Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Atresia   Esofagus  • 1: 3000-5000 kelahiran hidup  • tanpa kelainan lain yang berat, angka ketahanan    hidup bayi deng...
 Jarang sebagai kelainan kongenital tunggal,   • Kelainan jantung (VSD, Tetralogi Fallot, PDA)   • Anus imperforatus   • ...
Tipe A AE tanpa fistel. Panjang segmen distal 1-2 cm diatas diafragma, gaster kecil   karena tidak adanya cairan amnion y...
Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Anak   tampak lapar dan rakus Makanan keluar kembali lewat hidung dan  mulut Air liur berbuih yang sangat banyak kelua...
 ThoraksAP/Lateral Abdomen Esofagogram CT-scan dan MRI EKG  Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Pembersihan    jalan napas secara berkala  (apabila ada fistula), dan bantuan napas  yang adekuat Antibiotik Posisi ya...
 Hipertrofi           Pilorus   • Pylorus Hipertrofi Stenosis Kongenital (Congenital     Hypertrophyc Pyloric Stenosis (C...
Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Muntah    non bilious dan menyemprot  (terkadang muntahan bilious dan berdarah  karena iritasi mukosa gaster) Dehidrasi...
 Contour  dan peristaltik lambung terlihat di  perut bagian atas Teraba adanya tumor di daerah  epigastrium atau hipokon...
 barium  meal akan tampak saluran pilorus  kecil dan memanjang yang disebut “string  sign“ Pada fluoroskopi tampak pengo...
 Koreksidehidrasi dan gangguan  keseimbangan asam basa dan elektrolit Pembedahan yang dilakukan adalah  pyloromiotomi (F...
 MALROTASI • usus tengah mengalami gangguan perputaran   terhadap sumbu arteri mesenterika superior. • Malrotasi sering t...
   Malrotasi selalu terjadi bersamaan dengan          gastrokisis          omfalokel          hernia diafragma       ...
Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 60%       anak, hadir dengan gejala muntah  empedu dan perut kembung Gangguan pasase usus selama bulan  pertama kehidup...
 Foto    abdomen perut umumnya  menunjukkan bukti obstruksi Polos abdomen tegak, terlihat bayangan  double bubble, spt a...
 Perbaikikeadaan umum anak Tindakan pembedahan (Ladd procedure).  Apabila ada volvulus, maka usus yang  mengalami nekros...
Obstruksi lumen usus oleh membranutuh, tali fibrosa yang menghubungkandua ujung kantong duodenum yang buntupendek, atau su...
 Atresia           duodenum atau stenosis duodenum  signifikan tidak ditangani, kondisinya akan  segera menjadi fatal seb...
• Bisa ditemukan pembengkakan abdomen bagian    atas•   Muntah banyak segera setelah lahir, berwarna    kehijauan akibat a...
Pemberian terapi cairan intravena2. Dilakukan tindakan duodenoduodenostomi          foto upright abdomen          menunjuk...
 Pemberian   terapi cairan intravena Dilakukan tindakan duodenoduodenostomi   Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHK...
 80%   bayi yang lahir dengan obstruksi usus  akan terlihat buncit Bila obstruksinya tinggi, buncit terbatas di  perut b...
 Satu      gelembung udara berarti atresia di  pylorus yang sangat jarang terjadi. Dua gelembung udara merupakan tanda  ...
 Sisa  dari duktus omphalomesenteric janin 1% sampai 2% dari populasi Asimtomatik sepanjang hidup, beberapa  menyebabka...
 Kelainan              kongenital yang ditandai dengan  penyumbatan pada usus besar yang  terjadi akibat pergerakan usus ...
 Cacat  dinding perut yang tidak melibatkan  umbilikus, di mana isi usus telah  berherniasi Setelah dilakukan operasi, p...
 Cacat   dinding perut pada umbilikus yang  disebabkan oleh kegagalan usus untuk  kembali ke dalam perut selama masa jani...
Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Cairan  yang dilapisi dengan struktur  mukosa usus atau lambung Ditemukan dalam mesenterium dan  terletak berdekatan de...
 Atresia    Ani/Anus Imperforata  • Kelainan kongenital tanpa anus atau dengan anus    tidak sempurna  • Insiden 1:5000 k...
 MELBOURNE      membagi berdasarkan garis pubocoxigeus dan garis yang melewati ischii kelainan disebut : • Letak tinggi, ...
 Bayi  cepat kembung antara 4-8 jam  setelah lahir Tidak ditemukan anus, kemungkinan ada  fistula Bila ada fistula pada...
 Atresiaani letak tinggi harus dilakukan  kolostomi terlebih dahulu Abdominoperineal pullthrough Postero sagital anorec...
 Agenesis   Kandung Empedu Agenesis kandung empedu merupakan kelainan bawaan yang sangat jarang ditemukan. Adanya dua ata...
 Kandung   Empedu Ektopik Kandung empedu ektopik jarang ditemukan, dan bila letaknya intrahepatik, akan menyulitkan sewak...
 Saluran  empedu tidak terbentuk atau tidak  berkembang secara normal 1 dari 15.000 kelahiran     Dr. H. Herry Setya Yud...
 Air kemih bayi berwarna gelap Tinja berwarna pucat Kulit berwarna kuning Berat badan tidak bertambah atau  penambahan...
 Gangguan          pertumbuhan Gatal-gatal Rewel Tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut ...
 Pemeriksaan    darah (terdapat peningkatan  kadar bilirubin) USG perut Rontgen perut (tampak hati membesar) Kolangiog...
 Tipe  I, atresia dari duktus biliaris komunis Tipe II, atresia dari duktus hepatikus Tipe III, obstruksi atau sumbatan...
 Mengganti saluran empedu Operasi Kasai Transplantasi hati      Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
 Dilatasi kistik saluran empedu ekstra-  hepatik, saluran empedu intra-  hepatik, atau keduanya Komplikasi yang paling m...
 Tipe  I : Pelebaran traktus bilier ekstrahepatis :  Ia-sistik, Ib-fokal, Ic-fusiform Tipe II : Divertikula sakulus pada...
 Eksisi kista koledokus Cystocholedocoyeyunostomi Sfingterektomi transduodenal atau  sfingterotomi.      Dr. H. Herry S...
 Pankreas         Anulare  • Jarang ditemukan  • Menyebabkan obstruksi duodenum derajat    tertentu dan juga kadang diser...
 Pankreas  aberans atau pancreas asesorik Eksisi tumor atau reseksi segmen usus         Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, ...
 Saluran Santorini dan Wirsung tidak  berhubungan sehingga pancreas bagian  dorsal dan ventral bermuara di duodenum  seca...
 Asimtomatik Bersamaan    dengan penyakit kista di organ  lain, misalnya ginjal dan hati Merupakan kelainan bawaan kele...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kongenital gastrointestinal

9,757

Published on

Kelainan Kongenital, Gastrointestinal tract

Published in: Health & Medicine
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
9,757
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kongenital gastrointestinal"

  1. 1. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  2. 2.  Atresia Esofagus • 1: 3000-5000 kelahiran hidup • tanpa kelainan lain yang berat, angka ketahanan hidup bayi dengan kelainan ini mencapai 100% • Kegagalan pemisahan primitive foregut akan menyebabkan terjadinya Laryngo-Tracheo- Esophageal Cleft. • Septum trakeoesofageal tumbuh pada tempat lipatan longitudinal tabung laringotrakea dan bagian dorsal (esofagus), penghentian dari proses ini akan menyebabkan terjadinya tracheo-esophageal fistula. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  3. 3.  Jarang sebagai kelainan kongenital tunggal, • Kelainan jantung (VSD, Tetralogi Fallot, PDA) • Anus imperforatus • Atresia duodenum • Malrotasi • Kelainan muskuloskeletal • Kelainan traktus urinarius → VACTER/VACTERL (vertebra/defect, anorectal malformation, cardiac defect, tracheoesophageaf fistula, renal anomaly, radial dysplasia and limb defects). Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  4. 4. Tipe A AE tanpa fistel. Panjang segmen distal 1-2 cm diatas diafragma, gaster kecil karena tidak adanya cairan amnion yang masuk. Angka kejadian 5%.Tipe B AE dengan fistel pada segmen proksimal. Segmen distal pendek sehingga terjadi gap yang lebar. Angka kejadian 1%Tipe C AE dengan fistel pada segmen diatal. Segmen proksimal buntu dengan panjang minimal pada daerah C 7 dan maksimal pada daerah Th 5. Muskulus pada segmen proksimal tebal dengan diameter yang lebih besar dari segmen distal. Angka kejadian 86%.Tipe D AE dengan fistel dari segmen proksimal dan distal. Gap esofagus tidak lebar. Angka kejadian 3%.Tipe E = Tipe H = Tipe N TEF tanpa atresia esofagus. Fistel dapat timbul pada semua level dari Krikoid sampai dengan karina, dapat lebih dari 1. Pada umumnya pada tulang leher bawah atau torakal atas. Angka kejadian 3%Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  5. 5. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  6. 6.  Anak tampak lapar dan rakus Makanan keluar kembali lewat hidung dan mulut Air liur berbuih yang sangat banyak keluar dari mulut dan hidung Pernapasan bayi terganggu, sianosis, tersedak Abdomen skapoid Selang NGT tidak dapat dimasukan Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  7. 7.  ThoraksAP/Lateral Abdomen Esofagogram CT-scan dan MRI EKG Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  8. 8.  Pembersihan jalan napas secara berkala (apabila ada fistula), dan bantuan napas yang adekuat Antibiotik Posisi yang benar (kepala elevasi) Tindakan bedah Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  9. 9.  Hipertrofi Pilorus • Pylorus Hipertrofi Stenosis Kongenital (Congenital Hypertrophyc Pyloric Stenosis (CHPS)) adalah salah satu kelainan bedah anak yang menyebabkan muntah pada neonatus • Terjadi pada 2-3 per 1000 kelahiran. • Kelainan berupa hipertrofi otot sirkuler pilorus yang terbatas (jarang berlanjut ke otot gaster) • Penyempitan kanal pylorus oleh kompresi lipatan- lipatan longitudinal dari mukosa dan pemanjangan pylorus Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  10. 10. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  11. 11.  Muntah non bilious dan menyemprot (terkadang muntahan bilious dan berdarah karena iritasi mukosa gaster) Dehidrasi berat dengan gangguan elektrolit Gangguan keseimbangan asam basa Konstipasi Anak rewel dan sering menangis Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  12. 12.  Contour dan peristaltik lambung terlihat di perut bagian atas Teraba adanya tumor di daerah epigastrium atau hipokondrium kanan Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  13. 13.  barium meal akan tampak saluran pilorus kecil dan memanjang yang disebut “string sign“ Pada fluoroskopi tampak pengosongan lambung terlambat, lambung tampak membesar dan jelas terlihat gambaran peristaltik Ultrasonografi, tampak gambaran dougnat sign atau target bull eye sign Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  14. 14.  Koreksidehidrasi dan gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit Pembedahan yang dilakukan adalah pyloromiotomi (Fredet-Ramstedt) Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  15. 15.  MALROTASI • usus tengah mengalami gangguan perputaran terhadap sumbu arteri mesenterika superior. • Malrotasi sering terjadi karena proses perputaran yang inkomplet dan ligamentum Treitz yang tidak terfiksasi dengan baik. Akibatnya volvulus (puntiran) terhadap arteri mesenterika superior dapat terjadi, menyebabkan obstruksi dan berujung pada nekrosis. • Bentuk malrotasi dapat berupa  nonrotasi,  rotasi terbalik (situs inversus) dan Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  16. 16.  Malrotasi selalu terjadi bersamaan dengan  gastrokisis  omfalokel  hernia diafragma  penyakit Hirschprung  intususepsi dan atresia (jejunum, duodenum, esofagus) Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  17. 17. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  18. 18.  60% anak, hadir dengan gejala muntah empedu dan perut kembung Gangguan pasase usus selama bulan pertama kehidupan atau segera setelah kelahiran Sisanya 40% hadir kemudian pada masa bayi atau masa kanak-kanak. Ketika volvulus terjadi, drainase vena usus terganggu, menghasilkan iskemia, emesis, nyeri tekan, dan sering feses berdarah.Sp. B, MHKes, FInaCS Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Usus mengalami nekrosis
  19. 19.  Foto abdomen perut umumnya menunjukkan bukti obstruksi Polos abdomen tegak, terlihat bayangan double bubble, spt atresia duodenum dan malrotasi yang menyebabkan obstruksi tepat di bagian ketiga duodenum, disertai bayangan gelembung kecil-kecil yang minim di distal apabila malrotasi terjadi di usus tengah USG H. Herry Setyabisa menunjukkan bukti Dr. perut Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  20. 20.  Perbaikikeadaan umum anak Tindakan pembedahan (Ladd procedure). Apabila ada volvulus, maka usus yang mengalami nekrosis direseksi dan anastomosis. Tindakan bedah baru dikerjakan apabila ada tanda-tanda jelas obstruksi usus yang lengkap, parsial maupun berulang Untuk malrotasi tanpa volvulus , pembedahan elektif Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  21. 21. Obstruksi lumen usus oleh membranutuh, tali fibrosa yang menghubungkandua ujung kantong duodenum yang buntupendek, atau suatu celah antara ujung-ujung duodenum yang tidak bersambung. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  22. 22.  Atresia duodenum atau stenosis duodenum signifikan tidak ditangani, kondisinya akan segera menjadi fatal sebagai akibat gangguan cairan dan elektrolit setengah neonatus yang menderita atresia atau stenosis duodenum lahir prematur Hidramnion terjadi pada sekitar 40% kasus obstruksi duodenum Atresia atau stenosis duodenum paling sering dikaitkan dengan trisomi 21.Dr. H. Herry Setya 22-30% B, MHKes, FInaCS Sekitar Yudha Utama, Sp. pasien obstruksi duodenum
  23. 23. • Bisa ditemukan pembengkakan abdomen bagian atas• Muntah banyak segera setelah lahir, berwarna kehijauan akibat adanya empedu (biliosa)• Muntah terus-menerus meskipun bayi dipuasakan selama beberapa jam• Tidak memproduksi urin setelah beberapa kali buang air kecil• Hilangnya bising usus setelah beberapa kali buang air besar mekonium.• Pengeluaran meconium tercatat pada 30 % pasien• Bayi muntah tanpa disertai distensi abdomen• Ikterik Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  24. 24. Pemberian terapi cairan intravena2. Dilakukan tindakan duodenoduodenostomi foto upright abdomen menunjukkan gambaran klasik “double bubble” Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  25. 25.  Pemberian terapi cairan intravena Dilakukan tindakan duodenoduodenostomi Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  26. 26.  80% bayi yang lahir dengan obstruksi usus akan terlihat buncit Bila obstruksinya tinggi, buncit terbatas di perut bagian atas. Buncit ini tidak tegang, kecuali bila ada perforasi Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  27. 27.  Satu gelembung udara berarti atresia di pylorus yang sangat jarang terjadi. Dua gelembung udara merupakan tanda khas atresia setinggi duodenum. Tiga gelembung biasanya ditemukan pada atresia jejunum. Beberapa gelembung pendek di bagian atas biasanya terdapat pada atresia ileum. Bila gelembung udara cukup banyak sampai dengan rongga pelvis, sangat mungkin terdapat B, MHKes, FInaCS Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. suatu atresia rectum
  28. 28.  Sisa dari duktus omphalomesenteric janin 1% sampai 2% dari populasi Asimtomatik sepanjang hidup, beberapa menyebabkan perdarahan masif, tanpa rasa sakit GI Titik memimpin untuk intususepsi atau dapat memungkinkan memutar (volvulus) dari usus sebelahnya Meckel scan, USG, barium enteroclysis Tatalaksana eksisi bedah FInaCS Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes,
  29. 29.  Kelainan kongenital yang ditandai dengan penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat pergerakan usus yang tidak adekuat karena sebagian dari usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksi ototnya 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki Dilakukan kolostomi sementara dan dilanjutkan Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS Dr. H. Herry Setya Yudha dengan reseksi usus yang
  30. 30.  Cacat dinding perut yang tidak melibatkan umbilikus, di mana isi usus telah berherniasi Setelah dilakukan operasi, pengembalian fungsi usus normal mungkin lambat dan membutuhkan nutrisi parenteral berkepanjangan untuk bayi dengan short bowel syndrome. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  31. 31.  Cacat dinding perut pada umbilikus yang disebabkan oleh kegagalan usus untuk kembali ke dalam perut selama masa janin Berhubungan dengan anomali kongenital lain, terutama cacat jantung, sindrom Beckwith-Wiedemann (pertumbuhan somatik berlebih, hipoglikemia hyperinsulinemic, risiko untuk tumor Wilms), dan komplikasi usus. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  32. 32. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  33. 33.  Cairan yang dilapisi dengan struktur mukosa usus atau lambung Ditemukan dalam mesenterium dan terletak berdekatan dengan usus normal Eksisi bedah Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  34. 34.  Atresia Ani/Anus Imperforata • Kelainan kongenital tanpa anus atau dengan anus tidak sempurna • Insiden 1:5000 kelahiran • Sering sindroma VACTERL Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  35. 35.  MELBOURNE membagi berdasarkan garis pubocoxigeus dan garis yang melewati ischii kelainan disebut : • Letak tinggi, rectum berakir diatas m.levator ani (m.pubo coxigeus) • Letak intermediet, akhiran rectum terletak di m.levator ani • Letak rendah, akhiran rectum berakhir bawah m.levator ani Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  36. 36.  Bayi cepat kembung antara 4-8 jam setelah lahir Tidak ditemukan anus, kemungkinan ada fistula Bila ada fistula pada perineum (mekoneum +) kemungkinan letak rendah Untuk menegakkan diagnosis Atresia Ani adalah dengan anamnesis dan pemeriksaan perineum yang teliti Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  37. 37.  Atresiaani letak tinggi harus dilakukan kolostomi terlebih dahulu Abdominoperineal pullthrough Postero sagital anorectoplasty Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  38. 38.  Agenesis Kandung Empedu Agenesis kandung empedu merupakan kelainan bawaan yang sangat jarang ditemukan. Adanya dua atau tiga buah kandung empedu juga jarang sekali ditemukan. Pada keadaan demikian, muara duktus sistikus dapat mat bervariasi. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  39. 39.  Kandung Empedu Ektopik Kandung empedu ektopik jarang ditemukan, dan bila letaknya intrahepatik, akan menyulitkan sewaktu melakukan kolesistektomi. Sementara itu, kandung empedu yang bergerak bebas karena seluruhnya terletak intraperitoneal dapat menimbulkan torsi kandung empedu. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  40. 40.  Saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal 1 dari 15.000 kelahiran Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  41. 41.  Air kemih bayi berwarna gelap Tinja berwarna pucat Kulit berwarna kuning Berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat Hati membesar Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  42. 42.  Gangguan pertumbuhan Gatal-gatal Rewel Tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati) Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  43. 43.  Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin) USG perut Rontgen perut (tampak hati membesar) Kolangiogram Biopsi hati Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan). Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  44. 44.  Tipe I, atresia dari duktus biliaris komunis Tipe II, atresia dari duktus hepatikus Tipe III, obstruksi atau sumbatan dari saluran empedu makin ke hulu pada jaringan hati yaitu saluran pada porta hepatis dan diatas porta hepatis. Kebanyakan pasien atresia bilier termasuk dalam tipe III, yaitu sebanyak 90%. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  45. 45.  Mengganti saluran empedu Operasi Kasai Transplantasi hati Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  46. 46.  Dilatasi kistik saluran empedu ekstra- hepatik, saluran empedu intra- hepatik, atau keduanya Komplikasi yang paling mengkhawatirkan dari kista koledokus adalah kolangiokarsinoma yang angka kejadiannya berkisar 9 -28 % Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  47. 47.  Tipe I : Pelebaran traktus bilier ekstrahepatis : Ia-sistik, Ib-fokal, Ic-fusiform Tipe II : Divertikula sakulus pada duktus biliaris ekstrahepatik. Tipe III : Pelebaran CBD dalam duodenum, koledokokel Tipe IVa : Pelebaran traktus bilier ekstra dan intrahepatis Tipe IVb : Kista ekstrahepatis multiple Tipe V : Pelebaran duktus intrahepatis (penyakitHerry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS Dr. H. Caroli).
  48. 48.  Eksisi kista koledokus Cystocholedocoyeyunostomi Sfingterektomi transduodenal atau sfingterotomi. Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  49. 49.  Pankreas Anulare • Jarang ditemukan • Menyebabkan obstruksi duodenum derajat tertentu dan juga kadang disertai atresia duodenum • Gejala klinis yang ditemukan berupa tanda obstruksi akut dan nyeri perut yang berulang., mual dan muntah yang berwarna hijau • Terapi pembedahan Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  50. 50.  Pankreas aberans atau pancreas asesorik Eksisi tumor atau reseksi segmen usus Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  51. 51.  Saluran Santorini dan Wirsung tidak berhubungan sehingga pancreas bagian dorsal dan ventral bermuara di duodenum secara terpisah Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kolangiopankreatikografi endoskopi retrograde (ERCP). Penanganannya sedapat mungkin dilakukan secara konservatif Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS
  52. 52.  Asimtomatik Bersamaan dengan penyakit kista di organ lain, misalnya ginjal dan hati Merupakan kelainan bawaan kelenjar eksokrin dari pancreas Konservatif Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp. B, MHKes, FInaCS

×