Aplikasi GE Matrix

3,174 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,174
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23
Actions
Shares
0
Downloads
125
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Aplikasi GE Matrix

  1. 1. APLIKASI MARKET ATTRACTIVENESS- BUSINESS POSITION MATRIX(Studi Kasus: Bisnis Seluler PT. TELKOMSEL)<br />Kelompok 7<br />Ferdy R (41605010003)<br />Henrianto (41606010001)<br />Tri Setiyanto (41606010003)<br />
  2. 2. Model General Electric (GE)<br /><ul><li>Pengembangnya adalah General Electric Company. GE adalah sebuah perusahaan multinasionalteknologidan jasa Amerika Serikat yang bermarkas di New York. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1890 oleh Thomas Edison.
  3. 3. Model ini disebut juga McKinsey matrix atau Market Attractivenss – Business Position Matrix</li></li></ul><li>Dua Dimensi Utama GE Matrixpada PT. Telkomsel<br /><ul><li>Penulis membandingkan 2 dimensi utama yang dimiliki PT. Telkomsel dengan 2 pesaing utama yaitu Excelkomindo dan Indosat</li></li></ul><li>Penetapan Harga atau Tarif <br />Saat ini bisa dikatakan bahwa tarif kartu seluler produk Telkomsel relatif mahal, sehingga bisa dikatakan, tarif bukanlah keunggulan dari Telkomsel. <br />Dengan demikian, penulis berpendapat dari sisi penetapan harga, produk Telkomsel masuk kategori 3 (low). <br />
  4. 4. Ketersediaan Serta Kualitas Layanan Utama dan Layanan Tambahan <br /><ul><li>Seluruh operator memiliki fasilitas standar berupa layanan telepon bebas pulsa untuk menanyakan tagihan, pembayaran, promosi, fitur layanan, informasi terkini dan menyampaikan keluhan.
  5. 5. Sedangkan untuk fitur yang ditawarkan kepada operator, rata-rata tiap operator baik operator besar maupun kecil menawarkan fitur-fitur berupa: SMS, international roaming, GPRS, MMS, multi-party calling, call forwarding, call waiting, caller number display dan non-display, mobile banking, dan SMS ke layanan e-mail.
  6. 6. Sejauh ini pelayanan fasilitas pelanggan dan penawaran fitur Telkomsel dan sesama operator tiga besar berdasarkan ilustrasi di atas dapat dianggap memiliki market attractiveness yang tinggi/high (=1), dengan Telkomsel sedikit lebih unggul di atas pesang-pesaing beratnya </li></li></ul><li>Profitabilitas <br /><ul><li>Pencapaian ARPU (Average Revenue per User) Telkomsel tidak terlalu tinggi dibandingkan 3 pesaing namun ditutupi oleh nilai EBITDA margin dan margin pendapatan bersih (net income margin) menunjukkan angka mengesankan
  7. 7. Dari sini terlihat bahwa keduanya sama-sama memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Dengan demikian, nilai market attractiveness Telkomsel dari sisi profitabilitas adalah tinggi/high (=1). </li></li></ul><li>Regulasi Pemerintah <br /><ul><li>Menperindag menerbitkan SK No. 35/2004, yang berisi ketentuan bahwa hanya operator jaringan tetap yang mempunyai lisensi dan menggunakan jaringan akses frekuensi radio yang dapat menawarkan layanan akses sambungan tetap tanpa kabel.
  8. 8. Penyedia layanan ini hanya diperbolehkan mengenakan biaya sebesar tarif operator jaringan sambungan tetap dengan kabel.
  9. 9. Dari sisi regulasi, dengan ketetapan pemerintah bahwa Flexi (Telkom) dan StarOne (Indosat) digolongkan sebagai telepon tetap tanpa kabel (fixed wireless), maka Telkomsel mendapat pesaing berat yang salah satunya datang dari induk perusahaannya sendiri.
  10. 10. Untuk itu, Telkomsel memiliki nilai market attractiveness yang rendah/low (=3) dari sisi regulasi. </li></li></ul><li>Ketersediaan Jaringan <br /><ul><li>Dari ketersediaan jaringan, dapat dikatakan Telkomsel leading daripada operator-operator lainnya ada berkat luasnya jaringan fixed-line yang selama ini dimiliki plus infrastruktur tambahan yang dibangun berikutnya.
  11. 11. Telkomsel telah mampu mencakup 5 benua dan menjalin kerjasama dengan lebih dari 100 operator di seluruh dunia yang menjadikannya operator seluler di Indonesia dengan mitra roaming terbanyak.
  12. 12. Saat ini cakupan jaringannya adalah yang terluas di Indonesia, tidak hanya kota-kota besar/ibukota propinsinya saja tetapi juga lebih dari 340 kota-kota kecil dan Dati II di seluruh Indonesia
  13. 13. Telkomsel dapat diklasifikasikan memiliki business position yang tinggi (=1) </li></li></ul><li>Pertumbuhan Usaha <br /><ul><li>Dari sisi keuangan, rata-rata pertumbuhan pendapatan seluler Telkomsel (65%) masih kalah dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan Indosat (120%).
  14. 14. Rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar itu ditunjang oleh pertambahan jumlah pelanggan Telkomsel (rata-rata 3,2 juta pelanggan baru per tahun) dan Indosat (rata-rata 2 juta pertambahan pelanggan baru per tahun).
  15. 15. Dengan pertumbuhan pendapatan usaha yang stabil dalam lima tahun ke depan (tahun 2008), bisnis seluler milik lndosat sudah akan mengungguli bisnis seluler Telkomsel.
  16. 16. Dengan demikian Telkomsel hanya masuk dalam klasifikasi business position sedang/medium (=2). </li></li></ul><li>Pangsa Pasar <br />Melihat peta persaingan yang ada, saat ini Telkomsel masih memimpin dengan menguasai 51% pangsa pasar, dan rata-rata pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 97%/tahun.<br />Karena itu dari sisi persaingan, Telkomsel masuk dalam klasifikasi memiliki business position yang tinggi (=1).<br />
  17. 17. Ringkasan Penilaian<br /><ul><li>Nilai
  18. 18. 1 : High
  19. 19. 2 : Medium
  20. 20. 3 : Low</li></li></ul><li>GE Matrix PT. Telkomsel<br />
  21. 21. Kesimpulan<br />Dari peletakan dimensi market attractiveness (MA) dan business position (BP) pada bangunan matriks, didapat letak kombinasi keduanya pada baris ke-1 kolom ke-2 yang bernilai 1 (= invest/grow). <br />Investasi yang perlu dilakukan pihak manajemen mencakup tiga hal yakni : <br />Investasi untuk mempertahankan posisi<br />Investasi untuk penetrasi<br />Investasi untuk membangun kembali<br />
  22. 22. TERIMA KASIH<br />

×