Psikologi Umum

73,386 views
73,159 views

Published on

5 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
73,386
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
585
Comments
5
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Psikologi Umum

  1. 1. RESENSI BUKU Judul Buku : PSIKOLOGI UMUM Pengarang : Drs. H. Abu Ahmadi Disusun Oleh : Nanan hermansyah Kelas I C Biologi
  2. 2. BAB I PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN METODE PSIKOLOGI <ul><li>1. Pengertian dan definisi psikologi </li></ul><ul><li>psikologi berasal dari perkataan yunani “ psyche “ yang artinya jiwa dan “ logos “ yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai macam – macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakngnya. </li></ul><ul><li>secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala – gejala jiwa manusia. </li></ul>
  3. 3. 2.Ruang lingkup psikologi ditinjau dari segi objeknya psikologi dapat dibedakan menjadi dua golongan besar, yaitu : a. psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia. b. psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan. 3. metode – metode psikologi berdasarkan renungan dan pengalaman – pengalaman didapatkan metode sebagai berikut : a. metode yang bersifat filosofis. b. metode yang bersifat empiris
  4. 4. Refleksi <ul><li>Psikologi pada umumnya mempelajari tingkah laku manusia , atau ilmu yang mempelajari tentang gejala –gejala manusia . </li></ul><ul><li>Ada juga psikoloi yang menyelidik hewan , yang umumnya disebut psikologi hewan </li></ul><ul><li>Dengan ilmu psikologi manusia tidak ragu-ragu lagi mengubah cara-cara hidup, tingkah laku dan pergaulan dalam masyarakat </li></ul>
  5. 5. BAB II MACAM – MACAM PSIKOLOGI DAN PENERAPANNYA <ul><li>1. PEMBAGIAN BERDASARKAN OBJEK YANG DISELIDIKI </li></ul><ul><li>Psikologi umum : yaitu ilmu jiwa yang mempelajri gejala – gejala kejiwaan manusia dewasa yang normal dan beradab. </li></ul><ul><li>Psikologi khusus : yaitu ilmu jiwa yang mempelajari sifat – sifat khusus dari gejala – gejala kejiwaan manusia. </li></ul><ul><li>2. PEMBAGIAN BERDASARKAN KEGUNAANNYA </li></ul><ul><li>Psikologi teoritis. </li></ul><ul><li>Psikologi praktis </li></ul>
  6. 6. <ul><li>3. PSIKOLOGI DAN PENERAPANNYA </li></ul><ul><li>Bidang – bidang profesi dan bidang kehidupan dalam mana psikologi diterapkan, diantaranya yang pokok adalah : </li></ul><ul><li>Pendidikan dan pengajaran. </li></ul><ul><li>Bimbingan dan penyuluhan. </li></ul><ul><li>Hubungan kemasyarakatan </li></ul><ul><li>Kepemimpinan </li></ul><ul><li>kriminal </li></ul>
  7. 7. Refleksi <ul><li>Psikologi umum pada umumnya mempelajari sifat – sifat manusia , artinya persamaan – persamaannya dari manusia dewasa, yang normal dan beradab. </li></ul><ul><li>psikologi khusus menyelidiki sifat – sifat yang berbeda pada manusia, seperti berbeda umur, kelamin, lapangan hidup dll. </li></ul><ul><li>Psikologi banyak memberikan sumbangan dan manfaat yang berarti pada bidang-bidang profesi lain. </li></ul>
  8. 8. BAB III GEJALA PENGENALAN ( KOGNISI ) <ul><li>PENGINDRAAN DAN PENGAMATAN </li></ul><ul><li>agar individu dapat menyadari sesuatu, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi yaitu : </li></ul><ul><li>Adanya objek yang diamati </li></ul><ul><li>Alat indra yang cukup baik </li></ul><ul><li>Adanya perhatian </li></ul><ul><li>pengindraan : ialah penyaksian indra kita atas rangsang yang merupakan suatu kompleks </li></ul><ul><li>pengamatan : ialah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang </li></ul>
  9. 9. 2. TANGGAPAN Dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan, dalam mana objek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. 3. REPRODUKSI DAN ASOSIASI Reproduksi : pemunculan tanggapan – tanggapan dari keadaan dibawah sadar kedalam kedaan disadari asosiasi tanggapan : sangkut paut antara tanggapan satu dengan yang lain didalam jiwa. 4. INGATAN ( MEMORI ) ingatan : kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan –kesan 5. FANTASI ( KHAYALAN ) khayalan : kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan atau bayangan – bayangan baru. 6. BERPIKIR berpikir : aktivitas fsikis yang intensional dan terjadi apabila seseorang menjumpai masalah yang harus dipecahkan 7. INTELIGENSI ( KECERDASAN ) inteligensi : daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan mempergunakan alat – alat berpikir menurut tujuannya. 8. INTUISI intuisi : pandangan batiniah yang serta merta tenbus mengenai satu peristiwa atau kebenaran, tanpa perurutan pikiran, mirip ilham 9. PENGAMATAN MELALUI PANCA INDRA
  10. 10. Refleksi <ul><li>Individu mengenal dunia sekitarnya dengan menggunakan alat indranya . Bagaimana individu dapat menyadari keadaan sekitar, merupakan persoalan yang berhubungan dengan penginderaaan dan pengamatan. </li></ul><ul><li>Pada umunya penginderaan selalu disusul dengan pengamatan, terutama rangsang-rangsang yang menarik perhatian kita. Pengamatan hanya dapat dilakukan oleh manusia, hewan dan bayi tidak dapat melakukannya. </li></ul>
  11. 11. BAB IV GEJALA PERASAAN <ul><li>PENGERTIAN PERASAAN </li></ul><ul><li>perasaan : suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif. </li></ul><ul><li>PERASAAN DAN GEJALA – GEJALA KEJASMANIAN </li></ul><ul><li>tanggapan – tanggapan tubuh terhadap perasaan dapat berwujud : </li></ul><ul><li>- mimik </li></ul><ul><li>- pantomimik </li></ul><ul><li>- gejala pada tubuh </li></ul><ul><li>MACAM – MACAM PERASAAN </li></ul><ul><li>ada empat macam tingkatan dalam perasaan ( Max scheler ) : </li></ul><ul><li>1) perasaan tingkat sensoris </li></ul><ul><li>2) perasaan kejiwaan </li></ul><ul><li>3) perasaan kepribadian </li></ul>
  12. 12. <ul><li>AFFEK DAN STEMMING </li></ul><ul><li>affek : rasa ketegangan hebat kuat yang timbul dengan tiba – tiba dalam waktu singkat, tidak disadari dan disertai dengan gejala – gejala jasmaniah yang hebat. </li></ul><ul><li>stemming : susana hati byang berlangsung agak lama, lebih tenang, berkesinambungan, dan ditandai dengan ciri – ciri perasaan senang atau tidak senang. </li></ul><ul><li>SIMPATI DAN EMPATI </li></ul><ul><li>simpati : suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain. </li></ul><ul><li>empati : kecenderungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut. </li></ul>
  13. 13. Refleksi <ul><li>Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh sebab itu tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu tidak sama dengan tanggapan perasaan orang lain, terhadap hal yang sama. </li></ul>
  14. 14. BAB V GEJALA KEMAUAN <ul><li>1. PENGERTIAN KEMAUAN </li></ul><ul><li>Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psukis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan tujuan. </li></ul><ul><li>2. HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEJASMANIAN </li></ul><ul><li>1) Tropisme </li></ul><ul><li>2) REfleks </li></ul><ul><li>3) Insting </li></ul><ul><li>4) Automatisme </li></ul><ul><li>5) Kebiasaan </li></ul><ul><li>6) Nafsu </li></ul><ul><li>7) Keinginan </li></ul><ul><li>8) Kecenderungan </li></ul><ul><li>9) Hawa nafsu </li></ul><ul><li>10) Kemauan </li></ul>
  15. 15. <ul><li>3. HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEMAUAN </li></ul><ul><li>Kemauan : dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup tertentu dan dikendalikan oleh pertibangan akal budi. </li></ul><ul><li>Hal – hal yang mempengaruhi kemauan : </li></ul><ul><li>Keadaan fisik </li></ul><ul><li>Keadaan materi </li></ul><ul><li>Keadaan lingkungan </li></ul><ul><li>Kata hati </li></ul><ul><li>4. MOTIF DAN MACAMNYA </li></ul><ul><li>Motif : Dorongan yang datang dari dalam diri untuk berbuat </li></ul><ul><li>Macam – macam motif (Woodworth dan Marquis) : </li></ul><ul><li>Motif tang berhubungan dengan kebutuhan kejasmanian </li></ul><ul><li>Motif darurat </li></ul><ul><li>Motif obyektif </li></ul>
  16. 16. Refleksi <ul><li>Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiawaan manusia yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan, kemauan bisa disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kemauan dipengaruhi oleh keadaan dalam diri dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Dengan modal kemauan yang kuat orang dapat memilih jalan yang sebaik-baiknya untuk dilalui. </li></ul>
  17. 17. BAB VI GEJALA CAMPURAN <ul><li>1.PERHATIAN </li></ul><ul><li>Perhatian : keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek baik di dalam maupun diluar dirinya. </li></ul><ul><li>Faktor yang mempengaruhi perhatian : </li></ul><ul><li>1) Pembawaan </li></ul><ul><li>2) Latihan dan kebiasaan </li></ul><ul><li>3) Kebutuhan </li></ul><ul><li>4) Kewajiban </li></ul><ul><li>5) Keadaan jasmani </li></ul><ul><li>6) Suasana jiwa </li></ul><ul><li>7) Suasana di sekitar </li></ul><ul><li>8)Kuat atau tidaknya perangsang dari obyek itu sendiri </li></ul><ul><li>2.KELELAHAN </li></ul><ul><li>Kelelahan disebabkan karena berlangsungnya suatu aktifitas baik aktifutas jasmani maupun rohani. </li></ul><ul><li>3.SUGESTI </li></ul><ul><li>Sugesti : pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang , sehingga pikiran , perasaan dan pikirannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang di kehendaki dari padanya. </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Cara untuk menyugesti : </li></ul><ul><li>1) Dengan membujuk </li></ul><ul><li>2) Dengan memuji </li></ul><ul><li>3) Dengan menakut – nakuti </li></ul><ul><li>4) Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan </li></ul>
  19. 19. Refleksi <ul><li>Perhatian berhubungan erat dengan kesadaran jiwa terhadap sesuatu obyek yang direaksi pada sesuatu waktu. Terang tidaknya kesadaran kita tehadap sesuatu obyek tetentu tidak tetap, ada kalanya kesadaran kita meningkat dan ada kalanya menurun. </li></ul>
  20. 20. BAB VII BERPIKIR DAN INTELIGENSI <ul><li>Proses berpikir </li></ul><ul><li>proses pemecahan maslah itu disebut proses berpikir </li></ul><ul><li>ada beberapa macam pemecahan masalah : </li></ul><ul><li>- dengan insting </li></ul><ul><li>- dengan kebiasaan – kebiasaan </li></ul><ul><li>- dengan aktifitas berpikir </li></ul><ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>pengertian : hasil proses berpikir yang merupakan rangkuman sifat –sifat pokok dari suatu barang atau kenyataan yang dinyatakan dalam satu perkataan </li></ul><ul><li>Pendapat </li></ul><ul><li>pendapat : hasil pekerjan pikir meletakan hubungan antara tanggapan satu dengan yang lain, antara pengertian satu dengan pengertian yang lain, yang dinyatakan dalam satu kalimat </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul><ul><li>kesimpulan : suatu pendapat baru yang dibentuk dari pendapat – pendapat lain yang telah ada </li></ul><ul><li>Bentuk –bentuk berpikir </li></ul><ul><li>1) berpikir dengan pengalaman </li></ul><ul><li>2) berpikir representatif </li></ul><ul><li>3) berpikir kreatif </li></ul><ul><li>4) berpikir reproduktif </li></ul><ul><li>5) berpikir rasional </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Inteligensi </li></ul><ul><li>inteligensi : situsi kecerdasan pikir, sifst – sifst perbuatan cerdas ( inteligen ) </li></ul><ul><li>Intuisi </li></ul><ul><li>intuisi : kemampuan jiwa manusia dalam mendapatkan kesimpulan dari suatu soal tanpa uraian, tanpa ketenangan dan tanpa analisa apapun </li></ul><ul><li>Korelasi </li></ul><ul><li>macam – macam korelasi : </li></ul><ul><li>1) korelasi positif </li></ul><ul><li>2) korelasi negatif </li></ul><ul><li>3) korelasi kausal </li></ul><ul><li>Gangguan berpikir : </li></ul><ul><li>1) oligoprenia </li></ul><ul><li>2) idiola </li></ul><ul><li>3) imbesila </li></ul><ul><li>4) debilita </li></ul><ul><li>5) demensia </li></ul><ul><li>6) delusia </li></ul><ul><li>7) obsesia </li></ul>
  22. 22. Refleksi <ul><li>Berpikir selalu berhubungan dengan masalah, baik masalah yang timbul dar situasi masa kini, masa lampau, dan mungkin masalah yang beum terjadi. </li></ul><ul><li>Kecerdasan tidak mungkin tumbuh melampaui batas kecerdasan yang ditentukan oleh bakat </li></ul>
  23. 23. BAB VIII MANUSIA, PEMBAWAAN DAN LINGKUNGAN <ul><li>Manusia dan perkembangannya </li></ul><ul><li>teori – teori perkembangan : </li></ul><ul><li>1) teori nativisme </li></ul><ul><li>2) teori empirisme </li></ul><ul><li>3) teori konvergensi </li></ul><ul><li>Faktor pembawaan dan lingkungan </li></ul><ul><li>faktor endogen ialah sifat yang dibawa oleh individu sejak dalam kandungan hingga kelhiran. </li></ul><ul><li>faktor eksogen ialah faktor yang datang dari luar diri individu, alam sekitar, pendidikan, dsb. </li></ul><ul><li>Kelainan fsikis </li></ul><ul><li>dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis : </li></ul><ul><li>1) keterbelakangan mental </li></ul><ul><li>2) kelainan seksual </li></ul><ul><li>3) psikoneurosis </li></ul><ul><li>4) psikosis </li></ul><ul><li>5) psikopathi </li></ul>
  24. 24. Refleksi <ul><li>Manusia adalah merupakan mahluk hidup yang lebih sempurna bila dibandingkan dengan mahluk hidup lain </li></ul><ul><li>Akibat dari unsur-unsur kehidupan yang ada pada manusia, manusia berkembang dan mengalami perubahan-perubahan, baik perubahan dalam segi fisiologik maupun perubahan psikologik </li></ul><ul><li>Manusia dalam perkembangannya dipengaruhi oleh faktor endogen dan eksogen (lingkungan) </li></ul>
  25. 25. BAB IX ILMU – ILMU JIWA YANG LAIN <ul><li>Ilmu jiwa modern </li></ul><ul><li>perbedaan antara ilmu jiwa modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi : </li></ul><ul><li>1) telah lepas dari filsafat dan berdiri sendiri. </li></ul><ul><li>2) telah mempunyai metode penyelidikan tertentu. </li></ul><ul><li>3) mempunyai cara tertentu didalam obyek yang diselidiki, meski obyeknya sebagian masih tetap kesadaran. </li></ul><ul><li>2. Ilmu jiwa dalam </li></ul><ul><li>3. Ilmu jiwa kepribadian </li></ul><ul><li>4. Ilmu jiwa sosial </li></ul><ul><li>5. Ilmu watak </li></ul>
  26. 26. Refleksi <ul><li>Ilmu jiwa dalam persembahannya mengalami suatu revolusi </li></ul><ul><li>sebelum revolusi ilmu jiwa masih bernaung dibawah payung filsapat, belum berdiri sendiri sebagai cabang pengetahuan </li></ul><ul><li>semua ilmu pengetahuan dahulu tergabung didalam filsapat. Kemudian sesuai dengan kemajuan ilmu itu, maka ia berusaha melepaskan diri dari filsapat dan berdiri sendiri sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan </li></ul>

×