Your SlideShare is downloading. ×
0
Manajemen Inventory dan Permasalahannya di Dunia Industri: Antara Teori dan Praktek Oleh: Henmaidi, PhD Orasi Ilmiah dalam...
1. Pendahuluan <ul><li>Inventori merupakan investasi kapital </li></ul><ul><li>Besarnya  dapat mencapai antara 30 hingga 5...
1. Pendahuluan (lanjutan..) <ul><li>Kelebihan inventori membuat perusahaan harus menanggung beban tambahan seperti kerusak...
2. Kanapa Inventori dibutuhkan? <ul><li>Inventory adalah  ‘necessary evil”:  </li></ul><ul><li>pemborosan yang tak terhind...
Kenapa Inventori diperlukan? ( lanjutan .. ) <ul><ul><li>Lot Size </li></ul></ul><ul><ul><li>Supply Buffer: Biasanya diseb...
3.  Gambaran Kompleksitas Manajemen  Inventori   <ul><li>Sebuah perusahaan skala menengah dapat memiliki lebih dari 30.000...
3.  Gambaran Kompleksitas Manajemen Inventori  (lanjutan) <ul><li>Sebuah jaringan super market besar bisa memiliki sekitar...
Masalah Akurasi Data <ul><li>Gambaran Database Sistem Persediaan Versi Akuntansi dan Versi Gudang PT Semen Tonasa sebelum ...
Masalah Akurasi Data  (lanjutan) <ul><li>Di PT Semen Padang sebelum melakukan rekonsiliasi item master persediaannya: </li...
<ul><li>Dampak duplikasi nomor stok ini adalah terjadinya ketidakakuratan data sistem (Henmaidi, dan Rafiq, 2004), dan sel...
Masalah Penyimpanan
Masalah Laju Pakai Barang (Henmaidi, dkk. 2006)
Lead time  yang tidak pasti <ul><li>Media lokal memberitakan kelangkaan semen di Wilayah Sumatera Tengah. Sejak minggu II ...
Lead time  yang tidak pasti <ul><li>Penyebab: tidak lepas dari persoalan lead time pengiriman barang, yakni Gypsum.  </li>...
Lead time  yang tidak pasti ROL Q = Jumlah Pesanan Kedatangan terlambat
Persoalannya adalah: <ul><li>Seberapa sering status inventori harus di review? </li></ul><ul><li>Kapan pemesanan harus dil...
4. Faktor-faktor Penting dalam Pengambilan Keputusan <ul><li>Biaya Inventori </li></ul><ul><ul><li>Biaya penyimpanan (inve...
Biaya penyimpanan (inventori carrying cost) <ul><li>Cost of money – 6% hingga 18% </li></ul><ul><li>Keusangan (industri pa...
<ul><li>Biaya Pemesanan (Ordering costs) </li></ul><ul><ul><li>timbul akibat pengadaan kembali inventori: biaya transporta...
5.  Sitem Pengontrolan Inventori <ul><li>Terdapat dua bentuk dasar sistem pengontrolan inventori: </li></ul><ul><ul><li>Si...
<ul><li>Sitem Pengontrolan Inventori:  Continuous </li></ul>
<ul><li>Sitem Pengontrolan Inventori: Periodik </li></ul>
6. Gap Antara Teori dan Praktek <ul><li>Model-model inventori sulit dipahami </li></ul><ul><li>Praktisi sering frustrasi d...
<ul><li>Penutup </li></ul><ul><li>Inventori adalah bagian yang penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam menuj...
<ul><li>Terima Kasih </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Presentasi Orasi Ilmiah Henmaidi Edit

1,666

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,666
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Presentasi Orasi Ilmiah Henmaidi Edit"

  1. 1. Manajemen Inventory dan Permasalahannya di Dunia Industri: Antara Teori dan Praktek Oleh: Henmaidi, PhD Orasi Ilmiah dalam Rangka Dies Natalis Fakultas Teknik Unand XXIII, Padang, 13 Mai 2008
  2. 2. 1. Pendahuluan <ul><li>Inventori merupakan investasi kapital </li></ul><ul><li>Besarnya dapat mencapai antara 30 hingga 50% </li></ul><ul><li>Biaya menyimpan inventori berkisar antara 10-25% dari nilai rata-rata inventori dalam satu tahun. </li></ul>
  3. 3. 1. Pendahuluan (lanjutan..) <ul><li>Kelebihan inventori membuat perusahaan harus menanggung beban tambahan seperti kerusakan, keusangan, biaya sewa gudang. Sesungguhnya ini akan meningkatkan biaya dalam menjalankan usaha, meningkatkan harga jual dan membuat perusahaan kurang kompetetitif. (Fogarty, 1991, Silver dan Peterson, 1985). </li></ul>
  4. 4. 2. Kanapa Inventori dibutuhkan? <ul><li>Inventory adalah ‘necessary evil”: </li></ul><ul><li>pemborosan yang tak terhindarkan. </li></ul><ul><li>Beberapa alasan kenapa Inventori diperlukan: </li></ul><ul><ul><li>Adanya kebutuhan barang sementara untuk mengadakannya dibutuhkan lead time </li></ul></ul><ul><ul><li>Pipeline </li></ul></ul><ul><ul><li>Quality </li></ul></ul>
  5. 5. Kenapa Inventori diperlukan? ( lanjutan .. ) <ul><ul><li>Lot Size </li></ul></ul><ul><ul><li>Supply Buffer: Biasanya disebut sebagai “safety stock” atau “safety lead time” </li></ul></ul><ul><ul><li>Demand Buffer </li></ul></ul><ul><ul><li>Facilities Layout/Design </li></ul></ul><ul><ul><li>Service Objectives </li></ul></ul>
  6. 6. 3. Gambaran Kompleksitas Manajemen Inventori <ul><li>Sebuah perusahaan skala menengah dapat memiliki lebih dari 30.000 jenis barang, dalam bentuk: </li></ul><ul><ul><li>bahan baku, </li></ul></ul><ul><ul><li>bahan penolong, </li></ul></ul><ul><ul><li>barang umum, </li></ul></ul><ul><ul><li>suku cadang atau </li></ul></ul><ul><ul><li>barang jadi. </li></ul></ul>
  7. 7. 3. Gambaran Kompleksitas Manajemen Inventori (lanjutan) <ul><li>Sebuah jaringan super market besar bisa memiliki sekitar 100.000 jenis barang yang dijualnya. </li></ul><ul><li>Sebuah rumah sakit atau apotik, bisa memiliki puluhan ribu jenis barang, mulai dari bahan penolong, hingga obat-obatan yang dimiliki. </li></ul><ul><li>Adanya jumlah inventori yang sedemikian besar diikuti dengan kerumitan dalam operasionalnya. </li></ul>
  8. 8. Masalah Akurasi Data <ul><li>Gambaran Database Sistem Persediaan Versi Akuntansi dan Versi Gudang PT Semen Tonasa sebelum Rekonsiliasi (Henmaidi, dkk. 2007) </li></ul>45.853 Duplikasi di Master Item Gudang 554 Nomor Item (1229 Record) Item tanpa Deskripsi Master Akuntansi : 452 item Item tanpa deskripsi Master Gudang : 236 item File Akuntansi 72.181 item File Gudang 71.854 item 26.328 26.001
  9. 9. Masalah Akurasi Data (lanjutan) <ul><li>Di PT Semen Padang sebelum melakukan rekonsiliasi item master persediaannya: </li></ul><ul><li>Teridentifikasi sebanyak 993 item yang ganda yang terdiri dari 2081 nomor stok. </li></ul><ul><li>diklasifikasikan atas: </li></ul><ul><ul><li>Satu jenis item memiliki lebih dari 1 nomor stock, sedangkan memiliki deskripsi (nama dan part number) yang sama. </li></ul></ul><ul><ul><li>Satu jenis item memiliki lebih dari 1 nomor stock, namun memiliki deskripsi (nama dan part number) yang berbeda. dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Satuitem memiliki 1 nomor stock yang sama, namun terdaftar dalam 2 atau lebih sub inventori. </li></ul></ul>
  10. 10. <ul><li>Dampak duplikasi nomor stok ini adalah terjadinya ketidakakuratan data sistem (Henmaidi, dan Rafiq, 2004), dan selanjutnya menimbulkan beberapa hal sebagai berikut: </li></ul><ul><ul><li>duplikasi pemesanan untuk item yang sama.  semakin tingginya nilai persediaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesalahan counting </li></ul></ul><ul><ul><li>Inefisiensi </li></ul></ul>
  11. 11. Masalah Penyimpanan
  12. 12. Masalah Laju Pakai Barang (Henmaidi, dkk. 2006)
  13. 13. Lead time yang tidak pasti <ul><li>Media lokal memberitakan kelangkaan semen di Wilayah Sumatera Tengah. Sejak minggu II Nopember 2007: </li></ul><ul><ul><li>Terjadi kelangkaan semen di kota-kota Sumatera Barat. Kelangkaan Semen ini menyebabkan naiknya harga secara tidak wajar, dan menjadi pemberitaan hangat di berbagai media di Sumbar. Di beberapa daerah harga semen mencapai Rp. 50 ribu, bahkan ada agen yang menjual dengan harga Rp. 65 ribu per zak ( Singgalang , 10, 13 Nopember 07, Padang Ekspres 9, 10 Nopember, Haluan 12, 13 Nopember 2007). </li></ul></ul>
  14. 14. Lead time yang tidak pasti <ul><li>Penyebab: tidak lepas dari persoalan lead time pengiriman barang, yakni Gypsum. </li></ul><ul><li>Cement Mill tidak beroperasi akibat tidak adanya Gypsum. </li></ul><ul><li>kapal import gypsum dari Thailand tidak datang pada waktunya </li></ul><ul><li>Biasanya ada 2 sampai 3 kapal yang masuk dalam tiap bulannya. </li></ul><ul><li>Pemasok gagal mendatangkan kapal karena issue tsunami serta ancaman gelombang laut. </li></ul>
  15. 15. Lead time yang tidak pasti ROL Q = Jumlah Pesanan Kedatangan terlambat
  16. 16. Persoalannya adalah: <ul><li>Seberapa sering status inventori harus di review? </li></ul><ul><li>Kapan pemesanan harus dilakukan? </li></ul><ul><li>Berapa banyak yang harus dipesan? </li></ul>
  17. 17. 4. Faktor-faktor Penting dalam Pengambilan Keputusan <ul><li>Biaya Inventori </li></ul><ul><ul><li>Biaya penyimpanan (inventori carrying cost) </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya Pemesanan (ordering cost) </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya kehabisan persediaan (shortage cost) </li></ul></ul>
  18. 18. Biaya penyimpanan (inventori carrying cost) <ul><li>Cost of money – 6% hingga 18% </li></ul><ul><li>Keusangan (industri pakaian jadi: depresiasi sampai 90% ketika terjadi perubahan mode) </li></ul><ul><li>Susut </li></ul><ul><li>Faktor kualitas </li></ul><ul><li>Perubahan teknologi atau penurunan harga </li></ul><ul><li>Pajak </li></ul><ul><li>Asuransi </li></ul><ul><li>Ruang Penyimpanan </li></ul><ul><li>Tenaga kerja </li></ul><ul><li>Record Keeping Systems </li></ul><ul><li>Peralatan Material Handling </li></ul><ul><li>Rekonsiliasi jumlah fisik Inventory, transportasi, biaya energi dan lain-lain </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Biaya Pemesanan (Ordering costs) </li></ul><ul><ul><li>timbul akibat pengadaan kembali inventori: biaya transportasi, biaya telepon, biaya penerimaan, biaya inspeksi, serta biaya angkut (handling). </li></ul></ul><ul><ul><li>Berbanding terbalik dengan biaya penyimpanan. </li></ul></ul><ul><li>Biaya kehabisan persediaan (Shortage costs): akibat permintaan konsumen tidak dapat terpenuhi: </li></ul><ul><ul><li>biaya akibat berhentinya operasi pabrik karena ketiadaan persediaan, </li></ul></ul><ul><ul><li>hilangnya potensi keuntungan, </li></ul></ul><ul><ul><li>kekecewaan konsumen, </li></ul></ul><ul><ul><li>Penalti Keterlambatan pengiriman barang , atau </li></ul></ul><ul><ul><li>potongan harga untuk mempertahan konsumen. </li></ul></ul>
  20. 20. 5. Sitem Pengontrolan Inventori <ul><li>Terdapat dua bentuk dasar sistem pengontrolan inventori: </li></ul><ul><ul><li>Sistem Inventori kontinu, (Continuous Inventory System) </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem pemesanan perioda tetap (Fixed order period system) </li></ul></ul>
  21. 21. <ul><li>Sitem Pengontrolan Inventori: Continuous </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Sitem Pengontrolan Inventori: Periodik </li></ul>
  23. 23. 6. Gap Antara Teori dan Praktek <ul><li>Model-model inventori sulit dipahami </li></ul><ul><li>Praktisi sering frustrasi dengan model-model yang tersedia, </li></ul><ul><li>Fresh graduate, dengan serta merta menggunakan rumus tanpa mempertimbangkan asumsi yang melekat pada model tersebut. </li></ul><ul><li>Akibatnya justru menyebabkan nilai persediaan melonjak drastis, berkebalikan dengan tujuan manajemen inventori. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Penutup </li></ul><ul><li>Inventori adalah bagian yang penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam menuju efisiensi dan memenangkan persaingan. </li></ul><ul><li>Banyak pihak yang belum menyadari betapa pentingnya pengelolaan inventori bagi perusahaan. </li></ul><ul><li>Permasalahan inventori seringkali tersembunyi dan tidak muncul di permukaan. </li></ul><ul><li>Banyak penelitian telah dilakukan berkaitan dengan manajemen inventori. Hal yang masih menjadi persoalan adalah adanya gap antara penelitian yang berkembangan dengan tingkat pemahaman praktisi atas perkembangan manajemen inventori tersebut. </li></ul><ul><li>Gap ini terjadi seringkali disebabkan kesalahan dalam penerapan model yang tidak cocok dengan kondisi ril yang dihadapi. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Terima Kasih </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×