Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Alat ukur dan_teknik_pengukuran
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Alat ukur dan_teknik_pengukuran

  • 31,932 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
31,932
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
988
Comments
0
Likes
7

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Sri Waluyanti, dkk.ALAT UKUR DANTEKNIKPENGUKURANJILID 1SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
  • 2. Hak Cipta pada Departemen Pendidikan NasionalDilindungi Undang-undangALAT UKUR DANTEKNIKPENGUKURANJILID 1Untuk SMKPenulis : Sri Waluyanti Djoko Santoso Slamet Umi RochayatiPerancang Kulit : TIMUkuran Buku : 17,6 x 25 cm WAL WALUYANTI, Sri a Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 1 untuk SMK oleh Sri Waluyanti, Djoko Santoso, Slamet, Umi Rochayati ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vii, 179 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Glosarium : Lampiran. D ISBN : 978-602-8320-11-5 ISBN : 978- 602 -8320 -12-2Diterbitkan olehDirektorat Pembinaan Sekolah Menengah KejuruanDirektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan NasionalTahun 2008
  • 3. KATA SAMBUTANPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dankarunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan SekolahMenengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasardan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakankegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatanpembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan StandarNasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telahdinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam prosespembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepadaseluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanyakepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luasoleh para pendidik dan peserta didik SMK.Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepadaDepartemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannyaharus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Denganditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagimasyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruhIndonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk imengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepadapara peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapatmemanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku inimasih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritiksangat kami harapkan. Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK
  • 4. KATA PENGANTAR PENULIS Pertama-tama penulis panjatkan puji syukur kahadlirat Allah s.w.t.atas segala rahmat dan kuruniaNya hingga penyusunan buku kejuruanSMK Alat Ukur dan Teknik Pengukuran ini dapat terselesaikan. Buku ini disusun dari tingkat pemahaman dasar besaran listrik,jenis-jenis alat ukur sederhana hingga aplikasi lanjut yang merupakangabungan antar disiplin ilmu. Untuk alat ukur yang wajib dan banyakdigunakan oleh orang yang berkecimpung maupun yang mempunyaiketertarikan bidang elektronika di bahas secara detail, dari pengertian, carakerja alat, langkah keamanan penggunaan, cara menggunakan, perawatandan perbaikan sederhana. Sedangkan untuk aplikasi lanjut pembahasandititik beratkan bagaimana memaknai hasil pengukuran. Penyusunan initerselesaikan tidak lepas dari dukungan beberapa pihak, dalamkesempatan ini tak lupa kami sampaikan rasa terimakasih kami kepada :1. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Deparmeten Pendidikan Nasional yang telah memberi kepercayaan pada kami2. Kesubdit Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMK beserta staff yang telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan dan dukungan hingga terselesaikannya penulisan buku.3. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta beserta staff yang telah membantu kelancaran administrasi4. Ketua Jurusan beserta staff Pendidikan Teknik Elektronika FT-UNY atas fasilitas dan dukungannya hingga terselesaikannya tugas ini.5. Teman-teman sesama penulis buku kejuruan SMK di lingkungan FT- UNY atas kerjasama, motivasi, pengertian dan dukungan kelancaran pelaksanaan.6. Para teknisi dan staff pengajaran yang memberi kelonggaran penggunaan laboratorium dan kelancaran informasi.7. Dan orang yang selalu ada di hati dan di samping penulis dengan segala pengertian, dukungan semangat dan motivasi hingga terselesaikannya penyusunan buku ini.Tak ada yang sempurna kecuali Dia yang memiliki segala puji. Oleh karenaitu masukan dan saran penulis harapkan untuk kesempurnaan penulisanini, atas saran dan masukannya diucapkan banyak terimakasih. Tim penyusun,
  • 5. v DAFTAR ISI HalamanKATA SAMBUTAN iiiKATA PENGANTAR ivDAFTAR ISI v1. PENDAHULUAN 11.1. Parameter Alat Ukur 11.2. Kesalahan Ukur 61.3. Klasifikasi Kelas Meter 91.4. Kalibrasi 101.5. Macam-macam Alat Ukur Penunjuk Listrik 121.6. Peraga Hasil Pengukuran 282. MULTIMETER2.1. Multimeter Dasar 432.2. Voltmeter 572.3. Ohmmeter 652.4. Multimeter Elektronik Analog 692.5. Multimeter Elektronik Digital 1113. LCR METER3.1. Prinsip Dasar Pengukuran Komponen LCR 1293.2. LCR meter model 740 1433.3. Pembacaan Nilai Pengukuran 1483.4. Pengukuran Resistansi DC Dengan Sumber Luar 1593.5. Pengukuran resistansi DC 1614. PENGUKURAN DAYA4.1. Pengukuran Daya Rangkaian DC 1634.2. Pengukuran Daya Rangkaian AC 1654.3. Wattmeter 1674.4. Error Wattmeter 1834.5. Watt Jam meter 1864.6. Meter Solid States 1904.7. Wattmeter AMR 1904.8. Kasus Implementasi Lapangan 1914.9. Faktor Daya 1944.10. Metode Menentukan Urutan Fasa 2035. PENGUJI TAHANAN ISOLASI DAN KUAT MEDAN5.1. Pengujian Tahanan Isolasi 2155.2. Tahanan Pentanahan (Earth Ground Resistance) 2215.3. Pengukuran Medan 2406. PEMBANGKIT SINYAL6.1. Fungsi Generator 2536.2. Pembangkit Frekuensi Radio 2646.3. Pembangkit Pulsa 2896.4. Sweep Marker Generator 289
  • 6. vi7. Osiloskop7.1. Pengantar 2957.2. Operasi Dasar CRO 3037.3. Jenis-Jenis Osiloskop 3097.4. Osiloskop Digital 3217.5. Spesifikasi Osiloskop 3267.6. Pengukuran Dengan Osikoskop 3197.7.1. MSO Sumbu XYZ Aplikasi Pada Pengujian Otomotif 3397.7.2. Mixed Signal Oscilloscope 3317.7.3. Osiloskop Digital Pospor (Digital Phospor Osciloscope / 331 DPO)7.7.4. Arsitektur Pemrosesan Paralel 3327.7.5. Mudah Penggunaan 3357.7.6. Probe 3367.8. Pengoperasian Osiloskop 3468. FREKUENSI METER8.1. Frekuensi Meter Analog . 3538.2. Frekuensi Meter Digital 3578.3. Metode Pengukuran 3638.4. Kesalahan pengukuran 3749. PENGANALISA SPEKTRUM9.1. Pengantar dan Sejarah Perkembangan Spektrum Analiser 3799.2. Jenis-jenis Penganalisa Spektrum 3829.3. Dasar Analisa Spektrum Waktu Riil 3909.4. Aplikasi Dalam Penggunaan 42410. PEMBANGKIT POLA10.1. Latar Belakang Sejarah 44110.2. Sinyal Pengetesan 44210.3. Pola Standar 44510.4. Pola Pengetesan Batang Untuk Pengecekan Lapisan 45210.5. Pengembangan Pola 46110.6. Pembangkit Pola 46310.7. Spesifikasi 46910.8. Aplikasi 46911.MESIN TESTER11.1. Pengantar 47911.2. Elektronik Pengetesan Fungsi Otomotif Menggunakan 490 Sistem Komponen11.3. Aplikasi 49711.3. Rupa rupa Penguji Mesin 51511.4. Penganalisa Gas 51612. SISTEM POSISI GLOBAL (GPS)12.1. Pengantar Teknologi GPS 53112.2. Cara Bekerja GPS 54112.3. Differential GPS (DGPS) 55212.4. Petunjuk Pengoperasian GPS Maestro 4050 55513. PERALATAN ELEKTRONIKA KEDOKTERAN13.1.1 MRI (Magnetic Resonance Imaging) 56713.1.2. Mesin MRI 57713.1.3. MRI Masa depan 58113.2.1. Pengertian CT SCAN 58213.2.2. Mesin Sinar X 586
  • 7. vii13.2.3. Ide Dasar Computerized Axial Tomography (CAT) 58813.2.4. Prosedur Scanning 58913.3.1. Diagnosis Medis Penggambaran Sonography 59513.3.2. Aplikasi Diagnostik 59713.3.3. Metoda Sonography 60213.3.4. Perbedaan Jenis Ultrasonik 60713.3.5. Prosedur Pengujian Dengan Ultrasonik 60913.4. Penggambaran Kedokteran Nuklir 61013.4.1. Prosedur Pengujian 61213.4.2. Prosedur Pelaksanaan 61413.4.3. Resiko 62213.4.4. Keterbatas Tomograpi Emisi Positron 62213.4.5. Teknik Cardiosvascular Imaging 62313.4.6. Scanning Tulang 623LAMPIRANA. DAFTAR PUSTAKAD. GLOSARIUM
  • 8. 1 BAB 1 PENDAHULUAN Tujuan Pokok Bahasan Pembahasan bertujuan membekali 1. Parameter Alat Ukur kemampuan : 2. Sistem Satuan 1. Mendefinisikan sistem satuan 3. Klasifikasi kelas meter besaran listrik dan kalibrasi 2 Memilih dan menempatkan alat 4. Macam-macam peraga ukur yang baik berdasarkan parameter 3. Mampu menyebutkan macam- macam peraga penunjukkan alat ukur1.1. Parameter Alat UkurAlat ukur listrik merupakan berupa gerak denganperalatan yang diperlukan oleh menggunakan alat ukur. Perlumanusia. Karena besaran listrik disadari bahwa untuk dapatseperti : tegangan, arus, daya, menggunakan berbagai macamfrekuensi dan sebagainya tidak alat ukur listrik perlu pemahanandapat secara langsung ditanggapi pengetahuan yang memadaioleh panca indera. Untuk tentang konsep - konsepmengukur besaran listrik tersebut, teoritisnya. Dalam mempelajaridiperlukan alat pengubah. Atau pengukuran dikenal beberapabesaran ditransformasikan ke istilah, antara lain :dalam besaran mekanis yangInstrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel.Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur.Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupaSensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur.Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana instrumen akan memberi respon atau tanggapan.Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang sebenarnya.
  • 9. 2Alat ukur listrik dikelompokkan menjadi dua, yaitu :Alat ukur standar/absolut :Alat ukur absolut maksudnya pada alat itu sendiri. Iniadalah alat ukur yang menunjukkan bahwa alat tersebutmenunjukkan besaran dari tidak perlu dikalibrasi ataukomponen listrik yang diukur dibandingkan dengan alat ukurdengan batas-batas pada lainnya lebih dahulu. Contoh darikonstanta dan penyimpangan alat ukur ini adalah galvanometer. Gambar 1-1 Alat ukur standar galvanometerAlat ukur sekunder :Alat ukur sekunder maksudnya sudah dikalibrasi denganadalah semua alat ukur yang membandingkan pada alat ukurmenunjukkan harga besaran listrik standar/absolut. Contoh dari alatyang diukur dan dapat ditentukan ukur ini adalah alat ukur listrikhanya dari simpangan alat ukur yang sering dipergunakantersebut. Sebelumnya alat ukur sehari-hari.
  • 10. 3 Gambar 1-2 Alat ukur sekunder1.1.1. Sistem Satuan Dalam Pengukuran1.1.1.1. Satuan Dasar dan Satuan TurunanIlmu pengetahuan dan teknik dinyatakan satuan-satuan dasar.menggunakan dua jenis satuan, Arus listrik, temperatur, intensitasyaitu satuan dasar dan satuan cahaya disebut dengan satuanturunan. Satuan-satuan dasar dasar tambahan. Sistem satuandalam mekanika terdiri dari dasar tersebut selanjutnya dikenalpanjang, massa dan waktu. Biasa sebagai sistem internasional yangdisebut dengan satuan - satuan disebut sistem SI. Sistem inidasar utama. Dalam beberapa memuat 6 satuan dasar sepertibesaran fisis tertentu pada ilmu tabel 1-1.termal, listrik dan penerangan juga Tabel 1-1 Besaran-besaran satuan dasar SI Kuantitas Satuan Dasar Simbol Panjang meter m Massa kilogram kg Waktu sekon s Arus listrik amper A Temperatur kelvin K Intensitas cahaya kandela Cd
  • 11. 4Satuan-satuan lain yang dapat beberapa satuan turunan telahdinyatakan dengan satuan-satuan diberi nama baru, contoh untukdasar disebut satuan-satuan daya dalam SI dinamakan wattturunan. Untuk memudahkan yaitu menggantikan j/s. Tabel 1-2 Beberapa contoh satuan yang diturunkanKuantitas Satuan Simbol Dinyatakan yang dalam satuan SI diturunkan atau satuan yang diturunkanFrekuensi hertz Hz 1 Hz = 1 s-1Gaya newton N 1 N = I kgm/s2Tekanan pascal Pa 1 Pa = 1 N/m2Enersi kerja joule J 1 J = 1 NmDaya watt W 1 W = 1 J/sMuatan listrik coulomb C 1 C = 1 AsGGL/beda potensial volt V 1 V = 1 W/AKapasitas listrik farad F 1 F = 1 AsIVTahanan listrik ohm Ω 1 = I V/AKonduktansi siemens S 1 S = 1 Ω- 1Fluksi magnetis Weber Wb 1 Wb = I VsKepadatan fluksi Tesla T 1 T = 1 Wb/m2Induktansi Henry H 1 H = 1 Vs/AFluksi cahaya Lumen lM l m = 1 cd srKemilauan lux lx l x = 1 lm/m21.1.1.2. Sistem-sistem SatuanAsosiasi pengembangan Ilmu adalah satu. Satuan-satuanPengetahuan Inggris telah turunan untuk arus listrik danmenetapkan sentimeter sebagai potensial listrik dalam sistemsatuan dasar untuk panjang dan elektromagnetik, yaitu amper dangram sebagai satuan dasar untuk volt digunakan dalam pengukuran-massa. Dari sini dikembangkan pengukuran praktis. Kedua satuansistem satuan sentimeter-gram- ini beserta salah satu dari satuansekon (CGS). Dalam sistem lainnya seperti: coulomb, ohm,elektrostatik CGS, satuan muatan henry, farad, dan sebagainyalistrik diturunkan dari sentimeter, digabungkan di dalam satuangram, dan sekon dengan ketiga yang disebut sistem praktismenetapkan bahwa permissivitas (practical system).ruang hampa pada hukum Tahun 1960 atas persetujuancoulumb mengenai muatan listrik internasional ditunjuk sebagai
  • 12. 5sistem internasional (SI). Sistem dan intensitas cahaya, sepertiSI digunakan enam satuan dasar, terlihat pada tabel 1-1. Demikianyaitu meter, kilogram, sekon, dan pula dibuat pengalian dari satuan-amper (MKSA) dan sebagai satuan dasar, yaitu dalam sistemsatuan dasar tambahan adalah desimal seperti terlihat pada tabelderajat kelvin dan lilin (kandela) 1-3.yaitu sebagai satuan temperatur Tabel 1-3 Perkalian desimal Faktor perkalian dari Sebutan satuan Nama Symbol 1012 Tera T 109 Giga G 106 Mega M 103 Kilo K 102 Hekto h 10 Deca da 10-1 Deci d 10-2 Centi c 10-3 Milli m 10-6 Micro µ 10-9 Nano n 10-12 Pico p 10-15 Femto f 10-18 atto aAda pula satuan bukan SI yang kelipatannya, digunakan dalamdapat dipakai bersama dengan pemakaian umum. Lebih jelasnyasatuan SI. Beserta kelipatan - dapat diperhatikan pada tabel 1-4. Tabel 1-4 Satuan bukan SI yang dapat dipakai bersama dengan satuan Kuantitas Nama Satuan Simbol Definisi Waktu menit menit 1 menit = 60 s jam jam 1 jam = 60 menit hari hari 1 hari = 24 jam Sudut datar derajat ο 10 = (Jπ/180 )rad menit , 1, = ( 1/60 )o sekon : 1" = ( 1/60 ) Massa Ton T 1 t = 103 k9
  • 13. 61.1.1.3. Sistem Satuan LainDi Inggris sistem satuan panjang massa 1 pon (lb) = 0,45359237menggunakan kaki (ft), massa pon kg. Berdasarkan dua bentuk ini(lb), dan waktu adalah detik. (s). memungkinkan semua satuanSatuan-satuan tersebut dapat sistem Inggris menjadi satuan -dikonversikan ke satuan SI, yaitu satuan SI. Lebih jelasnyapanjang 1 inci = 1/12 kaki perhatikan tabel 1-5.ditetapkan = 25,4 mm, untuk Tabel 1-5 Konversi satuan Inggris ke SISatuan Inggris Simbol Ekivalensi metrik KebalikanPanjang 1 kaki ft 30,48 cm 0,0328084 1 inci In 25,40 mm 0,0393701Luas 1 kaki kuadrat Ft2 9,2903 x 102 cm2 0,0107639x102 1 inci kuadrat In2 6,4516 x 102 0,15500 x 10-2Isi 1 kaki kubik Ft3 mm2 35,3147Massa 1 pon lb 0,0283168 m3 2,20462Kerapatan 1 pon per kaki kubik lb/ft3 0,45359237 kg 0,062428Kecepatan 1 kaki per sekon ft/s 16,0185 kg/m3 3,28084Gaya 1 pondal pdl 0,3048 m/s 7,23301Kerja, energi 1 kaki-pondal ft pdl 0,138255 N 23,7304Daya 1 daya kuda Hp 0,0421401 J 0.00134102 745,7 W1.2. Kesalahan UkurSaat melakukan pengukuran sebab terjadinya kesalahanbesaran listrik tidak ada yang pengukuran. Kesalahan -menghasilkan ketelitian dengan kesalahan dalam pengukuransempurna. Perlu diketahui dapat digolongkan menjadi tigaketelitian yang sebenarnya dan jenis, yaitu :1.2.1 Kesalahan-kesalahan Umum (gross-errors)Kesalahan ini kebanyakan kebiasaan yang buruk, seperti :disebabkan oleh kesalahan pembacaan yang tidak teliti,manusia. Diantaranya adalah pencatatan yang berbeda darikesalahan pembacaan alat ukur, pembacaannya, penyetelanpenyetelan yang tidak tepat dan instrumen yang tidak tepat. Agarpemakaian instrumen yang tidak mendapatkan hasil yang optimal,sesuai dan kesalahan penaksiran. maka diperlukan pembacaan lebihKesalahan ini tidak dapat dari satu kali. Bisa dilakukan tigadihindari, tetapi harus dicegah dan kali, kemudian dirata-rata. Jikaperlu perbaikkan. Ini terjadi karena mungkin dengan pengamat yangketeledoran atau kebiasaan - berbeda.
  • 14. 7 Hasil pembacaan < harga Pembacaan sebenarnya Posisi > harga pembacaan senearnya yang benar Gambar 1-3 Posisi pembacaan meterGambar 1-4 a Pembacaan yang salah Gambar 1-4 b Pembacaan yang benar Gambar 1-5 Pengenolan meter tidak tepat
  • 15. 81.2.2. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic errors)Kesalahan ini disebabkan oleh tepat untuk mengetahui instrumenkekurangan-kekurangan pada tersebut mempunyai kesalahaninstrumen sendiri. Seperti atau tidak yaitu dengankerusakan atau adanya bagian- membandingkan denganbagian yang aus dan pengaruh instrumen lain yang memilikilingkungan terhadap peralatan karakteristik yang sama atauatau pemakai. Kesalahan ini terhadap instrumen lain yangmerupakan kesalahan yang tidak akurasinya lebih tinggi. Untukdapat dihindari dari instrumen, menghindari kesalahan-kesalahankarena struktur mekanisnya. tersebut dengan cara : (1) memilihContoh : gesekan beberapa instrumen yang tepat untukkomponen yang bergerak pemakaian tertentu; (2)terhadap bantalan dapat menggunakan faktor-faktor koreksimenimbulkan pembacaan yang setelah mengetahui banyaknyatidak tepat. Tarikan pegas kesalahan; (3) mengkalibrasi(hairspring) yang tidak teratur, instrumen tersebut terhadapperpendekan pegas, instrumen standar. Padaberkurangnya tarikan karena kesalahan-kesalahan yangpenanganan yang tidak tepat atau disebabkan lingkungan, seperti :pembebanan instrumen yang efek perubahan temperatur,berlebihan. Ini semua akan kelembaban, tahanan udara luar,mengakibatkan kesalahan- medan-medan maknetik, dankesalahan. Selain dari beberapa sebagainya dapat dihindarihal yang sudah disinggung di atas dengan membuat pengkondisianmasih ada lagi yaitu kesalahan udara (AC), penyegelankalibrasi yang bisa mengakibatkan komponen-komponen instrumenpembacaan instrumen terlalu tertentu dengan rapat, pemakaiantinggi atau terlalu rendah dari yang pelindung maknetik danseharusnya. Cara yang paling sebagainya. Pegas pegas
  • 16. 9 Gambar 1-6 Posisi pegas1.2.3. Kesalahan acak yang tak disengaja (random errors)Kesalahan ini diakibatkan oleh pengamatan. Untuk mengatasipenyebab yang tidak dapat kesalahan ini dengan menambahlangsung diketahui. Antara lain jumlah pembacaan dansebab perubahan-perubahan menggunakan cara-cara statistikparameter atau sistem untuk mendapatkan hasil yangpengukuran terjadi secara acak. akurat.Pada pengukuran yang sudah Alat ukur listrik sebelumdirencanakan kesalahan - digunakan untuk mengukur perlukesalahan ini biasanya hanya diperhatikan penempatannya /kecil. Tetapi untuk pekerjaan - peletakannya. Ini penting karenapekerjaan yang memerlukan posisi pada bagian yang bergerakketelitian tinggi akan berpengaruh. yang menunjukkan besarannyaContoh misal suatu tegangan akan dipengaruhi oleh titik beratdiukur dengan voltmeter dibaca bagian yang bergerak dari suatusetiap jam, walaupun instrumen alat ukur tersebut. Oleh karena ituyang digunakan sudah dikalibrasi letak penggunaan alat ukurdan kondisi lingkungan sudah ditentukan seperti pada tabel 1-6diset sedemikian rupa, tetapi hasilpembacaan akan terjadiperbedaan selama periode Tabel 1-6 Posisi alat ukur waktu digunakan Letak Tanda Tegak Datar Miring (misal dengan < 600 Sudut 600)1.3. Klasifikasi Kelas MeterUntuk mendapatkan hasil ketelitian alat ukur dibagi menjadipengukuran yang mendekati 8 kelas, yaitu : 0,05; 0,1 ; 0,2 ; 0,5dengan harga sebenarnya. Perlu ; 1,0 ; 1,5 ; 2,5 ; dan 5. Kelas-memperhatikan batas kesalahan kelas tersebut artinya bahwayang tertera pada alat ukur besarnya kesalalahan dari alattersebut. Klasifikasi alat ukur listrik ukur pada batas-batas ukurmenurut Standar IEC no. 13B-23 masing-masing kali ± 0,05 %, ±menspesifikasikan bahwa 0,1 %, ± 0,2 %, ± 0,5 %, ± 1,0
  • 17. 10%, ± 1,5 %, ± 2,5 %, ± 5 % dari digolongkan menjadi 4 golonganrelatif harga maksimum. Dari 8 sesuai dengan daerahkelas alat ukur tersebut pemakaiannya, yaitu :(1) Golongan dari kelas 0,05, 0,1, kalibrasi atau peneraan bagi0,2 termasuk alat ukur presisi pemakai alat ukur sangat penting.yang tertinggi. Biasa digunakan di Kalibrasi dapat mengurangilaboratorium yang standar. (2) kesalahan meningkatkanGolongan alat ukur dari kelas 0,5 ketelitian pengukuran. Langkahmempunyai ketelitian dan presisi prosedur kalibrasi menggunakantingkat berikutnya dari kelas 0,2 perbandingan instrumen yangalat ukur ini biasa digunakan untuk akan dikalibrasi dengan instrumenpengukuran-pengukuran presisi. standar. Berikut ini dicontohkanAlat ukur ini biasanya portebel. (3) kalibrasi untuk ampermeter arusGolongan dari kelas 1,0 searah dan voltmeter arus searahmempunyai ketelitian dan presisi secara sederhana.pada tingkat lebih rendah dari alatukur kelas 0,5. Alat ini biasa 1.4.1. Kalibrasi ampermeter arusdigunakan pada alat ukur portebel searahyang kecil atau alat-alat ukur pada Kalibrasi secara sederhana yangpanel. (4) Golongan dari kelas 1,5, dilakukan pada ampermeter arus2,5, dan 5 alat ukur ini searah. Caranya dapat dilakukandipergunakan pada panel-panel dengan membandingkan arusyang tidak begitu memperhatikan yang melalui ampermeter yangpresisi dan ketelitian. akan dikalibrasi (A) dengan ampermeter standar (As).1.4. Kalibrasi Langkah-langkahnya ampermeterSetiap sistem pengukuran harus (A) dan ampermeter standar (As)dapat dibuktikan keandalannya dipasang secara seri perhatikandalam mengukur, prosedur gambar 1- 7 di bawah.pembuktian ini disebut kalibrasi. + - + - IA Is + Beban - Gambar 1- 7. Kalibrasi sederhana ampermeterSebaiknya ampermeter yang akan tingkat berikutnya (0,5). Gambar 1digunakan sebagai meter standar – 7 ditunjukkan bahwa IA adalahadalah ampermeter yang arus yang terukur pada metermempunyai kelas presisi yang yang akan dikalibrasi, Is adalahtinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau presisi arus standar yang dianggap
  • 18. 11sebagai harga arus sebenarnya. dan biasa disebut kesalahan dariJika kesalahan mutlak (absolut) alat ukur, maka dapat dituliskan :dari ampermeter diberi simbol α α = IA - Is ............................. (1 – 1)Perbandingan kesalahan alat ukur dalam persen. Sedangkan(α) terhadap harga arus perbedaan atau selisih antarasebenarnya (Is), yaitu : α/ Is harga sebenanya atau standarbiasa disebut kesalahan relatif dengan harga pengukuranatau rasio kesalahan. DInyatakan disebut harga koreksi dituliskan : Is - IA = k ........................... (1 – 2)Perbandingan harga koreksi disebut rasio koreksi atau koreksiterhadap arus yang terukur (k / IA ) relatif dinyatakan dalam persen. Contoh Aplikasi : Ampermeter digunakan untuk mengukur arus yang besarnya 20 mA, ampermeter menunjukan arus sebesar 19,4 mA. Berapa kesalahan, koreksi, kesalahan relatif, dan koreksi relatif. Jawab : Kesalahan = 19,4 – 20 = - 0,6 mA Koreksi = 20 – 19,4 = 0,6 mA Kesalahan relatif = -0,6/20 . 100 % = - 3 % Koreksi relatif = 0,6/19,4 . 100 % = 3,09 %1.4.2. Kalibrasi voltmeter arus searahSama halnya pada ampermeter, standar (Vs). Langkah-langkahnyakalibrasi voltmeter arus searah voltmeter (V) dan voltmeterdilakukan dengan cara standar (Vs) dipasang secaramembandingkan harga tegangan paralel perhatikan gambar 1- 8 diyang terukur voltmeter yang bawah.dikalibrasi (V) dengan voltmeter + + + V Beban V - - -
  • 19. 12 Gambar 1- 8. Kalibrasi sederhana voltmeterVoltmeter yang digunakan adalah tegangan standar yangsebagai meter standar adalah dianggap sebagai harga teganganvoltmeter yang mempunyai kelas sebenarnya. Jika kesalahanpresisi tinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau mutlak (absolut) dari voltmeterpresisi tingkat berikutnya (0,5). diberi simbol α dan biasa disebutPada Gambar 1 – 8, V adalah kesalahan dari alat ukur, makategangan yang terukur pada meter dapat dituliskan :yang dikalibrasi, sedangkan Vs α = V - Vs ............................. (1 – 3)Perbandingan besar kesalahan dalam persen. Sedangkanalat ukur (α) terhadap harga perbedaan harga sebenanya atautegangan sebenarnya (Vs), yaitu : standar dengan harga pengukuranα/ Vs disebut kesalahan relatif disebut koreksi dapat dituliskan :atau rasio kesalahan dinyatakan Vs - V = k ........................... (1 – 4)Demikian pula perbandingan koreksi relatif dinyatakan dalamkoreksi terhadap arus yang terukur persen.(k / V ) disebut rasio koreksi atau Contoh : voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan yang besarnya 50 V, voltmeter tersebut menunjukan tegangan sebesar 48 V. Berapa nilai kesalahan, koreksi, kesalahan relatif, dan koreksi relatif. Jawab : Kesalahan = 48 – 50 = - 2 V Koreksi = 50 – 48 = 2 V Kesalahan relatif = - 2/50 . 100 % = - 4 % Koreksi relatif = 2/48 . 100 % = 4,16 %1.5. Macam-macam Alat Ukur Penunjuk ListrikAlat ukur listrik yang biasa prinsip kerja, penggunaan, daerahdipergunakan dalam pengukuran kerja penggunaan, dan kebutuhanditunjukkan pada tabel 1-7 yang daya.meliputi : jenis, tanda gambar,
  • 20. 13 Tabel 1-7 Beberapa contoh alat ukur penunjuk listrikNo Jenis Tanda Prinsip Kerja Peng Contoh Daerah Kerja dan Penggunaan Daya Gambar gunaan Dayanya Arus Tegangan Frekuen si 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 -6 2 -2 -31 Kumparan Gaya elektro DC AVO 1,5 x 10 ~10 10 ~10 - Kecil putar magnetik antar medan magnit suatu magnit tetap & arus M -4 -1 3 42 Penyearah Kombinasi suatu AC AVOF 5 x 10 ~10 1~10 < 10 Kecil pengubah rata- memakai rata penyearah semi konduktor saat R suatu alat ukur jenis kumparan putar3 TermoMom Kombinasi suatu AC AVW 10-3 ~5 5x10-1 ~ < 103 Kecil en pengubah memakai Efektif 1,5x102 termoMomen dan DC alat ukur jenis T kumparan putar4 Besi Putar Gaya elektro AC AV 10-2 ~ 10~103 <5x102 Besar magnetik yang Efektif 3x102 bekerja pada suatu DC inti besi dalam suatu medan magnet S5 Elektro Gaya elektro AC AVMF 10-2 ~ 50 1~103 < 103 besar dinamo magnetik yang Efektif meter bekerja pada suatu DC kumparan yang dialiri arus dalam D medan elektro maknet6 Induksi Gaya elektro AC AVW 10-1 ~ 102 1~103 < 103 x Besar magnetik yang Efektif Wh 10 ~ 102 ditimbulkan oleh medan bolak-balik D dan arus yang terimbas oleh medan maknetmaknet Catatan: A : Ammeter F : Frekuensimeter V : Voltmeter O: Ohmmeter Wh : Alat ukur energi listrik W : Wattmeter (Soedjana. S, 1976) 1.5.1. Alat Ukur Kumparan Putar 1.5.1. Alat Ukur Kumparan Putar Alat ukur kumparan putar adalah ditempatkan dalam medan magnet alat ukur yang bekerja atas dasar yang berasal dari magnet prinsip kumparan listrik yang permanen. Alat ukur jenis ini tidak terpengaruh magnet luar, karena telah memiliki medan magnet yang
  • 21. 14kuat terbuat dari logam alniko berada dalam medan magnet,yang berbentuk U. Prinsip kerja maka pada kawat penghantaralat ukur kumparan putar tersebut akan timbul gaya. Gayamenggunakan dasar percobaan yang timbul disebut dengan gayaLorentz. Percobaan Lorentz Lorentz. Arahnya ditentukandikatakan, jika sebatang dengan kaidah tangan kiripenghantar dialiri arus listrik Fleming. Gambar 1-9 Hukum tangan kiri FlemingGambar 1-10 menggambarkan medan magnet tetap.magnet permanen yang berbentuk Berdasarkan hukum tangan kiriseperti tapal kuda yang dilengkapi Fleming, kumparan tersebut akandengan sepatu kutub. Diantara berputar sehingga jarum penunjuksepatu kutub ditempatkan sebuah akan bergerak atau menyimpanginti dengan lilitan kawat yang dari angka nol. Semakin besardapat bergerak dan berputar arus yang mengalir dalamdengan bebas melalui poros. Pada kumparan, makin kuatlah gayawaktu melakukan pengukuran, tolak yang mengenai kumparanarus mengalir pada kumparan dan dan menyebabkan penyimpanganmenyebabkan adanya magnet. jarum bergerak semakin jauh.Magnet tersebut ditolak oleh
  • 22. 15 1 2 3 4 5 6 7 8 1. Skala 5. Kumparan putar 2. Jarum penunjuk 6. Inti besi lunak 3. Magnet tetap 7. Pegas 4. Sepatu kutub 8. Poros Gambar 1-10 Prinsip kerja alat ukur kumparan (www.tpub.com)Pegas yang berbentuk ulir pipih menimbulkan keseimbangan padaada dua, satu terletak di atas kedudukan jarum dan membuatkumparan, yang lain berada di jarum selalu kembali ke titik nolbawah kumparan. Pegas-pegas bila tidak ada arus yang mengalir.tersebut arah putarnya saling Karena adanya arus yangberlawanan, yaitu satu ke arah kiri mengalir melalui kumparanyang lain ke arah kanan. Dengan sehingga akan timbul gaya padademikian kalau yang satu kedua sisi dan menghasilkanmengencang, lainnya akan momen penyimpang, perhatikanmengendor. Hal ini akan gambar 1-11.
  • 23. 16 Gambar 1-11 Momen penyimpangJika arus yang mengalir pada besarnya gaya pada tiap sisikumparan adalah I amper, maka kumparan adalah : F = B .I . l Newton ........................ (1 -1) Dengan pengertian : B = kerapatan fluks dalam Wb/m2 l = panjang kumparan dalam meterApabila kumparan dengan N lilitan, dikalikan dengan lengan atau jarakmaka gaya pada masing-masing tegak lurus. Jika lengan adalah b,kumparan adalah : N . B. I . l maka :Newton. Besarnya momenpenyimpang (Td) adalah gaya Momen penyimpang (Td) = gaya x lengan = N. B . I .l . bKarena l X b merupakan luas penampang kumparan dan dinotasikan A,makaMomen penyimpang (Td) = N . B . I . A N-m ............. (1 -2)Dari persamaan I-2, jika B momen pengontrol (Tc) sebandingdinyatakan suatu konstanta, maka dengan simpangan 2. Pada posisimomen penyimpang (Td) akan simpangan akhir Td = Tc ,sebanding dengan arus yang sehingga simpangan 2 adalahmengalir pada kumparan. Karena sebanding dengan arus I.alat ukur menggunakan pegaskontrol yang tidak bervariasi, maka
  • 24. 17Dengan demikian alat ukur ini dipaparkan dengan grafik, yangdapat dikatakan mempunyai skala menghubungkan persamaan sudutseragam. Untuk menentukan skala putar 2 dengan momen T.alat ukur kumparan putar TD5 A TD4 TD3 K O P E TD2 L TD1 0 Ө1 Ө2 Ө3 Ө4 Ө5 Gambar 1-12. Penentuan penunjukan Gamnbar 1-13. Skala alat ukur kumparan putarContoh, jika arus yang megalir kumparan berputar dengan sudutpada alat ukur kumparan putar sebesar 1,2 radial. Jika momensebesar 5 mA mengakibatkan penggerak yang disebabkan oleh
  • 25. 18arus-arus sebesar 1, 2,3 ,4, dan 5 Jika gambar menunjukkan jarummA dinyatakan dengan TD1, TD2, berhenti pada angka 3,5, makaTD3, TD4, , dan TD5,. Momen - besarnya arus yang diukur adalahmomen tersebut dapat 3,5 mA.digambarkan sebagai garis-garisdatar dan berjarak sama satu Secara umum kumparan putarsama lain. Perlu diketahui bahwa terbuat dari kerangka darimomen-momen penggerak aluminium, sedangkan dilihat sifattersebut hanya ditentukan oleh kelistrikkannya kerangka tersebutbesarnya arus yang mengalir dan merupakan jaringan hubungtidak tergantung dari sudut putar 2 singkat dan memberikan padadari penunjuk. Besarnya momen kumparan momen peredam.pengontrol berbanding lurus Gambar 1-14 ditunjukan jikadengan sudut putar sehingga kumparan dialiri arus, makadalam grafik dapat digambarkansebagai garis lurus yang kumparan akan berputar danmenghubungkan titik mula dengan dalam kerangka akan timbul arusA (perhatikan gambar 1-12). induksi. Tegangan yangApabila momen penggerak dan menyebabkan arus induksimomen pengontrol dalam keadaan mengalir dalam kerangkaseimbang, dan masing-masing kumparan. Sebaliknya arusmomen penggerak dinyatakan induksi akan memotong fluksisebagai 21, 22, 23, 24, dan 25, maka magnet dalam celah udara, jikadidapat 22 = 221, 23 = 321, 24 = kumparan berputar421, 25 = 521. Oleh karena itu yang membangkitkan momen yangdibentuk dengan membagi busur berbanding lurus denganlingkaran sebesar 1,2 rad kedalam lima bagian yang sama, kecepatan putar. Arah momen inidan diberikan angka-angka pada berlawanan dengan arahlima bagian dari skala tersebut 0, perputaran, maka akan1, 2, 3, 4, dan 5 seperti pada menghambat arah perputaran, dangambar 1-13 besarnya arus yang momen ini disebut momenmengalir dapat dinyatakan pada peredam.waktu jarum penunjuk berhenti. Gambar 1 – 14 Peredaman alat ukur kumparan putar
  • 26. 19Proses penunjukan jarum alat ukur di sekitar 20. Biasa disebuttidak secara langsung peredaman kurang (gambar 1-15menunjukan harga yang kurva A). Sebaliknya jika tahanandikehendaki tetapi masih terdapat listrik kecil, arus induksi yangnilai perbedaan. Perbedaan terjadi besar sehinggadisebabkan karena adanya mengakibatkan pergerakan jarumtahanan dalam dari alat ukur. akan lambat dan biasa disebutProses demikian juga dapat dengan peredaman lebih (gambardisebabkan adanya peredaman. 1-15 kurva B). Yang terbaikJika penampang kerangka kecil adalah diantara peredamandan tahanan listriknya besar, kurang dan peredaman lebihmaka arus induksi yang terjadi biasa disebut dengan peredamankecil sehingga mengakibatkan kritis (kurva C).momen redam yang lemah danpenunjukan jarum akan berosilasi H a Redaman kurang A r g Redaman kritis a C p e n u n j u B Redaman lebih k k a n a l a t Waktu Gambar 1 – 15. Gerakan jarum penunjuk dari suatu alat ukur1.5.2. Alat Ukur Besi PutarAlat ukur tipe besi putar adalah pada dasarnya ada dua buahsederhana dan kuat dalam bentuk yaitu tipe tarikankonstruksi. Alat ukur ini digunakan (attraction) dan tipe tolakansebagai alat ukur arus dan (repulsion). Cara kerja tipe tarikantegangan pada frekuensi – tergantung pada gerakan darifrekuensi yang dipakai pada sebuah besi lunak di dalam medanjaringan distribusi. Instrumen ini magnit, sedang tipe tolakan
  • 27. 20tergantung pada gaya tolak antara 1.5.2.1. Tipe Tarikan (Attraction)dua buah lembaran besi lunak Pada gambar 1-16. terlihat bahwayang telah termagnetisasi oleh jika lempengan besi yang belummedan magnit yang sama. termagnetisasi digerakkan Apabila digunakan sebagai mendekatai sisi kumparan yang ampermeter, kumparan dibuat dialiri arus, lempengan besi dari beberapa gulungan kawat akan tertarik di dalam kumparan. tebal sehingga ampermeter Hal ini merupakan dasar dalam mempunyai tahanan yang rendah pembuatan suatu pelat dari besi terhubung seri dengan rangkaian. lunak yang berbentuk bulat telur, Jika digunakan sebagai voltmeter, bila dipasangkan pada batang maka kumparan harus yang berada diantara "bearings" mempunyai tahanan yang tinggi dan dekat pada kumparan, maka agar arus yang melewatinya pelat besi tersebut akan terayun sekecil mungkin, dihubungkan ke dalam kumparan yang dialiri paralel terhadap rangkaian. Kalau arus. Kuat medan terbesar arus yang mengalir pada berada ditengah - tengah kumparan harus kecil, maka kumparan, maka pelat besi bulat jumlah kumparan harus banyak telur harus dipasang sedemikian agar mendapatkan amper rupa sehingga lebar gerakannya penggerak yang dibutuhkan. yang terbesar berada di tengah kumparan. Gambar 1 – 16 Prinsip kerja instrumen tipe tarikanBila sebuah jarum penunjuk akan mengakibatkan jarumdipasangkan pada batang yang penunjuk menyimpang. Untukmembawa pelat tadi, maka arus lebih jelasnya perhatikan gambaryang mengalir dalam kumparan 1-17.
  • 28. 21 Gambar 1 – 17. Beberapa bagian dari instrumen tipe tarikanBesar simpangan akan lebih skala harus sudah dikalibrasi.besar, jika arus yang mengalir Besarnya momen gerakpada kumparan besar. Demikian (deflecting torque) diperlihatkanpula simpangan penunjuk yang pada gambar 1 – 18 di bawah.bergerak diatas skala, sebelumnya Pelat besi Arah gaya kumparan Gambar 1 – 18. Besarnya momen gerakApabila pelat besi ditempatkan kumparan. Dengan demikian pelatsedemikian rupa sehingga pada besi yang termagnetisasi ituposisi nol membentuk sudut Ø mempunyai kemagnitandengan arah medan magnit H sebanding dengan besarnya Hyang dihasilkan oleh kumparan. yang bekerja sepanjangSimpangan yang dihasilkan sumbunya, yaitu sebandingadalah 2 akibat arus yang melalui dengan H sin ( Ø + 2 ). Gaya F
  • 29. 22yang menarik pelat ke dalam permeabilitas besi dianggapkumparan adalah sebanding konstan, maka H ~ I, dengan 2terhadap H sin ( Ø + 2 ). Jika demikian : F ~ I2 sin (.Ø + 2) . (1-3)Jika. gaya ini bekeria Pada jarak I besarnya momen (Momen)dari sumbu putar pelat, maka penyimpang adalah : Td = F.I.cos ( Ø + 2 ) ... (1-4)Jika persamaan 1 - 3 dimasukkan dalam persamaan 1 - 4 dipatkan : Td = I2sin ( Ø + 2). 1. cos ( Ø + 2)Karena besarnya I adalah konstan, maka : Td = K.I2.sin ( Ø + 2). cos ( Ø + 2)Jika digunakan kontrol pegas (spring-control ) maka momen pegasnya : Tc = K. 2 …… ( 1 – 5 )Pada keadaan mantap (steady), maka Td = Tc K.I2sin (Ø + 2).cos (Ø + 2) = K2sehingga : 2 - I2 (1-6)Dengan demikian skala alat ukur besi putar adalah skala kuadratis. Jadibila digunakan pada arus bolak-balik, maka : 2 - I2 rms (1-7)1.5.2.2. Tipe Tolakan (Repolsion)Bagian-bagian instrumen jenis dengan sumbu kumparan. Salahtolakan digambarkan pada satu dari besi tersebut A dipasangGambar 1 – 19. Dalam gambar tetap, sedang B dipasang mudahterdapat kumparan tetap bergerak dan membawa sebuahdiletakkan didalamnya dua buah penunjuk yang mudah bergerakbatang besi lunak A dan B sejajar diatas skala yang telah dikalibrasi.
  • 30. 23 Gambar 1 – 19 Beberapa bagian penampang jenis repulsionApabila arus yang akan diukur pegas. Gaya tolak ini hampirdilewatkan melalui kumparan, sebanding dengan kuadrat arusmaka akan membangkitkan yang melalui kumparan;medan magnit memagnetisir kemanapun arah arus yangkedua batang besi. Pada titik yang melalui kumparan, kedua batangberdekatan sepanjang batang besi besi tersebut akan selalu sama -mempunyai polaritas magnit yang sama termagnetisasi dan akansama. Dengan demikian akan saling tolak-menolak.terjadi gaya tolak menolak Untuk mendapatkan skala uniform,sehingga penunjuk akan digunakan 2 buah lembaran besimenyimpang melawan momen yang berbentuk seperti lidahpengontrol yang diberikan oleh (Gambar 1 - 20). Gambar 1 – 20. Dua. buah lembaran besi yang berbentuk seperti lidahPada Gambar 1-20 tampak besi rupa sehingga dapat bergeraktetap terdiri dari lempengan besi sejajar terhadap besi tetap.berbentuk lidah dililitkan dalam Dengan adanya gaya. tolak-bentuk silinder, sedang besi yang menolak antara dua batang besibergerak terdiri dari lempengan yang sama-sama termagnetisasibesi dan dipasang sedemikian tersebut akan timbul momen.
  • 31. 24Besar momen sebanding dengan instrumen ini digunakan untukH2. Karena H sendiri berbanding arus bolak-balik akanlurus terhadap arus yang melalui menunjukkan nilai arus rms (Irms).kumparan (permeabilitas dianggap Karena polaritas dari keduakonstan), maka momen tersebut batang besi tersebut berlawananakan sebanding dengan I2. secara serentak, maka instrumenDengan demikian momen ini dapat digunakan untuk acsimpangan, sebagai momen maupun dc.utama sebanding dengan I2. Jika1.5.3. Alat Ukur ElektrodinamisAlat ukur elektrodinamis adalah diperlukan sumber yangsebuah alat ukur kumparan putar, mengalirkan arus dan daya yangmedan magnit yang dihasilkan besar pula.bukan dari magnit permanen, Prinsip kerja dari alat ukurtetapi oleh kumparan tetap/berupa elektrodinamis diperlihatkan padakumparan diam didalamnya. Alat gambar 1-21, kumparan putar Mukur elektrodinamis dapat ditempatkan diantara kumparan-dipergunakan untuk arus bolak- kumparan tetap (fixed coil) F1 danbalik maupun arus searah, F2 yang sama dan saling sejajar.kelemahannya alat ukur tersebut Kedua kumparan tetapmenggunakan daya yang cukup mempunyai inti udara untuktinggi sebagai akibat langsung dari menghindari efek histerisis, bilakonstruksinya. Karena arus yang instrumen tersebut digunakandiukur tidak hanya arus yang untuk sirkuit ac. Jika arus yangmengalir melalui kumparan putar, melalui kumparan tetap I1 dantetapi juga menghasilkan fluksi arus yang melalui kumparan putarmedan. Untuk menghasilkan suatu I2. Karena tidak mengandung besi,medan magnit yang cukup kuat maka kuat medan dan rapat fluxdiperlukan gaya gerak magnit akan sebanding terhadap I1.yang tinggi, dengan demikian Jadi : B = k . I1 .......................…………………………… ( 1 - 8 )Di mana : B : Rapat flux k : kontanta
  • 32. 25 Gambar 1 – 21. Prinsip alat ukur elektrodinamisMisal kumparan putar yang banyaknya lilitan N. Besarnyadipergunakan berbentuk persegi gaya pada masing-masing sisi(dapat juga lingkaran) dengan kumparan adalah :ukuran paniang l dan lebar b, dan N . B . I2 . l Newton.Momen penyimpang atau momen putarnya pada kumparan besarnyaadalah : Td = N . B . I2 . l . b ------ > B = k . I1 Td = N . k . Il . I2 . l . b Nm ……………………….. ( 1 - 9 )Keterangan :Td : Momen PutarN : Banyaknya lilitanl : panjang kumparanb : lebar kumparan tersebut dinyatakan dengan K1,Besarnya N, k, 1, dan b adalah maka :konstan, bila besaran-besaran kumparan putar. Pada kumparanTd = Kl . Il . I2 …………… ( 1 - 10 ) putar ini spring kontrol (pegasDari persamaan 1-10 terlihat pengatur), maka Momenbahwa besarriya momen putar pengontrol/pemulih akanadalah berbanding lurus terhadap berbanding lurus terhadaphasil kali arus yang mengalir simpangan 2; maka :melalui kumparan tetap dan Kl . I1 . I2 = K2 . 2 2 ~ I1 . I2 ……………………………………………………. ( 1 - 11 ) yang melalui kumparan tetapApabila instrumen digunakansebagai ammeter, maka arus
  • 33. 26dan kumparan putar besarnya Jika I1 = I2 = I, maka : 2 ~ I2sama. I ~ √2 ............................................................... ( 1 - 12 ) a b Gambar 1 – 22. Rangkaian ammeter elektrodinamisRangkaian Gambar 1-22a Besarnya I1 = 12 = I, adalahdigunakan untuk mengukur arus 2 ~ V.V --- > 2 ~ V2yang kecil, sedangkan Gambar 1- V ~ √ 2…………(1 - 13)22b digunakan untuk mengukurarus yang besar, Rsh dipasang Alat ukur elektrodinamis bilaguna membatasi besarnya arus digunakan untuk arus bolak-balikyang melalui kumparan putar. biasanya skala dikalibrasi dalam akar kuadrat arus rata-rata, berarti alat ukur membaca nilai effektip. Dengan demikian jika alat ukur elektrodinamis dikalibrasi untuk arus searah 1 A pada skala diberi tanda yang menyatakan nilai 1 A, maka untuk arus bolak-balik akan menyebabkan jarum menyimpang ke tanda skala untuk I A dc dan memiliki nilai effektip sebesar 1 A. Jadi pembacaan yang dihasilkan oleh arus searah dapat dialihkan Gambar 1 - 23 ke nilai arus bolak-balik yang Rangkaian voltmeter sesuai, karena itu menetapkan elektrodinamis hubungan antara AC dan DC. Artinya alat ukur ini dapatApabila instrumen tersebut digunakan untuk membaca arusdigunakan sebagai voltmeter, AC dan DC dengan skala yangmaka kumparan tetap F dan sama.kumparan putar M dihubungkanseri dengan tahanan tinggi (RS).1.5.4. Alat Ukur Elektrostatis
  • 34. 27Alat ukur elektrostatis banyak ini akan menimbulkan Momendipergunakan sebagai alat ukur penyimpang, bila beda tegangantegangan (volt meter) untuk arus ini kecil, maka gaya ini akan kecilbolak-balik maupun arus searah, sekali. Mekanisme dari alat ukurkhususnya dipergunakan pada elektrostatis ini mirip denganalat ukur tegangan tinggi. Pada sebuah capasitor variabel; yangdasarnya kerja alat ukur ini adalah mana tingkah lakunya bergantunggaya tarik antara muatan-muatan pada reaksi antara dua bendalistrik dari dua buah pelat dengan bemuatan listrik (hukum coulomb).beda tegangan yang tetap. Gaya Gambar 1 – 24 Skema voltmeter elektrostatisGaya yang merupakan hasil kapasitor semakin bertambah;interaksi tersebut, pada alat ukur dengan bertambahnya muatan iniini dimanfaatkan untuk penggerak akan menyebabkan gaya tarikjarum penunjuk. Salah satu menarik menjadi besar pula,konfigurasi dasar alat ukur sehingga jarum akan bergerak keelektrostatis diperlihatkan gambar kanan. Momen putar yang1-24. Pelat X dan Y membentuk disebabkan oleh gaya tersebutsebuah kapasitor varibel. Jika X akan dilawan oleh gaya reaksi daridan Y dihubungkan dengan titik- pegas. Apabila Momen dari keduatitik yang potensialnya berlawanan gaya ini sudah sama/seimbang,(Vab), maka antara X dan Y akan maka jarum yang berada padaterjadi gaya tarik-menarik; karena pelat X akan berhenti pada skalaX dan Y mempunyai muatan yang yang menunjukkan harga Vab.sama besarnya, tetapi berlawanan Untuk menentukan Momen(hukum coulomb). Gaya yang (momen putar) yang dibangkitkanterjadi ini dibuat sedemikian rupa oleh tegangan yang masuk adalahhingga bisa menimbulkan Momen sebagai berikut : misal simpangan(momen putar) yang digunakan jarum adalah 2, jika C adalahuntuk menggerakkan jarum pada kapasitansi pada posisipelat X ke kanan. Jika harga Vab tersimpang, maka muatansemakin besar, maka muatan instrumen akan menjadi CV
  • 35. 28coulomb. Dimisalkan tegangannya dan Q + dQ. Sekarang energiberubah dari V menjadi V + dV, yang tersimpan dalam medanmaka akibatnya 2, C, dan Q akan elektrostatis akan bertambahberubah menjadi 2 + d2; C + dC dengan : dE = d (1/2 CV2) = 1/2 V2 . dC + CV . dV joule ……. (1 - 14 ) Keterangan : dE : Energi yang tersimpan CV : Muatan instrumenJika T adalah besarnya Momen ini adalah : T x d2 joule.pengontral terhadap simpangan 2, Jadi energi total tambahannyamaka besarnya tambahan energi adalah :yang tersimpan pada pengontrol T x d2 + 1/2 V2. dC + CV . dV joule ……………… ( 1 – 15)Dari sini terlitlat bahwa selama mensupply muatan sebesar dQteriadi perubahan, sumbernya pada potensial V.Besar energi yang disupplykan = V x dQ = V x d(CV) = V2 x dC + CV.dV joule . (1 -16)Padahal energi supply harus sama pengontrol, maka persamaan 1 -dengan energi extra yang 15 dan 1 -16 akan didapatkan :tersimpan di dalam medan dan T x d2 + ½ V2. dC + CV . dV = V2 . dC + CV . dV T x d2 = ½ V2 . dC T = ½V2 . dC/d2 Newton meter ………………….. (1 – 17)Ternyata Momen yang diperoleh maupun ac. Tetapi untuk ac, skalasebanding dengan kuadrat pembacaannya adalah harga rms-tegangan yang diukur, baik dc nya.1.6. Peraga Hasil Pengukuran1.6.1. Light Emiting Dioda (LED)Light Emiting Dioda (LED) secara digunakan. Dioda PN junction ataukonstruksi terbuat sebagaimana yang biasa disebut dioda sajadioda PN junction bahan tipe P terbuat dari bahan Silikon (Si) ataudan tipe N. Yang membedakan Germanium (Ge), aliran arusnyakeduanya adalah bahanyang dapat melalui traping level yangbiasa dinamakan tingkat Fermi. Sedangkan LED terbuat dari bahanGaAs, GaP atau GaAsP yang mempunyai sifat direct gap. Artinya untuk
  • 36. 29dapat mengalirkan arus, elektron harus berpindah dari tingkat jalurkonduksi langsung ke jalur valensi (perhatikan gambar jalur energitanda panah biru). Keistimewaan bahan ini adalah energi ionisasi yaituenergi yang dibutuhkan elektron untuk lepas dari ikatan valensi, atauberpindah dari jalur konduksi ke jalur valensi, dilepaskankembali dalam bentuk cahaya. Warna cahaya yang dihasilkan tergantungdari selisih energi jalur konduksi dan valensi. Daerah sambungan antarabahan tipe P dan N dibuat dari bahan bersifat reflektif dan diberi jendelatembus cahaya sehingga cahaya yang dihasilkan dapat dilihat. Energiuntuk berpindah dari jalur konduksi ke valensi diperoleh dari teganganbias. Tipe p Tipe n hole elektron Jalur konduksi cahaya Tingkat Fermi Jalur terlarang Jalur valensi Gambar 1 – 25 Rekombinasi elektron Anoda katoda Gambar 1 – 26 Polaritas dan simbol LEDDioda Silikon mempunyai Spektrum emisi merupakan fungsigelombang maksimum 900 mm intensitas relative (%) terhadapmendekati cahaya infra merah. fungsi panjang gelombang (µm)LED yang paling popular adalah dalam range 0,62 sampai 0,76 µmgallium arsenide (GaAsP) dengan puncak (100%) padamempunyai emisi cahaya merah. panjang gelombang 0,66 µm. Juga
  • 37. 30tersedia LED warna oranye, tegangan threshold sekitar 1,4kuning dan hijau untuk ketiga sampai 1,8 volt. Dalamwarna ini seringkali digunakan implementasi rangkaian LEDbahan gallium phospide. dihubung seri dengan resistorKarakteristik fungsi arus dan yang berfungsi sebagai pembatastegangan serupa dengan diode arus, agar arus yang mengalirbias maju kecuali bahwa arus dalam LED dalam batas yangtidak mengalir sampai tercapai aman. R1 E LED Gambar 1 – 27. LED Gambar 1 – 28. Rangkaian LED1.6.2. LED Seven Segmen Peraga tujuh segmen digunakan sebagai komon anoda jika semua sebagai penunjuk angka pada anoda dari LED seven segmen kebanyakan peralatan uji. Seven anoda di komen menjadi satu. segmen disusun terdiri dari LED Segmen yang aktif adalah segmen yang diaktifkan secara individual, yang katodanya terhubung dengan kebanyakan yang digunakan LED sumber tegangan nol atau seven warna merah. LED disusun dan segemen aktif rendah. Sebaliknya diberi label seperti gambar untuk komon katoda semua diagram di bawah. Jika semua katode dari LED seven segmen segmen diaktifkan akan terhubung menjadi satu mendapat menunjukkan angka 8, sedangkan tegangan bias nol. Segmen yang bila yang diaktifkan hanya segmen aktif adalah segmen yang a, b, g, c dan d memperagakan mendapat tegangan positip pada angka 3. Angka yang dapat anoda atau aktif tinggi. Sebuah diperagakan dari 0 sampai dengan resistor ditempatkan seri dengan 9 sedangkan dp menunjukkan titik masing-masing diode untuk desimal. pengaman terhadap arus lebih. Ada dua jenis seven segmen komon katoda dan komon anoda. Seven segmen dinyatakan
  • 38. 31 Gambar 1 – 30. Peraga sevenGambar 1 – 29. Skematik seven segmen segmen Karena seven segmen merupakan peraga sinyal digital dimana angka berbasis dua atau biner, maka seven segmen dapat digunakan sebagai penunjukan hitungan desimal diperlukan pengubah hitungan biner menjadi desimal yang disebut dengan rangkaian BCD (Binery Code Desimal). Hubungan keluaran hitungan biner, keluaran decoder BCD dan tabel kebenarannya ditunjukkan dibawah ini.
  • 39. 32 Vcc A B C D E F G Resistor pembatas RB0 A’ B’ G’ C’ D’ E’ F’ A F G B RB1 Dekoder / Driver E C D Vcc a b c d Masukan BCD Tes lampu Gnd Gambar 1-31. Rangkaian dekoder dan seven segmen (Deboo Borrous :1982)Dengan memvariasi masukan diantaranya seperti gambar diuntuk memilih segmen yang aktif bawah ini.peragaan seven segmen dapatmemperagakan huruf dan angka 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gambar 1-32. Macam-macam peragaan seven segmenPengaturan pilihan segmen aktif Karakteristik tersebut ditunjukkandilakukan dengan mengenali dalam tabel kebenaran tabel dikarakteristik hubungan keluaran bawah ini.decoder dan seven segmen.
  • 40. 33 Tabel 1 – 8 Tabel kebenaran decoder BCD Komon Katoda Masukan BCD Keadaan Keluaran Peraga d c b a A B C D E F G 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 01.6.3. LCD: Polarisasi cahayaLCD dalam bentuk sederhana membuka atau menutup setiaptedapat pada peraga kalkulator. kristal cair diatur melaluiBeberapa krital cair meneruskan elektrode-elektrode.cahaya dan beberapa yang lainmenutup sehingga gelap. Status Gambar 1 - 33. Konstruksi LCD http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm
  • 41. 34 Gambar 1 – 34. Contoh peraga LCD pada multimeterJenis kristal cair yang digunakan diteruskan menembus semuadalam pengembangan teknologi lapisan, mengikuti arah pilinanLCD adalah jenis nematik, yaitu molekul- molekul TN (90), sampaimemiliki molekul dengan pola dan memantul di cermin A dan keluararah tertentu. Jenis yang paling kembali. Ketika elektroda C dan Esederhana adalah twisted nematic yang berupa elektroda kecil(TN) memiliki struktur molekul berbentuk segi empat dipasangterpilin secara alamiah, mulai di lapisan gelas mendapatkandikembangkan tahun 1967. arus, kristal cair D yang sangatStruktur TN terpilin secara alamiah sensitif terhadap arus listrik tidak90, dapat dilepas pilinannya lagi terpilin sehingga cahaya terus(untwist) dengan menggunakan menuju panel B dengan polarisasiarus listrik. sesuai panel F. Panel B yangStruktur LCD meliputi kristal cair memiliki polarisasi berbeda 90TN (D) diletakkan di antara dua dari panel F menghalangi cahayaelektroda (C dan E) yang untuk menembus terus.dibungkus lagi seperti sandwich Dikarenakan cahaya tidak dapatdengan dua panel gelas (B dan F) lewat, pada layar terlihatpada sisi luar dilumuri lapisan tipis bayangan gelap berbentuk segipolarizing film. Lapisan A berupa empat kecil yang ukurannya samacermin yang dapat memantulkan dengan elektroda E ini berarticahaya yang berhasil menembus pada bagian tersebut cahaya tidaklapisan-lapisan sandwich LCD. dipantulkan oleh cermin A.Kedua elektroda dihubungkan Sifat unik yang dapat langsungdengan baterai sebagai sumber bereaksi dengan adanya arusarus. Panel B memiliki polarisasi listrik ini dimanfaatkan sebagaiyang berbeda 90 dari panel F. alat pengatur ON/OFF LCD.Cahaya masuk melewati panel F Namun, sistem tidaksehingga terpolarisasi, pada saat menghasilkan cahayatidak ada arus listrik, dan cahaya sebagaimana LED melainkan
  • 42. 35mengambil sumber cahaya dari dengan warna tertentu. Padaluar. Dengan alasan seperti itulah posisi tertentu meneruskan warnamengapa LCD mempunyai sifat kuning, posisi lain warna merah,konsumsi daya rendah Dalam juga warna-warna lain di antaraperkembanganya LCD banyak kuning-merah (gabungan)digunakan sebagai monitor TV, ditunjukkan gambar 1-35. dimonitor computer maupun LCD. bawah ini.Polarisasi, membelokan cahayaGambar 1 – 35. Perkembangan LCD pada implementasi monitor TV http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htmSeven segmen LCD mempunyai Tabung sinar katoda ( cathodebeberapa keuntungan yaitu hanya ray tube atau CRT), ditemukanmemerlukan daya yang rendah oleh Ferdinand K. Brain ahlidalam orde microwatt karena LCD fisika German pada tahun 1879,tidak mengemisikan atau struktur bagian dalam sebuahmembangkitkan cahaya melainkan tabung sinar katoda ditunjukkanhanya memendarkan cahaya gambar di bawah. Komponenmasukan, harga murah tidak utama CRT untuk pemakaiantergantung ukuran sebagaimana pada umumnya berisi:yang lain, mempunyai contrast (a) Senapan elektron yang terdiriyang baik. Kelemahan LCD dari katoda, filamen, kisireliabilitas rendah, range pengatur, anoda pemercepattemperature terbatas, visibility (b) Perlengkapan pelat defleksidalam penerangan lingkungan horisontal dan vertikalrendah, kecepatan rendah dan (c) Layar flouresensimemerlukan tegangan ac (d) Tabung gelas dan dasarpengaktif kristal. tabung. Senapan elektron1.6.4. Tabung Sinar Katoda menghasilkan suatu berkas(Cathode Ray Tube /CRT) elektron sempit dan terfokus1.6.4.1. Susunan Elektrode CRT secara tajam pada saatdan Prinsip Kerja meninggalkan senapan pada
  • 43. 36kecepatan yang sangat tinggi dan layar, berkas elektron melaluibergerak menuju layar diantara dua pelat defleksiflourescent. Pada saat elektron elektrostatik sehingga berkasmembentur layar energi kinetik akan dibelokkan ke arahdari elektron-elektron resultante defleksi horisontal danberkecepatan tinggi diubah vertikal sehingga membentukmenjadi pancaran cahaya dan jejak gambar pada layar sesuaiberkas menghasilkan suatu bintik dengan tegangan masukan.cahaya kecil pada layar CRT.Dalam perjalanannya menuju Anoda Kumparan pembelok Kisi pemusat Layar flouresen pemanas Berkas katoda elektron Kumparan pemfokus Gambar 1 - 36. Skema CRT "http://en.wikipedia.org/wiki/Cathode_ray_tube" Gambar 1 – 37. Cutaway rendering of a color CRT "http://en.wikipedia.org/wiki/Cathode_ray_tube"Keterangan :1. Senapan elektron 2 Berkas elektron
  • 44. 373. Kumparan pemfokus Sebuah senapan elektron4. Kumparan defleksi konvensional yang digunakan5. Anoda dalam sebuah CRT pemakaian6. Lapisan pemisah berkas untuk umum, ditunjukan pada gambar merah, hijau dan biru bagian di bawah ini. Sebutan senapan gambar yang diperagakan. elektron berasal dari kesamaan7. Lapisan pospor dengan zona merah, hijau dan biru. antara gerakan sebuah elektron8. Lapisan pospor sisi bagian dalam yang dikeluarkan dari senapan layar yang diperbesar. elektron CRT mempunyai kesamaan lintasan peluru yang ditembakkan oleh senapan. Gambar 1 – 38. Senapan elektron (Electron Gun) "http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube" Elektron-elektron diionisasikan menurunkan arus berkas, yang secara thermionik dengan berarti menurunkan intensitas pemanasan tak langsung pada tabung atau tingkat terangnya katoda yang secara keseluruhan bayangan pada layar CRT. dikelilingi dengan kisi pengatur Elektron-elektron yang yang terdiri dari silinder nikel dipancarkan oleh katoda dengan lubang kecil ditengahnya dipusatkan pada lubang kecil di satu sumbu dengan sumbu dalam kisi pengatur, dipercepat tabung. Elektron-elektron menuju oleh adanya tegangan potensial layar dilewatkan melalui lubang tinggi yang diberikan pada kedua kecil membentuk arus berkas. elektrode anoda pemercepat Besarnya arus berkas dapat diatur (accelerating anode). Kedua dengan mengatur alat kontrol yang anoda ini dipisahkan oleh sebuah berada pada panel depan yang anoda pemusat (focusing anode) diberi tanda INTENSITY. melengkapi metode pemusatan Mengatur intensitas sebenarnya elektron ke dalam berkas terbatas mengubah tegangan negatif yang sempit dan tajam. Kedua terhadap katoda pada kisi anoda pemercepat dan anoda pengatur. Penambahan tegangan pemusat juga berbentuk silinder negatip pada kisi pengatur akan dengan lubang-lubang kecil
  • 45. 38ditengah-tengahnya masing- memungkinkan berkas elektronmasing silinder satu sumbe dipercepat dan terpusat merambatdengan CRT. Lubang-lubang kecil melalui pelat defleksi vertikal dandi dalam elektrode-elektrode ini horisontal menuju layar.1.6.4.2. Layar CRTBila berkas elektron membentur faktor. Pertama intensitas cahayalayar CRT yang berlapiskan fosfor dikontrol oleh jumlah elektronakan menghasikan bintik cahaya. pembombardir yang membenturBahan dibagian dalam CRT layar setiap detik. Jika arus berkasberupa fosfor sehingga energi diperbesar atau arus berkaskinetik tumbukan elektron pada dengan jumlah yang samalayar akan menyebabkan dipusatkan pada daerah yangperpendaran cahaya. Fosfor lebih kecil dengan mengurangimenyerap energi kinetik dari ukuran bintik maka luminansi akanelektron-elektron pembombardir bertambah. Kedua luminansidan memancarkan kembali energi bergantung pada energi benturantersebut pada frekuensi yang lebih elektron pembombardir padarendah dalam spektrum cahaya layar, energi benturan dapattampak. Bahan-bahan flourescen ditingkatkan melalui penambahanmemiliki karakteristik fosforesensi tegangan pada anodayaitu memancarkan cahaya pemercepat. Ketiga luminansiwalaupun sumber eksitasi telah merupakan fungsi waktu benturandihilangkan. Lama waktu cahaya berkas pada permukaan lapisanyang tinggal setelah bahan yang fosfor ini berarti kecepatanbersinar hilang disebut ketahanan penyapuan akan mempengaruhiatau persistansi. Ketahanan luminansi. Akhirnya luminansibiasanya diukur berdasarkan merupakan fungsi karakteristikwaktu yang dibutuhkan oleh fisik dan fosfor itu sendiri. Olehbayangan CRT agar berkurang ke karena itu hampir semua pabriksuatu persistansi tertentu melengkapi pembeli denganbiasanyab 10 persen dari keluaran pilihan bahan fosfor, tabel dicahaya semula. bawah ini menyajikan karakteristikIntensitas cahaya yang beberapa fosfor yang lazimdipancarkan CRT disebut digunakan.luminansi tergantung beberapa Tabel 1-9 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan (William Cooper : )
  • 46. 39 Jenis Penurunan Fouresensi Fosforisensi Luminansi Komentar fosfor ke 0,1% UntukP1 Kuning-hijau Kuning-hijau 50% 95 pemakaian umum Kecepatan rendah danP3 Biru-hijau Kuning-hijau 55% 120 kecepatan tinggi, peragaanP4 Putih Putih 50% 20 televisi Pengamatan fenomenaP5 Biru kuning -hijau 35% 1500 kecepatan rendah PemakaianP11 Ungu-biru Ungu-biru 15% 20 fotografi PemakaianP31 Kuning-hijau Kuning-hijau 100% 32 umum fosfor paling terangSejumlah faktor perlu berkas elektron pada rapat arusdipertimbangkan dalam memilih yang berlebihan, akanfosfor agar sesuai kebutuhan. menyebabkan panas pada fosforContoh fosfor P11 memliki sehingga keluaran cahayaketahanan singkat, sangat baik berkurang. Dua faktor yanguntuk pemotretan bentuk mengontrol terjadinya panasgelombang tetapi sama sekali adalah kerapatan berkas dantidak sesuai untuk pengamatan lamanya eksitasi. Kerapatanvisual fenomena kecepatan berkas dikontrol oleh melaluirendah. P31 luminansi tinggi, tombol INTENSITY, FOCUS danketahanan sedang, merupakan ASTIGMATISM pada panel depankompromi yang paling baik untuk CRO. Waktu yang diperlukan olehpenglihatan gambar secara umum, berkas untuk mengeksitasi suatubanyak dijumpai dalam permukaan fosfor diatur dengankebanyakan CRO standar tipe penyapu atau alat kontrollaboratorium. TIME/DIV. Panas yang mungkinAda kemungkinan kerusakan berat menyebabkan kerusakan fosfor,pada CRT yang dikarenakan dicegah dengan mempertahankanpenanganan yang tidak tepat pada berkas pada intensitas yangpengaturan alat-alat kontrol yang rendah dan waktu pencahayaanterdapat pada panel depan. Bila yang singkat.sebuah fosfor dieksitasi oleh
  • 47. 401.6.4.3. GratikulasiBentuk gelombang pada diganti dengan suatu pola gambarpermukaan CRT secara visual khusus, seperti tanda derajat,dapat diukur pada sepasang tanda untuk analisis vektor TV warna,skala horisontal dan vertikal yang Selain itu posisi gratikul luar dapatdisebut gratikul. Tanda skala dengan mudah diatur agar sejajardapat ditempatkan dipermukaan dengan jejak CRT. Kerugiannyaluar tabung CRT dalam hal ini adalah paralaksis sebab tandadikenal sebagai eksternal gratikul. skala tidak sebidang denganGratikul yang dipasang bayangan gelombang yangdipermukaan luar terdiri dari dihasilkan pada fosfor, sebagaisebuah plat plastik bening atau akibat penjajaran jejak dan gratikulberwarna dilengkapi dengan tanda akan berubah terhadap posisipembagian skala. Gratikul di luar pengamatan.mempunyai keuntungan mudah Gratikul Gambar 1 – 39. Tanda skala gratikulGratikul internal pemasangan mengganti CRT. Disamping itutidak menyebabkan kesalahan CRT dengan gratikul dipermukaanparalaksis karena bayangan CRT dalam harus mempunyai suatudan gratikul berada pada bidang cara untuk mensejajarkan jejak,yang sama. Dengan internal membawa akibat menambahgratikul CRO lebih mahal karena harga keseluruhan CRO.tidak dapat diganti tanpa
  • 48. 41Daftar Pustaka :Cooper, William D, 1999. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. ((Terjemahan Sahat Pakpahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.(Buku asli diterbitkan tahun 1978)Soedjana, S., Nishino, O. 1976. Pengukuran dan Alat-alat Ukur Listrik. Jakarta : PT. Pradnya Paramita.Deboo and Burrous.1977. Integreted Circuit And Semiconductor Devices : theory and application. Tokyo Japan : Kogakusha.Ltdhttp://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm"http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube"www.tpub.com
  • 49. 43 BAB 2 MULTIMETERTujuan Setelah membaca 1. Mampu menjelaskan prinsip kerja multimeter sebagai ampermeter, voltmeter dan ohmmeter. 2. Mampu melakukan tindak pencegahan kerusakan dalam menggunakan multimeter. 3. Mampu memilih meter yang mempunyai spesifikasi terbaik. 4. Mampu mengoperasikan multimeter sesuai dengan fungsi dan dengan ketelitian yang optimal. 5. Mampu melakukan pemeliharaan multimeter. Pokok Bahasan Multimeter merupakan alat ukur yang Fungsi multimeter paling banyak dipergunakan oleh para dapat untuk : praktisi, hobist dan orang yang bekerja berkaitan dengan rangkaian listrik dan (1). Mengukur elektronika. Multimeter dapat hambatan dipergunakan untuk mengukur besaran listrik, seperti : hambatan, arus, tegangan. (Ohmmeter), Karena dirancang untuk mengukur tiga (2) Mengukur arus besaran tersebut, maka multimeter sering (Ampermeter), disebut AVO meter (Amper Volt Ohm). (3). Mengukur tegangan Pembahasan : (1) Dasar AVO meter (Voltmeter). (2) Multimeter Analog (3) Multimeter Digital
  • 50. 44 2.1. Multimeter Dasar 2.1.1. Ampermeter Ideal Ampermeter ideal mempunyai dua sifat dasar, yaitu: (1) hambatan dalamnya sama dengan Ampermeter ideal : nol, (2) simpangan jarum benar-benar (1) Simpangan sebanding dengan arusnya. Pembacaan arus jarum sebanding arus (linier) yang diperoleh dari suatu ampermeter yang (2) Hambatan ideal adalah sempurna. Karena hambatan dalam meter nol dalamnya nol, maka tidak akan menghambat arus yang mengalir dalam rangkaian bila dihubungkan. Lagi pula karena permukaan alat ukur ditandai secara sempurna, maka pembacaannya akan mencapai ketelitian 100 persen. Ampermeter ideal hanya merupakan wacana yang susah direalisaikan. Dalam kenyataannya pasti mempunyai hambatan, selain itu simpangan jarum ampermeter biasanya tidak berbanding secara tepat dengan besar arusnya. Dalam hal pembuatan ampermeter-ampermeter DC masih dapat dibuat mendekati sifat-sifat ampermeter ideal. Hambatan dalamnya dibuat serendah mungkin dan penyimpangan jarumnya hampir linier. Mikroampermeter sederhana dapat dikembangkan fungsinya sebagai AVO meter disebut Basic mater mempunyai tahanan dalam (Rm) tertentu yang dijadikan sebagai dasar pengembangan fungsi. Gambar di bawah ini merupakan mikroampermeter dengan arus skala penuh (Ifs ) sebesar 100 µA. dapat dijadikan sebagai Basic Meter. Gambar 2-1. Basic meter unit
  • 51. 452.1.2. Mengubah Batas UkurSuatu ampermeter dengan arus lebih besar dari pada arus skalaskala penuh Ifs (I full scale) dapat penuhnya. Gambar 2 – 2diparalel dengan suatu hambatan mengilustrasikan suatuagar dapat mengukur arus yang ampermeter shunt. ItIt It IRsh Ifs AGambar 2-2a.Ampermeter shunt Gambar 2-2b.Ampmeter dengan basic meter unitSeperti ditunjukkan pada Gambar, hambatan shunt, (Rsh) sebesarsaat simpangan penuh, mengalir Ish . Sehingga berlaku persamaanarus total (It) dalam rangkaian. arusSebagian arus mengalir melalui It = Ish + Ifs ………………………………….. (2 – 1)atau Ish = It - IfsUntuk menghitung besarnya hambatan shunt, dapat digunakanpersamaan tegangan: Ish . Rsh = Ifs - RmSehingga :Rsh = Ifs/ Ish . Rm ………………..…………….(2 – 2)Dengan mensubstitusikan persamaan (2 – 1) ke persamaan (2– 2), makadiperoleh persamaan : I R = fs . R …………………………………. (2 - 3) sh I -I m t fsJika :Rm : hambatan ampermeter sebelum dipasang RshRm’ : hambatan ampermeter setelah dipasang Rsh
  • 52. 46 R .RR = R / / R = m sh . R ……………. (2 - 4) m m sh R + R m m shBesarnya Rm dapat diperoleh dengan pendekatan sebagai berikut :Rm = Vin/Iindengan pengertian bahwa : Vin = tegangan input, yaitu tegangan pada ujung-ujung ampermeter shunt.Iin = arus input, yaitu arus total yang melalui input (yang masuk ke dalam rangkaian)Sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut I R = fs . R ….......... .......…………………………...... (2 - 5) m I m tDari persaamaan tersebut ternyata digunakan untuk mengukur arusbahwa bila arus total (It) lebih total It = 10 mA; maka kita akanbesar dibanding arus skala penuh memperluas jangkauan arus(Ifs) nya dengan suatu faktor, maka dengan faktor 10 kali. Oleh karenahambatan dari ampermeter shunt itu, hambatan ampermeter shuntakan berkurang dengan faktor (Rm) menjadi 1/10 dari harga Rm’,tersebut. Sebagai contoh, jika Rm atau sebesar 5 ohm.= 50 ohm, Ifs = 1mA, dan akanContoh Aplikasi1. Suatu ampermeter dengan hambatan 50 ohm dan arus simpanganpenuhnya 1 mA. Agar dapat untuk mengukur arus sebesar 5 mA,berapakah besarnya hambatan shunt dan berapakah besarnyahambatan ampermeter shunt (Rm’) ?Jawab : I = 1 mA; It = 5 mA fs It Ifs I ItI a). I = fs . R IRsh sh I - I m t fs A 1 = . 50 = 12.5 ohm 5 -1 Gambar 2-3. Ampermeter shunt
  • 53. 47 a). R = I /I . R m fs t m = 1/ 5 . 50 = 10 ohm atau R = R / /R m sh m 12,5 . 50 = = 10 ohm 12,5 + 502. Dari soal 1 di atas, tetapi digunakan untuk mengukur arus It = I A. Berapakah besarnya Rsh dan Rm’ nya ? Jawab : I R = fs . R sh I - I m t fs 1 = . 50 = 0,05 ohm 1000 - 1 Rm’ = Ifs/It . Rm = 1/1000 . 50 = 0.05 ohm Dari contoh soal di atas, dapat disimpulkan bahwa. bila : It >> Ifs ; maka Rsh >> Rm dan Rm‘ = Rsh3. Suatu ampermeter dengan hambatan 2000 ohm dan arus simpangan penuh 50 µA, maka akan dishunt seperti pada Gambar 2-4 dengan ring variasi arus: 5 mA; 50 mA; dan 500 mA. Berapakah besarnya Rm dan Rsh pada masing-masing ring tersebut ? Jawab : It Selektor Ifs = 50 µA 5mA 50mA 500mA A Rm = 2KΩ Rm’ Gambar 2-4. Ampermeter dengan ring yang berbeda
  • 54. 48 a) Rm’ = Ifs/It . Rm b. Untuk ring 5 mA 50 Untuk ring 5 mA: R = . 2000 = 20,2ohm sh 5000 50 - Rm’ = 50/5000 . 2000 Untuk ring 50mA = 20 ohm 50 R = . 2000 = 2,002 ohm Untuk ring 50 mA: sh 50000 50 - Rm’ = 50/50000 . 2000 Untuk ring 500 mA = 20 ohm 50 R = . 2000 = 0,2ohm sh 500000 50 - Untuk ring 500 mA: Rm’ = 50/500000 . 2000 = 0,2 ohmCatatan : Sebagai catatan, bahwa rangkaian ampermeter shunt seperti pada Gambar 2-4 di atas mempunyai kekurangan, yaitu pada saat pergantian posisi saklar dari ring yang satu ke ring yang lain, terjadi keadaan terbuka sebentar. Hal membahayakan/ mengganggu gerakkan jarum meter.Sebagai alternatif lain, maka rangkaian dapat dibuat seperti padaGambar 2 - 5, yang sering disebut dengan Ayrton shunt. 5mA Selektor 50mA RA + A 500mA RB Ifs=50µA Rm = 2KΩ RC - Gambar 2-5. Ayrton shunt
  • 55. 492.1.3. Ampermeter AC Mikroampermeter DC ini dapatdikembangkan menjadi ampermeter ACdengan menambahkkan komponenpenyearah masukan yang fungsinya Sinyal Ac yang diukur sebelum masuk metermenyearahkan tegangan masukan AC disearahkan dahulumenjadi DC. Meskipun tegangan masukan sehingga arus yangberupa tegangan AC tetapi tegangan masuk meter tetapmaupun arus yang masuk meter berupa berupa arus DC.arus DC, sehingga proses pengukuransama sebagaimana dijelaskan diatas.Sehingga ampermeter AC terbentuk atasampermeter ideal, Rm, Rsh dan rangkaianpenyearah, sebagaimana digambarkanpada gambar 2-6 di bawah ini. Rm Tegangan masukan AC + 1 µF Rsh + A Gambar 2-6. Rangkaian penyearah pada ampermeter AC
  • 56. 50 Gambar 2-7. Contoh dasar ampermeter2.1.4. Kesalahan Pengukuran2.1.4.1. Kesalahan Paralaks Kesalahan paralaks adalah kesalahan Kesalahan paralaks: yang disebabkan oleh manusia terutama (1) pembacaan skala tidak berkaitan dengan pengamatan dan benar. pembacaan pengukuran. Kesalahan (2) Posisi pembacaan yang tidak tepat. tersebut antara lain : (1) kesalahan pembacaan pada skala yang tidak benar misal mengukur arus dibaca pada skala tegangan, (2). posisi pembacaan sehingga posisi jarum tidak berimpit dengan bayangan jarum di cermin. Hasil pembacaan dapat kurang atau lebih dari harga sebenarnya tergantung posisi pembaca terhadap meter.
  • 57. 51 Posisi yang Pembacaan < benar Pembacaan > harga sebenarnya harga b Gambar 2- 8. Posisi pembacaan meter2.1.4.2. Kesalahan KalibrasiSalah satu jenis kesalahan yang Karena penyimpangan jarum tidakterjadi dalam suatu ampermeter berbanding secara tepat denganyang nyata adalah kesalahan harga arusnya, makakalibrasi. Timbulnya kesalahan ini penyimpangan tersebut biasanyakarena permukaan meter (alat menunjukkan harga arus yangukur) mungkin tidak ditandai kurang tepat. Untuk mengatasi halsecara cermat, atau dengan kata ini dapat dilakukan dengan caralain pembuatan tanda/skala yang memasang suatu ampermetertidak cermat. Tidak jarang standar yang dihubungkan seriampermeter yang mempunyai dengan ampermeter yang akantanda/skala pada permukaan yang dikalibrasi, yang dilihat sepertitidak seragam bagian-bagiannya. Gambar 2 - 9.
  • 58. 52 Tabel 2-1. Kalibrasi arus I ideal I I Ideal I kenyataan A 1 mA 1 mA 0,97 mA Sumber arus 0,5 mA 0,5 mA 0,51 mA 0,25 mA 0,25 mA 0,26 mA I kenyataan A 0 0 0Gambar 2-9. Kalibrasi arusPada ampermeter ideal akan mengatasai kesalahan ini, makaterbaca secara tepat harga arus pada meter yang belum diberisumber, sedangkan pada skala (yang dikalibrasi), lantasampermeter kenyataan (yang diberi skala disesuaikan denganakan dikalibrasi), yang mempunyai skala dari ampermeter yang idealtanda/skala pada permukaan (standar). Dalam beberapameter yang kurang tepat kejadian, kapan saja suatumenghasilkan kesalahan ampermeter dipakai, akan terjadipembacaan sedikit. Untuk kesalahan kalibrasi. Contoh Aplikasi : Suatu ampermeter mempunyai kesalahan kalibrasi 3% dari arus simpangan penuh (full scale current). Jadi bila meter tersebut mempunyai arus simpangan penuh 1 mA, kesalahan kalibrasinya kurang lebih 0,03 mA. Sehingga untuk arus I mA pada ampermeter akan terbaca antara 0,97 mA dan 1,03 mA. Di lain fihak, jika arus yang mengalir pada ampermeter hanya 0,25 mA; meter akan menunjuk antara 0,22 mA dan 0,28 mA. Dengan demikian semakin besar, yaitu : 0,03/0,25 x 100% = 12% Jika dibandingkan dengan 3% pada arus 1 mA. Oleh karena itu, untuk praktek pengukuran sebaiknya dengan simpangan arus sebesar mungkin, karena kesalahan kalibrasi ditentukan dari arus simpangan penuhnya.2.1.4.3. Kesalahan PembebananKesalahan lain yang ditemukan hambatan dari ampermeterdalam pemakaian ampermeter tersebut. Pemasanganadalah kesalahan yang ampermeter pada cabangdisebabkan oleh adanya rangkaian, akan menambah
  • 59. 53hambatan. Penambahan mungkin agak besar, tergantunghambatan menurunkan arus dari hubungan antara hambatanyang mengalir dalam rangkaian. ampermeter dan hambatan dariPenurunan arus mungkin kecil rangkaian dalam pengetesan.sehingga dapat diabaikan atau A A Rangkaian DC Rangkaian dengan DC dengan A sumber dan sumber dan Idm hambatan hambatan B Itm BGambar 2-10a. Gambar 2-10b.Rangkaian tanpa meter Rangkaian dengan meterPada Gambar 2 - 10a cabang tersebut akan berubahmenunjukkan rangkaian tanpa yaitu menjadi sebesar Idm. Arus Idmmeter, arus mengalir sebesar Itm. ini merupakan arus yangIni merupakan arus ditunjukkan oleh ampermeter.sesungguhnya yang ingin diukur. Adapun hubungan secaraDengan dihubungkannya matematik antara arus tanpaampermeter secara seri dengan meter (Itm) dan arus dengan metercabang tersebut Gambar 2 – 10 b; terlihat pada ilustrasi padaakibat adanya hambatan Gambar 2 - 11.ampermeter, maka arus pada Vo Ro Vo Ro Itm Idm A (a) (b) Gambar 2-11. Rangkaian ekivalen Thevenin
  • 60. 54Arus yang sesungguhnya, yang ingin diukur yaitu : Itm = Vo/RoArus yang terukur secara nyata yaitu: Idm = Vo / ( Ro + Rm )Sehingga perbandingan antara keduanya menghasilkan :I R dm = o ........................................................ ( 2 - 6)I R +R tm o mPersamaan 2-6 di atas tersebut hanya tergantung olehmembandingkan antara arus hambatan thevenin dan hambatandengan meter terhadap arus tanpa meter. Perbandingan tersebutmeter dan ternyata perbandingan disebut juga ketelitian (accuracy).Jadi ketelitian = Idm/Itm x 100%Bila ampermeter ideal, Rm = 0, maka Idm = Itm. Dalam hal ini berartiketelitian = 100%.Prosentase kesalahan (efek) pembebanan = (1 - ketelitian) x 100%atau : (100% - % ketelitian).Hal ini memberikan pengertian, pembacaan 99%, berartimisalnya ketelitian pembacaan kesalahan pembebanan 1%.100% berarti kesalahan Contoh Implementasi 1:pembebanan 0%. Ketelitian 1KΩ 500 Ω 2V 1KΩ Itm A Gambar 2-12 . Contoh aplikasi Thevenin
  • 61. 55Permasalahan : Dari rangkaian pada Gambar 2 - 12, akan diukur besar arusyang mengalir melalui hambatan 500 ohm. (1) Berapa arus yang mengalir pada hambatan tersebut yang sesungguhnya (arus tanpa meter) ?. (2) Berapa pula arus yang terbaca pada meter, bila meter tersebut mempunyai hambatan sebesar 100 ohm ?. Berapa pula prosentase ketelitian dan prosentase efek pembebanannya ?.Solusi :Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, harus dihitungbesarnya tegangan thevenin. (saat ujung-ujung A - B terbuka ) danbesarnya hambatan thevenin (sumber tegangan dihubung singkat). Arus tanpa meter A Itm = Vo/Ro = 1 Volt/1 K = I mA Gambar 2-13. Contoh implementasiArus dengan meter : Vo 1VIdm = ________ = ___________ = 0.909 mA Ro +Rm 1000+100)Ω Vo 1000Ketelitian : _________ X 100 % = ----- X 100 % = 90,9 % Ro +Rm 1100Efek Pembebanan = 100 % - 90,9 % = 9,1%
  • 62. 56 Contoh Aplikasi 2 Suatau ampermeter dengan hambatan 1000 ohm, digunakan untuk mengukur arus yang melalui A - B pada rangkaian di bawah. 4KΩ 2KΩ 2KΩ 4KΩ 4KΩ Itm Gambar 2-14 Contoh implementasi Permasalahan : Berapakah : a) Arus tanpa meter (Itm) b) Prosentase ketelitian c) Prosentase efek pembebanan, bila ampermeter menuniuk 40 µA dan kesalahan kalibrasi diabaikan,Penyelesaian : Ro = ( 4/4 + 2 ) / / 4 + 2 Ro A = 4 K ohm I /I = R / (R +R ) dm tm o o m Vo R +R a). I = o m . I A tm R dm Rm=1KΩ o 4 + 1 B = . 40 µ A 4 = 50 µ A Gambar 2-15 Contoh implementasi
  • 63. 57 R b). Ketelitian = . 100% R +R o m 4 = . 100% = 80% 4+ 1 c). Efek pembebanan = 100 % - 80 % = 20 %2.2. Voltmeter2.2.1. Mengubah Batas UkurSuatu voltmeter DC yang ujung-ujung masukan adalah V,sederhana dapat dibuat dengan arus yang mengalir melaluimemasang hambatan secara seri ampermeter I, hambatan yangdengan ampermeter (Gambar 2 diseri adalah Rs maka-16). Bila tegangan pada hubungannya dapat dituliskan : V = ( R S + R m ) I …………………………….. ( 2 - 7) Rs I ARm Gambar 2-16. Voltmeter DC sederhana (dengan menggunakan ampermeter)
  • 64. 58 Gambar 2-17. Voltmeter dengan basic meter unit dan multiplierPersamaan tersebut menunjukkan voltmeter ialah menandaibahwa V merupakan fungsi dari I, permukaan meter ke dalam satuanartinya bahwa bila harga arusnya volt dari satuan ampere, denganI, tegangan pada ujung-ujungnya berpedoman pada persamaan 2(V), maka V besarnya sama -7. Untuk suatu arus simpangandengan (Rs + Rm) kali besarnya I. penuh, besarnya hambatan seriSebagai contoh, bila Rs + Rm = 10 akan menentukan besarnyaK ohm dan I = 1 mA, tegangan maksimum yang dapattegangannya (V) adalah 10 Volt. diukur. Untuk arus simpanganLangkah terakhir dalam penuh, dari persamaan 2 -7perubahan ampermeter ke menjadi : Vfs = ( Rs + Rm ) Ifsdengan arti : Vfs adalah tegangan persamaan tersebut dapatyang menghasilkan arus diperoleh harga Rs sebagai berikutsimpangan penuh. Dari Rs = Vfs / Ifs - Rm ……………………………… (2 – 8 )Persamaan tersebut merupakan , Rm dan Vfs diketahui. Biasanyabentuk yang tepat untuk harga Rm sangat kecil dibandingmenghitung harga Rs bila harga Ifs harga Vfs / If , sehingga : Rs = Vfs / Ifs …….……………………………… (2 – 9)
  • 65. 59Contoh Implementasi 1 :Suatu ampermeter dengan Ifs = 1 mA, Rm = 50 ohm, diubah menjadisuatu Voltmeter.Permasalahan :Berapakah besar hambatan seri yang diperlukan untuk mengukurdengan tegangan skala penuh (Vfs ) atau batas ukur= 15 Volt, 50 Volt dan 150 Volt ? Penyelesaian : Rs = Vfs / Ifs - Rm = 50/1 mA - 50 = 50 K ohm Untuk Vfs = 15 volt 15 R = - 2000 = 300 K ohm s 50 . 10- 6 Untuk Vfs = 50 volt 50 R = - 2000 = 1 M ohm s 50 . 10 - 6 Untuk Vfs = 150 volt 150 R = - 2000 = 3 M ohm s 50 . 10- 6 Gambar 2-18 Contoh implementasi
  • 66. 602.2.2. Hambatan Masukkan VoltmeterUntuk voltmeter sederhana seperti Gambar 2-15, hambatan masukanadalah jumlah dari hambatan seri dan hambatan meter. Hambatanmasukan :Rin = Rs + RmSelain itu, hambatn masukan juga dapat dihitung dari :Rin = V/ISedangkan harga Rin adalah tetap untuk suatu kondisi arus tegangan,sehingga secara pasti dapat dituliskan dengan :Rin = Vfs/Ifs ......................................................... ( 2 - 10 )Hambatan masukan adalah diganti menjadi 10 Volt makategangan skala penuh dibagi arus hambatan masukannya menjadiskala penuh. Dengan demikian, 10 kilo ohm. Arus skala pertuhbila suatu voltmeter mempunyai biasanya tidak tercantum padagerakan arus I mA pada skala meter. Biasanya yang tercantumtegangan 100 Volt, maka adalah data sensitivitasnya, yanghambatan masukannya 100 kilo didefinisikan sebagai berikutohm. Bila jangkauan (batas ukur) S = 1/Ifs ........ ( 2 - 11 )Dengan arti bahwa S adalah arus skala penuh. Satuansensitivitas dari Voltmeter dan Ifs sensitivitas adalah 1 dibagiadalah arus skala penuh dari dengan ampere, atau ohm pervoltmeter. Dikatakan bahwa volt.sensitivitas adalah kebalikan dari 1 1 1 Ohm S = = = = I Ampere Volt/Ohm Volt fsDengan demikian, untuk suatu voltmeter dengan arus 1mA,sensitivitasnya adalah S = 1/1 mA = 1000 Ohm/Volt.Definisi untuk sensitivitas dapat digunakan untuk mengubah persamaanII-10 : Rin = Vfs/Ifs = S . Vfs.............................................. ( 2 - 12 )
  • 67. 61Persamaan 2 -12 menyebutkan voltmeter perlu diketahuibahwa hambatan masukan dari besarnya, karena besar atauVoltmeter pada suatu kecilnya hambatan akanjangkauan/batas ukur sama berpengaruh terhadap besar ataudengan sensitivitas dikalikan kecilnya kesalahan pembebanan.dengan tegangan skala penuh dari Besarnya kesalahan pembebananjangkauan/batas ukur tersebut. lebih tergantung pada besarnyaDengan demikian tercantumnya hambatan masukan voltmeter daridata sensitivitas pada voltmeter, pada hambatan rangkaian. Hal inihambatan masukan voltmeter akan dibahas lebih lanjut padadapat dihitung dengan cepat. pembahasan berikutnya.Besarnya hambatan masukan Contoh Aplikasi 1 Suatu voltmeter menggunakan arus skala penuh 1 mA. Hitunglah hambatan masukrun (Rin) pada batas ukur: 5 V ; 50 V dan 500 V. Penyelesaian : S = 1/Ifs = 1/1 mA = 1000 Ohm per Volt Untuk BU 5 Volt ------- > Vfs 5 Volt Rin = S . Vfs = 1000.5 = 5 K ohm Untuk BU 50 Volt ------- > Vfs 50 Volt Rin = S . Vfs = 1000.50 = 50 K ohm Untuk BU 500 Volt ------ > Vfs 500 Volt Rin = S.Vfs = 1000 . 500 = 500 K ohm Contoh Apikasi 2 Suatu voltmeter dengan arus skala penuh 50µA, mempunyai batas ukur 5 V ; 50 V; 500 Volt. Hitunglah hambatan masukan pada setiap ba-tas ukur. Penyelesaian : S = 1/Ifs = 1 / (50µA) = 20 KΩ per Volt Untuk Vfs = 5 Volt ------- > Rin = 20 . 5 = 100 K Ohm. Untuk Vfs = 50 Volt ------- > Rin = 20 . 50 = 1 M Ohm Untuk Vfs = 500 Volt ------ > Rin = 20 . 500 = 10 M Ohm2.2.3. Kesalahan Pembebanan VoltmeterSeperti halnya pada ampermeter Demikian halnya pemakaianbila dipakai untuk mengukur arus voltmeter untuk mengukuryang mengalami penurunan arus tegangan juga akan mengalamiakibat adanya hambatan dari penurunan tegangan. Besarampermeter tersebut. Besar kecilnya penurunan tegangankecilnya penurunan arus tersebut tersebut tergantung atastergantung atas perbandingan perbandingan hambatan dalam.hambatan ampermeter terhadap Gambar 2-18 merupakan ilustrasihambatan thevenin dari rangkaian. suatu jenis pengukuran tegangan.
  • 68. 62 a. Tegangan tanpa meter b. Tegangan dengan meter Gambar 2- 19. Tegangan dengan dan tanpa meterTegangan yang akan diukur yaitu antara ujung-ujung hambatan Rtegangan pada ujung-ujung terbaca harga tegangan yanghambatan R. Vtm adalah baru, yang disebabkan olehtegangan tanpa meter, yaitu hambatan dalam voltmeter. Untuktegangan sebelum voltmeter menghitung hubungan antara Vdmdihubungkan. Tegangan yang dan Vtm, maka Gambar 2-19benar inilah yang dikehendaki dapat digambarkan sebagaidalam pengukuran. Setelah berikut :voltmeter dihubungkan, ternyata a. Rangkaian tanpa meter b. Rangkaian dengan meter Gambar 2- 20. Ekuivalen dengan dan tanpa meterDengan menggunakan Hukum Ohm, dapat dituliskan : R V = in . V ................................................( 2 - 13 ) dm R + R tm in o V R dm = in = ketelitian.......................................( 2 - 14 ) V R + R tm in o
  • 69. 63Keterangan :Rm = Tahanan dalam voltmeterRin = Tahanan masukan rangkaian dalam hal ini = RmVtm = Tegangan beban tanpa meterVdm = Tegangan dengan meterPersamaan 2 -14 menuniukkan Seperti halnya pada ampermeterketelitian voltmeter, sepanjang dapat dituliskan juga prosentaseefek pembebanan diperhatikan. kesalahanpembebanannya.Prosentase kesalahan pembebanan = (1 - ketelitian ) x 100%Contoh Aplikasi 1Voltmeter dengan sensitivitas 20 K ketelitian pembacaan voltmeterOhm/V, pada ukur 50 Volt dan tegangan yang terukur padadigunakan untuk mengukur voltmeter; kesalahan kalibrasitegangan antara ujung-ujung AB diabaikan.dari Gambar di bawah. Hitung : Gambar 2-21. Rangkaian penyelesaian aplikasi 1Penyelesaian :Tegangan pada ujung AB sebelum meter dihubungkan 200 V = . 100 V = 50 V dm 200 + 200 R = 200 K / / 200 K = 100 K Ohm o
  • 70. 64Pada batas ukur 50 Volt, hambatan masukan (dalam) voltmeter : Rin = S . Vfs = 20 K . 50 V = 1 M Ohm. V R 1M Ketelitian = dm = in = V R + R 1 M + 100 K tm in o = 1/1,1 = 91 %Ketelitian 91%, artinya bahwa voltmeter menunjukkan harga 91% daritegangan yang sesungguhnya. Sehingga : Vdm = 0,91 . Vtm = 0,91 . 50 = 45,5 Volt. Contoh Aplikasi 2Untuk menunjukkan bagaimana dilukiskan dalam Gambar 2-21.efek pembebanan sesungguhnya Hitung pembacaan voltmeter padaberpengaruh, pertimbangkan batas ukur 50 volt dan pada bataskeadaan pengukuran yang ukur 5 volt. Gambar 2-22. Rangkaian penyelesaian aplikasi 2Penyelesaian : 800 V = . 50 V = 25 V tm 800 + 800 800 R = = 400 K Ohm o 800 + 800 Pada batas ukur 50 Volt : Rin = 20 K/V . 50 V = 1 M Ohm 1000000 V = . 25 V = 17,9 Volt dm 1000000 + 400000 Pada batas ukur 5 Volt :
  • 71. 65 Rin = 20 K/V . 5 V = 100 K Ohm 100000 V = . 25 V = 5 Volt dm 100000 + 400000Dari perhitungan pada kedua berbeda, dan dengan segerabatas ukur di atas, ternyata kedua- dapat diketahui bahwa voltmeterduanya menunjukkan harga terbebani terlalu banyak rangkaianpengukuran yang tidak teliti, (hambatannya terlalu besar) dankarena tegangan yang akhirnya pembacaannya salah.sesungguhnya adalah 25 Volt. Dilain pihak, jika batas ukurSetiap digunakan batas ukur yang dirubah pembacaan yangberbeda, maka akan diperoleh bertentangan, dapat diyakinkanhasil pembacaan voltmeter yang yang terjadi dapat diabaikan.2.3. Ohmmeter2.3.1. Rangkaian Dasar Ohmeter SeriSuatu ohmmeter sederhana dapat Vo merupakan tegangandibuat dengan menggunakan ohmmeter pada ujung-ujung ABbaterai, ammeter dan hambatan ; saat terbuka. Rangkaian ini jenisseperti ditunjukkan pada Gambar ohmmeter seri Rx dipasang2-23. RO merupakan hambatan secara seri dengan meter, identikthevenin dari ohmmeter, yang dengan pengukuran arus.mencakup hambatan ammeter Rm. Ro A A Vo B Rx Gambar 2-23 Dasar ohmeter seri BSeperti ditunjukkan pada gambar hambatannya, dengan cara2-23, bahwa Ro merupakan ujung-ujung AB dihubung singkathambatan yang dapat diatur. dan hambatan Ro diatur, untukBiasanya ohmmeter dinolkan lebih menghasilkan arus skala penuhdahulu sebelum digunakan yang mengalir melalui ammeter.mengukur hambatan Rx yang Ini berarti :belum diketahui besar Ifs = Vo/Ro ............ ( 2 - 15 )
  • 72. 66Untuk mengukur hambatan Rx , ujung-ujung AB dihubungkan, sehinggaarus yang mengalir : VoI = ......................................................................( 2 - 16 ) V + R o xDengan membandingkan persamaan 2 -16 dengan persamaan 2 -15,maka diperoleh persamaan : I Ro = I R + R fs o xPerbandingan tersebut merupakan simpangan meter (D = deflection),sehingga dapat dituliskan : I RoD = = ......................................................( 2 - 17 ) I R + R fs o xBila harga Rx = Ro , maka D = I/Ifs = 1/2Dari persamaan 2 -17 dapat dituliskan : D (Ro + Rx) = Ro DRx = Ro - D Ro 1- D R = R .......... ......................................................( 2 - 18 ) x D oBerdasarkan persamaan 2 -17, memuat beberapa contoh hargayaitu D = Ro/(Ro + Rx), maka Rx terhadap Ro dan harga D.dapat dibuat suatu tabel yang Tabel 2-2 Harga Rx dan D Rx 0 Ro/4 Ro/3 Ro/2 Ro 2 Ro 3 Ro 4 Ro 9 Ro - D 1 4/5 3/4 2/3 ½ 1/3 1/4 1/5 1/10 0Contoh Aplikasi 1 Pada OhmmeterHarga Rx = 0, maka D = Ro/(Ro, + Kedudukan ini ternyata bila.Rs) = 1. Pada kedudukan ini, ujung-ujung AB dari ohmmeterhambatan yang diukur nol, berarti dihubungsingkat. Bila harga Rx =arus yang mengalir besar dan Ro , maka D = Ro/(Ro + Ro) = ½menghasilkan arus skala penuh, Pada kedudukan ini, jarumatau simpangannya = 1. menyimpang setengah dari skala
  • 73. 67penuh. Bila.harga Rx = ~ (tak yang mengalir, sehingga jarumterhirigga), atau pada keadaan tidak menyimpang atauterbuka, berarti tidak ada arus simpangannya = 0. Gambar 2-24. Pembuatan tanda/skala ohmmeter Gambar 2-25. Skala logaritimis pada ohmmeter seriContoh Aplikasi 2 Pada OhmmeterOhmmeter mempunyai arus skala digunakan untuk mengukur suatupenuh 50µA dan hambatan dalam hambatan dan menghasilkan 1/42000 Ohm. Tegangan rangkaian simpangan penuh. Berapakahterbuka = 6 Volt, ohmmeter besarnya hambatan yang diukur ?menunjuk nol. KemudianPenyelesaian : V 6 R = o = = 120 K Ohm o I fs 50 . 10-6 1- D 1 - 1/4 R = . R = . 120 = 360 K Ohm x D o 1/4Catatan : harga Ro sudah meliputi harga Rm nya.Bila ditanyakan berapa harga Rv (Variabel), maka :Rv = Ro - Rm = 120 - 2 = 118 K Ohm.Ohmmeter dari contah 1 di atas, harga Rx (hambatan yang diukur),dishunt dengan hambatan 20 yang dapat menghasilkan 1/2Ohm. Secara pendekatan, berapa simpangan penuh ?
  • 74. 68 Gambar 2-26 Contoh aplikasi ommeter seriPenyelesaian : R I = sh . I fs R + R t m sh R + R I = m sh . I t R fs sh 2000 + 20 = . 50 µA = 5,05 mA 20 Karena. Rsh < < Rm’, maka secara pendekatan : It = Rm / Rsh . Ifs = 2000/20 . 50 A = 5 mA Sehingga : Ro = Vo / It = 6/5 . 10-3 = 1,2 K Ohm 1- D 1 - 1/2 R = .R = . 1,2 = 1,2 K Ohm x D o 1/22.3.2. Ohmmeter ParalelOhmmeter dibangun dengan Rx. Semakin besar nilai Rxmenggunakan voltmeter, sumber semakin besar beda teganganarus konstan dan resistor yang yang terukur. Batasan tegangandiukur. Prinsip yang digunakan pada ujung-ujung resistansiadalah bila arus konstan dialirkan menentukan cakupan pengukuranpada Rx yang tidak diketahui nilai resistansi. Rangkaian dasarmaka beda tegangan pada ujung- ohmmeter parallel ditunjukkanujung Rx sebanding dengan nilai pada gambar di bawah ini.
  • 75. 69Secara produk jenis ohmmeter Sedangkan ohmmeter seri skalaparalel dikenali dengan skala nol nol berada diujung sebelah kananberada disisi kiri sebagaimana berlawanan dengan skala nolskala nol pada tegangan dan arus. voltmeter dan ampermeter. JenisContoh aplikasi prinsip ohmmeter ohmmeter seri seperti Sanwa,paralel pada ohmmeter digital. Heles. . Sumber arus konstan Rx V Gambar 2-27. Dasar ohmmeter paralel Gambar 2-28. Skala ohmmeter paralel2.4. Multimeter Elektronik Analog2.4.1. Kelebihan Multimeter ElektronikDalam perkembangannya 2. Pada saat berfungsi sebagaimultimeter menggunakan pengukur arus resistansikomponen aktif elektronik yang multimeter elektronik cukupbiasanya berfungsi sebagai rendah sehingga dapatpenguat. Multimeter elektronik mencegah kesalahan ukurlebih disukai karena beberapa karena efek pembebanan.alasan yang menguntungkan : 3. Skala resistansi dari multimeter1. Resistansi masukan elektronik arah penyimpangan multimeter elektronik lebih jarum sama seperti pada tinggi dan stabil disemua pengukuran tegangan atau arus cakupan pengukuran sehingga tidak membingungkan.
  • 76. 704. Digunakan tegangan rendah junction BJT tanpa sehingga memungkinkan merusakkan transistor. untuk mengukur resistansi Solid state EVM tidak dapatVoltmeter elektronik dapat digunakan dalam tempat yang adamencapai resistansi masukan dari medan listrik atau elektronik yang10 MΩ hingga 100 MΩ dan besar kuat seperti medan yangresistansi masukan ini sama untuk dihasilkan oleh transformatorsemua cakupan pengukuran. Bila flyback televisi, pemancar radiodibandingkan dengan VOM besar dan sebagainya. Medan akanresistansi masukan pada VOM cenderung memberi bias padaberbeda untuk semua cakupan transistor atau IC yang digunakanpengukuran tegangan. Pada dalam EVM, dalam tempat seperticakupan pengukuran tegangan ini tidak akan bekerja dengan baik,rendah resistansi masukan VOM sedangkan VOM lebih tahancenderung rendah. Dalam kasus terhadap pengaruh yang demikian.meter yang memiliki sensitivitas Jenis-jenis multimeter elektronik20.000Ω/Volt pada cakupan 0–1 yang banyak dijumpai dipasaran,Volt besar resistansi masukan antara lain ditunjukkan gambar dihanya (20.000Ω/V) (1V) = 20 KΩ. bawah ini. Gambar 2-29. Jenis-jenis multimeter elektronik di pasaran
  • 77. 712.4.2.. Konstruksi Multimeter AnalogDasar multimeter elektronik analog rendah sampai 100mV. Cakupandapat dikelompokkan ke dalam pengukuran arus DC, AC daritiga bagian utama yaitu jaringan skala penuh 1uA sampai 10A.pengukuran, rangkaian penguat untuk cakupan pengukuran daridan penggerak meter analog 100Ω sampai 30MΩ (FSD). Saklar(seperti jenis PM-MC). Dalam pemilih fungsi memberi pilihankasus pengukuran arus dan cakupan Volt Amper dan Ohm.tegangan jaringan kerja berupa Multimeter ini dirancangpembagi tegangan yang menggunakan penguat ICmembatasi tegangan yang monolitik dengan penguatdiberikan pada penguat terutama masukan berupa FET, sehinggaberkaitan dengan pengaturan tahanan input tinggi (10 – 20MΩ),cakupan instrumen. sehingga dapat mengurangiMultimeter Philip type PM 2505 kemungkinan kesalahan ukur yangdalam gambar 2-26 memiliki skala disebabkan oleh pembebananpenuh tegangan DC dan AC yang rangkaian yang di uji. Gambar 2-30. Multimeter elektronik2.4.3. Multimeter Elektronik Fungsi Tegangan DCVoltmeter elektronik menggunakan elektronik seimbang sepertipenggerak meter analog yang ditunjukkan pada gambar 2-31 didikendalikan oleh suatu rangkaian bawah ini.Vin Pre- Penguat Tegangan Attenuator Amplifier Beda Referensi Gambar 2-31. Rangkaian voltmeter DC elektronik
  • 78. 72Rangkaian penguat beda terdiri Pada kondisi ini tegangan bias Q3transistor Q2 dan Q1 membentuk mendapat bias dan bias transistorrangkaian jembatan seimbang, Q2 merupakan fungsi dari bedauntuk keseimbangan ini dilengkapi tegangan pada Rs. Bila masukandengan R variabel serta dilengkapi diberi tegangan positip Vs, biasQ3 menggantikan RE dengan pada Q2 bertambah sehingga VE2kelebihan kemampuan mencapai bertambah sehingga tegangan VE2CMRR (Common Mode Rjection lebih besar dari pada VE3 danRatio) yang tinggi. Penguat depan mengalir arus Im sehingga jarummenggunakan JFET Q1 dalam menyimpang sebanding dengankonfigurasi rangkaian source besarnya Vs. Pada fungsifollower berfungsi sebagai pengukuran tegangan ACtransformasi impedansi antara menggunakan attenuatormasukan dan base dari transistor kompensasi karena attenuatorQ2 sumber arus konstan. menggunakan resitor presisiKelebihan penguat depan FET kebanyakan berupa sejenis wire –kemampuannya dalam mencapai wound. Resistor yang demikianimpedansi masukan yang tinggi. memiliki induktansi yangBila tegangan tidak diketahui Vs signifikan, pengaruh induktansi dinol, I2 = I3, VE2 = VE, sehingga seimbangkan dengantidak ada arus mengalir pada pemasangan kapasitor paralel.penggerak meter sehingga Im = 0.2.4.4. Multimeter Elektronik Fungsi Tegangan ACRangkaian dasar voltmeter pengukuran tegangan ACelektronik seperti di atas hanya beberapa bagian harusdigunakan untuk tegangan DC. ditambahkan pengubah teganganUntuk memenuhi kebutuhan AC ke DC. Tegangan masukan Vin Gambar 2 - 32. Penyearah
  • 79. 73 Rangkaian penyearah ditunjukkan pada gambar 2-32. menggunakan rangkaian Op-Amp sebagai penyearah presisi. Karakteristik non linier dari dioda PN-junction D1 dan D2 dalam arah maju memberi umpan balik negatip. Low pass filter mengeluarkan pulsa DC diumpankan ke rangkaian analog penyeimbang atau Voltmeter ke digital. Kebanyakan voltmeter AC dikalibrasi dalam rms, ini tidak akan terbaca harga rms sebenarnya, tanpa sinyal masukan berbentuk gelombang sinus murni.2.4.5. Multimeter Elektronik Fungsi OhmJika arus konstan mengalir pada R 1,5V atau lebih akan memberi biasyang tidak diketahui, nilai maju dioda bila instrumentegangan drop pada R akan digunakan dalam rangkaian solidmemberikan data yang tidak state, mengingat rangkaian 2-33diperlukan untuk dihitung nilai menggunakan level teganganresistansinya dengan persamaan rendah tidak mampu memberi biasRX = V/I sesuai dengan rangkaian maju dioda. Bila demikianohmmeter elektronik dapat ohmmeter elektronik menjadidibentuk seperti dalam gambar 2- pilihan untuk digunakan menguji33. arus keluaran dari sumber komponen yang membutuhkanarus konstan dan besarnya tegangan bias seperti dioda,penguat tegangan dari penguat transistor. Beberapa VoltmeterDC diatur dengan saklar pemilih elektronik yang diproduksisehingga dapat mengakomodasi meliputi skala Ohmmeter dayapengukuran resistansi skala penuh tinggi sehingga dapat digunakandari milli ohm hingga mega ohm. untuk pengetesan dioda danOhmmeter menggunakan baterai transistor. 1A Ω DC Balance - Circuit Gambar 2-33. Rangkaian ohmmeter elektronik
  • 80. 742.4.6. Parameter Multimeter Elektronik2.4.6.1. Spesifikasi dan Parameter Multimeter ElektronikDalam pembahasan ini dipilih dibahas di atas. Dengan alasanmultimeter elektronik sanwa YX- meter ini mudah didapat, mudah360 TRe meskipun tidak sebagus digunakan dan kualitas memadaimultimeter elektronik Philip yang untuk banyak pemakaian.2.4.6.1.1. Spesifikasi Umum Tabel 2-3. Spesifikasi umum meter elektronik analog Item Spesifikasi Proteksi rangkaian Rangkaian dilindungi dengan sekering bila tegangan AC di atas 230V Baterai dalam UM-3 1,5V x 2 Sekering dalam 0,5A/250V 5,2mm Ø x 20mm Kal temp standar/ dan 23 ± 2 o C 45-75% rRH cakupan kelembaban Temperatur kerja dan 0-40 o C 80% retmark tanpa kondensasi range Kelembaban Tahanan tegangan 3KV AC antara terminal input dan case Dimensi dan berat 159,5 x 129 x 41,5 mm / mendekati 320 gr Assesoris Salinan pedoman instruksi (instruction manual)2.4.6.1.2. Cakupan Pengukuran dan AkurasiProbe pengukuran dilengkapi untuk pengukuran tegangan DC tinggihingga mencapai 25 KV. Tabel 2-4. Probe multimeter pengukuran tegangan tinggi HV (DC) DC 25KV HV – 10 T High Volt probe hFE 1000 pada cakupan x 10 HFE – 6T probe
  • 81. 75 Tabel 2-5. Cakupan pengukuran dan akurasi Fungsi Akurasi Catatan DC V 0,1 ± 5% dari skala penuh Zi 20KΩ/V 0,25 / 2,5 / 10 / 50 ± 3% dari skala penuh 9KΩ/V 250 ± 3% dari skala penuh AC V 10 / 50 /250 ± 4% dari skala penuh Zi 9KΩ/V 30Hz-100KHz dalam 3% fs (cakupan AC 10V) 50 uA ± 3% dari skala penuh Tegangan drop 0,1V DC A 2,5mA/ 25mA /0,25 ± 3% dari skala penuh Tegangan drop 0,25V Ω 2K/20K/2M (1x) (10x) (x1K) ± 3% dari arc Nilai tengah 20Ω Harga maks 2 KΩ 200M Pengeluaran tegangan 3V (x100K) dB -10dB 22dB Untuk 10VAC 62 dB L 0-150mA pd cakupan x 1 0-15mA pd cakupan x 10 0-150uA pd cakupan 1KΩ 0-15uA pd cakupan x 1002.4.6.2. Langkah Keselamatan AlatHal-hal yang harus diperhatikan 3. Jangan pernah menyentuh kakisebagai tindak pencegahan tester selama pengukuranterjadinya kecelakaan yang dapat 4. Jangan pernah operasikanmerusakkan meter dan kesalahan tester dalam keadaan tanganhasil pengukuran. basah, menempatkan meter1. Jangan menggunakan tester pada tempat kelembaban tinggi untuk pengukuran rangkaian atau sangat lembab. listrik yang mempunyai 5. Yakinkan bahwa lapisan dan kapasitas besar. Isikan sekering kawat colok meter (lead tester ) dalam tester 250V untuk tidak berbahaya karena mencegah terjadinya masalah- konduktornya terbuka jika colok masalah pengukuran yang meter berbahaya atau terbuka membahayakan keselamatan meter jangan digunakan. karena kesalahan pengaturan 6. Terdapat bahaya (electrical range. shock) kejutan listrik terutama2. Yakinkan sekarang yang bila digunakan untuk digunakan mempunyai pengukuran tegangan di atas spesifikasi (0,5A/250V ukuran 60 V DC atau 25 Vrms AC. 5.2 x 20 mm) Jangan pernah 7. Jangan melakukan pengukuran mengganti ataupun dengan case dibelakang atau menghubung singkat. menindihkan tutup meter
  • 82. 768. Setiap kali melakukan mengukur tegangan atau arus pengukuran yakinkan cakupan yang mengandung sederetan pengukuran tepat. Pengukuran pulsa. dengan pengaturan cakupan Instrumen ini merupakan salah atau melebihi cakupan multimeter portabel dirancang pengukuran sebenarnya adalah untuk pengukuran rangkaian arus berbahaya. lemah.9. Jaga jangan sampai beban lebih terutama pada saat2.4.7. Prosedur Pengoperasian2.4.7.1 Persiapan pengukuranSebelum pengoperasian meter 2. Putar posisi nol sehinggadilakukan sesuai fungsinya menunjuk lurus kanandilakukan persiapan pengukuran menunjuk nol.untuk mendapatkan hasil 3. Pilih cakupan yang tepat untukpengukuran terbaik. Langkah- item yang diukur atur knoblangkah persiapan tersebut melipti pemilih cakupan yang sesuai.1. Atur posisi nol meter tepat pada harga nol.Gambar 2-34. Gambar skala Gambar 2-35. Gambar pemilih jarum nol fungsiCatatan untuk diperhatikanDalam menentukan cakupan sebaiknya gunakan penunjukpengukuran, pilih cakupan masih dalam tingkat yang dapattegangan yang lebih besar dipertimbangkan yaitu 60 – 80%daripada nilai yang akan diukur dari penunjukan maksimum.
  • 83. 772.4.7.2. Panel Depan dan Fungsi MultimeterPada panel depan meter berkaitan dengan parameter alatmempunyai beberapa komponen ukur seperti sensitivitas meter,yang berfungsi sebagai pengatur. cara pemasangan meter yangPengaturan dilakukan untuk sesuai, besaran-besaran yangmendapatkan fungsi yang sesuai dapat diukur. Untuk meter Sanwaserta hasil pengukuran yang YX-360TRe mempunyai tombol-optimal akurat. Disamping sebagai tombol pengaturan sebagaikomponen pengatur juga terdapat berikut.beberapa informasi penting Gambar 2-36. Panel depan Gambar 2-37. Fungsi jarum penunjuk Gambar 2-38. Fungsi skala
  • 84. 78 Gambar 2-39. Fungsi zero adjust secrew Gambar 2-40. Fungsi Ohm adjust knob
  • 85. 79 Gambar 2-41.Fungsi selector switchGambar 2-42. Fungsi lubang kutub (VAΩ terminal)
  • 86. 80 Gambar 2-43. Fungsi lubang kutub + (common terminal)2.4.7.3. Pengukuran Tegangan2.4.7.3.1. Pengukuran Tegangan DC1. Atur knob pemilih cakupan pada cakupan yang tepat.Colokmeternegatip Colok meter positip Gambar 2-44. Knob pemilih range
  • 87. 812. Gunakan colok hitam pada tegangan negatip dari rangkaian yang diukur dan colok merah pada tegangan positip Posisi VDC Gambar 2-45. Rangkaian pengukuran tegangan DC3. Baca gerakan penunjuk tegangan dan skala DCV A. Gambar 2-46. Penunjukan pengukuran tegangan DC4. Bila penunjukan kecil tak penunjuk berada pada posisi terbaca, cek kembali apakah yang mudah dibaca. rangkaian sudah benar. 6. Hindari pengawatan5. Bila rangkaian sudah yakin pengukuran tegangan DC yang benar, pindahkan pelan-pelan salah seperti gambar di bawah. knob pemilih cakupan hingga
  • 88. 82 Gambar 2-47. Pengawatan pengukuran tegangan DC salah2.4.7.3.2. Pengukuran Tegangan AC1. Pindahkan knob pemilih cakupan pada cakupan AC V yang tepat Posisi VAC Colok Colok meter meter negatip positip Gambar 2-48. Knob pemilih range2. Pasangkan colok meter pada pada pengukuran sumber rangkaian yang diukur secara tegangan AC dari PLN). paralel. 4. Karena instrumen ini bekerja3. Baca gerakan jarum penunjuk pada sistem nilai pengukuran dengan skala V dan A rangkaian tegangan AC (gunakan batas ukur 250 V AC gelombang sinus, maka bila
  • 89. 83 digunakan pada bentuk mungkin terjadi kesalahan. gelombang AC lainnya Gambar 2-49. Rangkaian pengukuran tegangan AC jala-jala PLN Gambar 2-50. Penunjukan pengukuran tegangan AC5. Baca hasil pengukuran dibaca pada skala AC V2.4.7.4. Kalibrasi VoltmeterKalibrasi diperlukan untuk melihat ketelitian tinggi yang sudahtingkat ketelitian meter diketahui. Karena kalibrasi dengandibandingkan dengan meter meter standar mahal makastandar jika dimungkinkan atau mengkalibrasikan meter tidak perlumeter yang mempunyai tingkat semua meter dikalbrasikan pada
  • 90. 84lembaga yang berkompeten. 2. Rangkaian kalibrasi teganganKalibrasi dapat dilakukan sendiri disusun seperti gambar didengan membandingkan tingkat bawah ini.ketelitiannya dengan meter yang 3. Batas ukur meter ditetapkantelah dikalibrasi. Prosedur kalibrasi misal pada batas ukur 10 Voltdilakukan dengan langkah-langkah 4. Sumber tegangan diatur padadi bawah ini. 10 Volt. 5. Membuat tabel pengamatan1. Pilih meter standar dengan 6. Tegangan sumber divariasi tingkat ketelitian 0,1 % sampai sepanjang harga dari 0 sampai 0,5 %. 10 Volt misal dengan jangkah pengaturan 2 Volt.2.4.7.4.1. Kalibrasi Uji Kelayakan MeterMeter dikatakan layak digunakan laboratorium tentu berbedajika mempunyai kelas kesalahan dengan meter yang digunakan diyang diijinkan tergantung tempat bengkel. Meter hasil rakitanmeter digunakan. Meskipun meter sebelum digunakan juga perlu diujipabrikasi mempunyai kelas kelayakannya untuk dilihat tingkatkesalahan kecil sejalan dengan kesalahannya. Misal hasilumur pemakaian akan pengujian dalam tabel di bawahmempengaruhi ketelitian meter. ini.Tuntutan ketelitian meter
  • 91. 85 Meter yang dikalibrasi Tegang an dapat di atur Meter standar dengan kelas kesalahan + 0,5%Gambar 2-51. Rangkaian kalibrasi tegangan
  • 92. 86 Tabel 2-6. Kalibrasi voltmeter Kelas Meter Meter dikalibrasi (V) Selisih Kes No standar Mutlak (V) (V) V V1 V2 V3 rerata 1 10 9.8 9.9 9.7 9.8 -0.2 0.2 2 8 7.8 7.9 8.0 7.9 -0.1 0.1 2.50% 3 6 5.95 5.90 6.0 5.95 -0.05 0.05 4 4 4.0 3.9 3.8 3.9 -0.1 0.1 5 2 2.0 1.8 1.9 1.9 -0.1 0.1 6 0 0 0.2 0.4 0.2 0.2 0.2 Jumlah -0.35 0.75 Rerata 0.25Keterangan :V1 = hasil pengukuran ke-1 V3 = hasil pengukuran ke-2V2 = hasil pengukuran ke-2 V rerata = (V1+V2+V3)/3Perhitungan persen kesalahan :Persen kesalahan dihitung dengan persamaan= {(Rerata meter dikalibrasi – Meter standar ) / Batas Ukur} X 100%Kesalahan 2.5 % artinya harga penunjukkan meter yang dikalibrasi padabatas ukur 10 Volt mempunyai kesalahan rata-rata 2.5 % terhadap meterstandar.2.4.7.4.2. Harga koreksi relatif dan kesalahan relatifKesalahan dinyatakan dalam α = kesalahan terhadap hargaV - Vs merupakan selisih dari penunjukkan meter standar.harga penunjukkan meter yang Harga koreksi dinyatakan k = Vs -dikalibrasi dikurangi penunjukkan V merupakan selisih antarameter standar. Kesalahan relatif harga standar dan penunjukkanmerupakan perbandingan antara meter yang dikalibrasi.
  • 93. 87 Tabel 2-7. Kesalahan dan koreksi relatip Meter Meter dikalibrasi Kesala Kesalahan KoreksiNo Koreksi standar han relatif (%) relatip (%) V1 V2 V3 Vrerata1 10 9.9 9.8 9.7 9.8 -0.2 -2.00 0.2 2.042 8 8,0 7.9 7.8 7.9 -0.1 -1.25 0.1 1.273 6 5.95 6.0 5.90 5.95 -0.05 -0.83 0.05 0.844 4 4.0 3.8 3.9 3.9 -0.1 -2.50 0.1 2.565 2 1.8 2.0 1.9 1.9 -0.1 -5.00 0.1 5.266 0 0 0.3 0.3 0.2 0.2 0.2 -0.2 -100 Rerata -1.93 -14.67 2.4.7.5. Pengukuran Arus DC 1. Pemasangan meter seri terhadap beban yang akan di ukur arusnya. Gambar 2-52. Gambar rangkaian pengukuran arus DC 2. Atur knob pemilih cakupan mendekati cakupan yang tepat atau di atas cakupan yang diprediksi berdasarkan perhitungan arus secara teori.
  • 94. 88 Posisi selektor Gambar 2-53. Knob pemilih range3. Bila yakin rangkaian telah benar, hidupkan sumber tegangan dan baca gerakan jarum penunjuk pada skala V dan A. Hasil pembacaan baik bila posisi jarum lebih besar dari 60% skala penuh meter. Gambar 2-54. Skala penunjukan arus DC4. Bila simpangan terlalu kecil, lakukan pengecekan apakah cakupan sudah benar dan pembacaan masih dibawah cakupan pengukuran di bawahnya bila ya, matikan power supply pindahkan knob pada cakupan yang lebih kecil.
  • 95. 89 Diputar pada nilai lebih kecil Gambar 2-55. Knob pemilih range5. Nyalakan kembali sumber tegangan baca jarum penunjuk hingga pada posisi yang mudah dibaca.6. Hindari kesalahan pemasangan polaritas sumber tegangan, karena akan menyebabkan arah simpangan jarum berlawanan dengan seharusnya. Bila arus terlalu besar dapat merusakkan jarum penunjuk. Gambar 2-56. Rangkaian pengukuran arus DC yang salah2.4.7.1.1. Kalibrasi ArusKalibrasi diperlukan untuk melihat ketelitian tinggi yang sudahtingkat ketelitian meter diketahui. Karena kalibrasi dengandibandingkan dengan meter meter standar mahal makastandar jika dimungkinkan atau mengkalibrasikan meter tidakmeter yang mempunyai tingkat perlu semua meter dikalibrasikan
  • 96. 90pada lembaga yang berkompeten. 1. Pilih meter standar denganKalibrasi dapat dilakukan sendiri tingkat ketelitian 0,1 % sampaidengan membandingkan tingkat 0,5 %. Misal meter standarketelitiannya dengan meter yang yang digunakanmempunyaitelah dikalibrasi. Prosedur kalibrasi kelas kesalahan 0,5%.dilakukan dengan langkah-langkah 2. Rangkaian kalibrasi arusdi bawah ini. disusun seperti gambar di bawah ini Pindahkan batas ukur 250 mA Yang dikalibrasi Pilih batas ukur 0.25 A Meter standar Gambar 2-57 Rangkaian kalibrasi arus3. Batas ukur meter ditetapkan 5. Membuat tabel pengamatan misal pada batas ukur 250 mA 6. Tegangan sumber divariasi untuk yang dikalibrasi dan 250 sepanjang harga dari 0 sampai mA meter standar. 250 mA misal dengan jangkah4. Sumber tegangan diatur pada pengaturan 25 mA. arus maks 250 mA.
  • 97. 917. Melakukan pengaturan kedua meter hasil pengamatan tegangan sumber dan misal dalam tabel di bawah ini. mencatat penunjukkan pada Tabel 2-8. Kalibrasi arus Meter dikalibrasi (mA) Meter Kelas Selisih Kes No standar Mutlak (mA) (mA) A1 A2 A3 rerata 1 250 260 255 250 255 5 5 2 225 229 227 228 228 3 3 3 200 202 204 203 203 3 3 4 175 178 179 177 178 3 3 152 152 154 1.01% 5 150 153 3 3 6 125 127 128 126 127 2 2 7 100 98 99 97 98 -2 2 8 75 71 73 72 72 -3 3 9 50 50 48 49 49 -1 1 10 25 25 27 29 27 2 2 11 0 0.5 0.8 0.8 0.7 0.7 0.7 Jumlah 15.7 27.7 Rerata 2.52Keterangan :A1 = hasil pengukuran ke -1 A3= hasil pengukuan ke -3A2 = hasil pengukuran ke 2 rerata + (A1 + A2 + A3 )/3Perhitungan persentase kesalahan :Persen kesalahan dihitung dengan persamaan= {(Rerata meter dikalibrasi – Meter standar ) / Batas Ukur} X 100%Kesalahan 1 % artinya harga penunjukkan meter yang dikalibrasi padabatas ukur 250 mA mempunyai kesalahan rata-rata 1 % terhadap meterstandar yang mempunyai kelas kesalahan 0,5%.2.4.7.1.2. Harga koreksi relatif dikalibrasi dikurangi penunjukkan dan kesalahan relatif meter standar. Kesalahan relatifKesalahan dinyatakan dalam α = merupakan perbandingan antaraI A - Is merupakan selisih dari kesalahan terhadap hargaharga penunjukkan meter yang penunjukkan meter standar.
  • 98. 92 Harga koreksi dinyatakan k = penunjukkan meter yang I s - IA merupakan selisih dikalibrasi. antara harga standar dan Tabel 2-9. Kesalahan dan koreksi relatip Meter dikalibrasi (mA) Meter Koreksi KesalahanNo standar Kesalahan Koreksi relatif Relatif (%) (mA) (%) A1 A2 A3 rerata 1 250 250 255 260 255 5 2.00 -5 -1.96 2 225 229 228 227 228 3 1.33 -3 -1.32 3 200 200 203 206 203 3 1.50 -3 -1.48 4 175 177 178 179 178 3 1.71 -3 -1.69 5 150 152 153 154 153 3 2.00 -3 -1.96 6 125 126 127 128 127 2 1.60 -2 -1.57 7 100 99 98 97 98 -2 -2.00 2 2.04 8 75 72 73 74 72 -3 -4.00 3 4.17 9 50 50 49 48 49 -1 -2.00 1 2.04 10 25 28 27 26 27 2 8.00 -2 -7.41 11 0 0.6 0.8 0.8 0.7 0.7 0.00 -0.7 -100.00 Jumlah 15.7 10.15 0 -109.13 Rerata 0.92 -9.922.4.8. Pengukuran Tahanan1. Jangan mengukur resistansi rangkaian yang ada tegangannya.2. Putar knob pemilih cakupan pada cakupan Ω yang tepat.
  • 99. 93 Gambar 2-58. Cara pemasangan ohmmeterSecara rangkaian pemilihan sebagaimana pada penambahancakupan skala pengukuran atau batas ukur ampermeter.pengali sebenarnya adalah Pemindahan tersebut ditunjukkanmemilih resistansi shunt gambar di bawah ini. Gambar 2-59. Posisi pemindahan cakupan ohmmeter3. Hubung singkat kaki meter nol ohm sudah diputar penuh merah dan hitam dan putar searah jarum jam, gantilah pengatur nol ohm, sehingga baterai yang berada di dalam penunjuk lurus pada 0 Ω. ( jika meter dengan baterai yang penunjuk gagal berayun ke nol baru). Ω meskipun pengatur penunjuk
  • 100. 94 Gambar 2-60. Kalibrasi ohmmeter4. Tempatkan kaki meter pada resistansi yang diukur. Gambar 2-61. Penempatan resistor pada pengukuran ohm
  • 101. 955. Baca jarum penunjuk pada skala Gambar 2-62. Penunjukan hasil pengukuran ohm6. Jika akan menganti posisi menghubung singkat colok cakupan x10, maka sebelum meter, baru dilakukan mengukur hambatan harus pengukuran yang dikehendaki . mengkalibrasi ulang dengan Gambar 2-63. Rangkaian pengukuran resistansiCatatan untuk diperhatikan1. Polaritas + dan – baterai berlawanan dengan polaritas colok meter pada saat pengukuran resistansi.2. Cara mengganti baterai • Lepaskan sekrup pengunci di belakang.
  • 102. 96 Gambar 2-64 Membuka sekrup pengunci • Keluarkan baterai kering UM-3 • Ganti dengan baterai yang baru • Letakkan kembali case belakang seperti semula dan kencangkan sekrupnya. Gambar 2 - 65. Bagian belakang meter2.4.9. Pengukuran Keluaran Penguat Audio Frekuensi (dB)Desibel (dB) diukur caranya sama Volt ditambah 14 dB, padaseperti pengukuran tegangan AC cakupan 250V ditambah 28 dBdibaca pada skala dB (decebell). dan pada cakupan 1000VPada pengukuran cakupan 10 penambahnya 40dB. Jadi dBVolt dibaca langsung pada skala maksimum yang terbacadB (-10dB - +22dB) tetapi pada 22+40=62 dB diukur padasaat pengukuran cakupan 50 cakupan 1000V.
  • 103. 97 Skala penunjukan pengukuran dB Gambar 2 - 66. Posisi skala dB meter2.4.10. Pengukuran Arus Bocor (ICEO) transistor1. Pertama lakukan kalibrasi dengan menset knob pemilih ohmeter dengan menghubung cakupan pada cakupan yang kedua colok meter dan tepat dari 1X sampai dengan mengatur posisi jarum ke 0 Ω X1k. Gambar 2-67. Pengenolan sebelum mengukur hambatan2. Untuk transistor NPN tempatkan colok berwarna hitam pada kolektor dan colok meter merah pada kaki emitor untuk transistor PNP sebaliknya.
  • 104. 98 Posisi Arus DC emitor basis Gambar 2-68. Pengukuan arus bocor transistor NPN3. Arus bocor dibaca pada skala ICEO yang diindikasikan skala (dalam satuan µA, mA) Skala pembacaan arus ICEO Gambar 2-69. Posisi skala pembacaan ICEO2.4.11. Pengukuran Dioda ( termasuk LED)1. Atur 0 Ω dengan mengatur knob pemilih range, pada cakupan yang tepat dari x1 sampai dengan x 100 K (1,5 µA).2. Tempatkan colok meter hitam pada kaki Anoda dan colok meter merah ke katoda pada saat pengukuran IF (arus bias maju).
  • 105. 99Pasangkan colok hitam meter ke kaki katoda dan colok merahmeter ke kaki-kaki anoda pada mengukur IR (arus reverse). Gambar 2-70. Rangkaian pengetesan LED dengan ohmmeter Posisi selektor Anoda Katoda Gambar 2-71. Pengukuran arus IF dioda bias maju
  • 106. 1004. Baca harga nilai penunjukan meter dengan skala L1 (gerakan jarum penunjuk cukup besar untuk IF dan kecil untuk IR). Posisi jarum Gambar 2-72. Pengukuran arus IR dioda bias mundur5. Nilai yang ditunjukkan pada skala LV selama pengukuran dioda bias tegangan maju. Skala pembacaan LV Gambar 2-73. Posisi skala pembacaan LV2.4.12. Pengukuran KapasitorPengukuran kapasitor dengan setelah pengaturan nol Ω,multimeter dilakukan dengan selanjutnya dilakukan sepertiprosedur sebagai di bawah ini. pada pengukuran resistansi.1 Atur knob pemilih cakupan 3 Jarum akan bergerak ke skala pada C(µF). penuh karena mendapatkan2 Kapasitansi diukur dengan muatan dari arus meter. Oleh menyentuhkan colok meter karena itu jarum akan bergerak pada kaki kapasitor yang diukur naik (arah panah hijau),
  • 107. 101 kemudian kembali menuju nol jarum menunjuk harga (arah panah biru). Nilai maksimum pada skala C(µF). kapasitor dibaca pada saat Gambar 2-74. Gerakan jarum pengukuran kapasitor Skala C (µF) Gambar 2-75. Posisi skala kapasitor2.4.13. Pengetesan Komponen 1. Tandai kutub positip bateraiMeter elektronik yang diproduksi meter adakalanya polaritasdengan skala Ohmmeter daya baterai tidak sama dengantinggi dapat digunakan untuk polaritas colok meter. Termasukpengetesan dioda, transistor dan di dlamnya meter dalamSCR daya rendah. pembahasan ini. 2. Melakukan kalibrasi ohmmeter2.4.13.1. Pengetesan Dioda dengan menghubung singkatPengetesan dioda dilakukan untuk kedua colok meter, jarummelihat konisi baik tidaknya dan penunjuk ditepatkan pada nolatau untuk menentukan kaki melalui knob pengenolan jarumelektroda dioda dengan benar. meter.Pengetesan dioda dilakukandengan prosedur sebagai berikut.
  • 108. 102 Diatur supaya jarum nol Gambar 2-76. Pengenolan jarum ohmmeter3. Setelah mengetahui baterai adalah yang terhubung polaritas positip pada colok hitam meter positip baterai (colok meter dan polaritas negatip colok hitam) dan elektroda katoda merah meter, polaritas baterai yang terhubung colok meter positip dihubungkan dengan merah. anoda sedangkan polaritas 5. Hubungan dibalik untuk negatip pada katoda dioda. menguji bias balik dioda anoda Dioda kondisi baik jika jarum yang semula mendapat positip menyimpang menuju nol. baterai dihubungkan dengan4. Jika semula tidak mengetahui polaritas negatip katoda elektroda dioda maka pada saat sebaliknya. Dioda dikatakan hubungan seperti tersebut di baik jika jarum meter tidak atas maka elektroda anoda menyimpang.
  • 109. 103 Katoda AnodaGambar 2-77. Pengetesan dioda bias majuGambar 2-78. Pengetesan dioda bias balik
  • 110. 1042.4.13.2. Pengetesan TransistorPengetesan transistor dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.1. Knob pemilh cakupan pengukuran pada posisi ohm X1 atau X100 Pososi Ohmmeter Gambar 2-79. Knob selektor posisi ohmmeter2. Kalibrasi ohmmeter dengan menghubungsingkat kedua colok meter, knob pengenolan meter diatur untuk mendapatkan pembacaan tepat nol. Diatur supaya jarum nol Gambar 2-80. Gambar kalibrasi ohmmeter
  • 111. 1053. Pengetesan transistor NPN 4. Transistor dalam kondisi baik basis dihubungkan dengan jika jarum meter menyimpang colok hitam (+ baterai) dan menuju nol. emitor colok meter merah (- baterai). Gambar 2-81. Pengetesan transistor NPN emitor negatip meter nunjuk nol5. Colok meter merah dipindahkan jika jarum meter bergerak dari emitor ke kolektor, menuju nol. transistor dalam kondisi baik Gambar 2-82. Pengetesan transistor NPN kolektor negatip meter nunjuk nol6. Colok meter hitam dipindahkan Transistor dalam kondisi baik dari basis diganti dengan colok jika jarum penunjuk tidak meter merah, colok meter hitam bergerak. dihubungkan dengan emitor.
  • 112. 106 Gambar 2-83. Pengetesan basis emitor reverse7. Colok meter hitam dipindahkan dalam kondisi baik jika meter dari emitor ke kolektor, transistor tidak bergerak. Gambar 2-84. Pengetesan basis kolektor reverse2.4.13.3. Pengetesan SCRSilicon Controlled Rectifier atau anoda sekaligus, sedangkanlebih dikenal dengan SCR daya colok meter ,merah dihubungkanrendah dapat diukur dengan dengan katoda. SCR dalammenggunakan ohmmeter daya kondisi baik jika jarum metertinggi. Pengetesan dilakukan bergerak menuju nol. Jika tidakdengan prosedur di bawah ini. maka sebaliknya.1 Tempelkan colok meter hitam (+baterai) dengan gate dan
  • 113. 107 Gambar 2-85. SCR Anoda gate dikopel katoda tegangan negatip2 Lepaskan gate dari colok meter tetap pada posisi menunjuk di hitam sedang hubungan angka nol. Jika tidak maka dengan anoda dipertahankan, sebaliknya. SCR kondisi baik jika jarum 3 Jika semula tidak mengetahui elektroda SCR, dapat ditemukan dengan menandai kaki yang dilepas jarum tetap posisi menunjuk nol adalah elektroda gate. Sedangkan elektroda yang mendapatkan colok meter hitam (+baterai) anoda dan yang mendapat colok merah (- baterai) adalah katoda. 4 Berdasarkan pengetesan tersebut dperoleh kesimpulan untuk SCR type FIR 3D mempunyai urutan elektroda katoda (K), anoda (A) dan gate Gambar 2-86. Gate dilepaskan (G). posisi jarum tetap nol
  • 114. 108 G K A Gambar 2 – 87. Elektroda SCR FIR 3D2.4.14. Perawatan2.4.14.1. Mengganti SekeringJika beban lebih di atas tegangan 1. Lepaskan sekrup pengunci dipenyalaan (kira-kira 100 V) belakang case dan pindahkandiberikan pada DC A dan range, 2. Posisi sekering di papansekering tidak berfungsi sebagai rangkain tercetak bagian dalampelindung rangkaian. meter. Gambar 2 - 88. Pelepasan skrup pengunci sekring
  • 115. 109 Sekering Gambar 2 - 89.b. Sekering Gambar 2-89.a Posisi sekering dalam PCB2.4.14.2. Perawatan Penyimpanan Meter1. Penyimpanan mencegah kejutan berturut-turut pada multimeter dari getaran oleh pembebanan pada sepeda motor atau sejenisnya.2. Jaga multimeter dari debu kelembaban3. Jangan meninggalkan multimeter untuk waktu yang lama di tempat temperatur tinggi (lebih tinggi dari 55 o C) kelembaban tinggi (lebih tinggi daripada 80 %) dan mengandung embun.2.4.15. PerbaikanJika meter gagal digunakan lakukan pengecekan berikut sebelum dikirimuntuk di perbaiki1. Apakah sekering tidak putus? . Untuk meyakinkan sekering tidak putus, sekering dikeluarkan dari tempatnya di papan rangkaian dan dilakukan pengetesan dengan ohmmeter. Sekering tidak putus jika jarum menyimpang menuju nol. Gambar 2-90. Pengetesan sekering
  • 116. 110 2. Apakah baterai tidak habis ?. Pengecekan dilakukan dengan membuka meter dan mengukur tegangan baterai. Baterai baik jika jarum menyimpang dengan harga penunjukkan mendekati 9Volt. Dalam pengetesan ini baterai kondisi baik. Gambar 2-91 Pengukuran baterai Gambar 2-an Baterai3. Apakah colok meter tidak putus? Pengecekan dilakukan dengan mengetes konduksi colok meter dengan ohmmeter. Pengetesan meter ini kondisi colok baik tidak putus. Gambar 2-92. Pengecekan colok meter
  • 117. 1112.5. Multimeter Elektronik DigitalMultimeter digital (Digital Multi cakupan pengukuran danMeter) tipikal ditunjukkan dalam polaritas sehingga dapatgambar di bawah ini, mengurangi kesalahanmemperagakan hasil pengukuran pengukuran dan lebih jauh lagiberupa angka diskrit ini lebih baik tidak ada kemungkinan kerusakandari pada penunjukan simpangan meter yang disebabkan olehjarum pada skala sebagaimana adanya beban lebih atau terbalikyang digunakan pada instrument polaritasnya. Dalam beberapaanalog. DMM bertambah popular kasus disediakan hard copy hasilkarena harga instrument menjadi pengukuran dalam bentuk kartukompetitif. Keunggulan dibanding atau pita berlubang. Digitalmeter analog hasil pengukuran multimeter sampai sekarangterbaca langsung mengurangi masih terbatas dalam parameterkesalahan manusia, kesalahan non linier tidak dapat diukur.Lebihparalaks dan pengukuran lebih jauh lagi keakuratan sekarang inicepat. Pengembangan tidak sebanding dengan harganya.selanjutnya adanya otomasi2.5.1. Bagian-bagian Multimeter DigitalPencacah / Peraga Pembentuk gelombangBagian ini terdiri pencacah 3 ½ masukan (Input Wave Shaper)digit, memory, decoder dan Rangkaian ini difungsikanpiranti peraga. Bagian ini selama pengukuran frekuensi,memiliki input, count, transfer perioda mengubah sinyaldan reset. Dari bagian pencacah masukan ke dalam bentuk yangjuga memberikan keluaran untuk tepat untuk dihubungkan kemengontrol fungsi pengukuran rangkaian logic.analog. Time ControlControl Logic Fungsi bagian ini digunakanBagian ini berfungsi untuk memulai danmembangkitkan pulse yang menghentikan pencacah padadiperlukan oleh rangkaian untuk saat pengukuran.perputaran masukan, dihitungdan mengontrol fungsi Voltmeter dan Pengubahpencacah. Analog ke Digital Bagian ini berisi rangkaianMaster Clock impedansi masukan yang tinggi,Rangkaian ini terdiri kristal penyearah, pengubah teganganosilator, pembagi frekuensi ke waktu dual-ramp digunakanuntuk pewaktuan semua untuk pengukuran tegangan danpengukuran. resistansi. Prinsip perubahan tegangan analog ke digital dijelaskan di bawah ini.
  • 118. 112Pengubah Analog ke digitalKarena prinsip kerja dari Satu dari metode pengubahrangkaian digital adalah 0 dan 1 analog ke digital yang palingatau ada dan tidak ada tegangan sederhana menggunakan tigamaka untu sinyal analog yang elemen utama yaitu pencacah ,bersifat kontinyu harus diubah pengubah digital ke analog dankedalam bentuk diskrit. Alat ini komparator dirangkai sepertidinamakan pengubah analog ke gambar 2-93. . Untukdigital atau ADC (Analog to digital kesederhanaan kontrol logikaconverter). dihilangkan dari diagram. Counter 4 bit clock Keluaran digital 8 4 2 1 A3 Reset A2 A1 Keluaran komparator =1 bila Va≥ Vb Ao Vb - Pengubah Digital ke Analog (DAC) +Masukan Sampelanalog & hold Va Gambar 2-93 Pengubah analog ke digitalPada siklus awal counter direset AND enable mengikuti pulsa-pulsasehingga memberikan keluaran clock yang masuk pencacah.nol. Demkian juga keluaran Pencacah menghitung diawali daripengubah digital ke analog Vb = 0 nol. Setiap menghitung keluaranvolt, ini diaplikasikan pada salah tegangan pengubah digital kesatu masukan komparator. analog Vb bertambah satu tanggaTegangan analog masukan (Gambar 2-94). Ini akan berlanjutdiberikan melalui rangkaian sampai tangga bentuk gelombangsampel hold keluarannya Va melampuai nilai tegangan sinyaldiumpankan pada masukan lain analog Va, pada saat inilahdari komparator. Sepanjang keluaran komparator nol gerbangtegangan analog Va masih lebih disable dan menghentikanbesar dari Vb keluaran komparator perhitungan pencacah.akan berlogika 1 dan gerbang
  • 119. 113 6 Keluaran 5 pencacah 0101 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 2-94 Bentuk gelombang pencacah pengubah analog ke digitalUnit resistansi dan kapasitansiTerdiri dari sumber arus Hubungan pengawatan antar blokdigunakan untuk pengukuran tergantung fungsi yang akanresistansi dan kapasitansi, juga dibangun.Pengawatan tergantungrangkaian yang diperlukan untuk fungsi yang diinginkan.mengubah kapasitansi ke dalamfungsi waktu. Display Memory control logic Pencacah Input Attenuattor wave Master shaper clock Gambar 2-95. Meter digital
  • 120. 1142.5.2. Spesifikasi Digital MultimeterAda beberapa paremetermultimeter digital yang dapat Dalam praktek digit ke 4dijadikan sebagai dasar penilaian biasanya tepat menunjuk hanyakualitas meter. Parameter tersebut 0 atau 1, yang ditempatkan padaantara lain : kiri atau digit aktif. Ini mengijinkan kira-kira 999 sampai1. Resolusi Meter Digital 1999 overlap secara bebas. Dan Banyaknya posisi digital yang ini disebut ‘over ranging’. Type dipakai pada suatu meter digital display demikian disebut menentukan nilai resolusi. Jadi sebagai display 3½ digit. display 3 digit pada volt meter Resolusi suatu meter digital, digital (DVM) untuk cakupan 0 – bagaimanapun ditentukan oleh 1 V, akan mudah menunjukkan banyaknya digit yang aktif nilai dari 0 sampai 999 mV, penuh. dengan kenaikan atau resolusi terkecil sebesar 1 mV. Jika n = banyaknya digit penuh (perubahan 0-9) resolusinya sebesar 1 n 10 Maka suatu display 4 digit mempunyai sebuah resolusi sebesar 4 ⎛1⎞ ⎜ ⎟ atau 0,0001 atau 0,01 persen. Resolusi ini juga dianggap ⎝ 10 ⎠ sebagai satu bagian dalam 10.000.2. Sensitivitas Meter Digital Sensitivitas adalah perubahan 3. Spesifikasi Akurasi Meter terkecil dari suatu input meter Digital digital yang mudah dilihat. Akurasi biasanya dinyatakan Dengan demikian sensitivitas sebagai persentase dari merupakan tegangan terendah pembacaan ditambah dari skala penuh dikalikan oleh persentase dari skala penuh, resolusi alat ukur (meter). bagian persentase dari skala Sensitivitas s = (f.s)min x R. penuh sering diberikan dalam Dimana (f.s)min = nilai terendah bentuk digit. Apabila bekerja dari skala penuh alat ukur dan digit ditunjukkan pada R = Resolusi yang ditulis signifikasi digit terkecil (LSD). sebagai desimal.
  • 121. 115 Contoh kasus 1 a. Berapa resolusi dari display 3½ digit ? b. Cari resolusi alat ukur 3½ digit pada cakupan 1 V (berapa pabrik dapat menentukan cakupan seperti 2V dari 3½ digit dapat mencacah sampai 1999 mV. c. Cari resolusi alat ukur untuk cakupan 10V ?Penyelesaian : 1 1Angka digit penuh pada 3½ digit = 3 jadi % resolusi = = = 10 n 10 30,001 (0,1%). Jadi meter (alat ukur) tidak dapat membedakan antara nilai yang dibedakan dari yang lain bila kurang dari 0,001 skala penuh.a. Pembacaan skala penuh 1.000 resulusi pada cakupan 1V = 1x0,001 = 0,001 V jadi dalam cakupan 1V, ini tidak akan dapat membedakan antara pembacaan yang berbeda kurang dari 0,001 V.b. Pembacaan skala penuh 10V ini akan terjadi kesalahan baca kurang dari 0,01 V (tidak dapat membedakan perbedaan kurang dari 0,01V).Contoh kasus 2Sebuah voltmeter 4½ digit digunakan untuk mengukur tegangan.a. Berapa resulusinya ?b. Berapa penunjukan untuk mengukur 12’98 pada cakupan 10V ?c. Berapa pula jika 0,6973 didisplaykan pada cakupan 1V ?d. Berapa akan didisplay 0,6973 pada cakupan 10V ?Penyelesaian :a. Pada digit penuh, 4½ digit terbaca 4 angka 1 Jadi resulusi = = 0,0001 atau 0,01 % 10 4b. Bila ada 5 digit ditempatkan dalam 4½ digit didisplay, maka 12,98 V akan didisplay sebagaimana 12,980 pada skala 10 Vc. Resulusikan lagi pada cakupan 1 V = 1 x 0,0001= 0.0001 V. Maka cakupan 1V akan terbaca pada desimal ke 4, disini 0,6973 V akan didisplay pada 0,6973 dalam cakupan 1 V.d. Resulusikan lagi pada cakupan 10 V =10 x 0,0001=0.1 mV. Maka pada cakupan 10V akan terbaca hanya desimal ke 3. Digit 3 dalam desimal yang ke 4 akan hilang. Digunakan cakupan pendekatan, yaitu 1 V,digit 3 dapat diterima dalam pembacan.
  • 122. 116Contoh kasus 3Spesifikasi ketepatan 3½ digit DVM adalah ± 5% pada pembacaan ± 1digit.a. Kemungkinan apa yang terjadi pada kesalahan Volt, apabila pada instrumen terbaca 5,00 V pada cakupan 10 V?b. Apa yang mungkin terjadi kesalahan pada Volt, apabila terbaca 0.10 V pada cakupan 10 ?c. Berapa persenkah pembacaan kesalahan ini yang diperbolehkan ?Penyelesaian :a. 0,5% terbaca = 0,005 x 5,00 = 0,025 didisplay untuk pembacaan 5,00 V Pada skala 10 V pada treter 3½ digit adalah 05,00 dengan kedudukan 4 digit. Digit pada LSD bernilai 0.01.Jadi kemungkinan kesalahan total adalah 0,025+0,01 = 0,035 V.b. Jika pembacaan 0,10 V pada cakupan 10 V kita peroleh ± 5%, pembacaannya = 0,005 x 0,10 = ± 0,0005 V ± 1 digit = 0,01 V • Kemungkinan kesalahan seluruhnya = ± 0,0105 00105c. Persen kesalahan adalah = = 10,5 % 0,100 Ini adalah suatu kesalahan besar dan mendemostrasikan bahaya yang terpadu dalam pembacaan skala yang rendah. Tabel 2-10. Spesifikasi multimeter digital Pengukuran tegangan DC indikasi polaritas otomatis Resistansi input 11,1 MΩ Cakupan pengukuran 199,9 mV sampai 199 Volt akurasi ± 0,1 % Deviasi skala penuh (fsd) ± 0,2 % dari pembacaan Pengukuran tegangan AC Impedansi input 10 M Ω paralel dengan kapasitor 25 pF Cakupan pengukuran 199,9 mV sampai 199, Volt akurasi ± 0,1 % pengukuran harga rata-rata dikalibrasi rms Deviasi skala penuh ± 0,5 % dari pembacaan Pengukuran frekuensi Cakupan frekuensi 50 Hz sampai 10kHz ± 1 % 50 sampai 50 kHz ± 5 % Pengukuran resistansi Cakupan pengukuran 1,999 K Ω sampai 1,999 MΩ akurasi ± 0,1 % fsd dan ± 0,5 % dari harga pembacaan Pengukuran kapasitansi Cakupan pengukuran 1999 pF sampai 1,999 µF akurasi ± 0,1 % fsd dan ± 0,5 % dari harga pembacaan Penghitung waktu Cakupan frekuensi 0 sampai 5 MHz Interval perioda min 20 µs
  • 123. 117 2.5.3. Prinsip Dasar Pengukuran 2.5.3.1. Voltmeter Digital voltmeter (DVM) kombinasi rangkaian integrator. menggunakan sebuah pengubah Pada saat siklus pengukuran tegangan analog ke digital (ADC) dimulai kapasitor C1 melakukan kemudian tegangan masukan DC pengosongan muatan. Tegangan diolah menjadi bentuk biner yang masukan integrator dihubungkan dikodekan dalam decimal (BCD). ke masukan tegangan negatip (- Kebanyakan voltmeter digital atau V1), sehingga kapasitor C1 mulai digital multimeter menerapkan mengisi dengan arus – (V1/R1). integrator dual-slope sebagai Sementara itu keluaran integrator rangkaian ADC, karena DVM dual- V01 mulai naik meninggalkan nol slope atau DMM relative lebih dan pencacah mulai menghitung tahan terhadap nois tegangan pulsa clock dari pembangkit sinyal masukan, juga kesalahan kecil. clock 100 KHz. Pengisian muatan Dalam sistem DMM dengan C1 berlangsung sampai pengubah analog ke digital dual perhitungan pencacah mencapai ramp (atau dual slope) yang 2000 ( misal untuk 2K/100K atau banyak digunakan ditunjukkan 20ms). Pada akhir perioda ini pada gambar 2-94. Penguat Op beda tegangan kapasitor C1 akan Amp A1, R1 dan C1 merupakan menjadi sama dengan Vc = (Vi T1) / (R1C1) ……………………………….. (2 - 19 ) Jadi V1T1 = Vref T2 atau Vi = (T1/T2) Vref Peraga Pembacaan Decoder saklar 1 PembangkitEin V- R1 clock Penghitung 2 B E Intgtr D A Store A1 Control Pembagi 3 Ref pos Com p A2 logic :2 V+ C1 a. Sistem Pengukuran tegangan
  • 124. 118 20 ms A pewaktuan 0 t1 T1 t2 T2 B Keluaran Vy Integrator D Keluaran Komparator Store E b. Bentuk bentuk tegangan Gambar 2-96. Sistem pengukuran tegangan (Hai Hung Chiang : 1976)Kondisi nol volt diindera oleh Istilah 3 ½ digit atau 4 ½ digitkomparator, hingga menyebabkan untuk produk DVM atau DMM,control logic mensaklar masukan didasarkan pada fakta bahwa nilaikapasitor ke tegangan nol digit tertinggi hanya 0 atau 1,(ground) hal ini dimaksudkan sementara untuk semua digit yanguntuk mencegah terjadinya lain dapat berada antara 0 dan 9.perubahan muatan pada Terminologi demikiankapasitor. menunjukkan bahwa meter dapatPada saat yang sama control membaca 100% cakupanlogic memberi komando pada pengukuran dari cakupan dasar.pencacah untuk menyimpan hasil Misal voltmeter 3 ½ digit membacaperhitungan. Tegangan referensi 0 – 1,999 mV, sementara cakupandapat dipilih untuk mendapatkan dasar hanya 0 – 999 mV. Jikacakupan pengukuran yang tepat. cakupan ini dilampaui digit 1Misalnya tegangan referensi 2 V, (overflow) akan menyala,cakupan pengukuran 2 V sebaliknya tetap gelap. Digitalmeskipun hanya memungkinkan voltmeter biasanya memilikiuntuk memperagakan nilai dari 0 resistansi masukan lebih dari 10sampai 1,999 V. Pencacah akan MΩ dengan ketelitian lebih baikselalu menghitung sampai dari ± 0,2% dari hargamencapai keadaan semua nol, pembacaan.kemudian siklus pengukurandiulang.
  • 125. 1192.5.3.2. OhmmeterSistem pengukuran resistansi Oleh karena itu sistem ini hanyaditunjukkan pada gambar 2-97. dapat digunakan untuk mengukurMetode yang digunakan dengan R dalam cakupan 100Ω sampaimelewatkan arus pada R yang 100KΩ dengan tingkat ketelitiantidak diketahui besarnya, yang cukup.kemudian diukur besarnyategangan drop pada R tersebut. I tetap Voltmeter R tak diketahui Gambar 2-97. Pengukuran resistansi dengan voltmeter digital2.5.3.3. Pengukuran FrekuensiSinyal yang akan diukur pembangkit pulsa untukfrekuensinya kita hubungkan ke membangkitkan komando storerangkaian input wave shaper , atau reset. Asumsikan bahwadalam bagian ini sinyal diperkuat pencacah telah diatur nol, urutanatau dibatasi tergantung besarnya operasinya sebagai berikut.amplitude sinyal masukan. Gerbang pencacah dilumpuhkanKemudian sinyal diubah ke dalam untuk satu perioda clock denganbentuk (A) gelombang kotak keluaran dibagi dua. Shaped inputdengan tegangan 5 Vp-p. waveform dihubungkan keFrekuensi mater clock (B) pencacah sehingga menghitungmempunyai perioda yang sama junlah siklus selama satu periodadengan durasi perhitungan yang clock. Pada akhir perioda sinyaldipilih. Misalnya jika durasi pewaktu berada pada ujungpenguuran dipilih 10 ms, dipilih menuju negatip ( C) menyebabkanfrekuensi 100Hz. Gerbang generator pulsa membangkitkanpenghitung akan terbuka untuk dua pulsa berturut turut. Pulsawaktu benar, frekuensi clock pertama mengkomando (E)dibagi dua (C) sebelum diterapkan pencacah untuk menyimpan danke gerbang penghitung dan juga memperagaan keadaan bagianuntuk mengontrol rangkaian penghitung. Pulsa kedua (F)
  • 126. 120mereset bagian penghitung positip. Dengan demikian makasehingga keadaan nol untuk peraga hasil hitungan akan selaluoperasi pada siklus berikutnya. diupdate sengan frekuensiProses ini akan restart bila sinyal masukan yang konstan dihasilkanpewaktu ( C) kembali berayun ke pembacaan yang stabil. Peraga A D Decoder / BCDVin Sinus Gerban g Pencacah kotak AND B Store E F Reset Clock Pembagi Pembangkit generator frekuen pulsa C Masukan A B C D E F Gambar 2-98. Sistem dan bentuk gelombang pengukuran frekuensi
  • 127. 121 2.5.3.4. Pengukuran Perioda dan Interval Waktu Perbedaan besar antara dan reset sama seperti pada pengukuran perioda dan frekuensi pengukuran frekuensi. Perioda adalah penempatan clock pengukuran difasilitasi untuk generator dan input wave shaper frekuensi rendah dimana berlawanan seperti ditunjukkan penghitungan menjadi tidak pada gambar. Sebagai pengganti akurat. Misal frekuensi 5Hz diukur jumlah siklus selama satu perioda dengan perioda perhitungan 1 s clock, jumlah pulsa clock selama hanya dapat diukur dengan satu siklus masukan yang ketelitian ± 1 siklus atau ± 20%. diberikan. Sebagaimana Dengan mengukur perioda 200 ms pengukuran frekuensi , bentuk ketelitian dapat ditingkatkan. gelombang masukan diubah Dalam kenyataannya keakuratan dalam bentuk gelombang kotak dapat diberikan lebih baik dari (A) oleh input wave shaper. pada ± 0,1% tanpa noise pada Deretan gelombang kotak ini bentuk gelombang yang diukur. dibagi dua ( B) dan diumpankan Perbedaan antara fungsi pada gerbang penghitung dan ke pengukuran perioda dan waktu pulse generator. Keluaran clock adalah perioda diukur secara generator juga diberikan ke kontinyu pada sepanjang siklus, gerbang penghitung sehingga sedangkan waktu diukur sebagai pada saat terhalangi masukan, interval antara dua impulse yang pulsa clock (C) diumpankan ke diberikan secara terpisah. pencacah. Fungsi store, display Peraga Gambar 2-99. Sistem dan bentuk gelombang pengukuran perioda (Hai Hung Chiang : 1976) Decoder / BCD Clock C generator Gerbang Pencacah Pencacah A D reset B save EMasukan Sinus Pembagi Pembangkit frekuensi pulsa kotak
  • 128. 122 Masukan A B C D E Gambar 2-100. Sistem pengukuran interval waktu Decoder / BCD Pembangkit Gerbang clock Pencacah AND Pencacah store reset run Pembangkit Timer controlstop pulsa Prime2.5.3.5. Kapasitansimeter Jika arus I dan tegangan V katerkaitan antara waktu dropkonstan mempunyai hubungan C tegangan pada kapasitor, diberi= (I t /V), juga kapasitansi C = kt, k muatan dengan sumber arusadalah konstanta dan t waktu. konstan, mencapai level teganganHubungan sederhana ini yang telah ditentukan.memberikan gambaran Implementasi metode inikemungkinan mengukur diilustrasikan pada gambar.kapasitansi dengan membuat
  • 129. 123 Decoder / BCD I Pencacah Pembangkit Clock A C B Tegangan d/dt acuan Pembagi komparator frekuensi Pewaktuan 20 ms Pewaktuan Tegangan A acuanKeluaran Bkomparator store C Gambar 2-101. Sistem dan bentuk gelombang pengukuran kapasitansi (Hai Hung Chiang : 1976)
  • 130. 124 2.5.4. Petunjuk Pengoperasian 1. Pengukuran Tegangan DC • Selektor ditempatkan pada posisi tegangan DC • Colok colok merah pada meter positip dan colok hitam pada polaritas negatip. • Cakupan batas ukur dipilih tertinggi bila pembatas cakupan tidak otomatis. • Setelah yakin semua benar power meter di onkan. 2. Pengukuran Tegangan AC * Selektor di tempatkan pada posisi tegangan AC. * Cakupan batas ukur dipilih pada posisi terbesar jika pembatas cakupan tidak otomatis. * Colok merah ditempatkan pada polaritas positip dan hitam pada negatip. * Bila sudah yakin benar, baru power di onkan. * Satuan diperhatikan agar tidak salah dalam membuat data pengukuran. Gambar 2-102. Macam-macam meter digital 3. Pengukuran Ohmmeter * Selektor di tempatkan pada posisi Ohmmeter. * Colok merah ditempatkan pada polaritas positip dan hitam pada negatip. * Bila sudah yakin benar, baru power di onkan. * Satuan diperhatikan agar tidak salah dalam membuat data pengukuran.
  • 131. 1254. Fungsi Lain-lainSelain sebagai AVO meter tiap multimeter mempunyai variasipengukuran yangberbeda-beda. Secara umum penggunaanmultimeter digital dengan langkah sebagai berikut :• Sisipkan probe ke dalam hubungan yang benar sesuai fungsinya. Langkah ini diperlukan karena kemungkinan ada sejumlah hubungan berbeda yang dapat digunakan.• Atur saklar pada jenis pengukuran dan cakupan pengukuran yang benar. Pada saat memilih cakupan yakinkan bahwa telah diantisipasi pada cakupan maksimum. Cakupan pada multimeter digital dapat direduksi bilamana diperlukan. Oleh karena itu dengan pemilihan cakupan yang terlalu tinggi dapat mencegah pembebanan meter.• Mengoptimumkan cakupan pengukuran untuk mendapatkan pembacaan yang baik.Pada pembacaan yang lengkap lebih bijaksana diperhatikantempat probe dalam soket pengukuran tegangan dan atur cakupantegangan maksimum. Cara ini aman jika meter dihubungkan tanpamemikirkan cakupan yang digunakan sepanjang harga maksimumbesaran yang diukur dibawah cakupan maksimum meter.2.5.5. Mengatasi Gangguan Kerusakan1. Peraga Mati 2. Peraga Secara Permanen Over• Dilakukan pengecekan polaritas range baterai kemungkinan salah • Kemungkinan titik acuan open dalam pemasangan. • Kemungkinan polaritas Pengawatan hubungan peraga tegangan 9V salah pasang dan periksa meter. • Tegangan masukan melebihi• Dilakukan pengecekan baterai cakupan pengukuran apakah masih dalam kondisi • Tegangan common mode baik. melampaui• Dilakukan pengecekan peraga, • Meter mungkin jatuh, terpukul diuji secara tersendiri. lakukan pengetesan tersendiri.3. Peraga secara intermitten over 4. Hasil pembacaansemua logik range rendah• Titik acuan kemungkinan open • Kaki common mungkin• kemungkinan sinyal masukan terground mengambang • Tegangan acuan tidak• masukan tegangan bukan dc terhubung dengan baik • potensiometer pengatur penguatan tidak baik
  • 132. 126 5. Peraga tidak dapat dibaca 000 6. Tidak siap pembacaan * sistem pengawatan loop power * masukan tidak mungkin 0.0 V terhubung griund * kemungkinan loop pengawatan * sumber daya regulasi jelek sinyal input terhubung grond • sinyal input berlebihan • Terdapat medan magnit yang kuat disekitar meterPerkembangan Multimeter Digital DMM dengan selektor DMM cakupan otomatis Gambar 2-103. Multimeter digital dengen selektor dan otomatis
  • 133. 127 Multimeter Digital Otomotif Meliputi : Sensor tes, pengetesan ground, baterai, alternator, tes sistem pengisian, Pengukuran RPM Multimeter Otomotif Akurat untuk mengukur RPM 2- dan 4- stroke Mesin otomotif 1 – 8 silinder dengan menggunakan pick up induktif Digital multimeter cakupan otomatis 41 tes cakupan oto power off Pengukuran frekuensi, duty cycle Digital multimeter cakupan otomatis15 fungsi dan 32 otorange295A Gambar 2-104. Macam-macam multimeter digital di pasaran
  • 134. 129 BAB 3 LCR METER Tujuan Pokok Bahasan : 1. Memahami prinsip dasar pengukuran RCL metode jembatan 1. Prinsip dasar pengkuran LCR keseimbangan. 2. Meter jembatan seimbang 2. Memahami tindak keselamatan Cara Penggunaan dan Perawatan pemanfaatan LCR meter LCR meter 3. Melakukan pembacaan hasil pengukuran komponen R,C,L dengan meter LCR meter3.1. Prinsip Dasar Pengukuran Komponen LCR3.1.1. Prinsip pengukuran Resistansi Prinsip dasar pengukuran resistor galvanometer. Jempatan dengan LCR-740 Bridge adalah wheatstone dikatakan setimbang Jembatan WHEATSTONE. apabila beda tegangan pada Jempatan wheatstone mempunyai galvanometer adalah nol volt, empat lengan tahanan, sebuah berarti disini tidak ada arus yang sumber ggl dan sebuah detector mengalir melalui galvanometer. nol yang biasanya berupa A I1 I2 R1 R2 E C G D R3 R4 I3 I4 B Gambar 3 – I Jembatan Wheatsone lni terjadi apabila tegangan C ke ke B sama dengan tegangan dari A sama dengan tegangan dari D D ke B. Dalam hal ini dapat ke A, atau jika tegangan dari C dituliskan: I1 R1 = I 2 R 2............................................................... ( 3 – 1 ) Jika arus galvanometer menunjuk nol, maka :
  • 135. 130 E I1= I 3= --------------------------------------- ( 3–2) R1+ R 3 E I2= I 4= --------------------------------------- ( 3–3) R2+ R 4 Dengan mensubstitusikan persamaan ( 3 – 2 ) , ( 3 – 3 ) dan (3 – 1 ), maka didapatkan : I1 E /(R1+R3) = I2 E / (R2+R4) I1 R2 + R4 = I2 R1 + R3 I1 ( R 1 + R 3 ) = I 2 ( R 2 + R 4 ) Jika I2 dari persamaan (3 -1) dimasukam, didapatkan : I1 R1 I1 ( R 1 + R 3 ) = . R2 + R4 R2 I1R1R4 I1 R1 + I1 R3 = I1 R1 + R2 I1R2R3 = I1R1R4 R2 R3 = R1 R4 ...................... ( 3 – 4) Persamaan 3 – 4 merupakan salah satu dari tahanannya tidak bentuk kesetimbangan jembatan diketahui dan salah satu Weatstone. Apabila ketiga tahanannya tidak diketahui misal tahanan tersebut diketahui dan R4 = Rx , maka : R2 R3 Rx = -------- .......(3 – 5) R1 R3 disebut lengan standar jembatan R1 dan R2 disebut lengan – lengan pembanding
  • 136. 1313.1.1.2. Jembatan KelvinJembatan wheatstone dilakukan dengan harapan agarmempunyai keterbatasan bila menghasilkan ketelitian yangdigunakan untuk mengukur lebih tinggi bila digunakan untuktahanan rendah, dengan mengukur tahanan-tahanandemikian maka jembatan rendah, biasanya dibawah 1wheatstone dimodifikasi menjadi Ohm.jembatan kelvin. Hal tersebut R2 R1 Keterangan : R1 : tahanan lengan 1 R2 : tahanan lengan 2 G R3 : tahanan lengan 3 Rx : Tahanan yang diukur Ry : tahanan variable dari seutuas kawat yang terminalkan pada titik m, R3 m p n RX p dan n Ry E Gambar 3 – 2 Jembatan KelvinGambar 3-2 Ry menyatakan jembatan R3 dan hasiltahanan kawat penghubung dari pengukuran Rx akan lebih kecilR3 ke Rx. Jika galvanometer dari yang sebenarnya. Apabiladihubungkan ke titik m, tahanan galvanometer dihubungkan keRy dari kawat penghubung titik p (diantara titik m dan n)dijumlahkan ke tahanan Rx yang sehingga perbandingan tahanantidak diketahui dan menghasilkan dari n ke p dan dari m ke p samaRx yang lebih besar. Jika dengan perbandingandihubungkan ke titik n, Ry tahanan-tahanan R1 dan R2 ataudijumlahkan dengan lengan jika ditulis : Rnp R1 ---------- = ------- …………………… (3 – 6) Rmp R2maka persamaan setimbang untuk jembatan : R1 R + R = ( R + R ) .................. (3 - 7) x np R2 3 mp
  • 137. 132 R + R = R np mp y R1 R = R np R2 mp Keterangan : R1 Rnp ; Tahanan antara titik m dan p = (R − R ) Rmp : tahanan antara titik m dan p R2 y np Ry : Rmp + Rnp R1 R1 = R − R R2 y R 2 np R1 R1 R + R = R np R 2 np R2 y R1 R R R (1 + ) = 1 4 np R2 R2 R1 R y 1 R = . np R2 1 + R1/ R 2 R1 R y R = np R 2 + R1sedangkan Rmp bila dihitung dengan cara yang sama akan didapatkan : R1 R y R = mp R1+ R 2Jika harga Rnp dan Rmp dimasukkan dalam persamaan (3 – 7), makadidapatkan : R1 Ry R R2 Ry R = 1 (R + )......... .......... 3- 8) .......... ....( x + R +R R2 3 R +R 1 2 1 2Apabila persamaan ( 3 - 8 ) disederhanakan, maka didapatkan R1 R y R1 R 3 R1 R 2 R y R + = + x R1 + R 2 R2 R 1R 2 + R 2R 2
  • 138. 133 R1 R 3 R1 R 2 R y R1 R y R = + - x R2 R1 + R 2 R1 + R 2 R1 R 3 R = ...................................................................( 3 - 9) x R23.1.1.3. Jembatan Ganda KelvinJembatan ganda kelvin digunakan Gambar adalah lengan a dan b).secara khusus untuk Perlu diketahui bahwapengukuran-pengukuran tahanan perbandingan tahanan a dan brendah. Rangkaian tersebut sama dengan perbandingan R1,dinamakan jembatan ganda, dan R2.karena rangkaian mempunyaipembanding lengan ke dua (dalam k R2 R1 G o l p R3 R b a m n Ry E Gambar 3 – 3 Jembatan ganda Kelvin Galvanometer akan menunjuk nol bila potensial di titik k sama dengan potensial di titik p atau Ekl = Elmp.
  • 139. 134 R2 E = E kl R1 + R 2 R (a + b) R I { R3 + R + } 2 y E = kl R +R x (a + b + R ) 1 2 y (a + b) R b y E = I [ R3 + { }] lmp a+b (a + b + R ) y Ekl = Elmp, maka Rx dapat ditentukan : R (a + b) R 2 I { R3 + R + y }= R +R x (a + b + R ) 1 2 y (a + b) R I { R3 + b . y } a + b (a + b + R ) y Bila R2 /(R1 + R2 ) dipindah ruas, maka : (a + b) R R +R bR R3 + R x + y = 1 2 { R3 + y } (a + b + R ) R (a + b + R ) y 2 y (a + b) R R R R +R bR y y R3 + R x + = 1 3 + R3 1 2 . (a + b + R ) R R (a + b + R ) y 2 2 y R R R bR bR (a + b) R 1 3 + 1 . y y y Rx = + - R R (a + b + R ) (a + b + R ) (a + b + R ) 2 2 y y y R R R bR bR - aRy - b R 1 3 + 1 . y y y Rx = + R R (a + b + R ) (a + b + R ) (a + b + R ) 2 2 y y y R R R bR -a R 1 3 + 1 . y y b Rx = . R R (a + b + R ) (a + b + R ) b 2 2 y y R R bR R 1 3 + y a Rx = ( 1 - )......... .......... .......( 3 − 10) R (a + b + R ) R b 2 y 2 Sesuai dengan syarat awal yang sudah ditetapkan : a/b = R1/R2, maka persamaan (VII - 10) dapat ditulis :
  • 140. 135 R1 R 3 R = .......... .......... .......... .......... .......... .......... .(3 - 11) x R2 3.1.2. Prinsip Dasar Pengukuran L 3.1.2.1. Jembatan Pembanding Induktansi Secara prinsip jembatan arus bolak-balik dapat digunakan untuk mengukur induktansi yang tidak diketahui dengan membandingkan terhadap sebuah induktor standar yang diketahui. Gambar 8-2 menggambarkan jembatan pembanding induktansi; R1 dan R2 adalah lengan-lengan pembanding, sedang lengan standar adalah LS seri dengan RS, yang mana LS adalah induktor standar kualitas tinggi dan RS adalah tahanan variabel. Lx adalah induktansi yang belum diketahui dan Rx adalah tahanannya. R2 R1 Keterangan : Ls : Induktansi Detekt standarE ~ LS Lx Lx : Induktansi yang diukur Rs RX Gambar 3 – 4 Jembatan pembanding induktansiApabila lengan-lengan dari dinyatakan dalam bentukjembatan pembanding induktansi kompleks, maka : Z1 = R1 Z3 = RS + jωLS Z2 = R2 Z4 = Rx + jωLx Dalam setimbang, maka : Z 1 . Z4 = Z2 . Z3 R1 ( Rx + jω Lx ) = R2 ( RS + jω Ls ) R1Rx + R1jω Lx = R2Rs + R2 jω Ls …………… (3 – 12)
  • 141. 136Dua bilangan kompleks adalah adalah sama. Dengansama, apabila bagian-bagian nyata menyamakan bagian-bagian nyatadan bagian-bagian khayalnya dari persamaan (3 – 12), maka : R1 Rx = R2 RS R2 Rx = R S ……. …………………… (3 – 13) R1 Sedangkan bagian–bagian khayalnya : R1 jω Lx = R2 jω Ls R2 Lx = L S …….………….……………(3 – 14) R13.1.2.2. Jembatan MaxwellJembatan Maxwell digunakan kapasitansi yang diketahui.untuk mengukur induktansi yang Gambar 3 – 5 menggambarkanbelum diketahui dengan rangkaian jembatan Maxwell.membandingkan terhadap R1 R2 C1 ~ E Detektor LX Keterangan : Lx induktansi yang Rs diukur RX Rx adalah tahanan kumparan Lx Gambar 3 – 5 Jembatan Maxwell Apabila lengan-lengan dari jempatan Maxwell dinyatakan dalam bentuk kompleks, maka : 1 Z1 = Z3 = R3 1/ R1 + jwC1
  • 142. 137 Z2 = R 2 Z4 = RX + jwl x Dalam keadaan seimbang, maka Z1Z4 = Z2Z3 Z2Z3 Z4 = Z1 RX + jwL x = R2R3 ( 1/R1 + jwC 1 ) R2R3 RX + jwLx = + R2R3jwC1…… (3 – 15) R1 Jika bagian nyata dan bagian khayalnya dipisahkan, maka didapatkan R2R3 RX = …………………………… (3 - 16) R1 J w Lx = R2 R3 jwC1 Lx = R2R3 C1 ………… (3 – 17)3.1.2.3. Jembatan HayJembatan Hay digunakan untuk 1 < Q < 10 ).ini dapat ditunjukkanmengukur induktansi yang belum dengan memperhatikan syaratdiketahui dengan membandingkan setimbang dari jembatan arusterhadap kapasitansi yang bolak-balik bahwa jumlah sudutdiketahui. Jadi pada prinsipnya fasa satu pasang lengan yangsama dengan jembatan maxwell, berhadapan harus sama denganbedanya pada jembatan maxwell jumlah sudut fasa pasanganlengan pertama C1 paralel dengan lainnya. Sedang jembatan hayR1, sedang pada jembatan hay C1 dapat digunakan untuk pengukuranseri dengan R1. Pada jembatan kumparan-kumparan dengan Qmaxwell terbatas pada pengukuran yang tinggi.kumparan dengan Q menengah (
  • 143. 138 R1 R2 C1 E ~ Detektor Lx Rs Rx Gambar 3 – 6 Jembatan Hay Apabila lengan-lengan dari jembatan hay dinyatakan dalam bentuk kompleks, maka : Z = R - j/ωC Z = R 1 1 1 3 3 Z = R Z = R + j ωL 2 2 4 x x Dalam keadaan setimbang, maka : Z Z = Z Z 1 4 2 3 (R - jωC )( R + jωL ) = R R 1 1 x x 2 3 jω R L R R + R jω L - x + x = R R .................(3 − 18) 1 x 1 x ωC C 2 3 1 1 Jika bagian nyata dan bagian khayal dipisahkan, maka didapatkan : L R R + x = R R .............................................(3 − 19) 1 x C 2 3 1 R x = ωL R ........................................................(3 − 20) ωC x 1 1 Dari persamaan (3 – 19) dan (3 – 20) keduanya mengandung Lx dan Rx. jika diselesaikan secara simultan, maka didapatkan
  • 144. 139 R R x = ωL R - - - - - - - - - - - - - -- > L = xωC x 1 x ω 2C R 1 1 1 LR R + x = R R 1 x C 2 3 1Jika harga Lx dimasukkan didapatkan : RR R + x = R3R 1 x 2 C 2R 2 ω 1 1 1R ( R1 + ) = R R x 2 C 2R 2 3 ω 1 1 R RR = 2 3 x (R + 1 / ω 2 C 2 R ) 1 1 1 R RR = 2 3 x 2C 2 R ) + 1 R (ω 1 1 1 ω 2C R 1 1 R R R ω 2C 2R = 1 2 3 1 ........................................(3 - 21 ) x 2C 2 R 2 + 1 ω 1 1 RL = x x 2C R ) ω 1 1Catatan : ω = 2 π fBila harga Rx dimasukkan maka didapatkan : R R R ω 2C 2 1L = 1 2 3 1 . x ω 2C 2 R 2 + 1 ω 2C R 1 1 1 1 R R CL = 2 3 1 ........................................(3 - 22) x 2C 2R 2 + 1 ω 1 1
  • 145. 140 3.1.2.4. Prinsip Pengukuran Kapasitansi Prinsip yang digunakan dalam R2 sebagai lengan – lengan pengukuran kapasitansi adalah pembanding, sedang lengan JEMBATAN PEMBANDING standar adalah Cs ( kapasitor KAPASITANSI. Pada dasarnya kualitas tinggi ) yang diseri jembatan pembanding dengan Rs ( tahanan variable ). kapasitansi juga hampir sama Cx adalah kapasitansi yang dengan jempatan pembanding belum diketahui harganya dan induktansi. Gambar VIII-3 Rx adalah tahanan kebocoran menggambarkan jembatan kapasitor. pembanding kapasitansi. R1 dan R1 R2 C1 E ~ Detektor Rx Rs Cx Gambar 3 – 7 Jembatan pembanding kapasitansi Apabila lengan-lengan dari jembatan pembanding kapasitansi dinyatakan dalam bentuk kompleks, maka dapat ditulis : Z1 = R1 Z3 = RS – j /ωCs Z2 = R2 Z4= RX – j /ωCx Dalam keadaan setimbang, maka : Z1Z4 = Z2Z3 j j R1 ( RX - )= R2 ( Rs - ) ωCx ωCs j j R1 RX – R1 = R2 Rs – R2 ….. (3 - 23) ωCx ωCs
  • 146. 141 Sama dengan jembatan sama. Dengan menyamakan pembanding induktansi, dua bagian-bagian nyata dari bilang kompleks adalah sama persamaan seperti di atas, bila bagian-bagian nyata dan maka didapatkan bagian-bagian khayalnya adalah R1 Rx = R2 Rs Rx = (R2/R1) Rs ……………………………………… (3 -24) Bagian-bagian khayalnya (jR1/ωCx) = (JR2/ωCs) sehingga diperoleh hubungan : Cx = (R1/R2) Cs …..(3 - 25)3.1.2.5. Jembatan ScheringJembatan schering digunakan dapat diatur); lengan 2 adalahuntuk mengukur kapasitansi yang resistor yang dapat diatur ; lenganbelum diketahui dengan 3 adalah lengan standard yaitu C3membandingkan terhadap (kapasitor bermutu tinggi) dankapasitansi yang diketahui lengan 4 adalah terdiri dari Cx(standard). Gambar 3 - 8 yaitu kapasitor yang belummenggambarkan jembatan diketahui harganya dan Rx yaituschering, yang mana lengan 1 tahanan kebocoran kapasitor.adalah R1 paralel dengan C1 ( C1 C1 R2 R1 E ~ Detektor C3 Cx Rx Gambar 3 – 8 Jembatan Schering Apabila lengan-lengan dari jembatan schering dinyatakan dalam bentuk kompleks, maka :
  • 147. 142 1 −j Z = Z = 1 ( 1/R + jωC ) 3 ωC 1 1 3 Z = R Z = R - j/ωC 2 2 4 x x Dalam keadaan setimbang : Z Z = Z Z 1 4 2 3 Z Z Z = 2 3 4 Z 1 j −j 1 R - = R ( )( + j ωC ) x ωC 2 ωC R 1 x 3 1 j − jR 1 R - = 2( + jωC ) x ωC ωC R 1 x 3 1 j − jR R ωC R - = 2 + 2 1 x ωC ωC R ωC x 3 1 3 j R C jR R - = 2 1 - 2 ............................(3 - 26) x ωC C ωC R x 3 3 1 Jika bagian-bagian nyata dan bagian-bagian khayalnya dipisahkan, maka didapatkan : R C R 2 1 ..............................................................(3 - 27) = x C 3 −j − jR = 2 ωC ωC R x 3 1 C R C = 3 1 .............................................................(3 - 28) x R 2
  • 148. 1433.2. LCR meter model 740LCR meter model 740 sistem dan L menggunakan osilatorjembatan dirancang untuk frekuensi 1 KHz dan systemmengukur resistansi (R), pendeteksi nol. Peraga hasilkapasitansi (C) dan induktansi (L) pengukuran menggunakan tigadalam rangkaian pengukuran yang digit. Koneksi masukanluas. Meter dilengkapi baterai menggunakan sumber tegangandidalamnya sebagai sumber DC eksternal dan AC (950 Hz–40tegangan DC untuk pengukuran R, KHz) dan adaptor AC.sedangkan untuk pengukuran C3.2.1 Spesifikasi LCR meterDalam pemilihan meter spesifikasi berbeda dengan meter yangmenjadi pertimbangan yang digunakan dibengkel. Meterpenting. Keputusan pilihan dilaboratorium harus memenuhitergantung pada karakter mana kriteria peralatan laboratoriumyang lebih diperlukan, disesuaikan dimana akurasi sangat diperlukandengan tujuan pengukuran. Misal harga mahal sedangkan untukpemilihan meter untuk penelitian meter bengkel hanya sebagailaboratorium tentu saja indikasi sehingga akurasi bukan halmenggunakan pertimbangan yang yang penting, harga murah.Pengukuran Resistansi Range 0,001 Ω sampai 11 MΩterbagi dalam 8 range dengan kesalahan + 10% untuk setiap range Resoluai minimum 1 mΩ – 100 kΩ Akurasi 1Ω sampai 100 kΩ ± (0,5% +0,1 % f.s.) Pada (20o sampai ± 5o C) 1 MΩ ± (0,1% +0,1 % f.s.) 0,1 Ω ± (2 % +0,1 % f.s.) Resistansi terminal residu Mendekati 3mΩPengukuran Kapasitansi Range 1 pF sampai 11000µF dalam delapan range sampai dengan kesalahan + 10% untuk setiap range Resoluai minimum 1 pF Akurasi Range 1000pF – 100 µF ± (0,5% +0,1 % f.s.) Pada (20o sampai ± 5o C) 100 pF ± (1% +0,1 % f.s.) 1000 µF ± (3 % +0,1 % f.s.) Resistansi terminal residu Mendekati 3pFPengukuran Induktasi Range 0,1 µF sampai 1100 H dalam delapan range sampai dengan kesalahan + 10% untuk setiap range Resoluai minimum 0,1 µH Akurasi Range 100 µH sampai 10H ± (0,5% +0,1 %
  • 149. 144Pada (20o sampai ± 5o C) f.s.) 100 H ± (1% +0,1 % f.s.) 10 µH ± (3 % +0,1 % f.s.)Resistansi terminal residu Mendekati 0,3 µHPengukuran Faktor Disipasi dan KualitasRange 0,01 sampai 30 pada frekuensi 1KHz terbagi dalam 2 range Akurasi ± 10% + 3 skala divisiSumber pengukuran DC internal dan eksternal untuk pengukuran resstansi. AC internal 1kHz atau eksternal 50Hz sampai 40 kHz untuk pengukuran resistansi dan kapasitansi. Kontrol Panel LCR -740 dan Koneksi 6 7 58 4 10 11 2 9 14 13 12 1 3 Gambar 3 – 9 Panel-panel LCR meter1. Saklar POWER dan control putaran knob, harga L SENSITIVITY : putar saklar sebenarnya tergantung pada POWER on atau off dan atur saklar RANGE MULTIPLIER. sensitivitas detector untuk 3. Knob pengunci L untuk pengaturan AC. penguncian indikator R,C,L 22. Indikator R,C,L peraga 3 pada pengaturan digit yang dikontrol oleh sebelumnya bila pengujian
  • 150. 145 toleransi komponen, atur resistansi seri) yang normally pada kanan atau dikalibrasi pada frekuensi 1 posisi bebas. kHz. Harga ekuivalen4. Saklar NORMAL +1,00 L resistansi seri yang pengaturan normal pada sebenarnya harus dihitung umumnya untuk pengukuran Rs = RE/(CµF) pembacaan langsung dari = (REX106)/(CpF) yang indikasi R,C,L +1 : mana RE adalah pembacaan pengaturan digunakan bila dial. pengukuran di atas batas 10. Saklar X1 – X10 untuk yang diukur. memilih pengali untuk5. Saklar RANGE MULTIPLIER pembacaan D dan RE pada untuk memilih range dial D,Q . komponen yang diukur. 11. Saklar SOURCE untuk6. Saklar SELECTOR diatur memilih sumber internal pada R,C, L tergantung rangkaian jembatan, DC komponen yang akan diukur. untuk pengukuran resistansi7. Indikator NULL dengan DC dan AC pada frekuensi skala 10 – 0 – 10 digunakan 1kHz untuk pengukuran pada saat pengukuran resistansi, kapasitansi dan resistansi DC dan skala 0 - induktansi. 10 (pada sisi kanan adalah 12. RED HI 0) untuk pengukuran 13. BLUE EXT + DC untuk kapasitansi dan induktansi. dihubungkan dengan8. Pengaturan mekanis nol komponen yang akan diukur untuk indikator NULL. keduanya merupakan9. Dial D Q : menggunakan dua terminal mengambang skala, skala diluar untuk terhadap ground. factor disipasi, D, dan skala 14. Terminal BLACK untuk di dalam untuk RE(ekuivalen grounding case. 16 15 Gambar 3 – 10 Sisi atas case
  • 151. 146 15. Penutup baterai. 16. Pegangan untuk membawa meter. 17 19 18 Gambar 3 – 11 Panel belakang LCR meter 17. Jack EXT, SIG, IN : untuk meter penunjuk kondisi null, sumber AC eksternal dalam memungkinkan dihubungkan range 50 Hz sampai 40kHz, ke scope untuk tujuan yang disisipkan dengan plug mini sama. secara otomatis meng-offkan 19. Jack EXT, PWR, IN : Untuk osilator 1kHz di dalam. dihubungkan ke LPS-169 18. Jack telepon : untuk adapter AC, bila disisipkan menyisipkan earphone plug baterai internal di-offkan bila menggunakan sinyal secara otomatis. yang dapat didengar bersama-sama dengan 3.2.2 Pengoperasian 3.2.2.1. Tindakan Pencegahan Kerusakan 1. Saklar power posisikan off selama perioda standby atau bila jembatan tidak digunakan. Ini akan memberi dampak baterai lebih tahan lama.
  • 152. 147 Gambar 3 – 12 Posisi saklar off2. Cek pengaturan 0 dari null meter, untuk mencegah kesalahan pengukuran resistansi DC . Jika off atur saklar power pada posisi OFF dan atur skrup pengenolan meter jika diperlukan sehingga posisi jarum seperti berikut : Tepat nol Gambar 3 – 13 Posisi nol meter3. Hubungkan komponen yang 4. Ketika knob indikator RCL akan diukur pada terminal dikunci dengan knob pengukuran merah dan biru pengunci jangan putar sependek mungkin. Ini paksa. diperlukan terutama untuk 5. Gunakan adapter AC khusus pengukuran komponen yang LPS -169 jangan mempunyai nilai rendah. menggunakan tipe lain.
  • 153. 148 Gambar 3 -14 Panel depan LCR meter3.3. Pembacaan Nilai PengukuranBila jembatan telah diseimbangkan pembacaan dengan cara sebagaidengan indikator R,C, L dan berikut :pengaturan RANGE MULTIPLIER Tabel 3 -1 Pembacaan nilai pengukuranRange Pengali Indikasi RCL Harga yang diukur 100Ω 6,85 685Ω (=100 X 6,85) R 10k 6,85 68,5kΩ (=10 X 6,85) 100kΩ 6,85 685kΩ (=100 X 6,85) 100pF 6,8 68pF (=100X0,68) C 0,1 µF 6,85 0,685µF (=0,1X6,85) 10µF 6,85 68,5µF (=10X6,85) 10µH 0,68 6,8µH (=10X0,68) L 10mH 6,85 68,5mH (=10X6,85) 10H 6,85 68,5 H (=10X6,85)Penggunaan pengaturan saklar normal dari +1,00Pada umumnya pengukuran saklar +1,00. Pembacaan akan dimulaiini diatur pada posisi NORMAL. dari 9,00 sampai 0,00 meskipunOleh karena tu bila pengukuran harganya akan fari 10,00 keatasyang lebih tinggi dari indikasi 9,99 sampai 11,00 (dengandiberikan range pengali, ini menambahkan 1 padamemungkinkan untuk memperluas pembacaan). Untuk lebih jelasnyarange 10%. Ini dikerjakan dengan dapat diperhatikan pada tabel dimemutar knob indikator sampai bawah ini.9,00 dan mengatur saklar pada
  • 154. 149 Tabel 3 – 2 Pengaturan saklar NORMAL pada +1,00 Pembacaan Nilai yang diukur 9,00 10,00 (=9,00 + 1,00) 9,01 10,01 9,5 10,5 dan seterusnyaSetelah pengaturan +1,00 saklar 1,00 pada signifikan pertama,direset NORMAL. Ini untuk sehingga meter menunjuk 5,5 padamencegah terjadinya kesalahan harga sebenarnya 6,5.akibat penambahan pengukuran3.3.1. Pengukuran Resistansi 1. Hubungkan komponen yang akan diukur pada terminal merah dan biru. Gambar 3 – 15 Cara mengukur resistansi 2. Atur saklar pemilih pada posisi R perhatikan gambar Gambar 3 – 16 Posisi selector Sumber tegangan DC dipilih pada DC/R
  • 155. 150 Gambar 3 – 17 Posisi DC R NORMAL +1,00 PADA NORMAL Gambar 3 – 18 Posisi normal Saklar power pada posisi ON Posisi On Gambar 3 – 19 Posisi on RANGE MULTIPLIER digunakan sesuai komponen yang akan diukur, bila belum diketahui atur pada range yang lebih tinggi agar memberi keleluasaan ayunan penunjuk kekanan dan kekiri. Gambar 3 -20 Range multiplier
  • 156. 1513. Putar knob RCL sampai indikator meter NULL berada ditengah. Jika diperlukan atur RANGE MULTIPLIER. Diputar sampai indikator meter nol Gambar 3 – 21 Pengaturan indikator meter nol4. Baca indikasi RCL dan terapkan range multiplier dalam menentukan harga resistansi. Gambar 3 – 22 Pembacaan indikator RCL Catatan : a. Jika menggunakan range 1MΩ penunjuk null mungkin tidak terdefinisikan dengan baik, dalam kasus demikian dapat digunakan tegangan DC eksternal. Alternatifnya jika resistor atau komponen yang diukur non induktif, dapat digunakan tegangan internal AC pada frekuensi 1 kHz. Yang berubah hanya saklar SELECTOR pasa R dan SOURCE pada AC /RCL b. Pada pengukuran range 0,1 Ω, resistansi residu terminal harus diperhitungkan.
  • 157. 1523.3.2. Pengukuran Kapasitansi1. Atur saklar SELECTOR pada C perhatikan gambar : Gambar 3 – 23 Selector pada posisi C Saklar SOURCE pada AC/RL Gambar 3 – 24 Saklar source pada AC/RL Dial D Q pada 0 Posisi nol Gambar 3 – 25 Dial D Q pada 0 Saklar D Q pada posisi X1
  • 158. 153 Gambar 3 – 26 Saklar D Q pada posisi x 1 Saklar NORMAL +1,00 pada posisi NORMAL Gambar 3 – 27 Saklar normal +1,00 pada posisi normal Saklar POWER pada posisi ON On Gambar 3 – 28 Saklar power pada posisi on Kontrol SENSITIVITY diatur untuk NULL pembacaan meter pada “5”. Putar ke kanan Gambar 3 – 29 Kontrol sensitivity2. Hubungkan komponen yang akan diukur pada terminal merah dan biru.
  • 159. 154 Kapasitor yang diukur Gambar 3 – 30 Posisi kapasitor yang diukur3. Atur saklar RANGE MULTIPLIER dan knob RCL untuk mendapatkan ayunan minimum atau mengarah 0. Dipilih Gambar 3 -31 Mengatur saklar range multiplier4. Atur dial D, Q dan catat kondisi pengenolan, atur control SENSITIVITY jika diperlukan. Control Sensitivitas Atur dial DQ Gambar 3 – 32 Mengatur dial D Q5. Atur kembali knob RCL dan dial D, Q untuk mendapatkan kondisi pengenolan paling baik.
  • 160. 155 Atur Knob RCL kembali Dial DQ Gambar 3 – 33 Mengatur knob RCL dan dial D Q6. Jika pengaturan dial sampai mendekati 3 atur saklar D,Q pada posisi X10. Pindahkan ke posisi X10 Gambar 3 – 34 Mengatur Saklar D Q pada Posisi x 107. Pembacaan hasil pengukuran Gambar 3 – 35 Pembacaan hasil pengukuran
  • 161. 156 Kapasitansi = Range multiplier X indikasi RCL. Faktor disipasi D pasa 1 kHz langsung dari hasil pembacaan dikalikan dengan 10 jika saklar A, Q pada posisi X10. Ekuivalen resistansi seri Rs, nilainya dihitung melalui hubungan Rs = (RE) /(CµF)= (RE X 106)/(CpF) dimana RE adalah pembacaan dial. Catatan : 1. Kapasitor yang baik mempunyai nilai D yang sangat rendah dan sebaliknya. 2. Pada pengukuran C diatas 1000pF kapasitansi residu terminal harus diperhitungkan. 3. Untuk pengukuran kapasitansi yang besar(elektrolitik, mempunyai polar diukur menggunakan frekuensi yang rendah misalnya 120 Hz menggunakan sumber AC eksternal).3.3.3. Pengukuran Induktansi1. Pengaturan control saklar power pada posisi OFF dan saklar pemilih pada posisi L. Gambar 3 – 36 Saklar pemilih pada posisi L Saklar sumber tegangan AC Gambar 3 – 37 Saklar sumber tegangan AC Saklar DQ X1 - X10 dipilih pada posisi X1
  • 162. 157 Gambar 3 – 38 Saklar DQ x 1 – x 10 dipilih posisi x1 Saklar normal -+1,00 dipilih pada posisi normal Gambar 3 – 39 Saklar normal pada posisi normal Saklar range pengali pada posisi 1 mH Posisi 1mH Posisi Diatur 0,3 2,5 Gambar 3 – 40 Saklar range pengali pada posisi 1 mHDial DQ mendekati titik tengah (Q sekitar 0,3)Dial RCL digital mendekati 2,51. Hubungkan komponen yang akan diukur pada terminal merah dan terminal biru (sumber tegangan eksternal DC).2. Putar tombol SENSITIVIFY searah jarum jam secara perlahan – lahan. Nyalakan, dan atur sampai jarum berpindah kesisi kanan titik NULL dan berada di posisi antara 2 dan 3.
  • 163. 158 Putar ke kanan Gambar 3 – 41 Posisi induktor yang Diukur jarum diantara 2 dan 3 Gambar 3 – 42 Penunjukan jarum3. Pilih range pengukuran dengan menuju titik NULL ini mengikuti prosedur terutama disebut sebagai Dip points). pada saat mengukur L belum di Meskipun jarum indikator ketahui. Bagaimanapun, jika bergerak menuju NULL, komponen yang diukur tombol DQ sampai akhirnya diketahui nilai perkiraannya pilih menjadi nol ( rotasi searah range multiplier dan dial R,C, L jarum jam menuju titik pada harga yang sesuai. ekstrim ini) tanpa • Putar dial DQ, dan memperlihatkan dip point. tempatkan disuatu titik Dalam kasusu demikian dimana dip jelas terlihat. pilih range lain dengan (Saat dial DQ diputar dalam menekan tombol range, dan arah yang sama, jarum mencoba meletak kan dip meter bergerak kearah point dengan cara yang NULL, kemuadian sama. begoyang kembali ke • Seandainya dip point tidak kanan. Di waktu yang bisa diletakkan meskipun sama, titik dimana jarum tombol DQ berputar penuh muncul bergerak mendekat searah jarum jam , atur
  • 164. 159 tombol X1- X10 pada X10 kabelnya patah karena dan coba untuk pengukuran resisten DC menempatkan sebuah titik. pada range R ). Saat dip point tetap tidak 5. Jika dip point sudah diperoleh, didapat, pilih range lain lakukan langkah-langkah berikut dengan menekan tombol ini. Atur dial DQ pada titik range, dan coba untuk dimana terjadi dip terbesar. meletakkan dip point. Kemudian atur dial digital LCR Dalam waktu yang sama, untuk mendapatkan titik dip coba untuk mencari sebuah terbesar. (pada saat yang sama titik sambil menyetel knob untuk mendapatkan dip point SENSITIVITY untuk atur knob SENSITIVITY hingga mendapatkan jarum jarum indikator menunjuk antara indikator point terletak dititik 2 dan 3). antara 2 dan 3 pada 6. Dengan cara yang sama pegangan sisi kanan. lokasikan dip point dengan (Apabila titik tidak dapat mengatur dial DQ dan RCL ditemukan, periksa bagian secara berturut-turut. bagian nya apabila Perhatian Pengenolan nilai induktansi dengan memutar dial DQ minimum pada arah berlawanan jarum jam . Bila resistansi dc komponen induktansi yang diuji sangat besar, atau Q kumparan kurang dari 0,1 pengukuran dilakukan dengan frekuensi pengukuran (1kHz). Sebaliknya nilai maksimum dial Q diputar maksimum searah jarum jam 1X – 10X. Jika saklar sudah diatur pada posisi X10 ternyata Q lebih besar dari 30 diluar range pengukuran, maka tambahkan resistor seri beberapa ohm sampai beberapa ratus ohm ke inductor sehingga mengurangi Q sampai kurang dari 30.3.4. Pengukuran Resistansi DC Dengan Sumber Luar Pada saat pengukuran resistansi pengenolan indikasi tidak dapat DC dari komponen yang tidak terjangkau. Dalam kasus diketahui pada nilai resistansi demikian diperlukan sumber yang tinggi dengan sumber tegangan DC luar. baterai dalam mungkin
  • 165. 160 Penting untuk diperhatikan : 1. Atur tegangan tinggi masukan, pada saat dihubungkan dengan colok meter dalam keadaan Off. ke sumber tegangan Off Gambar 3 – 43 Hubungan ke sumber tegangan luar 2. Hati-hati jangan sampai 3.4.2.Langkah-langkah menyentuh tegangan tinggi. Pengukuran : 3. Pelindung resistor harus 1. Atur saklar POWER (knob selalu digunakan pada control SENSITIVITY) pada masukan rangkaian. posisi off. 4. Bila akan merubah range 2. Atur supply DC eksternal MULTIPLIER atur dahulu pada posisi off. masukan DC pada posisi 3. Hubungkan colok negatip Off, pastikan bahwa meter ke terminal hitam dan tegangan dan renge aman colok positip meter ke biru digunakan, jika ini tidak (Ext +DC) perhatikan terpenuhi dapat merusak gambar. komponen rangkaian dalam. 4. Hubungkan komponen yang akan diukur pada terminal merah dan biru. 5. Putar knob RCL dan baca penunjukkan, pembacaan dengan multiplier sama seperti pengukuran dengan sumber tegangan dalam.
  • 166. 161 Resistor HI EXT +DC R pelindung Sumber Tegangan DC Luar Gambar 3- 44 Pengukuran R dengan sumber dari luar Catatan : Besarnya tegangan DC yang digunakan tergantung pada pengaturan RANGE MULTIPLIER dengan table di bawah ini. Tabel 3 – 3 Range multiplier Pengaturan RANGE MULTIPLIER 1 kΩ 10 kΩ 100 kΩ 1 MΩ Tegangan Masukan Maks 30V 70V 220V 500V Resistor seri pelindung >180Ω >2,2 kΩ > 27kΩ > 56kΩ3.5. Prosedur Pengukuran C1. Menghubungkan masukan Keluaran generator menggunakan cord asesori yaitu dihubungkan ke jack EXT, SIGN, IN pada casis bagian depan seperti ditunjukkan pada gambar. Sebuah kapasitor 1 µF dihubungkan seri dengan colok “hot”.Audio Osilator 1-5Vrms 1µFKeluaran EXT, SIG, IN Gambar 3 - 45 Pengukuran C, L dengan sumber dari luar
  • 167. 162a. Saklar SELECTOR dipilih pada C atau L sesuai dengan komponen yang akan diukur.b. Saklar SOURCE pada AC/RCL (Jika masukan esksternal dihubungkan ke sumber internal 1 kHz dan rangkaian kondisi off).c. C atau L diukur dengan cara yang sama seperti pada pengukuran sumber internal. Dial control SENSITIVITY diatur, D, Q dan indikator dan saklar RANGE MULTIPLIER untuk mencapai kondisi null.d. Nilai C atau L ditentukan oleh pengaturan RANGE MULTIPLIER dan indikator RCL.
  • 168. LAMPIRAN. A DAFTAR PUSTAKAAgilent.2007. Agilent Automotive Electronics 10 Aplication Note on Design Debug and Function. Agilent Test. USA. © Agilent Technologies,Inc. www.agilent.comBasic oscilloscope operationCreative Commons Attribution License, version 1.0. To view a copy of this license, visit http://creativecommons.org/licensesBernard Grob. 1984. Basic Television And Video Sistem. Singpore. Mc Graw Hill International Edition SingaporeCarson Kennedy.1999. Introduction to GPS (Global Position System). Leica Geosystem AG. Switzerland. www.leica-geosystems.comCooper, William D, 1999. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. (Terjemahan Sahat Pakpahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.(Buku asli diterbitkan tahun 1978)Creative Commons 559 Nathan Abbott Way, Stanford, California 94305, USADavid Matzke dkk. USE OF THE OSCILLOSCOPE. Science Learning Center. Data University Of Michigan-Dearbon.Deboo and Burrous.1977. Integreted Circuit And Semiconductor Devices : theory and application. Tokyo Japan : Kogakusha.LtdFluke. Principles testing methods and applications. http://www.newarkinone.thinkhost.com/brands/p romos/ Earth_Ground_Resistance.pdfGarmin.(2000). GPS Guide for beginner. Garmin Corporation. USA. www.garmin.comGekco. 2002. A Video Tutorial. Copyright Gekco. http://www.gekco.com/vidprmr.htm tanggal 1 OktoberHai Hung Chiang. (1984). Electrical And Electronic Instrumentation. A wiley Interscience New York. Publication Jhn Wiley And Son.
  • 169. Healthline Network,Inc. 2007. Equipment Information. 2007 Healthline Networks, Inc. All rights reserved. http://www.healthline.comCTscan Ctimaging equipment Informationhttp://www.diagnostic medical ISMedical ultrasonography - Wikipedia,the free encyclopedia.mhtJean-Marie Zogg.2002. GPS Basics Introduction to the system Aplication overview. Thalwil Switzerland. www.u-blox.comKamran Khan. (2007). XYZ of Oscilloscopes. Posted by bailarina on 29 May 2007. www.sribd.comKnopp Intercorporated. http://www.knoppinc.com/phase_seq.htmLeader Electronics. Instruction Manual LCR Bridge Model LCR-740. Leader electronics.Corp.Le Magicien. 2000. 3 PHASE - 3 Wires Sequence Indikator. Tersedia dalam http://www.geocities.com/lemagicien_2000/elecpage/3phase/3pha se.html diakses tanggal 19 Juni 2008Magellan. Magellan Maestro TM 4050 User Manual. San Dimas CA 91773. Magellan Navigation Inc.Manual stargass : http://images.mycdmm.de/file/353bb62d149fcebb6f5537f0c8f152 203b41f7c9Muslimim ,M. 1984. Alat-alat Ukur Listrik dan Pengukuran Listrik. Bandung : CV.Armico.Phase Squence Indoicator . tesco dua kawat . http://www.tesco- advent.com/tesco-phase-sequence.htmlR.S. Panti Rapih. MRI ( Magnetik Resonance Imaging ) Instalasi Radiologi.R.S. Panti Rapih .http://health.howstuffworks.com/mri1.htmSoedjana, S., Nishino, O. 1976. Pengukuran dan Alat-alat Ukur Listrik. Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
  • 170. Sanwa Electric. Instructional Manual YX-360 TRD Multitester. Sanwa Electric ndSri M. Shanmukha Chary. 2005. Intermediate Vocational Course, 2 Year TV servicing Lab-II Manual. Andra Pradesh. Director of Intermediate Education Govt.Stanford. Basic oscilloscope operationCreative Commons Attribution License,version 1.0. To view a copy of this license, visit http://creativecommons.org/licenses Creative Commons 559 Nathan Abbott Way, Stanford, California 94305, USA Instrument Co.Ltd.Textronix. 2005. Fundamentals Of Real-Time Spectrum Analysis. USA. Textronics. Inc. www.tektronix.comWikipedia.2007. Global Positioning System. http://wikipedia.org/wiki/GPShttp://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm"http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube"www.tektronix.com/signal_generators 9(www.interq or japan/se-inoue/e -oscilo0.htm)http://www.doctronics.co.uk/scope.htmhttp://www.tek.com/Measurement/App_Notes/37W_18400/eng/37W_184 00_0.pdfhttp://productsearch.machinedesign.com/featuredproducts/Industrial_Co mputers_Embedded_Computer_Components/Data_Acquisition/Spe ktrum_Analyzers_Signal_Analyzershttp://www.aboutnuclear.org/view.cgi?fC=The_Atomhttp://www.radiologyi nfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htmhttp://www.medicalimhttp://www.nmr-services.com /Process%20NMR
  • 171. http://www.duncaninstr.com/imageshttp://www.humminbird.com/images/ PDF/737.pdfhttp://www.eaglesonar.com/Downloads/Manuals/Files/IntelliMap640c_01 43-881_121305.pdf tanggal 20 Desember 07http://www2.tek.com/cmswpt/tidownload.lotr?ct=TI&cs=wpp&ci=3696&lc= EN&wt=480&wtwi=3696&wtla=EN&wtty=TI&wtsty=White+Paper&wt pt=DOWNLOAD&wtbu=Instrumens+Business&wtpl=Real+Time+Sp ektrum+Analyzers&wtlit=37W-19285- 0&wtsize=27+KB&wtver=1.0&wtcat=tektronix&wtnbrp=0&wtmd=RS A2203A%2CRSA2208A%2CRSA3303A%2CRSA3308A%2CRSA3 408A&wtti=EMI+Measurements+Using+Tektronix+Real- Time+Spektrum+Analyzershttp://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htmhttp://www.medicalimhttp://www.nmr-services.com /Process%20NMRhttp://www.tek.com/Measurement/App_Notes/37W_18400/eng/37W_18400_0.pdfhttp://productsearch.machinedesign.com/featuredproducts/Industrial_Co mputers_Embedded_Computer_Components/Data_Acquisition/Spe ktrum_Analyzers_Signal_Analyzershttp://www2.tek.com/cmswpt/tidownload.lotr?ct=TI&cs=wpp&ci=3696&lc= EN&wt=480&wtwi=3696&wtla=EN&wtty=TI&wtsty=White+Paper&wt pt=DOWNLOAD&wtbu=Instrumens+Business&wtpl=Real+Time+Sp ektrum+Analyzers&wtlit=37W-19285- 0&wtsize=27+KB&wtver=1.0&wtcat=tektronix&wtnbrp=0&wtmd=RS A2203A%2CRSA2208A%2CRSA3303A%2CRSA3308A%2CRSA3 408A&wtti=EMI+Measurements+Using+Tektronix+Real- Time+Spektrum+Analyzershttp://images.mycdmm.de/file/353bb62d149fcebb6f5537f0c8f152203b41f 7c9 Manual stargass(www.wikimediafoundation.org/ Oktober 2007)http://www.aboutniclear.org/view
  • 172. http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htmhttp://www.medicalimhttp://www.nmr-services.com /Process%20NMRhttp://www.healthline.comCTscan Ctimaging equipment Informationhttp://health.howstuffworks.com/mri1.htmhttp://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26b.html CT ijohttp://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26c.html sumber CAThttp://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/Part2_26d.htmlhttp://en.wikilipedia.org/wiki/Functional_magnetik_resonance_imaginghttp://en.wikipedia.org/wiki/Medical_imaginghttp://www.aboutnuclear.org/view.cgi?fC=The_Atomhttp://www.radiologyi nfo.org/en/info.cfm?PG=PET&bhcp=1http://rst.gsfc.nasa.gov/Intro/P art2_26d.htmhttp://www.medicalimhttp://www.nmr-services.com /Process%20NMRhttp://www.healthline.comCTscan Ctimaging equipment Informationhttp://health.howstuffworks.com/mri1.htmhttp://www.DiagnostikMedicalIS/Medicalultrasonography-Wikipedia,the freeencyclopedia.mht.http://www.humminbird.com/images/PDF/737.pdf
  • 173. LAMPIRAN D GLOSARIUMairbag deployment Airbag adalah suatu pengekangan pasif (tidak memerlukan campur tangan manusia) di rancang dalam bentuk tas memompa ketika terjadi benturan. Terbuat dari bahan fleksibel yang dapat memompa bila terjadi tabrakan mobil.akuisisi Akuisisi data merupakan pencuplikan waktu riil untuk membangkitkan data yang dapat dimanipulasi oleh komputer.amniocentesis Amniocentesis adalah prosedur yang digunakan dalam mendiagnosa cacat janin pada awal trimester kedua kehamilan.anti-aliasing Dalam pemrosesan sinyal digital anti-aliasing merupakan teknik meminimkan aliasing pada saat merepresentasikan sinyal resolusi tinggi pada resolusi yang lebih rendah.anti-lock brake Anti-lock brakes dirancang untuk mencegah peluncuran dan membantu pengendara mempertahankan kendali kemudi selama situasi pemberhentian daruratattenuator Attenuator merupakan piranti elektronik yang mengurangi amplitudo atau daya sinyal tanpa membuat bentuk gelombang cacat. Attenuator biasanya biasanya berupa piranti pasip terdiri dari resistor.Bandpass Filter Penyarring frekuensi yang hanya melewatkan frekuensi menengah.chip Serpihan kristal tunggal yang berisi rangkaian terpadu.claustrophobic Tidak nyaman di ruang sempit, gelap tertutup.Common Mode Besaran yang dapat menunjukkan kualitasRejection Ratio penguat beda merupakan perbandingan antara besarnya penguatan common dan penguatan penguat beda.cyclotron Unsur radiasi yang dihasikan oleh mesin scan sebelum pengujian dimulai.Debug Mengidentifikasi dan melokalisir letak kesalahan . i
  • 174. LAMPIRAN Ddensifying Perbandingan harga atas beribu-ribu nama merek produk untuk semua kebutuhan.distorsi Cacat gelombangECU test Piranti throughput misalnya perubahan RS 232throughput dengan CAN dan sebaliknya dapat membuat atau memecahkan performansi sitem pengetesan.efek piezolistrik Bila sumbu mekanik dari Kristal diberi tekanan maka akan timbul beda tegangan pada sumbu listrik. Bila pada sumbu listrik diberi tegangan maka akan terjadi perubahan keadaan disepanjang sumbu mekanik. Bila pada sumbu listrik diberi tegangan AC maka akan terjadi getaran di sumbu mekanik dengan frekuensi naturalnya. Semakin tipis Kristal frekuensi getar semakin tinggi.elektron gun Susunan elektroda yang menghasilkan berkas elektron yang dapat dikendalikan difokuskan dan dibelokkan sebagaimana dalam gambar tabung televisi.electrocardiogram Electrocardiogram, juga dinakaman EKG atau ECG, merupakan pengetesan sederhana yang mendeteksi dan merekam aktivitas kelistrikan jantung.encrypte code Kode yang digunakan dalam program Java , anda dapat menggunakan sistem manajemen menjaga profil pemakai dengan menggunakan passwaord.fisiologi Istilah dalam fisiologi yang berasal dari kata physics yang berarti alami dan logos yang berarti kata. Fisiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari berbagai fungsi organisme hidup.gastrointestinal Berkaitan dengan perut dan isi perut.Glitch Dalam elektronika, glitch adalah suatu sinyal listrik jangka waktu pendek yang pada umumnya hasil suatu kesalahan atau kesalahan disainHigh Pass Filter Penyaring frekuensi yang hanya melewatkan frekuensi tinggiImmoblizer Tidak ada definisi standar, merupakan keadaan yang tidak sesuai dengan perancangan.Interlace Dua bidang gambar yang tampak dalam satu layar televise, namun setiap bidang gambar di scan secara terpisah. ii
  • 175. LAMPIRAN DInterpolasi Interpolasi adalah menghubungkan titik. Interpolasi linier sederhana menghubungkan titik sampel dengan garis lurus.Indomitabel Tidak mampu untuk diperdaya, ditundukkan; lunak, atau ditaklukkan; tak tertundukkan .interferensi Percampuan dua gelombang atau lebih dapat saling memperkuat atau melemahkan tergantung dari kedudukan pasa satu dengan yang lain.intravascular Dalam pembuluh darahIntermittent Selang waktu mulai dan berhenti berselang-seling dengan sebentar-sebentar sinonim dengan periodikIntuitif Tentang, berkenaan dengan, atau timbul dari intuisikompatibel Dapat digunakan secara bersama-sama dengan tanpa merubah dan menambah peralatan lain dalam sistem. Misal penerima TV warna dan hitam putih untuk menerima siaran dari pemancar yang samaLow Pass Filter Penyaring frekuensi yang hanya melewatkan frekeunsi rendah.luminansi Istilah yang digunakan untuk menandai kecerahan atau hitam putihnya gambar televisi.neonatal Berkaitan dengan bayi baru.noise Sinyal yang tidak dikehendaki keberadaannya dalam sistem.noise figure Dalam telekomunikasi noise figure (NF) merupakan suatu ukuran degradasi dari perbandingan sinyal terhadap noise, yang disebabkan oleh komponen dalam sinyal RF.osteoporosis Pengapuran / pengkeroposan tulangPartikel Suatu bagian yang sangat kecilPatologi forensic Ilmu penyakit forensik adalah suatu cabang kedokteran yang terkait dengan menentukan penyebab kematian, pada umumnya untuk kasus hukum pidana dan kasus hukum perdata dalam beberapa yurisdiksi.pacemaker Pacemaker berupa alat kecil yang membantu detak jantung dengan simulasi listrik membantu iii
  • 176. LAMPIRAN D mengendalikan irama jantung.Penomena Suatu kejadian, keadaan, atau fakta yang dapat diterima oleh pikiran sehat.peripheral Periperal merupakan piranti komputer seperti drive CD-ROM atau printer yang bukan merupakan bagian utama computer seperti memori, mikroprosesor. Periperal eksternal seperti mouse, keyboard, monitor, printer.peripheral Peripheral neuropathy merupakan masalahneuropathy dengan kegelisahan yang membawa informasi ke dan dari otak dan tulang belakang. Sakit ini mengakibatkan, hilangnya sensasi, dan ketidak- mampuan untuk mengendalikan otot.portable Dapat dijinjing tidak ditempatkan secara permanen.protocol Dalam teknologi informasi, protokol adalah satuan aturan yang khusus dalam koneksi telekomunikasi .pseudo-range Cakupan pengukuran semu digunakan bersama-sama dengan estimasi posisi SV yang didasarkan pada data empiris yang dikirim oleh masing-masing SV. Data orbital (empiris) memungkinkan penerima untuk menghitung posisi SV dalam tiga dimensi pada saat pengiriman sinyal secara berunyun.radio isotop Suatu versi elemen kimia yang memiliki inti tak sabil dan mengemisikan radiasi selama decay untuk membentuk kestabilan. Radio isotop penting digunakan dalam diagnosa medis untuk pengobatan dan penyelidikan.radiactive decay Radioactive decay merupakan suatu proses ketidakstabilan inti atom karena kehilangan energi berupa emisi radiasi dalam bentuk partikel atau gelombang elektromagnetik.real time waktu yang sebenarnya pada saat terjadinya proses.Resolution Kejelasan atau ketajaman gambar,retrace Kembalinya berkas elektron dari sistem scanning televisi sisi kanan layar ke sisi kiri layar monitor.rise time Waktu yang diperlukan pulsa untuk naik dari 10% amplitudo maksimum sampai 90%. iv
  • 177. LAMPIRAN Dringing Dengan hanya satu sinyal yang diberikan pada terminal osiloskop dan yang lain tidak dihubungkan dapat dilihat adanya beberapa sinyal yang tidak berguna. Sinyal ringing tidak menambah amplitude tegangan, yang bertambah adalah frekuensinya karena factor ketiga.scrambling CSS, Content Scrambling System, merupakan system enkripsi lemah yang digunakan pada kebanyakan DVD komersial.shadow mask Lapisan logam berlubang di dalam monitor warna untuk meyakinkan bahwa berkas elektron hanya menumbuk titik pospor dengan warna yang benar dan tidak mengiluminasi lebih dari satu titik.S/N Ratio Perbandingn sinyal terhadap noise meruakan perbandingan dari sinyal yang dikehendaki terhadap sinyal yang tak diinginkan.sweep vernier Sapuan dari atas ke bawah untuk mengukur posisi terhadap skala.tomography Berkaitan dengan scan medis.Transduser Transduser merupakan suatu piranti yang dapat mengubah besaran non listrik menjadi besaran listrik dan sebaliknya.transceiver Pemancar dan penerima sinyal yang ditempatkan dalam satu kemasan.transien Transien dapat didefinisikan sebagai lonjakan kenaikkan arus yang mempunyai durasi 50 sampai 100 milidetik dan kembali normal pada tegangan sumber 28 Volt membutuhkan waktu 50 mili detik atau lebih.troubleshooting Proses pencarian letak gangguan atau kerusakan.Vasodilatation Pelebaran pembuluh darah.Virtual Virtual sekarang ini secara filosofi distilahkan sebagai sesuatu yang tidak nyata, namun memungkinkan untuk diperagakan sepenuh kualitas nyata. v