Your SlideShare is downloading. ×
0
Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan        Berbasis Luas ( Wide Area Network )          Menjelaskan Persyaratan WANDEPAN
PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI                                                                                           Kli   ...
WAN (Wide Area Network) merupakan sistem jaringan yang         menghubungkan antar Autonomous System (AS). Satu Autonomous...
Router   Router adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat   berpartisipasi dalam manajemen jaringan. R...
Modem  Modem adalah sebuah perangkat dibutuhkan Pada sisi penerima sinyal  analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau...
Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan        Berbasis Luas ( Wide Area Network )         Mengidentifikasi Spesifikasi WAN...
Jalur WAN menyediakan berbagai macam kecepatan data yang diukur      dalam satuan kilobits per second. Dibawah ini berbaga...
Standar WAN    WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2.    Standar WAN pada umumnya menggambarkan ...
Infrastruktur untuk teknologi WAN dapat beroperasi dengan adanya     Protokol WAN. Teknologi WAN akan dapat beroperasi dis...
Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan        Berbasis Luas ( Wide Area Network )        Membuat Desain Awal Jaringan dan ...
HDLC merupakan sebuah protokol yang bekerja pada lapisan datalink.     Pertama kali dibuat oleh ISO, yang merupakan sebuah...
Protokol X.25 dan LAPB (Link Access Procedure Balanced)    Pendekatan tradisional packet switching memungkinkan penggunaan...
Implementasi penggunaan protokol X.25 pada jaringan SVC Switched Virtual       Circuit) di router dapat dilakukan dengan c...
Implementasi penggunaan protokol X.25 pada jaringan PVC (Permanent    Virtual Circuit) di router dapat dilakukan dengan ca...
FRAME RELAY    untuk dapat menampilkan kualitas koneksi yang lebih efektif dibandingkan    dengan X.25. Protokol Frame Rel...
Konfigurasi Frame Relay pada jaringan router Cisco dapat dilakukan dengan    cara:    1.Tentukan interface yang akan dihub...
6. Konfigurasi pemetaan alamat jika hendak menggunakan   cara pemetaan statis, maka digunakan perintah:    Router(config-i...
Virtual LAN (VLAN)             Virtual LAN (VLAN) adalah sebuah konsep logika yang membagi    satu broadcast domain (netwo...
Port diberikan identitas VLAN ID untuk komunikasi dengan port    yang lainnya. Port dengan VLAN ID yang sama dikatakan ber...
Konfigurasi pengelompokan jaringan pada konsep VLAN, dapat dilakukan   dengan dua cara, tergantung pada interface pengkonf...
Cara kedua adalah dengan menggunakan perintah pada console atau    menu yang disediakan oleh sistem operasi manageable swi...
2. Masuk ke interface yang akan dijadikan anggota vlan yang    sudah dibentuk.       Tkj(config)# int e0/2       Tkj(confi...
Virtual Private Networks (VPN)            Virtual Private Networks (VPN) merupakan solusi untuk membuat   koneksi LAN mela...
Gambar dibawah ini mendeskripsikan implementasi VPN, adapun    konfigurasi untuk implementasi VPN dijelaskan pada sub bab ...
Membangun VPN    Untuk membangun link VPN berikut beberapa hal yang harus dilakukan :   1. Membuat topologi perencanaan VP...
2. Membangun PC Router dengan menggunakan sistem operasi jaringan      tertentu (dalam implementasi ini akan digunakan sis...
Mengkonfigurasi alamat tunneling pada device GIF, dengan membuat      virtual link.        Router 1:                # ifco...
Untuk melakukan verifikasi terhadap konfigurasi yang telah diberikan,      dapat di cek dengan menggunakan perintah:      ...
# netstat -rn           Routing tables           Destination    Gateway                                        Flags      ...
Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan        Berbasis Luas ( Wide Area Network )        Mengevaluasi Lalu Lintas Jaringan...
Upaya penjaminan kualitas layanan jaringan komputer akan     terpelihara apabila pengelola jaringan dapat memastikan kondi...
3. Konfigurasikan software monitoring tersebut sesuai dengan topologi        dari jaringan yang akan dimonitor, dengan kon...
PERBAIKAN/SETTING ULANG WAN            Perbaikan / Setting ulang jaringan (WAN) merupakan upaya tindak   lanjut dari kegia...
Seting ulang dilakukan apabila kerusakan jaringan terjadi pada bagian          software, yang meminta setting ulang dilaku...
SEKIAN DAN TERIMA KASIH    DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kk13

2,183

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,183
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kk13"

  1. 1. Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas ( Wide Area Network ) Menjelaskan Persyaratan WANDEPAN
  2. 2. PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI Kli kD Dasar Kejuruan Level I ( Kelas X ) Level II ( Kelas XI )si i Level III ( Kelas XII ) 1 2 ni 3 Merakit Personal Menerapkan teknik elektronika Melakukan instalasi perangkat Melakukan instalasi perangkat Komputer analog dan digital dasar jaringan lokal (Local Area jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Network) Melakukan instalasi Menerapkan fungsi Mendiagnosis permasalahan Mendiagnosis permasalahan perangkat pengoperasian PC yang yang tersambung jaringan berbasis luas sistem operasi dasar peripheral dan instalasi PC (Wide Area Network) tersambung jaringangnosis Menerapkan K 3 LH Mendiagnosis permasalahan Melakukan perbaikan dan/ atau Membuat desain sistem pengoperasian PC dan setting ulang koneksi jaringan keamanan jaringan periferal an Melakukan perbaikan dan/ Melakukan instalasi sistem operasi Melakukan perbaikan dan/ atau setting jaringan berbasis GUI (Graphical User ulang koneksi jaringan berbasis luas atau setting ulang sistem PC Interface) dan Text (Wide Area Network) Melakukan perbaikan periferal Mengadministrasi server dalam jaringan Melakukan perawatan PC Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) Merancang web data base dan command line interface (CLI) untuk content server Melakukan instalasi softwareDEPAN Lulus
  3. 3. WAN (Wide Area Network) merupakan sistem jaringan yang menghubungkan antar Autonomous System (AS). Satu Autonomous System dapat terdiri atas satu jaringan atau lebih. WAN mencakup daerah geografis yang luas, memungkinkan komunikasi antara dua perangkat yang terpisah dengan jarak yang sangat jauh. WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dari service provider. Karena jalur komunikasi tidak bisa langsung dimasukkan ke LAN maka diperlukan beberapa perangkat interface. Perangkat–perangkat tersebut antara lain:Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  4. 4. Router Router adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol manajemen dan fleksibilitas. CSU/DSU Jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yang sesuai. Untuk jalur digital, sebuah Channel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit (DSU) dibutuhkan. Keduanya sering digabung menjadi sebuah perangkat yang disebut CSU/DSU.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  5. 5. Modem Modem adalah sebuah perangkat dibutuhkan Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi. Communication Server Communication Server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan remote akses ke LAN. Communication Server memiliki beberapa interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa user sekaligus.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  6. 6. Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas ( Wide Area Network ) Mengidentifikasi Spesifikasi WANDEPAN
  7. 7. Jalur WAN menyediakan berbagai macam kecepatan data yang diukur dalam satuan kilobits per second. Dibawah ini berbagai teknologi WAN dan kecepatan yang tersedia. DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  8. 8. Standar WAN WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Standar WAN pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat fisik, aliran data dan enkapsulasi. Dibawah ini adalah organisasi yang mengatur standar WAN.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  9. 9. Infrastruktur untuk teknologi WAN dapat beroperasi dengan adanya Protokol WAN. Teknologi WAN akan dapat beroperasi disesuaikan dengan Protokol WAN yang cocok, perangkat yang membentuknya, dan spesifikasi perangkat dari vendornya. Saat ini terdapat beberapa jenis protokol yang digunakan untuk menyediakan mekanisme pengiriman data melalui jaringan WAN. Diantaranya adalah: 1.Protokol HDLC (High Level Datalink Control) 2.PPP (Point to Point Protocol) 3.Protokol X.25 Protocol dan LAPB (Link Access Procedure Balanced) 4.Frame Relay 5.ISDNModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  10. 10. Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas ( Wide Area Network ) Membuat Desain Awal Jaringan dan Menyelesaikan Desain Jaringan WANDEPAN
  11. 11. HDLC merupakan sebuah protokol yang bekerja pada lapisan datalink. Pertama kali dibuat oleh ISO, yang merupakan sebuah protokol yang menetapkan metode enkapsulasi data pada synchronous serial yang menggunakan karakter frame dan checksum. HDLC dapat diimplementasikan pada interface serial yang terdapat pada dedicated router dari vendor Cisco, dengan menggunakan perintah: Router(config)#int s0 Router(config-if) # encapsulation hdlc PPP (Point to Point Protocol) merupakan protokol data link layer yang dapat digunakan pada media asynchrounous serial atau synchrounous serial. PPP memiliki kemampuan untuk melakukan proses autentikasi dan bersifat multiprotocol, sehingga menjadi solusi yang banyak digunakan untuk komunikasi WAN DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  12. 12. Protokol X.25 dan LAPB (Link Access Procedure Balanced) Pendekatan tradisional packet switching memungkinkan penggunaan X.25 yang tidak hanya menentukan interface user dari jaringan WAN, akan tetapi juga mempengaruhi desain internal jaringan, dengan beberapa pendekatan, yaitu : 1. Packet-packet control panggilan, yang diperlukan untuk mensetup dan membubarkan sirkuit virtual, dibawa pada channel yang sama pada sirkuit virtual yang sama sebagai paket data 2. Multiplexing sirkuit virtual menempati layer 3 model komunikasi OSI. 3. Baik layer 2 maupun layer 3 mencakup mekanisme kendali aliran dan koreksi kesalahanModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  13. 13. Implementasi penggunaan protokol X.25 pada jaringan SVC Switched Virtual Circuit) di router dapat dilakukan dengan cara: 1. Mendefinisikan jenis enkapsulasi (default: DTE ): Router(config-if)# encapsulation x25 [dce|dte ] 2. Menetapkan alamat x.121: Router(config-if) # x25 address x.121-address 3. Memetakan alamat network layer protocol (mis, IP, IPX) dengan alamat x.121 Router(config-if) # x25 map protocol address x.121-addressModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  14. 14. Implementasi penggunaan protokol X.25 pada jaringan PVC (Permanent Virtual Circuit) di router dapat dilakukan dengan cara: 1. Mendefinisikan jenis enkapsulasi (default: DTE ): Router(config-if)# encapsulation x25 [dce|dte ] 2. Menetapkan alamat x.121: Router(config-if) # x25 address x.121-address 3. Memetakan alamat network layer protocol (mis, IP, IPX) dengan alamat x.121: Router(config-if) # x25 pvc circuit_number protocol address x.121- addressModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  15. 15. FRAME RELAY untuk dapat menampilkan kualitas koneksi yang lebih efektif dibandingkan dengan X.25. Protokol Frame Relay mendefinisikan proses pengiriman data melalui sebuah jaringan data publik, dengan sifat koneksi yang connection oriented. Implementasi frame relay tidak mengharuskan penggunaan media fisik tertentu, bahkan bisa jadi beberapa router yang terkonsentrasi pada satu jaringan frame relay masing-masing terkoneksi dengan media fisik yang berbeda-beda seperti ilustrasi pad gambar berikutModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  16. 16. Konfigurasi Frame Relay pada jaringan router Cisco dapat dilakukan dengan cara: 1.Tentukan interface yang akan dihubungkan dengan frame relay 2.Berikan konfigurasi alamat network layer (IP Address) 3.Pilih jenis enkapsulasi yang akan digunakan: Router(config-if) # encapsulation frame relay [cisco | ietf] 4. Tentukan jenis LMI yang digunakan: Router(config-if) # frame-relay lmi-type [cisco | ansi | a933a] 5. Menetapkan nomor DLCI yang digunakan : Router(config-if) # frame-relay interface-dlci [number-dlci]Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  17. 17. 6. Konfigurasi pemetaan alamat jika hendak menggunakan cara pemetaan statis, maka digunakan perintah: Router(config-if) # frame-relay map [ip address dlci number broadcast] Contoh konfigurasi untuk router yang digunakan sebagai DTE dari jaringan dengan Protokol Frame Relay: Router(config) # interface serial0 Router(config-if) # ip address 202.51.226.36 255.255.255.0 Router(config-if) # encapsulation frame-relay Router(config-if) # frame-relay lmi-type cisco Router(config-if) # frame-relay interface-dlci 100Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  18. 18. Virtual LAN (VLAN) Virtual LAN (VLAN) adalah sebuah konsep logika yang membagi satu broadcast domain (network) menjadi beberapa broadcast domain (kelompok logika). Penerapan nya dilakukan pada Manageable Switch. Beberapa host yang terhubung ke switch yang sama dengan identitas network yang sama, dapat dibuat menjadi kelompok logika yang berbeda, hal ini dilakukan dengan mengelompokan VLAN ID pada konfigurasi port manageable switch.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  19. 19. Port diberikan identitas VLAN ID untuk komunikasi dengan port yang lainnya. Port dengan VLAN ID yang sama dikatakan berada dalam satu broadcast domain.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  20. 20. Konfigurasi pengelompokan jaringan pada konsep VLAN, dapat dilakukan dengan dua cara, tergantung pada interface pengkonfigurasian yang disediakan oleh manageable switch. Cara pertama adalah dengan menggunakan interface under web, langkah ini sangat mudah dilakukan, secara umum langkah yang dilakukan adalah : 1.Masuk ke halaman administrasi manageable switch melalui browser. 2.Masuk ke layanan konfigurasi VLAN 3.Buat VLAN ID, yang merupakan kelompok logika bagi host, dilanjutkan dengan memasukan beberapa nomor port dari koneksi ke host yang akan dimasukan ke kelompok logika tersebut. 4.Ulangi langkah nomor 3 apabila akan membuat beberapa VLAN ID.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  21. 21. Cara kedua adalah dengan menggunakan perintah pada console atau menu yang disediakan oleh sistem operasi manageable switch tersebut. Cisco dapat dikonfigurasikan dengan menggunakan cara ini, pengkonfigurasian dengan menggunakan perintah pada console dapat dilakukan dengan langkah : 1. Setelah masuk ke console konfigurasi, lalu buat VLAN ID yang menjadi identitas kelompok logika, dapat disertai dengan VLAN Name, tapi hal ini bersifat tambahan. Tkj(config)# vlan 200 name tkjModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  22. 22. 2. Masuk ke interface yang akan dijadikan anggota vlan yang sudah dibentuk. Tkj(config)# int e0/2 Tkj(config-if)# vlan-membership static 200 3. Ulangi langkah nomor 2 untuk menambahkan interface lain pada VLAN ID yang telah dibentuk. 4. Ulangi langkah 1 dan 2 (juga 3, jika banyak port yang di jadikan anggota VLAN ID), apabila akan membuat VLAN ID baru dan anggotanya.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  23. 23. Virtual Private Networks (VPN) Virtual Private Networks (VPN) merupakan solusi untuk membuat koneksi LAN melalui internetwork. Penerapan konfigurasinya dilakukan pada router yang keduanya terhubung pada internetwork dengan menggunakan protokol yang sama untuk keperluan VPN . Untuk membuat link VPN antar LAN dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa komponennya, yaitu : 1.Masing-masing LAN terhubung dengan intrenet melalui Gateway ISP masing-masing. 2.Menyiapkan interface tunnelling/VPN pada kedua router LAN. 3.Menyiapkan alamat jaringan yang akan dijadikan sebagai alamat point to point VPN (Virtual Network). 4.Memberikan konfigurasi VPN, dengan menambahkan alamat virtual network pada interface tunnelling.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  24. 24. Gambar dibawah ini mendeskripsikan implementasi VPN, adapun konfigurasi untuk implementasi VPN dijelaskan pada sub bab berikutnya mengenai Membangun VPN.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  25. 25. Membangun VPN Untuk membangun link VPN berikut beberapa hal yang harus dilakukan : 1. Membuat topologi perencanaan VPN Topologi sebelum implementasi VPN Topologi setelah implementasi VPNModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  26. 26. 2. Membangun PC Router dengan menggunakan sistem operasi jaringan tertentu (dalam implementasi ini akan digunakan sistem operasi Linux) Router 1: # ifconfig eth0 192.168.100.2 netmask 255.255.255.0 # ifconfig eth1 202.10.20.2 netmask 255.255.255.240 # route add default gw 202.10.20.1 Router 2: # ifconfig eth0 192.168.200.2 netmask 255.255.255.0 # ifconfig eth1 202.100.200.2 netmask 255.255.255.240 # route add default gw 202.100.200.1Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  27. 27. Mengkonfigurasi alamat tunneling pada device GIF, dengan membuat virtual link. Router 1: # ifconfig gif0 create # ifconfig gif0 tunnel 202.10.20.2 202.100.200.2 # ifconfig gif0 inet 192.168.100.1 192.168.100.2 netmask 0xffffffff Router 2: # ifconfig gif0 create # ifconfig gif0 tunnel 202.100.200.2 202.10.20.2 # ifconfig gif0 inet 192.168.100.2 192.168.100.1 netmask 0xffffffffModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  28. 28. Untuk melakukan verifikasi terhadap konfigurasi yang telah diberikan, dapat di cek dengan menggunakan perintah: # ifconfig gif0 Konfigurasi tunneling berhasil apabila respon nya: # ifconfig gif0 gif0: flags=8051<UP,POINTOPOINT, RUNNING,MULTICAST> mtu 1280 tunnel inet 202.10.20.2 --> 202.100.200.2 inet 192.168.100.1 --> 192.168.100.2 netmask 0xffffffff Selanjutnya pada table routing terdapat opsi routing tambahan berupa penambahan routing static ke remote network melalui interface Tunnel:Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  29. 29. # netstat -rn Routing tables Destination Gateway Flags Use Netif Expire 192.168.2.1 192.168.1.1 UH 0 gif0 Untuk melewatkan koneksi antar network, maka antar router tersebut harus ditambahkan opsi routing dengan destination remote network melalui ip address tunneling pada remote router. Pada router 1 # route add –net 20.20.20.0/24 192.168.100.2 Pada router 2 # route add –net 10.10.10.0/24 192.168.100.1Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  30. 30. Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas ( Wide Area Network ) Mengevaluasi Lalu Lintas JaringanDEPAN
  31. 31. Upaya penjaminan kualitas layanan jaringan komputer akan terpelihara apabila pengelola jaringan dapat memastikan kondisi jaringan setiap saat. Upaya ini dapat dilakukan dengan melakukan Monitoring jaringan sebagai bagian dari kegiatan Maintenance Repair (MR). Monitoring jaringan dapat dilakukan dengan memanfaatkan software yang fungsinya dikhususkan untuk monitoring jaringan. Untuk keperluan ini, kita perlu menyiapkan beberapa hal, yaitu : 1.Topologi jaringan yang akan dimonitor harus terdokumentasi. 2.Tentukan software yang akan digunakan untuk monitoring jaringan. DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  32. 32. 3. Konfigurasikan software monitoring tersebut sesuai dengan topologi dari jaringan yang akan dimonitor, dengan konfigurasi yang sesuai. 4. Lakukan monitoring secara berkala agar keadaan jaringan senantiasa dapat dipantau.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  33. 33. PERBAIKAN/SETTING ULANG WAN Perbaikan / Setting ulang jaringan (WAN) merupakan upaya tindak lanjut dari kegiatan network monitoring, terutama ketika terjadi kerusakan koneksi. Upaya perbaikan ditujukan kepada kerusakan yang terjadi pada hardware, misalnya tidak berfungsinya salah satu bagian dari hardware. Selama perbaikan dilakukan, maka jaringan dapat tetap berjalan dengan memfungsikan komponen cadangan sebagai penggantinya.Modul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  34. 34. Seting ulang dilakukan apabila kerusakan jaringan terjadi pada bagian software, yang meminta setting ulang dilakukan. Setting ulang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : 1. Dengan mengembalikan dahulu konfigurasi ke kondisi default (konfigurasi vendor) atau dikenal dengan istilah reset 2. Dengan melakukan setting ulang pada bagian yang mengalami kerusakan saja 3. Setting ulang ketiga dilakukan dengan melakukan restore terhadap sistem backup yang telah disimpan sebelumnya. DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  35. 35. SEKIAN DAN TERIMA KASIH DEPANModul 13 Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×