KEMENTERIAN SOSIAL.RI Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat,Telp/Fax. +6221310341 KEBIJAKAN NASIONAL  PROGRAM REHABILITASI...
<ul><li>NAPZA merupakan masalah Internasional yang memunculkan komitmen global, regional, nasional dalam penanganannya. </...
Dasar Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA <ul><li>UU No. 11 Thn 2009 ttg Kesejahteraan...
PROGRAM REHABILITASI SOSIAL <ul><li>REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI </li></ul><ul><li>REHABILITASI SOSIAL LUAR PANTI </li>...
PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI <ul><li>Rehabilitasi sosial telah dilaksanakan di dalam panti sejak 1973, dengan d...
<ul><li>Kemudian diikut tahun 1977 PSPP Teratai Surabaya, dan tahun 1978 PSPP Insyaf Medan dan Galih Pakuan Bogor. Tahun 1...
LINGKUP TUGAS DAN FUNGSI PANTI <ul><li>Pencegahan : deteksi & pencegahan dini </li></ul><ul><li>Rehabilitasi Sosial: memul...
FUNGSI SOSIAL PANTI <ul><li>Pelayanan langsung </li></ul><ul><li>Pengembangan layanan </li></ul><ul><li>Pusat Informasi Ke...
PROSES REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI 3-6 Mei 2010 Penerimaan Awal  ( wawancara Pendahuluan,  Detoksifikasi, Rujukan ) Re...
REHABILITASI SOSIAL LUAR PANTI <ul><li>Rehabilitasi sosial luar panti sejak tahun 1980an,  saat ini telah dilaksanakan di ...
LINGKUP TUGAS DAN FUNGSI  LUAR PANTI <ul><li>Memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial </l...
LINGKUP REHABILITASI LUAR PANTI <ul><li>Identifikasi </li></ul><ul><li>Bimbingan Mental  </li></ul><ul><li>PBK </li></ul><...
PROGRAM REHABILITASI SOSIAL <ul><li>Peran serta masyarakat dlm rehabilitasi meningkat, ditandai dengan tumbuhnya lembaga-l...
TANTANGAN PENINGKATAN PERAN PELAYANAN & REHABILITASI SOSIAL  <ul><li>Harmonisasi perUU & Perda serta aturan hukum lainnya,...
<ul><li>SDM yg profesional, termasuk Pekerja sosial sebagai pendamping dalam rehabilitasi sosial dan proses pengadilan kas...
 
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bahan seminar di bnn agustus 2010

2,556

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,556
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
102
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bahan seminar di bnn agustus 2010"

  1. 1. KEMENTERIAN SOSIAL.RI Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat,Telp/Fax. +6221310341 KEBIJAKAN NASIONAL PROGRAM REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Disampaikan oleh : Drs. Max H Tuapattimain, M.Si Direktur Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Dalam Rangka Seminar Strategi Nasional Bidang Rehabilitasi,Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, 4 Agustus 2010
  2. 2. <ul><li>NAPZA merupakan masalah Internasional yang memunculkan komitmen global, regional, nasional dalam penanganannya. </li></ul><ul><li>Penyalahgunaan Napza menyakut aspek bio-psiko-sosial – spiritual sehingga sangat kompleks dan membutuhkan penanganan yang komprehensif dan long term . </li></ul><ul><li>Jumlah penyalahgunan NAPZA di Indonesia sebesar 3.6 Juta (1,9%) dari jumlah penduduk di Indonesia (Fenomena Gunung es). + 80 % adalah generasi muda usia antara 15-39 tahun. Dan sekitar 50 % adalah usia 15-29 Tahun. Jika dibiarkan akan terjadi lost generation </li></ul><ul><li>800 ribu orang menggunakan jarum suntik. Data Depkes Maret 2009 kasus HIV dan AIDS berjumlah 17.998 terdiri dari AIDS 11.868 kasus dan HIV 6.130 kasus . D ari jumlah tersebut 49,2 % terinveksi HIV/AIDS karena penasun. </li></ul><ul><li>Dampak penyalahgunaan NAPZA : Sosial, Ekonomi, Kesehatan dan lain-lain. </li></ul>Kondisi Saat Ini
  3. 3. Dasar Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA <ul><li>UU No. 11 Thn 2009 ttg Kesejahteraan Sosial </li></ul><ul><li>UU No. 35 Thn 2010: </li></ul><ul><li>Psl 54 : Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani Rehabilitasi Medik dan Sosial; </li></ul><ul><li>Psl 58 : Rehabsos mantan pecandu narkotika diselenggarakan baik oleh Pemerintah maupun masyarakat; </li></ul><ul><li>Psl 59 (2) Pelaksanaan Ketentuan sebagaimana dimaksud Psl 58 diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial. </li></ul><ul><li>Peraturan Mensos No. 56 /HUK/2009 ttg Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adkitif Lainnya. </li></ul>
  4. 4. PROGRAM REHABILITASI SOSIAL <ul><li>REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI </li></ul><ul><li>REHABILITASI SOSIAL LUAR PANTI </li></ul><ul><li>REHABILITASI SOSIAL BERBASIS </li></ul><ul><li>MASYARAKAT </li></ul>
  5. 5. PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI <ul><li>Rehabilitasi sosial telah dilaksanakan di dalam panti sejak 1973, dengan dikeluarkannya SK Dirjen Urusan anak, Keluarga dan masyarakat Depsos Nomor : 016/KKM/SP/1973 tanggal 1 November 1973 </li></ul><ul><li>Unit Rehabilitasi Sosial Pertama bagi remaja dan korban narkotika dengan nama Wisma Khusnul Khotimah di Cilandak mulai dioperasionalkan tahun 1975. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Kemudian diikut tahun 1977 PSPP Teratai Surabaya, dan tahun 1978 PSPP Insyaf Medan dan Galih Pakuan Bogor. Tahun 1986 didirikan PSPP Mandiri di Semarang dan PSPP Binangkit di Lembang. </li></ul><ul><li>Dalam rangka OTODA, 4 (empat) PSPP diserahkan kepada Pemda (Khusnul Khotimah,Teratai, Binangkit dan Mandiri). </li></ul>PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI
  7. 7. LINGKUP TUGAS DAN FUNGSI PANTI <ul><li>Pencegahan : deteksi & pencegahan dini </li></ul><ul><li>Rehabilitasi Sosial: memulihkan percaya diri, tg jwb thdp diri dan keluarganya, meningkatkan kemampuan phisik & ketrampilan. </li></ul><ul><li>Penyiapan sosial: reintegrasi sosial, persiapan kerja (UEP) </li></ul><ul><li>Pengembangan individu & keluarga: tg jwb sosial utk berpartisipasi aktif menciptakan iklim yg mendukung pemulihan. </li></ul>
  8. 8. FUNGSI SOSIAL PANTI <ul><li>Pelayanan langsung </li></ul><ul><li>Pengembangan layanan </li></ul><ul><li>Pusat Informasi Kesos </li></ul><ul><li>Tempat Rujukan </li></ul>
  9. 9. PROSES REHABILITASI SOSIAL DALAM PANTI 3-6 Mei 2010 Penerimaan Awal ( wawancara Pendahuluan, Detoksifikasi, Rujukan ) Rehabilitasi Sosial Resosialisasi Dan Integrasi Pengembangan Dan Pembinaan Lanjut Assessment Rencana Intervensi Intervensi/ Bimbingan Pemulihan <ul><li>Bimbingan fisik </li></ul><ul><li>Bimbingan mental/psikologis </li></ul><ul><li>Bimbingan sosial </li></ul><ul><li>Bimbingan mental spiritual </li></ul><ul><li>Bimbingan Vokasional </li></ul>PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA 10 Pra Rehabilitasi Terminasi
  10. 10. REHABILITASI SOSIAL LUAR PANTI <ul><li>Rehabilitasi sosial luar panti sejak tahun 1980an, saat ini telah dilaksanakan di 33 provinsi melalui dana dekonsentrasi. </li></ul><ul><li>Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat di 29 provinsi. Selain itu Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) memberikan pelayanan kepada penyandang masalah sosial yang salah satunya termasuk korban NAPZA. </li></ul>
  11. 11. LINGKUP TUGAS DAN FUNGSI LUAR PANTI <ul><li>Memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial </li></ul><ul><li>Mengembangkan sumber potensi SDA & SDM </li></ul><ul><li>Penjangkauan </li></ul><ul><li>Pendampingan </li></ul><ul><li>Rujukan </li></ul><ul><li>Advokasi </li></ul>
  12. 12. LINGKUP REHABILITASI LUAR PANTI <ul><li>Identifikasi </li></ul><ul><li>Bimbingan Mental </li></ul><ul><li>PBK </li></ul><ul><li>Pendampingan </li></ul><ul><li>Bantuan Sosial </li></ul><ul><li>Tersedia Pedoman Juklak khusus utk Kelompok RBM bagi korban penyalahgunaan NAPZA </li></ul>
  13. 13. PROGRAM REHABILITASI SOSIAL <ul><li>Peran serta masyarakat dlm rehabilitasi meningkat, ditandai dengan tumbuhnya lembaga-lembaga pelayanan dan rehabilitasi bagi korban NAPZA. Saat ini telah beroperasi sejumlah 90 Lembaga rehabilitasi yang tersebar di seluruh Indonesia. </li></ul>
  14. 14. TANTANGAN PENINGKATAN PERAN PELAYANAN & REHABILITASI SOSIAL <ul><li>Harmonisasi perUU & Perda serta aturan hukum lainnya, termasuk MOU. </li></ul><ul><li>Standarisasi dan akreditasi lembaga pelayanan r ehabilitasi sosial penanggulangan korban Napza. </li></ul><ul><li>Perencanaan intervensi bersifat spesifik yg mencakup aspek bio-psikososial. </li></ul><ul><li>Manajemen kasus yg baik & koordinasi pelayanan rehabilitasi antar tim profesional. </li></ul><ul><li>Informasi terkait perkembangan kasus setiap klien terdokumentasikan secara manual dan elektronik. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>SDM yg profesional, termasuk Pekerja sosial sebagai pendamping dalam rehabilitasi sosial dan proses pengadilan kasus penyalahgunaan NAPZA. </li></ul><ul><li>Peningkatan peran masyarakat, termasuk dunia usaha dlm penanggulangan penyalahgunaan NAPZ A </li></ul>TANTANGAN PENINGKATAN PERAN PELAYANAN & REHABILITASI SOSIAL
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×