angket untu siswa bagi guru bimbingan konseling

  • 22,086 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
22,086
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
560
Comments
0
Likes
10

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. INSTRUMEN ANGKET UNTUK SISWA PENGEMBANGAN INSTRUMEN KOUSIONER (ANGKET) SISWA A. Tujuan Mengetahui berapa persen kecemasan siswa menghadapi ujian Nasional dimana hal yang menjadi alasannya adalah percepatan Ujian Nasioanalnya Mengetahui apa dan Bagaimana kebiasaan belajar siswa dikelas maupun luar kelas siswa B. Variabel 1. Siswa 2. Item Pernyataan seperti Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional 3. Item Pernyataan Seperti Kebiasaan Belajar siswa 4. Skala 5. Skoring C. Skala Sikap Berbagai bentuk skala sikap dalam hal ini kami mengambil skala likert Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejalah social. Dengan menggunakan skala likert maka variable yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi,dimensi dijabarkan menjadi sub variable kemudia sub variabel dijbarkan lagi menjadi indicator-indikator yang dapat diukur. Akhirnya indicator yang terukur ini dpat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan pernyataan positif dan negatif. D. Skoring Item Pernyataan Negatif seperti Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional SS = Sangat Sesuai : 1 S = Sesuai : 2 KR = Kurang Sesuai : 3 TS = Tidak Sesuai : 4 STS = Sangat Tidak Sesuai : 5 Item Pernyataan Positif Seperti Kebiasaan Belajar siswa PS = Paling Setuju : 5 S = Setuju : 4 KS = Kurang Setuju : 3 TS = Tidak Setuju : 2 STS = Sangat Tidak Setuju : 1 E. Analisis Data Angket Jumlah orang yang menjawab Altenatif jawaban x Skoring Altenatif jawaban (misalnya jumlah skor yang menjawab altenatif jawaban 2 orang x scoring altenatif jawaban misalnya STS : 5 jadi 2X5 = 10 dan seterusnya kemudian dijumlahkan sampai pada jumlah skor ideal dimana scoring altenatif jawaban x jumlah angket yang diberikan kepada responden dan seterusnya. Jadi untuk menghitung kriterian intepretasi skor caranya adalah jumlah orang yang menjawab per item alternative jwaban dan scoring alternative jawaban x jumlah skor ideal Cacatan : Jumlah responden yang diberrikan angket pelu diperhatikan
  • 2. F. Kriteria Interpretasi Skor Kriteria Interpretasi Skor Pernyataan Negatif Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional Angka 0 % -20 % = Sangat Tidak Cemas Angka 21 % – 40% = Tidak Cemas Angka 41% – 60% = Kurang Cemas Angka 61% – 80% = Cemas Angka 81% – 100 % = Sangat Cemas Kriteria Interpretasi Skor Pernyataan Positif Kebiasaan Belajar siswa Angka 81% – 100 % = Sangat Baik Angka 61% – 80% = Baik Angka 41% – 60% = Sedang Angka 21 % – 40% = Buruk Angka 0 % - 20 % = Buruk Sekali
  • 3. ANGKET SISWA KECEMASAN MENGIKUTI UJIAN NASIONAL NAMA : ………………………….. NO INDUK : ………………………….. Mohon dijawab sesuai dengan situasi yang sebenarnya, dengan memberi tanda (√) pada kolom jawaban yang telah tersedia. Keterangan: SS=Sangat Sesuai, S=Sesuai,KR= Kurang Sesuai TS=Tidak Sesuai, dan STS=Sangat Tidak Sesuai PERNYATAAN SS S KR TS STS Saya sulit mengungkapkan pendapat ketika teman-teman memperbincangkan masalah ujian Nasional. Ketika belajar, saya sulit berkonsentrasi karena memikirkan percepatan Ujian Nasional. Saya pusing memikirkan Ujian Nasional. Saya resah dengan dipercepatnya ujian nasional. Meskipun ujian nasional dipercepat saya dapat tidur lelap. Jantungku berdetak tak beraturan ketika mengetahui adanya percepatan Ujian Nasional. Saya merasa tenang meskipun Ujian Nasional dipercepat. Meskipun dipercepat, saya siap menghadapi Ujian Nasional. Saya sering meyendiri setelah mengetahui adanya percepatan ujian nasional pada tahun ini. Meskipun Ujian Nasional dipercepat, saya tetap konsentrasi dalam belajar. Saya merasa ragu dengan kemampuan dalam menghadapi Ujian Nasional. Saya takut akan ketidakmampuan dalam menjawab soal Ujian Nasional. Saya senang Ujian Nasional dipercepat. Saya merasa percaya diri akan kemampuan saya menghadapi Ujian Nasional. Setiap hari saya memikirkan adanya percepatan Ujiian Nasional. Saya selalu teringat percepatan ujian nasional pada saat belajar. Saya tidak pusing memikirkan pelaksanaan Ujian Nasional yang dipercepat. Saya merasa lemas ketika mengingat bahwa Ujian Nasional tidak lama lagi. Saya merasa gugup akan menghadapi Ujian Nasional. Saya selalu menghindar apabila teman-teman memperbincangkan masalah percepatan Ujian nasional. Saya merasa prihatin tentang percepatan Ujian Nasional.
  • 4. Saya merasa sensitif sewaktu mendengar obrolan mengenai ujian nasional yang lebih cepat dari tahun sebelumnya. Saya seakan mau mati ketika memikirkan percepatan ujian nasional. Saya selalu teringat akan percepatan Ujian Nasional. Saya merasa pesimis dengan dimajukannya Ujian Nasional tahun ini. Saya merasa santai saja dalam menyikapi percepatan Ujian Nasional. Pikiran saya selalu teringat akan masalah percepatan Ujian Nasional. Saya gelisah memikirkan Ujian Nasional. Saya merasa optimis menghadapi Ujian Nasional. Saya tidak pernah memikirkan masalah Ujian Nasional yang dipercepat. ***TERIMA KASIH***
  • 5. ANGKET SISWA MENGENAI KEBIASAAN BELAJAR NAMA : ………………………….. KELAS : ………………………….. PETUNJUK: Mohon dijawab sesuai dengan situasi yang sebenarnya, dengan memberi tanda (√) pada kolom jawaban yang telah tersedia. Keterangan: PS=Paling Setuju, S=Setuju KS=Kurang Setuju TS=Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Stuju Pernyataan PS S KS TS STS Saya harus membaca suatu bagian bahan pelajaran berulang kali untuk mengerti isinya Saya membaca dengan keras (bersuara) kata demi kata bahan yang sedang saya pelajari Saya lebih banyak mencatat dari pada mendengarkan waktu guru menerangkan Saya mengalami kesukaran dalam memusatkan perhatian pada bahan yang sedang saya pelajari Saya cenderung untuk melamun waktu saya sedang belajar Saya sering tidak menyelesaikan tugas-tugas pada waktunya. Saya lebih banyak belajar pada teman dari pada belajar sendiri Saya berusaha menjawab setiap soal sebaik-baiknya sebelum meneruskan ke soal berikutnya Saya berusaha membuat ringkasan tentang hal yang saya pelajari Saya merasa terlalu lelah,mengantuk dan kurang bersemangat untuk belajar dengan baik Saya hanya dapat belajar dengan baik kalau sambil makan makanan kecil atau mendengarkan lagu-lagu Saya tidak senang pada mata pelajaran atau guru tertentu,hal ini mengganggu hasil belajar saya
  • 6. KUESIONER (ANGKET) INSTRUMENTASI BIMBINGAN KONSELING METODE KUESIONER A. Pengertian Kuesoner Kuesioner adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan mengajukan suatu daftar pertanyaan tertulis kepada sejumlah individu, dan individu-individu yang diberikan daftar pertanyaan tersebut diminta untuk memberikan jawaban secara tertulis pula. Isi pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang meminta jawaban berupa fakta, seperti : nama, alamat, tanggal lahir dan sebagainya; dan dapat pula pertanyaan yang meminta jawaban berupa pendapat (opini), seperti : pendapat terhadap pelajaran tertentu, pendapat terhadap seseorang dan sebagainya. Jenis data yang cocok dikumpulkan dengan metode kuesioner ialah : data tentang latar belakang individu, baik latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, maupun latar belakang masyarakatnya; serta data tentang aspek-aspek kepribadian : temperamen, karakter, penyesuian sikap dan minat. B. Jenis-Jenis Kuesioner Kuesioner dapat diklasifikasikan atas dasar subjek yang dikirimi kuesioner dan atas dasar bentuk pertanyaan yang digunakan. 1. Menurut Subjek yang Dikirimi Kuesioner Menurut subjek yang dikirimi kuesioner, maka kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Dikatakan kuesioner langsung apabila individu yang dikirimi kuesioner tersebut adalah orang yang secara langsung kita inginkan datanya. Misalnya kita ingin mengumpulkan data tentang kebiasaan belajar para siswa di rumah, maka kuesionernya langsung kita berikan kepada siswa yang bersangkutan. Dikatakan kuesioner tidak langsung, apabila kuesioner tersebut diberikan kepada seseorang untuk memperoleh data tentang orang lain. Misalnya untuk mengetahui kebiasaan belajar para siswa di rumah, kuesionernya tidak langsung diberikan kepada siswa yang bersangkutan melainkan diberikan kepada orang lain yang dianggap mengetahui kebiasaan belajar para siswa, misalnya orang tuanya atau walinya. 2. Menurut Bentuk Pertanyaan yang Digunakan Menurut bentuk pertanyaan yang digunakan, kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Dikatakan kuesioner terbuka, apabila responden diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menuliskan jawaban terhadap suatu pertanyaan tertentu. Contoh bentuk kuesioner terbuka ini antara lain adalah sebagai berikut : 2.1 Apabila anda disuruh duduk sebangku dengan orang yang tidak anda sukai, bagaimanakah sikap anda ?, Terhadap pertanyaan tersebut responden diberikan kebebasan menuliskan jawaban sesuai dengan sikap yang diambilnya.
  • 7. Kelemahan kuesioner jenis ini adalah adanya kemungkinan responden enggan untuk memberikan jawaban yang lengkap sehingga jawabannya mungkin sekenanya saja. Dikatakan kuesioner tertutup, apabiala terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan telah disediakan sejumlah alternatif jawaban, dan responden tinggal memilih salah satu jawaban alternatif jawaban yang telah disediakan tersebut. Contoh item kuesioner tertutup antara lain adalah sebagai berikut : 2.2 Apabila anda disuruh duduk sebangku dengan orang yang anda tidak senangi, bagaimanakah sikap anda ? a. Mengatakan terus terang bahwa anda tidak suka duduk dengan orang tersebut. b. Mau, tetapi dengan wajah yang menunjukkan ketidaksenangan. c. Mau, tetapi bersikap masa bodoh. d. Mau, dan berusaha mendekatkan diri dengan orang yang tidak disenangi tersebut. Kelemahan kuesioner jenis ini adalah bahwa responden terlalu terikat kepada alternatif yang telah disediakan, sehingga tidak memungkinkan adanya pilihan lain. Untuk mengatasi kelemahan ini dapat ditempuh dengan jalan kombinasi, yaitu menyediakan satu atau dua baris kosong di bawah alternative yang telah disediakan. C. Keuntungan dan Kelemahan Metode Kuesioner Keuntungan dari metode kuesioner ini adalah bahwa dengan menggunakan metode kuesioner dapat dilakukan pengumpulan data terhadap sejumlah siswa dalam waktu yang relative singkat. Dengan demikian apabila dibandingkan dengan interviu atau observasi, kuesioner ini jauh lebih efesien dalam penggunaan waktu dan tenaga. Kelemahan kuesioner ini adalah bahwa metode kuesioner hanya dapat diterapkan kepada individu yang bias membaca dan menulis. Di samping itu pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner sering kurang dipahami atau ditafsirkan salah oleh responden, sehingga data yang diperoleh dari pertanyaan tersebut tidak akurat. Juga ada kemungkinan responden tidak jujur dalam memberikan jawaban. Kuesioner layak (fesible) digunakan apabila dibutuhkan jawaban dari suatu rangkaian pertanyaan yang penting dari sejumlah siswa dalam waktu yang terbatas. Kuesioner juga layak digunakan apabila kita tidak bias menghubungi sumber data secara langsung. Kuesioner juga layak digunakan untuk mengunpulkan fakta atau pendapat. D. Pola Kuesioner Ada beberapa pola kuesioner yang telah dikembangkan oleh para ahli. Salah satu pola kuesioner dikembangkan oleh Likert pada tahun 1932. Kuesioner ini dimakasudkan untuk mengukur sikap seseorang terhadap objek tertentu, lembaga tertentu, orang tertentu, dan sebagainya. Oleh karena itu, pola Likert ini juga disebut skala sikap tipe Likert (Likert Type Scales).
  • 8. Kuesioner skala sikap ini terdiri dari jumlah item. Untuk masing-masing item disediakan lima alternativf jawaban, yang dapat diklasifikasikan atas : sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Contoh-contoh item skala sikap tipe Likert antara lain adalah sebagai berikut : Di bawah ini adalah pertanyaan tentang bagaimana kepuasan anda dalam belajar di sekolah. Silahkan memberi lingkaran pada alternatif jawaban yang paling mendakati jawaban anda. 1. Seberapa besar antusias anda terhadap sekolah anda sekarang ? a. Saya benci pada sekolah saya sekarang. b. Saya sangat antusias. c. Saya tidak menyukainya. d. Saya menyukainya. e. Sedang-sedang saja. 2. Seberapa lama biasanya anda merasa puas dalam belajar anda di sekolah ? a. Separo waktu. b. Kadang-kadang. c. Sepanjang waktu. d. Jarang. e. Sebagian besar. 3. Bagaimana pendapat anda apabila anda dipindahkan dari sekolah anda sekarang ? a. Saya akan melepas sekolah ini, apabila ada sekolah yang lebih baik. b. Saya ingin pindah sekolah. c. Saya ingin pindah sekolah dalam jarak yang tidak terlalu jauh. d. Saya kan meninggalkan sekolah apabila di sekolah yang baru menjadi ketua kelas e. Saya tidak ingin pindah 4. Bagaimana perasaan anda terhadap sekolah anda jika dibandingkan dengan perasaan orang lain terhadap sekolahnya ? a. Tidak seorangpun menyenangi sekolahnya lebih dari saya menyenangi sekolah saya. b. Saya lebih menyenangi sekolah saya daripada sebagian orang yang menyenangi sekolahnya. c. Saya menyenangi sekolah saya seperti orang lain menyenangi sekolahnya. d. Saya tidak menyenangi sekolah saya lebih dari sebagian orang tidak menyenagi sekolahnya. e. Tidak seorang pun yang membenci sekolahnya lebih dari saya membenci sekolah saya. (Stanley, hal. 286).
  • 9. Pola kuesioner yang lain adalah pola kuesioner yang dikembangkan oleh Allport- Vernon- Linzey. Allport bersama-sama dengan Vernon dan Lindzey menyusun suatu kuesioner untuk mengukur suatu sikap seseorang berdasarkan nilai-nilai tertentu yang dianut oleh orang tersebut. Studi yang dilakukan oleh Allport- Vernon- Lindzey disebut studi tentang nilai-nilai ( Study of Values). Menurut Spranger manusia dapat dikatagorekan atas enam tipe, yaitu : 1. Tipe teoritis. 2. Tipe ekonomis. 3. Tipe sosial. 4. Tipe estetis. 5. Tipe politis,dan 6. Tipe religius. Berdasarkan tipologi Spranger tersebut, Allport, Vernon, dan Lindzey ingin mengukur nilai-nilai mana yang lebih di utamakan oleh seseorang. Contoh : 1. Tujuan pokok dari reset ilmiah adalah lebih menekankan kepada penemuan kebenaran yang murni daripada aplikasinya yang praktis. a. Ya. b. Tidak 2. Apabila dalam sebuah surat kabar terdapat dua buah kepala berita seperti dibawah ini, yang manakah anada baca lebih dulu ? a. Pemimpin-peminpin Negara non blok berunding tentang perdamaian. b. Acara persembahyang pada hari raya. Pada item nomor 1, alternatif a mencerminkan nilai teoritis dan alternatif b mencerminkan nilai ekonomis. Pada item nomor 2, alternatiif a mencerminkan nilai politis, dan b mencerminkan nilai keagamaan. Pola kuesioner pasangan berbanding. Kuesioner tersebut dirancang untuk mengukur nilai-nilai social yang diutamakan oleh seseorang. Dalam kuesioner ini diajukan beberapa situasi. Dalam setiap situasi dikemukakan dua buah alternative yang sifatnya bertentangan. Ada lima nilai sosial yang dipertentangkan yaitu : kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan sahabat, atau kelompok, kepentingan sekolah, dan kepentingan masyarakat. Pada setiap item yang dikemukakan , dipertentangkan antara kepentingan yang ada. Contoh- contoh itemnya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Contoh item yang mempertentangkan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan keluarga. Joko pada suatu malam minggu mau nonton dengan pacarnya, dan mereka sudah membeli karcis, ketika mereka mau masuk adik Joko dating menyusul, mengabarkan bahwa tantenya baru opname di rumah sakit, dan Joko diharapkan dating menjenguk. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh Joko ? a. Membatalkan nonton dan menjenguk tantenya b. Nonton saja dulu, setelah nonton baru menjenguk tantenya.
  • 10. 2. Contoh item yang mempertentangkan antara kepentingan keluarga dengan kepentingan sekolah. Hari minggu yang akan datang adalah hari pertandingan basket putrid antara regu SMA 1 dengan regu SMA 2. Rini adalah kapten dan pemain andalan regu SMA 1. Tanpa ia ikut main, kemungkinan besaar regunya akan kalah. Pada hari sabtu ia menerima surat dari neneknya yang mengabarkan bahwa neneknya pada hari minggu akan datang menjenguknya, dan meminta agar Rini menjemputnya di terminal bus. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh Rini ? a. Tetap main, biarkan neneknya datang sendiri tanpa dijemput. b. Menjemput nenek, dan menyerahkan pimpinan regu kepada teman lain. 3. Contoh item yang dipertentangkan, antara kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat. Desak Alit adalah sekretaris rukun muda mudi di desanya. Di sekolah ia juga terpilih sebagaiu sekretaris OSIS. Pada suatu hari rukun muda mudi di desanya dan Osis di sekolahnya mengadakan rapat pada jam yang sama. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh Desak Alit ? a. Menghadiri rapat rukun muda mudi, dan menyerahkan tugas sekretaris pada rapat Osis kepada sekretaris II b. Menghadiri rapat Osis, dan menyerahkan tugas sekretaris pada rapat rukun muda mudi kepada sekretaris II. Pola kuesioner yang lain adalah pola kuesioner yang dikembangkan oleh Simahadi Widyaprakoso. Kuesioner ini mirip dengan kuesioner di atas, tetapi tidak menggunakan pasangan-pasangan berbanding, melainkan menggunakan masalah-masalah yang sifatnya searah. Kuesioner ini dikembangkan untuk mengukur beberapa aspek sifat (karakter), seperti sifat kerja sama, keuletan, tanggung jawab, dan percaya diri. Berikut ini dikemukakan dua buah contoh untuk masing-masing aspek tersebut : Contoh item untuk mengukur kerja sama : 1. Andaikata anda disuruh bekerja sama dengan kawan yang anda tidak sukai, sikap manakah yang anda ambil ? a. Tidak mau, toh pekerjaan tidak akan beres b. Mau asal menguntungkan diri anda. c. Mau asal ia suka kerjasama d. Mau secara terpaksa Contoh item untuk mengukur keuletan : 1. Anda sedang menambal ban sepeda. Sampai tiga kali selalu gagal, sehingga anda terpaksa memasang dan membongkar ban itu berkali-kali. Kemudian apakah yang anda lakukan ? a. Anda tinggalkan sepeda itu, lalu anda tidur. b. Anda menjadi jengkel, dan sepeda tersebut di banting. c. Membawa ketukang sepeda. d. Mencoba terus sampai berhasil.
  • 11. Contoh item untuk mengukur tanggung jawab : 1. Anda diserahi tugas untuk membentu menghias gapura untuk perayaan nanti malam. Teman anda yang diserahi tugas sebagai penanggungjawab itu ternyata tidak datang. Dalam hati anda sudah merasa jengkel. Bagaimana tindakan anda selanjutnya ? a. Tinggalkan saja pekerjaan itu, toh yang bertanggung jawab tidak datang. b. Gapura dihias seorang diri. c. Gapura dibongkar saja, toh perayaan dapat berlangsung. d. Mencari teman yang diserahi tugas sebagai penanggung jawab . Contoh item untuk mengukur percaya diri : 1. Apabila anda mempunyai pendapat memuat keyakinan anda sendiri sudah benar, tetapi teman anda mengatakan salah. Bagaimanakah sikap anda ? a. Tetap memp[ertahakan pendapat sendiri. b. Mengalah saja karena biasanya teman tersebut lebih tahu. c. Menanyakan kebenarannya kepada teman-teman lain d. Masa bodoh saja. Dalam menggunkan metode kuesioner, kita hanya dapat mengukur sikap seseorang dalam tahap verbal atau taraf normatif saja. E. Prinsip Penulisan Kuesioner Prinsip ini menyangkut beberapa factor yaitu : isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, pertanyaan tertutup terbuka negatif-positif, pertanyaan tidak mendua, tidak menanyakan hal-hal yang sudah lupa, pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan. 1. Isi dan Tujuan Pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah, apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan ? kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variable yang diteliti. 2. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan kuesioner harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. 3. Tipe dan Bentuk Pertanyaan Tipe pertanyaan dalam kuesioner dapat terbuka atau tertutup. 4. Pertanyaan tidak Mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double-barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. 5. Tidak menanyakan yang Sudah Lupa Setiap pertanyaan dalam instrument angket, sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya responden sudah lupa, atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berfikir berat.
  • 12. 6. Pertanyaan Tidak Menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang ke baik saja atau yang jelek saja. 7. Panjang Pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya jangan terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. 8. Urutan Pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket, di mulai dari yang umum menuju hal yang spessifik, atau dari hal yang mudah menuju hal yang lebih sulit, atau diacak. 9. Prinsip Pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah merupakan instrument penelitian, yang digunakan untuk mengukur variable yang akan diteliti.oleh karena itu instrument angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable, maka sebelum instrument angket diberikan kepada responden, maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. 10. Penempilan Fisik Angket Penampilan fisik angket sebagai pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket.
  • 13. DAFTAR PUSTAKA Fathoni Abdurrahman. 2006. Metode Penelitian & Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta : Rineka Cipta Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta Nurkancana Wayan. 2006. Pemahaman Individu.
  • 14. Contoh angket kebutuhan siswa Petunjuk : (Untuk keperluan penyusunan program bimbingan konseling dirasa perlu mengetahui masukan dari siswa). Berikut ini terdapat sejumlah materi layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan kapda siswa. Anda diminta untuk memberikan ceklist (v) pada kolom disamping pada setiap butir materisesuai dengan kebutuhan anda sesuai dengan materi tersebut. Tidak ada jawaban salah atau benar, yang penting adalah bagaimana kejujuran anda menjawab setiap butir materi sesuai dengan kebutuhan anda. Angket ini dimaksudkan tidak sama sekali untuk menilai kemampuan anda, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan prestasi belajar anda. Anda diminta untuk mengisi semua nomor tanpa ada terlewatkan. Untuk menyelesaikan angket ini tidak ada batas waktu tertentu, tetapi anda diharapkan dapat menyelesaikan secepat mungkin. Juga jangan lupa mengisi identitas anda pada tempat yang disediakan. Apabila anda menganggap materi Pemanfaatan waktu luang penting dan anda sangat membutuhkan materi itu beri ceklist (v) pada kolom S. apabila anda menganggap materi itu cukup penting dan anda cukup membutuhkan beri ceklist (v) pada kolom C. dan apabila anda menganggap materi itu tidak penting dan anda tidak membutuhkan beri ceklist (v) pada kolom K. Pernyataan Angket : No Materi BK Klasifika si jawaban S C K I. 1. Nilai-Nilai Ketakwaan terhadap Tuhan YME 2. Penerapan kaidah agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari 3. Meningkatkan kualitas ibadah untuk mencapai prestasi 4. Etika pergaulan wanita dan pria sesuai dengan kaidah agama 5. Remaja dan problemanya 6. Pola hidup sehat 7. Pentingnya menuntut ilmu sesuai bakat yang dimiliki 8. Pemilihan program studi lanjutan 9. Macam-macam jabatan dan cara-cara pemilihan karir 10. Pemahan sikap hidup mandiri secara emosional, intelektual, social dan ekonomi 11. Kesiapan menghadapi tantangan 12. Cara bersikap untuk mengarahkan diri bagi terwujudnya kehidupan yang sehat. 13. Pentinganya komunikasi social dan intelektual secara efektif, efesien, dan produktif. 14. Teknik dan etika berkomunikasi 15. Adaptasi dengan sistem etika dan nilai dalam masysrakat 16. Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat II. 17. Toleransi antar umat beragama dan kepedulian sesame umat 18. Mengelola kegiatan keagamaan 19. Etika bergaul dengan lain jenis, teman sebaya di sekolah dan luar sekolah 20. Tata cara bersikap dan berperilaku di lingkungan sekolah 21. Menfaat jasmani yang sehat dalam dunia pergaulan. 22. Bahaya narkoba dan seks bebas 23. Taat dan patuh terhadap norma dalam kehidupan bermasyarakat 24. Kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis 25. Pengaruh hubungan social dalam pemilihan karir 26. Pengembangan jiwa kewirausahaan 27. Aspek kemandirian secara social dan emosional yang sehat 28. Pengaruh Media Masa (cetak dan elektronik) terhadap kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  • 15. 29. Penyampaian pendapat yang baik dan menghargai pendapat orang lain 30. Menyampaikan ide yang konstruktif 31. Pengenalan norma yang berlaku di sekolah dan masyarakat 32. Pengendalian diri dalam menghadapi konflik III. 33. Pendidikan seumur hidup 34. Meningkatkan kualitas ibadah untuk mencapai prestasi 35. Pembentukan kelompok belajar 36. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler 37. Pengaruh kesehatan jasmani dalam kegiatan belajar 38. Menfaat pola hidup sehat dalam kegiatan belajar 39. Belajar efektif dan efesien 40. Strategi penguasaan materi pelajaran sesuai jurusan yang diminati 41. Pentingnya belajar dalam persiapan karir 42. Pengenalan IQ, EQ, SQ, dan AQ 43. Kebiasaan belajar mandiri 44. Factor yang mempengaruhi keberhasilan belajar 45. Hak dan kewajiban sebagai pelajar, anggota keluarga, masyarakat dan warga negara 46. Menerapkan prestasi akademik untuk bekal hidup di masysrakat local, nasional, dan internasional 47. Aspek belajar dalam sistem etika dan nilai IV. 48. Sikap positif dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajran agama 49. Menanamkan kedisiplinan dalam bekerja 50. Memilih kegiatan ekstrakurikuler guna pengambangan karir 51. Membuat perencanaan masa depan 52. Pemahaman potensi diri secara psikologis 53. Menfaat dan peranan kesehatan jasmani dalam mencapai cita-cita karir 54. Pemilihan jurusan program SMA sebagai dasar perencanaan dan pengembangfan karir 55. Identifikasi potensi diri untuk persiapan karir 56. Identifikasi karakteristik diri dalam kaitan pilihan karir 57. Jenis-jenis kegiatan belajar yang sesuai dengan pilihan karir 58. Pembentukan konsep diri yang positif 59. Menyusun dan mengoptimalkan visi hidup yang jelas 60. Melihat keanekaragaman sisi kehidupan 61. Sikap dan sifat yang benat dalam bersosialisasi dalam dinia kerja 62. Pentingnya kebersamaan dalam lingkungan kerja 62. Perilaku yang bersahabat, terbuka, luwes dalam bergaul.
  • 16. DATA PRIBADI SISWA A. IDENTITAS 01.Nama Siswa ( lengkap) : ………………………………….…….L / P (lingkari) 02.No. Induk SN : ………………………………………………………. 03.Tempat , Tgl., lahir : ……………………………………………………….. 04.Bahasa Sehari-hari : ……………………………………………………….. 05.Agama : ……………………………………………….………. 06.Suku Bangsa : …………………………………………………….…. 07.Alamat : ……………………………….…Rt. …Rw. … No… Telp. …………..…..……..HP. ……………………. 08.Tinggal dengan : ………………………………………………………. 09.Anak ke …….. dari jumlah …………., Kakak P : …..L : ……, Adik P : …..L : …. 10.Berasal / Pindahan dari Sekolah : ……………………………………………………… 11.Mulai Masuk Tanggal : ……………………………………………………… 12.Biaya Sekolah berasal dari : ………………………………………………........... B. KETERANGAN TEMPAT TINGGAL 13.Jarak dari Rumah ke Sekolah : …………………………………………Km. 14.Berangkat ke Sekolah dengan : Jalan Kaki / Kend. Prib. / Kend. Umum / ……… 15.Kendaraan Pribadi yang dimiliki : ………………………………………………………. 16.Keadaan Penerangan Rumah : Terang / Agak Terang / Remang – remang. 17.Tempat Tinggal : a. Permanen Mewah; b. Permanen Biasa;c. Semi Permanen; d………….. 18.Suasana Tempat Tinggal : a. Komplek Perum; b. Perkampungan; c. Dekat Pabrik; d. Kontrakan / kost; e. Dekat Pasar; f. Asrama / Ponpes 19.Ruang Tidur : a. Sendiri; b. Bersama – sama; c. Tdk. Tentu. 20.Ruang Belajar : a. Terpisah; b. Di ruang tamu; c. …………….. 21.Fasilitas Belajar di rumah : a. Lengkap; b. Kurang lengkap; c. Tdk lengkap 22.Keadaan Pustaka : a. Buku Paket : Lengkap / Tdk Lengkap / Tdk ada. b. Buku LKS : Lengkap / Tdk lengkap / Tdk ada 23.Penunjang lain : a. Komputer : ada / tdk ada; b. TV : ada / tdk ada c. Majalah / Koran : Berlangganan / tdk berlangg.
  • 17. C. ORANGTUA ATAU WALI SISWA 24.Nama a.Ayah : …………………………………………………….. b. Ibu : …………………………………………………….. c.Wali : …………………………………………………….. 25.Tempat , tanggal lahir a.Ayah : ……………………………………………………. b. Ibu : ……………………………………………………. c.Wali : ……………………………………………………. 26.Agama a.Ayah : ……………………………………………………. b. Ibu : ……………………………………………………. c.Wali : ……………………………………………………. 27.Pekerjaan ( sebutkan profesinya ) a.Ayah : …………………………………………………… b. Ibu : …………………………………………………… c.Wali : …………………………………………………… 28.Pendidikan Terakhir a.Ayah : …………………………………………………… b. Ibu : …………………………………………………… c.Wali : …………………………………………………… 29.Penghasilan rata – rata per bulan : a. ≤ Rp 500.000,00 ; b. Rp 500.000,00 – 1 juta rupiah c. 1 juta rupiah – 3 juta rupiah d. 3 juta rupiah – 6 juta rupiah e. Di atas 6 juta rupiah
  • 18. D. KEJASMANIAN DAN KEROHANIAN 30.Penyimpangan / Kelainan Jasmani : Ada / Tdk ada Sebutkan bagian mana kalau ada : ………………………………………………… 31.Penyakit Berat yang pernah diderita : …………………………….tahun ……… 32.Berat Badan a.Kelas VII : Smt. 1 : ……………Kg. ; Smt. 2 : …………….Kg. b.Kelas VIII : Smt. 1 : ……………Kg. ; Smt. 2 : …………….Kg. c.Kelas IX : Smt. 1 : ……………Kg. ; Smt. 2 : …………….Kg. 33.Tinggi Badan a.Kelas VII : Smt. 1 : …………….Cm. ; Smt. 2 : …………….Cm. b.Kelas VIII : Smt. 1 : …………….Cm. ; Smt. 2 : …………….Cm. c.Kelas IX : Smt. 1 : …………….Cm. ; Smt. 2 : …………….Cm. 34.Golongan Darah : …………………………………………. 35.Keadaan Alat Indera : Mata : N / TN ; Hidung : N / TN Telinga : N / TN ; Mulut : N / TN Kulit : N / TN ( N : Normal; TN : Tidak Normal ) 36.Alat Bantu Indera : Memakai / Tidak Memakai. Jika memakai, sebutkan alatnya …………………………………………………… 37.Keadaan Fisik : Normal; Cacat Ringan / Sedang / Berat. 38.Bentuk Wajah : Oval ; Bulat ; ………………… 39.Warna Kulit : Kuning Langsat ; Sawo Matang ; ………… 40.Dirawat di Rumah Sakit : Pernah / Tidak Pernah.* Kalau pernah : ………….hari, tahun ……… 41.Penyakit yang Sering Kambuh : …………………………………………………. Frekwensi : Rutin, tiap ……..…….sekali ; / Tidak tentu
  • 19. E. RIWAYAT PENDIDIKAN 42.Riwayat Sekolah a.Masuk : TK, tahun ……………..; SD, tahun ………………. b.Tamat : TK, tahun ……………..; SD, tahun ………………. c. Lama Belajar : TK, …….tahun ; SD, ………tahun . d.Pernah Tinggal Kelas , TK tahun …………, SD tahun …………kelas …… e.Pernah Pindah Kelas, TK tahun ………….., SD tahun …………kelas ….. f.Pernah Dapat Rangking …. .di kelas …………, tahun ………. g.Ekskul Yang sering diikuti : ……………………………………………………………... h.Pernah Dapat Tanda Penghargaan Prestasi bidang ……………………tahun ……. 43.Jumlah Nilai UAN / STTB SD / MI : …………………………………………….. F. HASIL BELAJAR Kelas …… ……. …….. …….. …….. ……. …….. 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Jml. nilai Rapor Jml. Siswa Rata2 G. PRESTASI PELAJARAN Mata Pelajaran Kelas Semester Nilai Tertinggi Nilai Terrendah H. BAKAT 44.Bidang Pelajaran : …………………………………………………………. 45.Bidang Olah Raga : …………………………………………………………. 46.Bidang Kesenian : …………………………………………………………. I. MINAT 47.Cita – cita : 1. …………………………… 2. ………………………. 48.Hambatan : 1. …………………………… 2. ………………………. J. H O B I 49.Kesenian : ………………………………………………………….. 50.Olah Raga : ………………………………………………………….. 51.Kegiatan lain : …………………………………………………………..
  • 20. K. KEGIATAN BELAJAR 52.Belajar Kelompok : ………….hari / minggu, …………jam / hari, a.Tempat Belajar : ………………………………………………….. b.Waktu : ………………………………………………….. c.Pembimbing : ………………………………………………….. 53.Belajar sendiri : ………….hari / ninggu, ………….jam / hari, a.Tempat Belajar : …………………………………………………. b.Waktu : …………………………………………………. c.Pembimbing : …………………………………………………. 54.Mengikuti Bimbingan Belajar di ………………………………………………… a.Tiap hari : …………………………………………………. b.Waktu : …………………………………………………. c.Pembimbing : …………………………………………………. L. GANGGUAN FISIK 55.Bentuk Gangguan : …………………………………………………. 56.Jenis : Ringan / Sedang / Berat 57.Frekuensi tiap : Jam / Hari / Minggu / Tidak tentu / …………. M. SCORE IQ , EQ, dan MQ MENURUT HASIL TEST 58. Lembaga Tester : …………………………………………………………… 59.Tempat test : …………………………………………………………… 60.Waktu Test : …………………………………………………………… 61.Jumlah score : IQ =……………… EQ = ..………………MQ = …….. 62.Deskripsi : …………………………………………………………… …………………………………………………………… ……………………………………………………………