Variabel dan Definisi Operasional Variabel

4,110 views
3,679 views

Published on

semoga dapat membantu dalam proses penentuan variabel dan definisi operasional

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,110
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
159
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Variabel dan Definisi Operasional Variabel

  1. 1. PENGUKURAN VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA
  2. 2. PENGERTIAN VARIABEL  Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Moh. Nazir).  Suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam- macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.  Variabel harus dapat diukur, karena penelitian pada dasarnya proses mengukur suatu variabel.
  3. 3.  Untuk kepentingan penelitian, konsep bisa diubah menjadi variabel.  Misalnya saja konsep tentang konsumsi, bisa diubah menjadi variabel makanan ringan, makanan berlemak, makanan berserat, dan lain-lain.
  4. 4. Teknik Pengukuran Variabel Observeb dan Unobserveb  Pengukuran Variabel Observeb  Langsung dilakukan pengukuran berdasarkan nilai skala yang ditunjukkan oleh alat ukur tersebut.  Pengukuran Variabel Unobserved  Dilakukan dengan melaui indikator (indikasi) yang dapat digunakan untuk menggambarkan variabel tersebut.
  5. 5. Perbedaan Pengukuran Variabel Observeb dan Unobserveb  Pengukuran Observeb  Panjang  Tinggi  Berat  Luas  Pendapatan  Pengukuran Unbserveb  Loyalitas Pelanggan  Kepuasan Kerja  Motivasi Kerja  Komitmen Karyawan  Kepercayaan
  6. 6. Perbedaan Notasi Variabel Observeb dan Unobserveb UnobservebObserveb Kepuasan Pelanggan X1 X2 X3 X4 X5 PENDAPATAN
  7. 7. MODEL INDIKATOR PENELITIAN REFLEKTIF Dalam model penelitian relflektif indikator dipandang sebagai variabel yang dipengaruhi oleh variabel laten. Oleh karena itu angka dalam indikator reflektif harus menunjukkan pola inter- corelation agar dapat diterima sebagai pengukuran. Kepuasan Pelanggan X1 X2 X3 X4 X5
  8. 8. MODEL INDIKATOR PENELITIAN FORMATIF Dalam model penelitian formatif indikator dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi variabel laten. Oleh karena itu angka dalam indikator formatif tidak harus menunjukkan pola inter-corelation agar dapat diterima sebagai pengukuran. Status Sosial Ekonomi Pendidikan Tempat Tinggal Jenis Kelamin
  9. 9. Pembagian variabel berdasarkan sifatnya: 1.Variabel Dikotomis Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan. Laki-Laki : 1 Perempuan : 2 2. Variabel Kontinyu Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu. Berat badan Didi : 50Kg Berat badan Dodo : 62,75Kg
  10. 10. PENGUKURAN SUBYEKTIF DAN PENGUKURAN OBYEKTIF  Bagaimana mengukur pendapatan secara obyektif ?  Bagaimana mengukur pendapatan secara subyekti?
  11. 11. Pembagian Variabel Berdasarkan pada Hubungan antar Variabel: 1. Variabel Bebas 2. Variabel Tergantung 2. Variabel Moderator 4. Variabel Intervening Upa h Semangat Kerja Upa h Semangat Kerja Upah Semangat Kerja L. Kerja Prestasi Akademi k Karir Kekaya an
  12. 12. Desain Pengukuran 1. Skala Likert 2. Skala Guttman 3. Skala Semantic Deferensial 4. Skala Rating
  13. 13. Skala Likert  Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.  Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setuju skor 5 b. Setuju skor 4 c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1
  14. 14. Skala Gudman  Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.  Misalnya : Ya Tidak Baik Buruk Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya
  15. 15. Skala Semamtik Deferensial  Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.  Contoh: Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ? 1. Sangat Buruk 5. Sangat Baik
  16. 16. Skala Rating  Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif.  Contoh: Kenyaman ruang loby Bank CBA: 5 4 3 2 1 Kebersihan ruang parkir Bank CBA: 5 4 3 2 1
  17. 17. DESAIN SKALA Skala dalam penelitian ada lima tingkatan: 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Rasio
  18. 18. Skala Nominal  Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja  Contoh: Wanita 1 Laki-laki 2
  19. 19. Skala Ordinal  Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.  Contoh: Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sri Ratu……………………… 1 Moro ………………………… 3 Matahari ………………….. 5 Rita I ………………………. 2 Rita II ……………………… 4 Super Ekonomi …………. 6
  20. 20. Skala Interval  Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.  Contoh: 1. Skala Pada Termometer 2. Skala Pada Jam 3. Skala Pada Tanggal
  21. 21. Skala Rasio  Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak .  Contoh: 1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Hasil Penjualan
  22. 22. Ringkasan Tentang Skala Skala Tipe Pengukuran Kategori Peringkat Jarak Perbandingan Nominal Ya Tidak Tidak Tidak Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya Ya Ya
  23. 23. DEFINISI OPERASIONAL  Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur variabel.

×