1PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR  Makalah Ini Disusun sebagai Tugas Kelompok      Perencanaan Pembelajaran Semester V  Dosen P...
2                                                DAFTAR ISIHalaman Judul ....................................................
1                                 BAB I                           PENDAHULUANA. Latar Belakang         Dalam proses pembel...
2C. Tujuan Penulisan   Dari rumusan masalah di atas, dapat dituliskan tujuan penulisan sebagaiberikut.1. Untuk mengetahui ...
3                                BAB II                           PEMBAHASANA. Pengertian Sumber Belajar         Menurut A...
42. Manusia   Manusia merupakan orang yang menyimpan informasi atau menyalurkan   informasi. Tidak termasuk yang menjalank...
5C. Komponen Sumber Belajar     Ada beberapa komponen dalam sumber belajar yang dapat disampaikandi sini, di antaranya seb...
6D. Fungsi dan Tujuan Sumber Belajar          Perkembangan sumber belajar dari waktu ke waktu mengalami   metamorfosis yan...
7            Adapun fungsi sumber belajar adalah sebagai berikut 1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan m...
8   b. Praktis    dan    sederhana.   Tidak     memerlukan     pelayanan    yang      menggunakan keterampilan khusus yang...
9     2) Mempertimbangkan keaktualan sumber belajar dalam memecahkan        permasalahan.     3) Menyimpulkan permasalahan...
10  Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji berbagai persoalan yang terkait  dengan perancangan sumber belajar di sekolah be...
11G. Penggunaan Sumber Belajar dalam Pelakasanaan Pembelajaran          Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide,...
12sebagai implementator utama dalam pembelajaran, yakni sebagai manajerpembelajaran dalam kelas.       Guru sebagai manaje...
13kelembagaan dan menjadi kewenangan serta tanggung jawab kepalasekolah. Karena pada dasarnya pengimplementasian kurikulum...
14                                   BAB III                                 PENUTUPA. Kesimpulan           Sumber belajar...
15                            DAFTAR PUSTAKAAsnidawati. 2009. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum.             www.asni...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sumber belajar

13,568

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
13,568
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
314
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sumber belajar

  1. 1. 1PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR Makalah Ini Disusun sebagai Tugas Kelompok Perencanaan Pembelajaran Semester V Dosen Pengampu: Ika Kurnia Yuliati, S.Sos., M.Pd. Disusun oleh: Nur Samsiyati (10 015 042) Dedy Prasetyo (10 015 044) Heriyanto (10 015 052) Nurani Astuti (10 015 055) Kharisma Priyani (10 015 077) PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA 2012
  2. 2. 2 DAFTAR ISIHalaman Judul ............................................................................................ iDAFTAR ISI .............................................................................................. iiBAB. I. PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang ................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 1 C. Tujuan Penulisan ............................................................................. 2BAB. II. PEMBAHASAN .......................................................................... 3 A. Pengertian Sumber Belajar ............................................................. 3 B. Jenis-jenis Sumber Belajar .............................................................. 3 C. Komponen Sumber Belajar .............................................................. 5 D. Fungsi dan Tujuan Sumber Belajar .................................................. 6 E. Kriteria Memilih Sumber Belajar..................................................... 7 F. Strategi Merancang Sumber Belajar ................................................ 9 G. Penggunaan Sumber Belajar dalam Pelakasanaan Pembelajaran ...... 11BAB. III. PENUTUP .................................................................................. 14 A. Kesimpulan .................................................................................. 14 B. Saran ............................................................................................ 14DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 15 ii
  3. 3. 1 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan mampu menemukan pengalaman belajar. Pengalaman dapat ditemukan dari sumber belajar yang ada. Sumber belajar tidak terbatas pada buku ajar atau pun guru. Sumber belajar sangat luas. Sehingga, hal itu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara lebih luas lagi. Sumber belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik- baiknya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Namun demikian, sumber belajar tidak akan mampu memberikan peran yang maksimal jika sumber belajar tidak dikembangkan secara tepat. Sehingga, dalam pengembangan sumber belajar perlu adanya pengetahuan dari pendidik terkait dengan pengertian sumber belajar, komponen sumber belajar, fungsi dan tujuan sumber belajar, kriteria memilih sumber belajar, strategi merancang sumber belajar, dan penggunaan sumber belajar dalam pelakasanaan pembelajaran.B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan rumusan masalahsebagai berikut.1. Apa pengertian dari sumber belajar?2. Apa saja jenis-jenis sumber belajar?3. Apa komponen dan faktor dari sumber belajar?4. Apa fungsi dan tujuan dari penggunaan sumber belajar?5. Apa saja kriteria dalam memilih sumber belajar?6. Bagaimana cara merancang sumber belajar?7. Bagaimana penggunaan sumber belajar dalam pelaksanaan pembelajaran? 1
  4. 4. 2C. Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah di atas, dapat dituliskan tujuan penulisan sebagaiberikut.1. Untuk mengetahui pengertian sumber belajar.2. Untuk mengetahui jenis-jenis sumber belajar.3. Untuk mengetahui komponen dan faktor dari sumber belajar.4. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan dari penggunaan sumber belajar.5. Untuk mengetahui kriteria dalam memilih sumber belajar.6. Untuk mengetahui cara merancang sumber belajar.7. Untuk mengetahui penggunaan sumber belajar dalam pelaksanaan pembelajaran.
  5. 5. 3 BAB II PEMBAHASANA. Pengertian Sumber Belajar Menurut Association for Education and Communication Technology ( melalui Laksmi, www.file.upi.edu), sumber belajar adalah segala sesuatu yang secara fungsional dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk menunjang, memelihara, dan memperkaya proses pembelajaran. Sejalan dengan itu, Sanjaya mengatakan (melalui Istyas, www.istyas.wordpress.com) bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, sumber belajar dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari atau mendapatkan pengalaman belajar tertentu. Sumber belajar dapat berupa benda nyata, sistem pelayanan, teknik, prosedur, bahan pembelajaran dan lingkungan. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat, tetapi dapat mencakup tenaga, biaya, dan fasilitas. (Laksmi, www.file.upi.edu). Sehingga, dapat dikatakan sumber belajar memiliki ruang lingkup yang luas.B. Jenis-jenis Sumber Belajar Sumber belajar diklasifikasikan menurut jenis sumber belajarnya dapatditulis sebagai berikut (Nana Sudjana, 2007:79).1. Pesan Pesan adalah informasi yang harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta, pengertian dan data. Contoh: Bahan-bahan pelajaran (sumber belajar yang dirancang), cerita rakyat, dongeng, nasehat (sumber belajar yang dimanfaatkan). 3
  6. 6. 42. Manusia Manusia merupakan orang yang menyimpan informasi atau menyalurkan informasi. Tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar. Contoh: guru, aktor, siswa, pembicara, pemain tidak termasuk teknisi dan tim kurikulum (sumber belajar yang dirancang), narasumber, pemuka masyarakat, pimpinan kantor, responden (sumber belajar yang dimanfaatkan).3. Bahan Bahan adalah sesuatu yang bisa disebut media software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat. Contoh: transparansi, film, slides, tape, buku, gambar (sumber belajar yang dirancang), relief, candi arca, peralatan teknik (sumber belajar yang dimanfaatkan).4. Peralatan Peralatan adalah sesuatu yang bisa disebut media hardware yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software. Contoh: OHP, proyektor slides, film, TV, kamera, papan tulis (sumber belajar yang dirancang), generator, mesin, alat-alat, mobil (sumber belajar yang dimanfaatkan).5. Teknik/metode Teknik/metode adalah prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi dan orang untuk menyampaikan pesan. Contoh: ceramah, diskusi, sosiodrama, simulasi, kuliah, belajar mandiri (sumber belajar yang dirancang), permainan, percakapan (sumber belajar yang dimanfaatkan).6. Lingkungan Lingkungan adalah situasi sekitar di mana pesan disalurkan/ ditransmisikan. Contoh: ruangan kelas, studio, perpustakaan, auditorium, aula (sumber belajar yang dirancang), taman, kebun, pasar, museum, toko (sumber belajar yang dimanfaatkan). Namun demikian seiring dengan perkembangan zaman, kini sumberbelajar terdiri atas dua jenis, di antaranya yaitu:1. Sumber belajar yang dirancang atau dipergunakan untuk membantu belajar mengajar (learning resources by design): buku, brosur, ensiklopedi, film, video, tape, slides, film strips, OHP.2. sumber belajar yang dimanfaatkan guna memberikan kemudahan kepada seseorang dalam belajar berupa segala macam sumber belajar yang ada disekelilingnya. Sumber belajar tersebut tidak dirancang untuk kepentingan tujuan suatu kegiatan pengajaran yang disebut (learning resources by utilization): pasar, toko, museum, tokoh masyarakat, taman.
  7. 7. 5C. Komponen Sumber Belajar Ada beberapa komponen dalam sumber belajar yang dapat disampaikandi sini, di antaranya sebagai berikut.1. Tujuan sumber belajar. Setiap sumber belajar selalu mempunyai tujuan atau misi yang akan dicapai. Setiap sumber belajar pasti memiliki tujuan-tujuan, baik secara eksplisit maupun implisit. Tujuan sangat dipengaruhi oleh sifat dan bentuk-bentuk sumber belajar itu sendiri. Tujuan eksplisit (sumber belajar yang dirancang) misalnya seorang narasumber ahli dalam bidang pertanian akan mempunyai misi untuk berbicara sesuai dengan bidangnya. Sedangkan tujuan implisit (sumber belajar yang dimanfaatkan) misalnya guru mengajak siswa ke museum purbakala yang mana museum tersebut memiliki tujuan-tujuan yang harus dipelajari sebelumnya.2. Bentuk fisik sumber belajar. Wujud sumber belajar secara fisik pasti berbeda-beda, seperti halnya pusat perbelanjaan dan kantor bank sekalipun keduanya sama-sama memberikan informasi mengenai perdagangan. Demikian pula bila mempelajari dokumentasi, tentu berbeda dengan mengadakan wawancara dengan seseorang. Jadi, keadaan fisik sumber belajar sangat menentukan pemanfaatannya.3. Pesan yang dibawa oleh sumber belajar. Setiap sumber belajar selalu membawa pesan yang dapat dimanfaatkan atau dipelajari oleh pemakainya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan mengenai isi pesan, antara lain: sederhana, jelas, lengkap, mudah disimak maknanya. Maka diperlukan pengolahan yang sistematis, contoh: jika siswa mengamati suatu gejala social di beberapa desa, maka informasi yang diperolehnya tidak akan segera dikumpulkan karena memerlukan pengolahan dulu. Lain halnya dengan wawancara dengan seorang ahli pengetahuan tertentu yang dapat memberikan informasi lengkap bahkan menyimpulkannya juga.4. Tingkat kesulitan atau kompleksitas pemakaian sumber belajar. Tingkat kompleksitas penggunaan sumber belajar berkaitan dengan keadaan fisik dan pesan sumber belajar, contoh: suatu mata pelajaran sudah memadai disajikan dengan media gambar atau foto, maka tidak perlu menggunakan film yang isi pesannya sama dengan gambar atau foto tersebut.(Nana sudjana, 2007:81)
  8. 8. 6D. Fungsi dan Tujuan Sumber Belajar Perkembangan sumber belajar dari waktu ke waktu mengalami metamorfosis yang makin mempermudah proses belajar, ini disebabkan perkembangan zaman yang semakin modern menuntut dunia pendidikan untuk mengalami pergantian system dalam pengadaan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Sebelum teknologi canggih dikenal, sumber belajar awalnya dimulai dari sumber belajar pra-guru, yakni sumber belajar yang belum mengandalkan tenaga guru dalam proses belajarnya, kemudian setelah itu muncullah guru sumber belajar utama dalam proses belajar mengajar, memberikan pengajaran dalam proses belajar yang sudah berkompeten dalam menangani kegiatan belajar mengajar, dengan adanya guru sebagai sumber belajar utama tidak cukup optimal tanpa sebuah alat bantu sumber belajar yang lain, maka guru membutuhkan sebuah alat bantu berupa buku atau media cetak lainnya untuk mensukseskan proses pembelajaran. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju dalam hal teknologi seperti saat ini, proses belajar tak lagi mengandalkan guru, media cetak atau sumber belajar lainnya. Kini teknologi informasi yang semakin canggih mampu membantu segala kegiatan manusia termasuk dalam proses belajar mengajar. Pengadaan sumber belajar diatas, memiliki tujuan sebagai berikut. 1. Selama pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang kemudian akan menimbulkan pemahaman yang mendalam dalam belajar (Mc Farlane melalui www.rinawatiharini.wordpress.com). 2. Mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topic sehingga membuat peserta didik menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu (Kulthan melalui www.rinawatiharini.wordpress.com). 3. Meningkatkan ketrampilan berpikir seperti keterampilan dalam memecahkan persoalan.
  9. 9. 7 Adapun fungsi sumber belajar adalah sebagai berikut 1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan semangat belajar. 2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. 3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis dan pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. 4. Lebih memantapkan pembelajaran dengan jalan meningkatkan kemampuan sumber belajar, penyajian informasi, dan bahan secara lebih kongkrit. 5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit serta memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. 6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.E. Kriteria Memilih Sumber Belajar Memilih sumber belajar didasarkan atas kriteria tertentu yang secara umum terdiri atas dua macam ukuran, yaitu kriteria umum dan kriteria berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Kedua kriteria pemilihan sumber belajar tersebut berlaku baik untuk sumber belajar yang dirancang maupun bagi sumber belajar yang dimanfaatkan.1. Kriteria umum, merupakan ukuran kasar dalam memilih berbagai sumber belajar, misalnya: a. Ekonomis. Pengadaan sumber belajar yang bisa dimanfaatkan dengan jangka waktu yang lama (awet) akan lebih ekonomis karena tidak akan mengeluarkan banyak dana dalam waktu singkat.
  10. 10. 8 b. Praktis dan sederhana. Tidak memerlukan pelayanan yang menggunakan keterampilan khusus yang rumit, seperti pro-slides, opaque projector untuk memproyeksikan gambar, majalah folder, foto dan peta. Sumber belajar ini sangat memerlukan pelayanan serta pengadaan sampingan yang sulit dan langka. Sebaiknya, pengadaan sumber belajar disajikan secara praktis dan sederhana agar tidak menghabiskan waktu dan dana yang cukup besar. c. Mudah diperoleh. Sumber belajar hendaknya yang bisa didapatkan dengan mudah. Ini bisa diaplikasikan pada sumber belajar yang tidak dirancang karena dapat dicari di lingkungan sekitar. d. Bersifat fleksibel. Sumber belajar bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai, budaya, keinginan berbagai pemakai sumber belajar itu sendiri, seperti halnya kaset video. e. Komponen-komponennya sesuai tujuan. Sering kali suatu sumber belajar mempunyai tujuan yang sesuai dan pesan yang dibawa juga cocok. Hal ini merupakan kriteria yang penting.2. Kriteria berdasarkan tujuan a. Sumber belajar untuk motivasi. Pemanfaatan sumber belajar diharapkan yang mampu membangkitkan minat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan-pertanyaan, dan memperjelas masalah. b. Sumber belajar untuk tujuan pengajaran. Kriteria ini biasanya dipakai oleh para guru untuk memperluas bahan pelajaran dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. c. Sumber belajar untuk penelitian. Sumber belajar yang dapat membantu dalam bentuk yang dapat diobservasi, dianalisis, dicatat secara teliti dan sebagainya. Jenis sumber belajar ini diperoleh secara langsung dari masyarakat atau lingkungan melalui penggunaan rekaman audio maupun video. d. Sumber belajar untuk memecahkan masalah. Dalam kriteria ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: 1) Menentukan jenis sumber belajar.
  11. 11. 9 2) Mempertimbangkan keaktualan sumber belajar dalam memecahkan permasalahan. 3) Menyimpulkan permasalahan atas dasar sumber belajar. 4) Sumber belajar untuk presentasi. Ini sama dengan yang dipergunakan dalam kegiatan instruksional, lebih ditekankan sebagai alat, metode atau strategi penyampaian pesan. (Ahmad Rivai, 2007:84)F. Strategi Merancang Sumber Belajar Gambar 1. Langkah merancang sumber belajar (www.wijayalabs.wordpress.com). Adapun langkah-langkah dalam merancang sumber belajar, yaitu:1. Analisis kebutuhan
  12. 12. 10 Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji berbagai persoalan yang terkait dengan perancangan sumber belajar di sekolah berdasarkan tuntutan karakteristik setiap mata pelajaran dalam kurikulum berbasis kompetensi, baik dari sisi kompetensi yang harus dimiliki, maupun dari segi materi ataupun bahan yang akan disampaikan kepada anak didik. Di samping itu, analisis kebutuhan didasarkan atas masukan-masukan dari para pengelola dan pelaksana pembelajaran yang meliputi; kepala sekolah, pengawas, guru dan siswa. Analisis difokuskan kepada kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam merancang sumber belajar, termasuk kemampuan- kemampuan yang dipersyaratkan berkenaan dengan merancang sumber belajar.2. Penetapan sumber belajar Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah menetapkan sumber belajar yang akan digunakan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengkaji berbagai teori dan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan, kemudian menyusun konsep dan konstruknya, aplikasi, serta implementasinya. Konsep dan konstruk yang telah tersusun akan dijadikan rujukan dalam menetapkan sumber belajar.3. Pengembangan sumber belajar Pengembangan sumber belajar ini, dilakukan dengan cara mengkaji dan meneliti berbagai masukan yang berasal dari penetapan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran. Selanjutnya, hasil dari pengembangan tersebut dapat dijadikan bahan bagi kegiatan revisi pengggunaan sumber belajar. Hasil revisi ini, kemudian menjadi rujukan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.4. Evaluasi sumber belajar Kegiatan ini melihat kriteria keberhasilan dalam merancang sumber belajar dan mengevaluasi pelaksanaan penggunaan sumber belajar. Dengan evaluasi, kita dapat mengamati kekurangan-kekurangan yang sumber belajar tersebut. Sehingga, ada suatu perbaikan untuk mencapai sumber belajar yang lebih baik, yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.
  13. 13. 11G. Penggunaan Sumber Belajar dalam Pelakasanaan Pembelajaran Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap. Implementasi kurikulum dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis dalam bentuk pembelajaran, sesuai dengan apa yang diungkapkan Miller dan Seller (melalui Asnidawati, www.asnidawati.wordpress.com) implementasi kurikulum merupakan sebuah upaya untuk melakukan transfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Dengan kata lain implementasi kurikulum adalah sebuah penerapan, ide, konsep, program, atau tatanan kurikulum ke dalam praktek pembelajaran atau berbagai aktivitas baru, sehingga terjadi perubahan yang diharapkan. Dengan demikian, implementasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya. Selanjutnya diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, dan senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi di lapangan dan karakteristik siswa, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya. Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan sumber belajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan dan yang sudah tersedia. Sehingga, memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar secara nyata, bermakna, luas, dan mendalam pada kegiatan pembelajaran. Pada hakikatnya pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran tersebut tugas guru yang paling utama adalah mengondisikan lingkungan agar menunjang terjadiya perubahan perilaku bagi peserta didik. Hamalik (2008) menyatakan tiga faktor yang memengaruhi keberhasilan suatu implementasi kurikulum, yakni dukungan kepala sekolah, dukungan rekan sejawat guru, dan dukungan internal dalam kelas. Dari faktor-faktor tersebut guru merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan implementasi kurikulum, karena guru lah yang berperan
  14. 14. 12sebagai implementator utama dalam pembelajaran, yakni sebagai manajerpembelajaran dalam kelas. Guru sebagai manajer pembelajaran yang baik dalam prosespembelajaran tentu harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengelolakelasnya, salah satunya adalah dalam hal pemilihan dan penggunaanmedia dan sumber belajar untuk kepentingan proses pembelajaran. Banyakorang beranggapan bahwa untuk menyediakan media dan sumber belajarmenuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya.Padahal dengan berbekal kreatifitas, guru dapat membuat danmenyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Misalkan,bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahanbekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas,mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatiankita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanyadibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadimedia dan sumber belajar yang sangat berharga. Demikian pula, dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumberbelajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkunganyang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkanmenjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajarsiswa. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman ataupekarangan yang cukup luas, namun keberadaannya seringkaliditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkantidak mustahil akan menjadi media pembelajaran atau sumber belajar yangsangat berharga. Lebih lanjut Rusman (2008) mengemukakan bahwa untuk dapatmemberdayakan media dan sumber belajar secara efektif dan efisien dalampembelajaran, guru tidak mungkin melaksanakannya secara sendiri-sendiri. Kerjasama fungsional dengan tenaga kependidikan lainnya, baikyang ada di lingkungan sekolah maupun dengan berbagai sumber dayapotensial yang ada di lingkungan sekitar sekolah akan sangat membantumeningkatkan kualitas proses pembelajaran. Untuk dapat merealisasikankerjasama ini perlu inisiatif dan koordinasi yang diprogramkan secara
  15. 15. 13kelembagaan dan menjadi kewenangan serta tanggung jawab kepalasekolah. Karena pada dasarnya pengimplementasian kurikulum ataupembelajaran diperlukan komitmen semua pihak yang terlibat dandidukung oleh kemampuan profesional guru sebagai salah satuimplemetator kurikulum dan manajer pembelajaran.
  16. 16. 14 BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Sumber belajar dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari atau mendapatkan pengalaman belajar tertentu. Ada beberapa jenis sumber belajar, yaitu pesan, manusia, bahan, peralatan, teknik/metode, dan lingkungan. Sedangkan untuk komponen dari sumber belajar meliputi tujuan sumber belajar, bentuk fisik sumber belajar, pesan yang dibawa oleh sumber belajar, tdan ingkat kesulitan atau kompleksitas pemakaian sumber belajar. Dalam memilih sumber belajar terdapat kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan yaitu meliputi kriteria umum dan kriteria khusus. Untuk merancang sumber belajar, langkah- langkah yang dapat dilakukan yaitu menganalisis kebutuhan, penetapan sumber belajar, pengembangan sumber belajar, dan evaluasi sumber belajar.B. Saran Sebagai pendidik, harus bisa memberikan pendidikan yang terbaik kepada peserta didiknya agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan memanfaatkan sumber belajar dengan baik. Oleh karena itu, seorang pendidik harus mampu menggunakan sumber belajar yang ada sebagai fssilitator dalam pembelajaran. Sebagai siswa, diharapkan dapat bersikap kritis terhadap sumber belajar yang digunakan oleh guru. Sehingga proses evaluasi sumber belajar dapat terlaksana dengan optimal. Sedangkan, sebagai orang tua, diharapkan dapat menbantu guru maupun siswa dalam menyediakan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Jadi, antara guru maupun orang tua dapat saling bekerja sama dalam menyediakan sumber belajar. 14
  17. 17. 15 DAFTAR PUSTAKAAsnidawati. 2009. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum. www.asnidawati.wordpress.com diakses tanggal 26 November 2012.Dwi, Laksmi.____. Pengembangan Sumber Belajar di Perguruan Tinggi. www.file.upi.edu diakses tanggal 24 Oktober 2012.Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajran. Jakarta: Sinar Grafika.Kusumah, Wijaya. 2008. Belajar Pembelajar dan Sumber Belajar. www.wijayalabs.wordpress.com diakases tanggal 26 November 2012.Rusman. 2008. Menejemen Kurikulum.Bandung: Mulia Mandiri Press.Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmadi. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.Suratno, Bambang. 2008. Strategi Belajar dan Aneka Sumber. www.rinawatiharini.wordpress.com diakses tanggal 26 November 2012.

×