Your SlideShare is downloading. ×
0
REPRESENTASI PENGETAHUAN SISTEM PAKAR Herman Tolle, ST., MT.
Outline <ul><li>Knowledge Acquisition </li></ul><ul><li>Knowledge Representation </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro U...
Knowledge Acquisition <ul><li>The Objective of Knowledge Acquisition (KA) </li></ul><ul><li>To compile a body of knowledge...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sources of Knowledge <ul><li>Expert </li></ul><ul><li>End User </li></ul><ul><li>Multiple Expert </li></ul><ul><li>Report ...
Major Elicitation Task Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Knowledge Acquisition Method <ul><li>Olson and Rueter (1987) : </li></ul><ul><li>Direct  : involved the articulation by do...
Types of Questions <ul><li>Direct     to get specific information  “What does … mean?” “Is … true ?” </li></ul><ul><li>In...
<ul><li>Probes     the questions that will provide further information on the issue from the expert. “ Can you explain wh...
<ul><li>Knowledge Engineer </li></ul><ul><li>“ What issues do you consider to determine if the pump needs to be replaced?”...
<ul><li>KE </li></ul><ul><li>“ How do you determine if the pump is bad? “ </li></ul><ul><li>DE </li></ul><ul><li>“ I first...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Representasi Pengetahuan <ul><li>Knowledge Representation: </li></ul><ul><li>Definisi dlm ES : Metode yang digunakan untuk...
<ul><li>Bahasa representasi harus dapat membuat seorang programmer mampu mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk...
Types of Knowledge <ul><li>Procedural Knowledge </li></ul><ul><li>Declarative Knowledge </li></ul><ul><li>Meta Knowledge <...
Procedural Knowledge <ul><li>Procedural Knowledge describes  how  a problem solved. (Menjelaskan  bagaimana  suatu masalah...
Declarative Knowledge <ul><li>Declarative knowledge describes  what  is known about a problem. (Menjelaskan apa yang diket...
Meta Knowledge <ul><li>Meta knowledge describes knowledge about knowledge.  </li></ul><ul><li>This type of knowledge is us...
Heuristic Knowledge <ul><li>Heuristic knowledge describes  rule of thumb that guides the reasoning process ( shallow knowl...
Structural Knowledge <ul><li>Structural Knowledge describe knowledge structures </li></ul><ul><li>This type describe an ex...
Knowledge Representation Techniques  (by Barr and Feigenbaum, 1981) <ul><li>Object-attribute-value triples </li></ul><ul><...
OBJECT-ATTRIBUTE-VALUE (OAV) Triplets <ul><li>Object  dapat berupa bentuk fisik atau konsep </li></ul><ul><li>Atribut  ada...
<ul><li>Facts    Proposition </li></ul><ul><li>Proposisi : Sebuah pernyataan yang bisa bernilai  True  (Benar) atau  Fals...
<ul><li>Fakta Nilai Tunggal ( Single-Valued Facts ) : atribut yang hanya memiliki satu nilai tunggal </li></ul><ul><ul><li...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Single Value vs Multiple Value Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
<ul><li>Jika sebuah  value  dipilih dari list, maka sistem akan men-set  value  tersebut pada  working memory  menjadi  TR...
UNCERTAIN FACTS (Fakta Taktentu) <ul><li>World is not black or white , dunia bukan hitam atau putih. </li></ul><ul><li>Kit...
OAV: Uncertainty Fact Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Fuzzy Facts <ul><li>Fuzzy logic menyediakan metode untuk merepresentasikan istilahistilah yang  ambigous  ( ambigous terms...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
LOGIKA <ul><li>Logika  merupkan suatu pengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran, sistem kaidah dan prosedur yang mem...
Logic <ul><li>Logic is a formal language for representing information such that conclusions can be drawn </li></ul><ul><li...
Example <ul><li>Language of arithmetic </li></ul><ul><ul><li>4x+y > 0 is a sentence, 4x<y0 is not </li></ul></ul><ul><ul><...
Propositional (Boolean) logic <ul><li>Simple language (but useful for key ideas and definitions) </li></ul><ul><li>Languag...
PENALARAN <ul><li>Penalaran Deduktif </li></ul><ul><li>Penalaran Induktif </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universi...
PENALARAN DEDUKTIF <ul><li>Penalaran ini bergerak dari penalaran umum menuju ke konklusi khusus </li></ul><ul><li>Umumnya ...
PENALARAN INDUKTIF <ul><li>Merupakan kebalikan dari deduktif, yaitu dimulai dari masalah khusus menuju ke masalah umum </l...
Jenis Logika <ul><li>Logika Proporsional </li></ul><ul><li>Logika Predikat </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Univers...
LOGIKA PROPORSIONAL <ul><li>Dalam melakukan penalaran dengan komputer, komputer harus dapat menggunakan proses penalaran d...
Operator Logika dan Simbol <ul><li>Untuk menggambarkan berbagai proposisi, premis atau konklusi kita gunakan simbol sepert...
Propositional truth tables <ul><li>Used to compute values of any sentence, given values of atoms </li></ul><ul><li>Establi...
Logika Predikat Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Jaringan Semantik <ul><li>Jaringan semantik merupakan pengetahuan secara grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai o...
<ul><li>Pada gambar: Link “ IS-A ” diantara node “Canary” dan “Bird” menjelaskan hubungan “ spesific-to-general ” diantara...
PERLUASAN JARINGAN SEMANTIK <ul><li>Kita dapat dengan mudah memperluas ( expanding ) jaringan semantik dengan menambah  NO...
Perluasan Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
PEWARISAN <ul><li>PEWARISAN ( INHERITANCE ) PADA JARINGAN SEMANTIK </li></ul><ul><li>Node yang ditambahkan pada Jaringan S...
OPERASI PADA JARINGAN SEMANTIK <ul><li>Salah satu cara untuk menggunakan Jaringan Semantik adalah dengan bertanya pada nod...
<ul><li>Untuk menjawab, maka node tersebut akan mengecek pada  arc  dengan label  travel  dan kemudian menggunakan informa...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
<ul><li>Case 2 : </li></ul><ul><li>Jika kita bertanya pada “Tweety”, “ How do you Travel ?” </li></ul><ul><li>Jawabannya :...
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
PENANGANAN PENGECUALIAN ( EXCEPTION HANDLING ) <ul><li>Case 3 : </li></ul><ul><li>Jika kita bertanya pada “Penguin”, “ How...
<ul><li>Penanganan Pengecualian ( Exception Handling ) merupakan teknik sederhana yang digunakan untuk mengatasi masalah t...
<ul><li>Walaupun jaringan semantik pada dasarnya berbentuk grafik, tapi dalam komputer tidak tampak. </li></ul><ul><li>Ber...
Frame Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Frame <ul><li>If Added </li></ul><ul><li>If Needed </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Representasi Pengetahuan

6,803

Published on

Materi Kuliah Sistem Pakar Teknik Elektro Universitas Brawijaya

Published in: Education, Business
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
6,803
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
375
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Representasi Pengetahuan"

  1. 1. REPRESENTASI PENGETAHUAN SISTEM PAKAR Herman Tolle, ST., MT.
  2. 2. Outline <ul><li>Knowledge Acquisition </li></ul><ul><li>Knowledge Representation </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  3. 3. Knowledge Acquisition <ul><li>The Objective of Knowledge Acquisition (KA) </li></ul><ul><li>To compile a body of knowledge on the problem of interest that can then be encoded in ES </li></ul><ul><li>To uncover the expert’s knowledge and problem solving skills </li></ul><ul><li>Acquiring the knowledge from the expert : Knowledge elicitation </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  4. 4. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  5. 5. Sources of Knowledge <ul><li>Expert </li></ul><ul><li>End User </li></ul><ul><li>Multiple Expert </li></ul><ul><li>Report </li></ul><ul><li>Books </li></ul><ul><li>Regulation </li></ul><ul><li>Guidelines </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  6. 6. Major Elicitation Task Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  7. 7. Knowledge Acquisition Method <ul><li>Olson and Rueter (1987) : </li></ul><ul><li>Direct : involved the articulation by domain expert of the problem solving knowledge and primarily include interviews and case studies </li></ul><ul><li>Indirect : do not rely on experts being able to articulate the knowledge. i.e : questionnaires , repertory grid , card sorting </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  8. 8. Types of Questions <ul><li>Direct  to get specific information “What does … mean?” “Is … true ?” </li></ul><ul><li>Indirect  to uncover the problem’s major concept and the general procedural knowledge used by expert when solving the problem “What issues do you consider …?” “How do you determined…?” “What do you look for when ..?” </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  9. 9. <ul><li>Probes  the questions that will provide further information on the issue from the expert. “ Can you explain why the pump’s temperature is important ?” </li></ul><ul><li>Prompts  are intended to direct the interview into some new area. It will use at the beginning or during the interview to explore a new issue. “ Can you discuss how to identify problems with the pumps ?” </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  10. 10. <ul><li>Knowledge Engineer </li></ul><ul><li>“ What issues do you consider to determine if the pump needs to be replaced?” </li></ul><ul><li>Domain Expert </li></ul><ul><li>“ If the pump’s pressure is low , or its temperature is hot , or its age is old , then I would replace it </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  11. 11. <ul><li>KE </li></ul><ul><li>“ How do you determine if the pump is bad? “ </li></ul><ul><li>DE </li></ul><ul><li>“ I first check the pump’s pressure and temperature. If the pump’s pressure is only slightly high , but its temperature is high , then it’s probably bad. Also, if it’s always running hot and it’s old, then it is likely bad. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  12. 12. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  13. 13. Representasi Pengetahuan <ul><li>Knowledge Representation: </li></ul><ul><li>Definisi dlm ES : Metode yang digunakan untuk mengkodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. </li></ul><ul><li>Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan problema. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  14. 14. <ul><li>Bahasa representasi harus dapat membuat seorang programmer mampu mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi problema  dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat disimpan </li></ul><ul><li>Harus dirancang agar fakta-fakta dan pengetahuan lainnya yang terkandung didalamnya bisa digunakan untuk penalaran </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  15. 15. Types of Knowledge <ul><li>Procedural Knowledge </li></ul><ul><li>Declarative Knowledge </li></ul><ul><li>Meta Knowledge </li></ul><ul><li>Heuristic Knowledge </li></ul><ul><li>Structural Knowledge </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  16. 16. Procedural Knowledge <ul><li>Procedural Knowledge describes how a problem solved. (Menjelaskan bagaimana suatu masalah diselesaikan) </li></ul><ul><li>This type of knowledge provides direction on how to do something </li></ul><ul><li>Ex : Rules, Strategies, Agendas and Procedures </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  17. 17. Declarative Knowledge <ul><li>Declarative knowledge describes what is known about a problem. (Menjelaskan apa yang diketahui dari sebuah masalah) </li></ul><ul><li>This includes simple statement that are assertes to be either true or flase </li></ul><ul><li>Ex: Concept, Object, Facts </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  18. 18. Meta Knowledge <ul><li>Meta knowledge describes knowledge about knowledge. </li></ul><ul><li>This type of knowledge is used to pick other knowledge that is best suited for solving a problem </li></ul><ul><li>This type to enhanced the efficiency of problem solving by directing their reasoning into the most promising areas </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  19. 19. Heuristic Knowledge <ul><li>Heuristic knowledge describes rule of thumb that guides the reasoning process ( shallow knowledge) </li></ul><ul><li>Knowledge compiled by an expert through the experience of solving past problem </li></ul><ul><li>Expert will often take fundamental knowledge about problem (fundamental laws, functional relationship) </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  20. 20. Structural Knowledge <ul><li>Structural Knowledge describe knowledge structures </li></ul><ul><li>This type describe an expert’s overall mental model of the problem </li></ul><ul><li>Ex : Rule set, concept Relationship, concept to object relationship </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  21. 21. Knowledge Representation Techniques (by Barr and Feigenbaum, 1981) <ul><li>Object-attribute-value triples </li></ul><ul><li>Rules </li></ul><ul><li>Semantic network (Jaringan Semantik) </li></ul><ul><li>Frames </li></ul><ul><li>Logic (Logika) </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  22. 22. OBJECT-ATTRIBUTE-VALUE (OAV) Triplets <ul><li>Object dapat berupa bentuk fisik atau konsep </li></ul><ul><li>Atribut adalah karakteristik atau sifat dari object tersebut. </li></ul><ul><li>Values (Nilai) – besaran/nilai/takaran spesifik dari atribut tersebut pada situasi tertentu. Dapat berupa numerik, string atau boolean. </li></ul><ul><li>Sebuah object bisa memiliki beberapa atribut --> OAV Multi-atribut </li></ul><ul><li>Sebuah atribut dapat dianggap sebagai suatu object baru dan memiliki atribut sendiri. </li></ul><ul><li>Digunakan juga pada frames dan Jaringan semantik </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  23. 23. <ul><li>Facts  Proposition </li></ul><ul><li>Proposisi : Sebuah pernyataan yang bisa bernilai True (Benar) atau False (Salah) </li></ul><ul><li>An O-A-V is a more complex type of proposition </li></ul><ul><li>Ex :Warna bola itu merah </li></ul><ul><ul><li>Object  Bola </li></ul></ul><ul><ul><li>Attribute  Warna </li></ul></ul><ul><ul><li>Value  Merah </li></ul></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  24. 24. <ul><li>Fakta Nilai Tunggal ( Single-Valued Facts ) : atribut yang hanya memiliki satu nilai tunggal </li></ul><ul><ul><li>Q : Please Tell If the barometer is </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Falling </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Steady </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Rising </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>A : Falling </li></ul></ul><ul><li>Fakta Nilai Ganda ( Multiple-Valued Facts ) : atribut yang dapat memiliki nilai lebih dari satu </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  25. 25. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  26. 26. Single Value vs Multiple Value Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  27. 27. <ul><li>Jika sebuah value dipilih dari list, maka sistem akan men-set value tersebut pada working memory menjadi TRUE , dan value-value yang lain menjadi FALSE . </li></ul><ul><li>Misalnya: dari contoh tadi, Jika user memilih “Falling”, maka sistem tidak hanya tahu fakta tersebut, tetapi juga tahu bahwa pressure barometer juga adalah tidak dalam kondisi rising (Not Rising) dan tidak dalam kondisi steady (Not Steady) . </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  28. 28. UNCERTAIN FACTS (Fakta Taktentu) <ul><li>World is not black or white , dunia bukan hitam atau putih. </li></ul><ul><li>Kita tidak selalu tahu dengan pasti apakah suatu kejadian ( event ) itu TRUE atau FALSE . </li></ul><ul><li>Dalam beberapa kejadian kita mengenal degree of belief . Dalam bahasa sehari-hari kita menggunakan istilah: “barangkali”, “mungkin”, “kemungkinan besar”, dll </li></ul><ul><li>Metode konvensional menggunakan certainty factor ( CF ) </li></ul><ul><li>CF merupakan besaran numerik untuk menjelaskan keadaan </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  29. 29. OAV: Uncertainty Fact Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  30. 30. Fuzzy Facts <ul><li>Fuzzy logic menyediakan metode untuk merepresentasikan istilahistilah yang ambigous ( ambigous terms ) dalam natural language . </li></ul><ul><li>Ambigous = bermakna ganda. </li></ul><ul><li>Ambigous direpresentasikan dalam Fuzzy Sets , yang menangkap secara kuantitatif interpertasi manusia dari term tersebut. </li></ul><ul><li>Misalnya : “Orang tersebut tinggi ” </li></ul><ul><li>kalimat tersebut menjadi ambigous karena menggunakan kata tinggi. </li></ul><ul><li>Gambar berikut menunjukkan 3 set fuzzy yang memetakan (mapping) domain tinggi kedalam sejumlah angka yang disebut membership value . </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  31. 31. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  32. 32. LOGIKA <ul><li>Logika merupkan suatu pengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran, sistem kaidah dan prosedur yang membantu proses penalaran. </li></ul><ul><li>§ Merupakan bentuk representasi pengetahuan yang paling tua, dan menjadi dasar dari teknik representasi high level . </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  33. 33. Logic <ul><li>Logic is a formal language for representing information such that conclusions can be drawn </li></ul><ul><li>A logic includes </li></ul><ul><ul><li>Syntax : specifies symbols in the language and how they can be combined to form sentences </li></ul></ul><ul><ul><li>Semantics : specifies what facts in the world a semantics refers to. Assigns truth values to sentences based on their meaning in the world. </li></ul></ul><ul><ul><li>Inference procedure : mechanical method for computing (deriving) new (true) sentences from existing sentences </li></ul></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya entails Sentences Sentences Facts Facts Representation: World: semantics follows
  34. 34. Example <ul><li>Language of arithmetic </li></ul><ul><ul><li>4x+y > 0 is a sentence, 4x<y0 is not </li></ul></ul><ul><ul><li>4x+y > 0 is true if number 4x+y is greater than zero </li></ul></ul><ul><ul><li>4x+y > 0 is true in a world where x=0, y = 1 </li></ul></ul><ul><ul><li>4x+y > 0 is false in a world where x=0, y = 0 </li></ul></ul><ul><li>Hence, to build a logic-based representation: </li></ul><ul><ul><li>Define a set of primitive symbols and the associated semantics </li></ul></ul><ul><ul><li>Logic defines the ways of putting there symbols together in order to represent true facts about world </li></ul></ul><ul><ul><li>Logic defines ways of inferring new sentences from existing ones </li></ul></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  35. 35. Propositional (Boolean) logic <ul><li>Simple language (but useful for key ideas and definitions) </li></ul><ul><li>Language syntax </li></ul><ul><ul><li>Atoms/Symbols : P 12 , B 11 , W 33, , IS_HOT, IS_BREEZY,  , … User defines meaning of symbols. </li></ul></ul><ul><ul><li>Connectives :  ( and ),  ( or ),  ( implies ),  ( iff ),  ( not ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Sentences or Well-formed-formulae (wff): </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>A symbol is a sentence </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>If S is a sentence,  S ( negation ) is a sentence </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>If S and T are sentences, S  T ( conjunction ), S  T ( disjunction ), S  T ( implication ), S  T ( equivalence ) are sentences </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>A finite number of applications of (1)-(3) is a sentence </li></ul></ul></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  36. 36. PENALARAN <ul><li>Penalaran Deduktif </li></ul><ul><li>Penalaran Induktif </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  37. 37. PENALARAN DEDUKTIF <ul><li>Penalaran ini bergerak dari penalaran umum menuju ke konklusi khusus </li></ul><ul><li>Umumnya dimulai dari suatu sylogisme, atau pernyataan premis dan inferensi </li></ul><ul><li>§ Umumnya terdiri dari 3 bagian: premis mayor , premis minor dan konklusi . </li></ul><ul><li>Contoh </li></ul><ul><li>Premis mayor : Jika hujan turun saya tidak akan masuk kuliah </li></ul><ul><li>Premis Minor : Pagi ini hujan turun </li></ul><ul><li>Konklusi : Oleh karena itu pagi ini saya tidak akan masuk kuliah </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  38. 38. PENALARAN INDUKTIF <ul><li>Merupakan kebalikan dari deduktif, yaitu dimulai dari masalah khusus menuju ke masalah umum </li></ul><ul><li>Menggunakan sejumlah fakta atau premis yang mantap untuk menarik kesimpulan umum. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Premis : Dioda yang terbalik menyebabkan peralatan elektronik rusak </li></ul><ul><li>Premis : Transistor rusak menyebabkan peralatan elektronik rusak </li></ul><ul><li>Premis : IC rusak menyebabkan peralatan elektronik tidak berfungsi </li></ul><ul><li>Konklusi : Maka, peralatan semi konduktor rusak merupakan penyebab utama rusaknya peralatan elektronik </li></ul><ul><li>Konklusi tidak selalu mutlak, dapat berubah jika ditemukan fakta-fakta baru </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  39. 39. Jenis Logika <ul><li>Logika Proporsional </li></ul><ul><li>Logika Predikat </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  40. 40. LOGIKA PROPORSIONAL <ul><li>Dalam melakukan penalaran dengan komputer, komputer harus dapat menggunakan proses penalaran deduktif dan induktif ke dalam bentuk yang sesuai dengan manipulasi komputer  Logika Simbolik atau Logika Matematik </li></ul><ul><li>Metode itu disebut Logika Komputasional </li></ul><ul><li>Bentuk logika komputasional ada 2 macam : Logika Proporsional atau Kalkulus dan Logika Predikat </li></ul><ul><li>Suatu Proposisi merupakan suatu statemen atau pernyataan yang menyatakan benar ( TRUE ) atau salah ( FALSE ). </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  41. 41. Operator Logika dan Simbol <ul><li>Untuk menggambarkan berbagai proposisi, premis atau konklusi kita gunakan simbol seperti huruf abjad. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>A = Tukang pos mengantarkan surat mulai Senin s/d Sabtu </li></ul><ul><li>B = Hari ini adalaha Hari Minggu </li></ul><ul><li>C = Maka hari ini tukang pos tidak mengantar surat </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  42. 42. Propositional truth tables <ul><li>Used to compute values of any sentence, given values of atoms </li></ul><ul><li>Establishes meaning of propositional connectives </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya <ul><li>The basic truth table can be used to evaluate any sentence by applying the rules recursively </li></ul>A B  A A  B A  B A  B A  B 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1
  43. 43. Logika Predikat Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  44. 44. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  45. 45. Jaringan Semantik <ul><li>Jaringan semantik merupakan pengetahuan secara grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek </li></ul><ul><li>Jaringan semantik disusun dari NODE dan ARC ( Lines ) </li></ul><ul><li>Node merupakan representasi dari objek, objek properti atau properti value . (lingkaran) </li></ul><ul><li>Arc merupakan representasi dari hubungan antar node . (garis) </li></ul><ul><li>Node maupun arc memiliki label yang secara jelas menjelaskan representasi dari objek dan hubungan antar node . </li></ul><ul><li>Arc umumnya menggunakan istilah seperti : “ IS-A” , “ HAS-A” , dll. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  46. 46. <ul><li>Pada gambar: Link “ IS-A ” diantara node “Canary” dan “Bird” menjelaskan hubungan “ spesific-to-general ” diantara keduanya. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  47. 47. PERLUASAN JARINGAN SEMANTIK <ul><li>Kita dapat dengan mudah memperluas ( expanding ) jaringan semantik dengan menambah NODE dan menghubungkan dengan NODE yang bersesuaian pada Jaringan Semantik </li></ul><ul><li>Node baru tersebut dapat merupakan objek tambahan atau properti tambahan </li></ul><ul><li>Umumnya penambahan dapat dilakukan dalam 3 cara: </li></ul><ul><li>(1) objek yang sama </li></ul><ul><li>(2) objek yang lebih khusus </li></ul><ul><li>(3) objek yang lebih umum </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  48. 48. Perluasan Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  49. 49. PEWARISAN <ul><li>PEWARISAN ( INHERITANCE ) PADA JARINGAN SEMANTIK </li></ul><ul><li>Node yang ditambahkan pada Jaringan Semantik secara otomatis mewarisi informasi yang telah ada pada Jaringan </li></ul><ul><li>Penambahan node “Tweety” otomatis juga mewariskan sifat-sifat dari “Animal” pada objek “Tweety” </li></ul><ul><li>Misalnya: ‘“Tweety” breathes air ’, karena ‘“Animal” breathes air ’ </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  50. 50. OPERASI PADA JARINGAN SEMANTIK <ul><li>Salah satu cara untuk menggunakan Jaringan Semantik adalah dengan bertanya pada node </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>Case 1 : </li></ul><ul><li>Jika kita bertanya pada “Bird”, “ How do you Travel ?” </li></ul><ul><li>Jawabannya: “ Fly ” </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  51. 51. <ul><li>Untuk menjawab, maka node tersebut akan mengecek pada arc dengan label travel dan kemudian menggunakan informasi ( value ) yang ada pada arc tersebut sebagai jawabannya </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  52. 52. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  53. 53. <ul><li>Case 2 : </li></ul><ul><li>Jika kita bertanya pada “Tweety”, “ How do you Travel ?” </li></ul><ul><li>Jawabannya : “FLY” </li></ul><ul><li>Jika node tidak menemukan jawaban pada lokal arc , maka akan mencari pada link dengan hubungan “ IS-A ” yang dimiliki node tsb. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  54. 54. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  55. 55. PENANGANAN PENGECUALIAN ( EXCEPTION HANDLING ) <ul><li>Case 3 : </li></ul><ul><li>Jika kita bertanya pada “Penguin”, “ How do you Travel ?” </li></ul><ul><li>Jawaban normal adalah: “Fly” </li></ul><ul><li>Hal ini tidak sesuai dengan fakta sebenarnya bahwa “Penguin” travel dengan cara “WALK” </li></ul><ul><li>Untuk mengatasi kasus tersebut, maka kita bisa menambahkan arc khusus pada node “Penguin” untuk meng- over-ride informasi yang telah diwariskan. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  56. 56. <ul><li>Penanganan Pengecualian ( Exception Handling ) merupakan teknik sederhana yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, yang merupakan kelemahan pada Jaringan Semantik. </li></ul><ul><li>Proses override berarti kita menambahkan arc atau sifat yang sama dengan objek induk pada node, tetapi dengan value atau karakteristik yang berbeda </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  57. 57. <ul><li>Walaupun jaringan semantik pada dasarnya berbentuk grafik, tapi dalam komputer tidak tampak. </li></ul><ul><li>Berbagai objek dan hubungannya dinyatakan dalam istilah verbal </li></ul><ul><li>Untuk memanfaatkan hasil program, titik tolak diberikan pada node awal tertentu. </li></ul><ul><li>Titik awal biasanya ditentukan oleh sebuah pertanyaan, kemudian komputer menggunakan berbagai teknik pelacakan ke dalam struktur jaringan untuk mendefinisikan objek yang diinginkan dan menentukan hubungan-hubungannya seperti yang diajukan oleh pertanyaan tersebut. </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  58. 58. Frame Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  59. 59. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  60. 60. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  61. 61. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  62. 62. Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  63. 63. Frame <ul><li>If Added </li></ul><ul><li>If Needed </li></ul>Sistem Pakar - Teknik Elektro Universitas Brawijaya
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×