Metode Amenore Laktasi

5,191 views
4,907 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,191
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metode Amenore Laktasi

  1. 1. 1<br />Metode Laktasi Amenorea (Lactational Amenorrhea Method )<br />
  2. 2. 2<br />Metode Laktasi Amenore<br /><ul><li>MLA merupakan metode kontrasepsi alamiah yang mengandalkan pemberian ASI pada bayinya
  3. 3. Akan tetap mempunyai efek kontrasepstif apabila
  4. 4. Menyusukan secara penuh (eksklusif)
  5. 5. Belum haid
  6. 6. Usia bayi kurang dari 6 bulan
  7. 7. Efektif hingga 6 bulan
  8. 8. Bila ingin tetap belum ingin hamil, kombinasikan dengan metode kontrasepsi lain setelah bayi berusia 6 bulan</li></li></ul><li>3<br />MLA: Mekanisme Kerja<br />Sekresi GnRH yang tidak teratur menganggu pelepasan hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (leutinizing hormone) untuk menghasilkan sel telur dan menyiapkan endometrium<br />Penghisapan ASI yang intensif secara berulangkali akan menekan sekresi hormon GnRH (gonadotrophin releasing hormone) yang mengatur kesuburan<br />Rendahnya kadar hormon FSH dan LH menekan perkembangan folikel di ovarium dan menekan ovulasi<br />
  9. 9. 4<br />MLA: Keuntungan Kontraseptif<br /><ul><li>Cukup efektif dalam mencegah kehamilan (1-2 kehamilan per 100 wanita di 6 bulan pertama penggunaan)
  10. 10. Bila segera menyusukan secara eksklusif maka efek kontraseptif akan segera pula bekerja efektif
  11. 11. Tidak mengganggu proses sanggama
  12. 12. Tidak ada efek samping sistemik
  13. 13. Tidak perlu dilakukan pengawasan medis
  14. 14. Tidak perlu pasokan ulangan, cukup dengan selalu memberikan ASI secara eksklusif bagi bayinya
  15. 15. Tidak membutuhkan biaya apapun</li></li></ul><li>5<br />MLA: Keuntungan Non Kontraseptif<br /><ul><li>Bagi anak:
  16. 16. Imunisasi pasif dan perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi lainnya
  17. 17. Sumber nutrisi terbaik bagi bayi
  18. 18. Mengurangi terkenanyakontaminasi dalam air, susu atau formula lain, atau pada peralatan
  19. 19. Bagi Ibu:
  20. 20. Mengurangi perdarahan postpartum
  21. 21. Mengeratkan hubungan psikologis ibu-anak
  22. 22. Mengurangi risiko anemia</li></li></ul><li>6<br />MLA: Keterbatasan<br /><ul><li>Sangat tergantung dengan motivasi pengguna bila memang ingin menggunakan MLA sebagai metode kontrasepsi (pemberian ASI Eksklusif)
  23. 23. Untuk kondisi atau alasan tertentu mungkin sulit untuk dilaksanakan
  24. 24. Tingkat efektivitasnya sangat tergantung tingkat eksklusifitas menyusukan bayi (hingga usia 6 bulan atau mulai mendapat menstruasi)
  25. 25. Tidak melindungi pengguna dari PMS (misalnya: HBV, HIV/ AIDS)</li></li></ul><li>7<br />MLA sesuai untuk:<br />Wanita yang:<br /><ul><li>Menyusukan bayinya secara eksklusif (memberikan ASI secara penuh tanpa suplementasi lainnya)
  26. 26. Belum mendapat haid sejak melahirkan bayinya
  27. 27. Menyusukan secara eksklusif sejak bayi lahir hingga bayi berusia 6 bulan 1</li></ul>1WHO merekomendasikan suplementasi mulai usia 6 bulan. Jika lebih cepat, MLA jadi kurang efektif.<br />
  28. 28. 8<br />MLA: Tidak Sesuai untuk Dilanjutkan bila: <br /><ul><li>Setelah beberapa bulan amenorea, klien mulai mendapat haid
  29. 29. Tidak menyusukan secara eksklusif
  30. 30. Bayi telah berusia diatas 6 bulan
  31. 31. Ibu bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam dalam sehari </li></li></ul><li>9<br />MLA: Instruksi Bagi Klien Mengenai Pemberian ASI<br /><ul><li>Memberikan ASI (secara penuh) dari kedua payudara sesuai kebutuhan (sekitar 6-10 kali per hari)
  32. 32. Memberikan ASI paling sedikit satu kali pada malam hari (tidak boleh lebih dari 4-6 jam diantara 2 pemberian)
  33. 33. Jangan gantikan jadwal pemberian ASI dengan makanan/cairan lain
  34. 34. Jika frekuensi menyusukan kurang dari 6-10 kali per hari atau atau bayi tidur semalaman tanpa menyusu (mendapat ASI), maka MLA kurang dapat diandalkan untuk metode kontrasepsi
  35. 35. Menggantikan jadwal pemberian ASI dengan makanan atau suplemen lainnya maka daya hisap bayi akan berkurang sehingga mengurangi efektifitas mekanisme kerja kontraseptif MLA </li></li></ul><li>10<br />MLA:Efektifitas Kontraseptif dan Cara Menyusui<br /><ul><li>Cara Menyusukan bayi
  36. 36. Frekuensi Menyusukan bayi
  37. 37. Lamanya bayi menyusu
  38. 38. Jarak antara menyusui
  39. 39. Mutu (kesungguhan) bayi menyusu pada ibunya </li></li></ul><li>11<br />MLA: Instruksi bagi Klien untuk Kontrasepsi<br /><ul><li>Selalu gunakan metode kontrasepsi pendukung, misalnya kondom, yang siap digunakan. Gunakan jika:
  40. 40. Menstruasi Anda kembali
  41. 41. Anda memulai memberikan suplemen diet kepada bayi Anda
  42. 42. Bayi Anda mencapai umur 6 bulan
  43. 43. Konsultasi kepada petugas kesehatan atau klinik sebelum menggunakan kontrasepsi lain
  44. 44. Jika klien atau pasangannya berisiko tinggi terhadap PMS, selain MLA, gunakan juga kondom untuk tindakan pencegahan tertular PMS</li>

×