Populasi dan sampel penelitian

120,940 views
120,690 views

Published on

8 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
120,940
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
63
Actions
Shares
0
Downloads
1,542
Comments
8
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Populasi dan sampel penelitian

  1. 1. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN <ul><li>Populasi adalah keseluruhan jumlah subjek atau obyek yang akan diteliti </li></ul><ul><li>Populasi dalam ilmu sosial adalah manusia dalam suatu masyarakat </li></ul><ul><li>Besar atau jumlah populasi tersebut ada yang dapat ditetapkan secara pasti dan ada pula yang tidak dapat ditetapkan secara pasti </li></ul>
  2. 2. POPULASI YANG PASTI JUMLAHNYA <ul><li>Populasi tertentu dapat ditetapkan dengan jelas jumlahnya, karena dicatat keanggotannya secara ketat </li></ul><ul><li>Mahasiswa aktif pada suatu jurusan di perguruan tinggi tertentu dapat ditetapkan dengan pasti jumlahnya, misalnya secara keseluruhan berjumlah 525 orang </li></ul><ul><li>Penduduk pada suatu RT atau kelurahan berdasarkan data pada RT ataupun kantor kelurahan dapat diketahui dengan pasti jumlahnya </li></ul>
  3. 3. POPULASI YANG TAK PASTI JUMLAHNYA <ul><li>Populasi tertentu sulit untuk dapat ditentukan dengan jelas jumlahnya </li></ul><ul><li>Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh jumlah populasi yang sangat besar dan tidak dilakukannya pendataan anggota populasi </li></ul><ul><li>Pengunjung suatu mal, ibu-ibu yang berbelanja di suatu pasar tradisional, pembaca koran atau media tertentu sebenarnya ada jumlahnya, tetapi sukar untuk dapat ditetapkan secara tegas besarnya </li></ul>PENGGEMAR ARTIS ATAU BAND CONTOH POPULASI YANG TAK PASTI JUMLAHNYA
  4. 4. SAMPEL PENELITIAN <ul><li>Bagian dari populasi penelitian yang dipilih sebagai wakil representatif dari keseluruhan untuk diteliti </li></ul><ul><li>Contoh, monster, representant, atau wakil dari populasi </li></ul>POPULASI S A M P E L
  5. 5. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN DALAM MENGGUNAKAN SAMPEL <ul><li>Homogenitas –heterogenitas populasi penelitian </li></ul><ul><li>Banyak tidaknya variabel ekstra </li></ul><ul><li>Perlu tidaknya dilakukan analisis subkelompok </li></ul><ul><li>Tersedia tidaknya tes statistik </li></ul>
  6. 6. LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN SAMPEL PENELITIAN <ul><li>Mengidentifikasi karakteristik populasi </li></ul><ul><li>Menentukan teknik penentuan sampel </li></ul><ul><li>Menetapkan besarnya sampel </li></ul><ul><li>Memilih sampel sesuai dengan teknik dan besar yang telah ditetapkan </li></ul>
  7. 7. TEKNIK PEMILIHAN SAMPEL PENELITIAN <ul><li>SIMPLE RANDOM SAMPLING </li></ul><ul><li>QUOTA SAMPLING </li></ul><ul><li>PURPOSIVE SAMPLING </li></ul><ul><li>INSIDENTAL SAMPLING </li></ul><ul><li>SNOWBALL SAMPLING </li></ul><ul><li>AREA SAMPLING </li></ul><ul><li>STRATIFIED SAMPLING </li></ul><ul><li>SYSTEMATIC SAMPLING </li></ul><ul><li>CLUSTER SAMPLING </li></ul>
  8. 8. SIMPLE RANDOM SAMPLING <ul><li>Sampel dipilih secara acak dari populasi sesuai dengan jumlah yang ditentukan. </li></ul><ul><li>Penentuan dapat dilakukan dengan cara diundi, menggunakan tabel random, ataupun randomisasi komputer </li></ul>
  9. 9. MENENTUKAN SAMPEL DENGAN TABEL RANDOM <ul><li>Tentukan besarnya populasi dan sampel, misalnya N = 50  n = 10% N sehingga n = 5 </li></ul><ul><li>Buat daftar lengkap dari anggota populasi  dinomori </li></ul><ul><li>Misalkan tabel random sebagai berikut </li></ul><ul><li>234 456 334 334 456 122 </li></ul><ul><li>223 321 456 333 452 876 </li></ul><ul><li>324 556 654 784 555 675 </li></ul><ul><li>125 243 342 678 987 065 </li></ul><ul><li>Dari tabel random dibaca angka yang ada dan ditemukan bahwa sampel penelitian bernomor urut 23, 44, 33, 43, 34 </li></ul>
  10. 10. QUOTA SAMPLING <ul><li>Tetapkan besarnya sampel </li></ul><ul><li>Peneliti menghubungi sampel yang paling mudah ditemui </li></ul><ul><li>Dilakukan sampai jumlah yang diinginkan terpenuhi </li></ul>
  11. 11. PURPOSIVE SAMPLING <ul><li>Melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui karakteristik populasi dan penetapan syarat sampel </li></ul><ul><li>Peneliti menetapkan ciri-ciri, sifat-sifat, atau karakteristik sampel yang akan dipilih (syarat-syarat) </li></ul><ul><li>Subjek diambil dari populasi dengan ketentuan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan </li></ul>
  12. 12. CONTOH PENERAPAN PURPOSIVE SAMPLING <ul><li>Peneliti akan melakukan pemecahan masalah kesulitan belajar siswa </li></ul><ul><li>Populasi ditetapkan siswa dalam suatu kelas </li></ul><ul><li>Syarat-syarat dari sampel ditetapkan: memiliki nilai akademis 3K, jumlah absensi dalam satu semester > 12x, keterlambatan > 3x </li></ul><ul><li>Dari syarat tersebut akhirnya dicari siswa dari kelas yang dijadikan populasi, misalnya ditemukan sebanyak 7 orang. Maka ke-7 orang inilah yang dijadikan sampel penelitian </li></ul>
  13. 13. INSIDENTAL SAMPLING <ul><li>Jumlah sampel ditentukan </li></ul><ul><li>Sampel dipilih secara kebetulan </li></ul><ul><li>Tidak menggunakan suatu syarat khusus yang kaku </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Survey Pendapat konsumen suatu produk, perusahaan menetapkan 100 orang pengunjung pertama pada stand produk sebagai sampel. </li></ul>
  14. 14. SNOWBALL SAMPLING <ul><li>TETAPKAN JUMLAH SAMPEL </li></ul><ul><li>SAMPEL DIAMBIL SECARA BERANTAI DARI RESPONDEN SATU KE RESPONDEN BERIKUTNYA </li></ul><ul><li>PENELITI HANYA MENETAPKAN RESPONDEN PERTAMA </li></ul><ul><li>RESPONDEN BERIKUTNYA DITUNJUK OLEH RESPONDEN SEBELUMNYA </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul>a1 2 b1 2 3 3
  15. 15. AREA SAMPLING <ul><li>Tentukan area yang akan disampling, misalnya: Kota Pontianak dibagi menjadi Pontianak Barat I, Pontianak Barat II, Pontianak Timur I, Pontianak Timur II, Pontianak Utara, Pontianak Selatan </li></ul><ul><li>Wilayah tersebut kemudian diundi atau diacak untuk menentukan 3 area sebagai sampling, misalnya dihasilkan Pontianak Barat I, Pontianak Selatan, dan Pontianak Timur I </li></ul><ul><li>Tetapkan besar populasi di setiap area, kemudian setarakan dengan jumlah sampel yang dibutuhkan – area lain tidak diambil sebagai sampel </li></ul>
  16. 16. SISTEMATIK SAMPLING <ul><li>Tetapkan ukuran sampel: n </li></ul><ul><li>Bagi populasi N kedalam kelompok k individual dengan k = N/n </li></ul><ul><li>Secara acak seleksi sampel dari kelompok yang ada sampai sampel yang dibutuhkan terpenuhi </li></ul>N = 64 n = 8 k = 8 First Group
  17. 17. STRATIFIED SAMPLING <ul><li>Population Divided into 2 or More Groups According to Some Common Characteristic </li></ul><ul><li>Simple Random Sample Selected from Each Group </li></ul><ul><li>The Two or More Samples are Combined into One </li></ul>
  18. 18. CLUSTER SAMPLING <ul><li>Population Divided into Several “Clusters,” Each Representative of the Population </li></ul><ul><li>A Random Sampling of Clusters is Taken </li></ul><ul><li>All Items in the Selected Clusters are Studied </li></ul>Population divided into 4 clusters Randomly selected 2 clusters

×