Teori dasar motor AC
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,426
On Slideshare
1,426
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
58
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Disusun Oleh : Dian Herpadiana MOTOR LISTRIK
  • 2. Apakah yang dimaksud dengan Motor Listrik? Motor Listrik adalah sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak/mekanik
  • 3. Cara Kerja Motor Listrik  Arus Listrik dalam medan magnet akan menghasilkan gaya.  Jika kawat yang dialiri listrik dibengkokan menjadi sebuah loop/lingkaran, maka pada kedua sisi loop akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.  Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/torque untuk memutar kumparan.  Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnet yang dihasilkan oleh susunan elektromagnetnya disebut kumparan medan.
  • 4. Jenis-jenis Motor Listrik
  • 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi Effesiensi Motor  Usia. Motor baru lebih effesien.  Kapasitas. Effesiensi motor meningkat sebanding dengan kapasitasnya  Kecepatan. Motor dengan kecepatan lebih tinggi, biasanya lebih effisien.  Jenis. Motor jenis kandang tupai biasanya lebih effisien daripada motor cincin geser.  Suhu. Motor yang didinginkan oleh fan tertutup total (TEFC) lebih effesien daripada screen protected drip-proof (SPDP)  Penggulungan ulang motor menyebabkan penurunan effesiensi.  Beban mempengaruhi effesiensi (beban effesien 50-100%).
  • 6. PERAWATAN MOTOR LISTRIK  SALAH SATU KUNCI UNTUK MEMPERTAHANKAN EFFESIENSI DAN KINERJA MOTOR LISTRIK ADALAH PERAWATAN RUTIN.  CATATAN YANG TERTULIS YANG BERISI TANGGAL, ITEM YANG DIPERIKSA, PERAWATAN YANG DILAKUKAN DAN KONDISI MOTOR ADALAH PENTING BAGI PROGRAM PEMELIHARAAN RUTIN YANG EFEKTIF. DARI CATATAN TERSEBUT, SETIAP PERMASALAHAN SPESIFIK PADA SETIAP APLIKASI DAPAT DIKENALI DAN DIPECAHKAN SECARA RUTIN UNTUK MENGHINDARI GANGGUAN DAN KERUGIAN PRODUKSI.  BERIKUT ADALAH HAL-HAL YANG HARUS DILAKSANAKAN PADA PROSES PERAWATAN MOTOR LISTRIK:  Usahakan motor dalam keadaan bersih, perhatikan Motor dari kotoran dan karatan.  Jadwalkan pelumasan bearing motor yang teratur sesuai dengan spesifikasinya.  Periksa temperatur, suara dan getaran motor. Temperatur yang tinggi, suara yang kasar dan atau getaran yang tinggi menunjukan gejala-gejala ketidak beresan pada motor tersebut.  Pada motor DC senantiasa periksa carbon brush dan komutatornya.
  • 7. Kotoran Dan Karatan 1. Lap, Sikat, Vacuum atau semprot dengan angin kotoran dari rangka dan sirip-sirip pendingin motor. Motor yang kotor akan cepat panas, pada saat kotoran tebal menutupi rangka motor dan menyumbat sirip-sirip pendingin, maka hal itu mengurangi aliran udara pendingin. Sedangkan Panas akan mengurangi umur isolasi gulungan dan mempercepat kerusakan motor. 2. Rasakan hembusan udara pada kipas pendinginnya. Jika aliran udara kecil atau tidak stabil dimungkinkan mungkin tersumbat. Berikan perawatan pada motor tersebut dengan segera membersihkannya. 3. Lihat kemungkinan tanda karatan. Karat yang banyak menunjukan adanya pembusukan dibagian internal dan memerlukan pengecetan di bagian luarnya. Jadwalkan motor dari untuk perawatan yang sempurna dan pengecetan ulang. 4. Pada lingkungan korosif (mudah menyebabkan karat) atau basah, buka box terminal motor dan periksa dari kerusakan isolasi dan karatan pada terminal kabelnya. Perbaiki dengan segera.
  • 8. Pelumasan  Rancangan motor modern pada umumnya menyediakan suatu persediaan pelumas yang cukup didalam rumah bearing. Pelumasan bearing dijadwalkan, berdasar atas rekomendasi dari pabrik pembuat, sehingga memberikan umur bearing yang maksimal/panjang.  Sebelumnya bersihkanlah perlengkapan pelumas sebelum memberikan pelumasan pada bearing. Kotoran yang masuk bersama pelumas menyebabkan kerusakan yang lebih bahaya dibanding kekurangan pelumas.  Terlalu banyak pelumas dapat menyebabkan bearing kelebihan pelumas dan menyebabkan panas, sehingga memendekkan hidup mereka.  Pelumas berlebihan dapat menyebabkan pelumas tersebut masuk ke dalam motor dan menyebabkan kerusakan atau kebocoran isolasi.  Banyak motor kecil dibuat dengan pelumasan bearing yang sudah permanen. Motor tersebut tidak dapat dan tidak harus diberi pelumasan kembali
  • 9. Panas, Suara dan Getaran  Rasakan rangka dan bearing motor dari panas atau getaran yang berlebih. Dengarkan dari suara yang tak normal. Semua itu menunjukan adanya ketidak beresan pada motor. Segera telusuri penyebabnya dan hilangkan sumber yang menyebabkan panas, getaran dan suara yang tak normal.
  • 10. Isolasi Gulungan  Ketika catatan perawatan menunjukan gejala yang berulang akan terjadinya kerusakan pada gulungan motor, periksa isolasi gulungan dengan menggunakan tester resistansi isolasi (Megger). Pengetesan tersebut sangat penting terutama bagi motor yang beroperasi dalam lingkungan basah dan korosif atau pada lingkungan dengan temperature tinggi.
  • 11. Carbon Brush dan Komutator (Pada Motor DC) 1. Perhatikan Brush pada saat motor beroperasi. Brush harus berada pada komutator dengan rata sehingga hanya sedikit atau tidak terjadi percikan api dan tidak ada suara yang berisik. 2. Hentikan Motor. Pastikan hal-hal berikut: - Brush bergerak bebas pada holder dan tekanan pegas pada setiap brush sama. - Setiap brush mempunyai permukaan gesekan yang rata, yang menunjukan bahwa penyetelannya sudah benar. - Komutatornya bersih, lembut dan mempunyai suatu permukaan yang berwarna cokelat mengkilat pada tempat berpijaknya brush. CATATAN: Usahakan brush berada pada holder aslinya. Menukar brush mengurangi kestabilan komutator. - Tidak terdapat cacat alur pada komutator . Jika terdapat alur yang cacat pada komutator maka segera lakukan perawatan (dibubut) karena itu menunjukan masalah yang fatal. 3. Ganti brush jika dimungkinkan tidak akan bertahan sampai jadwal pemeriksaan yang berikutnya. 4. Kemudian bersihkan material asing dari alur komutator dan dari brush holder. 5. Percikan api pada brush, suara gesekan yang berlebihan, keausan pada komutator menunjukan permasalahan motor yang memerlukan perawatan.