Metode Pemilihan dan Penetapan Lokasi Pabrik

23,708
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
23,708
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
533
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metode Pemilihan dan Penetapan Lokasi Pabrik

  1. 1. METODE-METODE PEMILIHAN DAN PENETAPAN LOKASI PABRIK<br />Ferdy R (41605010003)<br />Henrianto (41606010001)<br />SepridaW (41606010013)<br />
  2. 2. Metode ranking prosedur.<br />Metodeanalisapusat gravitasi.<br />Metodeanalisatransportasi programa linear .<br />Metode Brown-Gibson.<br />METODE-METODE PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PABRIK<br />
  3. 3. Metode ini lebih bersifat kualitatif atau subjektif. <br />Metode ini baik diaplikasikan untuk problema-problema yang sulit untuk dikuantifikasikan. <br />Prosedur yang harus dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah analisa sebagai berikut :<br />Identifikasikan faktor-faktor yang relevan dan memiliki signifikasi yang berkaitan dengan proses pemilihan lokasi pabrik, seperti halnya dengan faktor-faktor lokasi suplai bahan baku, lokasi wilayah pemasaran dan lain-lain.<br />Pemberian bobot untuk faktor-faktor yang telah diidentifikasikan tersebut diatas berdasarkan derajat atau tingkat kepentingannya.<br />Lakukan penilaian untuk masing-masing faktor yang diidentifikasikan untuk masing-masing alternatif lokasi yang akan dievaluasi. Nilai diberikan dengan skala angka yang ditentukan berdasarkan range antara 0 s/d 10 dengan 10 terbaik.<br />Hitung total nilai (bobot faktor x skor faktor ) untuk masing-masing alternatif lokasi. Keputusan akan diambil berdasarkan total nilai bobot x skor dari alternatif lokasi yang terbesar.<br />PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PABRIK DENGAN METODE RANKING PROSEDUR<br />
  4. 4. Lokasi yang optimal dari suatu fasilitas produksi(pabrik) pada dasarnya akan dipengaruhi oleh lokasi dimana sumber-sumber material yang dibutuhkan untuk masukan(input) aktivitas produksi berada atau juga ditentukan oleh lokasi wilayah pemasaran (potential customer) tempat output hasil produksi harus didistribusikan. <br />Metoda analisa pusat gravitasi dalam hal ini dibuat dengan memperhitungkan jarak masing-masing lokasi sumber material atau wilayah pemasaran tadi dengan lokasi pabrik yang direncanakan. Disini asumsi dibuat bahwa biaya produksi dan distribusi untuk lokasi masing-masing lokasi akan sama.<br />Rumus analisa pusat gravitasi dapat dinyatakan sebagai berikut :<br />PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PABRIK DENGAN METODE ANALISA PUSAT GRAVITASI<br />
  5. 5. i = banyak lokasi sumber material atau wilayah pemasaran yang akan menjadi pertimbangan di dalam penentuan lokasi pabrik. i = 1,2,3,... m<br />j = jumlah / banyaknya alternatif lokasi yang diusulkan j = 1,2,…n.<br />wj = jumlah kebutuhan (demand) akan produk atau material dari masing-masing lokasi. Jumlah kebutuhan ini akan merupakan beban yang harus dipindahkan dari lokasi sumber ke lokasi pabrik dan sebaliknya.<br />(xi,yj) = koordinat lokasi alternatif pabrik yang hendak didirikan.<br />(aj,bj) = koordinat lokasi dari daerah pemasaran(atau bisa juga diambil terhadap lokasi perolehan sumber material).<br />Didalam proses analisa dengan metoda pusat gravitasi input data yang dibutuhkan adalah :<br />Ramalan kebutuhan finished goods output maupun material input dari masing-masing wilayah pemasaran atau lokasi sumber material.<br />Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang direncanakan (xi,yi) dan koordinat lokasi pemasaran/sumber material (aj,bj).<br />PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PABRIK DENGAN METODE ANALISA PUSAT GRAVITASI<br />
  6. 6. PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI PABRIK DENGAN METODE ANALISA TRANSPORTASI PROGRAMA LINEAR <br />Disini formulasi transportasi programa linier dipergunakan untuk menentukan pola distribusi yang terbaik dari lokasi pabrik ke wilayah pemasaran tertentu. <br />Keputusan diambil untuk lokasi yang memberikan total cost yang terkecil.<br />Metoda heuristic seperti halnya dengan metoda transportasi lainnya bertujuan untuk meminimumkan total cost untuk alokasi/distribusi supalai produk pada setiap lokasi tujuan.<br />
  7. 7. Ada 3 jenis metode yang dapat digunakan dalam analisa transportasi, yaitu:<br />Least Cost Method<br />North West Corner Method (NWC) <br />Vogel Approximation Method (VAM)<br />METODE ANALISA TRANSPORTASI<br />
  8. 8. Langkah-langkahnya:<br />Tempatkan barang sebanyak mungkin pada cell yang memiliki biaya terendah<br />Coret baris/kolom yang sudah terpenuhi<br />Baris/ kolom yang tidak dicoret jumlahnya dikurangi dengan pengisian cell<br />Isi cell berikutnya yang memiliki biaya terendah berikutnya yang tidak dicoret.<br />Least Cost Method<br />
  9. 9. Contoh Least Cost Method<br />3<br />4<br />5<br />1<br />2<br />
  10. 10. Langkah-langkahnya:<br />Tempatkan barang sebanyak mungkin pada cell pojok kiri atas<br />Coret baris/kolom yang sudah terpenuhi<br />Baris/ kolom yang tidak dicoret jumlahnya dikurangi dengan pengisian cell<br />Isi cell terdekat dari cell yang diisi sebelumnya sebanyak mungkin, lanjutkan ke langkah 2. Demikian seterusnya sampai semua barang terdistribusi.<br />North West Corner Method (NWC) <br />
  11. 11. Contoh NWC<br />1<br />2<br />3<br />4<br />5<br />
  12. 12. Brown-Gibson dikembangkan untuk menganalisa dan mengevaluasi lokasi pabrik/industri berdasarkan konsep”preference of measurement” yang mengkombinasikan faktor-faktor obyektif (kuantitatif dan subyektif (kualitatif).<br />Metode Brown Gibson<br />
  13. 13. <ul><li>Eliminasi setiap alternatif site lokasi yang secara sepintas jelas-jelas tidak layak dan feasibel untuk dipilih. Misalnya: tidak tersedianya suplai energi ataupun utilities lainnya dalam kapasitas yang dibutuhkan.
  14. 14. Hitung dan tetapkan “performance measuremants”dari faktor obyektif (of) untuk setiap alternatif lokasi.
  15. 15. Tentukan faktor-faktor yang memberi pengaruh signifikan dan harus dipertimbangkan pada saat menetapkan lokasi pabrik. Faktor-faktor ini bersifat subjektif.</li></ul>Langkah-Langkah Metode Brown Gibson<br />
  16. 16. <ul><li>Tetapkan rating faktor (Wij), dimana j=1,2,...n untuk setiap faktor subjektif yang ada dengan membandingkan dan menilai salah satu faktor terhadap faktor yang lain secara berpasangan (pairwise comparison).
  17. 17. Buat ranking juga dengan pairwise comparison, berdasarkan faktor subjektif yang ditetapkan untuk masing-masing alternatif lokasi. Ranking ini dinotasikan sebagai Rij (0 ≤ Rij ≤ 1 dan ∑ Rij = 1).
  18. 18. Penilaian adalah sebagai berikut:
  19. 19. Poin = 1, berarti “lebih baik”
  20. 20. Poin =0, berarti “lebih jelek”
  21. 21. Poin sama-sama nol atau satu berarti “sama”</li></ul>Langkah-Langkah Metode Brown Gibson<br />
  22. 22. Tetapkan faktor subjektif (Sfi) dengan cara mengkombinasikan sebagai berikut:<br />Sfi = W1 x Ri1 + W2 x Ri2+ ... + Wn x Rin<br />Kombinasikan faktor objektif dan subjektif. Sebelumnya perlu dihitung terlebih dahulu faktor mana yang lebih penting apakah faktor objektif (bobot=k) atau faktor subjektif (bobot=1-k). Perhitungan ini akan menghasilkan Location Preference Measure (LPM) untuk setiap alternatif lokasi yang ada:<br />LPMi = k (Ofi) + (1-k) (Sfi)<br />Lokasi yang dipilih adalah lokasi dengan LPM tertinggi.<br />Langkah-Langkah Metode Brown Gibson<br />
  23. 23. TERIMA KASIH<br />

×