Animasi 3D: Sebuah Awal Menuju Dunia Imaginasi Tanpa Batas

5,994 views

Published on

Materi ini disampaikan sebagai handout pada seminar COMPFEST 2011 - Fasilkom UI - 26 Juni 2011 di @America Pacific Building Jakarta

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,994
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,044
Actions
Shares
0
Downloads
296
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Animasi 3D: Sebuah Awal Menuju Dunia Imaginasi Tanpa Batas

  1. 1. Animasi 3D:Sebuah Awal Menuju Dunia Imaginasi Tanpa Batasby hizaro.com“Sponge bob kembali dari istana negara. Ia baru saja mendapat undangan makan siangdari SBY. Mendarat di lapangan monas dengan kapal titanic dan dikawal oleh pasukanberkuda para dewa yunani. Sesampai dirumah, ia kemudian berkunjung ke jaman paranabi. Berdiskusi dengan Musa, ikut menyebarkan dasa titah. Keesokan harinya, ia sudahmelancong di kawasan mojokerto. Misinya kali ini adalah menyelamatkan situs Trowulandari pencuri benda purbakala. Ini dilakukannya semata-mata karena nenek moyangsponge bob adalah raja Brawijaya V.”Animasi dan ImajinasiBayangkan jika dunia tanpa imajinasi. Mungkin tidak akan ada peradaban. Bisa jadidunia hanya sebuah citra gelap dan rutinitas siang malam. Statisme perubahan tanpakebaruan lagi.Imajinasi adalah kekuatan menghasilkan ide. Sebagai proses membangun kembalipersepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian (wikipedia).Ide biasanya diwujudkan menjadi citra (gambar) dan diolah sedemikian rupa menjadisesuatu. Seorang seniman menghasilkan ciptaan dari proses pengendapan ide yangmuncul dari imajinasi dan proses lainnya. Kemudia ia mencoba mempresentasikandalam bentuk gambar (sketsa) sampai akhirnya menjadi terjemahan visual. Lewatmedia yang ia kuasai, imajinasi dalam ide visual tersebut diproduksi sesuai konsep.Konsep inilah yang mengandung pesan dan kemudian dikomunikasikan secara visualdan mempunyai daya ubah terhadap sesuatu.Gambar: Scene film animasi Cloudy with a Chance of Meatballs (2009)
  2. 2. Terlepas dari teknis dasar, animasi adalah media. Media untuk mengubah sesuatu, darisebuah imajinasi, ide, konsep, visual, sampai akhirnya memberi pengaruh kepada dunia(penonton). Tidak ada pembatas dalam dunia animasi. Semua imajinasi, baik berupakisah nyata, fiksi, bahkan fantasi radikal, BISA dibuat dalam animasi. Ia tak ubahnyaalam pikir manusia, tanpa batas, ruang, waktu. Hanya ‘dibatasi’ oleh imajinasi sipenciptanya sendiri.Dalam kontek waktu, animasi bisa menjadi ‘mesin waktu’. Mempresentasikan dunialampau atau masa depan. Bisa juga melompat dari waktu ke waktu, jaman ke jaman,sekali lagi tidak ada batas. Bebas!Animasi & Industri“The creative freedom is inspiring, enlightening and makes workingas an animator that much more enjoyable.”Sejak Walt Disney menghasilkan film animasi panjang pertamanya (Snow White and theSeven Dwarfs 1937). Industri animasi (modern) khususnya Hollywood berkembangpesat. Film-film lain diciptakan, singkatnya industri animasi dan segala aktifitasnyamenjadi sumber devisa baru di negeri paman Sam tersebut.Saat itu animasi hanya dibuat menggunakan teknik 2D. Adegan demi adegan digambarsatu per satu oleh senimannya (animator). Dengan konsep 25 fps s/d 30 fps (Frame perSecond), maka untuk menghasilkan durasi 1 detik dibutuhkan 25 s/d 30 gambar. Iniberarti skil menggambar manual bagi seorang aniamtor adalah mutlak. Animasi padawaktu itu menyerap banyak sekali tenaga kerja spesial, dibutuhkan teamwork yangsolid, koordinasi dan penyutradaraan yang handal.Dekade 1990 teknik pembuatan animasi semakin beragam semenjak ditemukankomputer grafis yang digawangi PIXAR. Animasi menjadi lebih beragam dan mulaimerambah ke dunia 3 dimensi. Toy Story (1995) adalah film panjang pertama dari PIXARyang sukses besar menyihir jutaan penggemar animasi. Berturut-turut PIXARmelahirkan Bugs Life (1998), Toy Story 2 (1999), Monsters, Inc. (2001), Finding Nemo(2003), The Incredibles (2004), Cars (2006), Ratatouille (2007), WALL-E (2008), Up (2009),Toy Stiry 3 (2010).Sejak itu animasi 3D berikutnya lahir dan mulai dikombinasikan dengan animasi 2D danreal shoot. Studio pesaing mulai bermunculan, sebut saja Dreamworks SKG (Shrek), BlueSky (Ice Age), Sony Pictures (Cloudy with a Chance of Meatballs), dll. Tak ketinggalanstudio skala kecil dan berbagai serial animasi 3D menjamur di etiap negara. Genre danstyle animasi kian berkembang dan masing-masing mempunyai karakter. Baik dari segigrafis (visual) maupun storytelling (script).
  3. 3. Gambar: Scene Snow White and the Seven Dwarfs (1937 film)Di Asia Jepang, Korea dan India menjadi trend setter tersendiri bagi kawasan ini.Beberapa negara berkembang juga mengalami grafik pertumbuhan yang signifikan.India terkenal dengan serial Little Krisna, Malaysia maju dengan serial Upin & Upin,Indonesia? Anda bisa jawab sendiri ;)“When your work makes people laugh or smile or just gives them afew moments of uninterrupted joy, that makes it all worthwhile.”
  4. 4. Blender 3D & AnimasiBlender 3D? Mungkin masih sebagian kecil dari Anda yang benar-benar mengertisoftware canggih ini. Sebagian lain mendengar rumornya di berbagai media, sebagianlain belum tentu kenal. Bahkan seseorang dari kalian mungkin bercletuk, “Yeah,software untuk bikin juice!”.Gambar: Antarmuka Blender 2.5xBaik. Blender adalah perangkat lunak untuk grafis 3 dimensi (www.blender.org).Software open source dan bisa didapatkan secara gratis (free). Free disini mengandungarti ‘freedom’ atau kemerdekaan dalam mendownload, menggunakan, memodifikasikode sumbernya, bahkan mengkomersilkannya. Blender dikembangkan di AmsterdamBelanda dibawah naungan Blender Institute pimpinan Ton Rossendaal. Walaupundikembangkan di Belanda, namun karena distribusinya yang free (Baca: GPL - GeneralPublic License), Blender cepat sekali menyebar melalui komunitas dan merubah mindsetindustri animasi khususnya 3D. Blender berhasil menyihir ribuan pengguna software 3Dhingga melahirkan beberapa karya film 3D fenomenal.Pada tahun 2006 lahir film 3D (open movie) pertama di dunia, Elephant Dream.Berturut-turut Big Buck Bunny (2007), Sintel (2010) dan Open Games Yo Franky! (2008).Sebuah film pendek dan Games yang hampir seluruhnya menggunakan perangkat lunak(kecuali audio) open source.
  5. 5. Gambar: Open movie (1) Elephant Dream 2006 (2) Big Buck Bunny 2007 (3) Sintel 2010Open Game: Yo Franky! (2008)Kehadiran Blender dalam daftar perangkat lunak 3D berhasil merubah mindset Industri.Jika tadinya sebuah produksi animasi membutuhkan biaya pembelian lisensi software(Maya, 3DS Max, XSI Softimage, dll) yang menguras sebagian besar budget produksi, kinidengan Blender Anda tidak perlu BAYAR alias GRATIS. Hal ini membuka peluang baruindustri studio independent dan skala kecil. Tidak terkecuali animator freelance, dimanamereka bisa berkarya secara legal tanpa dibatasi pembelian lisensi software. Awesome!
  6. 6. Open Movie dan KolaborasiOpen movie adalah seuah film yang diproduksi dan didistribusikan denganmenggunakan perangkat lunak open source. Open movie juga identik dengankolaborasi. Kolaborasi yang dimaksud adalah sebuah proses produksi yangdikoordinasikan secara terbuka melalui komunitas. Peran komunitas tidak hanyasebagai penonton pasif, melainkan penyumbang produksi secara aktif. Biasanyaprosesnya melalui cloud computing (manajemen file) dan blog (news, update, report).Konsep produksi inilah yang berhasil diusung Blender dan komunitasnya. Pada awalnyamereka saling support & sharing teknis melalui blenderartist.org, kemudian munculbanyak sekali animator berbakat dan programer, sampai akhirnya diadakan perekrutanteam yang dinilai dari portofolio/showreel.Gambar: Proses produksi SintelProses pengerjaan open movie Blender rata-rata berlangsung setahun. Elephant dreammembutuhkan 8 bulan (durasi 10 min 54 sec), BigBuckBunny 7 bulan produksi (9minutes 56 sec), dan Sintel 1 tahun produksi (14 minutes 48 sec). Yang menarik dalamproduksi open movie Blender adalah proses pengembangan software itu sendiri. Secarabersamaan Blender mengalami pengembangan dari produksi open movie. Animator danprogramer secra berkala membangun kembali kode-kode software menjadi lebih stabildan user friendly. Revolusi signifikan Blender terjadi dari rilis 2.49b ke 2.56. Developermembutuhkan 3 th untuk proses awal hingga versi stabil. Sebuah kerja besar yang luarbiasa. Sekali lagi, komunitas berperan sangat besar dalam hal ini!
  7. 7. Gambar: Proses distribusi open movie Blender
  8. 8. Blender 3D, Komunitas, dan peluang di IndonesiaSampai hari ini belum terjadi ‘fenomena’ mengejutkan dunia animasi di Indonesia.Beberapa karya animasi memang berhasil diciptakan ‘datang dan pergi’. Sejak awalanimasi pertama lahir (“Si Doel Memilih” karya Dukut Hendronoto 1955), Si Huma(1980-an) sampai Janus Prajurit Terakhir (2001), Homeland (2004), Meraih Mimpi (2009) -versi Indonesia SIng to The Dawn (2008), animasi Indonesia mengalami “Quo Vadis”berlarut-larut.Selain beberapa faktor penyebab, faktor dana sering menjadi kendala utama dalamproduksi animasi. Mahalnya software animasi, editing video, grafis, dll. menjadikambing hitam yang ‘tepat’ seraya mempersalahkan iklim bisnis film dalam negeri.Wajar jika produser film keberatan dengan ongkos produksi yang berbanding terbalikdengan hasil/keuntungannya. Alhasil pergerakan animasi Indonesia justru ramaimewarnai dunia iklan (TVC) di berbagai stasiun TV. Peluang lain muncul dalam duniaarsitektural yang semakin membutuhkan animasi dan visualisasi dalam bentuk 3D.Mahalnya software animasi dan suburnya ‘bajak-membajak’ perangkat lunak dan OSinilah yang melatarbelakangi lahirnya komunitas Blender Indonesia pada tahun 2009.Beberapa animator mulai mempertimbangkan Blender. Contoh film pendek “langganan’INAICTA (2x juara), SI HEBRING berhasil menyita penonton dan terkenal berkat jejaringsosial maupun komunitas. Bahkan sempat menjadi Best Animation dalam Suzane Award(Kompetisi film animasi tahunan Blender).
  9. 9. Gambar: Komik & Film pendek ‘Hebring’ karya Main Studio, JakartaBeberapa studio kecil dan komunitas regional sesama pengguna Blender bermunculandi kota-kota besar maupun kecil. Rupanya indikasi ‘gratis’ inilah yang membuat Blendercepat menyebar. Meraka berlomba melakukan research untuk meningkatkan skilanimasi, aik secara visual maupun cerita. Beberapa berkolaborasi dan mencobamengikuti cara Blender melalui berbagai project internal, maupun komunitas(serulingproject.blogspot.com). Semakin banyak lomba animasi yang karyanyamenggunakan Blender 3D dan software open source pendukung.Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Malang, Kediri, Surabaya, dan berbagai kota lainnyatersebar komunitas regional. Meraka bahu membahu membuat film dengan modalsemampunya. Secara sadar memang industri dan peluang bisnislah yang memotivasikomunitas berkompetisi dan bekerjasama. Namun research produksi dan kerjateamwork-lah yang ‘memaksa’ mereka menemukan karakter animasi Indonesia dalamproses produksinya.
  10. 10. Gambar: Scen film pendek ‘Dagelan Bakoel’ karya Cleomotion Studio, Jogja
  11. 11. Gambar: Film pendek “Ibu Pertiwi” karya SIANIMA studio, MalangTidak dipungkiri lagi secara otomatis gerakan open source, baik itu sistem operasi(LINUX) maupun perangkat lunak semakin terkenal dan didukung pemerintah melaluiIGOS (Indonesia Goes Open Source). Blender dan animasi berperan didalamnya.Animasi adalah indikasi puncak perkembangan teknologi. Baik itu hardware maupunsoftware. Kenapa? Semua cabang ilmu (fotografi, seni rupa, desain, teater, multimedia,pemograman, dll) ada dalam produksi animasi. Peluang pekerjaan, sumber dayamanuasia, dan kreatifitas tanpa batas ada disini. Sungguh!Dimasa depan terdapat peluang yang menantang kamu menapakinya. Karena kualitasanimasi kita ditentukan oleh kreatifitas dan kerjasama semua pihak terkait. Baik ituanimatornya sendiri, prosuses, pebisnis kreatif, agency/producton house, penonton,kritikus, dan tentu saja dukungan pemerintah. Yang terakhir disebut tentu saja bersediamemfasilitasi industri ini jika inisiatif dari pelakunya lebih dulu ada.Komunitas Blender Indonesia berperan cukup baik untuk menjaga iklim belajar dansaling berkolaborasi dalam bidang animasi. Ditahun ketiganya semakin kuat‘mempengaruhi’ dan ‘merubah’ midset produksi animasi yang terkenal mahal danbajakan. Nilai gotong-royong dan keinginan ‘berubah’ menjadi lebih baik ada dalamkarakter komunitas ini.
  12. 12. Gambar: Scene open movie Seruling ProjectGenerasi animasi berikutnya butuh ‘revolusi’! Indonesia mempunyai sumber dayamanusia dan kreatifitas hebat. Kekayaan visual, warna, ide cerita, dan budaya yangbelum tergali secara profesional. Sepatutnya kedepan kita berharap muncul film-filmanimasi berkualitas dan diproduksi secara ‘legal’. Tidak menggunakan software tanpalisensi (bajakan) dan dikemas berkualitas serta menjual. Ini butuh Anda!---------------HizaRo adalah founder Blender Indonesia ORG. Serius mendalami animasi sejak 2004 dan Blendersejak 2007. Karir profesional dimulai sejak 1998 sebagai desainer di beberapa studio dan agency,pengajar di sekolah multimedia, dan animator di sebuah game developer (2007-2009). Saat ini totalmengembangkan konsep industri animasi open source di Indonesia, aktif di forum Blender, workshop,seminar, dan komunitas animasi di berbagai kota. Membangun jejaring ekosistem Open Source Artistlewat Open Studio Society (openstudio.web.id) untuk memfasilitasi dan mengembangkan Digital ARTberbasis FOSS di indonesia.Website:hizaro.com ; slideshare.net/hizaroPortal & forum:blenderindonesia.org ; /forum

×