ata...
38                          agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi)                          tentang suatu hal.      ...
39                             3. Sasarannya adalah aspek emosi dan pikiran.                             1. Bersifat mence...
40 …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………...
41pernah nyambung dengan aspirasi rakyat di pedesaan. ( Hotman M. Siahaan, “GerakanMahasiswa Sekadar Revolusi Perkotaan? A...
422. Berikan alasan Anda! ……………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………...
43……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………...
44……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………...
45Selanjutnya, cermati ilustrasi berikut:Ilustrasi (1)       Akhir-akhir ini fornografi dan pornoaksi seolah-olah bukan ha...
46Uraian:….………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
47………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
48……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Kalau Anda su...
49                                                       Penyusun                                        i                ...
Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''
Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''
Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''
Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''
Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''

8,547

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
8,547
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
105
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Data herlanti suvitasari ''mata kuliah b.indonesia''"

  1. 1. 1 1 KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA1. Kedudukan Bahasa Indonesia Yang dimaksud kedudukan bahasa Indonesia adalah status relatif bahasa sebagaisistem lambang nilai budaya yang dirumuskan atas dasar nilai sosial dihubungkan denganbahasa yang bersangkutan. Bahasa Indonesia dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV, Pasal36 dinyatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasanegara, sedangkan bahasa daerah berkedudukan sebagai bahasa daerah yang bersangkutan. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsisebagai:1) lambang-lambang bangsa;2) lambang identitas bangsa;3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia; dan4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:1) bahasa resmi kenegaraan;2) bahasa pengantar di dunia pendidikan;3) alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pemerintah;4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.2. Fungsi Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa yangdirumuskan sebagai tugas pemakaian bahasa di dalam kedudukan yang diberikan padanya Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yaitu:1) sebagai alat pemersatu bangsa;2) Sebagai medium dalam pembinaan kebudayaan nasional Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara:1) sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara. Fungsi ini tampak dalam surat menyurat resmi, dalam peraturan-peraturan, undang-undang, pidato resmi, serta dalam upacara kenegaraan;2) sebagai bahasa pengantar pada semua je njang pendidikan formal;3) menjadi pengantar dalam hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Dari uraian kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia di atas, diharapkan parapemakai bahasa dapat menerapkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar.Penggunaan bahasa Indonesia yang baik bermakna penggunaan bahasa Indonesia yangsesuai dengan situasi dan kondisi komunikasi. Penggunaan bahasa Indonesia yang benarberarti bahasa yang digunakan itu tetap mengindahkan norma-norma atau kaidah-kaidahbahasa yang berlaku. Dalam hal ini berarti penggunaan bahasa Indonesia tidak sajaditentukan oleh faktor linguistik (kebahasaan) saja, tetapi menyangkut pula masalah sosial,budaya, dan psikologi. Pada konteks sosial budaya, berkaitan antara pembicara/penulis danlawan bicara/pembaca; siapa kepada siapa (who), tentang apa (which), dimana (where), kapan (when), serta kesadaran para penuturnya. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  2. 2. 2 2PEMAKAIAN HURUF KAPITAL Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  3. 3. 3 Secara umum pemakaian huruf kapital telah diatur dalam Ejaan Yang Disempurna-kan (EYD). Uraian berikut ini akan menyajikan beberapa contoh pemakaian huruf kapitaldalam penulisan nama badan, lembaga, dan organisasi atau instansi.1. Penulisan Nama Jabatan Nama jabatan yang diikuti nama badan, nama lembaga, nama organisasi, ataunama instansi tertentu huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital.Contoh: Menteri Penerangan Direktur Pendidikan Masyarakat Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kepala Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Nama instansi atau lembaga pada contoh di atas adalah nama instansi atau lembagatertentu dan merupakan nama diri. Oleh karena itu, harus dituis dengan huruf kapital.2. Nama Lembaga Nama lembaga sebagai nama diri dan nama jenis penulisannya seperti di bawahini.Perhatikan contoh berikut:1. Akhirnya, Sekolah Menengah Umum Negeri 01 terpilih sebagai salah satu sekolah menengah umum terbaik.2. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memasang tarif mencapai 30 juta.3. Anak perwira itu belajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. (1) Sekolah Menengah Umum Negeri 01 merupakan nama diri dan sekolah menengah umum merupakan nama jenis(2) perguruan tinggi merupakan nama jenis(3) Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian merupakan nama diri3. Nama Instansi Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  4. 4. 4 Nama Instansi sebagai nama diri dan nama jenis penulisannya seperti di bawah ini.Perhatikan contoh berikut:1. Di lingkungan Departemen Pendidikan terdapat beberapa direktorat jenderal.2. Salah satu direktorat jenderal di lingkungan departemen itu adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah danUmum.(1) Departemen Pendidikan merupakan nama diri dan direktorat jenderal merupakan nama jenis.(2) direktorat jenderal merupakan nama jenis dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Umum merupakan nama diri.4. Penulisan Gabungan Kata yang Memakai Nama Negara atau Nama Geografis Tertentu. Bagaimana penulisan gabungan kata yang memakai unsur nama negara atau namageografis tertentu seperti pada bentuk berikut: garam inggris tinta cina rambutan aceh Kata inggris, cina, dan aceh tidak lagi menyatakan nama diri karena gabungan kataitu tidak menyatakan arti ‘garam dari Inggris, ‘tinta dari Cina, dan ‘rambutan dari aceh.’ Berbeda halnya dengan sarung Bugis dan salak Bali. Gabungan kata itumenyatakan nama diri karena gabungan kata itu menyatakan arti ‘sarung dari Bugis’ dan‘salak dari Bali.’ Oleh karena itu, huruf awal kedua kata itu harus ditulis dengan hurufkapital. Bagaimana penulisan kata berikut: (a) talas bogor (b) tapai bandung (c) pempek palembang (d) duku malang Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  5. 5. 5Berikan komentara Anda! (a) ---------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------- (b) ---------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------- (c) ---------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------- (d) ---------------------------------------------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------------------------------------------------5. Penulisan Nama Orang yang Digunakan sebagai Satuan Penulisan nama orang yang digunakan sebagai satuan, misalnya: ampere coulomb ohm volt! Bila kata tersebut digunakan sebagai nama orang yang menemukan hukum tertentu,huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital.Perhatikan contoh berikut:1. Di dalam buku fisika itu dibicarakan hukum Ampere, hukum Coulomb, dan hukum Ohm.2. Nama satuan untuk mengukur arus listrik, muatan listrik, dan hambatan listrik masing masing adalah ampere, coulomb, dan ohm.3. Bohlam itu bertegangan 220 volt dan berdaya 60 watt. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  6. 6. 6 3 BEBERAPA KESALAHAN UMUM DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA1. Penulisan di dan ke Menurut ketentuan EYD, ada dua macam cara menuliskan di dan ke, yaitu:(1) dirangkaikan dengan kata yang mengikutinya; dan(2) dipisahkan dari kata yang mengikutinya. Penulisan di diserangkaikan apabila kata yang mengikuti kata di tersebut jenis katakerja. Dalam istilah tatabahasa dijelaskan apabila di tersebut berfungsi sebagai awalan.Dalam hal seperti ini di tersebut tidak dapat digantikan oleh ke. Dengan demikian, karenadalam bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak terdapat bentuk keambil, kebawa,ketulis, kebaca, dan kebeli, maka apabila kata dasar tersebut dihubungkan dengan di harusdituliskan; diambil, dibawa, ditulis, dibaca, dan dibeli. Contoh lain: di + pegang = dipegang di + tembak = ditembak di + hantam = dihantam di + sambar = disambarSebaliknya, apabila kedudukan di dapat digantikan oleh ke, penulisannya harus dipisahkan.Seusuai dengan aturan EYD, di harus ditulis terpisah dengan kata lain yang mengikutinya,apabila kata di tersebut berfungsi sebagai kata depan. Di dan ke berfungsi sebagai kata depan apabila diikuti :1) Kata benda Contoh: di rumah - ke rumah di pasar - ke pasar di sungai - ke sungai di panta - ke pantai di kampus - ke kampus di terminal - ke terminal Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  7. 7. 72) Kata yang menunjukkan arah atau tempat. Contoh: di sana - ke sana di sini - ke sini di situ - ke situ di dalam - ke dalam di tengah - ke tengah di utara - ke utaraSebaliknya, ke harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya apabila ke tersebut:1) Diikuti oleh kata bilangan, baik kata bilangan tentu maupun tak tentu. Contoh: ke + satu = kesatu ke + empat = keempat ke + sekian = kesekian2) Diikuti oleh kata tua, hendak, dan kasih. Contoh: ke + tua = ketua ke + kasih = kekasih ke + hendak = kehendak.3). Sebagai bagian dari kata yang bersangkutan. Contoh kemarin kemudian kepala kepadaCatatan:Perlu diperhatikan bahwa;(a) penulisan di bila diikuti kata luar; dan(b) penulisan ke bila diikuti kata samping. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  8. 8. 8Masing-masing bentuk kata tersebut memiliki dua bentuk penulisan; ada yangdirangkaikan dan adapula yang dipisahkan.Ke dan luar harus ditulis terpisah (ke luar) apabila kata tersebut merupakan “kebalikanatau lawan dari ke dalam. Contoh: - Saya dengar Anda akan ke luar negeri, betulkah? - Ia sering bertugas ke luar kota.Ke dan luar harus ditulis serangkai/disatukan (keluar) apabila kata tersebut merupakan“kebalikan atau lawan” kata masuk. Contoh: - Tahun lalu ia memang kuliah di sini, tetapi sekarang sudah keluar. - Tiga hari tiga malam kami keluar masuk hutan - Ia masuk sebentar, lalu keluar lagi.Di dan samping harus ditulis terpisah (di samping) apabila kata tersebut menunjukan arahatau tempat. Contoh: - Siapa yang duduk di sampingmu kemarin? - Rumahnya persis di samping bioskop terkenal itu.Di dan samping ditulis serangkai (disamping) apabila kata tersebut mengandung maknakecuali atau selain. Contoh: - Disamping sebagai mahasiswa, ia juga seorang pedagang yang sukses. - Perbuatan seperti itu, disamping merugikan diri sendiri juga dapat merugikan orang lain.2. Penulisan pun Seperti halnya di dan ke, penulisan kata pun juga ada dua macam. Ada pun yangharus ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya dan ada pun yang harus ditulisterpisah dengan kata yang mendahuluinya. Pun harus ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya apabila pun tersebutsudah merupakan satu kesatuan dengan kata yang mendahuluinya.Contoh: Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  9. 9. 9 1) Meskipun sudah dilarang, ia pergi juga. 2) Walaupun tidak kaya, hidupnya bahagia. 3) Kendatipun nasib di tangan Tuhan, kita wajib berusaha. Pun harus ditulis terpisah dengan kata yang mendahuluinya apabila:1. Berfungsi untuk menyangatkan atau mengeraskan arti: a) Hari ini sepeser pun aku tak punya uang. b) Sedikit pun aku tak menyangka bahwa dia sampai hati mengkhianatinya.2. Mempunyai arti juga. a) Jika engkau tidak datang, aku pun tidak akan datang. b) Apa pun kata orang, aku tetap mencintainya. Dalam hubungan ini yang perlu diperhatikan penulisan pun jika pun tersebutdidahului oleh kata sekali. Ada yang harus ditulis terpisah (sekali pun) dan ada yang harusditulis serangkai (sekalipun). Sekali dan pun harus dipisahkan penulisannya (sekali pun) apabila kata tersebutdalam kalimat bersangkutan mempunyai arti walaupun sekali, meskipun sekali, atau yangsejenis dengan itu.Contoh: Sekali pun belum pernah saya naik pesawat. Kalimat ini sama benar maknanya dengan: Meskipun sekali, saya belum pernah naik pesawat. Walaupun sekali, saya belum pernah naik pesawat. Sekali dan pun harus ditulis serangkai (sekalipun) apabila kata tersebut samaartinya dengan walaupun, meskipun, atau kendatipun.Contoh: Sekalipun hujan ia datang juga. Kalimat di atas sama benar maknanya dengan: Meskipun hujan, ia datang juga. Walaupun hujan, ia datang juga. Kendatipun hujan, ia datang juga 4 Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  10. 10. 10 PEMENGGALAN KATA DASAR1 . Bila ada dua vokal yang berurutan di tengah kata, pemenggalannya dilakukan di antara dua konsonan itu. Contoh: saat → sa-at manfaat → man-fa-at2. Bila di tengah kata terdapt konsonan yang diapit oleh dua vokal, pemenggalannya dilakukan setelah vikal pertama atu sebelum konsonan tersebut. Contoh: sukar → su-kar sakit → sa-kit bapak → ba-pak anak → a-nak3. Jika ada dua buah konsonan yang berurutan di tengah kata, pemenggalannya di lakuklan setelah konsonan pertama. Contoh: April → Ap-ril janji → jan-ji runding → run-ding Catatan: Bentuk ng, ny, sy, dan kh yang melambangkan satu konsonan, gabungan huruf-huruf itu tidak diceraikan sehingga pemenggalan suku kata dilakukan sebelum atau sesudah pasangan huruf itu. Contoh: nyonya → nyo-nya syarat → sya-rat angka → ang-ka akhlak → akh-lak sangat → sa-ngat Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  11. 11. 114. Jika ditengah kata terdapat tiga konsonan atau lebih, pemenggalannya juga dilakukan setelah konsonan pertama. Contoh: instansi → in-stan-si instruksi → in-struk-si5. Pemenggalan kata yang mengandung bentuk trans dilakukan dengan mengikuti aturan berikut: a. Jika trans diikuti bentuk bebas, pemenggalannya dilakukan dengan memisahkan trans sebagai bentuk utuh dan bagian lainnya dipenggal sebagai kata dasar. Contoh: transmigrasi → trans-mig-ra-si transfusi → trans-fu-si transaksi → trans-aksi b. Jika trans merupakan bagian dari kata dasar, pemenggalannya dilakukan dengan mengikuti pola pemenggalan kata dasar. Contoh: transenden → tran-sen-den transisi → tran-si-si transit → tran-sit6. Pemenggalan kata yang mengandung bentuk eks- dilakukan sebagai berikut: a. Jika eks- terdapat pada kata yang pemakaiannya dapat disejajarkan dengan in- atau im- , pemenggalannya dilakukan di antara eks dan unsur berikutnya. Contoh: ekstra → eks-tra ekspor → eks-por eksplisit → eks-pli-sit eksternal → eks-ter-nal eksklusif → eks-klu-sif Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  12. 12. 12 b. Bentuk eks- yang tidak dapat disejajarkan dengan in- atau im- pemenggalannya dilakukan di antara ek- dan bagian kata yang mengikutinya. Contoh: ekses → ek-ses ekstrem → ek-strem eksistensi → ek-sis-ten-si7. Kata-kata lain yang yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang salah satu unsurnya dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya juga melalui dua tahap. Mula- mula unsur itu dipisahkam, kemudian dipenggal dengan mengikuti pola pemenggalan kata dasar. Contoh: kilogram → kilo-gram → ki-lo-gram biografi → bio-grafi → bi-o-gra-fi biologi → bio-logi → bi-o-lo-gi Ok! Sekarng Anda sudah memahami masalah pemenggalan kata. Untuk menguji pemahaman yang telah Anda peroleh, penggallah kata-kata berikut dengan benar! ekstradisi → __________________________________________ eksploitasi → __________________________________________ eksperimen → __________________________________________ eksakta → __________________________________________ bioskop → __________________________________________ transitif → __________________________________________ kompleks → __________________________________________ eksodus → __________________________________________ Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  13. 13. 13 5 BAHASA INDONESIA STANDAR ATAU BAKU1. Fungsi Bahasa Indonesia Standar atau Baku1. Dipergunakan dalam wacana teknis; misalnya karangan ilmiah, buku pelajaran, laporan esmi, dan sebagainya.2. Sebagai alat komunikasi resmi, yakni dalam arti surat-menyurat resmi, pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, undang-undang, surat keputusan, dan sebagainya.3. Dipakai dalam pembicaraan dengan orang-orang yang dihormati, termasuk di anataranya dengan orang yang belum akrab benar atau baru kita kenal.2. Ciri-ciri Bahasa Standar atau Baku1. Memakai ucapan baku (pada bahasa lisan) (Sampai saat ini bahasa Indonesia belum memiliki lafal baku)2. Memakai ejaan resmi ( Sekarang Ejaan Yang Disempurnakan, EYD)3. Terbatasnya unsur daerah, baik leksikal maupun gramatikal.Berikut ini disajikan beberapa contoh kesalahan pemakaian bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Tidak Baku Bahasa Indonesia baku 1. Mobilnya orang itu mewah 1. Mobil orang itu mewah. 2. Asmah benci sama tendy 2. Asmah benci kepada tendy 3. Fitri pandai sendiri di kelasnya 3. Fitri paling pandai di kelasnya 4. Mahmudah tidak tahu kalau hari ini 4. Mahmudah tidak tahu bahwa hari ini ada ada ujian. ujian. 5. Dina datang sendirian tadi pagi. 5. Dina datang seorang diri tadi pagi 6. Sepatunya kebesaran 6. Sepatunya terlalu besar.3. Kata Baku dan Tidak Baku Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  14. 14. 14 Untuk melengkapai uraian ini di bawah ini disajikan beberapa contoh kata baku dantidak baku 1. juang joang 2. lubang lobang 3. kantung kantong 4. ubah robah 5. sadar sedar 6. saksama seksama 7. cacat cacad 8. mantap mantab 9. ungkap ungkab 10. bejat bejad 11. sekadar sekedar 12. hakikat hakekat 13. nasihat nasehat 14. kempis kempes 15. ahli akhli 16. masjid mesjid 17. beduk bedug 18. gubuk gubug 19. gerobak gerobag 20. jajak jajag 21. aktif aktip – aktiv 22. aktivitas aktifitas – aktipitas 23. ekstrem ekstrim 24. hierarki hirarki – hirarkhi 25. insaf insap – insyaf 26. karier karir 27. khawatir hawatir 28. korps korp 29. metode metoda 30. manajemen menejemen – management Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  15. 15. 1531. analisis analisa32. sutera sutra33. nakhoda nakoda – nahkoda34. kualitas kwalitas35. kuitansi kwitansi36. jadwal jadual37. teknik tekhnik38. terampil trampil39. wakaf waqaf – wakap40. wasalam wassalam41. wujud ujud42. sistem sistim43. khotbah khutbah – hutbah44. prangko perangko45. baut baud46. semifinal semi final47. antarnegara antar negara48. mancanegara manca negara49. narasumber nara sumber50. faksimile feksimile – faximile51. November Nopember – Nofember52. zaman jaman53. ziarah jiarah54. salat shalat – sholat55. aerobik erobik56. akuntan akountan57. arkais arkhais58. geladi gladi59. kompleks komplek60. kurva kurve61. misi missi62. stasiun setasiun63. syahdu sahdu Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  16. 16. 1664. tata bahasa tatabahasa65. antre antri66. atlet atlit67. azimat jimat68. Februari Pebruari69. film filem70. frekuensi frekwensi71. Jumat Jum’at72. kabar khabar73. kanker kangker74. konkret kongkret75. lembap lembab76. paruh paro77. tenteram tentram78. adikuasa adi kuasa79. swasembada swa sembada80. narapidana nara pidana81. ekabahasa eka bahasa82. dwifungsi dwi fungsi83. dwiwarna dwi warna84. trilomba tri lomba85. trilogi tri logi86. tridarma tri darma87. caturwulan catur wulan88. pancasila panca sila89. pancakrida panca krida90. saptamarga sapta marga91. dasasila dasa sila92. dasawarsa dasa warsa93. dasadarma dasa darma94. apotek apotik95. fakta pakta96. pihak fihak Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  17. 17. 17 97. praktik praktek 98. ambulans ambulan 99. negeri negri 100.menteri mentri Anda ingin mengukur kemampuan Anda dalam menggunakan huruf kapital dan kata baku? Bacalah teks berikut dan cermati kesalahan-kesalahan penulisannya! Sebagai Kepala Sekolah disalah satu Sekolah Menengah UmumNegri di kota Bogor, kota yang punya julukan kota hujan, UdaySudarna S.PD ahir-ahir ini sedang risau. Orang tuanya, yangbekerja disalah satu Direktorat Jenderal yang ada di DepartmenPendidikkan Nasional, memintanya untuk mendaptarkan dirimenjadi Caleg dari partai tertentu dinegri ini. Semua anggautakeluarga, seperti Ibu, Adik, Kaka, sodara, dan mertuanyapunmenghendaki hal itu. Tentu saja, hal itu sangat merepotkan KepalaSekolah yang senang makan rambutan Aceh dan seringmengkonsumsi garam Inggris ini. Tandai kesalahan-kesalahan yang terdapat pada teks di atas! Anda sudah menandainya? Ok…! Perbaiki dan tulis kembali teks di atas! Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  18. 18. 18--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  19. 19. 19 6 KALIMAT EFEKTIF1. Pengertian Kalimat atau bentuk kalimat yang dengan sadar atau sengaja disusun untukmencapai daya informasi yang tepat dan baik; yang susunan kalimatnya didukung olehkesepadanan, kepararelan, ketegasan, kehematan, dan kevariasina (Farera, 1991: 42) Kalimat Efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkankembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang adadalam pikiran pembicara atau penulis (Arifin dan Tassai, 1991: 111) Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasanpemakainyasecara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (Depdiknas, 2000: 81) Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki syarat-syarat:a. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.b. Sanggup penimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis (Keraf, 1991: 36).2. Ciri-ciri Kalimat Efektif1. Kesepadanan Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasayang dipakai.Kesepadanan kalimat memiliki cirri: a. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat yang jelas. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindaripemakaian kata depan di, dalam, bagi, untuk, pada, dan sebagainya di depan subjek.Contoh:(1) Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (salah) Ket. P O Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  20. 20. 20Pemakaian kata bagi di awal kalimat tidak tepat. Hal itu menyebabkan kalimat di atas tidakmemiliki subjek (S). Kalimat itu seharusnya:Semua mahasiswa perguruan tinngi ini harus membayar uang kuliah. (benar) S P O(2) Kepada hadirin yang masih ada di luar harap memasuki ruangan sebelah kanan. Ket. P OSeperti halnya kalimat pertama, pemakaian kata kepada pada awal kalimat tidak tepat.Penulisan kalimat itu seharusnya:Hadirin yang masih ada di luar harap memasuki ruangan sebelah kanan. S P Ob. Tidak mempunyai subjek yang gandaContoh:(1) Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh teman saya. S S P OSeharusnya(1) Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh teman saya Ket S P O Bagaimana dengan kalimat berikut :a. Akibat banjir semalam membobolkan tanggul yang panjangnya 200 meter itu.b. Menurut wartawan kamii di Baghdad mengabarkan bahwa Saddam Husen masih hidup sampai saat ini.c. Di sepanjang jalan Pajajaran bermandikan cahaya lampu hias.d. Berdasarkan hasil rapat itu menjelaskan bahwa teroris merupakan musuh bersama.a. …………………………………………………………………………………………….b. …………………………………………………………………………………………….c. ……………………………………………………………………………………………d. ……………………………………………………………………………………………. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  21. 21. 21c. Kata penghubung sehingga tidak dipakai pada kalimat tunggal(1) Dia tidak pernah memperhatikan diriku. Sehingga aku lari dari pangkuannya.(2) Kami datang agak terlambat. Sehinnga kami tidak dapat mengikuti perkuliahan itu. Seharusnya(1) Dia tidak pernah memperhatikan diriku sehingga aku lari dari pangkuannya.(2) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikui perkuliahan itu.d. Predikat kalimat tidak didahuli oleh kata yangContoh:Rumah saya yang terletak di depan gelanggang olahraga. S P Ket.Kalimat itu seharusnya ditulis:Rumah saya terletak di depan gelanggang olahraga S P Ket.2. Kepararelan/kesejajaran Kepararelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam suatu kalimat.Artinya bila bentuk pertama menggunakan nomina (kata benda), bentuk kedua danseterusnya harus pula menggunakan nomina. Begitu pula bila bentuk pertama verba (katakerja), bentuk kedua dan seterusnya pun harus berbentuk verba.Contoh:(1) Harga minyak minyak tanah dibekukan atau naik secara luwes.(2) Cara pengobatan dan menyembuhkan penyakit itu belum ditemukan sampai saat ini.Kalimat yang benar(1) Harga minyak tanah dibekukan atau dinaikkan secara luwes. di------kan di------kan Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  22. 22. 22(2) Cara pengobatan dan penyembuhan penyakit itu belum ditemukan sampai saat ini. pe---------an pe-----------an Bagaimana dengan kalimat berikut:a. Perasaan ingin mengasihi dan sayang selalu melekat pada hati gadis lugu itu.b. Pusat pendidikan dan latihan itu tiba-tiba menjadi momok yang menakutkan.c. Agar peristiwa itu tidak terulang lagi, pemerintah harus memikirkan cara pencegaha dan menanggulangi bencana banjir yang selalui menghantui masyarakat.d. Kita harus menghargai persamaan dan beda pendapat di antara kita.Penulisan yang benar:a. ……………………………………………………………………………………………b. ……………………………………………………………………………………………c. ……………………………………………………………………………………………d. ……………………………………………………………………………………………3. Ketegasan/penekanan Yang dimaksud dengan ketegsan adalah perlakuan penonjolan pada ide pokokkalimat. Ada beberapa cara untuk membentuk penekanan ide pokok dalam kalimat:a. Meletakkan ide pokok yang ditonjolkan itu di depan/di awal kalimat:Contoh:(1) Harapan presiden agar masyarakat Indonesia membaca satu jam dalam sehari. Penekanannya pada harapan presiden.(2) Pemuda itu diminta menikahi gadis malang itu sekarang juga. Penekanannya pada pemuda itu.b. Membuat urutan kata yang logis.Contoh:(1) Bukan seribu, sejuta, atau seratus, melainkan berjuta-juta rupiah ia membantu anak yatim dan anak telantar.(2) Jangankan berdua atau sendiri, bertiga pun dia tidak pernah berani menghadapi orang itu.Penulisan yang benar: Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  23. 23. 23(1) Bukan seratus, seribu,atau sejuta, melainkan berjuta-juta rupiah ia membantu anak yatim dan anak telantar.(2) Jangankan sendiri atau berdua, bertiga pun dia tidak pernah berani menghadapi orang itu.c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).Contoh:(1) Saya suka akan kecantikannya. Saya suka akan keramahannya.(2) Gadis itu sangat sopan dan santun terhadap lelaki. Gadis itu tidak pernah mengecewakan lelaki mana pun.Kalimat kedua merupakan kalimat penegasan.d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.Contoh:(1) Mahasiswa itu tidak malas dan sombong, tetapi rajin dan baik sekali.(2) Orang itu bukan pencuri, melainkan polisi.e. Mempergunakan partikel –lah sebagai penekanan atau penegasan.Contoh:(1) Saudaralah yang bertanggung jawab dalam peristiwa itu.(2) Andalah yang menjalankan tugas ini.4. Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan di sini adalah hemat dalam menggunakan kata,frase, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harusmenghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Kriteria yang harusdiperhatikan adalah:a. Penghematan dapat dilakukan dengan menghilangkan subjek. Contoh: Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. Kalimat di atas dapat ditulis: Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  24. 24. 24b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata. Contoh: Ia memakai baju warna merah. Pemakaian kata warna tidak perlu lagi karena merah merupakan warna.c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat Contoh: Kata naik bersinonim dengan ke atas. Kata turun bersinonim dengan ke bawah Bagaimana dengan kalimat berikut: (1) Orang itu selamat dari bencana banjir bandang karena naik ke atas pohon. (2) Setelah serigala itu lelah, petani itu turun ke bawah dan berlari ke rumahnya. Penulisan yang benar: (1) ............................................................................................................................ (2) ............................................................................................................................ d. Tidak menjamakkan kata-kata yang sudah bermakna jamak. Perhatikan kalimat berikut: (1) Banyak para koruptor yang belum terjamah oleh hukum. (2) Para ibu-ibu di tempat kami selalu salat berjamaah di masjid. (3) Banyak rumah-rumah yang tergenang oleh air akibat tanggul itu jebol. Pada kalimat (1) pemakaian kata para tidak tepat karena para artinya banyak. Kalimat yang benar: Banyak koruptor yang belum terjamah oleh hukum. Demikian juga pemakaian kata para pada kalimat (2) yang artinya sama dengan banyak. Bentuk ibu-ibu maknanya juga banyak. Oleh karena itu, pada kalimat (2) kita bisa memilih salah satunya; para atau ibu-ibu. Jadi, penulisan yang benar seperti pada contoh a dan b berikut: a. Para ibu di tempat kami selalu salat berjamaah di masjid b. Ibu-ibu di tempat kami selalu salat berjamaah di masjid. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  25. 25. 25 Kalimat (3) pun memiliki kesalahan yang sama seperti kalimat (1) dan (2). Pada kalimat (3) pemakaian kata rumah tidak perlu diulang karena rumah-rumah sudah bermakna jamak (banyak rumah). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah: Banyak rumah yang tergenang oleh air akibat tanggul itu jebol.5. Kecermatan Yang dimaksud dengan kecermatan dalam kalimat adalah bahwa kalimat itu tidakmenimbulkan tafsiran ganda atau ambiguitas (multi interpretasi).Perhatikan kalimat berikut:Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu memperoleh penghargaan dari menteri.Kalimat di atas sepertinya tidak memiliki kesalahan, tetapi cobalah cermati maknanya. Bilakita perhatikan, akan muncul pertanyaan, ‘siapa yang terkenal,’ mahasiswa ataupergurunan tinggi?Kalimat (1) di atas masih belum efektif karena masih memiliki makna yang ganda. Agarkalimat (1) menjadi benar, penulisannya seperti berukut:a. Mahasiswa yang terkenal di perguruan tinggi itu memperoleh penghargaan dari menteri. ( yang terkenal mahsiswa).b. Mahasiswa di perguruan tinggi yang terkenal itu memperoleh penghargaan dari menteri. (yang terkenal perguruan tingginya).c. Mahasiswa perguruan tinggi—yang terkenal itu memperoleh hadiah dari menteri. (yang terkenal perguruan tinngi).Contoh lain:Tahun ini SPP mahasiswa baru dinaikkan.Kata baru di atas menerangkan kata mahasiswa atau kata dinaikkan?a) Jika menerangkan mahasiswa, tanda hubung dapat digunakan untuk menghindari salah tafsir. Tahun ini SPP mahasiswa-baru dinaikkan.b) Jika kata baru menerangkan kata dinaikkan, kalimat itu dapat diubah menjadi: SPP mahasiswa tahun ini baru dinaikkan. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  26. 26. 26 Bagaimana dengan kalimat berikut:(1) Isteri lurah yang baru itu meninggal dunia.(2) Rumah artis yang mahal itu akan dijual.(3) Mobil Pak Camat yang baru itu ada di bengkel.(4) Mereka mengambil botol bir dari dapur yang menurut pemeriksaan laboratorium baerisi cairan racun. (Botol bir atau dapur yang berisi cairan racun?) Coba Anda perbaiki!(1) …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………(2) …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………(3) …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………(4) …………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………..6. Kepaduan Yang dimaksud kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat sehinggainformasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.Contoh:(1) Surat itu saya sudah baca.(2) Saran yang disampaikannya kami akan pertimbangkan.Agar kalimat itu padu, susunannya seperti berikut:(1) Surat itu sudah saya abaca.(2) Saran yang disampaikannya akan kami pertimbangkan. Bagaimana dengan kalimat berikut:(3) Seandainya dia tidak mengaku, saya akan tanyakan hal itu pada orang tuanya. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  27. 27. 27(4) Kalau ia memintanya, saya akan berikan uang itu.(5) Apakah Bapak akan kabulkan permintaan saya ini?(6) Saudara saya akan nikahkan dengan putri saya. Sekarang coba Anda perbaiki!(3) …………………………………………………………………………………………..(4) …………………………………………………………………………………………..(5) …………………………………………………………………………………………..(6) …………………………………………………………………………………………..7. Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan adalah ide kalimat dapat diterima oleh akal sehatdan sesuai dengan ejaan yang berlaku. Anda merasa tertantang untuk menguji kemampuan Anda dalam pemakaian kalimat efektif? Inilah tantangan untuk Anda.Cermati dan perbaiki kesalahan kalimat berikut:1. Dari peristiwa itu perlu mendapat perhatian dari berbagai fihak, sehingga pada masa datang tidak seorangpun menuntut ganti rugi.2. Tujuan penyusunan buku pelajaran itu adalah membantu masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan. Sehingga karenanya mendapat kesempatan membaca menulis.3. Dalam upacara pembukaan seminar itu, yang pertama kali diadakan di kota Bogor dihadiri para pejabat-pejabat negaradan tokoh-tokoh masyarakat.4. Pertanyaan saya yang ketiga kalinya, disebabkan karena kebimbangan saya terhadap pemakaian kata nalar.5. Indikator pemahaman materi keterampilan yaitu mampu melakukan tugas dan latihan yang diberikan oleh penyaji.6. Jumlah dokter amat terbatas dibanding jumlah penduduk, tidak semua warga masyarakat termasuk di desa mendapat pelayanan medis.1. …………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  28. 28. 282. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………3. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………4. ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………5. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………6. …………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7 PARAGRAF1. Pengertian Bagian dari karangan atau tuturan yang terdiri dari sejumlah kalimat yangmengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya.2. Fungsi1. Penampung pragmen pikiran atau ide pokok.2. Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran pengarang.3. Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis.4. Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami jalan pikiran pengarang5. Alat penyampai pragmen pikiran atau ide pokok pengarang kepada pembaca.6. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai7. Dalam rangka keseluruhan karangan paragraph berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup.3. Unsur-unsur1) Transisi Transisi adalah sebuah pengantar dalam paragraf sebelum sampai pada kalimat topok. Transisi dapat berbentuk kata, frase, dan kalimat.2) Kalimat topik/kalimat utama. Kalimat topik atau kalimat utama adalah kalimat yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat yang lain (kalimat penjelas). Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  29. 29. 293) Kalimat penjelas/kalimat pengembang. Kalimat pengembang atau kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan kalimat utama atau kalimat topik.4) Kalimat penegas Kalimat penegas adalah kalimat yang berfungsi menegaskan kembali informasi atau gagasan yang telah dikemukakan oleh kalimat utama. Perhatikan contoh berikut: (1) Hesti dan Heni sama-sama menata rias wajah dengan lengkap. (2) Perbedaannya terletak pada cara mereka merias wajah. (3) Hesti, memoles wajah hanya dengan kuas kecil yang sudah tersedia pada kemasan perona mata, tanpa membentuk dan merapikannya dengan kuas khusus sehingga hasilnya tidak begitu rapi. (4) Demikian juga pada bagian lainnya, seperti pipi dan bibir. (5) Sedangkal Heni, memoles bagian-bagian wajah dengan kuas khusus. (6) Tampak tata rias wajahnya lebih rapi dan sempurna. (7) Memang, tata cara merias yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda pula. Unsur-unsur paragraf di atas adalah: Kalimat (1) : transisi, berupa kalimat (2) : kalimat topik (3), (4), (5), dan (6) : kalimat penjelas (kalimat pengembang) (7) : kalimat penegas4. Syarat-syarat paragraf.1) Memiliki keutuhan (unity) Keutuhan artinya paragraf hanya memiliki satu kalimat utama atau kalimat topikdan kalimat-kalimat penjelasnya mengacu pada kalimat topik tersebut. Jadi paragraf yangutuh apabila kalimat-kalimatnya mengacu pada pada satu topik. Tidak ada kalimat-kalimatyang menyimpang dari topik.Contoh: (1) Banjir yang besar menyebabkan puluhan rumah hancur dan merugikan parapetani. (2) Mereka sekarang sudah tidak tahu lagi harus tinggal di mana. (3) Pekerjaan Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  30. 30. 30pun tidak ada karena seluruh lahan yang akan dipanen ikut tergenang air. (4) Kinitinggalah petani-petani itu meratapi nasibnya yang malang, tinggal di tenda-tenda, danjauh dari sanak keluarga. (5) Tak ada lagi harta benda, makan pun seadanya, dan danberbagai penyakit mulai menjangkitinya. (6) Sungguh sangat memilukan.2) Memiliki koherensi (coherence) Koherensi artinya kepaduan maknawi antara kalimat yang satu dengan kalimatyang lain.Contoh:(3) Penangkapan preman oleh aparat kepolisisn disambut gembira oleh masyarakat. (2)Masyarakat tidak perlu takut jika bepergian di malam hari. (3) Para sopir dan kondekturpun tidak lagi merasa takut diperas oleh preman. (4) Tindak kriminal pun yangsebelumnya meningkat kini menurun tajam. (5) Keadaan yang aman dan damai sekarangini sungguh sangat dirasakan oleh masyarakat. (6) Jadi, adanya upaya pemerintah dalammembasmi tindakan preman disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Coba Anda bandingkan! (1) Saya suka warna merah. (2) Apel yang merah itu rasanya manis sekali. (3)Mobil yang bertabrakan di Jalan Raya Bogor itu pun warnanya merah. (4) Kemarin temankuliahku membeli mobil merah yang sangat disukainya. (5) Memang naik mobil warnamerah lebih enak dibandingkan mobil warna lainnya.Koherensikah paragraf tersebut?Mengapa?----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------5. Paragraf berdasarkan letak kalimat utama1. Paragraf deduktif. Paragraf yang kalimat utamanya ada di awal paragraf Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  31. 31. 31Contoh: (1) Banjir yang besar menyebabkan puluhan rumah hancur dan merugikan parapetani. (2) Mereka sekarang sudah tidak tahu lagi harus tinggal di mana. (3) Pekerjaanpun tidak ada karena seluruh lahan yang akan dipanen ikut tergenang air. (4) Kinitinggalah petani-petani itu meratapi nasibnya yang malang, tinggal di tenda-tenda, danjauh dari sanak keluarga. (5) Tak ada lagi harta benda, makan pun seadanya, dan danberbagai penyakit mulai menjangkitinya. (6) Sungguh sangat memilukan.2. Paragraf induktif Paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragrafContoh: (1) Masyarakat pedesaan di wilayah Bogor dapat melakukan pekerjaan sehari-hari di malam hari. (2) Mereka sekarang sudah dapat menikmati aliran listrik di tiap-tiaprumah. (3) Tidak saja itu, segala jenis alat elektronika pun sudah menggunakan listrik,mulai dari radio sampai televisi. (4) Itu semua akibat manfaat listrik masuk desa. (1) TVRI memiliki paket informasi yang dikemas dalam Berita Pagi, Berita Petang,dan Dunia dalam Berita. (2) RCTI memiliki paket Nuansa Pagi, Buletin Siang, danSeputar Indonesia. (3) SCTV memiliki paket yang hampir sama dengan RCTI, hanya sajaSCTV memiliki Paket Liputan Enam. (4) TPI mempunyai Selamat Pagi Indonesia. (5)Anteve menyiarkan Laporan Pagi. (6) Stasiun-stasiun televisi yang baru pun, sepertiMetro TV, Trans TV, danTV 7 juga memiliki beragam acara yang bernuansa informasi.(7) Pada dasarnya semua stasiun televisi mempunyai paket informasi untuk disiarkankepada pemirsa.3. Paragraf Campuran Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraf.Contoh: (1) Kesimpulannya, keluarga kami senang membaca bacaan yang berbeda-beda.(2) Ayah membaca buku politik dan ekonomi. (3) Ibu senang membaca majalah, koran, Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  32. 32. 32dan bacaan-bacaan tentang kewanitaan. (4) Kakak menyukai cerpen, komik, dan cerita-cerita silat. (5) Saya sendiri menyukai buku-buku pendidikan. (6) Dengan demikian, jelasbahwa bacaan keluarga kami memang berbeda-beda. (1) Penangkapan preman oleh aparat kepolisisn disambut gembira olehmasyarakat. (2) Masyarakat tidak perlu takut jika bepergian di malam hari. (3) Parasopir dan kondektur pun tidak lagi merasa takut diperas oleh preman. (4) Tindak kriminalpun yang sebelumnya meningkat kini menurun tajam. (5) Keadaan yang aman dan damaisekarang ini sungguh sangat dirasakan oleh masyarakat. (6) Jadi, adanya upayapemerintah dalam membasmi tindakan preman disambut baik oleh seluruh lapisanmasyarakat.4. Paragraf deskriptif/paragrap/naratif Paragraf yang kalimat utamanya dinyatakan secara implisit (tidak terlihat di dalamteks). Kalimat utama pada paragraph ini biasanya diserahkan kepada pembaca.Contoh: (1) Kulihat wajah gadis itu merah padam. (2) Matanya bersinar tajam sambilmemandang orang di sekelilingnya. (3) Seakan baru saja ia mengalami sesuatu. (4)Berulang-ulang ia menyembunyikan raut wajahnya yang kelihatan pucat. (5) Tetapi orangdi sebelahnya tidak mengacuhkannya. (6) Sungguh kasihan gadis itu.Apa kalimat utama paragrap di atas?---------------------------------------------------------------Bagaimana cara Anda mendapatkan kalimat utamaitu?-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Disamping keempat paragraf di atas, sebenarnya masih ada jenis paragraf lainseperti:1. Paragraf penderetan2. Paragraf perbandingan Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  33. 33. 333. Paragraf contoh-contoh4. Paragraf sebab-akibat5. Paragraf definisi6. Paragraf perulangan7. Paragraf pertanyaan Apakah Anda mahasiswa yang menyukai tantangan!........... Baik, inilah tantangan berikutnya untuk Anda. Carilah pengertian dan contoh ketujuh pargraf di atas! Selamat bekerja! Kata orang bijak: Seorang mahasiswa yang ulet, dia tidak akan pernah berhenti untuk mencari tantangan. Anda mahasiswa seperti itu? Buktikan! Bacalah paragraf di bawah ini! (1) Maraknya pornografi dan pornoaksi membuat resah masyarakat. (2)Pornografi dan pornoaksi oleh sebagian orang dianggap sebagai seni atau kebebasanberekspresi. (3) Mereka juga beranggapan tidak realistis mengaitkan seni dengan nilai-nilai agama. (4) Dengan penuh keyakinan mereka membela mati-matian orang yangmempertontonkan erotisme dan yang mengkritiknya dianggap iri dan takut tersaingi. (5)Sungguh terbalik wajah dunia ini. (6) Kebatilan mereka dukung, sementara kabaikandianggap kelompok awam yang tak berseni dan tak berbudaya. (7) Kita bertanya, siapasesungguhnya yang tak berseni dan tak berbudaya. (8) Dengan demikian, pengaburannilai-nilai agama dan moral dalam menilai dan memandang sesuatu merupakan tujuanpaham kapitalis sekuler, produk orang-orang kafir.Jawablah soal-soal berikut! Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  34. 34. 341. Jelaskan unsur-unsur paragraf di atas! ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Dilihat dari letak kalimat utamanya, apa nama paragraf di atas? ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------------------------------------------------------------4. Jelaskan penanda koherensi paragraf di atas! ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  35. 35. 35 8 BENTUK KARANGAN Berdasarkan bentuk dan tujuan berkomunikasi karangan dapat digolongkan menjadi:1. Karangan deskriptif2. Karangan eksposisi3. Karangan argumentasi4. Karangan persuasi5. Karangan narasi1. Karangan Deskripsi Karangan deskripsi merupakan jenis karangan yang isinya bertujuan membentuksuatu citra tentang suatu hal pada diri pembaca atau suatu rangkaian tutur yang isinyamelukiskan sesuatu agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sesuatu yangdilukiskan itu. Sasaran karangan ini adalah aspek emosional. Hanya dengan aspekemosional seseorang dapat membentuk citra tentang sesuatu. Ciri khas karangan iniditandai dengan pemakaian kata yang bersifat deskriptif, seperti rambutnya ikal,hidungnya mancung, matanya biru. Contoh: Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  36. 36. 36 Setelah mendapat isyarat dari ketua rombongan, kami bergerak meninggalkanHotel Ayong, Linggarjati, berjalan kaki menuju sebuah rumah di belakang hotel. Rumahyang masih tampak baru itu dibangun persis di antara hotel dan sungai. Pemandangan yangamat indah mengitarinya. Di sebelah kiri rumah, seberang sungai, tampak sawah yangbertingkat-tingkat berbatasan dengan bukit-bukit yang rimbun. Di depanya, setelahhalaman yang ditata apik, tampak sawah ladang yang luas sampai Kota Cirebon,sedangkan di belakang rumah tampak menjulang tinggi Gunung Cerme yang seolah-olahmenjaga rumah yang cukup dan mewah itu. Di teras rumah sudah tersedia nasi panas dan ayam goreng, terdapat juga sambaldan lalapan. Yang lebih istimewa lagi, ada ikan bakar yang masih mengepulkan asap.Panas dan gurih aromanya. Terpaan angin gunung yang dingin dan gurihnya ikan bakarmembuat kami semakin lapar dan selera makan kami meningkat tajam. Karena itu, setelahdipersilakan, oleh tuan rumah, kami tak malu-malu menyantap semua hidangan denganlahap. Enak, gurih, dan pedas kami rasakan sampai benar-benar kenyang.2. Karangan Eksposisi Karangan eksposisi adalah karangan yang isinya menerangkan atau memaparkansuatu hal atau pokok pikiran kepada para pembaca agar yang bersangkutan memahaminya.Pokok-pokok pikiran yang ada dalam karangan itu dijelaskan dengan cara menyampaikanuraian atau bagian-bagian detailnya. Tujuan yang ingin dicapai oleh karangan ini adalahtercapainya tingkat pemahaman akan sesuatu yang diuraikan dalam isi karangan. Olehkarena itu, agar pembaca lebih jelas karangan eksposisi ini dilengkapi dengan ilustrasi,contoh, perbandingan, dan hal-hal lain yang mendukung uraian itu. Orientasi pokokkarangan ini adalah materi bukan tokoh. Makna lain yang terkandung dalam karangan eksposisi adalah karangan yangmenerangkan proses atau prosedur melakukan suatu aktivitas.Oleh karena itu, karanganeksposisi juga dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana. Dalam hal inikalimat yang digunakan biasanya berupa kalimat perintah yang disertai dengan kalimatdeklaratif. Melalui uraian di atas penulis berkesimpulan bahwa makna karangan eksposisiseperti yang dikemukakan oleh Rotterberg dan Salmon mencakup dua hal:a. Karangan eksposisi merupakan karangan yang berusaha memberikan pemaparan sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai suatu persoalan.b. Karangan eksposisi dapat juga bermakana uraian-uraian yang berhubungan untuk menjawab pertanyaan bagaimana. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  37. 37. 373. Karangan Argumentasi. Karangan argumentasi adalah jenis karangan yang isinya berusaha mempengaruhipembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yangdidasarkan pertimbangan logis, maupun pertimbangan emosional. Kalimat-kalimat disusunsedemikian rupa sehingga beberapa kalimat berfungsi sebagai bukti-bukti yangmendukung kalimat lain yang terdapat dalam perangkat itu. Sebuah karangan dikategorikan argumentssi bila mengangkat isu atau persoalanyang kontroversial. Dalam kaitan isu itu, penulis berusaha menjelaskan alasan-alasan yanglogis dan realistis untuk meyakinkan pembacanya/pendengarnya.4. Karangan Persuasi. Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan untuk mempengaruhimitra tutur untuk melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penuturnya.. Ada kalanyakarangan persuasi ini sering menggunakan alasan yang tidak rasional, terutama dalamiklan.5. Karangan Narasi. Karangan narasi merupkakan rangkaian tuturan yang menceritakan ataumenyajikan suatu hal atau kejadian melalui penonjolan pelaku. Oleh sebab itu, karangannarasi sering juga disebut karangan cerita. Kekuatan karangan ini terletak pada urutancerita berdasarkan waktu dan cara-cara bercerita yang diatur melalui alur (plot). Unsurpelaku atau tokoh merupakan pokok yang dibicarakan, sedangkan unsur peristiwamerupakan hal-hal yang dialami oleh sang tokoh. Sasaran karangan narasi umumnya ditujukan pada aspek emosi. Aspek intelektualtidak banyak digunakan dalam karangan ini. Jadi, dengan narasi diharapkan penerimadapat membentuk citra atau imajinasi. Untuk memudahkan pembaca, di bawah ini penulis sajikan ciri-ciri umum karangandeskripsi, eksposisi, argumentasi, dan narasi. Ciri-ciri tersebut disajikan dalam bentuktabel. N O KARANGAN CIRI – CIRI 1. Ditujukan kepada mitra tutur (pendengar/pembaca) Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  38. 38. 38 agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang suatu hal. 2. Pembaca/pendengar seolah-olah melihat, merasakan, dan terlibat langsung dalam peristiwa yang Deskripsi dilukiskan.1. 3. Sasarannya adalah aspek emosi. 4. Tidak bersifat evaluatif. 1. Bertujuan menerangkan suatu hal. 2. Dapat berisi konsep-konsep atau logika yang harus diikuti. 3. Biasanya dilengkapi dengan contoh-contoh, analogi,2. Eksposisi kesimpulan, serta dalil-dalil untuk menambah pengetahuan. 4. Sasarannya adalah aspek intelektual karena untuk mehaminya memerlukan proses berpikir yang cermat. 1. Biasanya berangkat dari adanya isu yang sifatnya kontroversi antara penulis/pembicara dan pembaca/pendengar. 2. Berusaha menjelaskan alasan-alasan yang logis agar orang lain percaya.3. Argumentasi 3. Biasanya disajikan untuk membandingkan permasalahan lain yang bertentangan. 4. Topik diangkat umumnya mempunyai nilai. 5. Sasarannya adalah aspek intelektual. Dalam hal ini pembaca diajak berpikir dan memutuskan untuk menilai suatu persoalan yang diyakininya benar. 1. Bersifat mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang dimaksud oleh pembicara/penulis4. Persuasi 2. Bukti yang disajikan lebih menyerang agar orang lain percaya dan akhirnya mengikutinya. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  39. 39. 39 3. Sasarannya adalah aspek emosi dan pikiran. 1. Bersifat menceritakan 2. Unsur yang dipentingkan adalah waktu, pelaku, dan 5. Narasi peristiwa. 3. Sasarannya adalah aspek emosi (menggerakan emosi mitra tutur) Orang yang haus ilmu adalah orang yang selalu ingin menguji seberapa besar pengetahuan yang ia kuasai. Anda orang yang seperti itu? Uji kemampuan Anda sekarang juga! Perhatikan contoh-contoh karangan di bawah ini!1. Baca dan cermati karangan berukut! Siang itu, hujan deras mengguyur Kota Bogor. Tak ayal lagi, Ari membelokkanlegenda-nya ke salah satu warung kopi yang sering ia lalui tatkala pulang kuliah. Kilatancahaya dan derasnya angin, membuat putra sulung Pak Jupri itu tak kuasa meneruskanperjalanan. Baru saja beberapa saat ia duduk di atas motor, air sudah menggenangidaerah sekitar warung. Sambil menghisap sepotong cerutu yang terselip di sakunya, Arimembayangkan betapa enaknya seandainya ia memiliki mobil. Perjalanannya tak harusterhenti seperti ini. Lamunannya menjadi pudar, tatkala seorang gadis yang basah kuyupmengahampirinya. Mulanya ia kaget. Namun, karena gadis itu salah satu temankuliahnya, pemuda yang rajin salat itu pun buru-buru turun dari atas motornya. Gadis itubernama Lastri yang tadi pagi ia kirimi surat dan belum membalasnya.Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:1. Apa jenis karangan di atas? ………………………………………………………………2. Berikan alasan Anda! ……………………………………………………………………. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  40. 40. 40 …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………2. Baca dan cermati karangan berukut! Kalau kita inventarisasi setiap isu yang dilontarkan mahasiswa, hampir semuaselalu berorientasi ke atas. Selalu mencoba menyoroti masalah-amasalah puncakkenegaraan. Amat sedikit kita menemui isu yang dilontarkan itu benar-benar diangkatdari realitas sebagian besar rakyat kita yang ada di pedesaan. Realitas Pak Kromo digubuk di Boyolali sana, itulah realitas masyarakat kita. Banyak manusia yang miskin dankekurangan gizi.…. Kalau setiap gerakan yang menjadi dasar dari cara kita mengungkapkan sesuatuketidakbecusan pihak lain, katakanlah penguasa, juga tidak becus, apa kita masihbermimpi bahwa gerakan kita akan berhasil? Saya masih cenderung untuk mengatakanbahwa kebanyakan dari gerakan mahasiswa yang ada hingga saat ini hanya dilandasioleh sikap-sikap emosional belaka, yang oleh karenanya menjadi tidak menyentuhpersoalan. Gerakan semacam ini bukan tidak baik, bahkan dalam banyak hal gerakan inisudah cukup efektif daripada tidak sama sekali. Apakah kita tidak mampu mengangkat danmerumuskan aspirasi yang sebenarnya dari Pak Kromo di Boyolali sana. Apakah kitaharus puas kalau kita sudah bisa berteriak, sebarkan isu, dan buat statement, lalu ramai-ramai mempersembahkannya ke DPR sana? Hal-hal berikut ini, kemiskinan, kekurangangizi, mahalnya biaya pendidikan, serta pengangguran di level ‘akar rumput’ kurangmendapat perhatian. Inilah sesungguhnya masalah rakyat. Sebagai kelompok elite dalam masyarakat, mahasiswa bukan saja dituntut cumauntuk teriak belaka, tetapi juga dituntut untuk siap dengan permasalahan dan mampumembangun tatanan baru. Sikap yang hanya bisa berteriak justru akan melahirkanpahlawan cengeng. Dan kita tidak suka itu. Seorang sarjana Amerika, Huntington pernahberkata bahwa salah satu kelemahan dari gerakan-gerakan mahasiswa di Indonesiaadalah kecenderungan mereka untuk melakukan revolusi perkotaan. Gerakan yang tak Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  41. 41. 41pernah nyambung dengan aspirasi rakyat di pedesaan. ( Hotman M. Siahaan, “GerakanMahasiswa Sekadar Revolusi Perkotaan? Arena, Desember)Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:1. Apa jenis karangan di atas? ………………………………………………………………2. Berikan alasan Anda! ……………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………3. Baca dan cermati karangan berikut! Jalan dari padang ke Kalumbuk Pauh IX berkelok-kelok. Melewati sawah yangsubur dan kincir air. Lalu membelok melalui jalan setapak. Sampailah ke sebuah rumahyang terbuat dari dinding pelupuh (bambu yang diketok), asal menempel pada tiang yanglapuk. Rumah panggung yang amat sederhana. Angin dengan leluasa menerpa rumahyang berukuran 7x6 meter ini, karena pelupuhnya berlubang. Juga atapnya dari daunpinang dan ilalang, berlubang pula. Kalau duduk di lantai kayu pinang, langit yang tinggiakan kelihatan, jika hujan turun, air pun tercurah dengan leluasa. Inilah rumah Thaher,yang dihunu oleh tujuh orang Rumah ini tidak jauh bedanya dengan kandang…sapi. Seorang anak perempuan turun dari rumah panggung inidengan meraba-raba. Ah,lantai panggung ini memang tidak rapat, karena ketiadaan uang. Si gadis harus memasak,kerja rutin, yang menjadi kewajibannya. Dapurnya hanya di sudut rumah, persis di bawahtiang penyangganya dengan dinding ilalang yang tidak rata. Hanya ada sebuah panciuntuk memasak nasi dan sebuah wajan penggoreng. Itu saja kekayaan dapurnya karenayang dimasak pu tidak ada dan Usnidar, si gadis, bekerja dengan tekun bekerja dalamkegelapan, tanpa mengeluh, dan tanpa banyak bicara.…(Titie Said, ”Keempat AnaknyaHidup dalam Kegelapan,” Kartini, No. 127).Setelah Anda membaca karangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:1. Apa jenis karangan di atas? ……………………………………………………………… Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  42. 42. 422. Berikan alasan Anda! ……………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. Apa sih, ciri orang yang haus ilmu itu? Salah satu cirri orang yang haus ilu itu, dia tidak akan pernah puas sebelum ia mencoba ilmunya Bukankah Anda sudah beroleh pengetahuan mengenai karangan? Mengapa Anda tidak mencoba untuk membuat karangan? Bukankah dengan berlatih Anda akan terampil?Supaya Anda terampil menulis macam-macam karangan, Anda harus memulai menulis sekarang juga. Caranya? Kerjakan soal-soal berikut, jangan ditunda!Buatlah sebuah karangan deskripsi!Petunjuk:Coba Anda deskripsikan keadaan kamar tidur Anda. Ungkapkan hal-hal yang ada didalamnya, sehingga pembaca seolah-oleh melihat sendiri kamar tidur Anda!….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  43. 43. 43……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  44. 44. 44……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Anda layak mendapat pujian karena Anda sudah menyelesaikan tugas dengan baik.Tetapi Anda jangan puas dulu, karena apa yang Anda buat belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan Anda Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  45. 45. 45Selanjutnya, cermati ilustrasi berikut:Ilustrasi (1) Akhir-akhir ini fornografi dan pornoaksi seolah-olah bukan hal yang tabu lagi.Dengan mudah kita menyaksikan kedua fenomena itu, baik di media elektronik maupunmedia cetak. Reaksi masyarakat pun berbeda-beda. Ada kalangan yang berpendapatbahwa kalau hanya memperlihatkan lutut dan dada itu adalah hal biasa dan merupakanbagian dari seni. Ada juga kalangan yang berpendapat bahwa pornografi dan pornoaksitetaplah porno dan seni adalah seni; keduanya tidak bisa disamakan dan dicampuradukan.Melihat fenomena seperti ini bagaimana pendapat Anda!Ilustrasi (2) Maraknya kasus-kasus pelecehan seksual terhadap wanita dewasa mulai mendapatsorotan dari berbagai pihak. Semua pihak sependapat bahwa pelecehan seksual ituperbuatan tidak terpuji dan harus dijauhi. Namun, berbicara mengenai siapa yang harusdisalahkan bila terjadi pelecehan seksual, semua pihak berbeda pendapat. Kaum wanitaselalu menyalahkan pria, karena prialah penyebab utama terjadinya pelecehan seksual.Kaum pria pun tak mau disalahkan. Mereka berpendapat bahwa wanitalah yang salah,sebab berpakaian seronok, ketat, dan mengundang birahi laki-laki yang melihatnya. Ituartinya, wanitalah yang memnacing pria untuk melakukan tindakan pelecehan seksual.Sesuai petunjuk Bang Napi bahwa, ”Kejahatan terjadi bukan karena hanya ada niatpelakunya, tetapi karena adanya kesempatan.” Setelah mencermati fenomena seperti inibagaimana pendapat Anda! Pilih salah satu ilustrasi di atas! Kemukakan pendapat Anda tentang persoalan (dari ilustrasi yang Anda pilih)dalam bentuk karangan argumentasi! Janagn lupa, beri judul karangan Anda itu!Ilustrai yang dipilih nomor: _______Judul karangan : __________________________________________________ __________________________________________________ Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  46. 46. 46Uraian:….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  47. 47. 47……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  48. 48. 48……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Kalau Anda sudah menyelesaikan tugas dengan baik, Anda layak mendapat acungan jempol KATA PENGANTAR Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia merupakan kumpulanmateri perkuliahan Bahasa Indonesia yang diberikan pada mahasiswa Semester ITingkat I Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Uraian materi yang terdapatdalam buku ini disusun secara sistematis, mulai dari pemakain huruf kapital,penulisan kata, kalimat, paragraf, sampai dengan penulisan karangan. Karena kedudukannya sebagai kumpulan materi perkuliahan, uraian-uraianmateri dalam Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia disusun dan didisainsedemikian rupa. Uraian materinya tidak disajikan dalam bentuk bab-bab, tetapidalam bentuk urutan, yakni urutan 1 s.d. 8. Uraian materi yang terdapat pada tiap-tiap bagain saling berkorelasi antara bagian yang satu dan bagian yang lainnya.Bagian 1 menjadi dasar penguasaan bagian 2, bagian 2 menjadi dasarpenguasaan bagian 3, dan begitu seterusnya. Satu hal yang berbeda dengan tulisan lainnya, uraian materi Materi PokokMata Kuliah Bahasa Indonesia ini selalu menyajikan pelatihan dan dilengkapidengan baris atau halaman khusus untuk mengerjakan pelatihan itu. Mahasiswatidak perlu lagi menyediakan lembaran-lembaran kertas untuk mengerjakanpelatihan. Hal ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran tidak lepas dari kontekspembelajaran, sehingga mahasiswa dapat belajar secara efektif. Pada bagian lain,petunjuk dan perintah-perintah pengerjaan pelatihan disusun dengan gaya bahasayang berbeda dari yang lainnya. Pemakaian gaya bahasa yang berbeda itudimaksudkan agar rangkaian kegiatan pemebelajaran terasa lebih akrab dankomunikatif. Kendatipun masih jauh dari sempurna, penyusun berharap tulisan ini dapatbermanfaat dalam meningkatkan kualitas pemakaian bahasa Indonesia Bogor, September 2008 Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
  49. 49. 49 Penyusun i DAFTAR ISIKATA PENGANTAR………………………………………………………………... iDAFTAR ISI….……………………………………………………………..………... ii1. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA 1. Kedudukan Bahasa Indonesia…………………………………………….……...1 2. Fungsi Bahasa Indonesia……………………………………………….....….….12. PEMAKAIN HURUF KAPITAL.....………………………………………..……3 1. Penulisan Nama Jabatan…………………………………………………….…...3 2. Nama Lembaga……………………………………………………………….….3 3. Nama Instansi……………………………………………………………………4 4. Penulisan Gabungan Kata yang Memakai Nama Negara dan Nama Geografis…4 5. Penulisan Nama Orang yang Digunakan sebagai Nama Satuan…………….…..53 BEBERAPA KESALAHAN UMUM DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA…………………………………………………………………….…6 1. Penulisan di dan ke……………………………………………………………...6 2. Penulisan pun……………………………………………………………………84. PEMENGGALAN KATA DASAR……………………………………..……….105. BAHASA INDONESIA STANDAR ATAU BAKU………………………...…13 1. Fungsi Bahasa Indonesia Standar atau Baku…………………………………..13 2. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Standar atau Baku…………………………………13 3. Kata Baku dan Tidak Baku…………………………………………………….146. KALIMAT EFEKTIF…………………………………………………………...19 Materi Pokok Mata Kuliah Bahasa Indonesia

×