Analisis laporan keuangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Analisis laporan keuangan

on

  • 1,908 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,908
Slideshare-icon Views on SlideShare
1,868
Embed Views
40

Actions

Likes
1
Downloads
37
Comments
0

3 Embeds 40

http://www.hendie23.com 36
http://www.kakaku20.net 3
http://hendie23.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Analisis laporan keuangan Analisis laporan keuangan Presentation Transcript

    • Analisis Laporan Keuangan Bentuk Laporan Keuangan Hendie Cahya Maladewa 11. 03. 3926 Akuntansi/VI
    • Pengertian Analisis keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek. Analisis keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis ini maka manajemen dapat memutuskan berbagai keputusan manajemen misalnya : • Melanjutkan atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha. • Melakukan pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi • Melakukan pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi • Melakukan penerbitan saham atau melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna meningkatkan modal kerja perseroan. • Berbagai keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat terhadap berbagai alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan.
    • Tujuan Analisis Laporan Keuangan Analisis keuangan seringkali menilai suatu usaha berdasarkan : • Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan. • Solvabilitas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang diukur dengan membuat perbandingan seluruh kewajiban terhadap seluruh aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban terhadap ekuitas • Likuiditas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban lancarnya yang diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar. • Stabilitas adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu panjang tanpa harus menderita kerugian. Untuk menilai stabilitas perseroan digunakan laporan laba rugi dan neraca keuangan (balance sheet) perseroan serta berbagai indikator keuangan dan non keuangan lainnya.
    • Metode Analisis Laporan Keuangan Analisis keuangan seringkali menggunakan rasio keuangan dari tingkat solvabilitas , profitabilitas, pertumbuhan usaha. • Kinerja masa lalu untuk suatu masa tertentu misalnya selama 5 tahun • Kinerja mendatang: menggunakan figur kinerja masa lalu dan teknik matematika serta statistik, termasuk nilai sekarang dan nilai mendatang. Metode perhitungan ini adalah merupakan penyebab dari kesalahan analisis keuangan dimana statistik masa lalu dapat menyebabkan rendahnya prediksi masa mendatang. • Perbandingan kinerja yaitu membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dalam industri sejenis
    • Proses Akuntansi
    • • Berdasarkan definisi akuntansi, maka proses akuntansi akan terus berulang mulai dari transaksi keuangan sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan tersebut dinamakan proses akuntansi. Proses akuntansi meliputi tiga tahap yang dapat diuraikan sebagai berikut :
    • 1. Tahap Pencatatan dan Penggolongan Tahap pertama yang dilalui dalam proses akuntansi adalah tahap pencatatan dan penggolongan. Kegiatankegiatan yang termasuk dalam tahap pencatatan dan penggolongan antara lain: a. penyusunan atau pembuatan bukti- bukti pembukuan atau bukti transaksi, baik transaksi internal maupun transaksi eksternal, b. pencatatan ke dalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus, c. posting atau pencatatan ke buku besar, baik ke buku besar utama maupun buku besar pembantu.
    • 2. Tahap Pengikhtisaran/Peringkasan Tahap yang harus dilalui setelah melakukan pencatatan dan penggolongan yaitu tahap pengikhtisaran/peringkasan. Pada tahap pengikhtisaran/peringkasan, meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini. a. penyusunan neraca saldo, yang datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar, b. penyusunan jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode, dan penyusunan kertas kerja/neraca lajur yang bertujuan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan, c. pembuatan jurnal penutup, dibuat untuk mengetahui besarnya laba atau rugi suatu perusahaan, sekaligus untuk menutup perkiraan atau akun yang bersifat sementara (temporary account),
    • d. pembuatan necara saldo setelah penutupan, dipergunakan untuk mengecek kembali pencatatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya, e. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, misalnya untuk pengembangan usaha atau perluasan usaha, penambahan investasi, dan sebagainya. f. penyusunan jurnal pembalik, dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan pencatatan pada periode akuntansi berikutnya.
    • 3. Tahap Pelaporan dan Penganalisaan Tahap terakhir yang harus dilalui yaitu tahap pelaporan dan penganalisaan. Adapun tahap pelaporan dan penganalisaan meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini. a. Penyusunan laporan keuangan, yang terdiri atas Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas. b. Pembuatan analisa laporan keuangan digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, baik untuk perkembangan usaha maupun penambahan investasi.
    • Karateristik Analisis Laporan Keuangan Karakteristik Analisis Laporan Keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu : • Dapat Dipahami • Relevan • Keandalan • Dapat diperbandingkan
    • Manfaat Analisis Laporan Keuangan Manfaat analisis laporan keuangan berdasarkan pada kepentingan para pemakai laporan yaitu : (1) Untuk mengetahui hubungan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain baik dalam satu laporan keuangan maupun antar laporan keuangan, sehingga apabila terjadi kelemahan dalam satu atau beberapa perusahaan dari laporan keuangan akan diambil tindakan untuk memperbaikinya. (2) Dapat dijadikan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan (3) Bersama dengan anggaran kas dapat digunakan untuk memprediksi laporan keuangan dimasa yang akan datang. (4) Untuk mengetahui posisi dan perkembangan dari satu atau beberapa laporan keuangan sehingga dapat diramalkan kecenderungannya pada masa yang akan datang
    • Laporan Keuangan Laporan keuangan perusahaan terdiri dari : 1. Laporan Laba Rugi yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. 2. Laporan Perubahan Modal yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik. 3. Neraca yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu. 4. Laporan Arus Kas yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu.
    • Manfaat Laporan Keuangan Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1 tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah: • Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam membuat keputusan lain yg sejenis secara rasional. • Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yg akan datang yg berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan. • Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal. • Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu utk membantu menaksir prospek perusahaan.
    • Pihak Yang Memerlukan Laporan Keuangan Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yg memanfaatkan laporan keuangan adl (IAI2004) : • Investor. Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dgn risiko yg melekat serta hasil pengembangan dari investasi yg mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi utk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan utk membayar dividen. • Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yg mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa manfaat pensiun dan kesempatan kerja. • Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dgn informasi keuangan yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah pinjaman serta bunga dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
    • • Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lain tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah jumlah yg terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yg lbh pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. • Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dgn informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.
    • • Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yg berada di bawah kekuasaa berkepentingan dgn alokasi sumber daya dan krn ini berkepentingan dgn aktivitas perusahaan mereka menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar utk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. • Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misal perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional termasuk jumlah orang yg dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dgn menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
    • Klasifikasi Pengguna Laporan Keuangan Pengguna eksternal laporan keuangan memiliki kepentingan yang lebih luas tetapi dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu : • Kreditur dan investor • Pemerintah (eksekutif dan legislative), Ditjen Pajak, Instansi Pemerintah terkait lainnya • Masyarakat umum, Serikat Pekerja, Pelanggan Ketiga kelompok pengguna eksternal memiliki tujuan analisis yang berbeda tetapi pengguna utamanya adalah kreditur dan investor. I nformasi yang diberikan kepada kreditur dan investor umumnya juga bermanfaat bagi kelompok pengguna eksternal lainnya. Tujuan analisis laporan keuangan adalah perbandingan pengukuran risk and return dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit sehingga memerlukan estimasi masa yang akan datang atas earnings dan cash flows. Investor berkepentingan kepada earning power dalam jangka panjang, pertumbuhan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar dividen dan peningkatan nilai perusahaan.
    • Kreditur melakukan pendekatan analisis yang berbeda dengan investor. Kreditur jangka pendek seperti bank dan supplier, lebih menekankan kepada likuiditas jangka pendek perusahaan karena mementingkan payback investasi secepatnya. Kreditur jangka panjang seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun, lebih berfokus kepada posisi sset berumur panjang (longlived assets) dan earning power perusahaan karena harus memperoleh keyakinan pembayaran pokok dan bunga sampai saat jatuh tempo. Pengguna internal yang memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan adalah manajemen perusahaan dan karyawan. Manajemen perusahaan lebih berfokus kepada kinerja yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemilik, baik untuk aktivitas operasional, investasi maupun pembiayaan, perolehan laba operasional, pertumbuhan perusahaan, ekspansi usaha, dan pengelolaan sset. Karyawan berkepentingan atas kontinuitas perusahaan dalam memberikan kesejahteraan, pengelolaan dana pensiun, pemotongan pajak dan Jamsostek, asuransi, pendidikan, dan pelatihan sehingga merasa diperlakukan sebagai sset perusahaan (human capital)
    • 4. Perbandingan antara Manfaat dan Biaya, Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai informasi akuntansi. 5. Relevan, Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai, artinya dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu. 6. Materialitas, Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau ke salahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai
    • Syarat Kualitatif 1. Dapat Dipercaya, Suatu informasi akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut. • Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. • Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihakpihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada ke butuhan umum pemakai. • Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya. 2. Dapat Dipahami, Informasi akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai. 3. Keandalan (Reliability), Laporan keuangan yang andal (reliable), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur (faithful representation).
    • 7. Lengkap (Complete), Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi. 8. Nilai Prediksi, Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar memprediksi masa depan. 9. Dapat Dibandingkan (Comparable), Dapat dibandingkan, maksudnya laporan keuangan dapat memudahkan pemakai dalam membandingkan laporan keuangan antar periode sehingga dapat diindentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan nya. Selain itu, pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antarperusahaan untuk mengevalusi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan keuangan secara relatif.
    • 10. Tepat Waktu, Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan. 11. Umpan Balik (Feedback), Umpan balik, maksudnya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat me num buh kan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. 12. Penyajian yang Jujur, Penyajian yang jujur, maksudnya informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus menggambarkan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.
    • 13. Substansial, Substansial, maksudnya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus disajikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya. 14. Pertimbangan Sehat (Prudence), Pertimbangan sehat, maksudnya informasi akuntansi yang disajikan dapat berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.
    • TERIMA KASIH KEPADA : Ibu dra. Sri purwati w, mba Serta semua Teman-teman akuntansi semester VI