BAB I                                      PENDAHULUANA.     LATAR BELAKANGGlobalisasi informasi dan transformasi membawa ...
KTSP adalah kurikulum operasional, merupakan pedoman di lapangan dalam prosespembelajaran yang baik ( baik di kelas maupun...
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadiwarga negara yang demokratis ser...
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerahuntuk membangun kehidupan bermasyar...
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya pot...
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh olehpeserta didik dalam kegiatan pembelaj...
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang       disesuaikan dengan ciri khas dan poten...
4. Matematika                           6     6    6     6     6     6   5. Ilmu Pengetahuan Alam                3     3  ...
Meliputi pendidikan agama Islam, pendidikan agama dimaksudkan untuk meningkatkanpotensi spiritual dan membentukpeserta did...
Mata pelajaran bahasa inggris bertujuan agar peserta didik memeiliki kemampuan :(1) mengembangkan kompetensi berkomunikasi...
g.    Ilmu Pengetahuan SosialMata pelajaran IPS betujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :(1) mengenal konsep-konsep...
2. Muatan LokalSesuai dengan surat keputusan gubernur jawa timur No. 188/KPSi/013/2005 dan         suratkeputusan walikota...
Dengan tujuan :1. Mengembangkan seni membaca Al Qur’an2. Menanamkan aqidah dan ibadah- Peringatan hari-hari besar Islam- P...
7. Mekanisme pelaksanaana. Kegiatan pengembangan diri (terprogram) dilaksanakan diluar jam pembelajaran(ekstrakurikuler) y...
VI   5. Ketuntasan BelajarKKM didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya adalah tingkat esensial dankompeleksitas ...
5. IPA                                 65    65   65    65    65    65       6. IPS                                 65    ...
8. Kriteria KelulusanPeserta didik dinyatakan lulus apabila memenuhi syarat sebagai berikut ( PP 19/2005   pasal 72ayat 1 ...
1. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik      selama satu tahun pelajaran ...
Keterangan :JME     : Jumlah minggu efektifHES     : Hari efektif sekolahHEF : Hari efektif fakultatifKTS     : Kegiatan t...
Ktsp
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ktsp

3,229 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,229
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
77
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ktsp

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGGlobalisasi informasi dan transformasi membawa dampak terhadap peradaban berbangsa danbernegara, tidak terkecuali terhadap sisitem pendidikan kita. Undang-Undang Dasar 1945 sebagadasar perundangan di Indonesia memberikan pencerahan dan tanggungjawab kepada setiap kitauntuk senantiasa melakukan upaya pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk mengembangkan potensi peserta didikagar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Untuk itu pemerintahmenyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Dalam rangka menyikapi perkembangan jaman pemerintah melakukan berbagai upaya, WajibBelajar 9 Tahun salah satunya. Dengan demikian pendidikan nasional harus mampu menjaminpemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemenpendidikan. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indnesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa, dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manjemen pendidikan dilakukan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah yang bertumpu pada tiga pilar MBS ( Transparansi, Peran serta masyarakat dan PAIKEM ) serta pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan, yang mengarah kepada kemandirian sekolah.Melalui berbagai pelatihan baik secara mandiri maupun program dinas, serta sosialisasi internal,maka kami ( Kepala Sekolah, para Guru dan Komite Sekolah ) membentuk tim penyusunKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Lenteng Barat IV yang dikembangkansebagai perwujudan dari Kurikulum 2006.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini didasarkan pada beberapa prinsip antara lain : 1. Tanggap terhadap perkembangan IPTEK, dan seni; relevan dengan kebutuhan kehidupan 2. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 3. Beragam dan terpadu 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Belajar sepanjang hayat 7. Seimbang antara kepentingan nasional, daerah dan lokal
  2. 2. KTSP adalah kurikulum operasional, merupakan pedoman di lapangan dalam prosespembelajaran yang baik ( baik di kelas maupun di luar kelas ), berlangsung secara efektif danmampu membangkitkan aktivitas dan kreatifitas anak. Dalam hal ini para pelaksana kurikulum (guru ) yang akan membumikan KTSP ini dalam proses pembelajaran secara sungguh-sungguhserta mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi pesertadidik, sehingga peserta didik betah di sekolah. Maka pembelajaran di sekolah dasar hendaknyabersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, efektif,demokratis, menyenangkan dan mengasyikkan. Dengan semangat seperti itulah KTSP ini akanmenjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di SDNLenteng Barat IV Kecamatan Lenteng.B. TUJUAN PENGEMBANGAN KTSPKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang kemudian dikenal dengan singkatan KTSP ini,selain merupakan kurikulum operasional juga merupakan pedoman pelaksanaan setiap kegiatandi sekolah.Walaupun KTSP ini pada akhirnya tetap hanya sebuah dokumen, akan tetapi apabila terlaksanadi lapangan dalam proses pembelajaran dengan baik (baik di kelas maupun di luar kelas ),berlangsung secara efektif dan mampu membangkitkan aktivitas dan kreatifitas anak, makaeksistensinya sangat berarti bagi sekolah. Dalam hal ini para pelaksana kurikulum (guru) yangakan membumikan KTSP ini dalam proses pembelajaran sungguh-sungguh serta mampumenciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi peserta didik, sehinggapeserta didik betah di sekolah. Maka pembelajaran di sekolah dasar hendaknya bersifatmendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, efektif,demokratis, menyenangkan dan mengasyikkan. Dengan semangat seperti itulah KTSP ini akanmenjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di SDNLenteng Barat IV Kecamatan Lenteng.C. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSPKTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Departemen Agama Kabupaten/ Kotauntuk Pendidikan Dasar dan Provinsi untuk Pendidikan Menengah. Pengembangan KTSPmengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusunBNSP, serta memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah/ Madrasah. Penyusunan KTSP untukPendidikan Khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Provinsi, danberpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun BNSP.KTSP dikembangkan berdasatkan prinsip-prinsip sebagai berikut :1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik danlingkungannya.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untukmengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
  3. 3. Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadiwarga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Untuk mendukung pencapaian tujuantersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentralberarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.2. Beragam dan TerpaduKurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisidaerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta mengahrgai dan tidak diskriminatif terhadapperbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulummeliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal dan pengembangan dirisecara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepatantar substansi.3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seniKurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seniyang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikanpengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmupengetahuan, teknologi dan seni4. Relevan dengan kebutuhan kehidupanPengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders)untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnyakehidupan kemasyarakatan, dunia uasaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembanganketerampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik,keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.5. Menyeluruh dan berkesinambunganSubstansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan danmata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjangpendidikan.6. Belajar sepanjang hayatKurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan pesertadidik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutanlingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  4. 4. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerahuntuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasionaldan daerah harus saling mengisi dan diupayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ikadalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)D. PENGERTIAN1. KurikulumKurikulum berasal dari bahasa Yunani, yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yangdigunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuanpendidikan tertentu .“2. Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanKTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masingsatuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur danmuatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, silabus dan RPP.3. SilabusSilabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan /atau kelompok mata pelajaran/ tematertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran,kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/ bahan/ alat belajar.Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokokpembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.Contoh silabus terdapat pada lampiran.4. Rencana Pelaksanaan PembelajaranPerencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yangmemuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumberbelajar dan penilaian hasil belajar. Contoh Rencana pelaksanaan pembelajaran SD terdapat padalampiran. BAB II TUJUANA. TUJUAN PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan NasionalTujuan Pendidikan Nasional sebagaimana tercantum dalam Sistem Pendidikan Nasional Bab IIPasal 3 bahwa : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
  5. 5. watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan Pendidikan DasarTujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar-dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.B. VISI SEKOLAH Terciptanya sekolah yang ramah anak, unggul dalam prestasi dan mampu mengikuti perkembangan IPTEK (Cerdas), berkarakter, berakar pada budaya bangsa, dan berwawasan lingkungan (Berbudaya), berlandaskan IMTAQ (Religius)C. MISI SEKOLAH Memberdayakan seluruh civitas sekolah untuk menciptakan suasana sekolah yang efektif, nyaman, lengkap, dan memadai untuk belajar Menumbuhkembangkan pengamalan agama, nilai-nilai luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang salah satu aplikasinya dengan membudayakan kegiatan 7 S yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat dan Sepenuh hati pada seluruh warga sekolah Mengelola pembelajaran secara profesional agar peserta didik mampu berpikir kreatif, kritis dan sistematis, bersikap mandiri, terampil, dan berdaya saing tinggi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup.D. TUJUAN SDN LENTENG BARAT IV 1. Menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini 2. Menjadi sekolah yang berprestasi minimal di tingkat kecamatan 3. Melaksanakan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAIKEM) serta dinamis, dialogis, dan produktif 4. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi 5. Menjadikan sekolah sebagai pelopor penggerak masyarakat 6. Menyediakan tim yang siap berkompetisi (akademik maupun non akademik) BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
  6. 6. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh olehpeserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap matapelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasaipeserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensiyang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkanberdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan dirimerupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang Pendidikan Dasar danMenengah.Struktur kurikulum terdiri dari tiga komponen, yaitu mata pelajaran, muatan lokal, danpengembangan diri. Kelompok mata pelajaran, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, menyatakan bahwa kurikulum untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri atas : 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Kelompok mata pelajaran estetika 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Adapun pengelompokan mata pelajaran selengkapnya sebagai berikut : 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia meliputi Pendidikan Agama 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi Pendidikan Kewarganegaraan 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Keterampilan/ Teknologi Informasi dan Komunikasi 4. Kelompok mata pelajaran estetika meliputi Seni Budaya dan Bahasa Madura 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi Pendidikan Jasmani, Olahraga dan KesehatanA. STRUKTUR KURIKULUM SDN LENTENG BARAT IV LENTENG SUMENEPStruktur kurikulum SDN Lenetng Barat IV meliputi substansi pembelajaran yang ditempuhdalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai Kelas VI. Strukturkurikulum SD disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi matapelajaran dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Kurikulum SDN Lenteng Barat IV memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri, seperti tertera Tabel.
  7. 7. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/ KPST/ 013/ 2005 dan Surat Keputusan Bupati/Walikota, muatan lokal untukPendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Timur adalah Bahasa Daerah (Jawa/ Madura) danPendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenagakependidikan yang dapatdilakukandalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaandengan masalah diri pribadi dankehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik. 1. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu. 2. Pembelajaran pada Kelas I s.d III dilaksanakan melalui Pendekatan Tematik, sedangkan pada Kelas IV s.d VI dilaksanakan melalui Pendekatan Mata Pelajaran. 3. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. 4. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit 5. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. TABEL STRUKTUR KURIKULUM SDN LENTENG BARAT IV LENTENG SUMENEP KELAS DAN ALOKASI WAKTU KOMPONEN I II III IV V VIA. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 3 3 3 3 3 3 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 6 6 6 6 6 6
  8. 8. 4. Matematika 6 6 6 6 6 6 5. Ilmu Pengetahuan Alam 3 3 3 4 4 4 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 2 2 3 3 3 3 7. Seni Budaya dan Keterampilan 4 4 4 4 4 4 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan 2 3 3 4 4 4KesehatanB. Muatan Lokal 9. Bahasa Daerah ( Madura ) 2 2 2 2 2 2 10. Bahasa Inggris - - - 2 2 2C. Pengembangan Diri - - - 2*) 2*) 2*) Jumlah : 201 jam 30 31 32 36 36 36*) Ekuivalen 2 jam pelajaran KETENTUAN NASIONAL KELAS DAN ALOKASI WAKTU KOMPONEN I II III IV V VIA. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 3 3 3 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 5 5 5 5 5 5 4. Matematika 5 5 5 5 5 5 5. Ilmu Pengetahuan Alam 2 2 3 4 4 4 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 2 2 2 3 3 3 7. Seni Budaya dan Keterampilan 4 4 4 4 4 4 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan 2 3 3 4 4 4KesehatanB. Muatan Lokal 9. Bahasa Daerah ( Madura ) 2 2 2 2 2 2 10. Bahasa Inggris - - - - - -C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah : 177 jam 26 27 28 32 32 32Keterangan : dapat ditambah maksimal 4B. Muatan Kurikulum 1. Mata Pelajaran a. Pendidikan Agama
  9. 9. Meliputi pendidikan agama Islam, pendidikan agama dimaksudkan untuk meningkatkanpotensi spiritual dan membentukpeserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa dan berakhlak mulia.akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikanagama. b. Pendidikan KewarganegaraanPendidikan kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :(1) berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan,(2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalamkegiatan masyarakat, berbangsadan bernegara, serta anti korupsi,(3) berkembang secara positif dan demokratis,(4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidaklangsung. c. Bahasa IndonesiaMata pelajaran bahasa indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagaiberikut :(1) berkomunikasi secara efektif sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupunlisan,(2) menghargai dan bangga menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasanegara,(3) memahami bahasa indonesia dan menggunakannya denga tepat dan kreatif,(4) menggunakan bahasa indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual(5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budipekerti,(6) menghargai dan mengembangkan sastra indonesia. d. Bahasa Inggris
  10. 10. Mata pelajaran bahasa inggris bertujuan agar peserta didik memeiliki kemampuan :(1) mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan secara terbatas untuklanguage accompanying actiondalam konteks sekolah,(2) memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa inggris untuk meningkatkandaya saing bangsa dalammasyarakat global. e. MatematikaMata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :(1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikankonsep atau alogaritma,(2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat,(3) memecahkan masalah ,(4) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain,(5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. f. Ilmu Pengetahuan AlamMata pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :(1) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran tuhan yang maha esa,(2) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA,(3) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yangsaling mempengaruhi,(4) mengembangkan keterampilan proses,(5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikanlingkungan alam,(6) meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam,(7) memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA
  11. 11. g. Ilmu Pengetahuan SosialMata pelajaran IPS betujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :(1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat,(2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis,rasa ingin tahu, inkuirimemecahkan masalah dan keterampilan(3) memiliki komitemen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial,(4) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompeteisi dalam masyarakatyang majemuk h. Seni Budaya dan KeterapilanMata pelajaran seni budaya dan keterampilan bertujuan agar peserta didika memilikikemampuan :(1) memhami konsep dan penting nya seni budaya dan keterampilan,(2) menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan,(3) menampilkan kreatifitas melalui seni budaya dan keterampilan,(4) menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan i. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan KesehatanPendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :(1) mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya mengembangkan kebugaranjasmani,(2) meningkatkan pertumbuhan fisik dan psiki,(3) meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar,(4) meletakkan landasan karakter moral yang kuat,(5) mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri,demokratis,(6) mengembangkan keterampilan menjaga keselamatan diri dari orang lain dan lingkungan,(7) memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga
  12. 12. 2. Muatan LokalSesuai dengan surat keputusan gubernur jawa timur No. 188/KPSi/013/2005 dan suratkeputusan walikota/bupatitentang penetapan mulok sebagai berikut :a. Bahasa daerah (Jawa/Madura) sebagai upaya mempertahankan nilai-nila budaya(Jawa/Madura) masyarakat setempatdalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra. pendidikan lingkungan hidup (PPLH) sebagaiupaya menanamkan rasa cintalingkungan hidup dalam bentuk kegiatan pembelajaran pola hidup bersih dan menjagakeseimbangan ekosistem.b. Pelaksanaan pembelajaran mulok dialokasikan dua jam pelajaran. 3. Pengembangan Diri 3.1 Pengembangan Diri TerprogramBerdasarkan kondisi objektif sekolah, kegiatan pengembangan diri yang dipilih dan ditetapkanadalah sebagai berikut a. KepramukaanDengan tujuan :Sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, serta melatihberorganisasi.1. Sebagai wahana siswa untuk melatih berorganisasi2. Melatih siswa untuk terampil dan mandiri3. Melatih siswa untuk mempertahankan hidup4. Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain5. Memiliki sikap kerja sama kelompok6. Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat b. Keagamaan
  13. 13. Dengan tujuan :1. Mengembangkan seni membaca Al Qur’an2. Menanamkan aqidah dan ibadah- Peringatan hari-hari besar Islam- Pondok Ramadhan c. OlahragaDengan tujuan :1. Mengembangkan olahraga bola voli2. Mengembangkan seni bela diri pencak silat d. Seni BudayaDengan tujuan :1. Mengembangkan seni tari tradisional2. Mengembangkan sinu budaya Islam 3.2 Pengembangan Diri Tak Terprogram (Pembiasaan)Didasarkan pada situasi dan kondisi sekolah, kegiatan pengembangan diri tak terprogramyang dipilih dan ditetapkanadalah sebagai berikut :1. Pembacaan do’a sehari-hari setiap hari2. Perkalian sesudah do’a -do’a sehari-hari3. Penanaman nilai-nilai patriotisme melalui : (Upacara bendera setiap hari senin dan hari besarnasional)4. Penanaman minat baca setiap waktu luang5. Pembinaan ketertiba pakaian seragam anak sekolah6. Penanaman nilai-nilai akhlak islam
  14. 14. 7. Mekanisme pelaksanaana. Kegiatan pengembangan diri (terprogram) dilaksanakan diluar jam pembelajaran(ekstrakurikuler) yang dibina olehguru, pelatih, praktisi yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan kepalasekolah.b. Jadwal KegiatanNO JENIS KEGIATAN HARI WAKTU 1 Kepramukaan Minggu 07.30-10.00 2 Keagamaan Jumat 14.00-16.00 3 Olahraga Sabtu 07.00-08.45 4 Seni Budaya Jumat 16.00-17.c. Alokasi WaktuKegiatan pengembangan diri (terprogram) hanya diberikan mulai dikelas IV s.d VIdialokasikan 2 jam pelajaran(ekuivalen 2 x 35 menit)d. PenilaianKegiatan pengembangan diri dinilai secara kualitatif dan dilaporkan secara berkala kepadaseklah dan orang tua siswae. Pengembangan Diri Tak TerprogramKegiatan pengembangan diri ttak terprogram dilaksanakan dengan pengawasan guru kelas danguru piket 4. Pengaturan Beban Belajar Jumlah Jam Minggu Efektif Waktu 1 Jam PembelajaranKelas Pelajaran Per Pertahun Pembelajaran/ Tatap Muka/ Menit Minggu Ajaran Jam Pertahun I 35 26+4 34-38 II 35 27+4 34-38 884-1064 jp III 35 28+4 34-38 IV @35 32+4 34-38 1088-1216 V
  15. 15. VI 5. Ketuntasan BelajarKKM didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya adalah tingkat esensial dankompeleksitas masing-masingkompetensi dasar, intake atau tingkat kemampuan sisiwa, dan kemampuan daya dukung masing-masing mata pelajaran. BSNP(panduan menyusun KTSP) menetapkan kriteria ideal adalah 75. tetapi masing-masing satuanpendidikan dapat menetapkankurang dari 75 berdasarkan pertimbangan -pertimbangan tertentu.Peserta didik yang belum dapat mencapai 75 harus mengikuti program perbaikan (remidi) hinggamencapai KKM yangdipersyaratkan. peserta didik yang telah mencapai KKM lebih dari 75 mengikuti programpengayaan.SDN Lenteng Barat IV mematok KKM 65, jadi peserta didik yang belum mencapai KKM 65harus mengikuti program perbaikan(remidi). sedangkan peserta didik yang telah mencapai KKM lebih dari 65 mengikuti programpengayaan. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) SDN LENTENG BARAT IV TAHUN PELAJARAN 2012- 2013 KELAS NO KOMPONEN KET I II III IV V VI A. Mata Pelajaran 65 65 65 70 70 70 1. Pendidikan Agama 65 65 65 65 65 65 2. PKN 65 65 65 70 70 70 3. Bahasa Indonesia 60 60 65 65 65 65 4. Matematika 60 60 65 70 70 70
  16. 16. 5. IPA 65 65 65 65 65 65 6. IPS 65 65 65 65 65 65 7. Seni Budaya dan Keterampilan 70 70 70 70 70 70 8. PJOK 65 65 65 65 70 70 B. Muatan Lokal 65 65 65 60 60 60 1. Bahasa Madura B B B B B B 2. Bahasa Inggris B B B B B B C. Pengembangan Diri B B B B B B 1. Keagamaan 2. Pramuka 3. Olahraga6. Kenaikan KelasPeserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Menyelesaikan seluruh program pembeajaran pada dua semester di kelas yang diikuti; 2. Tidak terdapat nilai dibawah SKBM/KKM maksimal 3 mata pelajaran pada semester yang diikuti; 3. Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian, kelakuan, dan kerajinan pada semester yang diikuti, dan 4. Ketidak hadiran tanpa keterangan (alpa) maksimal 10% dari jumlah hari efektif.7. Pindah Sekolah / Mutasi 1. Sekolah akan memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah : 1. Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 2. Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan pelaksana kurikulum 1994 3. Antara sekolah pelaksana kurikulum 2004 dengan pelaksana KTSP 2. Untuk pelaksanaan sekolah lintas provinsi/kabupaten/kota, dikoordinasikan dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota setempat. 3. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah / mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, antara lain mencakup hal-hal berikut : 1. Menyesuaikan bentuk laporan belajar siswa (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan di sekolah tujuan. 2. Melakukan tes matrikulasi bagi siswa pindahan
  17. 17. 8. Kriteria KelulusanPeserta didik dinyatakan lulus apabila memenuhi syarat sebagai berikut ( PP 19/2005 pasal 72ayat 1 )1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;2. Memperoleh nilai minimal 65 pada penilaian akhir untuk seluruhelompok mata pelajaran:a. Agama dan Akhlak Muliab. Kewarganegaraan dan Kepribadianc. Etikad. Jasmani, Olahraga da Kesehatane. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologif. Lulus Ujian Nasional 9. Pendidikan Kecakapan HidupSDN Lenteng Barat IV mengembangkan pendidikan kecakapan hidup (life skil) :1.Bercocok tanam2. Keterampilan daur ulang barang-barang bekas3. Pemanfaatan bahan baku alam sekitar sekolah (home industri) 10. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan GlobalKeterampilan lokal dan global, SDN Lenteng Barat IV adalah membuat anyaman bambu BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada setiap jenis dan jenjangdiselenggarakan dengan mengikuti kalenderpendidikan setiap tahun ajaran.A. Ketentuan-ketentuan :
  18. 18. 1. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur 2. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. 3. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran 4. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. 5. Waktu libur adalah watu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pembelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum, termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus (yang ditentukan oleh sekolah). Kalender pendidikan SDN Lenteng Barat IV Tahun pelajaran 2012/2013 Rincian Minggu EfektifSemester 1No Bulan JME HES HEF KTS LU LHB LS LPP LHR Jml 1 Juli 2012 3 9 8 - 3 0 0 3 - 2 Agustus 2012 3 5 10 - 3 2 - 0 10 3 September 2012 5 25 0 0 5 0 - - 0 4 Oktober 2012 4 23 0 3 4 1 - - - 5 November 2012 4 25 0 0 4 1 - - - 6 Desember 2012 4 19 0 0 4 0 6 - - Jumlah 23 109 18 3 23 4 6 3 10Semester 2No Bulan JME HES HEF KTS LU LHB LS LPP LHR Jml1 Januari 2013 3 21 0 0 3 2 4 0 02 Februari 2013 4 25 0 0 4 0 0 0 03 Maret 2013 5 21 0 3 5 2 0 0 04 April 2013 4 26 0 0 4 0 0 0 05 Mei 2013 4 25 0 0 4 2 0 0 06 Juni 2013 4 18 0 0 4 1 6 0 07 Juli 2013 0 0 0 0 2 0 12 0 0 Jumlah 24 139 0 3 26 7 22 0 0 Total Jumlah 47 248 18 6 49 11 28 3 10
  19. 19. Keterangan :JME : Jumlah minggu efektifHES : Hari efektif sekolahHEF : Hari efektif fakultatifKTS : Kegiatan tengah semesterLU : Libur umumLHB : Libur hari besarLS : Libur semesterLPP : Libur permulaan puasaLHR : Libur hari rayaB. Penetapan Kalender Pendidikan 1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan juli setiap tahun dan berakhir pada bulan juni tahun berikutnya 2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan menteri pendidikan nasional, dan atau menteri agama dalam hal terkait dengan hari raya kegamaan, kepala pemerintahan tingkat kabupaten, dan atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat mentapkan hari libur 3. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten sumenep dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan 4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada pedoman ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah.Lampiran-Lampiran : 1. Silabus (terlampir) 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (terlampir)

×