• Save
Graphic design : Teknik dasar fotografi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Graphic design : Teknik dasar fotografi

on

  • 1,993 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,993
Views on SlideShare
1,993
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Graphic design : Teknik dasar fotografi Presentation Transcript

  • 1. Graphic design Pert 5c Teknik dasar fotografi
  • 2. Ruang tajamRuang tajam atau depth of field adalah jarak antara objek yang terdekatdengan jarak terjauh yang nampak tajam (fokus) dalam gambar. Dalam bukulain juga dijelaskan pengertian ruang tajam, yaitu: jumlah jarak antarasubjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokustajam sebuah foto. Misalnya, jika kita memotret pohon-pohon yang berdiribersaf-saf, maka yang akan tampak pada foto yang telah dicetak adalahbeberapa pohon di depan tampak jelas kemudian semakin ke belakangsemakin kabur gambar pohonnya.Ketajaman ruang suatu gambar foto sangat tergantung pada beberapahal, yaitu:1. Diafragma atau bukaan lensa (lens aperture). Semakin kecil bukaan diafragma, semakin besar ruang tajam atau depth of field yang dihasilkan. Bukaan penuh atau besar akan menghasilkan depth of field yang sangat sempit.2. Jarak fokus lensa atau focal length. Semakin panjang focal length, semakin sempit ruang tajamnya.3. Jarak pemotretan. Semakin dekat jaraknya, semakin sempit ruang tajam yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya, semakin jauh jarak pemotretannya, maka ruang tajamnya akan semakin luas.
  • 3. Ruang Tajam SempitTeknik ruang tajam sempit biasanya digunakan jika kitamenginginkan subjek yang kita foto terfokus tajam sedangkan latarbelakang dari subjek tersebut tidak tajam atau kabur. Untukmendapatkan hasil seperti itu kita bisa mengubah diafragma kamerayang kecil menjadi besar, atau angka ‘f’ nya kecil. Selain itu kita jugadapat mendekatkan kamera ke arah subjek foto.
  • 4. Ruang Tajam LuasTeknik ruang tajam luas biasanya digunakan jika kita menginginkansuatu foto yang subjek utama dan latar belakangnya tetap terlihat jelas.Untuk mendapatkan hasil foto seperti itu, maka kita dapat mengaturbukaan diafragma kamera yang besar menjadi kecil, atau angka ‘f’ nyabesar. Kita juga dapat menjauhkan kamera dari subjek foto.
  • 5. PencahayaanPencahayaan adalah mencahayai film dengan pengontrolan diafragma dankecepatan rana. Pencahayaan atau exsposure juga disebut sebagai kuantitascahaya yang diperbolehkan masuk, intensitas (diatur oleh bukaan lensa) dandurasi (diatur oleh shutter speed) cahaya yang masuk dan mengenai film.Tanpa pencahayaan sebuah foto tidak akan pernah menjadi hasil karya.Fungsi dari pencahayaan adalah untuk memberikan jiwa pada foto.Dalam mengevaluasi sebuah foto, ada tiga jenis kategori yang dikaitkandengan pencahayaan, yaitu:1. Pencahayaan kurang (under exsposure), berarti cahaya yang masuk mengenai film terlalu sedikit, sehingga gambar yang dihasilkan akan gelap.2. Pencahayaan yang tepat, berarti cahaya yang masuk mengenai film cukup, sehingga akan menghasilkan gambar yang bagus dan menarik.3. Pencahayaan lebih (over exsposure), berarti cahaya yang masuk mengenai film terlalu banyak, sehingga gambar yang dihasilkan terlalu terang.
  • 6. Cahaya Alam (Natural Light)Cahaya alam adalah sumber cahaya utama dalam pemotretan luarruangan. Sumber dari cahaya alam berasal dari matahari, bintangdan benda-benda lain yang mampu memantulkan cahaya, sepertibulan. Cahaya alam bersifat langsung dan tidak langsung. Bersifatlangsung, karena cahaya yang dihasilkan datang langsung darisumbernya tanpa hambatan dan tanpa dipantulkan. Bersifat tidaklangsung, karena cahaya yang dihasilkan oleh sumber cahayaterkena hambatan dan pantulan sebelum mengenai objek foto.
  • 7. Cahaya Buatan (Artificial Light)Cahaya buatan adalah cahaya yang dibuat untuk menerangi sebuahobjek foto, biasanya cahaya buatan lebih banyak dipakai pada saatpengambilan foto di dalam ruangan. Cahaya buatan dapat dihasilkanoleh peralatan tambahan, yaitu lampu kilat, blitz atau flash.
  • 8. KOMPOSISIKomposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suaturuang/format. Pemilihan komposisi merupakan pilihan pribadifotografer, mungkin tidak akan pernah ada kamera yang memberitanda jangan memotret dengan komposisi yang salah (GriandGiwanda, 2002:39). Komposisi juga dapat diartikan sebagai susunanelemen dalam suatu foto, sehingga kehadirannya dapat memperkuatsubjek utama dalam foto.Ada bebrapa hal yang bisa dijadikan panduan bagi seorang fotograferdalam pelaksanaan pemotretan, yaitu:1. Penempatan subjek2. Garis3. Kedalaman4. Keseimbangan5. Irama6. Latar belakang7. Format
  • 9. Penempatan SubjekPenempatan subjek dalam gambar sangat penting untukmendapatkan komposisi yang baik. Pilihlah satu objek yang menjadipusat perhatian, sedangkan yang lainnya hanya sebagai pendukungdan tidak mengalihkan perhatian mata dari objek utama. Aturan sepertiga (rule of third) adalah penempatan objek utama/subyek 1/3 bagian dari daerah gambar/frame, bisa disebelah kanan atau kiri daerah gambar, baik horizontal maupun vertikal. Aturan sepertiga ini sering digunakan untuk penempatan objek utama/subyek dalam gambar. Bagi bidang gambar menjadi 1/3 bagian sama besar secara horisontal dan vertikal dengan menarik masing- masing dua garis ke samping dan ke bawah. Kita dapat menempatkan subjek pada titik-titik perpotongan garis tersebut.
  • 10. Diagram irisan emasDiagram ini menunjukkan bagaimana suatu irisan emas dibentuk. Mula-mula dibuat suatu bujur sangkar, kemudian dari bujur sangkar tersebutditarik garis tengah yang memotong sisi-sisinya pada titik A dan B. Darisalah satu titik (misalnya titik A), dibuat lingkaran dengan garis tengahAC, memotong sisi bujur sangkar pada D. Selanjutnya dibuat segiempat dengan perluasan bujur sangkar sampai titik D tersebut. Titik C-C adalah irisan emas dan merupakan posisi subjek.
  • 11. Diagram susunan diagonalTitik A dan B adalah garis diagonal(atau susunan subjek-subjek secaradiagonal). Sedangkanperpotongannya, yaitu titik D atau Cadalah posisi untuk menempatkansubjek utama.
  • 12. GarisGaris merupakan elemen desain gambar tertua. Garis yang pentingadalah garis yang membentuk tepi bingkai gambar karena garis iniyang mengisolasi bidang gambar yang direkam dari seluruh adegan.Garis horisontal menimbulkan kesan stabil atau tenang, sedangkangaris vertikal dapat menunjukkan suatu gerakan.KedalamanUntuk menambahkan kesan tiga dimensi dalam gambar dua dimensi,diperlukan suatu kedalaman atau perspektif yang akan menimbulkanilusi jarak. Hal ini dapat dilambangkan dengan garis-garis yangbertambah sempit dari jalan atau rel kereta api, perbedaan ukurandengan objek yang jauh terlihat lebih kecil daripada objek yang dekat.KeseimbanganDalam sebuah foto diperlukan keseimbangan visual. Keseimbanganformal dihasilkan jika objek dengan ukuran atau berat visual samaditempatkan disetiap sisi gambar atau subjek utama berada di pusatgambar. Untuk mendapatkan keseimbangan visual dalam fotogarafiseringkali digunakan keseimbangan nonformal. Misalnya, digunakandua objek yang lebih kecil untuk mengimbangi sebuah objek yangbesar.
  • 13. IramaSuatu komposisi yang baik dapat diperkuat dengan suatu irama yangberbentuk pengulangan garis, tekstur, bentuk, dan warna dalamgambar, seperti pola jendela bangunan, teras sawah, dan gelombang laut.Namun, pola-pola tersebut umumnya tidak akan menghasilkan gambaryang menarik sehingga diperlukan satu pusat perhatian.Latar BelakangDalam mengambil gambar perlu diperhatikan tentang latar belakangobjek utama. Latar belakang yang ramai akan merusak gambar danmengaburkan fokus terhadap subjek foto.Format.Pada umumnya format foto yang digunakan adalah format horisontalatau landscape dan format vertikal atau portrait. Format horisontalmerupakan format yang dinamis karena mata akan bergerak melihat darikiri ke kanan atau sebaliknya. Dengan demikian format ini sangat cocokuntuk menggambarkan luasnya pandangan, bentang alam, ruangbangunan atau subjek berkarakter lebar. Sedangkan format vertikal matabergerak dari atas ke bawah atau sebaliknya sehingga kekuatan yanglebih besar bertumpu pada arah vertikal. Format ini sangat cocok untukmenggambarkan ketinggian atau subjek yang menjulang tinggi.
  • 14. PRAKTEK PEMOTRETANCara Memegang Kamera1. Memegang kamera yang baik dengan cara tangan kanan memegang kamera bagian kanan, jari teluntuk selalu pada tombol pelepas rana. Sedangkan tangan kiri menyangga kamera dengan jari-jari selalu siap merubah titik fokus, hal ini dilakukan jika menggunakan kamera yang memakai lensa.2. Beberapa Posisi Membidik.3. Posisi Berdiri, kaki kiri agak maju terhadap kaki kanan. Posisi tangan dapat memegang kamera secara horisontal maupun vertikal.4. Posisi Jongkok, lutut kanan bertumpu pada tanah atau lantai, lutut kiri menekuk membuat sandaran bagi siku kiri.5. Posisi Tiarap, lakukan posisi seperti orang menembak dengan kedua siku bersandar pada tanah, sehingga kamera pada kening dijaga kestabilannya.
  • 15. Pengambilan Sudut KameraVery Long Shot atau Extreme Long Shot (ELS) adalah pengambilan gambaryang mencakup suatu daerah pengambilan gambar yang lebih lebar.Long Shot (LS) atau Full Shot (FS) adalah pengambilan gambar dari jarakyang cukup jauh hingga seluruh subjek dan pemandangan.Medium Long Shot (MLS) adalah pengambilan gambar dari lutut hingga keatas tubuh manusia.Medium Close Up (MCU) adalah pengambilan gambar yang menampakkankepala, bahu, dan bagian atas dada orang hingga memenuhi gambar.Close Up (CU) adalah pengambilan gambar yang menonjolkan bagian bahudan kepala seseorang.Exstreme Close Up (ECU) adalah pengambilan gambar sebesar mungkin padabagian mata, mulut, dan sebagainya.
  • 16. Big Close Up (BCU) adalah pengambilan gambar pada daerah kepalauntuk menonjolkan karakter subjek.One Shot adalah pengambilan gambar yang hanya menampilkan satuorang atau benda saja.Two Shot adalah pengambilan gambar yang menampilkan dua orangatau benda.Three Shot adalah pengambilan gambar yang menampilkan tigaorang atau benda.Group Shot adalah pengambilan gambar sekelompok orang.Over Shoulder Shot (OSS) adalah pengambilan gambar dua orangyang saling bertatap muka, pengambilan gambarnya melaluibelakang bahu seseorang subjek.
  • 17. Bird Eye View adalah pengambilan gambar yang arah kameranyaberada di atas dari objek, diumpamakan sebagai pandangan burungyang melihat dari langit.Eye Level View adalah pengambilan gambar yang arah kameranyasejajar dengan objek.Low Level View adalah pengambilan gambar yang arah kameranyaberada lebih rendah dari objek. Pengambilan gambar dengan caraposisi jongkok
  • 18. Beberapa Teknik Pengambilan GambarTeknik BluringUntuk memotert subjek yang bergerak menjadi blur diperlukankecepatan rana rendah. Untuk subjek yang bergerak kecepatan ranayang diperlukan berbeda-beda. Misalkan, mobil yang melaju kencangdengan kecepatan 150 km/jam mungkin akan menjadi blur dengankecepatan rana 1/500 detik, tapi kalau kita memotret sepeda motordengan kecepatan 40 km/jam dengan kecepatan rana yangsama, maka sepeda motor tersebut akan diam.Teknik Panning ShootTeknik panning shoot adalah cara lain untuk memberikan kesangerak pada foto. Dengan teknik ini latar belakangnya hampirsepenuhnya blur, sedangkan subjeknya relatif lebih tajam. Untukmendapatkan hasil seperti ini dilakukan dengan cara mengikutipergerakan subjek sebelum kita menekan tombol shutter.
  • 19. Teknik FreezingTeknik freezing adalah teknik membekukan gambar untukmemperlihatkan kesan gerak dengan membekukan gerakan yangsedang berlangsung. Untuk mendapat hasil gambar seperti inidigunakan kecepatan rana tinggi.Teknik ZoomingTeknik zooming merupakan teknik foto untuk menampilkan kesangerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat menekantombol shutter. Untuk mendapatkan hasil seperti ini dapat digunakandengan kecepatan rana 1/30 detik
  • 20. Video : 5a-5d