Osmosis
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
5,835
On Slideshare
5,835
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
71
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIAPERBEDAAN DAYA OKSIDASI HALOGEN Oleh : Hero Mega Anarki XII IPA 5 14SMA NEGERI 1 TASIKMALAYA
  • 2. PERBEDAAN DAYA OKSIDASI HALOGENI. Judul Eksperimen : Menyelidiki Proses OsmosisII. Tujuan : Siswa diharapkan dapat memahami proses perpindahan partikel dalam Proses OsmosisIII. Dasar Teori : Osmosis adalah peristiwa mengalirnya molekul-molekul pelarut ke dalam larutan secara spontan melalui selaput semipermeabel, atau peristiwa mengalirnya molekul- molekul zat pelarut dari larutan yang lebih encer kelarutan yang lebih pekat. Proses osmosis terdapat kecenderungan untuk menyetimbangkan konsentrasi antara dua larutan yang saling berhubungan melalui membran. Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut. J.H. Vant Hoff menemukan hubungan antara tekanan osmotik larutan-larutan encer dengan persamaan gas ideal, yang dituliskan seperti berikut π = M.R.T Keterangan : π = tekanan osmotik larutan (atmosfir) M = molaritas larutan (mol/L) R = konstanta gas = 0,08205 L atm mol-1 K-1 T = suhu mutlak (°C + 273) K
  • 3. Tekanan osmosis• Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.• Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.• Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis.
  • 4. IV. Alat dan BahanNo. Nama Alat / Bahan Satuan Jumlah 1 Termometer -10°C sd. 110°C 1 2 Gelas Kimia 500 ml 4 3 Spatula kaca Normal 1 4 Sendok Normal 1 5 Larutan Garam Dapur Jenuh Secukupnya 6 Larutan Gula Jenuh Secukupnya 7 Aquadest Murni Secukupnya 8 Buah-buahan berair dan berkulit halus Sedang Secukupnya (misalnya : tomat, mentimun, belimbing, stroberi) 9 Telur Sedang 4 butirV. Produk Kerja A. Pruduk Kerja I 1.Buatlah larutan garam jenuh dan larutan gula jenuh dalam gelas kimia serta aquadest dalam gelas kimia lainnya. 2.Masukkanlah buah-buahan berair dan berkulit halus ke dalam ketiga gelas tadi. 3.Amati perubahan yang terjadi setiap hari selama beberapa hari, catat hasilnya dan diskusikan hasilnya dengan teman-teman. B. Produk Kerja II 1. Hilangkan kulit telur yang keras dengan cara melarutkannya dalam larutan HCl 2. Ambilah 3 buah gelas kimia yang masing-masing diisi dengan larutan garam jenuh, larutan gula jenuh dan aquadest 3. Masukkan ke dalam masing-masing gelas telur yang sudah di hilangkan cangkang kerasnya. 4. Amati perubahan yang terjadi selama beberapa jam dan selama beberapa hari. Bandingkan volume ketiga butir teur tersebut, mengaap demikian ? diskusikan hasil pengamatan anda dengan teman.
  • 5. VI. Hasil Pengamatan A. Hasil Pengamatan Produk Kerja I Pada pengamatan ini kami memakai mentimun dan tomat. No Perlakuan Hasil Pengamatan 1 Mentimun dan tomat yang dimasukan Mentimun dan tomat yang ke dalam larutan garam jenuh dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh, setelah beberapa hari menjadi mengkerut karena air di luar lebih pekat. Jadi air dari dalam mentimun dan tomat keluar, sehingga menti- mun dan tomat meng-kerut. 2 Mentimun dan tomat yang dimasukan Mentimun dan tomat yang ke dalam larutan gula jenuh dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh, setelah beberapa hari menjadi mengkerut karena air di luar lebih pekat. Jadi air dari dalam mentimun dan tomat keluar, sehingga menti-mun dan tomat meng-kerut. 3 Mentimun dan tomat yang dimasukan Mentimun dan tomat yang ke dalam air dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh, setelah beberapa hari menjadi mengembang karena air di dalam buah lebih pekat. Jadi air di luar masuk ke dalam buah, sehingga mentimun dan tomat mengembang. B. Hasil Pengamatan Produk Kerja II Kulit telur yang keras di hilangkan terlebih dahulu menggunakan larutan HCl. Larutan HCl ini bersifat asam dan merusak. Sehingga kulit telur yang keras bisa hilang. No Perlakuan Hasil Pengamatan 1 Telur yang dimasukan ke dalam larutan Telur yang dimasukkan ke dalam
  • 6. garam jenuh larutan garam jenuh, setelah beberapa hari menjadi mengkerut karena air di luar lebih pekat. Jadi air dari dalam telur, sehingga telur mengkerut. 2 Mentimun dan tomat yang dimasukan Telur yang dimasukkan ke dalam ke dalam larutan gula jenuh larutan garam jenuh, setelah beberapa hari menjadi mengkerut karena air di luar lebih pekat. Jadi air dari dalam telur keluar menuju lingkungan, sehingga telur mengkerut. 3 Mentimun dan tomat yang dimasukan Telur yang dimasukkan ke dalam ke dalam air air, setelah beberapa hari menjadi mengembang karena air di dalam telur lebih pekat. Jadi air dari dilingkungan sehingga telur mengembang.VII. Analisis A. Diskusi 1. Diskusi Produk Kerja I Hasil dari diskusi adalah : • Larutan garam jenuh lebih pekat dibandingkan larutan gula jenuh. • Buah-buhan yang dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh lebih mengkerut dibandingkan dimasukkan ke dalam larutan gula jenuh. Hal ini disebabkan larutan garam jenuh lebih pekat dibandingkan larutan gula jenuh. • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis. • Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis. • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis. 2. Diskusi Produk Kerja II Hasil dari diskusi adalah :
  • 7. • Kulit telur dihilangkan menggunakan larutan HCl. HCl ini merupakan larutan bersifat asam kuat yang bersifat merusak kulit telur yang keras. • Telur yang dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh lebih mengkerut dibandingkan dimasukkan ke dalam larutan gula jenuh. Hal ini disebabkan larutan garam jenuh lebih pekat dibandingkan larutan gula jenuh. • Volume ketiga telur tersebut berubah dan berbeda-beda setelah dimasukkan ke dalam tiga larutan yang berbeda-beda. • Volune telur yang dimasukkan ke dalam larutan garam jenuh lebih kecil dibandingkan volume telur yang dimasukkan ke dalam larutan gula jenuh. Volume telur yang dimasukkan ke dalam air paling besar dibandingan yang lainnya.B. Pertanyaan dan Jawaban  Pertanyaan dan Jawaban Produk I 1. Bagaimana cara membuat larutan jenuh ? 2. Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada buah-buahan yang dimasukkan ke dalam larutan jenuh dengan yang dimasukkan ke dalam aquadest ? Jawaban 1. Masukkan garam atau gula secukupnya ke dalam tabung reaksi reaksi yang berisi air, aduk sampai rata. Diamkan larutan tersebut hingga ada endapan, apabila ada endapan maka larutan itu merupakan larutan lewat jenuh. Namun, larutan yang ada diatas endapan tersebut merupakan larutan tepat jenuh. 2. Perubahan yang terjadi adalah : o Buah-buahan yang dimasukkan ke dalam larutan jenuh menjadi mengkerut. Hal ini disebabkan air dilingungan lebih pekat dibandingkan air di dalam buah. o Sedangkan buah-buahan yang dimasukkan ke dalam aquades menjadi mengembang. Hal ini disebabkan karena air di lingkungan lebih encer dibandingkan di dalam bauh.  Pertanyaan dan Jawaban Produk II 1. Mengapa kulit telur yang keras larut di dalam larutan HCl ?
  • 8. 2. Jika tidak tersedia larutan HCl, larutan apa yang dapat menggantikannya? 3. Bagaimanakah perubahan yang di alami telur setelah direndam ? Jawaban 1. Karena adanya reaksi CaCO3 + HCl CaCl2 + H2O + CO2 2. Larutan asam yang lainnya (misalnya cuka (CH3COOH), asam sulfat (H2SO4)) 3. Perubahan yang terjadi adalah : o Telur yang dimasukkan ke dalam larutan jenuh menjadi mengkerut. Hal ini disebabkan air dilingungan lebih pekat dibandingkan air di dalam telur. o Sedangkan telur yang dimasukkan ke dalam aquades menjadi mengembang. Hal ini disebabkan karena air di lingkungan lebih encer dibandingkan di dalam telur.VIII. Kesimpulan Kesimpulan dari eksperimen ini adalah : • Larutan garam jenuh lebih pekat di bandingkan larutan gula jenuh. • Osmosis terjadi perpinadahan air dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang encer • Kulit telur dihilangkan menggunakan larutan HCl. HCl ini merupakan larutan bersifat asam kuat yang bersifat merusak kulit telur yang keras.DAFTAR PUSTAKAJohari, JMC dan Rachmawati,M.2011.Chemistry 3A fos Senior High School Grade XII Semester 1.Jakarta : Esis.